IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Tindakan nyata penghematan air sehari-hari dan evaluasi Bab 4 |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS dan Keterampilan Proses |
| Model Pembelajaran | : | Project Based Learning (PjBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Culturally Responsive Teaching |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Kampanye hemat air masyarakat daerah dan diferensiasi media sosialisasi (poster/stiker/slogan) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar dominan visual. Mereka sangat antusias dan cepat merespons ketika materi disajikan melalui media pemodelan visual, gambar, dan tayangan video interaktif. Namun demikian, hasil asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik masih berada pada tingkat pemahaman konseptual yang rendah. Mereka mampu menyebutkan kegunaan air secara umum, tetapi belum memahami secara mendalam hubungan sebab-akibat antara pemborosan air, kelangkaan sumber daya lokal, serta dampak jangka panjang bagi lingkungan tempat tinggal mereka. Pembelajaran mendalam (Deep Learning) berfokus pada penguatan konseptual melalui pengalaman belajar yang bermakna, penuh kesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful), yang dipadukan dengan pembuatan proyek aksi nyata penghematan air.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mengabstraksi pemahaman mereka tentang sistem organ, ekosistem, serta pengelolaan sumber daya alam. Peserta didik mengaplikasikan kebiasaan hemat air di lingkungan sekolah dan rumah serta mampu melakukan evaluasi secara kritis terhadap tindakan konservasi lingkungan sekitarnya.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui tayangan video kontekstual dan demonstrasi visual pada Smart TV, peserta didik dapat mengkritisi dampak pemborosan air serta merumuskan minimal tiga tindakan nyata penghematan air di sekolah dan rumah dengan tepat.
- Melalui kerja kelompok berbasis Project Based Learning (PjBL), peserta didik dapat merancang dan membuat satu media sosialisasi hemat air (poster, stiker, atau slogan) yang memuat pesan kearifan lokal hemat air masyarakat daerah dengan kreatif.
- Melalui kegiatan pameran karya sederhana dan asesmen evaluasi Bab 4, peserta didik dapat mengorelasikan konsep konservasi air dengan kehidupan sehari-hari serta menyelesaikan soal evaluasi dengan tingkat ketuntasan minimal 75%.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Air bersih merupakan sumber daya alam terbatas yang keberadaannya sangat bergantung pada perilaku manusia sehari-hari. Tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti mematikan kran saat tidak digunakan dan menyebarkan kesadaran hemat air, merupakan wujud tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta masa depan masyarakat lokal.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Bayangkan jika kran air di kamar mandi sekolah dibiarkan menetes terus-menerus selama satu bulan, berapa banyak air bersih yang terbuang sia-sia?
- Bagaimana cara paling menarik yang bisa kita lakukan agar teman-teman di SD Negeri 1 Wringin Anom dan warga di rumah tergerak untuk selalu menghemat air?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan rasa syukur atas ketersediaan air bersih dengan cara menggunakannya secara bijak dan tidak membuang-buang air.
- Gotong Royong: Bekerja sama secara aktif dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek media sosialisasi hemat air.
- Bernalar Kritis: Menganalisis sebab-akibat pemborosan air dan menentukan solusi nyata yang efektif.
- Kreatif: Menghasilkan karya media sosialisasi unik yang memadukan unsur visual dan kearifan lokal.
Kompetensi Abad 21 (4C)
- Critical Thinking: Mampu mengidentifikasi titik-titik pemborosan air di lingkungan sekitar.
- Collaboration: Membagi peran dan menyelesaikan tugas pembuatan karya bersama kelompok.
- Communication: Mempresentasikan karya media sosialisasi di depan kelas dengan percaya diri.
- Creativity: Memilih bentuk visual, kombinasi warna, dan susunan kata aksi yang persuasif.
MATERI PEMBELAJARAN
Penghematan Air Sehari-hari
- Konsep Krisis Air dan Penyebab Utama Pemborosan Air di Rumah dan Sekolah.
- Langkah Konkret Penghematan Air:
- Mematikan kran saat membasuh tangan dengan sabun atau menggosok gigi.
- Menggunakan air bekas cucian beras/sayur untuk menyiram tanaman.
- Memperbaiki kran atau pipa yang bocor secara cepat.
- Menggunakan gayung/penampung air secara terukur saat mandi.
Media Sosialisasi Hemat Air
- Jenis Media Visual:
- Poster: Kombinasi gambar edukatif dan kalimat ajakan.
- Stiker: Pengingat singkat yang ditempel di dekat kran air.
- Slogan: Kalimat puitis atau tegas berisi himbauan aksi nyata.
- Unsur Kearifan Lokal: Mengintegrasikan nilai kebersamaan dan tradisi masyarakat daerah dalam menjaga kelestarian sumber air (seperti matun/njaga sumur).
Evaluasi Bab 4
- Refleksi materi siklus air, peran air bagi kehidupan, dan upaya konservasi sumber daya air.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Project Based Learning (PjBL) dengan sintaks:
- Pertanyaan Mendasar
- Mendesain Perencanaan Proyek
- Menyusun Jadwal Pembuatan
- Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
- Menguji Hasil
- Evaluasi Pengalaman Belajar
Pendekatan Pembelajaran
- Deep Learning (Pembelajaran Mendalam):
- Mindful Learning: Mengajak peserta didik meresapi kebiasaan sehari-hari terkait penggunaan air.
- Meaningful Learning: Mengaitkan materi pembelajaran dengan kondisi riil air di lingkungan sekolah dan rumah.
- Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui pembuatan karya visual interaktif.
- Culturally Responsive Teaching (CRT): Menghubungkan pentingnya air dengan budaya dan kebiasaan masyarakat lokal daerah.
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
- Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: Menanyakan perasaan peserta didik dan media visual favorit mereka.
- Asesmen Diagnostik Kognitif: Kuis singkat melalui Smart TV (menilai pemahaman awal konsep konservasi air).
Asesmen Formatif
- Penilaian Sikap (Observasi Profil Pelajar Pancasila): Gotong royong, bernalar kritis, dan kepedulian lingkungan.
- Penilaian Unjuk Kerja (Proses PjBL): Keaktifan diskusi kelompok, perancangan proyek, dan pembuatan media sosialisasi.
Asesmen Sumatif
- Penilaian Produk Proyek: Kualitas, kejelasan pesan, dan kerapian media sosialisasi (poster/stiker/slogan).
- Tes Tertulis Evaluasi Bab 4: Soal pilihan ganda dan esai kontekstual (10 soal pilihan ganda, 2 soal esai).
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Produk Media Sosialisasi
| Indikator Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Kesesuaian Isi Materi | Pesan hemat air sangat tepat, konkret, dan memuat unsur kearifan lokal secara jelas. | Pesan hemat air tepat dan konkret, namun belum memuat kearifan lokal. | Pesan hemat air kurang spesifik atau masih bersifat umum. | Pesan tidak sesuai dengan topik penghematan air. |
| Visual dan Kerapian | Tampilan sangat menarik, kombinasi warna harmonis, gambar sangat jelas, dan bersih. | Tampilan menarik, gambar jelas, namun ada sedikit bagian kurang rapi. | Tampilan cukup menarik, gambar kurang jelas atau kurang rapi. | Tampilan tidak menarik, gambar tidak jelas, dan tidak rapi. |
| Kebahasaan dan Kalimat Ajakan | Kalimat ajakan sangat komunikatif, persuasif, dan bebas kesalahan ejaan. | Kalimat ajakan komunikatif dan persuasif dengan 1-2 kesalahan ejaan. | Kalimat kurang persuasif dan terdapat beberapa kesalahan ejaan. | Kalimat sulit dipahami dan banyak kesalahan ejaan. |
Rubrik Penilaian Presentasi Proyek
| Indikator Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Kepercayaan Diri dan Suara | Berdiri tegak, suara sangat lantang, jelas, dan percaya diri tinggi. | Suara cukup jelas, percaya diri, namun sesekali masih ragu. | Suara pelan, kurang percaya diri saat menyampaikan pesan. | Membaca teks terus-menerus, suara tidak terdengar jelas. |
| Penguasaan Konsep Proyek | Mampu menjelaskan alasan pemilihan media, pesan materi, dan cara penerapannya secara mendalam. | Mampu menjelaskan alasan pemilihan media dan pesan materi dengan baik. | Penjelasan media kurang rinci dan hanya membaca tulisan di produk. | Tidak mampu menjelaskan konsep media yang dibuat. |
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Indikator Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Gotong Royong | Berbagi tugas dengan adil, membantu teman, dan aktif berdiskusi. | Aktif berdiskusi dan menjalankan tugasnya dengan baik. | Ikut bekerja tetapi perlu sering diingatkan oleh teman/guru. | Pasif dan tidak mau berpartisipasi dalam kelompok. |
| Bernalar Kritis | Mampu mengidentifikasi masalah pemborosan air dan memberikan solusi inovatif. | Mampu mengidentifikasi masalah pemborosan air dengan bantuan pertanyaan pemantik. | Mengetahui masalah pemborosan air tetapi ragu memberikan solusi. | Belum mampu menemukan masalah pemborosan air. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengajak salah satu peserta didik memimpin doa (Mindful Start).
- Guru memeriksa kesiapan belajar dan mengecek kehadiran peserta didik.
- Guru melakukan kegiatan pemusatan perhatian dengan "Tepuk Air": tepuk tunggal untuk air mengalir, tepuk ganda untuk mematikan kran.
- Asesmen Diagnostik Kognitif Awal: Guru menampilkan gambar kran air yang bocor dan kran tertutup rapat di Smart TV. Guru menanyakan: "Manakah gambar yang mencerminkan sikap bersyukur atas nikmat air dari Tuhan?"
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta garis besar kegiatan proyek sosialisasi hemat air.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Langkah 1: Pertanyaan Mendasar (10 Menit)
- Guru menayangkan video singkat dari Smart TV yang memperlihatkan kondisi masyarakat lokal yang kesulitan air bersih saat musim kemarau dan tayangan pemborosan air di lingkungan sekolah (Joyful & Meaningful Learning).
- Peserta didik diajak berdiskusi interaktif: "Apa yang membuat air di daerah kita bisa berkurang? Apa akibatnya bagi kita jika kita tidak mulai hemat air dari sekarang?"
- Guru mengonfirmasi konsep bahwa visualisasi media yang tepat dapat mengubah kebiasaan orang lain untuk hemat air.
Langkah 2: Mendesain Perencanaan Proyek (15 Menit)
- Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 orang per kelompok).
- Guru menerapkan Strategi Diferensiasi Produk: Setiap kelompok dibebaskan memilih bentuk media sosialisasi sesuai minat visual mereka:
- Kelompok Poster Visual: Membuat poster ajakan hemat air berukuran karton A3.
- Kelompok Stiker Pengingat: Membuat desain stiker unik untuk ditempel di dekat kran sekolah/rumah.
- Kelompok Slogan Khas Daerah: Membuat papan slogan persuasif menggunakan perpaduan bahasa Indonesia dan himbauan kearifan lokal.
- Setiap kelompok menerima LKPD dan berdiskusi membagi tugas (siapa yang menggambar, mewarnai, menulis kata-kata, dan yang mempresentasikan).
Langkah 3: Menyusun Jadwal Pembuatan (5 Menit)
- Guru dan peserta didik sepakat bahwa alokasi waktu pembuatan produk adalah 25 menit.
- Guru menyajikan penghitung waktu (timer) visual pada Smart TV agar peserta didik dapat mengelola waktu pembuatan proyek dengan bijak (Mindful Time Management).
Langkah 4: Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek (25 Menit)
- Peserta didik secara bergotong royong merancang dan membuat media sosialisasi hemat air.
- Guru berkeliling memberikan pembimbingan, khususnya mendampingi peserta didik yang masih belum memahami konsep mendalam konservasi air (Diferensiasi Proses).
- Guru memastikan kalimat dalam produk bersifat persuasif dan memuat tindakan konkret hemat air (misalnya: "Matikan Kran Saat Sabunan!", "Hemat Air, Selamatkan Wringin Anom!").
Langkah 5: Menguji Hasil (10 Menit)
- Setiap kelompok menempelkan/menampilkan karya mereka di papan pameran kelas.
- Perwakilan kelompok mempresentasikan produk media sosialisasi mereka di depan kelas (durasi 2 menit per kelompok).
- Kelompok lain memberikan tanggapan positif dan masukan berbasis masukan konstruktif.
Langkah 6: Evaluasi Pengalaman Belajar (10 Menit)
- Guru memberikan apresiasi atas seluruh karya peserta didik dan meluruskan konsep yang kurang tepat.
- Peserta didik diajak melakukan refleksi singkat mengenai proses pembuatan proyek.
- Peserta didik mengerjakan Tes Evaluasi Bab 4 secara mandiri untuk mengukur pemahaman konseptual akhir.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting materi pembelajaran tindakan nyata penghematan air.
- Refleksi Pembelajaran: Peserta didik mengutarakan perasaan dan pemahaman mereka setelah mengikuti pembelajaran.
- Aksi Nyata (Tindak Lanjut): Guru menugaskan peserta didik untuk menempelkan stiker/poster karya mereka di dekat kran air sekolah atau di rumah masing-masing.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan mengucapkan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran)
Peserta didik diajak untuk merefleksikan kebiasaan harian mereka saat menggunakan air. Melalui tayangan video krisis air dan perbandingan penggunaan kran, peserta didik sadar secara penuh bahwa setiap tetes air yang mereka gunakan memiliki dampak langsung bagi ketersediaan air bersih di lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom dan sekitarnya.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Pembelajaran tidak sekadar menghafal definisi konservasi air, melainkan menghubungkan teori IPAS dengan pemecahan masalah nyata. Produk yang dihasilkan (poster, stiker, slogan) tidak berhenti sebagai tugas sekolah, tetapi difungsikan sebagai alat komunikasi sosial yang dipasang langsung di area fasilitas air sekolah dan rumah.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Proses pembelajaran memfasilitasi dominasi gaya belajar visual peserta didik melalui kebebasan mengekspresikan ide visual, pemilihan warna, gambar kartun edukatif, kerja kelompok yang kolaboratif, serta penggunaan Smart TV interaktif yang membangkitkan antusiasme.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan materi pembelajaran dalam format visual yang beragam, seperti tayangan video animasi krisis air pada Smart TV, kartu gambar aksi hemat air vs pemborosan air, serta contoh infografis kearifan lokal hemat air.
Diferensiasi Proses
Guru memberikan tingkat pendampingan (scaffolding) yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Kelompok dengan pemahaman konsep yang masih awal diberikan panduan pertanyaan pemantik dan contoh kalimat ajakan sederhana, sedangkan kelompok yang sudah mahir diarahkan untuk mengeksplorasi kalimat persuasif kearifan lokal secara mandiri.
Diferensiasi Produk
Peserta didik diberikan kebebasan untuk memilih bentuk media sosialisasi hemat air yang akan dibuat berdasarkan minat dan kesepakatan kelompok:
- Poster Visual Edukatif
- Stiker Pengingat Kran Air
- Slogan Persuasif Kombinasi Lokal
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk menampilkan media pemodelan visual, video pengantar krisis air, petunjuk kerja PjBL, serta penghitung waktu (timer) digital.
- Laptop: Digunakan oleh guru untuk mengoperasikan perangkat lunak presentasi dan mengelola media pembelajaran interaktif.
- Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar digital, mencari referensi visual poster/stiker hemat air, serta mengunduh media video edukasi yang relevan.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video edukasi penghematan air dan krisis air bersih.
- Karton A3, kertas stiker, spidol warna, krayon, pensil warna, dan penggaris.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis PjBL.
- Slide presentasi interaktif pada Smart TV.
Sumber Belajar
- Buku Teks Utama IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- Lingkungan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom (kran air sekolah, kamar mandi, area cuci tangan).
- Bahan bacaan kearifan lokal masyarakat dalam pengelolaan sumber air daerah.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | ............................................................................ |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| Nomor Absen | ............................................................................ |
| Tanggal | ............................................................................ |
Judul Proyek: Aksi Nyata Hemat Air - Media Sosialisasi Visual
Tujuan Kegiatan
Membuat media sosialisasi visual (poster/stiker/slogan) sebagai tindakan nyata ajakan penghematan air di lingkungan sekolah dan rumah.
Alat dan Bahan
- Karton A3 / Kertas Stiker Polos
- Pensil, Penghapus, Penggaris
- Spidol Warna, Krayon, atau Pensil Warna
Langkah Kerja Kelompok
Langkah 1: Diskusi Masalah Hemat Air
Amatilah lingkungan sekolahmu! Tuliskan 2 contoh tindakan pemborosan air yang sering kalian lihat:
- .......................................................................................................................................................
- .......................................................................................................................................................
Langkah 2: Menentukan Jenis Media
Pilihlah salah satu jenis proyek sosialisasi yang akan kelompokmu buat (Beri tanda centang):
- [ ] Poster Visual Edukatif
- [ ] Stiker Pengingat Kran
- [ ] Slogan Hemat Air Khas Daerah
Langkah 3: Rancangan Pesan Persuasif
Tuliskan kalimat ajakan/slogan hemat air yang akan ditulis dalam produk kalian:
"......................................................................................................................................................."
Langkah 4: Sketsa Gambar Visual
Buatlah sketsa gambar visual produk kalian pada kotak di bawah ini sebelum diwarnai pada kertas karton/stiker utama!
+-----------------------------------------------------------------------+
| KOTAK SKETSA KARYA |
|---|
+-----------------------------------------------------------------------+
Langkah 5: Pembagian Tugas Kelompok
- Ketua Kelompok: ...........................................................
- Bagian Menggambar/Sketsa: ...........................................................
- Bagian Mewarnai: ...........................................................
- Bagian Menulis Kalimat: ...........................................................
- Perwakilan Presentasi: ...........................................................
REMEDIAL
Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada asesmen sumatif Evaluasi Bab 4 (skor < 75).
Langkah Kegiatan Remedial
- Re-teaching Konseptual: Guru menjelaskan kembali materi siklus air dan konservasi air menggunakan kartu gambar visual (flashcard) secara tatap muka terbatas.
- Bimbingan Rumpun Masalah: Peserta didik diajak melakukan simulasi langsung mematikan kran air yang menetes dan mengukur volume air terbuang menggunakan gelas ukur.
- Tes Ulang: Peserta didik mengerjakan soal evaluasi sederhana (5 soal esai berbasis gambar) terkait tindakan nyata hemat air.
PENGAYAAN
Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang telah mencapai KKTP dengan sangat baik (skor >= 85).
Langkah Kegiatan Pengayaan
- Peran "Duta Hemat Air SD Negeri 1 Wringin Anom": Peserta didik ditugaskan melakukan pemantauan (audit sederhana) kran air di seluruh area sekolah selama 3 hari.
- Pembuatan Laporan Rekomendasi: Peserta didik menyusun laporan visual pendek berisi daftar kran yang perlu diperbaiki atau diberi stiker tambahan, lalu menyerahkannya kepada guru atau kepala sekolah.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Catatan Evaluasi Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam pembuatan proyek sosialisasi hemat air? | ................................................................................................................. |
| 2 | Apakah pemanfaatan Smart TV dan media visual berhasil meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik? | ................................................................................................................. |
| 3 | Kendala apa saja yang dihadapi selama proses sintaks Project Based Learning berlangsung? | ................................................................................................................. |
| 4 | Apakah pembagian waktu 3 x 35 menit sudah efektif untuk menyelesaikan proyek hingga evaluasi? | ................................................................................................................. |
| 5 | Perubahan apa yang perlu dilakukan untuk perbaikan pembelajaran pada pertemuan berikutnya? | ................................................................................................................. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan sejujurnya sesuai dengan apa yang kamu rasakan selama pembelajaran berlangsung!
- Bagian kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini? Mengapa?
Jawaban: ...........................................................................................................................................
- Hal baru apa yang kamu pelajari tentang pentingnya menghemat air bersih?
Jawaban: ...........................................................................................................................................
- Apakah kamu sudah bisa mematikan kran air dengan benar dan mengajak temanmu untuk hemat air?
Jawaban: ...........................................................................................................................................
- Dari skala 1 sampai 4, seberapa puas kamu dengan karya media sosialisasi yang dibuat bersama kelompokmu?
Jawaban: ...........................................................................................................................................
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Air merupakan salah satu sumber daya alam biotik yang ketersediaannya dipengaruhi oleh siklus hidrologi dan aktivitas manusia. Meskipun sebagian besar bumi tertutup air, hanya sekitar 2,5% yang merupakan air tawar, dan kurang dari 1% yang dapat diakses dengan mudah untuk kebutuhan harian manusia. Pembelajaran mengenai tindakan nyata penghematan air pada jenjang SD memerlukan pendekatan konkrit-visual. Guru perlu menghubungkan konsep sains siklus air dengan aspek perilaku sehari-hari (ecoliteracy). Pendekatan PjBL berbasis media visual memungkinkan peserta didik mengonsolidasi pemahaman konseptual mereka yang masih lemah menjadi sebuah pemahaman yang mendalam melalui aksi komunikasi visual.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu? Air bersih yang mengalir di kran rumah dan sekolah kita berasal dari sumber air tanah dan sungai yang membutuhkan proses panjang untuk menjadi bersih. Jika kita membiarkan kran air menetes begitu saja, dalam satu hari ada berpuluh-puluh liter air bersih yang terbuang sia-sia!
Cara Mudah Hemat Air Sehari-hari:
- Tutup kran air saat sedang menggosok gigi atau menyabuni tangan.
- Gunakan air secukupnya saat mandi atau mencuci tangan.
- Laporkan segera kepada guru atau orang tua jika melihat kran air yang bocor.
- Gunakan sisa air minum di botolmu untuk menyiram tanaman di sekolah.
Mari kita jaga air bersih, agar lingkungan kita di Wringin Anom tetap lestari dan hijau!
GLOSARIUM
- Konservasi Air: Upaya perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan air secara bijaksana untuk menjamin ketersediaannya secara berkelanjutan.
- Media Sosialisasi: Alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan, informasi, atau ajakan kepada masyarakat luas.
- Project Based Learning (PjBL): Model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media utama untuk mencapai kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
- Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual secara mendalam, bermakna, penuh kesadaran, dan menyenangkan.
- Slogan: Kalimat pendek yang menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk memberitahukan atau mengiklankan sesuatu.
- Culturally Responsive Teaching (CRT): Pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan latar belakang budaya dan kearifan lokal peserta didik dalam proses belajar.
DAFTAR PUSTAKA
- Fitri, A., dsn. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
- Fitri, A., dsn. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
- Suryani, L. (2023). Pengembangan Pembelajaran IPAS Berbasis Deep Learning di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sains Dasar, 11(2), 145-158.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Sikap Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Gotong Royong (Kerja Sama Kelompok) | Skor 4: Sangat aktif bekerja sama, berbagi tugas secara adil, dan membantu teman tanpa diminta. Skor 3: Aktif bekerja sama dan menjalankan tugas yang diberikan kelompok. Skor 2: Cukup bekerja sama tetapi perlu beberapa kali diingatkan oleh guru/teman. Skor 1: Tidak mau bekerja sama dan pasif dalam kelompok. | |
| 2 | Bernalar Kritis (Pemecahan Masalah) | Skor 4: Mampu mengidentifikasi masalah pemborosan air dan mengusulkan solusi konkret yang inovatif. Skor 3: Mampu mengidentifikasi masalah pemborosan air dan mengusulkan solusi konvensional. Skor 2: Mengidentifikasi masalah pemborosan air hanya dengan arahan guru. Skor 1: Belum mampu mengidentifikasi masalah pemborosan air. | |
| 3 | Kepedulian Lingkungan (Akhlak Alam) | Skor 4: Selalu menjaga kebersihan, menghemat air secara konsisten, dan mengingatkan teman. Skor 3: Menunjukkan kebiasaan hemat air selama pembelajaran berlangsung. Skor 2: Menghemat air hanya jika diawasi oleh guru. Skor 1: Masih melakukan pemborosan air secara sengaja. |
Lembar Observasi Keterampilan Proyek
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Perencanaan Proyek dan Desain | Skor 4: Perencanaan sangat terstruktur, pembagian peran jelas, dan desain visual sangat kreatif. Skor 3: Perencanaan terstruktur, pembagian peran ada, dan desain visual rapi. Skor 4: Perencanaan kurang terstruktur dan desain visual cukup sederhana. Skor 1: Tidak ada perencanaan proyek dan desain visual asal-asalan. | |
| 2 | Pembuatan Media Sosialisasi Visual | Skor 4: Hasil karya sangat rapi, pewarnaan harmonis, gambar jelas, dan pesan sangat persuasif. Skor 3: Hasil karya rapi, gambar jelas, dan pesan persuasif. Skor 2: Hasil karya kurang rapi, pewarnaan kurang merata, dan pesan kurang jelas. Skor 1: Hasil karya tidak selesai, tidak rapi, dan pesan tidak tersampaikan. | |
| 3 | Presentasi dan Komunikasi | Skor 4: Mempresentasikan karya dengan suara sangat jelas, percaya diri, dan menguasai isi materi proyek. Skor 3: Mempresentasikan karya dengan suara jelas dan menguasai isi materi proyek. Skor 2: Mempresentasikan karya dengan suara pelan dan membaca teks secara dominan. Skor 1: Tidak berani mempresentasikan karya di depan kelas. |
Soal Evaluasi Bab 4 (Asesmen Sumatif)
Pilihan Ganda
- Tindakan berikut yang merupakan contoh nyata penghematan air di lingkungan sekolah adalah...
a. Membiarkan kran air menyala saat menyabuni tangan
b. Menyiram tanaman sekolah menggunakan air bersih dari kran secara berlebihan
c. Mematikan kran air tempat wudu atau cuci tangan segera setelah selesai digunakan
d. Mencuci tempat makan dengan air mengalir tanpa ditampung
- Mengapa kita perlu menghemat penggunaan air bersih sehari-hari?
a. Agar pasokan air bersih tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan
b. Agar kita tidak perlu lagi mandi setiap hari
c. Karena air bersih dapat diperbarui dalam waktu beberapa detik saja
d. Agar air di sungai menjadi kering sepenuhnya
- Pesan kalimat ajakan yang paling tepat untuk ditempel pada stiker di dekat kran air kamar mandi adalah...
a. "Air ini sangat dingin dan segar!"
b. "Hematlah air! Hemat Air, Selamatkan Masa Depan Kita!"
c. "Dilarang membuang sampah di dalam kamar mandi!"
d. "Gunakan air sesukamu karena air melimpah!"
Esai
- Jelaskan 2 dampak buruk yang akan terjadi bagi warga SD Negeri 1 Wringin Anom jika semua kran air di sekolah dibiarkan menetes terus-menerus!
- Buatlah satu kalimat slogan ajakan hemat air yang memadukan kebiasaan baik di rumahmu!