Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Perjalanan Air dari Tempat Tinggi (Hulu/Pegunungan) ke Tempat Rendah (Hilir/Laut)
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Model Pembelajaran : Inquiry Learning
Pendekatan Pembelajaran : Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) dan Culturally Responsive Teaching
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Kearifan Lokal: Sistem Perairan dan Sungai Utama Provinsi Jawa Timur (Sungai Sampean / Sungai Brantas); Diferensiasi: Peta Cetak Topografi dan Peta Digital Interaktif

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kesiapan Belajar dan Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom menunjukkan gaya belajar yang sangat dominan pada modalitas visual dan kinetik. Mereka memiliki antusiasme tinggi saat dihadapkan pada media berupa gambar, tayangan video, maupun aplikasi interaktif. Meskipun demikian, hasil asesmen diagnostik menunjukkan bahwa pemahaman konseptual mereka mengenai aliran air masih berada pada taraf permukaan (surface learning). Sebagian besar peserta didik hanya tahu bahwa air sungai "mengalir begitu saja", tetapi belum memahami prinsip gravitasi, bentang alam daratan, perbedaan hulu-hilir, serta kaitannya dengan penampakan pada peta.

Analisis Lingkungan dan Sumber Daya

Sekolah memiliki sarana pendukung teknologi seperti Laptop, Smart TV, dan koneksi Internet yang stabil. Lingkungan geografis lokal di Jawa Timur kaya akan jaringan sungai (seperti Daerah Aliran Sungai Sampean/Brantas) yang dapat diangkat sebagai konteks nyata (meaningful context) agar pembelajaran tidak bersifat abstrak.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu mengidentifikasi sumber-sumber air di daratan pada peta dan menjelaskan proses perubahan atau perjalanan air di permukaan bumi serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Utama (Alur Tujuan Pembelajaran)

  1. Peserta didik mampu mengidentifikasi alur perjalanan air dari tempat tinggi (hulu/pegunungan) menuju tempat rendah (hilir/laut) melalui analisis peta topografi/digital dengan tepat.
  2. Peserta didik mampu menjelaskan keterkaitan antara bentang alam daratan dan pergerakan air secara logis melalui kegiatan penyelidikan (inquiry).
  3. Peserta didik mampu menganalisis pentingnya menjaga kelestarian kawasan hulu dan hilir sungai lokal di Provinsi Jawa Timur dengan rasa peduli terhadap lingkungan.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Air di bumi selalu bergerak mengikuti hukum alam dari tempat yang bertekstur tinggi (hulu) menuju tempat yang lebih rendah (hilir) hingga akhirnya sampai ke laut. Keberadaan sungai dan sumber-sumber air di daratan menyokong seluruh kehidupan di sepanjang jalurnya. Menjaga kebersihan hulu berarti menyelamatkan kehidupan masyarakat di hilir.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa air sungai selalu mengalir menuju satu arah tertentu dan tidak pernah balik ke atas gunung?
  2. Bagaimana cara kita mengenali alur sungai dan sumber air hanya dengan melihat selembar peta?
  3. Apa yang akan terjadi pada kehidupan warga di hilir apabila kawasan pegunungan (hulu) rusak atau dicemari?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Memproses informasi dari peta dan media visual untuk menganalisis alur aliran air.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan penyelidikan berbasis peta dan diskusi.
  3. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian terhadap kelestarian sumber daya air ciptaan Tuhan.

Kompetensi Abad 21 (6C)

  1. Critical Thinking: Menganalisis perbedaan karakteristik hulu dan hilir berdasarkan elevasi pada peta.
  2. Collaboration: Berbagi peran dalam penelusuran peta digital/cetak.
  3. Communication: Mempresentasikan hasil temuan inquiry alur sungai di depan kelas.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Hulu dan Hilir Sungai

  1. Hulu (Upstream): Bagian awal aliran sungai yang biasanya berada di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Memiliki arus yang deras, lembah berbentuk V, serta menjadi tempat berkumpulnya mata air.
  2. Hilir (Downstream): Bagian akhir aliran sungai yang berada di dataran rendah dekat muara/laut. Arusnya lebih tenang, lembah melebar (bentuk U), dan sering terjadi pengendapan (sedimentasi).

Pembacaan Peta Perairan

  1. Garis Kontur dan Warna Peta: Warna cokelat/hijau tua menandakan ketinggian daratan; garis biru menandakan jaringan sungai dan badan air.
  2. Kontekstual Lokal: Penelusuran alur sungai utama di Jawa Timur dari daerah hulu pegunungan hingga bermuara di laut utara/selatan.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Inquiry Learning

Langkah kerja:

  1. Orientasi masalah
  2. Merumuskan masalah
  3. Mengajukan hipotesis
  4. Mengumpulkan data (Eksplorasi Peta)
  5. Menguji hipotesis
  6. Merumuskan kesimpulan

Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning

  1. Mindful Learning: Peserta didik diajak menyadari keberadaan air sebagai kebutuhan vital yang mengalir di sekitar mereka.
  2. Meaningful Learning: Menghubungkan konsep sains perjalanan air dengan kondisi nyata sungai di wilayah tempat tinggal mereka.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran interaktif menggunakan tayangan visual Smart TV, Google Earth, dan simulasi peta.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

Teknik: Kuis visual cepat pada awal kegiatan untuk mengukur pengetahuan awal tentang bentuk-bentuk perairan dan peta.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

Teknik: Lembar observasi diskusi kelompok, keaktifan penyelidikan peta, dan pengisian LKPD.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

Teknik: Tes tertulis pemahaman konsep perjalanan air dan analisis peta sederhana.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

NoAspek SikapIndikator Skor 1 (Perlu Bimbingan)Indikator Skor 2 (Cukup)Indikator Skor 3 (Baik)Indikator Skor 4 (Sangat Baik)
1Bernalar KritisBelum mampu mengolah data dari peta meskipun telah dibimbing.Mampu mengolah data dari peta dengan bantuan arahan penuh guru.Mampu menganalisis data peta secara mandiri namun kurang detail.Sangat mahir menganalisis data peta dan menarik hubungan keterkaitan secara logis.
2Gotong RoyongPasif dan tidak mau bekerja sama dalam kegiatan kelompok.Ikut serta dalam kelompok hanya jika diperintah oleh teman.Aktif bekerja sama dan menjalankan tugas kelompok dengan baik.Sangat aktif, memfasilitasi teman, dan bertanggung jawab penuh dalam kelompok.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Analisis Peta pada LKPD)

NoAspek KeterampilanIndikator Skor 1 (Perlu Bimbingan)Indikator Skor 2 (Cukup)Indikator Skor 3 (Baik)Indikator Skor 4 (Sangat Baik)
1Identifikasi Hulu & Hilir pada PetaTidak mampu menunjukkan hulu dan hilir pada peta cetak/digital.Menunjukkan hulu atau hilir dengan bantuan penuh dari guru.Menunjukkan hulu dan hilir pada peta dengan benar tetapi kurang tepat pada batasnya.Menunjukkan hulu, alur sungai, dan hilir pada peta dengan sangat akurat dan mandiri.
2Presentasi HasilBelum percaya diri dan isi penjelasan tidak sesuai topik.Penjelasan kurang runtut tetapi memahami garis besar materi.Menyampaikan hasil diskusi dengan runtut dan jelas.Menyampaikan hasil diskusi dengan sangat runtut, jelas, percaya diri, dan responsif.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (15 Menit)

  1. Pembukaan: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kerapian, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran.
  2. Apersepsi (Mindful Learning): Guru menampilkan gambar air terjun dan muara sungai di Smart TV. Guru mengajak peserta didik memejamkan mata sejenak, mendengarkan suara gemericik air, dan membayangkan perjalanan air tersebut.
  3. Pertanyaan Pemantik: "Anak-anak, mengapa air di pegunungan bisa sampai ke laut? Apakah ada mesin yang memompanya?"
  4. Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, model kegiatan inquiry yang akan dilakukan, dan sistem penilaian.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Orientasi Masalah (10 Menit)

  • Guru menayangkan peta digital/interaktif Provinsi Jawa Timur menggunakan Smart TV yang memperlihatkan jaringan sungai dari dataran tinggi menuju laut.
  • Peserta didik mengamati alur sungai dan perbedaan warna relief daratan pada Smart TV.

Tahap 2: Merumuskan Masalah (10 Menit)

  • Guru memfasilitasi peserta didik untuk merumuskan pertanyaan penyelidikan, seperti: "Bagaimana cara membaca arah aliran air sungai dari tempat tinggi ke tempat rendah pada peta?"

Tahap 3: Mengajukan Hipotesis (10 Menit)

  • Peserta didik secara individu/pasangan menuliskan dugaan sementara di lembar catatan kecil: "Air mengalir dari wilayah berwarna cokelat/hijau tua (tinggi) menuju wilayah berwarna biru/hijau muda (rendah/pantai) karena gaya gravitasi."

Tahap 4: Mengumpulkan Data (Eksplorasi Peta - Diferensiasi) (20 Menit)

  1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen.
  2. Kelompok A (Suka Peta Digital): Menggunakan laptop yang terhubung ke Google Earth/Peta Digital untuk menelusuri alur sungai lokal dari hulu ke hilir.
  3. Kelompok B (Suka Peta Cetak): Menggunakan Peta Cetak Topografi Jawa Timur berukuran besar dan kaca pembesar untuk menandai hulu, jalur sungai, dan hilir.
  4. Peserta didik mencatat titik hulu (pegunungan) dan titik hilir (muara laut) serta kota/kabupaten yang dilaluinya pada LKPD.

Tahap 5: Menguji Hipotesis (10 Menit)

  1. Peserta didik mencocokkan data ketinggian tempat pada peta dengan arah aliran sungai yang ditemukan.
  2. Peserta didik mendiskusikan hubungan antara kemiringan lereng dengan kecepatan aliran air serta dampaknya jika hulu tercemar.

Tahap 6: Merumuskan Kesimpulan (15 Menit)

  1. Masing-masing kelompok menyusun kesimpulan hasil inquiry pada LKPD.
  2. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil telusur peta di depan kelas dengan memanfaatkan tampilan layar Smart TV atau menunjukkan peta cetak.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Evaluasi & Refleksi: Guru dan peserta didik merangkum poin-poin utama perjalanan air dari hulu ke hilir.
  2. Asesmen Sumatif Singkat: Peserta didik mengerjakan tes tertulis mandiri (3 soal esai pendek).
  3. Apresiasi & Tindak Lanjut: Guru memberikan pujian atas kerja sama kelompok dan menyampaikan topik materi untuk pertemuan berikutnya. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning

Peserta didik secara sadar diajak mengamati dan merintih pentingnya air melalui kegiatan hening sejenak mendengarkan audio alir air, yang membantu membangkitkan kepekaan indra dan fokus mental sebelum mengkaji peta.

Meaningful Learning

Konsep pergerakan air tidak dihafalkan sebagai teori belaka, melainkan dihubungkan langsung dengan keberadaan sungai-sungai utama di Jawa Timur (seperti Sungai Sampean atau Brantas) yang memberi manfaat langsung bagi pertanian, perikanan, dan kebutuhan hidup harian keluarga peserta didik.

Joyful Learning

Penggunaan media peta interaktif digital pada laptop dan Smart TV memberikan sensasi seperti berpetualang atau menjelajah bentang alam secara aktual, sehingga proses penyelidikan ilmiah terasa menyenangkan dan tidak membosankan.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan bahan eksplorasi berupa peta digital berbasis aplikasi interaktif (untuk peserta didik yang fasih berinteraksi dengan gawai) dan peta cetak topografi berwarna dengan tekstur visual jelas (untuk peserta didik yang menyukai media fisik).

Diferensiasi Proses

Pada saat kegiatan pengumpulan data, peserta didik diberi kebebasan memilih teknik penelusuran alur sungai: menggunakan fitur zoom/3D pada Google Earth atau menggunakan alat bantu garis mistar dan kaca pembesar pada peta cetak.

Diferensiasi Produk

Hasil akhir laporan penyelidikan pada LKPD dapat disajikan dalam bentuk infografis gambar alur sungai, diagram alir sederhana, atau tabel deskriptif alur perairan sesuai dengan kesepakatan kelompok.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan tayangan video fenomena alir hulu-hilir, demonstrasi pembacaan peta, serta media presentasi kelompok.
  2. Laptop & Internet: Digunakan oleh peserta didik untuk mengakses Google Earth / Peta Digital Interaktif dalam rangka melacak koordinat hulu dan hilir sungai secara real-time.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran: Smart TV, Laptop, Peta Cetak Topografi Jawa Timur, Kaca Pembesar, Video Animasi Perjalanan Air.
  2. Sumber Belajar Utama: Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Peta Geografis Indonesia, Modul Digital Sumber Daya Air.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok.....................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
No. Absen.....................................................
Tanggal.....................................................

Topik: Menelusuri Perjalanan Air dari Hulu ke Hilir

Petunjuk Kerja

  1. Bacalah langkah-langkah kerja dalam kelompokmu dengan cermat.
  2. Gunakan peta cetak atau peta digital yang disediakan kelompokmu.
  3. Jawablah pertanyaan penyelidikan di bawah ini berdasarkan hasil pengamatan peta.

Langkah Penyelidikan Peta

  1. Buka peta wilayah Provinsi Jawa Timur (Cetak atau Digital).
  2. Carilah wilayah pegunungan/dataran tinggi (perhatikan warna cokelat atau hijau tua). Tandai wilayah ini sebagai titik HULU.
  3. Ikuti garis biru sungai yang berawal dari wilayah hulu tersebut.
  4. Telusuri ke arah mana garis biru tersebut mengalir hingga berakhir di lautan atau muara. Tandai wilayah ini sebagai titik HILIR.

Lembar Pengamatan

Pertanyaan PengamatanHasil Pengamatan / Analisis
Sebutkan nama pegunungan/gunung yang menjadi lokasi Hulu sungai yang kamu amati!....................................................................................................
Sebutkan nama sungai utama yang kamu telusuri alurnya!....................................................................................................
Di manakah lokasi Hilir (muara) dari sungai tersebut?....................................................................................................
Mengapa air mengalir dari hulu menuju ke hilir? Jelaskan alasan fisiknya!....................................................................................................
Jika warga di daerah hulu membuang sampah ke sungai, apa yang akan terjadi pada warga di daerah hilir?....................................................................................................

Kesimpulan Kelompok

Tuliskan kesimpulan kelompokmu tentang perjalanan air di daratan:

..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

REMEDIAL

Peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) diberikan kegiatan remedial berupa:

  1. Penjelasan ulang secara kualitatif oleh guru menggunakan maket/model sederhana bentuk bentang alam (gunung, sungai, laut) dan meneteskan air dari atas maket.
  2. Bimbingan khusus menyimak garis aliran air pada peta berskala lebih besar dan sederhana.

PENGAYAAN

Peserta didik yang telah melampaui KKTP diberikan tantangan pengayaan berupa:

  1. Menganalisis peta Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia dan membuat gagasan kampanye digital/poster sederhana tentang "Menjaga Kebersihan Hulu Sungai Demi Masa Depan Hilir".
  2. Menghitung estimasi panjang sungai utama lokal dengan memanfaatkan skala peta.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi / Catatan Guru
1Apakah seluruh peserta didik dapat mengikuti alur pembelajaran inquiry dengan aktif?Sebagian besar peserta didik sangat antusias saat eksplorasi peta, namun 2 kelompok memerlukan arahan ekstra dalam membaca simbol warna pada peta cetak.
2Apakah pemanfaatan Smart TV dan Peta Digital efektif meningkatkan pemahaman konseptual peserta didik visual?Sangat efektif. Visualisasi 3D pada Smart TV membuat konsep perbedaan ketinggian hulu dan hilir menjadi kongkret bagi peserta didik.
3Kendala apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung?Waktu eksplorasi peta digital sempat terulur karena peserta didik terlalu asyik menjelajahi fitur Google Earth di luar topik sungai.
4Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya?Menetapkan batas waktu yang lebih ketat pada setiap sintaks inquiry dan memberikan panduan koordinat lokasi yang lebih spesifik.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban / Tanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan buatmu?Saat melihat sungai secara langsung dari atas menggunakan peta digital di Smart TV dan laptop.
2Hal baru apa yang kamu ketahui tentang perjalanan air sungai?Ternyata air sungai mengalir ke laut karena pegunungan lebih tinggi dari laut, bukan karena ada mesin pendorong.
3Apakah kamu menemui kesulitan saat membaca peta? Bagian mana yang sulit?Masih sedikit bingung membedakan batas hilir jika sungainya bercabang banyak.
4Apa tindakan yang akan kamu lakukan untuk menjaga kebersihan air sungai?Tidak membuang sampah sembarangan ke selokan atau sungai di dekat rumah.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Perjalanan air di permukaan bumi merupakan bagian tak terpisahkan dari Siklus Hidrologi. Air hujan yang jatuh di wilayah pegunungan (hulu) akan berkumpul membentuk mata air dan alur-alur kecil (anak sungai). Berdasarkan hukum gravitasi, air mengalir dari tempat berpotensi energi tinggi (elevasi tinggi) menuju tempat berenergi rendah (elevasi rendah). Karakteristik hulu ditandai oleh erosi vertikal yang dominan, arus deras, dan lembah curam. Sebaliknya, kawasan hilir didominasi oleh erosi horizontal, arus lambat, terbentuknya meander (kelok sungai), serta delta di muara. Pembacaan peta topografi memanfaatkan perbedaan kontur warna: warna cokelat menandakan dataran tinggi/pegunungan, sedangkan warna hijau hingga biru menandakan dataran rendah dan badan air.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Pernahkah kamu berpikir dari mana datangnya air sungai? Air sungai berasal dari air hujan yang jatuh di pegunungan atau dari mata air gunung. Pegunungan disebut sebagai daerah Hulu. Karena pegunungan itu tinggi, maka air mengalir turun meluncur ke daerah yang lebih rendah. Jalur yang dilalui air itu membentuk Sungai. Sungai meliuk-liuk melewati desa dan kota hingga akhirnya sampai di daerah pantai atau laut. Daerah akhir tempat sungai bertemu laut disebut Hilir atau Muara. Kita harus menjaga kebersihan daerah pegunungan agar air yang mengalir sampai ke laut tetap bersih dan tidak banjir!

GLOSARIUM

  1. Hulu: Bagian awal atau ujung atas dari aliran sungai yang biasanya berada di pegunungan.
  2. Hilir: Bagian akhir aliran sungai yang berada di dataran rendah tempat sungai bermuara ke laut atau danau.
  3. Muara: Tempat berakhirnya aliran sungai di laut, danau, atau sungai lain yang lebih besar.
  4. Topografi: Tampilan atau bentuk permukaan bumi (seperti tinggi kerendahnya daratan) yang digambarkan pada peta.
  5. Elevasi: Ketinggian suatu tempat di atas permukaan laut.
  6. Gravitasi: Gaya tarik bumi yang menyebabkan benda (termasuk air) bergerak menuju ke tempat yang lebih rendah.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Fitri, A., dkg. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  2. Suryana, A. (2020). Geomorfologi Terapan dan Analisis Bentang Alam. Bandung: Alfabeta.
  3. Badan Informasi Geospasial. (2022). Peta Rupabumi Indonesia dan Tata Cara Pembacaannya untuk Pendidikan Dasar. Cibinong: BIG.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Keterampilan dan Sikap Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Kemampuan Membaca Peta Topografi / DigitalSkor 4: Sangat mahir menentukan hulu, jalur sungai, dan hilir pada peta tanpa bantuan.
Skor 3: Mampu menentukan hulu dan hilir pada peta dengan sedikit arahan.
Skor 2: Membutuhkan bimbingan intensif untuk menemukan alur sungai pada peta.
Skor 1: Belum mampu membaca peta sama sekali.
2Pemahaman Konsep Aliran Air (Hulu ke Hilir)Skor 4: Mampu menjelaskan hubungan gravitasi, elevasi daratan, dan aliran air secara ilmiah dan runtut.
Skor 3: Mampu menjelaskan bahwa air mengalir dari tempat tinggi ke rendah dengan benar.
Skor 2: Mengetahui air mengalir ke laut tetapi belum paham peran ketinggian daratan.
Skor 1: Belum memahami konsep arah aliran air.
3Kerjasama dan Partisipasi KelompokSkor 4: Sangat aktif, membagi tugas, membimbing teman, dan menyelesaikan LKPD tepat waktu.
Skor 3: Aktif berdiskusi dan menjalankan tugas kelompok yang diberikan.
Skor 2: Kurang aktif dan hanya mengerjakan tugas jika diminta teman kelompok.
Skor 1: Pasif dan mengganggu jalannya diskusi kelompok.
4Kepedulian Terhadap Lingkungan PerairanSkor 4: Mampu menganalisis dampak pencemaran hulu ke hilir serta memberikan 3 gagasan solusi nyata.
Skor 3: Mampu menjelaskan akibat jika hulu sungai dicemari oleh sampah.
Skor 2: Menyebutkan dampak sampah di sungai secara umum saja.
Skor 1: Belum peduli dan belum bisa menjelaskan dampak pencemaran air.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130