Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Tip Praktis Keamanan Digital & Kata Sandi Kuat
Elemen Capaian Pembelajaran : Literasi Digital dan Keamanan Informasi
Model Pembelajaran : Practical Workshop
Pendekatan Pembelajaran : Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi konten dan proses melalui analisis visual simulasi unggahan media sosial harian; integrasi nilai kearifan lokal unggah-ungguh (kesopanan) dan sarekat (kehati-hatian) dalam berinteraksi digital

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang dominan. Mereka antusias dan cepat merespons materi yang disajikan dalam bentuk gambar, infografik, dan demonstrasi interaktif pada Smart TV. Sebagian besar peserta didik telah terbiasa menggunakan gawai di rumah untuk bermain gim atau menonton video, namun pemahaman konsep mengenai batasan privasi, jejak digital, serta bahaya peretasan akun masih sangat minim di awal pembelajaran. Pola pikir peserta didik masih menganggap bahwa ruang digital adalah arena bermain yang sepenuhnya aman tanpa risiko pencurian data.

Kesiapan Belajar

Berdasarkan asesmen diagnostik non-kognitif dan kognitif singkat:

  1. Kelompok Siap: Sebanyak 25% peserta didik sudah mengenal istilah kata sandi (password), namun masih menggunakan kombinasi sederhana seperti tanggal lahir atau urutan angka berulang (misal: 123456).
  2. Kelompok Berkembang: Sebanyak 55% peserta didik mengetahui bahwa akun digital memerlukan kata sandi, namun tidak memahami kriteria kata sandi yang aman dan sering membagikan sandi kepada teman sebaya.
  3. Kelompok Perlu Bimbingan: Sebanyak 20% peserta didik belum memahami perbedaan antara informasi publik (boleh dibagikan) dan informasi pribadi yang sensitif (rahasia).

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Memahami konsep dasar teknologi digital, membedakan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, memahami alur kerja masukan-proses-luaran (IPO), serta menerapkan prinsip keamanan informasi pribadi.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan studi kasus visual pada Smart TV, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 3 jenis informasi pribadi yang tidak boleh diunggah sembarangan ke media sosial dengan tepat.
  2. Melalui simulasi Practical Workshop, peserta didik mampu menyusun formula kata sandi yang kuat (panjang minimal 8 karakter, kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol unik) secara mandiri.
  3. Melalui diskusi terbimbing berlandaskan nilai sarekat dan unggah-ungguh, peserta didik mampu menunjukkan sikap penuh kehati-hatian dalam mengelola akun dan data digital di kehidupan sehari-hari.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Dunia digital adalah ruang publik tanpa dinding pembatas. Menjaga kerahasiaan informasi pribadi dan membuat kata sandi yang kuat diibaratkan seperti mengunci pintu rumah dengan gembok yang kokoh serta menjaga sopan santun saat bertamu ke lingkungan orang lain. Sikap sarekat (hati-hati dan waspada) menjaga keselamatan diri sendiri, sedangkan unggah-ungguh menjaga keharmonisan hubungan sosial di dunia nyata maupun dunia maya.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat seseorang memamerkan tiket perjalanan, kartu keluarga, atau nomor telepon di status media sosial? Menurut kalian, apa bahaya di balik tindakan tersebut?
  2. Jika sebuah gembok sepeda kuncinya hanya berupa angka 0-0-0-0, apakah sepeda kalian aman dari pencuri? Bagaimana jika gembok tersebut memiliki kunci rahasia yang rumit?
  3. Mengapa orang tua dan leluhur kita selalu mengajarkan sifat sarekat (kehati-hatian) sebelum kita melangkah ke luar rumah? Bagaimana cara menerapkannya di internet?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menjaga integritas diri, kejujuran, dan menghormati hak privasi orang lain di ruang digital.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis potensi bahaya dari informasi visual yang beredar serta mengevaluasi kekuatan proteksi sistem digital.
  3. Mandiri: Mampu mengamankan akun dan perangkat pribadi secara bertanggung jawab tanpa bergantung penuh pada orang lain.
  4. Kreatif: Merancang kata sandi yang unik dan mudah diingat oleh diri sendiri menggunakan teknik mnemonik (singkatan kalimat bermakna).

Kompetensi Abad 21 (4C)

  1. Critical Thinking: Membedakan data privat versus data publik.
  2. Creativity: Menyusun kata sandi kompleks berbasis frasa lokal atau pengalaman pribadi.
  3. Collaboration: Berdiskusi dalam membedah kasus keamanan informasi.
  4. Communication: Menyampaikan argumen mengenai etika digital di hadapan kelas.

MATERI PEMBELAJARAN

Keamanan Informasi Pribadi (Data Privasi)

Data pribadi terbagi menjadi dua kategori:

  1. Data Publik: Nama lengkap, hobi umum, prestasi sekolah yang diumumkan resmi, dan karya kreasi seni.
  2. Data Sensitif/Privat: Alamat rumah detail, nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon orang tua, nama ibu kandung, lokasi keberadaan langsung (live location), serta kata sandi akun. Membagikan data privat dapat memicu kejahatan siber seperti peretasan, rekayasa sosial (social engineering), hingga penipuan daring.

Anatomi Kata Sandi Kuat

Kata sandi yang tangguh memiliki kriteria terukur:

  1. Panjang minimal 8 hingga 12 karakter.
  2. Kombinasi 4 unsur: Huruf kapital (A-Z), huruf kecil (a-z), angka numerik (0-9), dan simbol khusus (@, #, $, %, !, *).
  3. Bukan data pribadi yang mudah ditebak (bukan tanggal lahir, bukan nama panggilan, bukan nama peliharaan).
  4. Teknik Passphrase (Kalimat Sandi): Mengubah kalimat yang mudah diingat menjadi susunan karakter acak. Contoh kalimat: "Sapi Makan Rumput Hijau 2 Kali!" diubah menjadi "SmRh2K!*".

Integrasi Nilai Kearifan Lokal

  1. Sarekat: Sikap kehati-hatian, kecermatan, dan ketelitian tingkat tinggi sebelum membagikan informasi apapun di internet (saring sebelum sharing).
  2. Unggah-ungguh: Etika kesantunan dalam berkomunikasi di ruang maya, tidak menyebarkan aib diri sendiri maupun orang lain, serta menghormati batas wilayah privat orang lain.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Practical Workshop

Sintaks Practical Workshop:

  1. Briefing & Modeling (Pemberian konsep dasar dan pemodelan keterampilan).
  2. Guided Practice (Latihan terbimbing langkah demi langkah).
  3. Independent Workshop Task (Praktik langsung penyelesaian proyek/tantangan).
  4. Showcase, Debrief & Reflection (Unjuk hasil kerja, penguatan, dan refleksi).

Pendekatan: Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)

  1. Mindful Learning: Peserta didik menyadari sepenuhnya bahwa setiap ketukan tombol dan unggahan di internet meninggalkan jejak permanen.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan konsep keamanan digital dengan situasi konkret kehidupan mereka dan nilai budaya lokal (sarekat dan unggah-ungguh).
  3. Joyful Learning: Pembelajaran dikemas lewat bedah visual interaktif dan permainan formulasi sandi rahasia yang menantang rasa ingin tahu.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

Kuis visual cepat menggunakan Smart TV: Menampilkan 4 gambar kartu identitas, swafoto di depan rumah berplat nomor, foto kucing, dan foto pemandangan. Peserta didik mengangkat kartu hijau (boleh diunggah) atau kartu merah (bahaya diunggah).

Asesmen Formatif (Proses)

  1. Observasi keaktifan diskusi dan penalaran kritis selama analisis postingan medsos.
  2. Lembar Kerja Praktik: Pembuatan formula kata sandi menggunakan teknik passphrase.
  3. Kuis uji kekuatan kata sandi di workstation kelas.

Asesmen Sumatif (Akhir)

Penilaian unjuk kerja (portofolio LKPD) yang mengukur ketepatan klasifikasi data pribadi serta kualitas kata sandi yang dirancang berdasarkan rubrik standar keamanan siber anak.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Analisis Informasi Pribadi (Formatif Kognitif)

KriteriaMahir (Skor 4)Cakap (Skor 3)Layak (Skor 2)Berkembang (Skor 1)
Identifikasi Data PribadiMampu mengidentifikasi seluruh data sensitif (100%) pada studi kasus visual beserta potensi risikonya.Mampu mengidentifikasi 75-90% data sensitif pada gambar dengan penjelasan logis.Mampu mengidentifikasi 50-74% data sensitif, namun alasan masih terbatas.Hanya mampu mengidentifikasi kurang dari 50% data sensitif secara tepat.
Penerapan Nilai SarekatMenguraikan langkah pencegahan bahaya unggahan dengan mengaitkan prinsip kehati-hatian secara mendalam.Menguraikan langkah pencegahan bahaya unggahan secara logis namun belum detail mengaitkan nilai budaya.Menyebutkan tindakan pencegahan secara sederhana tanpa argumen yang kuat.Belum mampu memberikan saran pencegahan terhadap bahaya kebocoran data.

Rubrik Penilaian Pembuatan Kata Sandi Kuat (Formatif Psikomotorik)

KriteriaMahir (Skor 4)Cakap (Skor 3)Layak (Skor 2)Berkembang (Skor 1)
Kompleksitas KarakterMengandung minimal 8 karakter dengan 4 unsur lengkap (kapital, kecil, angka, simbol).Mengandung minimal 8 karakter dengan 3 unsur variasi karakter.Mengandung 6-7 karakter dengan minimal 2 unsur variasi karakter.Kurang dari 6 karakter atau hanya menggunakan satu jenis karakter (angka saja/huruf saja).
Ketahanan Tebakan (Anti-Social Engineering)Sama sekali tidak memuat unsur identitas pribadi yang mudah ditebak publik.Memuat variasi samaran yang baik meskipun masih ada kata umum non-identitas.Masih menggunakan nama panggilan atau tahun lahir yang dimodifikasi sedikit.Secara terang-terangan memakai identitas diri (tanggal lahir, nama lengkap, urutan 123).
Kemudahan Akses Mandiri (Passphrase)Menggunakan teknik kalimat mnemonik yang sangat kreatif dan mudah diingat pemiliknya.Menggunakan kalimat sederhana yang cukup mudah diingat.Kata sandi acak tanpa pola teratur sehingga berisiko mudah dilupakan siswa.Kata sandi tidak memiliki struktur formula yang jelas.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (10 Menit)

  1. Pembiasaan dan Pemusatan Perhatian (Mindful Morning): Guru membuka pelajaran dengan salam hangat khas budaya lokal, memandu doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta mental murid.
  2. Apersepsi Kultural: Guru menampilkan gambar pintu rumah kuno Jawa yang memiliki selot kayu berlapis di Smart TV. Guru bertanya: "Mengapa nenek moyang kita memasang palang pintu yang kuat dan mengajarkan sikap sarekat (kehati-hatian) saat malam tiba?" Peserta didik merespons secara visual dan verbal.
  3. Kontekstualisasi: Guru menghubungkan fungsi selot pintu rumah fisik dengan fungsi kata sandi pada gawai/akun digital.
  4. Penyampaian Tujuan: Guru memaparkan tujuan pembelajaran, alur kegiatan Practical Workshop, dan kesepakatan belajar dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Tahap 1: Briefing & Modeling (15 Menit)

  1. Eksplorasi Visual: Guru menayangkan 3 simulasi infografik visual di Smart TV yang menggambarkan contoh tangkapan layar (screenshot) postingan status media sosial seorang anak:
    • Gambar A: Foto anak memegang piala di sekolah (terdapat nama dan logo sekolah).
    • Gambar B: Foto kartu pelajar dan tiket kereta api yang memperlihatkan barcode serta NIK secara jelas.
    • Gambar C: Swafoto santai di ruang tamu dengan latar belakang dokumen penting keluarga.
  1. Analisis Kritis: Guru memandu peserta didik mengidentifikasi mana informasi yang tergolong aman dibagikan (publik) dan mana yang mengancam keselamatan jika dibagikan (privat).
  2. Demonstrasi Pendidik: Guru mendemonstrasikan di Smart TV betapa mudahnya peretas membobol sandi lemah (misalnya "budi123") menggunakan alat pemeriksa kata sandi (Password Strength Meter simulator lokal).
  3. Penanaman Konsep Passphrase: Guru memodelkan cara merakit kata sandi kuat dari falsafah lokal, misalnya kalimat: "Kulo Arep Dadi Programmer Handal No 1!" diubah formula kuncinya menjadi: "K@DpHiN#1".

Tahap 2: Guided Practice (10 Menit)

  1. Latihan Bersama: Guru menampilkan sebuah papan kalimat interaktif di layar. Seluruh kelas diajak bersama-sama memilih kata, mengubah huruf vokal menjadi simbol, dan menyisipkan angka keberuntungan kelas.
  2. Penilaian Formatif Spontan: Peserta didik menuliskan ide simbol pengganti huruf pada papan tulis kecil (mini whiteboard) secara cepat dan memperlihatkannya ke guru. Guru memberikan umpan balik langsung.

Tahap 3: Independent Workshop Task (15 Menit)

  1. Distribusi LKPD: Peserta didik menerima Lembar Kerja Praktik "Bengkel Sandi Tangguh & Filter Privasi".
  2. Pengerjaan Mandiri: Peserta didik menganalisis lembar kasus visual yang dibagikan sesuai tingkat pemahamannya (diferensiasi konten) dan mencoret/melingkari informasi yang membahayakan privasi.
  3. Desain Kata Sandi: Setiap peserta didik membuat satu formula kata sandi rahasia untuk akun komputer sekolah dengan menerapkan rumus mnemonik 4 unsur.
  4. Guru berkeliling memberikan pendampingan personal, terutama bagi peserta didik yang masih kesulitan menyusun kombinasi karakter.

Tahap 4: Showcase, Debrief & Reflection (10 Menit)

  1. Uji Kekuatan Sandi: Tiga perwakilan peserta didik memasukkan formula kata sandi ciptaannya (tanpa membocorkan sandi asli, menggunakan contoh tiruan yang setara polanya) ke aplikasi simulator visual di Smart TV untuk melihat indikator warna (merah/lemah, kuning/cukup, hijau/sangat kuat).
  2. Debriefing: Guru memandu diskusi tentang bagaimana etika unggah-ungguh diaplikasikan jika melihat postingan teman yang membocorkan rahasia pribadi (mengingatkan secara santun lewat jalur pribadi, bukan mempermalukan di kolom komentar).

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Rangkuman Bersama: Peserta didik bersama guru merumuskan 3 aturan emas keamanan digital: Waspada data pribadi, Sandi minimal 8 karakter penuh kombinasi, dan Terapkan sikap sarekat di internet.
  2. Refleksi Singkat: Peserta didik mengekspresikan perasaannya selama proses pembelajaran dengan metode gerak tubuh (jempol ke atas untuk seru dan paham, telapak datar untuk butuh latihan lagi).
  3. Tindak Lanjut: Peserta didik diminta memeriksa keamanan gawai di rumah bersama orang tua sebagai tugas pembiasaan.
  4. Penutup: Guru menutup pertemuan dengan doa, ucapan terima kasih atas kerja keras peserta didik, dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Belajar Berkesadaran)

Peserta didik diajak berhenti sejenak dan merenungkan dampak nyata dari tindakan digital mereka. Melalui studi kasus visual, peserta didik menyadari bahwa dunia maya bukanlah ilusi tanpa risiko, melainkan ruang nyata yang merekam segala jejak tindakan. Kesadaran ini memicu kewaspadaan internal untuk selalu berhati-hati sebelum menekan tombol bagikan (share).

Meaningful Learning (Belajar Bermakna)

Pembelajaran tidak sekadar menghafal definisi "keamanan siber", tetapi mengontekstualisasikannya dengan norma adat istiadat setempat. Prinsip sarekat (sikap waspada dan penuh pertimbangan) serta unggah-ungguh (menjaga kehormatan diri dan orang lain melalui kesopanan) ditransformasikan menjadi panduan navigasi moral di era modern. Hal ini membuat materi terasa dekat, berakar, dan relevan dengan kehidupan sosial mereka di Wringin Anom.

Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)

Proses cracking code (memecahkan dan meramu kode rahasia) memberikan sensasi petualangan layaknya seorang agen rahasia atau detektif siber. Visualisasi atraktif pada Smart TV dan interaksi hands-on dalam menguji daya tahan sandi menciptakan suasana kelas yang dinamis, bebas rasa takut salah, serta memicu tawa dan antusiasme belajar.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

  1. Bagi peserta didik yang memerlukan bimbingan konkret: Diberikan lembar studi kasus visual dengan penandaan visual yang kontras (lingkaran panduan) pada postingan media sosial bertema kegiatan keluarga di lingkungan desa.
  2. Bagi peserta didik yang sudah mahir: Diberikan studi kasus visual berupa antarmuka gim daring multipemain yang memuat jebakan rekayasa sosial (phishing chat) yang lebih kompleks.

Diferensiasi Proses

  1. Kelompok Belajar Terbimbing: Guru mendampingi secara intensif peserta didik yang belum memahami simbol pada papan ketik (keyboard), memberikan kartu bantuan konversi huruf ke simbol (misal: A diganti @, E diganti 3).
  2. Kelompok Belajar Mandiri: Peserta didik yang telah menguasai konsep dasar diberikan tantangan tambahan untuk merancang dua variasi kata sandi dengan tingkat kerumitan 12 karakter.

Diferensiasi Produk

  1. Peserta didik visual-spasial dapat menyajikan formula kata sandinya dalam bentuk diagram warna atau peta konsep visual di LKPD.
  2. Peserta didik kinestetik-linguistik dapat menyajikan formula kata sandinya melalui dekonstruksi kartu huruf dan menuliskannya dalam kalimat narasi singkat.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Berfungsi sebagai layar penampil utama interaktif untuk menayangkan simulasi antarmuka media sosial, video mikro-animasi bahaya phishing, dan pengujian kekuatan kata sandi visual secara langsung di depan kelas.
  2. Laptop Guru: Digunakan sebagai server lokal pengendali simulasi antarmuka pengujian kata sandi (Password Meter Simulator berbasis HTML/JS offline yang aman tanpa merekam data anak).
  3. Internet: Digunakan secara terkontrol oleh guru untuk menampilkan contoh nyata fenomena pencurian identitas dari portal berita edukatif anak.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Visual: Tangkapan layar simulasi media sosial (Instagram/TikTok mockup) ukuran besar yang dirancang khusus untuk bahan ajar anak.
  2. Perangkat Interaktif: Smart TV kelas dan laptop pengajar.
  3. Media Manipulatif: Kartu Karakter Sandi (berisi huruf besar, huruf kecil, angka, dan aneka simbol unik).
  4. Sumber Belajar Primer: Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial SD Fase C, Panduan Keamanan Siber Ramah Anak Kemendikbudristek.
  5. Sumber Belajar Kontekstual: Cerita rakyat dan pepatah Jawa lokal tentang prinsip kehati-hatian (sarekat) dan etika tatakrama (unggah-ungguh).

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik............................................................
KelasV (Lima)
Nomor Absen............................................................
Tanggal Pelaksanaan............................................................

Bagian 1: Detektif Jejak Digital (Analisis Kasus Visual)

Perhatikan gambar simulasi postingan status media sosial di bawah ini dengan teliti! Bayangkan akun ini milik kawanmu bernama Dimas yang tinggal di Wringin Anom.

Deskripsi Gambar:

Dimas mengunggah foto dirinya berseragam sekolah SD Negeri 1 Wringin Anom sambil memegang Kartu Tanda Anak (terlihat jelas NIK dan tanggal lahir). Keterangan foto (caption) tertulis: "Hore! Besok liburan ke Malang 3 hari, rumahku di Jalan Melati No. 12 kosong melompong! Hubungi aku di 08123456789 kalau mau mabar!"

Instruksi Tugas:

  1. Temukan dan tuliskan minimal 3 informasi pribadi berbahaya yang telah dibocorkan oleh Dimas pada kolom berikut:
    • Informasi 1: ................................................................................................
    • Informasi 2: ................................................................................................
    • Informasi 3: ................................................................................................
  1. Berdasarkan prinsip kehati-hatian (sarekat), mengapa tindakan Dimas dapat mengundang bahaya bagi keselamatan rumah dan dirinya sendiri?

Jawaban: ..........................................................................................................

  1. Tuliskan satu kalimat nasehat santun (menerapkan unggah-ungguh) yang akan kamu kirimkan secara pribadi kepada Dimas agar ia segera menghapus postingan tersebut!

Jawaban: ..........................................................................................................


Bagian 2: Bengkel Formula Kata Sandi Kuat

Buatlah kata sandi rahasia yang tangguh untuk melindungi laptop sekolahmu dengan teknik Passphrase (Kalimat Sandi). Ikuti panduan langkah di bawah ini!

Langkah 1: Tuliskan sebuah kalimat pendek yang mudah kamu ingat (bukan tanggal lahirmu atau nama saudaramu).

Contoh: "Saya suka sarapan pecel pincuk enak 1 piring!"

Kalimat Pilihanmu:

..................................................................................................................

Langkah 2: Ambil huruf pertama dari setiap kata dalam kalimat pilihanmu di atas:

Huruf Terpilih: ................................................................................................

Langkah 3: Lengkapi dengan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan ganti salah satu huruf dengan simbol unik (@, #, $, %, !, *).

Tuliskan Kata Sandi Tangguh Akhirmu:

..................................................................................................................

Langkah 4: Evaluasi Mandiri Kata Sandimu:

  • Apakah panjangnya 8 karakter atau lebih? (Ya / Tidak)
  • Apakah ada huruf besar dan kecil? (Ya / Tidak)
  • Apakah ada angka di dalamnya? (Ya / Tidak)
  • Apakah ada simbol khusus unik? (Ya / Tidak)

REMEDIAL

Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai batas minimal indikator pemahaman (skor rubrik di bawah kategori Cakap):

  1. Bimbingan Khusus: Guru mengajak peserta didik mereview kembali konsep "Pintu Rahasia Digital" menggunakan alat peraga kartu warna.
  2. Latihan Bertahap: Peserta didik dibimbing menyusun kata sandi mulai dari formula 6 karakter (gabungan 3 huruf dan 3 angka), kemudian ditingkatkan bertahap menjadi 8 karakter dengan penambahan 1 simbol.
  3. Pendampingan Sebaya: Memasangkan peserta didik dengan rekan sejawat (tutor sebaya) yang telah berpredikat Mahir untuk menganalisis 1 gambar studi kasus yang disederhanakan.

PENGAYAAN

Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi dan telah mencapai predikat Mahir:

  1. Eksplorasi Two-Factor Authentication (2FA): Peserta didik diperkenalkan pada konsep sistem verifikasi dua langkah (kode OTP yang dikirim ke gawai orang tua) melalui simulasi alur diagram IPO (Input - Process - Output).
  2. Peran Duta Keamanan Siber Kelas: Peserta didik bertugas merancang slogan atau poster visual mini berisi pesan kampanye "Sarekat di Jagat Maya, Akun Aman Terjaga" untuk dipasang di majalah dinding kelas atau lab komputer sekolah.

REFLEKSI GURU

NoFokus RefleksiCatatan GuruRencana Tindak Lanjut
1Ketercapaian Tujuan PembelajaranSebanyak 85% peserta didik berhasil menyusun formula kata sandi 8 karakter dengan kombinasi lengkap.Memperbanyak variasi contoh studi kasus untuk 15% murid yang masih bingung membedakan simbol.
2Keterlibatan Siswa VisualMedia gambar mockup medsos pada Smart TV sangat efektif menyedot atensi anak di awal pelajaran.Mengembangkan animasi visual interaktif yang lebih variatif untuk pertemuan materi selanjutnya.
3Integrasi Nilai Kearifan LokalPeserta didik memahami konsep kehati-hatian secara lebih menyentuh melalui analogi sarekat dan selot pintu Jawa.Menggali analogi budaya lain yang selaras dengan konsep logika algoritma pada bab berikutnya.
4Kendala Alokasi WaktuWaktu 15 menit workshop mandiri terasa sedikit padat saat siswa mencoba menguji sandi di layar sentuh Smart TV.Menambah papan uji portabel di laptop cadangan agar antrean peserta didik saat demonstrasi berkurang.
5Suasana Belajar (Joyful)Suasana kelas dinamis, siswa tidak merasa tertekan saat belajar mengenai istilah teknis keamanan informasi.Mempertahankan konsep gamifikasi kode rahasia untuk bab keamanan jaringan di fase berikutnya.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Jawablah pertanyaan refleksi berikut dengan jujur sesuai pengalaman belajarmu hari ini!

  1. Hal baru apa yang paling membuka matamu tentang bahaya mengunggah foto atau data di media sosial?

Jawaban: ..........................................................................................................

  1. Bagian mana dari kegiatan membuat kata sandi rahasia hari ini yang menurutmu paling menantang dan paling menyenangkan?

Jawaban: ..........................................................................................................

  1. Setelah belajar tentang sifat sarekat dan unggah-ungguh di internet, apa yang akan kamu lakukan jika ada teman yang menanyakan kata sandi akunmu?

Jawaban: ..........................................................................................................

BAHAN BACAAN

Lembar Bacaan Peserta Didik: Menjadi Pendekar Siber yang Cermat

Hai Anak Hebat Indonesia! Tahukah kamu bahwa internet itu seperti alun-alun kota yang sangat luas dan ramai? Di alun-alun, kita bisa bermain, menonton pertunjukan, dan bertemu banyak orang dari berbagai tempat. Tapi bayangkan, apakah kamu akan berteriak mengumumkan alamat rumah, nomor tabungan, dan kunci lemari kamarmu kepada orang-orang asing yang lewat di alun-alun? Tentu tidak, bukan?

Itulah yang disebut dengan data pribadi. Di dunia digital, kamu harus menjadi anak yang memiliki sifat sarekat, yaitu teliti, cermat, dan waspada. Jangan pernah membagikan foto kartu identitas, lokasi rumahmu saat itu juga, atau tiket perjalanan ke internet. Selain itu, kamu wajib mengunci akun digitalmu dengan "gembok ajaib" yang disebut kata sandi kuat. Kata sandi kuat tidak boleh memakai tanggal lahirmu! Buatlah dari kalimat rahasia yang dicampur dengan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol keren seperti tanda seru (!) atau tagar (#). Ingat pula tata krama unggah-ungguh: hargai privasi temanmu dan jangan pernah menyebarkan pesan yang memalukan orang lain.

Lembar Bacaan Pendidik: Kerangka Pedagogis Literasi Keamanan Digital Fase C

Mendidik anak usia sekolah dasar (Fase C) mengenai keamanan informasi digital memerlukan pendekatan konkret-kontekstual. Perkembangan kognitif anak usia 10-12 tahun berada pada tahap transisi dari operasional konkret menuju operasional formal awal (Piaget). Oleh karena itu, konsep abstrak seperti enkripsi, algoritma keamanan, dan kerentanan data siber tidak dapat diajarkan secara teoritis matematis murni. Konsep tersebut harus diterjemahkan menjadi analogi visual fisik (seperti kunci pintu, brankas rahasia, jendela rumah).

Penerapan kearifan lokal seperti ungkapan Jawa "sarekat" (berasal dari kata kehati-hatian, teliti, awas) menjembatani norma sosiokultural yang telah mereka serap dari orang tua dengan literasi teknologi global. Selain itu, guru harus mewaspadai bias digital nativity, yakni anggapan keliru bahwa anak yang mahir menggeser layar ponsel pintar secara otomatis memahami risiko privasi data. Penelitian literasi media menunjukkan anak-anak justru rentan terhadap bujukan rekayasa sosial (oversharing) karena tingginya dorongan untuk mendapatkan pengakuan sosial (likes dan views). Pendekatan Practical Workshop memberikan ruang safe trial-and-error di mana siswa mempraktikkan langsung hygiene siber (cyber hygiene) sejak dini dalam ekosistem yang terkendali dan menyenangkan.

GLOSARIUM

  1. Barcode: Kode batang visual yang menyimpan data digital yang dapat dibaca oleh pemindai optik.
  2. Data Pribadi Sensitif: Informasi spesifik yang berkaitan langsung dengan identitas pribadi seseorang yang jika bocor dapat menimbulkan kerugian fisik, finansial, atau kejahatan identitas.
  3. Jejak Digital (Digital Footprint): Rekam jejak elektronik yang tertinggal setelah seseorang melakukan aktivitas di internet, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
  4. Karakter Khusus (Simbol): Tanda baca atau simbol grafis pada papan tombol di luar alfabet dan angka, seperti @, #, $, %, &, *, dan tanda seru.
  5. Mnemonik: Teknik atau strategi menghafal dan mengingat informasi dengan cara mengaitkan huruf depan sebuah kalimat menjadi rangkaian kata atau kode baru.
  6. Passphrase: Serangkaian kata atau kalimat bermakna yang digabungkan dan dimodifikasi untuk membentuk proteksi kata sandi dengan keamanan lebih tinggi dibandingkan satu kata tunggal.
  7. Phishing: Praktik penipuan digital dengan cara memancing korban agar memberikan data rahasia seperti nama akun dan kata sandi melalui tautan atau pesan tipuan.
  8. Sarekat: Falsafah kehati-hatian, kecermatan, kewaspadaan penuh, dan ketelitian sikap dalam melangkah guna menghindari marabahaya.
  9. Social Engineering (Rekayasa Sosial): Trik manipulasi psikologis yang memperdaya manusia agar bersedia membocorkan informasi rahasia miliknya secara sukarela.
  10. Unggah-ungguh: Norma tata krama, etika kesopanan, dan kesantunan bertingkah laku serta bertutur kata yang bersumber dari budaya luhur.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). (2022). Panduan Keamanan Siber untuk Remaja dan Anak Sekolah. Jakarta: Direktorat Proteksi Sektor Pembangunan Manusia BSSN.
  2. Kemendikbudristek. (2024). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
  3. Livingstone, S., & Third, A. (2020). Children and Young People's Rights in the Digital Environment: An Emerging Agenda for Media and Information Literacy. Journal of Children and Media, 14(1), 110-120.
  4. Suwondo, B. (2018). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Jawa dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda. Yogyakarta: Kanisius.
  5. UNICEF Indonesia. (2021). Menjelajah Ruang Siber dengan Aman: Panduan Literasi Digital Anak dan Orang Tua. Jakarta: Kantor Perwakilan UNICEF Indonesia.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Keterampilan dan Karakter Profil Pelajar Pancasila

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Bernalar Kritis: Menemukan potensi bahaya pada postingan visualBelum mampu mengidentifikasi bahaya kebocoran data pada media visual yang disajikan.Mengidentifikasi 1 data pribadi namun belum mampu mengemukakan bahaya logisnya.Mengidentifikasi minimal 2 data pribadi sensitif disertai alasan dampak bahaya secara logis.Mengidentifikasi seluruh data pribadi sensitif secara komprehensif dan mengaitkan dampaknya dengan tepat.
2Kreativitas & Mandiri: Merancang kata sandi berbasis PassphraseTidak mampu menyusun sandi sesuai aturan; hanya memakai urutan angka dasar atau nama sendiri.Menyusun kata sandi lebih dari 6 karakter tetapi hanya menggunakan kombinasi huruf dan angka biasa.Menyusun kata sandi minimal 8 karakter dengan menerapkan kombinasi huruf besar, kecil, angka, dan 1 simbol unik.Merancang formula kata sandi di atas 8 karakter yang sangat kuat, unik, berbasis mnemonik kreatif, dan tidak mudah ditebak.
3Berakhlak Mulia: Integrasi Etika Unggah-ungguh & SarekatMenunjukkan sikap ceroboh, menganggap enteng privasi, dan tidak peduli etika bermedia sosial.Mengetahui konsep kehati-hatian tetapi belum mampu merumuskan respon santun terhadap privasi teman.Menunjukkan sikap hati-hati (sarekat) dan mampu menyusun kalimat nasehat santun saat teman oversharing.Menginternalisasi sikap sarekat secara konsisten dan menunjukkan keteladanan unggah-ungguh digital di dalam kelas.
4Keterlibatan Workshop: Partisipasi aktif dalam sesi hands-onPasif selama kegiatan bengkel sandi dan bergantung penuh pada instruksi berulang dari guru.Kurang fokus, mencoba latihan jika diarahkan berulang kali oleh guru atau teman sebaya.Aktif mengikuti setiap tahapan workshop, mengerjakan LKPD mandiri, dan mencoba simulasi sandi.Sangat antusias, menyelesaikan tantangan tepat waktu, mandiri, dan bersedia membantu kawan kelompoknya.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130