IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Manfaat Dan Muara Aliran Air |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) |
| Model Pembelajaran | : | Discovery Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Visual dan Kontekstual |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Kearifan Lokal: Pemanfaatan sungai lokal Wringin Anom untuk irigasi dan wisata. Diferensiasi: Produk karya simpulan (infografis visual, skema bagan bergambar, atau uraian runtut). |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar yang dominan visual dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap tayangan berbasis teknologi. Namun, analisis diagnostik awal menunjukkan bahwa peserta didik masih mengalami miskonsepsi dan belum memahami konsep dasar siklus serta perjalanan air dari pemukiman hingga ke laut. Mereka cenderung menganggap air yang dibuang di rumah hilang begitu saja tanpa menyadari keterhubungannya dengan sistem aliran sungai lokal dan muara. Pembelajaran dirancang untuk menjembatani pemahaman konseptual ini melalui pemanfaatan media visual interaktif dan eksplorasi kearifan lokal pemanfaatan sungai Wringin Anom.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mengidentifikasi urutan proses perubahan wujud zat dan perubahan bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mendeskripsikan gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik keterampilan membuat bagan/skema aliran dan dampaknya. Secara khusus pada topik ini, peserta didik mampu menyusun bagan alur perjalanan air dari rumah sampai laut serta mengidentifikasi pemanfaatan aliran air di lingkungan sekitarnya.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui pengamatan video simulasi visual di Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 3 manfaat aliran air sungai di lingkungan sekitar Wringin Anom dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok terbimbing, peserta didik dapat menganalisis urutan tahapan perjalanan air dari rumah tangga, drainase, sungai, hingga muara laut secara logis dan runtut.
- Melalui penugasan terdiferensiasi, peserta didik dapat menyusun bagan alur perjalanan air dari rumah sampai laut sesuai minat dan gaya belajar visualnya dengan benar.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Air merupakan sumber daya yang mengalir dalam satu kesatuan sistem yang saling terhubung. Air yang kita gunakan sehari-hari di rumah tangga akan mengalir melalui selokan, menyatu di sungai lokal, dan akhirnya bermuara di laut. Menjaga kebersihan air di lingkungan rumah dan sungai lokal Wringin Anom sangat menentukan kualitas ekosistem muara dan laut, serta berdampak langsung pada keberlanjutan irigasi pertanian dan wisata daerah.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Dari mana asal air yang kita gunakan untuk mandi dan mencuci di rumah sehari-hari?
- Ke mana perginya air bekas buangan yang masuk ke dalam selokan di samping rumah kita?
- Mengapa air sungai di Wringin Anom dapat mengalir terus menerus dan ke manakah muara akhir dari aliran air tersebut?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis alur perjalanan air dan sebab-akibat pencemaran air sepanjang aliran.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk mengolah informasi dan menyelesaikan bagan visual.
- Kreatif: Menghasilkan karya bagan alur perjalanan air dalam bentuk skema visual atau infografis sesuai keahlian kelompok.
Kompetensi Abad 21 (4C)
- Critical Thinking: Mengidentifikasi hubungan antara penggunaan air di rumah dengan ekosistem laut.
- Collaboration: Berbagi peran dalam diskusi penyusunan alur perjalanan air.
- Communication: Mempresentasikan hasil susunan bagan alur perjalanan air di depan kelas.
- Creativity: Mendesain skema atau bagan visual alur air yang informatif dan menarik.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar Aliran Air
Air mengalir dari tempat yang tinggi (hulu) ke tempat yang lebih rendah (hilir) karena pengaruh gaya gravitasi bumi. Dalam perjalanannya, air membentuk jaringan aliran yang saling menyatu.
Pemanfaatan Sungai Lokal di Wringin Anom
Sungai yang mengalir di kawasan Wringin Anom dimanfaatkan oleh masyarakat untuk:
- Irigasi lahan pertanian (sawah dan ladang).
- Sarana konsentrasi resapan air lingkungan.
- Potensi wisata lokal dan ekosistem perikanan darat.
Bagan Alur Perjalanan Air dari Rumah ke Laut
- Tahap 1 (Sumber & Penggunaan Rumah Tangga): Air digunakan untuk kebutuhan sehari-hari (memasak, mandi, mencuci).
- Tahap 2 (Saluran Pembuangan/Drainase): Air limbah domestik mengalir menuju selokan pemukiman.
- Tahap 3 (Sungai Lokal): Saluran drainase menyatu menuju anak sungai dan sungai utama di Wringin Anom.
- Tahap 4 (Muara): Pertemuan antara ujung sungai dan laut (kawasan muara).
- Tahap 5 (Laut): Muara akhir dari seluruh aliran air di daratan.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran: Discovery Learning
- Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang mencakup tiga elemen mendasar:
- Mindful Learning (Keterlibatan penuh dan kesadaran lingkungan)
- Meaningful Learning (Keterkaitan materi dengan kehidupan nyata di Wringin Anom)
- Joyful Learning (Pembelajaran visual berbasis media interaktif yang menyenangkan)
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Awal)
- Teknik: Tanya jawab lisan berbasis gambar di Smart TV.
- Instrumen: Pertanyaan pemantik tentang pembuangan air rumah tangga.
Asesmen Formatif (Proses)
- Teknik: Observasi kinerja diskusi kelompok dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
- Instrumen: Lembar observasi keaktifan dan rubrik penilain proses Discovery Learning.
Asesmen Sumatif (Akhir)
- Teknik: Penilaian Produk (Bagan alur perjalanan air) dan Presentasi.
- Instrumen: Rubrik penilaian produk bagan alur.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Produk (Bagan Alur Perjalanan Air)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Kelengkapan Komponen Alur | Memuat 5 tahapan alur (Rumah - Selokan - Sungai - Muara - Laut) dengan sangat lengkap. | Memuat 4 tahapan alur dengan jelas. | Memuat 2-3 tahapan alur perjalanan air. | Memuat kurang dari 2 tahapan alur. |
| Ketepatan Hubungan Konsep | Menyajikan urutan aliran air secara runtut, logis, dan mencantumkan pemanfaatan lokal. | Menyajikan urutan aliran air secara runtut dan logis tanpa pemanfaatan lokal. | Terdapat kesalahan dalam urutan tahapan aliran air. | Urutan aliran air acak dan tidak sesuai konsep. |
| Estetika dan Visual | Gambar/skema sangat rapi, bersih, pewarnaan menarik, dan muatan visual sangat jelas. | Gambar/skema rapi dan pewarnaan cukup menarik. | Skema kurang rapi namun masih dapat dibaca. | Skema tidak rapi dan sulit dipahami secara visual. |
Rubrik Penilaian Kinerja Diskusi dan Presentasi
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Kerjasama Kelompok | Semua anggota aktif berdiskusi dan berbagi tugas secara seimbang. | Sebagian besar anggota aktif dalam diskusi kelompok. | Hanya 1-2 anggota yang mendominasi kegiatan. | Anggota kelompok bekerja sendiri-sendiri. |
| Kejelasan Penyampaian | Penyampaian presentasi sangat jelas, percaya diri, dan menguasai materi. | Penyampaian jelas dan cukup percaya diri. | Penyampaian kurang jelas dan membaca teks. | Pasif dan tidak dapat menyampaikan hasil karya. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (Mindful Learning).
- Salah satu peserta didik memimpin doa bersama.
- Guru melakukan pemeriksaan kehadiran peserta didik.
- Guru melakukan apersepsi dengan menayangkan gambar air keran di rumah dan sungai lokal Wringin Anom pada Smart TV.
- Peserta didik menjawab pertanyaan pemantik dari guru untuk mengaitkan pengetahuan awal dengan materi yang akan dipelajari (Meaningful Learning).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alur kegiatan, dan cakupan asesmen.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Pemberian Rangsangan (Stimulation)
- Guru menayangkan video edukasi visual tentang alur perjalanan air dari rumah tangga hingga sampai ke muara laut menggunakan Smart TV dan koneksi internet (Joyful Learning).
- Peserta didik mengamati tayangan video dengan cermat, memfokuskan perhatian pada pemanfaatan sungai lokal dan alur pergerakan air.
Tahap 2: Pernyataan/Identifikasi Masalah (Problem Statement)
- Guru memfasilitasi peserta didik untuk merumuskan pertanyaan kritis berdasarkan video: "Mengapa air yang kita pakai di rumah bisa sampai ke laut dan apa yang terjadi jika air tersebut tercemar saat melewati sungai Wringin Anom?"
- Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok).
Tahap 3: Pengumpulan Data (Data Collection)
- Masing-masing kelompok menerima LKPD yang memuat tugas eksplorasi alur perjalanan air.
- Peserta didik berdiskusi dan mengumpulkan fakta-fakta penting mengenai tahap-tahap aliran air dan pemanfaatannya (irigasi/wisata) berdasarkan materi visual yang ditayangkan serta bahan bacaan yang disediakan.
Tahap 4: Pengolahan Data (Data Processing)
- Dalam kelompok, peserta didik menyusun dan merancang bagan alur perjalanan air dari rumah sampai laut.
- Guru menerapkan Diferensiasi Produk:
- Kelompok Visual Tinggi: Menyusun infografis/peta konsep bergambar lengkap dengan detail pemanfaatan lokal.
- Kelompok Visual Sedang: Menyusun bagan alur menggunakan kartu bergambar yang ditempel dan dihubungkan dengan garis panah.
- Kelompok yang Membutuhkan Bimbingan: Menyusun bagan alur terpandu dengan kerangka skema yang telah disiapkan guru.
Tahap 5: Pembuktian (Verification)
- Setiap kelompok mencocokkan bagan alur yang mereka buat dengan konsep sains yang ditampilkan kembali di Smart TV.
- Kelompok melakukan cross-check apakah alur air dari rumah, selokan, sungai lokal, muara, hingga laut sudah terhubung secara benar.
Tahap 6: Menarik Simpulan/Generalisasi (Generalization)
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil karya bagan alurnya di depan kelas secara bergantian.
- Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan konstruktif.
- Guru memberikan penguatan atas hasil presentasi dan menyimpulkan bersama konsep perjalanan air serta pentingnya menjaga sungai Wringin Anom.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik bersama guru melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah berlangsung.
- Peserta didik mengerjakan soal evaluasi singkat secara mandiri untuk mengukur pemahaman konsep.
- Guru memberikan umpan balik positif serta apresiasi terhadap kinerja seluruh kelompok.
- Guru menyampaikan gambaran singkat materi untuk pertemuan berikutnya.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik diajak melakukan jeda hening sejenak sambil membayangkan pentingnya air dalam kehidupan sehari-hari mereka. Peserta didik disadarkan secara penuh bahwa setiap tetes air yang dibuang di rumah mereka akan mengalir dan memengaruhi lingkungan yang lebih luas hingga ke laut.
Meaningful Learning
Materi dihubungkan langsung dengan keberadaan sungai di Wringin Anom yang digunakan warga setempat untuk irigasi sawah dan kawasan wisata lokal. Peserta didik memahami bahwa menjaga kebersihan saluran air di rumah berarti menjaga kelangsungan hidup petani dan lingkungan daerah mereka sendiri.
Joyful Learning
Penggunaan media Smart TV dengan visual animasi berwarna terang dan kegiatan merancang bagan dekoratif memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, serta tidak membosankan bagi peserta didik yang bergaya belajar visual.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan media pembelajaran bertingkat: video animasi visual interaktif pada Smart TV untuk peserta didik pemelajar visual, serta kartu bergambar berseri dan bahan bacaan ringkas bergambar untuk membantu pemahaman konsep dasar.
Diferensiasi Proses
Guru memberikan pendampingan secara berjenjang (scaffolding). Kelompok yang belum memahami konsep dasar mendapatkan bimbingan langsung dari guru langkah demi langkah, sedangkan kelompok yang sudah paham diberikan kebebasan mengeksplorasi keterkaitan pemanfaatan sungai lokal secara mandiri.
Diferensiasi Produk
Peserta didik dibebaskan memilih format karya akhir penyusunan bagan alur perjalanan air:
- Infografis bergambar tangan secara kreatif.
- Bagan skema berbasis tempelan kartu visual berseri.
- Diagram alur runtut yang dilengkapi dengan deskripsi penjelasan fungsi setiap tahapan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop: Digunakan guru untuk mengolah materi, menampilkan presentasi interaktif, dan mengelola media pembelajaran.
- Smart TV: Digunakan sebagai layar penampil utama untuk memutar video edukasi animasi aliran air dan pemanfaatan sungai secara jernih dan berukuran besar agar menarik perhatian siswa visual.
- Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar digital, streaming video pembelajaran alur sungai dan muara, serta mengambil aset gambar kontekstual.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Belajar
- Video animasi "Perjalanan Sebotol Air dari Rumah ke Laut".
- Slide presentasi visual interaktif tentang sungai Wringin Anom.
- Kartu bergambar (Flashcards) komponen alur air (Rumah, Selokan, Sungai, Muara, Laut).
- Kertas karton, spidol warna, dan perekat untuk pembuatan bagan.
Sumber Belajar
- Buku Siswa IPAS Kelas V SD Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas V SD Kurikulum Merdeka.
- Lingkungan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom (Sungai lokal dan saluran irigasi).
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok / Anggota | 1. .......................................................................... 2. .......................................................................... 3. .......................................................................... 4. .......................................................................... |
| Kelas / Fase | V (Lima) / C |
| No. Absen | .......................................................................... |
| Tanggal | .......................................................................... |
Judul LKPD: Menyusun Alur Perjalanan Air dari Rumah Sampai Laut
Petunjuk Kerja:
- Amati tayangan video alur perjalanan air di Smart TV bersama kelompokmu.
- Diskusikan tahapan-tahapan yang dilalui air mulai dari pemukiman warga hingga sampai ke laut.
- Susunlah bagan alur perjalanan air dengan menempelkan atau menggambar skema pada kotak yang tersedia di bawah ini.
- Tuliskan pemanfaatan air sungai lokal Wringin Anom pada kolom yang telah disediakan.
Tugas 1: Bagan Alur Perjalanan Air
Tarik garis panah dan urutkan lokasi-lokasi perjalanan air di bawah ini secara runtut!
[ KOTAK A: MUARA ] --- [ KOTAK B: RUMAH TANGGA ] --- [ KOTAK C: LAUT ] --- [ KOTAK D: SELOKAN/DRAINASE ] --- [ KOTAK E: SUNGAI WRINGIN ANOM ]
Urutan Bagan Alur yang Benar:
- Tahap Pertama : ....................................................................................................
- Tahap Kedua : ....................................................................................................
- Tahap Ketiga : ....................................................................................................
- Tahap Keempat : ....................................................................................................
- Tahap Kelima : ....................................................................................................
Tugas 2: Analisis Pemanfaatan Air Sungai
Tuliskan 3 pemanfaatan aliran air sungai Wringin Anom bagi masyarakat sekitar!
- ......................................................................................................................................................
- ......................................................................................................................................................
- ......................................................................................................................................................
Tugas 3: Pertanyaan Analisis Reflektif
Apa yang akan terjadi pada ekosistem muara dan laut jika air selokan dari rumah-rumah warga dibuang dalam keadaan tercemar limbah berbahaya?
Jawab: ....................................................................................................................................................
REMEDIAL
Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (belum memahami urutan dasar alur perjalanan air):
- Pendampingan Individu: Guru menjelaskan kembali konsep dasar perjalanan air menggunakan media gambar konkret berseri secara langsung.
- Tugas Terbimbing: Peserta didik melengkapi bagan alur perjalanan air yang sudah disediakan rumusan rumpang (fill-in-the-blank) sederhana.
- Tutor Sebaya: Memasangkan peserta didik yang perlu bimbingan dengan rekan sekelas yang telah menguasai materi secara tuntas.
PENGAYAAN
Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan cepat dan tepat:
- Eksplorasi Mandiri: Peserta didik diminta membuat poster imbauan berupa tindakan nyata "Menjaga Kebersihan Sungai Wringin Anom demi Kelestarian Laut".
- Analisis Kasus Lanjutan: Peserta didik menyusun analisis sederhana tentang dampak pendangkalan muara akibat sampah plastik terhadap aktivitas nelayan/petani lokal.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan aktif dan fokus? | Sebagian besar peserta didik sangat aktif karena bantuan media visual Smart TV. Namun ada 2 siswa yang perlu dipastikan fokusnya pada awal pembelajaran. |
| 2 | Apakah pemilihan model Discovery Learning efektif membimbing siswa memahami alur perjalanan air? | Sangat efektif. Tahapan pembuktian membuat siswa menyadari kesalahan urutan alur awal yang mereka bayangkan sebelumnya. |
| 3 | Bagaimana efektivitas integrasi kearifan lokal sungai Wringin Anom dalam pembelajaran? | Integrasi kearifan lokal membuat pembelajaran jauh lebih bermakna (Meaningful Learning) dan siswa langsung menghubungkannya dengan lingkungan sekitar. |
| 4 | Kendala apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung? | Waktu penyusunan karya bagan alur kelompok sedikit melebihi estimasi awal karena siswa sangat detail dalam mewarnai. |
| 5 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya? | Memberikan batasan waktu yang lebih tegas pada tiap tahapan Discovery Learning serta menyediakan template dasar yang lebih siap pakai bagi kelompok terpandu. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Jawaban Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai? | Saat menonton video animasi di Smart TV dan menggambar bagan alur perjalanan air bersama teman kelompok. |
| 2 | Apa hal baru yang kamu pelajari tentang perjalanan air dari rumah hingga ke laut? | Bahwa air dari selokan rumah kita mengalir ke sungai Wringin Anom dan akhirnya bermuara ke laut lepas. |
| 3 | Mengapa kita tidak boleh membuang sampah ke selokan atau sungai di dekat rumah kita? | Karena sampah akan terbawa aliran air sampai ke muara dan laut sehingga merusak kehidupan laut serta mengotori lingkungan sungai. |
| 4 | Apa yang masih membuatmu bingung dari materi pembelajaran hari ini? | Perbedaan antara sungai dan muara serta bagaimana air sungai bercampur dengan air laut. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Aliran air permukaan merupakan bagian penting dari siklus hidrologi. Air hujan yang jatuh ke daratan sebagian menyerap ke dalam tanah (infiltrasi) dan sebagian lagi menjadi limpasan permukaan (runoff). Limpasan permukaan ini dimanfaatkan oleh manusia untuk kebutuhan domestik. Air sisa penggunaan domestik dialirkan melalui sistem drainase buatan menuju badan air alami yaitu sungai.
Sungai berfungsi sebagai saluran utama pengangkut air dari daerah tangkapan air di bagian hulu menuju daerah yang lebih rendah hingga sampai ke hilir. Wilayah perjumpaan antara aliran air tawar sungai dan air asin laut dinamakan muara (estuari). Muara memiliki peran ekologis penting sebagai penyaring alami sedimen dan tempat berkembang biaknya berbagai organisme laut. Oleh karena itu, integritas kualitas air dari skala pemukiman hingga sungai lokal seperti di Wringin Anom sangat menentukan kualitas biosfer perairan secara menyeluruh.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu dari mana air di rumah kita berasal dan ke mana ia pergi setelah kita gunakan? Air yang kita pakai untuk mandi, mencuci piring, dan mencuci pakaian akan keluar menuju selokan di samping rumah. Selokan-selokan ini saling terhubung menuju sungai yang ada di daerah kita, seperti sungai di Wringin Anom.
Air sungai terus mengalir melintasi sawah-sawah untuk membantu para petani menyirami tanaman mereka. Setelah melewati perjalanan yang panjang, ujung dari sungai tersebut akan bertemu dengan laut. Tempat bertemunya air sungai dan air laut disebut muara. Jadi, jika kita membuang sampah atau limbah ke selokan rumah, sampah itu akan terbawa aliran air sampai ke sungai, muara, dan akhirnya mengotori laut. Mari kita jaga kebersihan air di rumah dan sungai kita!
GLOSARIUM
- Drainase: Saluran pembuangan air buatan untuk menyalurkan air hujan atau air limbah rumah tangga.
- Hulu: Bagian paling atas dari aliran sungai, biasanya terletak di daerah pegunungan atau dataran tinggi.
- Hilir: Bagian bawah dari aliran sungai mendekati tempat pengeluaran atau muara.
- Irigasi: Usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang kegiatan pertanian.
- Muara: Wilayah perairan tempat bermuaranya aliran sungai ke laut, danau, atau sungai yang lebih besar.
- Limpasan: Air hujan yang mengalir di atas permukaan tanah menuju saluran air atau sungai.
DAFTAR PUSTAKA
- Fitri, A., dkin. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Fitri, A., dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Subekti, A. (2017). Daur Air dan Kelestarian Lingkungan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
LAMPIRAN
Lampiran 1: Lembar Observasi Sikap Profil Pelajar Pancasila
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Skor 4: Sangat aktif bertanya, menganalisis sebab-akibat aliran air secara mandiri dan akurat. Skor 3: Aktif menganalisis alur air dengan sedikit bantuan guru. Skor 2: Kurang aktif menganalisis, membutuhkan bimbingan bertahap. Skor 1: Pasif dan belum mampu melakukan analisis alur sederhana. | |
| 2 | Gotong Royong | Skor 4: Sangat kooperatif, membimbing teman kelompok, dan berbagi tugas secara merata. Skor 3: Bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Skor 2: Kurang berkontribusi dalam kelompok, cenderung pasif. Skor 1: Tidak mau bekerja sama dan mengganggu kerja kelompok. | |
| 3 | Kreatif | Skor 4: Menghasilkan karya bagan alur yang sangat orisinal, menarik, dan informatif. Skor 3: Menghasilkan karya bagan alur yang rapi dan sesuai instruksi. Skor 2: Karya bagan kurang rapi dan meniru persis contoh tanpa variasi. Skor 1: Tidak menyelesaikan pembuatan bagan alur. |
Lampiran 2: Lembar Penilaian Keterampilan (Proses & Produk)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Kelengkapan Alur Perjalanan Air | Skor 4: Memuat 5 tahapan alur (Rumah - Selokan - Sungai - Muara - Laut) dengan sangat lengkap. Skor 3: Memuat 4 tahapan alur dengan jelas. Skor 2: Memuat 2-3 tahapan alur perjalanan air. Skor 1: Memuat kurang dari 2 tahapan alur. | |
| 2 | Keterkaitan Konsep Lokal | Skor 4: Mencantumkan pemanfaatan sungai lokal Wringin Anom secara tepat dan kontekstual. Skor 3: Mencantumkan pemanfaatan sungai secara umum tanpa menyebutkan aspek lokal. Skor 2: Menyebutkan pemanfaatan air secara terbatas. Skor 1: Tidak mencantumkan pemanfaatan air sungai sama sekali. | |
| 3 | Kejelasan Presentasi | Skor 4: Menyampaikan hasil diskusi dengan suara lantang, jelas, dan menguasai alur air. Skor 3: Menyampaikan hasil diskusi dengan jelas namun terkadang membaca catatan. Skor 2: Menyampaikan hasil diskusi dengan ragu-ragu dan suara pelan. Skor 1: Tidak mampu mempresentasikan hasil karya di depan kelas. |