IDENTITAS MODUL
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Faktor Krisis Air Bersih, Pencemaran Limbah, dan Perubahan Iklim |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS dan Keterampilan Proses |
| Model Pembelajaran | : | Case-Based Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Isu Air Pemukiman Wringin Anom / Identifikasi Indikator Fisik Air (Bau dan Warna) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar yang cenderung dominan visual. Mereka menunjukkan ketertarikan tinggi, pemahaman lebih cepat, dan responsif ketika materi disajikan melalui media tayangan gambar, diagram berwarna, serta video interaktif menggunakan Smart TV. Meskipun memiliki antusiasme belajar yang tinggi, peserta didik belum sepenuhnya memahami konsep secara mendalam, khususnya dalam menghubungkan keterkaitan antara aktivitas manusia (pembuangan limbah), perubahan iklim global, dan dampaknya terhadap krisis ketersediaan air bersih di lingkungan sekitar mereka.
Pengetahuan Prasyarat
Sebelum mempelajari materi ini, peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar mengenai:
- Manfaat air bagi kehidupan sehari-hari (memasak, mencuci, mandi, dan minum).
- Sifat-sifat benda cair secara umum.
- Pengetahuan sederhana mengenai daur air secara umum.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu mendeteksi sumber pencemaran yang merusak kualitas air bersih serta memahami dampak aktivitas manusia dan kondisi alam terhadap ketersediaan sumber daya alam di lingkungan sekitarnya.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui analisis kasus berbasis tayangan visual di Smart TV, peserta didik mampu mendeteksi minimal dua sumber pencemaran utama yang merusak kualitas air bersih di lingkungan pemukiman dengan tepat.
- Melalui kegiatan investigasi sampel media air, peserta didik mampu membedakan indikator fisik air bersih dan air tercemar berdasarkan kriteria warna dan bau secara mendalam dan teliti.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu menguraikan keterkaitan antara pencemaran limbah rumah tangga, perubahan iklim, dan krisis air bersih dengan logis.
- Melalui kegiatan perumusan solusi kasus, peserta didik mampu mengusulkan minimal dua langkah nyata tindakan pencegahan pencemaran air bersih yang dapat diterapkan di pemukiman lokal Wringin Anom.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Kualitas dan keberlanjutan air bersih di lingkungan kita sangat bergantung pada tindakan manusia dalam mengelola limbah dan menjaga ekosistem. Perubahan iklim dan pembuangan limbah secara sembarangan akan menurunkan kualitas air secara fisik (warna dan bau) yang berdampak langsung pada kesehatan dan keberlangsungan hidup masyarakat pemukiman Wringin Anom.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa air sumur atau air sungai di sekitar pemukiman warga terkadang berubah warna menjadi keruh dan berbau tidak sedap?
- Apa yang akan terjadi pada kebutuhan air bersih keluarga kita jika musim kemarau berlangsung jauh lebih panjang akibat perubahan iklim?
- Bagaimana limbah detergen bekas cucian rumah tangga bisa merusak kualitas air tanah yang biasa kita pakai sehari-hari?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Memproses informasi kasus, menganalisis hubungan sebab-akibat pencemaran air, dan mengevaluasi indikator fisik air.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menginvestigasi kasus krisis air dan menyusun solusi bersama.
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan akhlak terhadap alam dengan menjaga kelestarian sumber air bersih.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Kesadaran penuh saat mengamati secara cermat perubahan warna dan bau pada sampel air serta mendengarkan paparan kasus.
- Meaningful Learning: Mengaitkan materi pencemaran air dengan permasalahan nyata ketersediaan air di pemukiman Wringin Anom.
- Joyful Learning: Pengalaman belajar yang menyenangkan melalui eksplorasi visual interaktif pada Smart TV dan kerja kelompok berbasis studi kasus nyata.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Air Bersih dan Indikator Fisik Kualitas Air
Air bersih adalah air yang memenuhi syarat kualitas secara fisik, kimia, dan biologis. Secara fisik, air bersih dapat diidentifikasi melalui parameter berikut:
- Warna: Jernih dan tidak berwarna (tidak keruh, cokelat, hitam, atau kekuningan).
- Bau: Tidak berbau (tidak berbau busuk, amis, atau menyengat seperti kimia/detergen).
- Rasa: Tawar dan tidak berasa.
Faktor-Faktor Penyebab Krisis Air Bersih
- Pencemaran Limbah Domestik/Rumah Tangga: Air bekas cucian yang mengandung detergen, sisa makanan, sabun, dan sampah plastik yang dibuang langsung ke selokan tanpa pengolahan.
- Perubahan Iklim: Kemarau panjang yang memicu kekeringan, mengurangi curah hujan, dan menurunkan peil air tanah sehingga debit air sumur warga menyusut drastis.
- Penurunan Resapan Air: Pembukaan lahan dan pembetonan tanah pemukiman yang mengurangi penyerapan air hujan ke dalam tanah.
Kasus Lokal Pemukiman Wringin Anom
Permasalahan penumpukan sisa limbah rumah tangga di aliran parit sekitar pemukiman Wringin Anom saat musim kemarau memicu penurunan kualitas air sumur dangkal. Air menjadi tampak sedikit kekuningan dan memunculkan bau tidak sedap akibat perembesan zat pencemar.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran: Case-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Kasus).
Sintaks Case-Based Learning:
- Pengenalan Kasus (Case Presentation)
- Analisis Kasus (Case Analysis)
- Investigasi dan Diskusi Kelompok (Group Investigation)
- Penyusunan Solusi dan Rekomendasi (Solution Formulation)
- Presentasi dan Evaluasi Kasus (Presentation and Evaluation)
- Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning).
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Awal)
- Bentuk: Pertanyaan lisan interaktif dan survei visual singkat menggunakan tayangan slide Smart TV.
- Tujuan: Memetakan pemahaman awal siswa mengenai pemisahan air bersih dan air tercemar serta kesadaran isu air lokal.
Asesmen Formatif (Proses)
- Bentuk: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kelompok dan lembar observasi keaktifan diskusi.
- Tujuan: Mengukur kemampuan deteksi sumber pencemaran, analisis indikator fisik (warna dan bau), dan kerja sama kelompok.
Asesmen Sumatif (Akhir)
- Bentuk: Soal tes tertulis berupa pilihan ganda beralasan dan uraian berbasis kasus singkat pada akhir kegiatan.
- Tujuan: Mengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran secara individu.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Pengetahuan (Soal Uraian / Analisis Kasus)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Deteksi Sumber Pencemaran | Mampu mendeteksi >2 sumber pencemaran air secara tepat dan menjelaskan alasannya secara detail. | Mampu mendeteksi 2 sumber pencemaran air secara tepat dengan alasan singkat. | Mampu mendeteksi 1 sumber pencemaran air tetapi alasan kurang tepat. | Belum mampu mendeteksi sumber pencemaran air dengan tepat. |
| Analisis Indikator Fisik Air | Mampu menganalisis indikator warna dan bau secara sangat akurat sesuai hasil observasi. | Mampu menganalisis indikator warna dan bau secara akurat. | Mampu menganalisis salah satu indikator fisik (warna atau bau saja). | Tidak mampu menganalisis indikator warna maupun bau. |
| Hubungan Limbah, Iklim, & Krisis Air | Mampu menguraikan keterkaitan antara limbah, perubahan iklim, dan krisis air secara sistematis dan runtut. | Mampu menguraikan keterkaitan antara limbah, perubahan iklim, dan krisis air dengan memuaskan. | Menguraikan keterkaitan secara terbatas atau hanya menyebutkan satu faktor penyebab. | Belum mampu menguraikan keterkaitan antar variabel kasus. |
Rubrik Penilaian Keterampilan (Diskusi dan Presentasi)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Keterampilan Investigasi Sampel | Mengamati warna dan bau sampel secara cermat, mencatat data lengkap, dan sistematis. | Mengamati warna dan bau sampel dengan cermat dan mencatat data dengan cukup lengkap. | Mengamati sampel tetapi pencatatan data kurang lengkap. | Pengamatan dilakukan terburu-buru dan data tidak dicatat. |
| Penyampaian Solusi Kasus | Solusi yang diusulkan sangat logis, realistis diterapkan di Wringin Anom, dan inovatif. | Solusi yang diusulkan logis dan realistis untuk diterapkan di lingkungan lokal. | Solusi kurang realistis untuk diterapkan di lingkungan pemukiman. | Tidak memberikan usulan solusi yang jelas. |
| Kejelasan Presentasi | Menyampaikan hasil diskusi secara percaya diri, bahasa runtut, dan memanfaatkan media visual. | Menyampaikan hasil diskusi secara lancar dan jelas. | Menyampaikan hasil diskusi tetapi masih ragu-ragu dan kurang jelas. | Menyampaikan hasil diskusi hanya dengan membaca tanpa penjelasan tambahan. |
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Bernalar Kritis | Aktif bertanya, menganalisis kasus secara mendalam, serta kritis mengevaluasi data pengamatan. | Menunjukkan sikap analitis dalam memecahkan masalah kasus. | Perlu dipancing pertanyaan untuk dapat menganalisis kasus. | Pasif dan tidak menunjukkan upaya berpikir kritis dalam diskusi. |
| Gotong Royong | Berbagi peran dengan sangat baik, membantu teman, dan aktif berkontribusi dari awal hingga akhir. | Berkolaborasi dengan baik dalam pengerjaan tugas kelompok. | Cenderung pasif dan hanya mengerjakan tugas jika diperintah. | Tidak mau bekerja sama dalam kelompok. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Pembukaan dan Kesadaran Penuh (Mindful Start):
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
- Guru mengajak peserta didik melakukan olah napas sejenak (Latihan STOP) untuk mengondisikan konsentrasi dan keheningan emosional sebelum belajar.
- Apersepsi dan Pengalaman Bermakna (Meaningful Aperception):
- Guru menayangkan video singkat/foto kontras di Smart TV: gambar air pegunungan yang sangat jernih dibandingkan dengan foto selokan dan sumur keruh berbau di area pemukiman lokal.
- Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk memicu kebiasaan berpikir kritis: "Apa yang kalian rasakan jika air yang dipakai untuk mandi di rumah mendadak berwarna cokelat dan berbau busuk seperti ini?"
- Penyampaian Tujuan dan Asesmen Diagnostik:
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, tahapan kegiatan berbasis kasus, dan aspek penilaian.
- Guru melakukan pengecekan pengetahuan awal melalui tayangan slide pilihan ganda di Smart TV secara interaktif.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Fase 1: Pengenalan Kasus (Case Presentation) - 15 Menit
- Guru menampilkan paparan studi kasus nyata berjudul: "Ancaman Krisis Air Bersih di Pemukiman Wringin Anom" melalui tayangan slide Smart TV penuh warna.
- Kasus menceritakan kondisi warga Wringin Anom saat musim kemarau panjang, di mana air sumur warga mengalami kemunduran kualitas: air berubah warna menjadi kuning kekeruhan dan mengeluarkan bau tidak sedap akibat rembesan air limbah detergen dari parit sekitar.
- Peserta didik membaca dan mengamati tayangan visual kasus dengan cermat (Mindful Visual Observation).
Fase 2: Pengorganisasian Kelompok dan Formulasi Masalah - 10 Menit
- Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok).
- Setiap kelompok menerima LKPD yang memuat data kasus dan petunjuk eksperimen pengamatan fisik air.
- Guru membagikan dua set sampel air tertutup aman kepada tiap kelompok:
- Sampel A: Air bersih bening (tanpa warna dan tanpa bau).
- Sampel B: Simulasi air tercemar limbah (diberi pewarna alami keruh dan bau aroma detergen/cuka aman).
Fase 3: Investigasi Kasus dan Analisis Indikator (Group Investigation) - 20 Menit
- Peserta didik melakukan investigasi kelompok mengamati indikator fisik air pada Sampel A dan Sampel B (Diferensiasi Fokus Indikator: Sub-kelompok menganalisis aspek perubahan warna, sub-kelompok lain mendeteksi intensitas bau).
- Peserta didik mendiskusikan pertanyaan pembimbing pada LKPD:
- Mengapa Sampel B mengalami perubahan warna dan bau?
- Apa hubungan antara pembuangan limbah detergen, musim kemarau (perubahan iklim), dan kondisi pada Sampel B?
- Guru memfasilitasi diskusi tiap kelompok, memberikan bimbingan bagi kelompok yang membutuhkan, dan memastikan seluruh siswa terlibat aktif secara penuh (Joyful Exploration).
Fase 4: Penyusunan Solusi dan Rekomendasi Kasus - 15 Menit
- Berdasarkan hasil investigasi, kelompok merumuskan keterkaitan antara pencemaran limbah, dampak perubahan iklim, dan munculnya krisis air bersih.
- Kelompok merumuskan minimal dua usulan solusi konkret dan terjangkau yang dapat diterapkan oleh warga Wringin Anom untuk melindungi kualitas air tanah mereka.
- Solusi dituangkan dalam LKPD dalam bentuk peta pikiran visual atau tabel solusi yang menarik.
Fase 5: Presentasi dan Evaluasi Kasus - 15 Menit
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis kasus dan usulan solusi di depan kelas menggunakan layar Smart TV sebagai media pendukung/pembanding visual.
- Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan terhadap solusi yang dipaparkan.
- Guru memberikan penguatan konsep, meluruskan pemahaman yang kurang tepat, serta memberikan apresiasi terhadap ide-ide kreatif peserta didik.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Penyimpulan Bersama (Meaningful Reflection):
- Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin utama materi: pentingnya mendeteksi indikator fisik air (warna dan bau) serta cara menjaga kualitas air dari limbah dan ancaman perubahan iklim.
- Refleksi Diri (Mindful Reflection):
- Peserta didik mengisikan lembar refleksi emosional dan pemahaman belajar yang disediakan guru.
- Asesmen Sumatif Akhir:
- Peserta didik mengerjakan 3 soal tes tertulis singkat secara mandiri untuk mengukur pemahaman konsep.
- Tindak Lanjut dan Penutup:
- Guru memberikan informasi kegiatan pengayaan dan remedial.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Belajar dengan Kesadaran Penuh)
Peserta didik diajak melatih pancaindra secara sadar dan cermat dalam mengenali kondisi lingkungan. Saat proses investigasi sampel air, peserta didik memusatkan perhatian penuh untuk membedakan kejernihan warna dan ambang bau secara objektif. Peserta didik juga diajak merenungkan betapa berharganya air bersih bagi tubuh dan kehidupan sehari-hari melalui sesi hening sejenak di awal dan akhir pembelajaran.
Meaningful Learning (Belajar Bermakna)
Konsep krisis air dan pencemaran tidak diajarkan sebagai hafalan teori, melainkan dihubungkan langsung dengan konteks lingkungan tinggal peserta didik di Wringin Anom. Dengan membedah kasus nyata pemukiman lokal, peserta didik memahami keterkaitan langsung antara kebiasaan membuang limbah cucian di rumah dengan penurunan kualitas air sumur yang mereka gunakan sehari-hari.
Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)
Pembelajaran dirancang secara interaktif memanfaatkan Smart TV sebagai sarana tayangan visual yang menarik. Eksplorasi deteksi fisik sampel air dilakukan melalui kerja kelompok berbasis investigasi detektif lingkungan yang menantang dan menyenangkan, sehingga menciptakan suasana belajar yang bergairah, tidak menekan, dan penuh rasa ingin tahu.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan media pembelajaran multimodal untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa:
- Bahan visual kaya warna berupa slide grafik, gambar fenomena krisis air, dan video animasi pendek di Smart TV bagi siswa visual.
- Sampel konkret fisik air (Sampel A dan B) untuk pengalaman pengamatan langsung.
Diferensiasi Proses
Pada tahapan investigasi kelompok, siswa diberikan pilihan fokus eksplorasi berdasarkan kecenderungan pengamatan:
- Kelompok fokus Indikator Warna: Menganalisis tingkat kekeruhan visual, gradasi warna air, dan keterkaitannya dengan jenis limbah padat/cair.
- Kelompok fokus Indikator Bau: Menganalisis jenis aroma/bau (amis, asam, kimia/detergen) dan keterkaitannya dengan proses pembusukan limbah cair domestik.
Diferensiasi Produk
Kelompok diberikan kebebasan menyajikan usulan solusi pemecahan kasus krisis air Wringin Anom dalam bentuk:
- Peta Pikiran (Mind Map) visual berwarna.
- Tabel Matriks Analisis Masalah dan Solusi.
- Poster sederhana himbauan hemat dan jaga air bersih.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk menampilkan slide materi visual beresolusi tinggi, menayangkan video studi kasus krisis air, dan menampilkan hasil kerja kelompok.
- Laptop Guru: Digunakan sebagai pusat kendali integrasi media pembelajaran interaktif dan pengolahan data asesmen.
- Internet: Digunakan untuk mengunduh video pembelajaran kontekstual dan bahan studi kasus terkini mengenai pencemaran air dan perubahan iklim di Indonesia.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Tayangan Slide Presentasi Visual (Canva/PPT) tentang pencemaran air dan krisis iklim.
- Video animasi pendek "Bagaimana Air Sungai Tercemar?" dari saluran edukasi.
- Alat peraga sampel fisik air:
- Sampel A: Air bersih bening dalam botol transparan.
- Sampel B: Simulasi air tercemar (air keruh berbau detergen/cuka aman) dalam botol transparan.
- Smart TV, Laptop, dan koneksi internet.
Sumber Belajar
- Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka.
- Artikel Isu Lingkungan Pemukiman Lokal Wringin Anom.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | ........................................................... |
| Anggota Kelompok | 1. ........................................................ 2. ........................................................ 3. ........................................................ 4. ........................................................ |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| No. Absen | ........................................................... |
| Tanggal | ........................................................... |
Judul LKPD: Detektif Air - Investigasi Krisis Air Bersih di Pemukiman Wringin Anom
Petunjuk Kerja
- Bacalah teks kasus di bawah ini dengan saksama bersama teman sekelompokmu!
- Amatilah dua botol sampel air (Sampel A dan Sampel B) yang disediakan di meja kelompok!
- Gunakan pancaindra penglihatan (mata) dan penciuman (hidung) dengan hati-hati untuk mengidentifikasi fisik sampel air.
- Isilah tabel pengamatan dan jawablah pertanyaan diskusi secara bergotong royong!
Teks Studi Kasus
Musim kemarau panjang tahun ini menyebabkan beberapa sumur warga di pemukiman Wringin Anom menyusut debit airnya. Selain air semakin sedikit, warga mengeluhkan air sumur yang biasanya jernih kini berubah warna menjadi agak kekuningan dan mengeluarkan bau tidak sedap. Di saat yang sama, terlihat saluran parit di sekitar pemukiman dipenuhi sisa air cucian detergen dan sampah rumah tangga yang tergenang karena tidak mengalir. Warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Tabel Hasil Pengamatan Sampel Air
| Parameter Fisik | Sampel A (Air Sumur Sehat) | Sampel B (Air Sumur Wringin Anom) |
|---|---|---|
| Warna Air | ||
| Bau Air | ||
| Tingkat Kejernihan | ||
| Kesimpulan Kondisi | Air Bersih / Tercemar * | Air Bersih / Tercemar * |
*Coret yang tidak perlu
Pertanyaan Diskusi Kasus
- Berdasarkan teks kasus dan hasil pengamatan sampel, faktor apa saja yang menyebabkan kualitas air pada Sampel B berubah warna dan berbau?
Jawab:......................................................................................................................................................................Bagaimana kemarau panjang (perubahan iklim) memperparah kondisi krisis air bersih di pemukiman Wringin Anom?
Jawab:......................................................................................................................................................................
- Tuliskan 2 usulan solusi nyata yang dapat dilakukan oleh warga pemukiman Wringin Anom agar air sumur mereka kembali bersih dan tidak tercemar limbah!
Jawab:
Solusi 1:...................................................................................................................................................................
Solusi 2: ..................................................................................................................................................................
REMEDIAL
Program Remedial
Program remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada asesmen sumatif.
Kegiatan Remedial
- Pendampingan Individu/Tutor Sebaya: Guru memfasilitasi bimbingan ulang secara khusus dengan fokus pada penjelasan ulang indikator fisik air bersih.
- Penugasan Berbasis Media Visual: Peserta didik diminta mengamati ulang tayangan visual singkat di Smart TV mengenai perbedaan air bersih dan air tercemar, kemudian melengkapi tabel identifikasi sederhana berisi 3 gambar sampel kondisi air.
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan hasil Sangat Baik.
Kegiatan Pengayaan
Peserta didik diberikan tantangan berupa kegiatan "Proyek Solusi Lingkungan":
- Merancang bagan sederhana alat penyaring/filtrasi air sederhana menggunakan bahan alam (pasir, kerikil, sabut kelapa, arang, dan kapas).
- Menjelaskan secara tertulis bagaimana fungsi masing-masing bahan alami tersebut dalam mengubah air keruh berbau menjadi lebih jernih dan meminimalisir bau secara fisik.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi Guru | Jawaban / Catatan Refleksi |
|---|---|---|
| 1 | Apakah penggunaan tayangan visual di Smart TV berhasil meningkatkan pemahaman konsep peserta didik visual? | Seluruh siswa visual sangat antusias dan lebih cepat memahami materi lewat tayangan visual Smart TV. |
| 2 | Apakah sintaks model Case-Based Learning terlaksana seluruhnya sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan? | Sintaks terlaksana baik, namun pada fase diskusi solusi memerlukan alokasi waktu sedikit lebih lama. |
| 3 | Sejauh mana peserta didik mampu menghubungkan isu lokal Wringin Anom dengan konsep pencemaran dan perubahan iklim? | Sebagian besar siswa mampu menghubungkan pembuangan detergen dan kemarau dengan keruhnya air sumur warga. |
| 4 | Kendala apa yang dihadapi selama proses eksperimen pengamatan indikator warna dan bau sampel air? | Beberapa siswa sempat ragu mendeskripsikan bau, namun dapat teratasi setelah diberikan panduan kriteria bau. |
| 5 | Apa langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk sesi pembelajaran IPAS berikutnya? | Memberikan panduan pengamatan fisik yang lebih spesifik dan menambah variasi sampel visual lokal. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pernyataan Refleksi Peserta Didik | Ya | Tidak |
|---|---|---|---|
| 1 | Saya senang belajar IPAS hari ini karena bisa melihat tayangan video dan gambar menarik di Smart TV. | Ya | Tidak |
| 2 | Saya dapat membedakan air bersih dan air tercemar berdasarkan warna serta baunya. | Ya | Tidak |
| 3 | Saya memahami penyebab air sumur di pemukiman bisa menjadi keruh dan berbau tidak sedap. | Ya | Tidak |
| 4 | Saya bisa bekerja sama dengan baik bersama teman satu kelompok saat menyelesaikan kasus LKPD. | Ya | Tidak |
| 5 | Saya tahu tindakan apa yang harus dilakukan di rumah untuk menjaga agar air tetap bersih. | Ya | Tidak |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Pencemaran air merupakan masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya (UU No. 32 Tahun 2009). Sumber pencemaran air terbesar di pemukiman berasal dari limbah domestik (greywater) seperti air sisa detergen, sabun, dan limbah dapur. Pada musim kemarau, penurunan curah hujan akibat dampak perubahan iklim menyebabkan volume air tanah menyusut. Menyusutnya debit air menyebabkan konsentrasi zat pencemar dalam air tanah meningkat tajam, sehingga secara fisik air berubah warna menjadi kekuningan/keruh dan memicu bau busuk akibat aktivitas bakteri anaerob dalam membusukkan materi organik limbah.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Air adalah sumber kehidupan kita. Setiap hari kita membutuhkan air untuk minum, mandi, mencuci, dan memasak. Ciri-ciri air bersih yang aman kita gunakan adalah tidak berwarna (jernih), tidak berbau, dan tidak berasa.
Sayangnya, air di sekitar kita bisa rusak dan tercemar. Mengapa?
- Kebiasaan membuang air sabun bekas cucian dan sampah langsung ke selokan.
- Musim kemarau yang sangat panjang akibat perubahan iklim, sehingga air sumur menjadi kering dan sisanya menjadi kotor.
Jika air tercemar, air akan berubah warna menjadi keruh, cokelat, atau kuning, serta mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Kita tidak boleh menggunakan air tercemar karena bisa menyebabkan gatal-gatal pada kulit dan sakit perut. Oleh karena itu, kita harus selalu hemat air dan tidak membuang limbah sembarangan!
GLOSARIUM
- Indikator Fisik: Tanda-tanda kualitas suatu zat yang dapat diamati langsung oleh pancaindra manusia, seperti warna, bau, rasa, dan kejernihan.
- Limbah Domestik: Buangan cair atau padat yang berasal dari aktivitas hasil buangan rumah tangga, seperti bekas cucian, air sabun, dan sisa dapur.
- Krisis Air: Kondisi kelangkaan atau keterbatasan ketersediaan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
- Perubahan Iklim: Perubahan signifikan pada iklim, suhu udara, dan curah hujan di bumi dalam jangka waktu yang panjang.
- Greywater: Air limbah bekas dari kegiatan rumah tangga seperti mandi, mencuci pakaian, dan mencuci peralatan dapur (tidak termasuk kotoran manusia).
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Fitri, A., dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Sastrawijaya, A. T. (2009). Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta.
- Wardhana, W. A. (2004). Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta: Andi Offset.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Keterampilan Investigasi dan Profil Pelajar Pancasila
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Deteksi Indikator Fisik Air (Warna & Bau) | Belum mampu mengidentifikasi warna dan bau pada sampel air secara tepat. | Mampu mengidentifikasi salah satu indikator saja (warna atau bau) dengan bantuan guru. | Mampu mengidentifikasi warna dan bau pada sampel air dengan benar namun kurang terinci. | Mampu mengidentifikasi warna dan bau sampel air secara sangat akurat, terinci, dan mandiri. | 4 |
| 2 | Analisis Penyebab Krisis Air | Tidak mampu menyebutkan penyebab krisis air berdasarkan teks kasus. | Menyebutkan 1 penyebab krisis air tetapi tidak sesuai dengan konteks kasus. | Menyebutkan 2 penyebab krisis air (limbah/iklim) sesuai dengan konteks kasus. | Menguraikan secara mendalam keterkaitan limbah, perubahan iklim, dan krisis air secara logis. | 4 |
| 3 | Perumusan Solusi Pencemaran Air | Tidak menyampaikan usulan solusi pemecahan masalah kasus. | Mengusulkan 1 solusi tetapi kurang realistis diterapkan di lingkungan pemukiman. | Mengusulkan 2 solusi yang realistis untuk diterapkan di pemukiman Wringin Anom. | Mengusulkan >2 solusi yang sangat inovatif, logis, dan aplikatif untuk pemukiman Wringin Anom. | 4 |
| 4 | Gotong Royong dalam Kelompok | Pasif dan tidak mau berinteraksi dengan anggota kelompok selama diskusi. | Cenderung pasif, hanya bekerja jika ditunjuk atau diperintah oleh teman. | Aktif bekerja sama dan membagi tugas dengan baik dalam kelompok. | Sangat aktif, memimpin/membantu teman kelompok, dan menjaga kekompakan tim. | 4 |
| 5 | Bernalar Kritis (Bertanya & Menganalisis) | Tidak mengajukan pertanyaan dan tidak dapat menjawab pertanyaan kasus. | Menjawab pertanyaan kasus hanya dengan mengulang kalimat pada teks. | Mampu menganalisis data pengamatan dan menjawab pertanyaan kasus dengan benar. | Sangat kritis dalam menganalisis data, mengajukan pertanyaan mendalam, dan memberikan masukan logis. | 4 |