Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Aksi Penghematan Dan Pelestarian Air
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS dan Keterampilan Proses
Model Pembelajaran : Design Thinking (Project Based Learning)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi Media Sosialisasi (Poster/Stiker/Slogan) & Kearifan Lokal Kampanye Hemat Air Masyarakat Daerah

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar dominan visual. Mereka sangat responsif terhadap tayangan bergerak, warna, grafik, dan contoh konkrit visual melalui layar Smart TV. Meskipun memiliki antusiasme dan keaktifan yang tinggi saat disajikan media visual, pemahaman konsep dasar peserta didik mengenai pelestarian air, dampak krisis air, dan alasan di balik pentingnya penghematan air masih berada pada tingkatan yang terbatas. Sebagian besar peserta didik memandang air sebagai sumber daya yang tidak akan pernah habis.

Tantangan Pembelajaran

  1. Memjembatani transisi pemahaman peserta didik dari sekadar melihat tayangan visual menuju pemahaman konseptual yang mendalam tentang siklus kelangkaan air.
  2. Mengubah perilaku boros air menjadi kebiasaan hemat air yang konsisten di sekolah dan rumah melalui pembuatan produk nyata.

Solusi Strategis Pembelajaran Mendalam

Menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang memadukan pengalaman olah rasa, olah pikir, dan olah karya. Melalui model Design Thinking, peserta didik diajak menumbuhkan empati atas permasalahan air setempat, merumuskan solusi kreatif secara visual (poster, stiker, atau slogan), dan mengaplikasikannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Mengaplikasikan kebiasaan hemat air di lingkungan sekolah dan rumah.

Elemen Pemahaman IPAS

Peserta didik memahami hubungan antara ketersediaan air bersih dengan aktivitas manusia sehari-hari serta pentingnya upaya pelestarian lingkungan air untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Elemen Keterampilan Proses

  1. Mengamati: Mengamati penggunaan air di lingkungan sekolah dan video fenomena krisis air.
  2. Mempertanyakan dan Memprediksi: Mengajukan pertanyaan terkait pemborosan air dan memprediksi dampaknya.
  3. Merencanakan dan Melakukan Penyelidikan: Merancang solusi berupa karya visual untuk sosialisasi hemat air.
  4. Memproses, Menganalisis Data dan Informasi: Memilih ide terbaik berdasarkan kebutuhan lingkungan sekolah/rumah.
  5. Mengevaluasi dan Refleksi: Mengevaluasi efektivitas produk aksi hemat air yang dibuat.
  6. Mengomunikasikan: Mengomunikasikan hasil karya berupa kampanye hemat air kepada teman dan keluarga.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan video interaktif pada Smart TV, peserta didik dapat menganalisis setidaknya 3 alasan pentingnya menghemat dan melestarikan air dengan benar.
  2. Melalui tahapan model Design Thinking, peserta didik dapat merancang 1 media aksi sosialisasi hemat air (pilihan: poster, stiker, atau slogan) yang kreatif sesuai dengan gaya belajar visual dan minatnya.
  3. Melalui kegiatan presentasi dan aksi nyata, peserta didik dapat mengaplikasikan minimal 2 kebiasaan hemat air di lingkungan sekolah dan rumah secara konsisten.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Air bersih merupakan sumber daya alam terbatasi yang sangat vital bagi kehidupan. Tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten oleh setiap individu dalam menghemat air di rumah dan sekolah memiliki dampak besar terhadap keberlangsungan lingkungan dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di masa depan.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang akan terjadi pada kehidupan sehari-hari kita jika kran air di rumah dan sekolah tidak mengeluarkan air selama tiga hari berturut-turut?
  2. Mengapa kita sering melihat air terbuang sia-sia di sekitar kran sekolah, padahal di daerah lain ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih?
  3. Karya visual seperti apa yang dapat kita buat untuk mengajak teman-teman dan keluarga agar terbiasa mematikan kran air setelah digunakan?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, Bertakwamu kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan rasa syukur atas ciptaan Tuhan berupa air bersih dengan cara merawat dan menghemat penggunaannya (Akhlak kepada alam).
  2. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan mendiskusikan media aksi hemat air.
  3. Kreatif: Menghasilkan gagasan dan karya visual inovatif berupa poster, stiker, atau slogan persuasif.
  4. Bernalar Kritis: Menganalisis fenomena pemborosan air dan menentukan tindakan pencegahan yang tepat.

Kompetensi Abad 21 (4C)

  1. Critical Thinking: Menganalisis penyebab dan dampak dari krisis air di lingkungan lokal.
  2. Collaboration: Berbagi peran dalam pembuatan rancangan proyek hemat air.
  3. Creativity: Merancang elemen visual yang menarik dan bernilai guna untuk kampanye.
  4. Communication: Menyampaikan pesan ajakan hemat air secara lisan dan tertulis melalui karya.

MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian dan Pentingnya Pelestarian Air

Air merupakan kebutuhan primer seluruh makhluk hidup. Meskipun 71% permukaan bumi tertutup air, hanya sekitar 2,5% yang merupakan air tawar, dan sebagian besar terperangkap dalam bentuk es. Oleh karena itu, ketersediaan air bersih yang siap konsumsi sangat terbatas.

Fenomena Pemborosan Air di Sekolah dan Rumah

  1. Membiarkan kran air menetes atau terbuka saat menyabuni tangan atau menggosok gigi.
  2. Menggunakan air selang berlebihan saat membersihkan halaman atau kendaraan.
  3. Mengabaikan pipa atau kran air yang bocor di area wudhu atau kamar mandi sekolah.

Aksi Nyata Hemat Air

  1. Mematikan kran air dengan rapat segera setelah selesai digunakan.
  2. Menggunakan penampung air saat mencuci tangan atau peralatan.
  3. Memanfaatkan kembali air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman.
  4. Memasang media edukasi visual (stiker/poster) dekat titik-titik penggunaan air.

Integrasi Kearifan Lokal

Masyarakat di daerah Jawa Timur memiliki tradisi pemeliharaan sumber mata air yang mengajarkan penghormatan terhadap alam. Nilai lokal ini diintegrasikan dalam pembelajaran melalui prinsip "Jogo Banyu" (Menjaga Air) sebagai wujud tanggung jawab sosial bersama.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Design Thinking terintegrasi Project Based Learning (PjBL) dengan 5 tahapan utama:

  1. Empathize (Empati)
  2. Define (Definisi Masalah)
  3. Ideate (Pencetus Ide)
  4. Prototype (Pembuatan Purwawujud)
  5. Test (Uji Coba & Sosialisasi)

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui tiga pilar:

  1. Mindful Learning: Peserta didik sadar penuh akan keberadaan air dan dampak dari setiap tetes air yang terbuang.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan konsep IPA dengan aksi nyata sehari-hari di sekolah dan rumah.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran berbasis proyek seni visual yang menyenangkan dan interaktif menggunakan teknologi Smart TV.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

  1. Non-Kognitif: Mengetahui minat media visual peserta didik (suka menggambar poster, membuat kata-kata slogan, atau mendesain stiker kecil).
  2. Kognitif: Pertanyaan singkat sebelum pembelajaran menggunakan tayangan Smart TV mengenai pemahaman dasar fungsi air dan contoh tindakan hemat air.

Asesmen Formatif (As and For Learning)

  1. Lembar Observasi Keterlibatan Diskusi Kelompok.
  2. Lembar Check-list Tahapan Design Thinking pada LKPD.
  3. Catatan Anekdot Perilaku Saat Proses Pembuatan Karya Visual.

Asesmen Sumatif (Of Learning)

  1. Penilaian Produk Karya Visual (Rubrik Poster/Stiker/Slogan Hemat Air).
  2. Tes Tulis Singkat Pemahaman Konsep Aksi Pelestarian Air (3 soal uraian).

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Konsep Kognitif (Tes Tulis Uraian)

IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Menganalisis pentingnya penghematan airMenyebutkan >3 alasan logis dan ilmiah mengenai pentingnya hemat air.Menyebutkan 3 alasan logis mengenai pentingnya hemat air.Menyebutkan 2 alasan sederhana mengenai hemat air.Menyebutkan 1 alasan atau tidak tepat.
Mengidentifikasi perilaku pemborosan airMengidentifikasi >3 contoh pemborosan air di sekolah dan rumah beserta dampaknya.Mengidentifikasi 3 contoh pemborosan air dengan tepat.Mengidentifikasi 2 contoh pemborosan air.Hanya mampu mengidentifikasi 1 contoh pemborosan air.
Merumuskan solusi kebiasaan hemat airMerumuskan >3 aksi nyata hemat air yang aplikatif di lingkungan sekitar.Merumuskan 3 aksi nyata hemat air yang aplikatif.Merumuskan 2 aksi nyata hemat air.Merumuskan 1 aksi nyata atau kurang terarah.

Rubrik Penilaian Produk Karya Visual (Diferensiasi Poster / Stiker / Slogan)

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Kesesuaian Pesan / IsiPesan sangat jelas, mengajak secara persuasif, dan memuat fakta kebiasaan hemat air yang akurat.Pesan jelas dan memuat ajakan hemat air yang akurat.Pesan cukup jelas namun keterkaitan dengan hemat air masih umum.Pesan tidak jelas atau tidak sesuai dengan materi hemat air.
Kreativitas dan VisualTampilan sangat menarik, kombinasi warna harmonis, gambar sangat mendukung pesan.Tampilan menarik, gambar sesuai dengan tema yang diangkat.Tampilan cukup rapi namun kurang variasi warna atau gambar.Tampilan tidak rapi dan tidak memuat elemen gambar/desain yang relevan.
Bahasa dan KomunikasiBahasa sangat santun, komunikatif, mudah dipahami, serta bebas kesalahan ejaan.Bahasa santun, komunikatif, dan mudah dipahami.Bahasa mudah dipahami tetapi terdapat beberapa kesalahan ejaan.Bahasa sulit dipahami atau tidak komunikatif.
Aplikatif dan KeberfungsianProduk sangat siap ditempel/dipasang di area kran air sekolah/rumah sebagai pengingat.Produk siap dipasang di lingkungan sekolah/rumah.Produk memerlukan sedikit perbaikan sebelum dipasang.Produk belum siap digunakan sebagai media edukasi.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Pembukaan dan Kondisifitas Kelas: Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengajak berdoa bersama dipimpin ketua kelas.
  2. Presensi dan Apersepsi Mindful: Guru memeriksa kehadiran. Guru menampilkan gambar visual "Tetes Air yang Menetes dari Kran Bocor" di Smart TV.
  3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan: "Coba bayangkan, jika tetes air ini mengalir terus selama semalam, berapa ember air bersih yang terbuang sia-sia?"
  4. Penyampaian Tujuan dan Motivasi: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjadi "Duta Hemat Air" yang akan merancang karya visual menarik untuk ditempel di tempat-tempat strategis sekolah dan rumah.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Empathize / Empati (15 Menit)

  1. Guru menayangkan video singkat dari internet melalui Smart TV tentang perjuangan warga di daerah kekeringan mendapatkan air bersih versus rekaman visual kran air sekolah yang lupa dimatikan.
  2. Peserta didik diajak melakukan refleksi empati (Mindful Learning): merasakan betapa berharganya air tawar bagi kehidupan.
  3. Guru membagikan lembar observasi singkat untuk mengidentifikasi penggunaan air di lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom.

Tahap 2: Define / Merumuskan Masalah (10 Menit)

  1. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil (4-5 siswa) berdasarkan minat visual produknya.
  2. Peserta didik berdiskusi merumuskan masalah utama: "Banyak siswa yang lupa mematikan kran wudhu/kamar mandi rapat-rapat karena tidak ada petunjuk pengingat yang menarik."

Tahap 3: Ideate / Mencetuskan Ide (15 Menit)

  1. Setiap kelompok mendiskusikan gagasan media komunikasi visual yang akan dibuat sesuai kelompok minatnya:
    • Kelompok Poster: Membuat gambar visual besar berisi edukasi hemat air.
    • Kelompok Stiker: Membuat stiker peringatan kecil bernada ajakan untuk ditempel dekat kran.
    • Kelompok Slogan: Membuat kata-kata mutiara puitis dan persuasif tentang "Jogo Banyu".
  1. Guru memfasilitasi pendalaman konsep dasar hemat air kepada peserta didik yang masih membutuhkan pemahaman lebih, memanfaatkan gambar infografis di Smart TV.

Tahap 4: Prototype / Membuat Purwawujud Karya (25 Menit)

  1. Peserta didik secara bergotong-royong merancang dan membuat media visual pada kertas/karton yang disiapkan.
  2. Peserta didik menambahkan ilustrasi, tata warna visual yang menarik, dan teks ajakan aksi hemat air yang konkret (misal: "Matikan Kran Saat Menyabuni Tangan!", "Satu Tetes Airmu, Kehidupan Masa Depanmu").
  3. Guru mendampingi setiap kelompok, memberikan umpan balik langsung pada draf karya peserta didik.

Tahap 5: Test / Uji Coba dan Sosialisasi (10 Menit)

  1. Setiap kelompok menampilkan hasil prototipe karya visualnya di depan kelas melalui Smart TV (menggunakan kamera laptop/visualizer) atau dipresentasikan langsung.
  2. Kelompok lain memberikan masukan konstruktif.
  3. Peserta didik bersama guru menyepakati lokasi penempelan produk di sekolah (dekat area wudhu, toilet, kran cuci tangan) dan tugas membawa salinan stiker/poster ke rumah.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang aksi penghematan dan pelestarian air.
  2. Refleksi Hasil Belajar: Peserta didik mengisi lembar refleksi diri mengenai pemahaman dan perasaan mereka selama proses belajar.
  3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas aksi nyata "Jurnal Penghematan Air di Rumah" selama 3 hari ke depan.
  4. Penutup: Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Kesadaran Penuh)

Peserta didik diajak untuk sejenak hening, memperhatikan tayangan visual air yang mengalir, dan menyadari bahwa air adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat bernilai. Peserta didik diajak merasakan dampak langsung jika persediaan air bersih habis dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran tidak sekadar menghafal siklus air atau definisi pelestarian, melainkan menghubungkan konsep tersebut dengan fakta pemborosan di sekitar sekolah. Produk visual yang dihasilkan siswa langsung difungsikan untuk menyelesaikan permasalahan riil di sekolah dan rumah.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Peserta didik mengekspresikan pemahaman mereka melalui seni visual (menggambar, mewarnai, merangkai kata persuasif) yang memanfaatkan media teknologi Smart TV untuk presentasi interaktif dan inspirasi desain.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Proses

  1. Bagi peserta didik yang belum memahami konsep dasar pelestarian air: Guru memberikan bimbingan terpandu (scaffolding) dengan menunjukkan gambar infografis sebab-akibat pemborosan air di layar Smart TV.
  2. Bagi peserta didik yang sudah memahami konsep dasar: Guru memberikan peran sebagai ketua tim kreatif kelompok untuk memimpin diskusi penyusunan pesan persuasif.

Diferensiasi Produk

Peserta didik dibebaskan memilih bentuk karya visual ajakan hemat air sesuai bakat dan keunggulan visual masing-masing:

  1. Pilihan A: Poster Edukasi (Fokus pada kombinasi gambar cerita dan ajakan).
  2. Pilihan B: Stiker Peringatan Kran (Fokus pada desain ringkas, simbol visual, dan kalimat singkat padat).
  3. Pilihan C: Slogan Kampanye (Fokus pada keindahan kata-kata persuasif bernuansa kearifan lokal "Jogo Banyu").

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan video pemicu empati krisis air, menampilkan slide materi visual infografis hemat air, dan menampilkan hasil karya siswa saat sesi presentasi.
  2. Laptop Guru: Digunakan sebagai pusat kendali media pembelajaran, pemutar konten edukasi interaktif, dan alat dokumentasi proses belajar.
  3. Akses Internet: Digunakan untuk mencari referensi desain visual hemat air dan tayangan edukasi pendek yang relevan dengan topik pembelajaran.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Video Edukasi: "Pentingnya Hemat Air Bagi Bumi" dari YouTube.
  2. Infografis Visual: Chart Aksi Hemat Air di Sekolah dan Rumah.
  3. Bahan Karya: Kertas gambar, spidol warna, pensil warna, kertas stiker, gunting, dan isolasi bolak-balik.

Sumber Belajar

  1. Buku Teks IPAS SD Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  2. Lingkungan Sekitar: Titik-titik penggunaan air di SD Negeri 1 Wringin Anom.
  3. Materia Kearifan Lokal: Konsep "Jogo Banyu" masyarakat daerah setempat.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Lembar Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Kelompok / Peserta Didik..........................................................................
KelasV (Lima)
No. Absen..........................................................................
Tanggal Pelaksanaan..........................................................................

Judul Kegiatan

Aksi Nyata Pelestarian Air: Proyek Media Edukasi Hemat Air

Tujuan Kegiatan

  1. Mengidentifikasi lokasi dan penyebab pemborosan air di sekolah/rumah.
  2. Merancang media edukasi visual (Poster / Stiker / Slogan) untuk mengajak kebiasaan hemat air.

Tahapan Kerja (Design Thinking)

Langkah 1: Tahap Empati dan Masalah (Empathize & Define)

Diskusikan dengan kelompokmu dan jawablah pertanyaan di bawah ini:

  1. Tuliskan 2 contoh tindakan pemborosan air yang pernah kamu lihat di sekolah atau rumah!
    • Contoh 1: ........................................................................................................................................
    • Contoh 2: ........................................................................................................................................
  1. Mengapa tindakan pemborosan air tersebut berbahaya bagi kehidupan kita?

Jawab: ..............................................................................................................................................

Langkah 2: Tahap Pencetus Ide (Ideate)

Pilihlah satu jenis media visual yang akan dibuat kelompokmu:

( Beri tanda centang pada salah satu opsi )

[ ] Poster Edukasi Hemat Air

[ ] Stiker Peringatan Kran Air

[ ] Slogan Kampanye "Jogo Banyu"

Tuliskan rancangan kalimat ajakan utama yang akan dimuat dalam mediamu:

Kalimat Ajakan: "......................................................................................................................................"

Langkah 3: Tahap Purwawujud Karya (Prototype)

Buatlah sketsa dan gambar karya visual kalian pada kotak di bawah ini secara kreatif! Gunakan warna agar menarik!

+---------------------------------------------------------------------------------+

AREA SKETSA / DESAIN KARYA VISUAL

+---------------------------------------------------------------------------------+

Langkah 4: Rencana Uji Coba dan Aksi Nyata (Test & Action)

Di manakah media visual buatan kelompokmu ini akan dipasang agar dibaca oleh banyak orang?

  1. Lokasi di Sekolah: ..................................................................................................................
  2. Lokasi di Rumah: .....................................................................................................................

REMEDIAL

Sasaran

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (skor tes kognitif < 70 atau belum mampu mengidentifikasi kebiasaan hemat air).

Bentuk Kegiatan Remedial

  1. Pendampingan Individual: Guru menjelaskan kembali konsep ketersediaan air bersih menggunakan bantuan gambar infografis bergerak di Smart TV.
  2. Tugas Terstruktur Sederhana: Peserta didik diminta mengamati 3 kran air di rumahnya dan membuat daftar periksa (check-list) kondisi kran (Apakah menetes? Apakah dimatikan rapat?) bersama orang tua.

PENGAYAAN

Sasaran

Peserta didik yang telah melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dengan predikat Sangat Baik.

Bentuk Kegiatan Pengayaan

  1. Peran "Duta Air Sekolah": Peserta didik ditugaskan menjadi koordinator pemantauan penggunaan air di area wudhu dan toilet sekolah selama satu minggu.
  2. Proyek Lanjutan: Mengembangkan kampanye digital sederhana berupa rekaman video pendek (durasi 1 menit) berisi ajakan "Aksi Hemat Air" untuk ditayangkan di Smart TV sekolah pada jam istirahat.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan Refleksi GuruHasil Evaluasi GuruRencana Tindak Lanjut Guru
1Apakah penggunaan media visual Smart TV berhasil meningkatkan pemahaman konsep dasar siswa tentang krisis air?Sebagian besar siswa sangat antusias dan lebih cepat memahami dampak krisis air melalui tayangan visual interaktif.Mempertahankan integrasi video visual pendek untuk topik IPAS berikutnya.
2Apakah seluruh siswa terlibat aktif dalam tahapan model Design Thinking?Sebagian besar siswa aktif, namun ada 2-3 siswa yang pasif saat penentuan ide kalimat slogan.Memberikan pembagian peran yang lebih spesifik dalam kelompok pada pertemuan mendatang.
3Apakah diferensiasi produk (poster, stiker, slogan) dapat mengakomodasi gaya belajar peserta didik?Sangat efektif. Siswa merasa bangga karena dapat memilih produk yang sesuai dengan minat kreativitasnya.Menerapkan diferensiasi produk pada materi pelestarian lingkungan lainnya.
4Apakah alokasi waktu 3 x 35 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh rangkaian hingga prototipe karya?Waktu untuk tahap pembuatan prototipe agak terbatas sehingga beberapa kelompok terburu-buru mewarnai.Menyiapkan bahan kertas/pola yang siap pakai agar waktu mewarnai lebih efisien.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikTanggapan Peserta Didik (Isi sesuai perasaanmu)
1Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang air?..................................................................................................................
2Bagian mana dari kegiatan membuat poster/stiker/slogan yang paling kamu sukai?..................................................................................................................
3Apakah kamu sudah membiasakan diri mematikan kran air rapat-rapat hari ini?..................................................................................................................
4Janji aksi hemat air apa yang akan kamu lakukan di rumah nanti malam?..................................................................................................................

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Air adalah salah satu sumber daya alam yang mengalami ancaman penurunan kualitas dan kuantitas akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim. Pembelajaran pelestarian air di tingkat SD Fase C bertujuan untuk membentuk ekoliterasi (kesadaran lingkungan). Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) memfasilitasi siswa untuk tidak hanya sekadar tahu (kognitif), tetapi juga merasakan pentingnya air (afektif) dan mampu melakukan tindakan nyata (psikomotorik). Model Design Thinking membantu siswa mengkonstruksi pemecahan masalah secara berurutan: mulai dari berempati pada lingkungan sekitar, mendefinisikan masalah pemborosan air, menemukan ide solusi, merancang produk edukasi visual, hingga mengujinya di lingkungan sekolah.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu? Air bersih yang kita gunakan untuk minum, mandi, dan mencuci jumlahnya sangat sedikit di bumi ini. Sebagian besar air di bumi adalah air asin di laut. Jika kita membiarkan kran air menetes terus-menerus, ratusan liter air bersih akan terbuang sia-sia. Padahal, di tempat lain, banyak anak-anak yang harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan satu ember air bersih. Kita bisa menjadi Pahlawan Penyelamat Air dengan cara yang mudah! Cukup matikan kran air dengan rapat setelah digunakan, gunakan air secukupnya saat mencuci tangan, dan ingatkan teman serta keluarga melalui poster atau stiker kreatif yang kita buat!

GLOSARIUM

  1. Desain Visual: Tampilan grafis berupa gambar, warna, dan tulisan yang dirancang untuk menyampaikan pesan edukasi secara menarik.
  2. Design Thinking: Model pembelajaran berbasis pemecahan masalah yang berfokus pada kebutuhan manusia melalui tahapan empati, definisi masalah, pencetusan ide, pembuat purwawujud, dan uji coba.
  3. Ekoliterasi: Pemahaman dan kesadaran mendalam manusia tentang prinsip-prinsip ekologi serta keberlanjutan lingkungan hidup.
  4. Konservasi Air: Upaya pemeliharaan, perlindungan, dan penggunaan air secara bijaksana untuk menjamin ketersediaannya.
  5. Prototipe: Bentuk awal atau purwawujud dari suatu produk media yang dirancang sebelum difungsikan secara luas.
  6. Slogan: Kalimat singkat, menarik, dan mudah diingat yang digunakan untuk memberitahukan atau mengoperasikan ajakan positif.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase C. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Fitri, A. dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  3. Fitri, A. dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  4. Riemer, M., Lynne, C., & Krettenauer, T. (2020). Environmental Psychology: Behaviour and Experience in Context. New York: Palgrave Macmillan.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap Profil Pelajar Pancasila

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4)Skor
1Akhlak Kepada Alam (Beriman & Bertakwa)Skor 4: Selalu menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kelestarian air dan menutup kran air terbuang tanpa diperintah.
Skor 3: Sering menunjukkan kepedulian terhadap hemat air dan mematikan kran jika diingatkan.
Skor 2: Kadang-kadang peduli pada hemat air namun masih sering lupa mematikan kran.
Skor 1: Tidak menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian air dan acuh tak acuh.
4
2Gotong Royong (Kolaborasi Kelompok)Skor 4: Sangat aktif bekerjasama, berbagi tugas, dan membantu teman kelompok secara sukarela.
Skor 3: Aktif bekerjasama dan menjalankan tugas kelompok yang diberikan dengan baik.
Skor 2: Kurang aktif dalam kelompok dan hanya bekerja jika diminta oleh ketua kelompok.
Skor 1: Tidak mau bekerjasama dan mengganggu jalannya kerja kelompok.
4
3Kreatif (Gagasan & Karya Visual)Skor 4: Menghasilkan ide media visual yang sangat orisinal, variatif, dan menarik perhatian.
Skor 3: Menghasilkan ide media visual yang menarik dan sesuai dengan contoh tema.
Skor 2: Menghasilkan media visual yang cukup sederhana dan meniru karya orang lain.
Skor 1: Tidak mampu menghasilkan ide media visual atau karya tidak selesai.
3
4Bernalar Kritis (Analisis Masalah)Skor 4: Mampu menganalisis sebab, akibat, dan solusi pemborosan air secara mendalam dan terstruktur.
Skor 3: Mampu menganalisis sebab dan akibat pemborosan air dengan cukup jelas.
Skor 2: Mampu menyebutkan sebab pemborosan air namun belum mampu menghubungkan dampaknya.
Skor 1: Belum mampu menganalisis permasalahan pemborosan air sama sekali.
3

Lembar Observasi Unjuk Kerja Presentasi Proyek

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4)Skor
1Penguasaan Materi KampanyeSkor 4: Menguasai isi pesan hemat air secara menyeluruh dan mampu menjawab pertanyaan dengan tepat.
Skor 3: Menguasai isi pesan hemat air dengan baik dan mampu menjelaskan maksud karya.
Skor 2: Kurang menguasai isi pesan kampanye dan membaca teks secara terus-menerus.
Skor 1: Tidak menguasai materi kampanye dan tidak dapat menjelaskan karya visualnya.
4
2Kualitas Penyampaian LisanSkor 4: Suara sangat lantang, artikulasi jelas, percaya diri, dan kontak mata baik dengan audiens.
Skor 3: Suara jelas, percaya diri, dan artikulasi cukup dapat dipahami audiens.
Skor 2: Suara kurang terdengar, kurang percaya diri, dan sering menunduk.
Skor 1: Suara sangat pelan, tidak jelas, dan ragu-ragu saat menyampaikan presentasi.
3
3Kejelasan Media VisualSkor 4: Karya visual sangat mudah dibaca dari jarak jauh, rapi, menarik, dan pesan ajakan menonjol.
Skor 3: Karya visual mudah dibaca, rapi, dan memuat pesan ajakan yang jelas.
Skor 2: Karya visual kurang rapi, tulisan kecil, dan kurang menarik dari jarak jauh.
Skor 1: Karya visual tidak terbaca, tidak rapi, dan pesan ajakan tidak tersampaikan.
4
4Kerjasama Saat PresentasiSkor 4: Seluruh anggota kelompok berpartisipasi seimbang saat melakukan presentasi karya.
Skor 3: Sebagian besar anggota kelompok berpartisipasi dalam presentasi karya.
Skor 2: Hanya didominasi oleh satu atau dua anggota kelompok saja.
Skor 1: Anggota kelompok saling melempar tugas dan tidak kompak saat presentasi.
3
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130