IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Karakteristik air di hulu (mata air) dibanding hilir (muara) |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) / Menghubungkan kebersihan air hulu dengan aktivitas pemukiman |
| Model Pembelajaran | : | Problem Based Learning (PBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Culturally Responsive Teaching (CRT) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Kondisi parit/kali sekitar sekolah & Parameter pengamatan (warna, bau, kejernihan) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Profil Peserta Didik
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang kuat. Mereka sangat responsif terhadap tayangan gambar, video, dan demonstrasi konkret. Namun, berdasarkan asesmen diagnostik non-kognitif dan kognitif awal, mayoritas peserta didik masih berada pada tingkat pemahaman faktual parsial. Mereka dapat mengenali fisik air secara kasat mata, tetapi belum memahami secara mendalam hubungan kausalitas antara aktivitas pemukiman manusia dengan perubahan kualitas air dari daerah hulu ke hilir.
Konteks Lingkungan dan Kearifan Lokal
SD Negeri 1 Wringin Anom dikelilingi oleh pemukiman warga dan memiliki saluran pembuangan air terbuka/parit serta kali kecil di sekitar area sekolah. Realitas lingkungan ini menjadi laboratorium alam yang sangat relevan untuk menghubungkan materi ilmiah sains tentang daerah aliran sungai (DAS) dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada Akhir Fase C, peserta didik diperkirakan mampu menganalisis hubungan antara tata guna lahan, aktivitas pemukiman penduduk, dan kualitas lingkungan perairan. Secara spesifik pada topik ini, peserta didik mampu menghubungkan kebersihan air hulu dengan aktivitas pemukiman serta menganalisis perubahan fisik air hulu (mata air) hingga ke hilir (muara).
TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui kegiatan mengamati video komparatif dan sampel audio-visual, peserta didik mampu membandingkan karakteristik fisik air hulu dan air hilir berdasarkan parameter warna, bau, dan kejernihan secara tepat.
Melalui diskusi kelompok berbasis masalah lingkungan lokal (parit/kali sekitar sekolah), peserta didik mampu menganalisis sedikitnya tiga dampak aktivitas pemukiman terhadap penurunan kualitas air dari hulu ke hilir secara logis.
Melalui refleksi mendalam, peserta didik mampu merumuskan dua gagasan aksi nyata yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah/rumah untuk menjaga kebersihan air hulu dan saluran air di pemukiman.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Air merupakan sumber kehidupan yang mengalir dari daerah hulu yang alami menuju hilir. Kualitas air di hilir sangat ditentukan oleh bagaimana manusia di sepanjang daerah aliran air (termasuk pemukiman) mengelola sampahnya. Memahami hubungan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab ekologis bahwa tindakan kecil di rumah atau sekolah berdampak langsung pada kelestarian air secara keseluruhan.
PERTANYAAN PEMANTIK
Mengapa air yang berasal dari mata air di pegunungan (hulu) terasa segar, jernih, dan tidak berbau, sedangkan air di kali/parit pemukiman dekat sekolah (hilir) seringkali keruh dan berbau?
Siapa yang menyebabkan perubahan kondisi air tersebut, dan apa dampaknya bagi kehidupan masyarakat di daerah hilir?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
Bernalar Kritis: Menganalisis sebab-akibat perubahan karakteristik air akibat aktivitas manusia.
Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk mengolah data pengamatan dan memecahkan masalah.
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan rasa syukur dan kepedulian terhadap kelestarian alam ciptaan Tuhan, khususnya ekosistem air.
Kompetensi Deep Learning
Mindful Learning: Kesadaran penuh saat mengamati detail parameter air (warna, bau, kejernihan).
Meaningful Learning: Mengaitkan materi sains dengan kondisi nyata parit/kali di sekitar sekolah.
Joyful Learning: Pembelajaran interaktif berbasis teknologi visual yang menyenangkan dan memotivasi.
MATERI PEMBELAJARAN
Karakteristik Air Hulu (Mata Air)
Terletak di daerah dataran tinggi/pegunungan.
Belum banyak tersentuh aktivitas manusia.
Karakteristik fisik: Jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan terasa segar.
Fungsi: Sumber utama air bersih untuk ekosistem di bawahnya.
Karakteristik Air Hilir (Muara / Parit Pemukiman)
Terletak di daerah dataran rendah, muara sungai, atau saluran air sekitar pemukiman.
Merupakan titik akhir atau aliran yang melintasi kawasan padat penduduk.
Karakteristik fisik: Keruh/berwarna gelap, berbau tidak sedap, terdapat endapan/sampah.
Penyebab Perubahan: Pembuangan limbah domestik (air bekas cucian, detergen, sampah plastik, dan limbah kamar mandi) dari aktivitas pemukiman.
Hubungan Kausalitas
Semakin padat pemukiman tanpa pengelolaan limbah yang baik, semakin besar penurunan kualitas air dari hulu ke hilir.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)
Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Culturally Responsive Teaching (CRT)
Metode: Pengamatan Visual Interaktif, Diskusi Kelompok, Analisis Kasus Lokal, Presentasi, Tanya Jawab.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Tanya jawab lisan mengenai pengalaman siswa melihat mata air dan melihat parit/kali di sekitar pemukiman.
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)
Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila) melalui lembar observasi.
Penilaian Kinerja Diskusi dan Presentasi kelompok.
Penilaian Pengetahuan/Pemahaman melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
Tes tertulis berupa soal esai reflektif singkat di akhir kegiatan.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Indikator | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Bernalar Kritis | Mampu menganalisis hubungan sebab-akibat perubahan air secara mandiri dan logis. | Mampu menganalisis hubungan sebab-akibat dengan sedikit dorongan guru. | Mampu menganalisis hanya jika dibimbing penuh. | Belum mampu menganalisis sebab-akibat. |
| Gotong Royong | Sangat aktif bekerjasama, menghargai pendapat teman, dan membantu anggota kelompok. | Aktif bekerjasama dan mau menerima pendapat teman. | Kurang aktif dalam kelompok, cenderung bekerja sendiri. | Tidak mau bekerjasama dalam kelompok. |
| Akhlak Mulia (Alam) | Menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kebersihan lingkungan dan air. | Menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. | Menunjukkan kepedulian jika diingatkan guru. | Belum menunjukkan kepedulian lingkungan. |
Rubrik Penilaian Kinerja / LKPD (Kelompok)
| Kriteria Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Identifikasi Karakteristik Air | Membandingkan 3 parameter (warna, bau, kejernihan) hulu dan hilir dengan sangat akurat. | Membandingkan 2 parameter dengan akurat. | Membandingkan 1 parameter dengan akurat. | Tidak dapat membandingkan parameter dengan tepat. |
| Analisis Penyebab (Aktivitas Pemukiman) | Mampu menyebutkan >3 aktivitas pemukiman penyebab pencemaran beserta penjelasannya. | Mampu menyebutkan 2-3 aktivitas pemukiman dengan jelas. | Mampu menyebutkan 1 aktivitas pemukiman. | Belum mampu menyebutkan aktivitas pemukiman. |
| Solusi / Aksi Nyata | Memberikan >2 solusi realistis dan berdampak langsung pada lingkungan lokal. | Memberikan 2 solusi realistis. | Memberikan 1 solusi sederhana. | Belum mampu memberikan solusi. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik (Mindful Context).
Guru melakukan persepsi awal dengan menayangkan dua buah botol bening di Smart TV yang berisi simulasi audio-visual/foto dari mata air pegunungan (hulu) dan air parit di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom (hilir).
Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Mengapa kondisi air di dua tempat ini sangat berbeda? Apa yang terjadi di sepanjang jalan alirannya?"
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan, serta kriteria penilaian yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Sintaks 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (10 Menit)
Guru menayangkan video tayangan dokumenter pendek melalui Smart TV tentang perjalanan air dari mata air pegunungan (hulu), melewati kawasan pemukiman, hingga sampai ke daerah muara/hilir.
Peserta didik mengamati secara cermat perubahan warna, dugaan bau, dan tingkat kejernihan air pada video tersebut (Joyful & Mindful Visual Experience).
Guru memantik kesadaran kontekstual siswa: "Lihatlah parit atau kali di dekat sekolah kita di Wringin Anom. Menurut kalian, parit tersebut termasuk bagian hulu atau hilir? Mengapa airnya bisa keruh?"
Sintaks 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (5 Menit)
Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 anak).
Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang berbasis diferensiasi parameter pengamatan (warna, bau, kejernihan).
Guru menjelaskan tata cara pengerjaan LKPD dan pembagian peran dalam kelompok.
Sintaks 3: Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok (15 Menit)
Peserta didik melakukan investigasi berbasis tayangan visual mendalam pada Smart TV serta teks bergambar tentang kondisi air hulu dan hilir.
Guru memfasilitasi diferensiasi proses:
- Kelompok A difokuskan menganalisis parameter Kejernihan dan Warna.
- Kelompok B difokuskan menganalisis parameter Bau dan Kandungan Sampah.
- Kelompok C & D mengaitkan seluruh parameter dengan data aktivitas pemukiman Wringin Anom.
Peserta didik mendiskusikan hubungan antara limbah rumah tangga (air cucian, sampah, dll.) dengan penurunan kualitas air hilir (Meaningful Learning).
Guru berkeliling memberikan scaffolding bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan teknis.
Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (10 Menit)
Setiap kelompok menyusun hasil analisis mereka pada tabel LKPD yang disajikan secara sistematis.
Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil analisanya di depan kelas menggunakan Smart TV sebagai media pendukung tayang.
Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan membangun.
Sintaks 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (10 Menit)
Guru memberikan konfirmasi ilmiah dan penguatan terhadap hasil presentasi peserta didik.
Guru menyimpulkan bersama siswa bahwa air hulu pada dasarnya bersih, namun aktivitas pemukiman yang tidak bertanggung jawab mengotori aliran air hingga menjadi keruh dan berbau di hilir.
Peserta didik diajak merumuskan komitmen bersama untuk menjaga kebersihan saluran air di sekolah dan rumah.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
Peserta didik bersama guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung.
Peserta didik mengerjakan soal evaluasi individu singkat (Asesmen Sumatif).
Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok.
Kegiatan pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)
Peserta didik secara sadar diajak untuk melatih ketelitian inderawi mereka melalui pengamatan visual detail terhadap perbedaan tekstur, transparansi warna, serta perkiraan tingkat kebersihan air dari hulu ke hilir, bukannya sekadar mengoperasikan hafalan teori.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Peserta didik menghubungkan sains lingkungan dengan realitas hidup mereka sehari-hari di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom, di mana mereka melihat sendiri kondisi parit pemukiman dan menyadari bahwa perilaku mereka di rumah berdampak pada kebersihan air di lingkungan tempat tinggal.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Penggunaan media teknologi Smart TV yang menyajikan materi visual berkualitas tinggi, simulasi interaktif, serta kegiatan diskusi kelompok yang dinamis menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan memotivasi peserta didik.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan media pengamatan bertingkat: kelompok visual-cepat diberikan analisis video komprehensif, sedangkan kelompok yang membutuhkan bantuan diberikan kartu gambar berseri dengan petunjuk parameter yang lebih jelas.
Diferensiasi Proses
Mengelompokkan fokus analisis berdasarkan parameter pengamatan (warna, bau, kejernihan). Guru memberikan tingkat Bimbingan (scaffolding) yang bervariasi: bimbingan intensif untuk peserta didik belum paham konsep, serta bimbingan mandiri/pemandu untuk yang sudah paham.
Diferensiasi Produk
Peserta didik diberi kebebasan menyampaikan hasil diskusi LKPD, baik dalam bentuk diagram tabel pengamatan visual, poster peta konsep sederhana, maupun narasi presentasi lisan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
Laptop Guru: Digunakan sebagai pusat kendali materi, pengelolaan modul, dan pengolahan data penilaian.
Smart TV: Digunakan untuk menampilkan video interaktif resolusi tinggi perjalanan air hulu-hilir, simulasi visual, serta menayangkan hasil karya kelompok.
Jaringan Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar digital real-time dan dokumentasi gambar kondisi perairan.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Video Edukasi Perjalanan Air Hulu ke Hilir (diakses via internet/YouTube).
Slide Presentasi Interaktif perbandingan karakteristik fisik air.
Foto/Gambar Kontekstual kondisi parit dan kali di wilayah pemukiman sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | ..................................................................... |
| Anggota Kelompok | 1. ................................................................. 2. ................................................................. 3. ................................................................. 4. ................................................................. |
| Kelas / Fase | V (Lima) / C |
| Tanggal | ..................................................................... |
Judul Kegiatan
Analisis Perbandingan Karakteristik Air Hulu dan Hilir Serta Hubungannya dengan Pemukiman.
Langkah Kerja
- Amati tayangan video/gambar perbandingan air hulu (mata air) dan air hilir (parit pemukiman) di Smart TV.
- Isilah tabel pengamatan di bawah ini berdasarkan parameter warna, bau, dan kejernihan.
- Diskusikan pertanyaan analisis bersama kelompokmu.
- Buatlah kesimpulan dan siapkan diri untuk presentasi!
Tabel Pengamatan Karakteristik Air
| Parameter Pengamatan | Air Hulu (Mata Air Pegunungan) | Air Hilir (Parit/Kali Pemukiman) |
|---|---|---|
| Warna | ||
| Bau | ||
| Kejernihan |
Pertanyaan Analisis
- Mengapa terdapat perbedaan warna, bau, dan kejernihan antara air di hulu dan air di hilir?
Jawab: ................................................................................................................................................................
- Sebutkan 3 aktivitas manusia di pemukiman (seperti sekitar Wringin Anom) yang menyebabkan air di hilir menjadi tercemar!
Jawab:
a. ....................................................................................................................................................................
b. ....................................................................................................................................................................
c. ....................................................................................................................................................................
- Apa yang akan terjadi jika masyarakat di daerah hulu dan sepanjang aliran air terus membuang sampah ke saluran air?
Jawab: ................................................................................................................................................................
- Tuliskan 2 tindakan nyata yang dapat kalian lakukan di sekolah atau rumah untuk menjaga saluran air tetap bersih!
Jawab: ................................................................................................................................................................
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran (belum memahami perbedaan karakteristik fisik air dan dampaknya):
Guru memberikan bimbingan perorangan dengan memanfaatkan bantuan media visual gambar langsung yang sangat kontras antara mata air dan air tercemar.
Peserta didik dibimbing ulang mendeskripsikan secara lisan parameter warna dan kejernihan sederhana.
Mengerjakan kembali soal latihan dasar terkait aktivitas pemukiman yang merusak air.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan sangat baik:
Peserta didik diberikan tugas peran sebagai "Duta Lingkungan Cilik Wringin Anom".
Peserta didik diminta merancang draf poster imbauan berupa ajakan tidak membuang limbah detergen atau sampah plastik ke parit sekolah/rumah.
Mengidentifikasi saluran pembuangan air di rumah masing-masing dan mencatat ke mana alirannya berMuara.
REFLEKSI GURU
| Aspek Refleksi | Catatan Guru |
|---|---|
| Keberhasilan Pembelajaran | Sebagian besar peserta didik sangat antusias saat mengamati tayangan visual Smart TV dan mampu membedakan parameter air hulu dan hilir secara akurat. |
| Kendala yang Dihadapi | Beberapa siswa masih kesulitan menghubungkan istilah teknis "hulu dan hilir" dengan parit di sekitar lingkungan rumah mereka. |
| Perbaikan yang Akan Dikelola | Pembelajaran berikutnya akan membawa sampel air nyata dari lingkungan sekitar sekolah untuk pengamatan taktil langsung. |
| Keterlibatan Peserta Didik | Pembentukan kelompok heterogen berjalan efektif, siswa visual dapat membantu merepresentasikan hasil diskusi dalam bentuk gambar/tabel. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
Lembar Refleksi Diri Peserta Didik
| Pertanyaan Refleksi | Tanggapan Peserta Didik |
|---|---|
| Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai? | .................................................................................... |
| Apa hal paling penting yang kamu pelajari tentang air hulu dan hilir? | .................................................................................... |
| Apa yang akan kamu lakukan jika melihat orang membuang sampah di parit? | .................................................................................... |
| Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dalam kelompok hari ini? | .................................................................................... |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Ekosistem sungai terdiri dari tiga bagian utama: hulu (upstream), tengah (midstream), dan hilir (downstream). Daerah hulu biasanya berada di pegunungan dengan tutupan vegetasi yang masih lebat, sehingga air yang keluar dari mata air memiliki tingkat kejernihan tinggi, kaya akan oksigen terlarut, serta belum terkontaminasi oleh limbah sintetis. Seiring mengalirnya air menuju hilir, air melewati daerah pemukiman, pertanian, dan industri. Aktivitas pemukiman menyumbang limbah domestik terbesar berupa graywater (air sabun, detergen) dan blackwater serta sampah padat. Penumpukan limbah ini menurunkan parameter kejernihan, meningkatkan bau akibat pembusukan bahan organik, serta merubah warna air. Pemahaman kausalitas ini penting ditanamkan pada peserta didik SD agar tercipta kesadaran ekologis holistik.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu dari mana asal air di sungai atau parit dekat rumahmu? Air mengalir dari tempat yang tinggi (disebut Hulu) ke tempat yang lebih rendah (disebut Hilir). Di hulu, air berasal dari mata air pegunungan yang sangat jernih, bersih, dan segar karena belum ada rumah pemukiman di sekitarnya. Namun, ketika air mengalir melewati desa dan pemukiman seperti di sekitar sekolah kita, air mulai bercampur dengan bekas air cucian, sabun, dan sampah yang dibuang sembarangan. Akibatnya, saat sampai di hilir (seperti muara atau kali besar), air berubah menjadi keruh, berbau, dan kotor. Agar air tetap bersih, kita tidak boleh membuang sampah atau air sabun langsung ke saluran parit!
GLOSARIUM
Hulu: Bagian awal aliran sungai atau saluran air yang biasanya terletak di daerah dataran tinggi/pegunungan dan merupakan tempat keluarnya mata air.
Hilir: Bagian akhir dari aliran sungai (muara atau saluran pembuangan akhir) yang terletak di dataran rendah.
Mata Air: Sumber air alami yang keluar dari dalam tanah menuju permukaan bumi.
Muara: Tempat bertemunya aliran sungai dengan laut atau danau besar.
Limbah Domestik: Buangan atau sisa yang berasal dari kegiatan rumah tangga/pemukiman (seperti air cucian, sisa makanan, dan sampah rumah tangga).
Kejernihan: Tingkat kebeningan air yang memampukan cahaya menembusnya tanpa terhalang endapan partikel.
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Sugiyanto. (2022). Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Lingkungan Pemukiman. Yogyakarta: Media Sains.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Belum mampu mengidentifikasi masalah kebersihan air hulu dan hilir sama sekali. | Mampu mengidentifikasi perbedaan air tetapi belum bisa menghubungkannya dengan aktivitas pemukiman. | Mampu menganalisis hubungan aktivitas pemukiman dengan kualitas air dengan sedikit bantuan guru. | Mampu menganalisis secara mandiri dan kritis hubungan kebersihan hulu-hilir dengan aktivitas pemukiman secara logis. | |
| 2 | Gotong Royong | Pasif dan tidak mau berinteraksi atau membantu anggota kelompok saat diskusi. | Kurang terlibat aktif, hanya mau bekerja jika diperintah oleh teman kelompoknya. | Aktif bekerja sama dan mau menyelesaikan tugas kelompok bersama-sama. | Sangat aktif memimpin/membantu teman sejawat serta menghargai setiap pendapat dalam diskusi. | |
| 3 | Akhlak Terhadap Alam | Tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar dan membuang sampah sembarangan. | Peduli terhadap kebersihan lingkungan hanya ketika diawasi oleh guru. | Menunjukkan kepedulian pada kebersihan air dan lingkungan secara konsisten selama pembelajaran. | Menunjukkan inisiatif tinggi untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mengajak teman untuk menjaga air. |
Lembar Penilaian Kinerja Diskusi dan Presentasi
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kelengkapan Pengamatan Visual | Memuat kurang dari 1 parameter pengamatan air hulu dan hilir pada LKPD. | Memuat 1-2 parameter pengamatan air secara kurang rinci pada LKPD. | Memuat 3 parameter pengamatan (warna, bau, kejernihan) secara lengkap namun kurang detail. | Memuat 3 parameter pengamatan (warna, bau, kejernihan) secara sangat rinci, akurat, dan rapi. | |
| 2 | Analisis Penyebab Masalah | Tidak dapat menyebutkan penyebab perbedaan kualitas air hulu dan hilir. | Menyebutkan 1 penyebab pencemaran air tanpa mengaitkan dengan kawasan pemukiman. | Menyebutkan 2-3 penyebab pencemaran air akibat pemukiman dengan jelas. | Menyebutkan lebih dari 3 penyebab pencemaran pemukiman beserta analisis akibatnya secara mendalam. | |
| 3 | Kejelasan Presentasi | Menyampaikan hasil diskusi dengan suara sangat pelan, tidak percaya diri, dan tidak runtut. | Menyampaikan hasil diskusi secara kurang runtut dan memerlukan banyak bimbingan guru. | Menyampaikan hasil diskusi dengan jelas, suara terdengar, dan bahasa yang cukup runtut. | Menyampaikan hasil diskusi dengan sangat percaya diri, artikulasi jelas, runtut, serta menguasai Smart TV. |