IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Aksi Nyata Menjaga Ekosistem |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS dan Keterampilan Proses |
| Model Pembelajaran | : | Project Based Learning (PjBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi Komitmen Individual dan Kebersihan Lingkungan Lokal |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Profil Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom berjumlah 25 anak. Berdasarkan hasil pemetaan awal, mayoritas peserta didik memiliki gaya belajar visual yang kuat dan sangat antusias ketika diberikan tayangan media grafis atau video interaktif. Namun, sebagian besar peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar keterhubungan antar komponen ekosistem serta konsekuensi logis dari kerusakan lingkungan lokal.
Kebutuhan Pembelajaran
- Pembelajaran berbasis audio-visual untuk menjembatani pemahaman konsep dasar ekosistem.
- Aktivitas fisik-motorik dan reflektif langsung di area lingkungan sekolah guna membangun kesadaran kritis.
- Diferensiasi pada penetapan bentuk komitmen individual agar peserta didik dapat bertanggung jawab sesuai dengan kapasitas serta minat pribadinya.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mengimplementasikan rencana pemeliharaan lingkungan sekolah sebagai bentuk aksi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem lokal.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui pengamatan tayangan video interaktif dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengidentifikasi 3 bentuk gangguan ekosistem lokal sekolah beserta dampaknya dengan tepat.
- Melalui sintaks Project Based Learning (PjBL), peserta didik dapat merancang dan mengimplementasikan satu aksi nyata pemeliharaan lingkungan sekolah secara gotong royong dan penuh tanggung jawab.
- Melalui refleksi mendalam, peserta didik mampu menyusun komitmen individual secara tertulis sesuai pilihan minat dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem lingkungan lokal.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Manusia adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem. Tindakan kecil berupa aksi kebersihan dan pemeliharaan lingkungan sekolah yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keseimbangan ekosistem lokal dan keberlanjutan kehidupan.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Apa yang akan terjadi pada makhluk hidup di sekolah kita jika halaman dan taman sekolah dipenuhi sampah serta tidak dirawat?
- Mengapa tindakan kecil yang kita lakukan hari ini dapat menentukan kelestarian ekosistem di masa depan?
- Aksi nyata apa yang paling memungkinkan kamu lakukan mulai hari ini untuk menjaga lingkungan sekolah kita tetap bersih dan sehat?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan rasa syukur atas ciptaan Tuhan melalui sikap menyayangi dan merawat lingkungan.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk merancang dan melaksanakan aksi kebersihan lingkungan sekolah.
- Bernalar Kritis: Menganalisis kondisi lingkungan sekolah dan menemukan solusi atas permasalahan kebersihan yang ditemukan.
- Kreatif: Menyusun rencana aksi nyata dan komitmen individual dalam bentuk yang menarik.
Kompetensi Abad 21 (4C)
- Critical Thinking: Menganalisis hubungan antara kebersihan lingkungan dengan kesehatan ekosistem.
- Collaboration: Bekerja dalam tim untuk menyelsaikan tugas proyek pemeliharaan lingkungan.
- Communication: Menyampaikan ide, komitmen, dan hasil aksi nyata di depan kelas.
- Creativity: Merancang produk komitmen pemeliharaan ekosistem dalam berbagai pilihan bentuk visual atau tertulis.
MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian dan Komponen Ekosistem Sekolah
Ekosistem sekolah terdiri dari komponen biotik (tumbuhan, hewan, manusia) dan abiotik (tanah, air, udara, batu, bangunan). Keseimbangan ekosistem sekolah sangat bergantung pada kebersihan dan perawatan yang dilakukan oleh warga sekolah.
Ancamam terhadap Ekosistem Lokal
- Penumpukan sampah plastik yang merusak kualitas tanah dan estetika lingkungan.
- Tumbuhan taman yang tidak tersiram atau tertutup sampah.
- Saluran air yang tersumbat limbah domestik sekolah.
Aksi Nyata Pemeliharaan Lingkungan Lokal
- Operasi semut (memilah sampah organik dan anorganik).
- Penyiraman dan perawatan tanaman sekolah.
- Pembersihan area mikro ekosistem (taman kelas, sudut hijau sekolah).
- Deklarasi komitmen individual perawat ekosistem.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Project Based Learning (PjBL) dengan 6 tahapan utama:
- Pertanyaan Mendasar
- Mendesain Perencanaan Proyek
- Menyusun Jadwal Pembuatan
- Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek
- Menguji Hasil
- Evaluasi Pengalaman Belajar
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berfokus pada:
- Mindful Learning (Kesadaran Penuh): Menyadari keberadaan diri dalam ekosistem.
- Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Menghubungkan teori ekosistem dengan realitas lingkungan sekolah SD Negeri 1 Wringin Anom.
- Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Melakukan aksi kebersihan interaktif di luar ruangan.
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
- Teknik: Tanya jawab singkat berbasis tayangan gambar lingkungan bersih dan tercemar di Smart TV.
- Instrumen: Lembar ceklis pemahaman konsep ekosistem awal.
Asesmen Formatif (Proses)
- Teknik: Observasi kinerja kelompok selama merancang dan melaksanakan aksi nyata kebersihan lingkungan.
- Instrumen: Lembar observasi sikap gotong royong dan keaktifan.
Asesmen Sumatif (Akhir)
- Teknik: Penilaian Produk (Lembar Komitmen Individual) dan Unjuk Kerja Presentasi.
- Instrumen: Rubrik penilaian komitmen individual dan rubrik presentasi aksi nyata.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Proyek Aksi Nyata Lingkungan
| Kriteria Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Perencanaan Aksi | Rencana aksi sangat terstruktur, membagi tugas dengan jelas, dan sesuai kondisi sekolah. | Rencana aksi terstruktur dan membagi tugas, namun kurang rinci. | Rencana aksi kurang terstruktur, pembagian tugas belum merata. | Tidak memiliki rencana aksi yang jelas. |
| Pelaksanaan Kebersihan Lokal | Melakukan aksi kebersihan secara menyeluruh, mandiri, dan bergotong royong tinggi. | Melakukan aksi kebersihan dengan baik tetapi masih perlu sedikit arahan. | Melakukan aksi kebersihan hanya pada area terbatas dan kurang aktif. | Tidak aktif dalam melakukan aksi kebersihan lingkungan. |
| Dampak Aksi Lingkungan | Area sasaran menjadi sangat bersih, rapi, dan tanaman terawat dengan sempurna. | Area sasaran bersih dan rapi, namun ada sedikit bagian terlewat. | Area sasaran cukup bersih tetapi belum menunjukkan perubahan signifikan. | Area sasaran masih kotor dan tidak ada perubahan nyata. |
Rubrik Penilaian Komitmen Individual (Diferensiasi)
| Kriteria Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Kedalaman Isi Komitmen | Janji aksi sangat spesifik, realistis, dan berorientasi jangka panjang untuk ekosistem. | Janji aksi spesifik dan realistis untuk skala lingkungan sekolah. | Janji aksi terlalu umum dan kurang jelas langkah konkritnya. | Janji aksi tidak relevan dengan pemeliharaan ekosistem. |
| Estetika dan Kreativitas | Penyajian komitmen sangat rapi, menarik, dan memanfaatkan media visual dengan baik. | Penyajian komitmen rapi dan cukup menarik. | Penyajian komitmen kurang rapi namun tetap dibaca. | Penyajian komitmen tidak selesai atau sangat tidak rapi. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (10 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
- Guru menciptakan suasana Mindful Learning dengan mengajak peserta didik melakukan olah napas sejenak (Latihan STOP) untuk mengoperasikan kesadaran penuh.
- Guru melakukan apersepsi visual dengan menampilkan dua slide gambar di Smart TV: gambar taman sekolah yang asri vs area sekolah yang kotor bersampah.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik guna menstimulus nalar kritis peserta didik.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, skenario PjBL, dan bentuk diferensiasi komitmen individual yang akan dicapai.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Tahap 1: Pertanyaan Mendasar (Mindful Learning)
- Peserta didik menyimak tayangan video pendek durasi 3 menit tentang ekosistem lokal dan pentingnya peran manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan.
- Guru memfasilitasi tanya jawab interaktif untuk menggali pemahaman dasar yang belum dipahami peserta didik.
Tahap 2: Mendesain Perencanaan Proyek (Meaningful Learning)
- Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok kerja berdasarkan pemetaan lokasi lingkungan sekolah (Taman Depan, Halaman Samping, Sudut Bacaluar, Area Kantin, Belakang Kelas).
- Setiap kelompok mendiskusikan rencana aksi kebersihan lokal meliputi: jenis sampah yang dipilah, area penyiraman tanaman, dan peralatan yang dibutuhkan.
Tahap 3: Menyusun Jadwal Pembuatan
- Guru dan peserta didik menyepakati durasi pelaksanaan aksi nyata di luar kelas selama 20 menit.
Tahap 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (Joyful Learning)
- Peserta didik bergerak menuju lokasi sasaran lingkungan sekolah untuk melakukan aksi nyata kebersihan lokal (operasi semut, merapikan pot bunga, memilah sampah).
- Guru memantau, membimbing, dan menilai keaktifan peserta didik serta memberikan penguatan konsep dasar ekosistem secara langsung di lapangan.
Tahap 5: Menguji Hasil
- Peserta didik kembali ke kelas dengan membawa catatan hasil kebersihan dan sampah yang berhasil dipilah.
- Setiap peserta didik secara individual membuat "Kartu Komitmen Aksi Ekosistem" sesuai dengan pilihan format yang diminati (diferensiasi jenis komitmen):
- Pilihan A: Komitmen Gambar & Pesan Visual (Cocok untuk tipe visual-kreatif).
- Pilihan B: Komitmen Daftar Ceklis Aksi Harian (Cocok untuk tipe terstruktur).
- Pilihan C: Komitmen Narasi Singkat/Puisi Lingkungan (Cocok untuk tipe verbal).
Tahap 6: Evaluasi Pengalaman Belajar
- Perwakilan peserta didik mempresentasikan hasil aksi kelompok dan membacakan komitmen individualnya di depan kelas.
- Guru memberikan umpan balik positif dan apresiasi terhadap seluruh aksi nyata yang telah dilaksanakan.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang pemeliharaan ekosistem sekolah.
- Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran terkait perasaan dan pemahaman baru yang diperoleh.
- Guru memberikan penugasan tindak lanjut berupa pemantauan penerapan komitmen individual selama satu minggu ke depan.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Kesadaran Penuh)
Peserta didik diajak menyadari secara langsung keberadaan komponen abiotik dan biotik di sekitarnya melalui pengamatan lingkungan sekolah. Mereka diajak merasakan hubungan timbal balik antara perilaku mereka terhadap kebersihan sekolah dengan kenyamanan belajar.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Pembelajaran tidak berhenti pada teori ekosistem di buku teks, melainkan dihubungkan langsung dengan kondisi riil SD Negeri 1 Wringin Anom. Peserta didik memahami bahwa menjaga kebersihan sekolah adalah bagian nyata dari menjaga ekosistem bumi.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Aktivitas bergerak ke luar kelas (outdoor learning) untuk aksi kebersihan lingkungan dikemas dalam bentuk "Misi Penyelamat Ekosistem", sehingga peserta didik merasa senang, aktif, dan tidak bosan.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Produk / Jenis Komitmen Individual
Peserta didik diberikan kebebasan memilih bentuk komitmen individual sesuai dengan kecenderungan minat dan ekspresi pribadinya:
- Komitmen Visual: Poster mini atau kartu bergambar aksi pemeliharaan tanaman/kebersihan.
- Komitmen Terstruktur: Tabel kesanggupan aksi harian (misal: menyiram tanaman kelas setiap pagi, membuang sampah sesuai jenisnya).
- Komitmen Tekstual/Ekspresif: Surat janji untuk bumi/sekolah atau puisi singkat penjaga ekosistem.
Integrasi Kearifan Lokal
Mengadopsi tradisi lokal masyarakat Wringin Anom mengenai "Kerja Bakti Gugur Gunung" atau aksi kebersihan bersama yang disesuaikan dengan konteks pemeliharaan lingkungan sekolah secara gotong royong.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop & Smart TV: Digunakan untuk memutar video pembelajaran interaktif berdurasi pendek mengenai dampak kebersihan terhadap ekosistem serta menampilkan slide panduan proyek PjBL.
- Internet: Digunakan guru untuk mengakses sumber belajar digital dan menayangkan contoh-contoh visual aksi kebersihan lingkungan yang inspiratif.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video Edukasi Ekosistem dari YouTube/Portal Rumah Belajar.
- Slide Presentasi Interaktif.
- Kartu Komitmen Individual (Kertas Warna-warni, Alat Tulis, Spidol Warna).
- Alat Kebersihan Sekolah (Sapu, Tempat Sampah Dipisah, Gembor Penyiram Tanaman).
Sumber Belajar
- Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Lingkungan Fisik SD Negeri 1 Wringin Anom sebagai laboratorium alam.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta DIDIK | ........................................................... |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| Nomor Absen | ........................................................... |
| Tanggal | ........................................................... |
Judul Aktivitas: Aksi Nyata Penyelamat Ekosistem Sekolah
Petunjuk Kerja Kelompok
- Bergabunglah bersama kelompok yang telah ditentukan oleh gurumu!
- Ambil alat kebersihan dan bergegaslah menuju lokasi area sekolah yang menjadi tugas kelompokmu!
- Lakukan aksi pembersihan dan pemeliharaan lingkungan selama 20 menit!
- Catat hasil temuan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah aksi pada tabel di bawah ini!
Tabel Pengamatan Aksi Kelompok
| No | Lokasi Area Sekolah | Kondisi Awal Ekosistem | Aksi Nyata yang Dilakukan | Hasil Setelah Aksi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ................................. | ................................. | ................................. | ................................. |
| 2 | ................................. | ................................. | ................................. | ................................. |
Petunjuk Kerja Mandiri (Diferensiasi Komitmen)
Pilihlah salah satu jenis komitmen di bawah ini (A, B, atau C) sesuai minatmu! Tuliskan atau gambarkan komitmen pribadi milikmu dalam menjaga ekosistem sekolah!
- Pilihan A: Gambar aksi nyata beserta pesan ajakan kebersihan.
- Pilihan B: Tabel kesanggupan aksi harian pemeliharaan ekosistem.
- Pilihan C: Paragraf komitmen / Puisi singkat janji penjaga lingkungan.
Lembar Komitmen Individual Saya
====================================================================
JANJI PENJAGA EKOSISTEM SEKOLAH
Saya, .................................... berjanji mulai hari ini akan:
- .................................................................
- .................................................................
- .................................................................
Tanda Tangan Peserta Didik: Tanda Tangan Guru:
(.........................) (.........................)
====================================================================
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum memahami konsep dasar ekosistem dan pentingnya pemeliharaan lingkungan:
- Guru memberikan bimbingan individual (scaffolding) dengan mengajak peserta didik mengamati secara langsung ekosistem akuarium/taman kecil sekolah.
- Guru menjelaskan kembali keterkaitan antara komponen biotik dan abiotik menggunakan kartu bergambar yang sederhana.
- Peserta didik diminta menyebutkan ulang 2 contoh aksi nyata sederhana untuk menjaga kebersihan kelas.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah mencapai kemampuan melampaui target pembelajaran:
- Peserta didik diberikan peran sebagai "Duta Ekosistem Muda SD Negeri 1 Wringin Anom".
- Tugas pengayaan: Menyusun rencana kampanye kebersihan kreatif atau membuat papan slogan imbauan kebersihan dari bahan bekas untuk dipasang di area strategis sekolah.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi Guru | Jawaban / Hasil Evaluasi Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam aksi nyata kebersihan lingkungan sekolah? | Seluruh peserta didik tampak antusias dan aktif bergerak melakukan aksi kebersihan sesuai pembagian area kelompoknya. |
| 2 | Apakah pemanfaatan Smart TV dan media visual efektif membantu pemahaman konsep dasar ekosistem? | Sangat efektif, peserta didik visual lebih cepat memahami materi dasar ketika melihat contoh konkret melalui gambar dan video. |
| 3 | Kendala apa yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek di luar kelas? | Waktu pelaksanaan aksi di luar kelas sempat sedikit molor karena peserta didik terlalu asyik menyiram tanaman dan membersihkan area. |
| 4 | Bagaimana efektivitas diferensiasi jenis komitmen individual dalam meningkatkan tanggung jawab peserta didik? | Efektif, peserta didik merasa dihargai karena dapat memilih cara mengekspresikan komitmennya sesuai kemampuan dan minat pribadi. |
| 5 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pembelajaran berikutnya? | Memperketat manajemen waktu saat kegiatan outdoor dan memberikan instruksi spesifik sebelum peserta didik keluar kelas. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Tanggapan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Apa bagian yang paling kamu sukai dari pembelajaran IPAS hari ini? | ................................................................... |
| 2 | Apakah kamu merasa lingkungan sekolah kita menjadi lebih bersih dan indah setelah kamu melakukan aksi nyata? | ................................................................... |
| 3 | Materi atau kegiatan mana yang masih terasa sulit untuk kamu pahami? | ................................................................... |
| 4 | Apakah kamu siap melaksanakan komitmen individual yang telah kamu tulis setiap hari di sekolah? | ................................................................... |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Pentingnya Menjaga Keseimbangan Ekosistem Sekolah:
Ekosistem sekolah merupakan tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup sekolah yang saling mempengaruhi. Komponen biotik seperti tanaman, guru, dan siswa sangat tergantung pada kondisi abiotik seperti kebersihan tanah, ketersediaan air bersih, dan udara yang tidak tercemar. Pembelajaran IPAS di Fase C menekankan pada pembentukan karakter peduli lingkungan melalui pendekatan terintegrasi antara pemahaman konsep dan aksi nyata (action research sederhana). Guru bertindak sebagai fasilitator yang mengarahkan energi aktif peserta didik menuju tindakan pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Pahlawan Ekosistem Sekolah:
Tahukah kamu? Sekolah kita adalah rumah bagi banyak makhluk hidup! Ada pohon mangga, rumput hijau, cacing tanah, burung kecil, dan tentu saja kita semua. Jika kita membuang sampah sembarangan atau merusak tanaman, rumah makhluk hidup tersebut akan rusak. Sampah plastik yang tertimbun di tanah membuat tanaman tidak bisa tumbuh subur. Oleh karena itu, kita harus menjadi Pahlawan Ekosistem! Caranya sangat mudah: buanglah sampah pada tempatnya, siramlah tanaman sekolah, dan jagalah kebersihan kelas serta halaman sekolahmu. Aksi kecilmu hari ini menyelamatkan bumi di masa depan!
GLOSARIUM
- Ekosistem: Hubungan timbal balik antara makhluk hidup (biotik) dengan lingkungan tak hidup (abiotik) di sekitarnya.
- Biotik: Komponen lingkungan yang terdiri dari makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan).
- Abiotik: Komponen lingkungan yang terdiri dari benda mati (tanah, air, udara, cahaya matahari).
- Aksi Nyata: Tindakan konkret atau praktik langsung yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu masalah lingkungan.
- Operasi Semut: Kegiatan mengumpulkan sampah secara bersama-sama dengan teliti di area tertentu.
- Komitmen: Janji atau kesanggupan diri untuk melakukan sesuatu secara konsisten dan bertanggung jawab.
DAFTAR PUSTAKA
- Amalia, A., dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
- Ghaniem, F. N., dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
- Odum, E. P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi (Edisi Terjemahan). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Sikap Profil Pelajar Pancasila dan Unjuk Kerja Proyek
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Gotong Royong dalam Aksi Kebersihan | Skor 4: Sangat aktif bekerja sama, membantu teman, dan inisiatif tinggi. Skor 3: Aktif bekerja sama dan menjalankan tugas kelompok dengan baik. Skor 2: Kurang aktif bekerja sama, hanya bekerja jika ditegur guru. Skor 1: Tidak mau bekerja sama dan mengganggu kerja kelompok. | |
| 2 | Bernalar Kritis Mengidentifikasi Masalah Lingkungan | Skor 4: Mampu menemukan masalah lingkungan dan memberikan solusi tepat secara mandiri. Skor 3: Mampu menemukan masalah lingkungan dan solusi dengan sedikit bimbingan. Skor 2: Perlu bimbingan penuh untuk menemukan masalah lingkungan. Skor 1: Tidak mampu mengidentifikasi masalah lingkungan sekolah. | |
| 3 | Keaktifan Pelaksanaan Proyek Kebersihan | Skor 4: Aksi kebersihan sangat tuntas, rapi, dan cepat. Skor 3: Aksi kebersihan tuntas dan rapi. Skor 2: Aksi kebersihan kurang tuntas, ada area tertinggal. Skor 1: Tidak menyelesaikan aksi kebersihan. | |
| 4 | Kerapian dan Kejelasan Produk Komitmen Individual | Skor 4: Komitmen sangat jelas, realistis, dan disajikan sangat estetik. Skor 3: Komitmen jelas, realistis, dan disajikan rapi. Skor 2: Komitmen kurang jelas dan penyajian kurang rapi. Skor 1: Komitmen tidak jelas dan penyajian asal-asalan. | |
| 5 | Kemampuan Presentasi dan Komunikasi | Skor 4: Menyampaikan hasil aksi dan komitmen secara percaya diri, runtut, dan jelas. Skor 3: Menyampaikan hasil aksi dan komitmen secara percaya diri dan jelas. Skor 2: Menyampaikan hasil aksi dengan kurang percaya diri dan terbata-bata. Skor 1: Tidak berani melakukan presentasi di depan kelas. |