IDENTITAS MODUL
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Pentingnya Pohon, Biopori, dan Daerah Resapan untuk Menjaga Pasokan Air Tanah |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS dan Keterampilan Proses / Mengonsep bentuk resapan air buatan di lingkungan sekolah |
| Model Pembelajaran | : | Project Based Learning (PjBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Culturally Responsive Teaching |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Kearifan Lokal: Sumur Resapan/Biopori Daerah / Diferensiasi: Desain Daerah Resapan Air |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang dominan. Mereka sangat responsif terhadap media berupa gambar, animasi, dan tayangan video interaktif. Meskipun antusiasme belajar tinggi, pemahaman konsep abstrak mengenai mekanisme infiltrasi air tanah, peran struktur akar pohon, serta sistem kerja biopori masih tergolong rendah. Kebanyakan peserta didik hanya mengetahui bahwa air hujan meresap ke tanah tanpa memahami proses fisik dan biologis yang terjadi di bawah permukaan tanah.
Kesiapan Belajar (Readiness)
- Kelompok Mahir: Peserta didik telah memahami siklus air secara umum dan mampu menjelaskan hubungan antara vegetasi dan keberadaan air tanah.
- Kelompok Sedang: Peserta didik memahami siklus air namun belum memahami mekanisme biopori dan daerah resapan buatan.
- Kelompok Perlu Bimbingan: Peserta didik belum memahami konsep dasar penyimpanan air tanah dan membutuhkan visualisasi konkret secara intensif.
Lingkungan Belajar dan Budaya Lokal
Sekolah memiliki area halaman yang sebagian sudah ditutupi paving dan sebagian lagi merupakan ruang terbuka hijau. Lingkungan sekitar Wringin Anom memiliki tradisi lokal pembuatan sumur resapan tradisional dan saluran penampungan air hujan yang dapat dimanfaatkan sebagai objek kajian kontekstual.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mengonsepkan bentuk resapan air buatan di lingkungan sekolah berdasarkan pemahaman tentang fungsi vegetasi, daerah resapan, dan teknologi sederhana biopori dalam menjaga ketersediaan pasokan air tanah.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Dimensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Pemahaman Konseptual (Mindful Learning)
Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara vegetasi (pohon), biopori, dan volume air tanah melalui pengamatan visual dan demonstrasi interaktif dengan tepat.
Penalaran Bermakna (Meaningful Learning)
Peserta didik mampu merancang sketsa/desain konsep resapan air buatan (biopori/sumur resapan) yang adaptif untuk diaplikasikan di lingkungan sekolah guna mengatasi genangan air dan menjaga cadangan air tanah.
Keterlibatan Aktif (Joyful Learning)
Peserta didik mampu mempresentasikan dan memamerkan hasil rancangan daerah resapan air buatan secara kolaboratif dalam kelompok dengan percaya diri.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Pohon dan tanah merupakan sistem penyaring dan penyimpan air alami yang sangat vital bagi kehidupan. Pembetonan area sekolah dan pemukiman mengurangi daerah resapan air yang berakibat pada banjir lokal dan krisis air bersih saat musim kemarau. Pembuatan teknologi sederhana seperti lubang biopori dan sumur resapan buatan dapat meniru fungsi alami akar pohon dalam mengalirkan air ke dalam tanah, sehingga pasokan air tanah tetap terjaga demi kelangsungan hidup generasi mendatang.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Saat hujan deras turun di halaman sekolah kita, ke manakah alir air yang jatuh di atas paving block dibandingkan dengan air yang jatuh di dekat pohon besar?
- Mengapa pada musim kemarau beberapa sumur warga di sekitar sekolah mengalami kekeringan, sedangkan area yang rindang tetap memiliki pasokan air?
- Bagaimana cara kita "menolong" air hujan agar bisa masuk kembali ke dalam tanah jika halaman sekolah kita sudah banyak ditutupi semen?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam dan sumber daya air.
- Gotong Royong: Bekerja sama secara aktif dalam kelompok untuk merancang solusi teknis resapan air.
- Bernalar Kritis: Menganalisis sebab-akibat berkurangnya daerah resapan air dan mengevaluasi efektivitas biopori.
- Kreatif: Menghasilkan karya sketsa desain daerah resapan buatan yang inovatif dan sesuai kondisi sekolah.
Kompetensi 6C (Global Competencies)
- Critical Thinking: Menganalisis alur resapan air tanah dan efisiensi ruang resapan buatan.
- Collaboration: Berbagi peran dalam pembuatan rancangan proyek kelompok.
- Communication: Mempresentasikan hasil karya desain di depan kelas dengan bahasa yang runut.
- Creativity: Memformulasikan tata letak biopori yang estetis dan fungsional di maket/kertas desain.
- Character: Menunjukkan ketelitian, kepedulian lingkungan, dan ketahanan dalam memecahkan masalah.
- Citizenship: Menyadari peran aktif diri sebagai warga sekolah dalam menjaga keberlanjutan pasokan air lingkungan sekitar.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar Air Tanah dan Infiltrasi
Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. Proses masuknya air hujan ke dalam tanah disebut infiltrasi. Kecepatan infiltrasi dipengaruhi oleh porositas tanah, penutupan vegetasi, dan tingkat kemiringan lahan.
Peran Pohon dalam Siklus Air
Akar pohon berfungsi sebagai penahan struktur tanah dan menciptakan pori-pori makro di dalam tanah. Pori-pori ini menjadi jalur navigasi air untuk meresap lebih dalam hingga mencapai akuifer (lapisan pembawa air). Daun pohon juga menahan jatuhan air hujan langsung sehingga mengurangi erosi tanah.
Teknologi Biopori dan Sumur Resapan Buatan
Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman sekitar 80-100 cm. Lubang ini diisi dengan sampah organik yang memicu aktivitas organisme tanah seperti cacing dan akar tanaman. Organisme tersebut membuat pori-pori biologi (biopori) di dalam tanah yang meningkatkan kapasitas resapan air secara drastis.
Kearifan Lokal Sumur Resapan
Masyarakat lokal Wringin Anom memiliki tradisi pembuatan "Galian Resapan" tradisional di sekitar pekarangan rumah. Konsep ini memadukan susunan batu kali, ijuk, dan arang untuk menyaring air limbah domestik non-kimia dan air hujan agar kembali bersih saat masuk ke air tanah.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Project Based Learning (PjBL) dengan 6 langkah utama:
- Pertanyaan Mendasar
- Mendesain Perencanaan Produk
- Menyusun Jadwal Pembuatan
- Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek
- Menguji Hasil
- Evaluasi Pengalaman Belajar
Pendekatan Pembelajaran
- Deep Learning (Pembelajaran Mendalam): Menekankan aspek Mindful (kesadaran penuh akan kondisi lingkungan), Meaningful (kebermanfaatan konsep), dan Joyful (kegembiraan berkreasi).
- Culturally Responsive Teaching (CRT): Mengintegrasikan sistem penampungan/resapan air tradisional khas daerah Wringin Anom ke dalam ruang diskusi.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran)
- Bentuk: Kuis Visual Singkat melalui tayangan Smart TV.
- Tujuan: Memetakan pemahaman awal siswa mengenai jalur pergerakan air tanah dan gaya belajar.
Asesmen Formatif (Proses Pembelajaran)
- Bentuk: Lembar Observasi Diskusi Kelompok dan Kinerja Perancangan Proyek.
- Tujuan: Memantau keterlibatan, kemajuan perancangan, dan nalar kritis siswa selama proses pembuatan desain resapan air buatan.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
- Bentuk: Penilaian Produk (Desain/Sketsa Resapan Buatan) dan Presentasi Proyek.
- Tujuan: Mengukur pencapaian Capaian Pembelajaran dalam mengonsepkan bentuk resapan air buatan.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Gotong Royong | Tidak mau bekerja sama dan cenderung pasif dalam kelompok. | Mau bekerja sama hanya jika diminta oleh teman atau guru. | Bekerja sama dengan baik dalam kelompok tetapi kurang konsisten. | Sangat aktif, membagi tugas, dan membantu teman sekelompok secara proaktif. | |
| 2 | Bernalar Kritis | Tidak mengajukan pertanyaan maupun tanggapan terkait materi resapan air. | Mengajukan pertanyaan tetapi tidak relevan dengan permasalahan daerah resapan. | Mampu menganalisis masalah resapan air dengan bantuan petunjuk guru. | Mampu menganalisis masalah dan memberikan argumen kritis secara mandiri. | |
| 3 | Kepedulian Lingkungan | Tidak peduli terhadap kondisi kebersihan dan lingkungan kelas/sekolah. | Menunjukkan kepedulian lingkungan hanya jika diperintah. | Memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekolah tetapi belum konsisten. | Menunjukkan kepedulian tinggi dan mengajak teman menjaga kebersihan/lingkungan. |
Rubrik Penilaian Keterampilan (Proyek Desain Resapan Buatan)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Keakuratan Konsep Sains | Desain tidak menggambarkan fungsi biopori/resapan air sama sekali. | Desain menggambarkan resapan air namun prinsip fisika/biologinya keliru. | Desain menggambarkan konsep biopori/resapan air dengan benar namun kurang detail. | Desain sangat akurat secara ilmiah, menggambarkan penempatan, saluran, dan fungsi lapisan resapan. | |
| 2 | Kreativitas dan Estetika | Desain disajikan tanpa warna, tidak rapi, dan meniru contoh sepenuhnya. | Desain kurang rapi, menggunakan sedikit variasi warna dan ide dasar. | Desain rapi, berwarna, dan memiliki variasi gagasan yang baik. | Desain sangat rapi, artistik, kaya warna, serta menampilkan inovasi letak resapan yang unik. | |
| 3 | Presentasi Produk | Peserta didik tidak mampu menjelaskan hasil desain kelompoknya. | Mempresentasikan desain dengan suara pelan dan bergantung penuh pada teks. | Mempresentasikan desain dengan jelas tetapi kurang mampu menjawab pertanyaan. | Mempresentasikan desain dengan percaya diri, komunikatif, dan menjawab pertanyaan dengan tepat. |
Rubrik Penilaian Pengetahuan (Penguasaan Konsep)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Pemahaman Peran Pohon | Tidak mampu menjelaskan fungsi pohon dalam menjaga air tanah. | Hanya dapat menyebutkan satu fungsi pohon secara umum. | Mampu menjelaskan fungsi akar pohon dalam menyerap air secara tepat. | Mampu menganalisis hubungan kompleks antara akar pohon, struktur tanah, dan kestabilan akuifer. | |
| 2 | Pemahaman Prinsip Biopori | Tidak mengetahui pengertian dan fungsi lubang biopori. | Mengetahui biopori sekadar sebagai lubang sampah tanpa tahu fungsi airnya. | Mampu menjelaskan bahwa biopori mempercepat infiltrasi air ke tanah. | Mampu menguraikan mekanisme kerja organisme tanah pada biopori dalam meningkatkan kapasitas infiltrasi. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 (2 x 35 menit)
Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
- Pembukaan dan Kesadaran Penuh (Mindful Readiness):
- Guru menyapa peserta didik dengan hangat, memeriksa kerapihan, dan memimpin doa bersama.
- Guru mengarahkan peserta didik untuk melakukan latihan napas sejenak (praktek kesadaran penuh) guna memfokuskan pikiran.
- Apersepsi Contextual (Culturally Responsive Teaching):
- Guru menayangkan video singkat berdurasi 2 menit melalui Smart TV yang menampilkan kondisi lingkungan sekolah SD Negeri 1 Wringin Anom saat hujan deras (menunjukkan area genangan air pada paving block) dan pemandangan sumur warga lokal.
- Guru memberikan Pertanyaan Pemantik: "Anak-anak, mengapa air hujan di halaman paving kita tergenang lama, sedangkan di bawah pohon besar air cepat hilang? Ke mana air itu pergi?"
- Penyampaian Tujuan dan Motivasi:
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merancang sketsa daerah resapan air buatan (biopori/sumur resapan) untuk lingkungan sekolah.
- Guru menjelaskan manfaat praktis proyek ini bagi kelestarian lingkungan sekolah mereka (Meaningful Learning).
Kegiatan Inti (50 menit)
Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar (10 menit)
- Guru menayangkan simulasi animasi interaktif dari laptop ke Smart TV tentang alur pergerakan air tanah pada area vegetasi versus area betonisasi.
- Peserta didik secara visual mengamati perbedaan daya serap tanah bervegetasi, tanah berbatu, dan tanah yang tertutup paving.
- Peserta didik diajak berdiskusi interaktif: "Jika sekolah kita ingin terbebas dari genangan air tanpa merusak fasilitas sekolah, teknologi resapan sederhana apa yang bisa kita ciptakan?"
Sintaks 2: Mendesain Perencanaan Produk (10 menit)
- Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 anak) berdasarkan pemetaan diferensiasi.
- Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang secara visual.
- Setiap kelompok berdiskusi menentukan konsep desain daerah resapan air buatan yang cocok diletakkan di titik-titik rawan genangan sekolah (misalnya: depan kelas, samping lapangan, atau pekarangan belakang).
- Siswa diberikan kebebasan memilih bentuk rancangan: sketsa teknis 2D lengkap dengan keterangan lapisan, atau denah tata letak biopori lingkungan sekolah (Diferensiasi Produk).
Sintaks 3: Menyusun Jadwal Pembuatan (5 menit)
- Guru dan peserta didik menyepakati linimasa pengerjaan proyek selama 20 menit ke depan.
- Pembagian peran dalam kelompok disepakati: ada yang bertindak sebagai desainer utama, pencatat keterangan bahan, dan juru bicara presentasi.
Sintaks 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (15 menit)
- Peserta didik secara aktif menggambar dan merancang konsep daerah resapan air buatan pada lembar LKPD dengan bimbingan guru.
- Guru berkeliling melakukan fasilitasi dan memantau keaktifan peserta didik, memberikan pertanyaan pancingan jika kelompok mengalami hambatan.
- Guru memastikan integrasi kearifan lokal (seperti penggunaan batu koral/ijuk pada lapisan sumur resapan khas Wringin Anom) dimasukkan ke dalam elemen desain siswa.
Sintaks 5: Menguji Hasil (5 menit)
- Setiap kelompok memeriksa kembali keakuratan desain resapan air buatan yang telah dibuat berdasarkan kriteria: keberadaan saluran air, posisi biopori/sumur resapan, serta jenis bahan penyaring alami yang digunakan.
- Kelompok saling memberikan masukan singkat terhadap draft awal desain teman sejawat.
Sintaks 6: Evaluasi Pengalaman Belajar (5 menit)
- Dua perwakilan kelompok mempresentasikan hasil karya desain daerah resapan air mereka di depan Smart TV/depan kelas (Joyful Learning).
- Peserta didik dari kelompok lain memberikan apresiasi dan tanggapan positif.
- Guru memberikan penguatan konseptual menyeluruh terhadap hasil karya peserta didik.
Kegiatan Penutup (10 menit)
- Penyimpulan Bersama: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting mengenai peran pohon, mekanisme biopori, dan pentingnya area resapan air tanah.
- Refleksi Pembelajaran: Peserta didik mengisi lembar refleksi singkat mengenai perasaan dan pemahaman yang diperoleh selama pembelajaran.
- Tindak Lanjut dan Penutup: Guru menyampaikan rencana tindak lanjut (pembuatan model fisik biopori pada pertemuan berikutnya) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna dan Sadar)
Peserta didik dibimbing untuk menyadari secara penuh bahwa setiap tetes air hujan yang jatuh di sekolah memiliki dampak jangka panjang terhadap ketersediaan air minum masyarakat sekitar. Melalui pengamatan visual animasi infiltrasi, peserta didik memikirkan secara sadar perubahan alur air akibat perbuatan manusia (betonisasi) dan bagaimana ilmu pengetahuan IPA dapat memberikan solusi perbaikan.
Meaningful Learning (Pembelajaran Relevan)
Materi yang dipelajari tidak sekadar menghafal definisi biopori atau infiltrasi, melainkan langsung dihubungkan dengan masalah nyata di lingkungan sekolah SD Negeri 1 Wringin Anom yang sering mengalami genangan air saat hujan. Desain yang dirancang peserta didik merupakan usulan nyata yang dapat direalisasikan di lingkungan sekolah mereka.
Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)
Proyek perancangan dilakukan dalam atmosfer kolaboratif yang menyenangkan, dilengkapi dengan penggunaan teknologi Smart TV yang kaya visual warna-warni, kebebasan berekspresi dalam menggambar sketsa, serta momen pameran hasil karya yang apresiatif bagi setiap kelompok.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
- Kelompok Perlu Bimbingan: Diberikan panduan visual bertahap berupa bagan skematis biopori yang sudah memiliki garis bantu/template sederhana.
- Kelompok Sedang dan Mahir: Diberikan gambar denah kosong lingkungan sekolah dan bahan referensi tambahan mengenai variasi struktur sumur resapan modern serta tradisional.
Diferensiasi Proses
- Peserta didik dengan gaya belajar visual dominan difasilitasi dengan tayangan video definisi tinggi dan animasi pergerakan air pada Smart TV.
- Bimbingan guru disesuaikan: bimbingan intensif pada kelompok perlu bimbingan, sementara kelompok mahir diberikan tantangan analisis efisiensi kapasitas resapan.
Diferensiasi Produk
- Kelompok dapat memilih luaran produk:
- Sketsa Penampang Melintang Biopori/Sumur Resapan beserta detail lapisan batuan/organik.
- Peta Denah Tata Letak Lubang Resapan Biopori pada area rawan genangan di SD Negeri 1 Wringin Anom.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
Laptop dan Smart TV
Dioperasikan oleh guru untuk menyajikan media pembelajaran berupa animasi 3D proses infiltrasi air tanah, tayangan video perbandingan erosi lahan, serta instruksi kerja PjBL secara visual agar mudah dipahami oleh peserta didik yang dominan bermodalitas belajar visual.
Akses Internet
Digunakan selama persiapan dan pelaksanaan pembelajaran untuk mengunduh media simulasi interaktif tentang siklus air dan mencari referensi desain biopori yang ramah lingkungan.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video Animasi "Bagaimana Air Masuk ke Dalam Tanah" (ditayangkan melalui Smart TV).
- Slide Presentasi Interaktif tentang Penampang Lubang Biopori dan Sumur Resapan.
- Contoh Fisika Bahan Resapan: Sampah daun kering, pipa PVC berlubang, batu koral, ijuk, dan arang sebagai bahan peraga visual nyata.
- Kertas A3 dan Alat Mewarnai/Menggambar untuk pembuatan desain proyek.
Sumber Belajar
- Buku Teks Utama: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- Modul Lokal: Panduan Konservasi Air Tanah dan Pembuatan Biopori Lingkungan.
- Lingkungan Sekitar: Halaman dan Ruang Terbuka Hijau SD Negeri 1 Wringin Anom.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | |
| Anggota Kelompok | 1. 2. 3. 4. 5. |
| Kelas / Fase | V / C |
| Tanggal Pelaksanaan |
Judul Proyek
Rancangan Solusi Resapan Air Buatan (Biopori) Sekolahku
Tujuan Aktivitas
Mengonsepkan bentuk resapan air buatan (biopori/sumur resapan) yang efektif untuk menjaga pasokan air tanah dan mengurangi genangan air di SD Negeri 1 Wringin Anom.
Alat dan Bahan
- Kertas Gamabr A3
- Pensil, Penggaris, dan Penghapus
- Pensil Warna / Spidol Warna
- Panduan Visual Gambar Biopori
Petunjuk Kerja
- Amatilah masalah genangan air yang ada di sekitar sekolah atau pada tayangan Smart TV!
- Diskusikan bersama kelompokmu: Di manakah letak lokasi yang paling membutuhkan lubang resapan air buatan?
- Buatlah gambar sketsa rancangan daerah resapan air buatan (Lubang Biopori atau Sumur Resapan Buatan).
- Berilah keterangan pada setiap bagian gambar kamu, meliputi:
- Kedalaman lubang resapan.
- Bahan penyaring yang dimasukkan (daun kering/batu koral/ijuk/arang).
- Alur masuknya air hujan dari permukaan ke dalam tanah.
- Persiapkan kelompokmu untuk mempresentasikan hasil gambar di depan kelas!
Ruang Gambar Rancangan Desain
(Gambarkan sketsa rancangan kelompokmu di bawah ini lengkap dengan warna dan keterangan bagian-bagiannya)
Pertanyaan Analisis Proyek
- Mengapa kelompokmu memilih bentuk dan bahan resapan air tersebut? Jelaskan alasaannya!
- Bagaimana cara kerja sampah organik di dalam lubang biopori dalam membantu air meresap lebih cepat ke tanah?
- Apa keunggulan dari pohon dibandingkan dengan beton/paving dalam menjaga ketersediaan air tanah di musim kemarau?
REMEDIAL
Program Bimbingan Remedial
Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dalam memahami konsep infiltrasi dan biopori.
Kegiatan Remedial
- Guru memberikan pendampingan ulang secara individu atau kelompok kecil dengan menggunakan alat peraga konkret berupa botol plastik bekas yang diisi susunan tanah, pasir, batu koral, dan sampel daun kering.
- Guru mendemonstrasikan secara langsung bagaimana air meresap pada botol yang berisi porositas tinggi dibandingkan botol tertutup lempung/semen.
- Peserta didik diminta menjelaskan kembali secara lisan alur masuknya air tanah dengan bantuan media peraga botol tersebut.
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan tingkat pemahaman yang sangat baik.
Kegiatan Pengayaan
- Peserta didik diberikan tantangan berupa tugas analisis studi kasus: "Menghitung Estimasi Kebutuhan Lubang Biopori di Halaman SD Negeri 1 Wringin Anom".
- Peserta didik mengukur luas area tergenang di sekolah secara sederhana, kemudian memperkirakan berapa banyak titik lubang biopori yang ideal agar halaman sekolah terbebas dari genangan air secara optimal.
- Hasil analisis dituangkan dalam bentuk poster mini himbauan kelestarian air untuk ditempel di papan informasi sekolah.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah penggunaan media visual di Smart TV berhasil meningkatkan pemahaman konsep peserta didik yang bernalar visual? | Media visual sangat efektif menarik perhatian peserta didik di awal pembelajaran dan mempercepat pemahaman mereka tentang alur infiltrasi air yang tadinya bersifat abstrak. |
| 2 | Apakah seluruh peserta didik terlibat secara aktif dalam diskusi kelompok perancangan proyek biopori? | Sebagian besar peserta didik terlibat aktif. Namun, ada 2 peserta didik yang sempat pasif dan butuh dorongan guru dengan cara pembagian peran teknis yang lebih spesifik. |
| 3 | Apakah integrasi kearifan lokal (sumur resapan daerah) berhasil dipahami dan diterapkan dalam desain siswa? | Ya, peserta didik mampu mengenali bahan-bahan lokal seperti ijuk dan batu kali sebagai bagian dari sistem penyaring air alami pada desain mereka. |
| 4 | Kendall teknis apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung? | Alokasi waktu untuk sesi presentasi produk terasa cukup ketat sehingga hanya dua kelompok yang sempat tampil penuh. Pertemuan berikutnya perlu efisiensi jadwal. |
| 5 | Apa langkah perbaikan yang akan diterapkan pada pertemuan berikutnya? | Menyiapkan timer visual pada Smart TV agar peserta didik dapat mengelola waktu pengerjaan proyek dan presentasi secara lebih mandiri dan disiplin. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai?
- Hal baru apa yang kamu pelajari tentang rahasia pohon dan tanah dalam menyimpan air?
- Apakah kamu merasa kesulitan saat menggambar desain lubang biopori kelompokmu? Bagian mana yang paling sulit?
- Apa yang akan kamu lakukan jika melihat halaman rumah atau sekolahmu penuh dengan genangan air hujan?
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Pohon dan vegetasi memiliki peran sentral dalam menjaga keseimbangan hidrologi daratan. Melalui sistem perakaran yang luas, pohon menciptakan pori-pori makro yang meningkatkan laju infiltrasi tanah hingga beberapa kali lipat dibandingkan tanah lapang tanpa vegetasi. Ketika area hijau dikonversi menjadi kawasan terbangun berkepadatan tinggi dengan penutup kedap air seperti aspal dan beton, koefisien limpasan permukaan (surface runoff) meningkat drastis. Hal ini memicu dua bencana ekologis sekaligus: banjir kilat saat hujan dan penurunan muka air tanah (aquifer depletion) saat kemarau.
Teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB), yang digagas oleh Dr. Kamir R. Brata, merupakan solusi teknologis tepat guna berbasis ekologi. LRB memanfaatkan aktivitas fauna tanah (seperti cacing tanah dan rayap) serta akar tanaman. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang menjadi sumber makanan bagi fauna tanah. Saat fauna tersebut bergerak mencari makanan, mereka membentuk lorong-lorong kecil di dalam tanah yang disebut biopori. Lorong-lorong ini secara signifikan meningkatkan luas permukaan resapan air dan mempercepat aliran air masuk ke dalam akuifer tanah. Integrasi kearifan lokal seperti penggunaan sumur resapan tradisional berisikan material alami lokal (ijuk, batu koral, arang batok kelapa) memperkuat fungsi filtrasi fisik dan biologis air sebelum masuk kembali ke dalam kantong air tanah.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu, mengapa pohon sering disebut sebagai "penjaga air bumi"?
Pohon memiliki akar yang menjalar luas di dalam tanah. Akar-akar ini seperti jemari raksasa yang mencengkeram tanah dan membuat lubang-lubang kecil tersembunyi. Saat hujan turun, air tidak langsung mengalir begitu saja di permukaan bumi. Akar pohon membantu menyerap air hujan dan menuntunnya masuk jauh ke bawah tanah. Air yang tersimpan di bawah tanah inilah yang kita ambil kembali melalui sumur saat kita membutuhkan air bersih!
Bagaimana jika halaman sekolah kita sudah ditutup paving atau semen?
Jangan khawatir! Kita bisa membuat "Pohon Buatan" sederhana yang disebut Lubang Biopori. Lubang Biopori adalah lubang kecil yang kita gali tegak lurus ke dalam tanah, lalu kita beri pipa berlubang dan diisi dengan daun-daun kering. Cacing-cacing tanah sangat menyukai daun kering tersebut! Saat cacing makan dan berjalan-jalan di sekitar lubang, mereka akan membuat jalan-jalan kecil (pori-pori biologi) di dalam tanah. Lewat jalan kecil buatan cacing itulah, air hujan bisa meresap cepat ke dalam tanah, sehingga halaman sekolah kita tidak lagi banjir dan cadangan air sumur kita tetap melimpah!
GLOSARIUM
- Infiltrasi: Proses masuknya air hujan dari permukaan tanah ke dalam lapisan tanah melalui pori-pori tanah.
- Biopori: Pori-pori berbentuk liang/terowongan kecil di dalam tanah yang dibentuk oleh aktivitas organisme tanah (cacing tanah, akar tanaman) atau akibat pembuatan lubang resapan biopori.
- Air Tanah: Air yang berada di bawah permukaan tanah pada ruang pori batuan atau tanah (akuifer).
- Limpasan Permukaan (Runoff): Air hujan yang tidak dapat meresap ke dalam tanah dan mengalir di atas permukaan bumi menuju sungai atau saluran air.
- Aquifer (Akuifer): Lapisan batuan atau tanah di bawah permukaan bumi yang mengandung dan mengalirkan air tanah.
- Betonisasi: Pengerasan permukaan tanah menggunakan semen, beton, atau paving block yang menutup pori-pori tanah alami.
- Vegetasi: Kumpulan dari beberapa jenis tumbuhan yang tumbuh pada suatu wilayah tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Brata, K. R., & Nelistya, A. (2008). Lubang Resapan Biopori. Jakarta: Penebar Swadaya.
- Suripin. (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta: Andi Offset.
- Utomo, D. H. (2016). Morfologi dan Konservasi Tanah dan Air. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Gotong Royong | Skor 1: Tidak mau bekerja sama dan pasif. Skor 2: Bekerja sama jika diminta. Skor 3: Bekerja sama dengan baik tetapi kurang konsisten. Skor 4: Sangat aktif, membagi tugas, dan membantu teman sekelompok. | 4 |
| 2 | Bernalar Kritis | Skor 1: Tidak mengajukan pertanyaan/tanggapan. Skor 2: Mengajukan pertanyaan yang kurang relevan. Skor 3: Menganalisis masalah dengan bantuan petunjuk. Skor 4: Menganalisis masalah dan berargumen secara mandiri. | 3 |
| 3 | Kepedulian Lingkungan | Skor 1: Tidak peduli lingkungan kelas/sekolah. Skor 2: Peduli lingkungan jika diperintah. Skor 3: Peduli lingkungan tetapi belum konsisten. Skor 4: Peduli tinggi dan mengajak teman menjaga lingkungan. | 4 |
Lembar Observasi Penilaian Keterampilan Proyek
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Keakuratan Konsep Sains | Skor 1: Desain tidak menggambarkan fungsi resapan. Skor 2: Gambar resapan ada tetapi prinsip fisika salah. Skor 3: Konsep biopori/resapan benar tetapi kurang detail. Skor 4: Desain sangat akurat, detail penempatan, saluran, dan fungsi. | 4 |
| 2 | Kreativitas dan Estetika | Skor 1: Tidak berwarna, tidak rapi, meniru total. Skor 2: Kurang rapi, variasi warna dan ide minim. Skor 3: Rapi, berwarna, variasi gagasan baik. Skor 4: Sangat rapi, artistik, kaya warna, inovatif. | 3 |
| 3 | Presentasi Produk | Skor 1: Tidak mampu menjelaskan hasil desain. Skor 2: Suara pelan dan bergantung penuh pada teks. Skor 3: Jelas tetapi kurang mampu menjawab pertanyaan. Skor 4: Percaya diri, komunikatif, menjawab pertanyaan dengan tepat. | 4 |
Lembar Observasi Penilaian Pengetahuan Konseptual
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Pemahaman Peran Pohon | Skor 1: Tidak mampu menjelaskan fungsi pohon. Skor 2: Menjelaskan satu fungsi pohon secara umum. Skor 3: Menjelaskan fungsi akar menyerap air secara tepat. Skor 4: Menganalisis hubungan kompleks akar, tanah, dan akuifer. | 3 |
| 2 | Pemahaman Prinsip Biopori | Skor 1: Tidak tahu pengertian dan fungsi biopori. Skor 2: Menganggap biopori sekadar lubang sampah. Skor 3: Menjelaskan biopori mempercepat infiltrasi. Skor 4: Menguraikan mekanisme organisme tanah dan peningkatan kapasitas resapan. | 4 |