Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Distribusi Dan Pergerakan Air Di Bumi
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Model Pembelajaran : Inquiry Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning: Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Kearifan Lokal: Sungai Brantas dan Sumber Air Utama Jawa Timur / Diferensiasi: Peta Cetak dan Digital Interaktif

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom mayoritas memiliki gaya belajar visual yang dominan. Mereka sangat responsif terhadap tayangan bergambar, simbol warna pada peta, serta visualisasi digital melalui Smart TV. Meskipun memiliki antusiasme dan keaktifan yang tinggi saat mengamati media visual, analisis awal menunjukkan bahwa pemahaman konsep dasar peserta didik mengenai distribusi air tawar di daratan serta mekanisme pergerakannya masih berada pada tingkat permukaan. Peserta didik cenderung menganggap air di bumi tidak terbatas dan belum mampu mengidentifikasi serta menghubungkan keberadaan sungai, danau, dan air tanah pada peta spasial dengan kondisi lingkungan nyata di sekitar mereka, seperti keberadaan jaringan Sungai Brantas di Jawa Timur.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik mengidentifikasi urutan proses pergerakan air di bumi dan mengidentifikasi sumber-sumber air di daratan pada peta, serta menganalisis peran sumber air bagi kehidupan sosial dan ekosistem lokal.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Kognitif

  1. Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 4 jenis sumber air di daratan (sungai, danau, rawa, air tanah) melalui analisis peta cetak maupun digital dengan tepat.
  2. Peserta didik mampu menjelaskan keterkaitan antara bentuk muka bumi dengan pergerakan air dari hulu ke hilir menggunakan peta tematik regional Jawa Timur dengan benar.

Tujuan Pembelajaran Keterampilan

  • Peserta didik mampu memetakan lokasi sumber-sumber air daratan utama di wilayah provinsi (seperti Sungai Brantas) menggunakan simbol visual yang tepat pada lembar peta yang disediakan.

Tujuan Pembelajaran Sikap

  • Peserta didik menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian sumber air di lingkungan sekitar melalui refleksi terpandu dengan penuh rasa tanggung jawab.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Air di bumi terdistribusi dalam berbagai bentuk, di mana sebagian besar adalah air asin dan hanya sebagian kecil berupa air tawar yang berada di daratan seperti sungai, danau, dan air tanah. Air senantiasa bergerak mengalir mengikuti gravitasi dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah hingga kembali ke laut. Memahami letak dan pergerakan sumber air pada peta membantu manusia menjaga ketersediaan air bersih dan mencegah bencana kekeringan maupun banjir di daerah aliran sungai lokal seperti Sungai Brantas.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa bumi kita yang berwarna biru dari luar angkasa ini bisa mengalami kekurangan air bersih di daratan?
  2. Jika kalian melihat peta Jawa Timur, ke manakah arah aliran sungai-sungai besar seperti Sungai Brantas bermuara?
  3. Dari mana asalnya air yang mengalir di sungai dekat permukiman kita?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Memproses informasi visual pada peta untuk menganalisis letak dan pola pergerakan air daratan.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok investigasi saat menyelesaikan tantangan penelusuran peta.
  3. Kreatif: Menyajikan peta alur sungai lokal dengan pengodean warna dan simbol visual yang adaptif.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Kesadaran penuh saat mengamati detail garis air dan topografi pada peta.
  2. Meaningful Learning: Menghubungkan simbol pada peta dengan keberadaan sungai riil di Jawa Timur serta pemanfaatannya bagi kehidupan harian.
  3. Joyful Learning: Sensasi penemuan (discovery) saat melacak aliran sungai secara interaktif menggunakan Smart TV dan Google Earth.

MATERI PEMBELAJARAN

Distribusi Air di Bumi

Bumi dilapisi oleh air sekitar 71 persen. Namun, sekitar 97 persen dari total air tersebut adalah air asin yang berada di lautan. Sisanya, yaitu 3 persen, merupakan air tawar. Dari 3 persen air tawar tersebut, sebagian besar membeku dalam bentuk gletser dan kutub es, sehingga air tawar yang berwujud cair dan siap dimanfaatkan manusia di daratan jumlahnya kurang dari 1 persen.

Sumber-Sumber Air di Daratan

  1. Sungai: Aliran air tawar yang memanjang dan mengalir secara alami dari hulu (pegunungan/dataran tinggi) menuju hilir (danau atau laut).
  2. Danau: Cekungan luas di permukaan bumi yang terisi oleh air tawar atau asin yang dikelilingi oleh daratan.
  3. Rawa: Genangan air tawar di daratan yang dangkal dan biasanya ditumbuhi oleh tumbuhan air.
  4. Air Tanah: Air tawar yang tersimpan di dalam lapisan batuan atau tanah di bawah permukaan bumi.

Pergerakan Air di Daratan

Air mengalir mengikuti hukum gravitasi dari tempat yang bergradien tinggi ke tempat yang bergradien rendah. Aliran sungai membentuk sistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Di Jawa Timur, sistem DAS terbesar adalah DAS Sungai Brantas yang melintasi berbagai kabupaten/kota sebelum bermuara di Selat Madura.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Inquiry Learning (Pembelajaran Berbasis Penyingkapan/Penemuan)

Sintaks Pembelajaran:

  1. Orientasi Masalah
  2. Merumuskan Masalah
  3. Merumuskan Hipotesis
  4. Mengumpulkan Data (Eksplorasi Peta)
  5. Menguji Hipotesis
  6. Merumuskan Kesimpulan

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan elemen:

  • Mindful Learning (Fokus dan pengamatan kritis)
  • Meaningful Learning (Keterkaitan konsep dengan kearifan lokal DAS Brantas)
  • Joyful Learning (Investigasi interaktif berbasis peta digital)

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  • Teknik: Tes Lisan Visual
  • Instrumen: Memperlihatkan gambar bola dunia (globe) dan foto sungai, kemudian mengajukan pertanyaan singkat mengenai keberadaan air tawar di daratan.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  • Teknik: Unjuk Kerja Kelompok dan Observasi
  • Instrumen: Lembar Observasi Diskusi Inquiry dan Pengisian LKPD Penelusuran Peta.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Teknik: Tes Tulis Soal Penalaran Singkat
  • Instrumen: Soal pilihan ganda kompleks dan uraian terbatas berbasis analisis peta.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Pengidentifikasian Peta (Formatif)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Identifikasi Sumber Air DaratanHanya mampu menemukan <2 jenis sumber air pada peta dengan tepat.Mampu menemukan 2-3 jenis sumber air pada peta tetapi perlu bantuan petunjuk.Mampu menemukan 4 jenis sumber air pada peta secara mandiri.Mampu menemukan seluruh jenis sumber air beserta detail namanya pada peta secara presisi.
2Analisis Arah Pergerakan AirSalah menganalisis arah aliran air (misal: menganggap air mengalir ke tempat tinggi).Mampu menjelaskan arah aliran air tetapi belum konsisten menunjukkannya pada peta.Mampu menunjukkan dan menjelaskan arah aliran air dari hulu ke hilir pada peta dengan benar.Mampu menganalisis alur pergerakan air dari hulu, anak sungai, hingga muara secara sistematis dan tepat.
3Kerjasama KelompokPasif dan tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok.Berpartisipasi jika diminta oleh teman kelompoknya.Aktif berpartisipasi dan membantu tugas kelompok secara mandiri.Sangat aktif, memimpin diskusi, dan memfasilitasi anggota kelompok yang kesulitan.

Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif (Tulis)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Pemahaman Konsep Distribusi AirMenganggap air tawar di daratan jumlahnya lebih banyak daripada air laut.Mengetahui air tawar lebih sedikit tetapi tidak mampu menjelaskan porsinya.Menjelaskan bahwa air tawar daratan sangat terbatas dibanding air laut dengan benar.Menjelaskan perbandingan porsi air laut dan air tawar daratan beserta alasannya secara komprehensif.
2Integrasi Lokal (DAS Brantas)Tidak mengenal atau salah menunjukkan posisi jaringan Sungai Brantas pada peta.Mampu menunjukkan posisi Sungai Brantas tetapi salah mengidentifikasi daerah muaranya.Mampu menunjukkan alur Sungai Brantas dari daerah asal ke muara pada peta regional.Mampu menguraikan keterkaitan antara DAS Brantas dengan pemanfaatan air oleh masyarakat sekitar dengan tepat.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (15 menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan memeriksa kesiapan belajar serta kerapian kelas.
  2. Guru bersama peserta didik melakukan teknik "Hening Sejenak" (Mindful Breathing) selama 1 menit untuk mengondisikan fokus belajar peserta didik.
  3. Guru melakukan apersepsi visual dengan menayangkan citra satelit bumi dari Google Earth pada Smart TV.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Lihat warna biru yang sangat luas ini! Mengapa wilayah yang berwarna biru ini tidak bisa langsung kita minum airnya? Di manakah letak air tawar yang biasa kita gunakan di daratan Jawa Timur ini?"
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, tahapan inquiry yang akan dilakukan, dan aspek penilaian yang akan diambil.

Kegiatan Inti (75 menit)

Sintaks 1: Orientasi Masalah

  1. Guru menayangkan peta digital Jawa Timur pada Smart TV yang memperlihatkan garis-garis biru meliuk (sungai) dan area biru terisolasi (danau/waduk).
  2. Peserta didik secara visual mengamati perbedaan antara lautan di selatan/utara Jawa dengan jaringan garis biru di daratan.

Sintaks 2: Merumuskan Masalah

  • Guru memfasilitasi peserta didik untuk merumuskan pertanyaan investigasi, seperti: "Di mana saja sumber air tawar berada di daratan Jawa Timur?" dan "Ke manakah air sungai di sekitar kita mengalir?"

Sintaks 3: Merumuskan Hipotesis

  • Dalam kelompok, peserta didik merumuskan dugaan sementara: "Air mengalir dari gunung menuju ke laut melalui garis biru (sungai) pada peta."

Sintaks 4: Mengumpulkan Data (Eksplorasi Peta)

  1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok).
  2. Guru memberikan diferensiasi fasilitas belajar:
    • Kelompok Visual Digital: Memanfaatkan Smart TV / Laptop interaktif untuk membuka Google Maps/Google Earth regional Jawa Timur.
    • Kelompok Visual Cetak: Menerima Peta Tematik Hidrologi Jawa Timur ukuran A3 berkualitas tinggi dengan pengodean warna transparan.
  1. Setiap kelompok melakukan investigasi melacak sumber-sumber air di daratan (Sungai Brantas, Waduk Karangkates, Danau Ngebel, dll.) dan mencatat jalurnya sesuai petunjuk LKPD.

Sintaks 5: Menguji Hipotesis

  1. Peserta didik mencocokkan arah aliran air pada peta dengan contours/topografi warna (hijau untuk dataran rendah, cokelat/kuning untuk pegunungan).
  2. Peserta didik menemukan bahwa alur Sungai Brantas melingkar dari wilayah pegunungan Malang, melewati Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, Mojokerto, hingga bermuara di Surabaya/Sidoarjo.

Sintaks 6: Merumuskan Kesimpulan

  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil penelusuran peta di depan kelas dengan menunjuk langsung pada peta di Smart TV atau membawa Peta A3 kelompoknya.
  2. Guru memberikan penguatan konsep mengenai distribusi air tawar daratan yang terbatas serta pergerakan konstan air sesuai gravitasi.

Kegiatan Penutup (15 menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin utama materi pembelajaran distribusi dan pergerakan air di bumi.
  2. Peserta didik melakukan refleksi terbimbing mengenai pentingnya menjaga kebersihan aliran sungai di lingkungan setempat.
  3. Guru memberikan penugasan tes evaluasi mandiri (Asesmen Sumatif).
  4. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan keterlibatan aktif seluruh kelompok.
  5. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning

Peserta didik dilatih untuk melakukan pengamatan tajam (keen observation) terhadap detail peta visual. Mereka mengamati gradasi warna topografi dan simbol garis air, menyadari secara utuh bahwa garis halus di peta mewakili sungai riil yang menopang kehidupan jutaan manusia di Jawa Timur.

Meaningful Learning

Konsep pergerakan air tidak hanya dimaknai sebagai teori hidrosfer abstrak, melainkan dihubungkan langsung dengan keberadaan Sungai Brantas yang mengaliri wilayah Jawa Timur. Peserta didik memahami dampak langsung jika hulu sungai tercemar terhadap daerah hilir.

Joyful Learning

Proses belajar dirancang interaktif melalui kegiatan "Peta Detektif Air" menggunakan media Smart TV dan Google Earth. Rasa gembira muncul ketika peserta didik berhasil menyusuri alur sungai secara virtual dari titik awal hingga menemukan muaranya di laut.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan media peta dalam dua moda: Peta digital berbasis citra satelit interaktif melalui laptop/Smart TV untuk peserta didik yang sangat adaptif dengan teknologi, dan Peta tematik cetak berwarna ukuran A3 untuk kelompok yang lebih menyukai manipulasi fisik kertas.

Diferensiasi Proses

Pada saat pengerjaan LKPD, kelompok diberikan tingkat kedalaman petunjuk (scaffolding) yang bervariasi. Kelompok yang telah memahami konsep dasar diminta melacak 3 anak sungai Brantas, sedangkan kelompok yang membutuhkan bantuan fokus pada 1 aliran sungai utama dan danau terdekat.

Diferensiasi Produk

Peserta didik diberikan kebebasan dalam menyajikan hasil penelusuran peta: dapat berupa gambar alur peta dengan pengodean warna warna-warni, atau narasi singkat berbentuk tabel alur perjalanan air dari hulu ke hilir.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan citra Google Earth resolusi tinggi, tayangan dinamika aliran air, serta presentasi hasil kerja kelompok secara interaktif.
  2. Laptop & Koneksi Internet: Digunakan oleh guru dan peserta didik dalam mengeksplorasi peta digital interaktif untuk melakukan simulasi zoom-in dan zoom-out wilayah Aliran Sungai Brantas.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
    • Aplikasi Google Earth / Google Maps (Digital)
    • Peta Tematik Hidrologi Jawa Timur Ukuran A3 (Cetak)
    • Globe / Bola Dunia Visual
    • Smart TV dan Laptop
  1. Sumber Belajar:
  • Buku Panduan Guru dan Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).
  • peta-maritim.bmkg.go.id / Peta Digital RBI (Rupa Bumi Indonesia) BIG.
  • Lingkungan sekitar (Sistem perairan/sungai lokal Jawa Timur).

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik...........................................................
Kelas / FaseV / C
Nomor Absen...........................................................
Tanggal...........................................................

Judul Kegiatan: Detektif Air: Menelusuri Sumber dan Pergerakan Air di Daratan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amatilah peta wilayah Jawa Timur (Cetak atau Digital di Smart TV) bersama kelompokmu!
  2. Temukan simbol-simbol perairan daratan (garis biru untuk sungai, area biru untuk danau/waduk).
  3. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan hasil penelusuran kelompokmu!

Pertanyaan Investigasi:

  1. Kelompokkanlah nama-nama sumber air yang berhasil kalian temukan pada peta ke dalam tabel berikut!
NoJenis Sumber Air DaratanNama Sumber Air pada PetaWilayah / Kabupaten Tempat Ditemukan
1Sungai
2Danau / Waduk
3Rawa / Cekungan
  1. Amati alur utama Sungai Brantas pada peta!

a. Di wilayah bagian mana (daerah tinggi/pegunungan) titik awal aliran Sungai Brantas ditemukan?

Jawab: .........................................................................................................................

b. Melalui wilayah mana saja aliran sungai tersebut bergerak?

Jawab: .........................................................................................................................

c. Ke manakah muara akhir aliran Sungai Brantas tersebut bermuara?

Jawab: .........................................................................................................................

  1. Analisis Pergerakan Air:

Mengapa air dari gunung dapat mengalir sampai ke laut? Apakah air dapat mengalir dari tempat yang rendah ke tempat yang lebih tinggi secara alami? Jelaskan alasanmu!

Jawab: .................................................................................................................................................................

  1. Kesimpulan Diskusi Kelompok:

Tuliskan kesimpulan kelompokmu tentang perbedaan porsi air laut dan air tawar daratan serta bagaimana pergerakan air terjadi di bumi!

Jawab: .................................................................................................................................................................

REMEDIAL

Kegiatan remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) pada konsep pergerakan air dan identifikasi sumber air daratan.

Langkah Remedial:

  1. Pendampingan Individu/Kelompok Kecil: Guru membimbing kembali peserta didik menggunakan alat peraga visual sederhana berupa maket topografi buatan (tanah miring yang dialiri air) untuk memperjelas konsep aliran dari tempat tinggi ke tempat rendah.
  2. Penelusuran Peta المبسط (Sederhana): Peserta didik diminta kembali menunjukkan 2 sungai utama dan 1 danau pada peta yang garisnya telah diberi batas warna mencolok (highlighter).

PENGAYAAN

Kegiatan pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan cepat dan akurat.

Langkah Pengayaan:

  1. Peserta didik diberikan tugas peran sebagai "Perencana Tata Ruang Kota".
  2. Mereka diminta menganalisis keterkaitan antara penyempitan/pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dengan potensi bencana banjir di kawasan kota/hilir.
  3. Hasil analisis disajikan dalam bentuk diagram alur solusi sederhana untuk menjaga kebersihan sumber air daratan.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan Refleksi GuruHasil Refleksi / Catatan Guru
1Apakah penggunaan media peta digital (Smart TV) dan cetak efektif meningkatkan pemahaman peserta didik yang bergaya belajar visual?Penggunaan media visual sangat efektif menarik perhatian siswa, namun perlu bimbingan lebih pada pembacaan skala peta.
2Bagaimana penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) membantu siswa menghubungkan materi dengan lingkungan lokal (DAS Brantas)?Siswa sangat antusias ketika nama-nama sungai lokal yang pernah mereka kunjungi muncul dalam pembahasan peta.
3Apakah sintaks Inquiry Learning terlaksana seluruhnya sesuai dengan alokasi waktu 3 x 35 menit?Tahap pengumpulan data memakan waktu lebih lama sehingga tahap presentasi perlu diefisiensikan.
4Berapa persen peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran secara mandiri tanpa remidial?Sekitar 85% peserta didik berhasil mencapai tujuan pembelajaran dengan predikat Baik dan Sangat Baik.
5Perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk pertemuan pembelajaran berikutnya?Memperjelas petunjuk kerja pada LKPD dan mengelompokkan siswa secara lebih berimbang dari segi kemampuan analisis visual.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban / Tanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan menelusuri peta air hari ini yang paling kamu sukai?Saat mencari alur Sungai Brantas di Smart TV menggunakan Google Earth secara interaktif.
2Apakah kamu dapat menemukan sumber-sumber air di daratan pada peta dengan mudah?Ya, karena garis biru pada peta terlihat jelas, tetapi saya sempat bingung membedakan waduk dan danau alami.
3Hal penting apa yang kamu pelajari tentang pergerakan air sungai dari tempat tinggi ke tempat rendah?Air selalu mengalir mengikuti gravitasi menuju laut, jadi kita tidak boleh membuang sampah di sungai karena akan terbawa sampai ke muara.
4Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga kebersihan sumber air tawar di sekitar rumahmu?Tidak membuang sampah ke selokan atau sungai dan menghemat penggunaan air bersih sehari-hari.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Perairan darat merupakan bagian dari siklus hidrologi yang memegang peranan penting dalam menyediakan air tawar bagi ekosistem daratan. Sebagian besar air tawar di bumi berada dalam bentuk es di kutub (sekitar 68,7%) dan air tanah (sekitar 30,1%). Air permukaan seperti danau, sungai, dan rawa hanya mencakup kurang dari 0,3% dari total air tawar bumi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) sangat krusial. DAS Brantas di Jawa Timur memiliki panjang sungai utama sekitar 320 km dan melingkari Gunung Kelud. Sistem perairan ini berfungsi sebagai penyedia air irigasi, air minum, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta pengendali banjir. Pemetaan yang presisi membantu dalam pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu bahwa bumi tempat kita tinggal ini kaya akan air? Jika kita melihat bola dunia, warna biru sangat mendominasi. Namun, tahukah kamu bahwa sebagian besar air tersebut adalah air asin di lautan yang tidak bisa langsung kita minum? Air yang kita gunakan untuk mandi, minum, dan memasak adalah air tawar. Air tawar ini tersimpan di daratan, seperti di sungai, danau, rawa, dan di dalam tanah.

Air di daratan selalu bergerak. Air hujan yang jatuh di daerah pegunungan (hulu) akan berkumpul dan mengalir membentuk sungai. Air sungai mengalir meliuk-liuk menelusuri daratan yang lebih rendah hingga akhirnya sampai ke laut (hilir). Di Jawa Timur, kita memiliki sungai yang sangat panjang dan terkenal bernama Sungai Brantas. Sungai ini memberi kehidupan bagi jutaan petani dan masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kebersihan sungai agar air tawar di daratan tetap bersih dan lestari!

GLOSARIUM

  1. Hidrosfer: Lapisan air yang menyelimuti permukaan bumi, meliputi laut, sungai, danau, air tanah, dan uap air di atmosfer.
  2. Sungai: Aliran air tawar alami berukuran besar yang mengalir dari tempat tinggi (hulu) menuju tempat yang lebih rendah (hilir/muara).
  3. Danau: Cekungan daratan yang sangat luas dan terisi oleh air tawar atau asin.
  4. Air Tanah: Air yang berada di bawah permukaan tanah pada lapisan batuan yang mengandung air.
  5. Daerah Aliran Sungai (DAS): Wilayah daratan yang secara topografis dibatasi oleh punggung bukit yang menampung dan mengalirkan air hujan menuju sungai utama.
  6. Hulu: Bagian awal atau permulaan aliran sungai yang biasanya berada di daerah pegunungan/dataran tinggi.
  7. Hilir (Muara): Bagian akhir aliran sungai yang berbatasan langsung dengan laut atau danau.
  8. Peta Tematik: Peta yang menyajikan informasi khusus mengenai aspek atau tema tertentu, seperti tema perairan/hidrologi.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Informasi Geospasial. (2020). Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) Lembar Jawa Timur. Cibinong: BIG.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  4. Tarbuk, J., & Rahardjo, S. (2018). Hidrologi Dasar dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Keterampilan Dan Sikap Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Pengamatan Visual PetaTidak fokus mengamati peta, tidak dapat menemukan simbol air.Mengamati peta tetapi sering terdistraksi dan membutuhkan bantuan berulang.Mengamati peta dengan cermat dan mampu menemukan simbol air secara mandiri.Sangat cermat, detail mengamati peta, dan mampu menemukan simbol air beserta nama wilayahnya dengan cepat.
2Pemahaman Arah Pergerakan AirMenganggap air mengalir tanpa pola atau mengalir ke tempat tinggi.Memahami air mengalir ke tempat rendah tetapi tidak konsisten saat menunjukkan alur pada peta.Mampu menunjukkan alur air dari hulu ke hilir pada peta dengan benar.Mampu menganalisis alur pergerakan air dari hulu, anak sungai, hingga muara secara mendetail dan tepat.
3Partisipasi Diskusi KelompokPasif, tidak mengeluarkan pendapat dan tidak mengerjakan tugas.Cukup aktif jika dipanggil atau diberi tugas khusus oleh teman.Aktif berpendapat dan menyelesaikan bagian tugas kelompoknya dengan baik.Sangat aktif, memimpin pencarian data pada peta, serta membantu teman kelompok yang kesulitan.
4Kepedulian Lingkungan AirTidak menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian air tawar.Menyebutkan tindakan menjaga air hanya jika diminta oleh guru.Menyebutkan tindakan nyata menjaga kebersihan air sungai dengan kesadaran sendiri.Menguraikan dampak pencemaran air dan berkomitmen melakukan tindakan pelestarian air secara konkret.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130