IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Penguapan air laut/sungai (evaporasi) dan penguapan tumbuhan (transpirasi) |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) / Membuktikan fenomena penguapan akibat pemanasan matahari |
| Model Pembelajaran | : | Project Based Learning (PjBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Culturally Responsive Teaching (CRT) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Visualisasi bagan siklus air & Penguapan pada wilayah waduk/danau lokal |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Profil dan Kesiapan Peserta Didik
- Gaya Belajar: Dominan visual (85% peserta didik merespons sangat baik terhadap tayangan gambar bergerak, diagram warna, dan simulasi visual melalui Smart TV).
- Pemahaman Konseptual Awal: Peserta didik mengetahui bahwa air bisa mengering jika dipanaskan, namun belum memahami pemisahan konsep ilmiah antara penguapan benda mati (evaporasi) dan penguapan makhluk hidup/tumbuhan (transpirasi), serta hubungannya dengan energi matahari.
- Karakteristik Sosial-Emosional: Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, senang bekerja secara berkelompok, namun membutuhkan petunjuk langkah demi langkah yang terstruktur agar fokus pada tujuan ilmiah proyek.
Pemetaan Kebutuhan Belajar
- Kelompok Visual-Eksploratif: Membutuhkan dukungan berupa bagan terstruktur dan tayangan infografis berkualitas tinggi untuk memahami mekanisme molekuler penguapan.
- Kelompok Kinaestetik-Praktis: Membutuhkan alat peraga konkrit berupa simulasi mini waduk dan tanaman berdaun tertutup plastik bening untuk membuktikan secara langsung pembentukan titik-titik air.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Fase C - Membuktikan fenomena penguapan akibat pemanasan matahari. Peserta didik menganalisis hubungan antara sumber energi panas matahari dengan perubahan wujud zat cair menjadi gas dalam fenomena siklus air di lingkungan sekitarnya.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui pengamatan simulasi visual dan model Miniatur Waduk, peserta didik mampu membedakan proses evaporasi (air waduk) dan transpirasi (tumbuhan waduk) dengan tepat.
- Melalui eksperimen proyek berbasis PjBL, peserta didik mampu membuktikan pengaruh pemanasan matahari terhadap pembentukan uap air dan embun secara sistematis.
- Melalui diskusi kelompok dan analisis data pengamatan, peserta didik mampu menyimpulkan peran pemanasan matahari dalam keberlangsungan ketersediaan air di wilayah waduk/danau lokal secara kritis.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Matahari adalah sumber energi panas utama bumi yang menggerakkan air di waduk, sungai, laut, dan tumbuhan menuju atmosfer melalui proses evaporasi dan transpirasi. Tanpa adanya fenomena penguapan ini, air tidak dapat terdistribusi kembali ke daratan dalam bentuk hujan, sehingga keberadaan waduk dan vegetasi di sekitar wilayah Wringin Anom sangat bergantung pada keseimbangan proses fenomena ini.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Pernahkah kalian mengamati air Waduk/Danau lokal pada siang hari yang terik? Mengapa airnya tidak langsung habis meskipun terus disinari matahari?
- Mengapa ketika kita membungkus kantong plastik pada daun tanaman di sekitar waduk pada siang hari, bagian dalam plastik tersebut menjadi berembun dan basah?
- Mana yang menguap lebih cepat: air yang berada di tempat teduh atau air waduk yang terkena paparan sinar matahari langsung?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menjaga kelestarian alam waduk/danau lokal sebagai rasa syukur atas ciptaan Tuhan.
- Bernalar Kritis: Menganalisis data perubahan fisik air dan pembentukan uap pada plastik pengujian.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam mendesain, mengamati, dan menyajikan hasil eksperimen proyek.
- Kreatif: Menyusun infografis bagan visual siklus penguapan dengan skema kearifan lokal.
Kompetensi Abad 21 (4C)
- Critical Thinking: Menghubungkan variabel pemanasan matahari dengan laju penguapan.
- Collaboration: Membagi peran dalam penyelesaian proyek eksperimen mini.
- Communication: Mempresentasikan hasil temuan eksperimen di depan kelas.
- Creativity: Visualisasi bagan proses evaporasi dan transpirasi yang komunikatif.
MATERI PEMBELAJARAN
Penguapan Benda Mati (Evaporasi)
Evaporasi adalah proses perubahan wujud air dari fase cair menjadi fase gas (uap air) akibat penyerapan energi panas. Dalam skala lokal, evaporasi terjadi secara masif pada permukaan Waduk atau Danau terdekat di wilayah Wringin Anom ketika radiasi matahari memanaskan molekul air permukaan, sehingga molekul tersebut bergerak cepat dan melepaskan diri ke udara.
Penguapan Tumbuhan (Transpirasi)
Transpirasi adalah proses pelepasan uap air dari jaringan tubuh tumbuhan, utamanya melalui pori-pori kecil pada daun yang disebut stomata. Tumbuhan di sekitar waduk menyerap air dari dalam tanah melalui akar, menggunakannya untuk nutrisi, dan melepaskan kelebihan air berupa uap ke atmosfer akibat stimulasi suhu udara dan pemanasan matahari.
Dampak Pemanasan Matahari pada Waduk/Danau Lokal
Intensitas pemanasan matahari menentukan laju evaporasi dan transpirasi. Panas matahari yang diserap waduk tidak hanya mendorong penguapan tetapi juga menjaga pergerakan siklus air regional yang menjamin ketersediaan pasokan air bersih dan irigasi pertanian di wilayah setempat.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL)
- Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui 3 pilar:
- Mindful Learning: Mengajak peserta didik secara sadar mengamati detail fenomena fisik perubahan uap air.
- Meaningful Learning: Mengaitkan materi penguapan dengan kondisi nyata Waduk/Danau lokal di daerah tempat tinggal peserta didik.
- Joyful Learning: Eksperimen hands-on dan interaksi visual digital melalui Smart TV.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
- Teknik: Kuis Visual Interaktif singkat melalui Smart TV.
- Instrumen: Gambar fenomena air mendidih vs embun di daun untuk mendeteksi pemahaman awal.
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)
- Teknik: Observasi kinerja kelompok dan Unjuk Kerja Proyek.
- Instrumen: Lembar observasi keaktifan, keterkaitan proyek, dan pengisian LKPD.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
- Teknik: Tes Tertulis Kognitif (Pilihan Ganda Kompleks dan Uraian Singkat).
- Instrumen: Soal penalaran fenomena evaporasi dan transpirasi lokal.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Kinerja Proyek (Kelompok)
| No | Aspek yang Dinilai | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Persiapan Alat dan Bahan Proyek | Membutuhkan bantuan penuh guru dalam menyediakan dan merakit alat mini waduk/transpirasi. | Menyiapkan alat dan bahan namun kurang lengkap atau kurang sesuai petunjuk. | Menyiapkan seluruh alat dan bahan secara mandiri sesuai langkah kerja. | Menyiapkan alat dan bahan dengan sangat rapi, cepat, serta menunjukkan kemandirian tinggi. | |
| 2 | Pelaksanaan Eksperimen Evaporasi dan Transpirasi | Tidak merakit plastik pembungkus/wadah dengan benar sehingga eksperimen gagal membuktikan penguapan. | Merakit alat tetapi susunan pembungkus plastik bocor sehingga embun kurang terlihat jelas. | Merakit alat proyek dengan benar, plastik rapat, dan berhasil menunjukkan titik-titik air penguapan. | Merakit alat dengan sangat presisi, aman, berhasil membuktikan evaporasi dan transpirasi secara sempurna. | |
| 3 | Analisis Data dan Pengisian LKPD | Data hasil pengamatan tidak diisi atau salah dalam membedakan evaporasi dan transpirasi. | Mengisi data pengamatan namun jawaban analisis hubungan panas matahari masih belum tepat. | Mengisi data pengamatan lengkap dan mampu membedakan evaporasi serta transpirasi dengan benar. | Mengisi LKPD secara sangat komprehensif, menghubungkan data eksperimen dengan kearifan waduk lokal secara logis. | |
| 4 | Presentasi Visual dan Komunikasi | Mengalihkan perhatian, tidak percaya diri, dan tidak mampu menjelaskan bagan visual proyek. | Mempresentasikan hasil namun hanya membaca teks pada LKPD tanpa menjelaskan konsep visual. | Mempresentasikan hasil proyek dengan jelas dan menjelaskan bagan evaporasi-transpirasi secara runtut. | Mempresentasikan hasil dengan sangat percaya diri, menguasai materi visual, serta merespons pertanyaan dengan tepat. |
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| No | Aspek yang Dinilai | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Tidak mengajukan pertanyaan dan tidak dapat mengidentifikasi fenomena penguapan. | Mengajukan pertanyaan sederhana namun belum fokus pada sebab-akibat pemanasan matahari. | Aktif bertanya dan mampu menganalisis alasan terbentuknya embun pada eksperimen. | Sangat kritis dalam menganalisis fenomena penguapan waduk serta dapat mengoreksi pemahaman yang salah. | |
| 2 | Gotong Royong | Pasif dalam kelompok dan enggan berbagi tugas perakitan eksperimen. | Terlibat dalam kelompok hanya jika diminta oleh teman sekelompoknya. | Aktif bekerja sama dan menjalankan peran yang disepakati dalam kelompok. | Menjadi penggerak dalam kelompok, membantu teman yang kesulitan, dan memastikan proyek selesai tepat waktu. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Pembukaan dan Orientasi Bermakna:
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kesiapan belajar peserta didik.
- Guru menayangkan video singkat berdurasi 1,5 menit melalui Smart TV yang menampilkan keindahan Waduk/Danau lokal di daerah sekitar Wringin Anom pada pagi hari yang berembun dan siang hari yang terik.
- Apersepsi dan Mindful Warming-Up:
- Peserta didik diminta memejamkan mata sejenak, membayangkan berada di tepi waduk saat matahari terbit.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Ke mana perginya air waduk yang terkena panas matahari setiap hari? Mengapa daun-daun di sekitar waduk basah padahal tidak ada hujan?"
- Penyampaian Tujuan dan Alur Pembelajaran:
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membuktikan evaporasi dan transpirasi melalui Mini Proyek Model Siklus Air Waduk.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar (10 Menit)
- Guru menampilkan bagan interaktif visual siklus air waduk di Smart TV yang memuat gambar permukaan air dan tanaman Waduk Wringin Anom.
- Peserta didik mengamati perbedaan warna dan pergerakan uap air pada bagan visual tersebut (Diferensiasi Visual).
- Guru memicu penalaran kritis: "Bagaimana kita bisa membuktikan bahwa air waduk dan tanaman di pinggirnya sama-sama mengeluarkan uap air saat disinari matahari?"
Sintaks 2: Mendesain Perencanaan Proyek (10 Menit)
- Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok).
- Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) serta set alat proyek:
- Wadah transparan berisi sampel air waduk/danau (Simulasi Evaporasi Waduk).
- Tanaman dalam pot kecil yang daunnya terbungkus rapat dengan kantong plastik bening (Simulasi Transpirasi Tumbuhan).
- Lampu sorot pemanas/Sinar matahari langsung di halaman sekolah (Simulasi Panas Matahari).
- Kelompok menyusun langkah kerja dan membagi tugas (pencatat waktu, pengamat embun, penyusun bagan visual).
Sintaks 3: Menyusun Jadwal Pembuatan Proyek (5 Menit)
- Guru dan peserta didik menyepakati durasi pengamatan eksperimen selama 15 menit.
- Siswa mencatat target pengamatan setiap 5 menit pada tabel LKPD (menit ke-5, menit ke-10, menit ke-15).
Sintaks 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (15 Menit)
- Peserta didik meletakkan peraga Mini Waduk dan Tanaman Berplastik di bawah sinar matahari/lampu pemanas.
- Peserta didik melakukan pengamatan secara cermat (Mindful Observation) terhadap pembentukan uap air/butiran air pada dinding plastik tertutup dan wadah air.
- Guru berkeliling memfasilitasi diskusi kelompok, mengajukan pertanyaan penuntun: "Lihat plastik pada tanaman, dari mana asal butiran air itu? Apakah sama dengan butiran air di wadah waduk?"
- Peserta didik menggambar hasil temuan visual mereka pada lembar bagan siklus air lokal yang tersedia di LKPD.
Sintaks 5: Menguji Hasil (5 Menit)
- Masing-masing kelompok mengumpulkan data jumlah embun/uap air yang terbentuk.
- Peserta didik membandingkan hasil evaporasi air waduk dengan hasil transpirasi tumbuhan waduk berdasarkan visualisasi nyata yang mereka amati.
Sintaks 6: Evaluasi Pengalaman Belajar (5 Menit)
- Perwakilan kelompok mempresentasikan bagan visual proyek di depan Smart TV, menunjukkan bukti terjadinya evaporasi dan transpirasi.
- Kelompok lain memberikan tanggapan secara santun.
- Guru memberikan penguatan konsep ilmiah berdasarkan bukti eksperimen siswa.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Menyimpulkan Pembelajaran:
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa evaporasi adalah penguapan air waduk/benda mati, sedangkan transpirasi adalah penguapan pada tumbuhan, yang keduanya dipicu oleh energi panas matahari.
- Refleksi dan Feedback:
- Peserta didik mengisi lembar refleksi singkat (menempelkan stiker perasaan dan menuliskan 1 hal baru yang dipahami).
- Tindak Lanjut dan Penutup:
- Guru memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik atas kerja sama dan kerapian bagan visualnya.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
- Kesadaran Penuh (Mindful Learning): Peserta didik mengamati secara langsung pergerakan molekul air yang mengembun pada dinding plastik transparan detik demi detik, melatih kecermatan pengamatan ilmiah dan fokus indrawi.
- Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Materi tidak sekadar hafalan definisi, melainkan pembuktian langsung fenomena yang terjadi di Waduk/Danau lokal Wringin Anom, sehingga siswa memahami pentingnya keberadaan vegetasi dan sumber air bagi lingkungan hidup mereka.
- Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Kegiatan eksperimen lapangan luar ruangan, visualisasi bagan berwarna-warni di Smart TV, serta kolaborasi pembuatan proyek mini waduk yang interaktif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan bahan ajar berbasis bagan infografis visual berwarna tinggi di Smart TV untuk siswa berpembawaan visual, serta menyediakan sampel nyata air waduk dan tanaman hidup bagi kelompok yang memerlukan interaksi konkrit.
Diferensiasi Proses
Siswa dengan pemahaman awal yang lebih rendah mendapatkan petunjuk visual langkah demi langkah di LKPD dengan bimbingan scaffolded dari guru. Siswa dengan pemahaman tinggi diminta menganalisis faktor angin atau luas permukaan terhadap kecepatan evaporasi waduk.
Diferensiasi Produk
Kelompok dapat memilih cara menyajikan hasil laporan proyek: berupa Lembar Bagan Visual Bergambar (sketsa siklus air waduk lokal) atau Tabel Analisis Perbandingan Evaporasi-Transpirasi yang siap dipresentasikan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Menampilkan video resolusi tinggi fenomena penguapan waduk lokal, diagram interaktif siklus air, dan penampil presentasi siswa.
- Laptop Guru: Mengelola tayangan multimedia dan pengisian asesmen berbasis format digital.
- Internet: Mengakses data pendukung citra satelit/foto udara Waduk/Danau lokal untuk menunjukkan luas permukaan penguapan.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video Animasi Pembentukan Uap Air dan Transpirasi Stomata.
- Smart TV untuk penayangan bagan siklus air interaktif.
- Alat Peraga Proyek: Wadah bening, sampel air waduk, tanaman hias pot mini, kantong plastik transparan, tali pengikat, dan termometer ruangan.
Sumber Belajar
- Buku Panduan Guru dan Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Lingkungan Lokal: Wilayah ekosistem Waduk/Danau dekat SD Negeri 1 Wringin Anom.
- Modul Visual Siklus Air Sekolah Dasar.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | |
| Kelas / No. Absen | V (Lima) / |
| Tanggal Kegiatan |
Judul Proyek
Membuktikan Fenomena Evaporasi Waduk dan Transpirasi Tumbuhan Melalui Model Miniatur
Tujuan Kegiatan
- Membuktikan secara langsung fenomena penguapan air waduk (evaporasi) dan penguapan tumbuhan (transpirasi).
- Menggambar bagan visual hubungan pemanasan matahari dengan laju penguapan.
Alat dan Bahan
- 1 buah wadah plastik transparan berisi air (Simulasi Air Waduk).
- 1 pot tanaman kecil berdaun rimbun.
- 2 buah kantong plastik transparan bening.
- Tali pengikat / karet gelang.
- Sinar matahari / Lampu sorot.
Langkah Kerja
- Bungkuslah wadah berisi air waduk dengan plastik bening secara rapat, ikat dengan karet.
- Bungkuslah seluruh bagian daun tanaman pot dengan kantong plastik bening lainnya, ikat pangkal plastik secara rapat.
- Letakkan kedua set alat tersebut di bawah terik sinar matahari selama 15 menit.
- Amatilah perubahan yang terjadi pada permukaan dalam plastik setiap 5 menit.
- Catat hasil pengamatanmu pada tabel di bawah ini dan gambarkan bagan visualnya!
Tabel Pengamatan
| Jenis Objek Pengamatan | Waktu Menit ke-5 | Waktu Menit ke-10 | Waktu Menit ke-15 |
|---|---|---|---|
| Air Waduk dalam Wadah (Evaporasi) | |||
| Tanaman Berdaun (Transpirasi) |
Pertanyaan Analisis
- Dari manakah asal titik-titik air yang menempel pada plastik pembungkus wadah air waduk? Apa nama ilmiah proses tersebut?
- Dari manakah asal titik-titik air yang menempel pada plastik pembungkus tanaman? Apa nama ilmiah proses tersebut?
- Apakah yang terjadi jika sinar matahari semakin terik? Jelaskan alasannya!
Gambar Bagan Visual Siklus Penguapan Waduk Lokal
(Gambarkan sketsa sederhana yang menunjukkan Matahari, Waduk Wringin Anom, Tanaman, dan Arah Panah Penguapan Evaporasi & Transpirasi di bawah ini)
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran (belum dapat membedakan evaporasi dan transpirasi):
- Guru memberikan pendampingan individu (Bimbingan Perorangan) dengan memanfaatkan peraga visual Smart TV berupa animasi zoom-in stomata daun dan penguapan air waduk.
- Peserta didik melakukan simulasi pengamatan ulang dengan membandingkan gelas berisi air panas tertutup kaca vs daun segar tertutup plastik dalam skala lebih kecil hingga memahami konsep dasar pemicu penguapan.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah melampaui tujuan pembelajaran:
- Peserta didik diberi tugas penalaran lanjutan: "Menganalisis dampak penebangan pohon di sekitar Waduk Wringin Anom terhadap laju transpirasi dan pembentukan awan hujan di wilayah setempat."
- Peserta didik membuat poster infografis digital/manual tentang ajakan menjaga vegetasi waduk lokal untuk menjaga keseimbangan siklus air.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Catatan Guru / Hasil Evaluasi |
|---|---|---|
| 1 | Apakah penggunaan model PjBL dan media visual Smart TV berhasil meningkatkan pemahaman konsep evaporasi dan transpirasi siswa? | |
| 2 | Apakah integrasi konteks lokal Waduk/Danau Wringin Anom membuat siswa lebih antusias dan memahami makna materi? | |
| 3 | Bagian manakah dari langkah pembelajaran yang membutuhkan alokasi waktu lebih banyak? | |
| 4 | Apakah seluruh siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan proyek kelompok? Jika tidak, apa rencananya? |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
- Kegiatan mana yang paling menyenangkan hari ini? Apakah saat melihat tayangan Smart TV atau saat eksperimen waduk di luar kelas?
- Apa perbedaan utama yang paling kamu ingat antara evaporasi dan transpirasi?
- Apakah kamu sudah bisa menjelaskan mengapa matahari sangat penting bagi keberadaan air di waduk sekitar kita?
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Proses penguapan merupakan bagian kunci dari siklus hidrologi. Evaporasi didefinisikan sebagai perubahan fase cair menjadi gas dari permukaan air bebas seperti waduk, sungai, dan laut. Laju evaporasi dipengaruhi oleh radiasi matahari, suhu udara, kelembapan, dan kecepatan angin. Sementara itu, transpirasi adalah proses biologis hilangnya air dari tanaman dalam bentuk uap air melalui stomata. Transpirasi dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang sama dengan evaporasi, ditambah faktor fisiologis tanaman seperti indeks luas daun dan pembukaan stomata. Pemahaman terpadu mengenai kedua fenomena ini (evapotranspirasi) penting dalam pengelolaan sumber daya air ekosistem waduk lokal.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu dari mana asal hujan? Hujan berasal dari air di bumi yang menguap ke atas langit!
Air yang ada di Waduk atau Danau dekat rumah kita dipanaskan oleh sinar matahari setiap hari. Ketika air waduk menjadi panas, air berubah menjadi uap air yang tidak terlihat dan terbang ke udara. Proses menguapnya air waduk atau air sungai ini disebut Evaporasi.
Selain air waduk, pohon-pohon dan tumbuhan hijau di sekitar waduk juga berkeringat saat terkena sinar matahari! Tumbuhan mengeluarkan uap air dari daun-daunnya. Proses berkeringatnya tumbuhan ini disebut Transpirasi. Uap air dari waduk dan uap air dari tumbuhan akan berkumpul di atas langit membentuk awan, yang nantinya akan turun kembali menjadi hujan.
GLOSARIUM
- Evaporasi: Proses perubahan wujud air dari bentuk cair menjadi gas/uap air dari permukaan benda mati atau perairan (seperti waduk, sungai, laut).
- Transpirasi: Proses pelepasan uap air dari jaringan tubuh tumbuhan hidup terutama melalui stomata daun.
- Stomata: Pori-pori kecil yang terletak di permukaan daun tanaman yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas dan pelepasan uap air.
- Waduk: Kolam besar buatan atau alami tempat menyimpan pasokan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
- Energi Termal: Energi panas yang dipancarkan oleh matahari yang memicu kenaikan suhu air dan percepatan laju penguapan.
DAFTAR PUSTAKA
- Fitri, A. dkk. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: BSKAP Kemendikbudristek.
- Subekti, A. (2017). Ekosistem dan Siklus Air di Sekitar Kita. Bandung: Pakar Karya.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Unjuk Kerja Eksperimen Kelompok
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kerjasama Kelompok | Pasif dan bekerja individualistis tanpa koordinasi. | Bekerja sama hanya jika ditegur oleh guru. | Bekerja sama dengan baik dalam pembagian tugas proyek. | Sangat solid, saling membantu dan berkolaborasi aktif sepanjang proyek. | |
| 2 | Ketepatan Prosedur Eksperimen | Mengabaikan langkah kerja sehingga peraga tidak berfungsi. | Mengikuti sebagian langkah kerja namun ikatan plastik longgar. | Mengikuti seluruh langkah kerja eksperimen dengan rapi dan benar. | Mengikuti langkah kerja sangat presisi dan mampu memodifikasi posisi alat agar penguapan maksimal. | |
| 3 | Kebersihan dan Kerapian | Meninggalkan area kerja dan alat dalam kondisi berantakan. | Membersihkan alat namun area kerja masih basah/kotor. | Membersihkan dan mengembalikan alat proyek ke tempat semula dengan rapi. | Menjaga kebersihan area kerja sepanjang eksperimen dan mengemas alat dengan sangat tertata. | |
| 4 | Ketepatan Data Pengamatan | Data pengamatan kosong atau tidak sesuai kenyataan. | Data diisi tetapi pengamatan waktu tidak tepat jadwal. | Data diisi lengkap sesuai waktu pengamatan 5, 10, dan 15 menit. | Data diisi sangat rinci dengan deskripsi visual embun yang jelas dan akurat. |