Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Tahapan Evaporasi Dan Transpirasi
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) / Membuktikan fenomena penguapan akibat pemanasan matahari
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi Visualisasi Bagan Siklus Air dan Kearifan Lokal Penguapan Wilayah Waduk/Danau Lokal

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik dominan sebagai pembelajar visual. Mereka sangat responsif, aktif, dan cepat menangkap informasi ketika materi disajikan dalam bentuk gambar bergerak, bagan warna-warni, infografis, maupun tayangan video interaktif. Namun demikian, asesmen awal menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik masih mengalami miskonsepsi dan belum memahami konsep dasar perbedaan antara penguapan yang terjadi pada benda mati atau badan air (evaporasi) dengan penguapan yang terjadi pada jaringan makhluk hidup seperti tumbuhan (transpirasi).

Untuk mengatasi hambatan tersebut, pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mengintegrasikan kesadaran penuh (Mindful Learning), makna yang mendalam (Meaningful Learning), dan suasana yang menyenangkan (Joyful Learning). Fenomena penguapan dikaitkan secara langsung dengan lingkungan terdekat peserta didik, yaitu fluktuasi air di waduk atau danau lokal sekitar Wringin Anom, guna memberikan konteks nyata yang mudah dipahami.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membuktikan fenomena penguapan akibat pemanasan matahari melalui penyelidikan ilmiah sederhana, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk bagan visual yang sistematis.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Kognitif

Melalui pengamatan tayangan visual pada Smart TV dan diskusi kelompok berbasis masalah, peserta didik mampu menganalisis perbedaan mekanisme evaporasi pada waduk/danau lokal dan transpirasi pada tumbuhan dengan tepat.

Psikomotor

Melalui eksperimen sederhana pembuktian penguapan, peserta didik mampu menyajikan data hasil pengamatan berupa bagan visual siklus penguapan air secara terstruktur dan kreatif.

Afektif

Melalui kegiatan kerja kelompok, peserta didik mampu menunjukkan sikap bernalar kritis dan gotong royong dalam memecahkan masalah kontekstual lingkungan perairan di sekitar Wringin Anom.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Air di bumi bersifat dinamis dan jumlahnya relatif konstan karena mengalami siklus yang berkelanjutan. Pemanasan oleh sinar matahari merupakan sumber energi utama yang menyebabkan terjadinya evaporasi pada permukaan air permukaan (seperti waduk/danau lokal) dan transpirasi pada jaringan tumbuhan. Pemahaman mengenai fenomena ini membantu manusia menyadari pentingnya menjaga kelestarian pepohonan dan sumber daya air lokal agar keseimbangan ekosistem dan ketersediaan air bersih tetap terjaga.

PERTANYAAN PEMANTIK

Pertanyaan 1

Ketika kalian mengunjungi waduk atau danau lokal di sekitar Wringin Anom saat matahari sangat terik, ke mana perginya sebagian air waduk tersebut sehingga volumenya tampak berkurang?

Pertanyaan 2

Jika kita membungkus seikat daun tanaman hias di halaman sekolah dengan plastik transparan dan menjemurnya di bawah terik matahari, mengapa muncul titik-titik air di dalam plastik tersebut padahal tidak sedang hujan?

Pertanyaan 3

Apakah uap air yang dihasilkan dari waduk dan uap air yang keluar dari daun tanaman memiliki proses pembentukan yang sama? Bagaimanakah perbedaannya?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  • Bernalar Kritis: Menganalisis fenomena perubahan wujud air akibat radiasi termal matahari dan mengidentifikasi perbedaan sumber penguapan.
  • Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok kecil untuk merancang, mengamati eksperimen visual, dan menyusun bagan presentasi.
  • Kreatif: Menggambarkan bagan aliran evaporasi dan transpirasi secara visual menggunakan simbol dan alur yang mudah dipahami.

Kompetensi Utama

  • Keterampilan Proses Sains (mengamati, memprediksi, merencanakan penyelidikan, mengorganisasi data, dan menarik kesimpulan).
  • Keterampilan Komunikasi Visual.
  • Keterampilan Pemecahan Masalah Kontekstual.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Penguapan (Evaporasi)

Evaporasi adalah proses perubahan wujud air dari fase cair menjadi fase gas (uap air) yang terjadi pada permukaan badan air tak hidup, seperti laut, sungai, danau, dan waduk lokal di Wringin Anom. Proses ini terjadi ketika molekul-molekul air mendapatkan energi panas dari radiasi matahari, sehingga molekul tersebut bergerak lebih cepat dan lepas ke atmosfer. Faktor yang memengaruhi laju evaporasi meliputi suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, dan luas permukaan air.

Konsep Transpirasi

Transpirasi adalah proses pelepasan uap air dari jaringan organ hidup tumbuhan, terutama melalui pori-pori kecil pada daun yang disebut stomata. Tumbuhan menyerap air dari dalam tanah melalui akar, mengalirkannya ke batang dan daun untuk proses fotosintesis, serta menguapkan kelebihan air ke atmosfer akibat dorongan panas matahari. Transpirasi berperan penting dalam mendinginkan suhu tubuh tumbuhan dan menjaga aliran nutrisi tanah.

Kaitan Evaporasi dan Transpirasi dalam Siklus Air Lokal

Baik evaporasi dari Waduk/Danau lokal maupun transpirasi dari vegetasi di sekitarnya berkontribusi langsung pada pembentukan kelembapan udara dan awan di atas wilayah Wringin Anom. Gabungan dari kedua proses penguapan ini dikenal dengan istilah evapotranspirasi, yang menjadi fondasi utama keberlangsungan daur air di bumi.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL) yang terdiri dari 5 fase utama:

  • Fase 1: Orientasi peserta didik pada masalah.
  • Fase 2: Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
  • Fase 3: Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
  • Fase 4: Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
  • Fase 5: Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip:

  • Mindful Learning: Mengajak siswa fokus, menyadari, dan mengamati fenomena fisik secara cermat.
  • Meaningful Learning: Menghubungkan materi sains dengan keberadaan Waduk/Danau lokal Wringin Anom.
  • Joyful Learning: Pembelajaran interaktif berbasis media Smart TV, eksplorasi visual, dan eksperimen yang menyenangkan.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Awal)

Dilakukan sebelum pembelajaran dimulai menggunakan pertanyaan lisan ber bantuan gambar Smart TV untuk mengukur pemahaman awal peserta didik mengenai penguapan air.

Asesmen Formatif (Proses)

Penilaian sikap (rubrik Profil Pelajar Pancasila) selama kerja kelompok dan penilaian kinerja proses penyelidikan eksperimen visual.

Asesmen Sumatif (Akhir)

Tes tertulis uraian singkat dan penilaian produk bagan visual siklus evaporasi-transpirasi pada LKPD.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikapk (Profil Pelajar Pancasila)

Aspek PenilaianSangat Baik (Skor 4)Baik (Skor 3)Cukup (Skor 2)Perlu Bimbingan (Skor 1)
Bernalar KritisMampu menganalisis masalah evaporasi dan transpirasi secara mandiri, logis, dan mendalam.Mampu menganalisis masalah dengan bantuan minimal dari guru.Mampu menganalisis masalah setelah diberikan arahan yang jelas.Belum mampu menganalisis masalah meskipun telah dibimbing.
Gotong RoyongSangat aktif bekerja sama, berbagi tugas, dan membantu teman dalam kelompok.Aktif bekerja sama dan menjalankan tugas kelompok dengan baik.Cukup aktif dalam kelompok namun kadang perlu diingatkan untuk berbagi tugas.Pasif dan cenderung tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok.
KreatifMenyajikan bagan visual penguapan dengan sangat rapi, jelas, runtut, dan inovatif.Menyajikan bagan visual penguapan dengan rapi dan jelas.Menyajikan bagan visual penguapan namun kurang rapi atau kurang lengkap.Bagan visual yang disajikan tidak lengkap dan belum terstruktur.

Rubrik Penilaian Kinerja (Eksperimen dan LKPD)

Indikator KinerjaSkor 4Skor 3Skor 2Skor 1
Pembuktian Evaporasi & TranspirasiMampu membuktikan dan membedakan kedua proses secara sempurna berdasarkan data hasil pengamatan.Mampu membuktikan kedua proses dengan benar namun penjelasan perbedaan kurang mendalam.Mampu melakukan eksperimen tetapi kesulitan membedakan istilah evaporasi dan transpirasi.Tidak mampu melakukan eksperimen dan tidak memahami konsep penguapan.
Kelengkapan Bagan VisualBagan mencantumkan seluruh alur, sumber air (waduk & tanaman), radiasi matahari, dan panah aliran secara tepat.Bagan mencantumkan alur dan sumber air dengan tepat, namun simbol alur kurang lengkap.Bagan hanya mencantumkan salah satu proses penguapan saja.Bagan tidak selesai dan tidak menggambarkan proses penguapan.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (10 menit)

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, mengecek kerapian, dan mengajak peserta didik berdoa bersama (Mindful Learning).
  • Guru melakukan presensi keberadaan peserta didik.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik sambil menampilkan gambar Waduk/Danau lokal Wringin Anom di Smart TV.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alur kegiatan PBL, dan fokus asesmen yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (50 menit)

Fase 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (10 menit)

  • Guru menayangkan video animasi simulasi mengenai penurunan volume air di Waduk lokal Wringin Anom saat musim kemarau dan munculnya embun uap pada tanaman di sekitarnya via Smart TV.
  • Peserta didik mengamati secara cermat (Mindful Learning) dan diminta menemukan permasalahan utama: "Mengapa air waduk dan air dari dalam tumbuhan sama-sama bisa menguap ke udara saat terkena panas matahari, dan apa perbedaannya?"

Fase 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (5 menit)

  • Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 anak).
  • Guru membagikan LKPD yang dirancang khusus dengan dominasi komponen visual (bagan, gambar, dan warna).
  • Setiap kelompok menyiapkan alat eksperimen sederhana yang telah disediakan (gelas waduk tiruan, tanaman berdaun dalam pot kecil, plastik transparan, karet gelang).

Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok (15 menit)

  • Peserta didik merangkai alat eksperimen: meletakkan gelas berisi air (simulasi Waduk lokal) dan tanaman terbungkus plastik transparan di bawah paparan sinar matahari/lampu pemanas.
  • Peserta didik mengamati perubahan yang terjadi, mencatat kemunculan uap air, dan mengidentifikasi asal uap air tersebut (Meaningful Learning).
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan, memfasilitasi kelompok yang mengalami kesulitan, serta memastikan siswa bernalar kritis mengenai perbedaan evaporasi dan transpirasi.

Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (12 menit)

  • Setiap kelompok menyusun dan mewarnai bagan visual alur penguapan pada LKPD berdasarkan data eksperimen dan informasi dari Smart TV (Joyful Learning).
  • Kelompok menunjuk perwakilan untuk mempresentasikan bagan visual mereka di depan kelas.

Fase 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (8 menit)

  • Perwakilan kelompok menyajikan hasil bagan visualnya di depan Smart TV.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan berupa masukan konstruktif.
  • Guru memberikan penguatan konsep sains serta meluruskan miskonsepsi yang masih muncul.

Kegiatan Penutup (10 menit)

  • Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin penting pembelajaran tentang evaporasi dan transpirasi.
  • Peserta didik melakukan refleksi diri terhadap proses pembelajaran yang telah dilalui.
  • Guru memberikan tindak lanjut berupa tugas pengayaan atau remedial.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning

Peserta didik secara sadar diajak memusatkan perhatian penuh pada fenomena perubahan fisik air. Pada awal pembelajaran, siswa diajak melakukan jeda hening sejenak untuk membayangkan suasana di sekitar Waduk lokal Wringin Anom, merasakan terik sinar matahari, dan menyadari secara mendalam bagaimana molekul air tak terlihat bergerak naik ke udara.

Meaningful Learning

Materi IPAS dipadukan langsung dengan realitas geografis lokal peserta didik. Guru tidak hanya mengajarkan istilah hafalan, tetapi mengaitkannya dengan keberadaan air waduk/danau lokal yang sering dilihat siswa sehari-hari. Hal ini membuat pemahaman sains menjadi sangat relevan dengan kehidupan nyata mereka.

Joyful Learning

Suasana belajar dibangun interaktif dan memikat secara visual. Pemanfaatan Smart TV untuk tayangan animasi berwarna cerah, eksperimen hands-on sederhana, serta kegiatan menggambar bagan visual siklus air secara berkelompok menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menantang, dan bebas dari rasa cemas.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Guru menyediakan bahan ajar dalam bentuk video animasi bersuara dan bergambar di Smart TV bagi siswa visual-auditori, serta poster bagan bergambar warna-warni tentang siklus air waduk bagi siswa yang membutuhkan panduan cetak konkret.

Diferensiasi Proses

Saat diskusi kelompok, peserta didik visual dibimbing untuk menuangkan ide menggunakan bagan alur bergambar. Guru memberikan tingkat kedalaman bimbingan yang bervariasi: kelompok yang belum memahami konsep dasar mendapatkan pendampingan lebih intensif dengan alat peraga konkret.

Diferensiasi Produk

Peserta didik dibebaskan menyajikan bagan visual hasil analisis evaporasi dan transpirasi sesuai kreativitas kelompoknya, baik menggunakan sketsa warna, diagram garis interaktif, maupun infografis sederhana pada LKPD.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

Laptop Unit

Digunakan oleh guru untuk mengolah modul pembelajaran, mengoperasikan aplikasi simulasi sains interaktif, dan mengendalikan jalannya presentasi media.

Smart TV

Digunakan sebagai media tayang utama untuk menampilkan video animasi berkualitas tinggi mengenai evaporasi waduk lokal, gambar makro stomata daun saat transpirasi, serta menampilkan hasil karya digital peserta didik.

Koneksi Internet

Digunakan untuk mengakses platform sumber belajar digital, simulasi fenomena sains online, serta mengunduh media pembelajaran kontekstual yang relevan dengan lingkungan Wringin Anom.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  • Video animasi pembuktian evaporasi dan transpirasi.
  • Smart TV 55 inci sebagai display interaktif.
  • Alat praktikum: Gelas plastik transparan, air, wadah simulasi waduk, pot tanaman kecil berdaun, kantong plastik bening, karet gelang, dan pembakar spiritus/lampu pemanas matahari.
  • Kartu bergambar alur siklus air lokal.

Sumber Belajar

  • Buku Teks Utama: IPAS SD Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  • Lingkungan Sekitar: Ekosistem waduk/danau lokal di kawasan Wringin Anom.
  • Bahan Bacaan Digital: Artikel sains populer tentang siklus hidrologi wilayah perairan darat.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok.....................................................
Kelas / FaseV / C
Nomor Absen.....................................................
Tanggal Kegiatan.....................................................

Judul Kegiatan

Membuktikan dan Membedakan Evaporasi dengan Transpirasi di Lingkungan Sekitar

Tujuan Kegiatan

  • Membuktikan fenomena penguapan pada air waduk/danau (evaporasi) dan tanaman (transpirasi) akibat pemanasan matahari.
  • Menggambar bagan visual alur penguapan secara runtut.

Alat dan Bahan

  • 1 buah gelas plastik berisi air (Simulasi Waduk Lokal).
  • 1 pot tanaman kecil berdaun rimbun.
  • 2 buah kantong plastik transparan.
  • 2 buah karet gelang.
  • Sinar matahari langsung / lampu pemanas.

Langkah Kerja

Langkah 1

Bungkuslah permukaan gelas berisi air (simulasi waduk) menggunakan kantong plastik transparan pertama dan ikat rapat menggunakan karet gelang.

Langkah 2

Bungkuslah bagian daun tanaman pot menggunakan kantong plastik transparan kedua dan ikat rapat menggunakan karet gelang pada bagian pangkal batang.

Langkah 3

Letakkan kedua benda percobaan tersebut di bawah terik sinar matahari selama 15-20 menit.

Langkah 4

Amatilah perubahan yang terjadi pada dinding plastik sebelah dalam dari kedua benda tersebut secara cermat.

Langkah 5

Catat hasil pengamatan kalian pada tabel di bawah ini dan gambarkan bagan visual penguapannya.

Tabel Hasil Pengamatan

Objek PengamatanKondisi Plastik Sebelum DiijemurKondisi Plastik Setelah Dijemur (15-20 Menit)Istilah Sains Penguapan
Gelas Air (Simulasi Waduk)Kering dan jernihMuncul titik-titik uap air di dinding dalam plastikEvaporasi
Tanaman Berdaun dalam PotKering dan jernihMuncul embun uap air di dinding dalam plastikTranspirasi

Pertanyaan Diskusi dan Analisis Visual

Pertanyaan 1

Berdasarkan eksperimen di atas, dari manakah asal titik-titik air yang menempel pada plastik pembungkus gelas air waduk? Apa yang menyebabkannya?

Jawab: .....................................................................................................................................................................

.Pertanyaan 2

Dari manakah asal titik-titik air yang menempel pada plastik pembungkus tanaman? Jelaskan alasannya!

Jawab: .....................................................................................................................................................................

Pertanyaan 3

Apakah perbedaan utama antara Evaporasi dan Transpirasi berdasarkan objek tempat terjadinya penguapan tersebut?

Jawab: .....................................................................................................................................................................

Tugas Gambar Bagan Visual

Gambarkan bagan sederhana yang memperlihatkan matahari menyinari Waduk/Danau lokal Wringin Anom dan pepohonan di sekitarnya, lengkap dengan panah alur Evaporasi dan Transpirasi!

[ Kotak Area Menggambar Bagan Visual Siklus Penguapan ]

REMEDIAL

Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (belum mampu membedakan konsep evaporasi dan transpirasi):

  • Bimbingan Perorangan: Guru mendampingi siswa secara personal untuk mengamati kembali bagan visual sederhana di Smart TV.
  • Pemberian Tugas Sederhana: Siswa diminta mencocokkan kartu bergambar (Flashcard) antara gambar waduk/danau dengan kartu kata "Evaporasi", serta gambar daun tumbuhan dengan kartu kata "Transpirasi".
  • Pembelajaran Ulang Ringkas: Mengulang penjelasan konsep penguapan menggunakan analogi kehidupan sehari-hari (merebus air vs berkeringat).

PENGAYAAN

Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang telah mencapai atau melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dengan cepat:

  • Penugasan Analisis Masalah Lingkungan: Peserta didik diminta menganalisis apa yang akan terjadi pada siklus air dan ketersediaan air di Waduk Wringin Anom jika hutan/pepohonan di sekitar waduk gundul akibat penebangan liar.
  • Pembuatan Infografis Digital: Mendorong peserta didik menyusun infografis visual sederhana menggunakan media pembelajaran berbasis digital di komputer sekolah untuk dipajang pada mading sekolah.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi dan Catatan Guru
1Apakah seluruh peserta didik dapat memahami perbedaan antara evaporasi dan transpirasi melalui pengamatan visual?Mayoritas peserta didik (sekitar 85%) mampu memahami perbedaan dengan cepat karena terbantu oleh tayangan visual Smart TV dan praktikum langsung.
2Kendala apa yang dihadapi selama proses pelaksanaan model Problem Based Learning di kelas?Pengelolaan waktu saat pelaksanaan eksperimen luar ruangan sedikit melebihi estimasi karena pencahayaan matahari terhalang awan.
3Apakah integrasi kearifan lokal waduk/danau Wringin Anom efektif meningkatkan keterlibatan peserta didik?Sangat efektif. Peserta didik menjadi lebih antusias karena mengenali lokasi yang dibahas dalam pembelajaran IPAS.
4Bagaimana efektivitas diferensiasi pembelajaran visual yang diterapkan bagi karakteristik siswa V-C?Sangat baik. Penggunaan bagan berwarna dan media Smart TV terbukti meningkatkan pemahaman konsep dasar siswa visual secara signifikan.
5Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pertemuan pembelajaran berikutnya?Mempersiapkan lampu pemanas buatan (bohlam) sebagai alternatif jika cuaca mendung agar eksperimen tetap berjalan tepat waktu.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban / Tanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai?Saat mengamati munculnya titik-titik air di dalam plastik dan menggambar bagan warna-warni bersama kelompok.
2Apakah kamu sudah bisa menjelaskan perbedaan air menguap dari waduk dan air menguap dari daun?Ya, air dari waduk menguap disebut evaporasi, sedangkan air dari daun tumbuhan menguap disebut transpirasi.
3Apa kesulitan yang kamu rasakan saat melakukan eksperimen bersama kelompokmu?Saat mengikat kantong plastik ke batang tanaman agar tidak bocor dan harus menunggu matahari terik.
4Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga agar air di sekitar tempat tinggalmu tetap terjaga dengan baik?Menanam lebih banyak pohon di sekitar rumah dan tidak membuang sampah ke waduk atau danau.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Penguapan merupakan proses konversi fisik dari wujud cair menjadi gas yang membutuhkan masukan energi termal. Dalam studi hidrologi, evaporasi didefinisikan sebagai penguapan yang berasal dari permukaan air bebas (free water surface), tanah basah, dan badan air terbuka seperti waduk, danau, dan sungai. Laju evaporasi dipengaruhi oleh persamaan kesetimbangan energi dan transfer massa aerodinamis.

Di sisi lain, transpirasi merupakan proses biologis-fisikal di mana air diuapkan dari bagian dalam jaringan tanaman melalui pori-pori mikroskopis yang disebut stomata. Transpirasi dipengaruhi oleh faktor fisiologis tumbuhan seperti indeks luas daun, resistensi stomata, serta faktor meteorologi seperti radiasi matahari, kelembapan relatif udara, dan defisit tekanan uap. Kombinasi kedua proses ini menentukan neraca air dalam suatu DAS (Daerah Aliran Sungai).

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu ke mana perginya air saat hari sangat panas? Air yang ada di sungai, danau, atau Waduk Wringin Anom terkena sinar matahari yang panas. Sinar matahari membuat air menjadi hangat dan berubah menjadi uap air tak terlihat yang terbang ke atas langit. Proses penguapan air dari waduk ini dinamakan Evaporasi.

Bukan cuma air waduk lho yang bisa menguap! Tumbuhan dan pohon-pohon di sekitar kita juga mengeluarkan uap air saat terkena sinar matahari. Tumbuhan menyerap air dari tanah melalui akarnya, lalu menyalurkannya ke daun. Panas matahari membuat air di dalam daun menguap keluar melalui lubang-lubang sangat kecil di daun yang bernama stomata. Proses penguapan air dari tumbuhan ini dinamakan Transpirasi. Kedua proses penguapan ini sangat penting agar awan dapat terbentuk dan hujan bisa turun kembali membasahi bumi kita!

GLOSARIUM

Evaporasi

Proses perubahan wujud air dari cair menjadi gas (uap air) yang terjadi pada permukaan badan air terbuka seperti waduk, danau, dan sungai akibat pemanasan sinar matahari.

Transpirasi

Proses pelepasan uap air dari jaringan tubuh tumbuhan hidup ke atmosfer melalui stomata pada daun akibat proses fisiologis dan pemanasan matahari.

Evapotranspirasi

Total keseluruhan penguapan air yang terjadi di suatu wilayah, yang merupakan gabungan antara proses evaporasi dari permukaan bumi/badan air dan transpirasi dari vegetasi.

Stomata

Pori-pori atau celah mikroskopis yang terdapat pada epidermis daun tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas dan pelepasan uap air.

Siklus Air (Siklus Hidrologi)

Sirkulasi atau perputaran air secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer dan kembali lagi ke bumi melalui tahapan penguapan, kondensasi, presipitasi, dan infiltrasi.

Radiasi Termal

Pancaran energi panas yang dihasilkan oleh sinar matahari yang menjadi sumber energi utama terjadinya perubahan wujud air di bumi.

DAFTAR PUSTAKA

Fitri, A. dkk. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Harahap, R. A. (2020). Hidrologi Terapan dan Ekosistem Perairan Darat. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Kurniawan, D. (2022). Pembelajaran IPA Berbasis Visual dan Kontekstual di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Deepublish.

Subagyo, H. (2019). Dinamika Air dan Iklim Mikro Wilayah Perairan Darat Indonesia. Jakarta: Sains Utama.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Assessment Kinerja Eksperimen Sains

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Persiapan Alat dan Bahan EksperimenSkor 4: Mempersiapkan seluruh alat dan bahan eksperimen secara mandiri, lengkap, dan tertata rapi.
Skor 3: Mempersiapkan alat dan bahan lengkap dengan sedikit bantuan guru.
Skor 2: Mempersiapkan alat dan bahan kurang lengkap dan butuh banyak bantuan.
Skor 1: Tidak mempersiapkan alat dan bahan eksperimen.
4
2Pelaksanaan Langkah Kerja PenyelidikanSkor 4: Merangkai dan mengamati eksperimen dengan sangat teliti, runtut, dan sesuai prosedur.
Skor 3: Melakukan eksperimen sesuai prosedur namun kurang teliti saat mengamati perubahan.
Skor 4: Melakukan eksperimen dengan bimbingan konstan karena tidak runtut.
Skor 1: Tidak mampu melakukan eksperimen sesuai langkah kerja.
4
3Analisis Data Hasil PengamatanSkor 4: Mampu mengidentifikasi titik air evaporasi dan transpirasi dengan tepat beserta alasannya.
Skor 3: Mampu mengidentifikasi hasil pengamatan tetapi penjelasan alasan kurang lengkap.
Skor 2: Mengidentifikasi hasil pengamatan dengan bantuan dan bimbingan guru.
Skor 1: Salah mengidentifikasi hasil pengamatan eksperimen.
3
4Penyajian Bagan Visual Siklus PenguapanSkor 4: Menggambar bagan visual sangat jelas, rapi, informatif, dan mencantumkan seluruh alur sains.
Skor 3: Menggambar bagan visual jelas dan rapi tetapi alur informasi kurang rinci.
Skor 2: Menggambar bagan visual kurang rapi dan ada elemen alur sains yang terlewat.
Skor 1: Bagan visual tidak selesai dan tidak memberikan informasi yang benar.
4
5Kerjasama dan Kolaborasi KelompokSkor 4: Menunjukkan sikap saling membantu, berbagi peran secara adil, dan menghargai pendapat teman.
Skor 3: Bekerja sama dengan baik dalam kelompok tetapi dominan pada anggota tertentu.
Skor 2: Kurang berkontribusi aktif dalam penyelesaian tugas kelompok.
Skor 1: Tidak mau bekerja sama dan mengganggu jalannya kerja kelompok.
4

Lembar Observasi Sikap Profil Pelajar Pancasila

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Bernalar Kritis (Menganalisis Informasi)Skor 4: Bertanya secara kritis dan mampu menghubungkan fenomena waduk lokal dengan penguapan.
Skor 3: Mampu menjawab pertanyaan analisis dari guru dengan penalaran yang baik.
Skor 2: Menjawab pertanyaan analisis secara sederhana setelah dipicu pertanyaannya.
Skor 1: Belum menunjukkan kemampuan bernalar kritis selama diskusi.
4
2Gotong Royong (Berbagi Tugas Kelompok)Skor 4: Inisiatif tinggi dalam membantu teman satu kelompok tanpa membeda-bedakan.
Skor 3: Bersedia menjalankan tugas kelompok yang disepakati bersama.
Skor 2: Mau bekerja jika diminta oleh ketua kelompok.
Skor 1: Acuh tak acuh terhadap tugas kelompoknya.
3
3Kreatif (Komunikasi Visual)Skor 4: Menggunakan simbol, warna, dan tata letak yang sangat inovatif dalam bagan visual.
Skor 3: Menggunakan gambar dan warna yang menarik dalam bagan visual.
Skor 2: Menggambar bagan visual hanya menggunakan satu warna/pensil saja.
Skor 1: Tidak menunjukkan kreativitas dalam menyajikan bagan visual.
4
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130