IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Pencemaran Lingkungan Dan Sampah Plastik |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS dan Keterampilan Proses |
| Model Pembelajaran | : | Case-Based Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi pengolahan data statistik infografis dan kearifan lokal masalah pencemaran sungai atau pantai lokal |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Peserta didik di kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik gaya belajar visual yang sangat menonjol. Mereka mudah menangkap informasi melalui gambar, video, dan infografis. Namun, berdasarkan asesmen diagnostik awal, pemahaman konseptual mereka mengenai hubungan sebab-akibat antara perilaku manusia dan kerusakan ekosistem masih rendah. Peserta didik sering melihat sampah plastik menumpuk di lingkungan sekitar tetapi belum memahami dampak jangka panjangnya terhadap rantai makanan dan keseimbangan ekosistem lokal. Oleh karena itu, dirancang pembelajaran berbasis kasus nyata yang memvisualisasikan data dan kondisi lingkungan lokal untuk menjembatani pengetahuan awal menuju pemahaman konseptual yang mendalam.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menyusun daftar perilaku merusak versus menjaga ekosistem serta menganalisis dampak tindakan manusia terhadap keseimbangan lingkungan alam di sekitarnya.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengidentifikasi sumber pencemaran lingkungan akibat sampah plastik melalui analisis kasus nyata sungai atau pantai lokal.
Peserta didik mampu membedakan perilaku manusia yang merusak ekosistem dan perilaku yang menjaga ekosistem dengan benar.
Peserta didik mampu menyusun rencana aksi nyata secara kolaboratif untuk mengurangi penggunaan sampah plastik di lingkungan sekolah dan rumah.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik akan mencemari ekosistem darat dan perairan lokal. Setiap tindakan kecil dalam mengelola sampah plastik menentukan keberlangsungan kehidupan makhluk hidup di masa depan.
PERTANYAAN PEMANTIK
Mengapa tumpukan sampah plastik di sungai atau pantai lokal dapat merusak kehidupan hewan dan tumbuhan di sekitarnya?
Apa yang terjadi pada ekosistem jika kita terus membuang sampah plastik sembarangan setiap hari?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia melalui kesadaran menjaga ciptaan Tuhan.
Bergotong-royong melalui kerja kelompok dalam menganalisis kasus dan menyusun rencana aksi.
Bernalar kritis melalui kemampuan membedakan perilaku merusak dan menjaga ekosistem berdasarkan data visual.
Kreatif dalam menyajikan hasil analisis data statistik infografis pencemaran sampah plastik.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep dasar pencemaran lingkungan darat dan perairan.
Dampak sampah plastik terhadap ekosistem lokal (sungai dan pantai).
Identifikasi perilaku merusak ekosistem versus perilaku menjaga ekosistem.
Solusi nyata pengurangan dan pengolahan sampah plastik (prinsip reduce, reuse, recycle).
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model pembelajaran yang digunakan adalah Case-Based Learning (CBL). Pendekatan pembelajaran menerapkan Deep Learning melalui tiga pilar utama yaitu Mindful Learning (kesadaran penuh terhadap kondisi lingkungan sekitar), Meaningful Learning (kaitan materi dengan realitas kehidupan dan kearifan lokal), serta Joyful Learning (pembelajaran interaktif berbasis visual dan digital).
ASESMEN
Asesmen Diagnostik dilakukan di awal pembelajaran melalui tanya jawab interaktif mengenai pengamatan sampah plastik di lingkungan sekitar.
Asesmen Formatif dilaksanakan selama proses pembelajaran melalui keaktifan berdiskusi, lembar kerja peserta didik, dan penilaian unjuk kerja kelompok.
Asesmen Sumatif diberikan di akhir unit pembelajaran melalui tes tertulis bentuk uraian singkat dan evaluasi produk aksi nyata.
RUBRIK PENILAIAN
Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
Aspek yang dinilai meliputi gotong royong dan bernalar kritis.
Kriteria Skor 4: Sangat aktif bekerja sama dan memberikan ide kritis berbasis data visual.
Kriteria Skor 3: Aktif bekerja sama dan memberikan ide sesuai arahan.
Kriteria Skor 2: Cukup aktif namun kurang berkontribusi dalam kelompok.
Kriteria Skor 1: Tidak aktif dan tidak berpartisipasi dalam kegiatan kelompok.
Penilaian Keterampilan (Penyusunan Rencana Aksi)
Aspek yang dinilai meliputi ketepatan identifikasi masalah dan kreativitas solusi.
Kriteria Skor 4: Identifikasi masalah sangat akurat dan solusi sangat aplikatif untuk lingkungan lokal.
Kriteria Skor 3: Identifikasi masalah akurat dan solusi cukup aplikatif.
Kriteria Skor 2: Identifikasi masalah kurang akurat dan solusi kurang relevan.
Kriteria Skor 1: Tidak mampu mengidentifikasi masalah maupun memberikan solusi.
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengecek kehadiran, dan memimpin doa bersama.
Guru memimpin kegiatan Mindful Learning dengan mengajak peserta didik menarik napas dalam dan membayangkan kondisi sungai atau pantai yang bersih dibandingkan dengan sungai yang dipenuhi tumpukan sampah plastik.
Guru menampilkan video singkat melalui Smart TV tentang kondisi pencemaran sampah plastik di sungai atau pantai lokal.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk menghubungkan pengalaman visual peserta didik dengan materi hari ini.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alokasi waktu yang akan ditempuh.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Guru menyajikan sebuah kasus nyata (Case-Based Learning) mengenai lonjakan volume sampah plastik di wilayah perairan lokal berdasarkan data statistik sederhana.
Peserta didik dibagi ke dalam kelompok heterogen yang terdiri dari 4 sampai 5 orang.
Guru mendistribusikan LKPD kepada setiap kelompok dengan diferensiasi pengolahan data: kelompok visual tingkat lanjut menganalisis infografis data statistik angka tonase sampah, sedangkan kelompok visual dasar menganalisis rangkaian gambar ilustrasi pencemaran ekosistem sungai.
Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi sumber pencemaran, dampak terhadap ekosistem, serta membedakan perilaku merusak dan menjaga ekosistem.
Guru membimbing setiap kelompok secara bergiliran, memberikan scaffolding bagi peserta didik yang masih kesulitan memahami konsep dasar.
Setiap kelompok menyiapkan laporan hasil diskusi dalam bentuk poster infografis sederhana di atas kertas plano atau menggunakan perangkat digital.
Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas secara bergantian.
Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau apresiasi terhadap hasil presentasi kelompok penyaji.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Guru bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin penting materi pembelajaran tentang dampak sampah plastik dan perilaku menjaga ekosistem.
Guru memandu peserta didik melakukan refleksi pembelajaran secara lisan dan tertulis.
Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan keaktifan seluruh peserta didik selama pembelajaran berlangsung.
Guru menutup pembelajaran dengan pesan moral mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengucapkan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning diterapkan melalui sesi observasi awal yang menumbuhkan kepekaan peserta didik terhadap kondisi nyata lingkungan sekitar mereka. Meaningful Learning diwujudkan dengan mengaitkan materi pencemaran sampah plastik dengan ekosistem sungai atau pantai lokal yang dikenal oleh peserta didik sehari-hari. Joyful Learning dihadirkan melalui penggunaan media visual interaktif pada Smart TV serta aktivitas kelompok yang dinamis dan kolaboratif.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten: Guru menyediakan bahan ajar dalam bentuk infografis data statistik bagi peserta didik yang siap menantang diri, serta bahan ajar berupa komik ilustrasi visual bertahap bagi peserta didik yang masih memerlukan penguatan konsep dasar.
Diferensiasi Proses: Guru memberikan bimbingan langsung dan waktu tambahan bagi kelompok yang membutuhkan bantuan lebih intensif dalam mengolah informasi kasus pencemaran.
Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat menyajikan hasil analisis dalam bentuk poster gambar manual, peta pikiran visual, maupun infografis digital sesuai dengan kenyamanan dan keterampilan mereka.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
Laptop digunakan oleh guru untuk mengontrol jalannya presentasi dan materi digital.
Smart TV digunakan untuk menayangkan video pembelajaran visual dan infografis kasus pencemaran lingkungan secara jelas kepada seluruh isi kelas.
Internet digunakan untuk mengakses data sekunder mengenai volume sampah plastik di tingkat regional sebagai bahan analisis kasus.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran berupa Video dokumenter pendek pencemaran sungai lokal, tayangan slide infografis sampah plastik, dan lembar kerja peserta didik.
Sumber Belajar meliputi Buku Guru dan Buku Siswa Mata Pelajaran IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, serta lingkungan alam sekitar sekolah.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | ... |
| Kelas | ... |
| Nomor Absen Anggota | ... |
| Tanggal Pelaksanaan | ... |
Petunjuk Pjakan
Amati infografis atau gambar kasus pencemaran sampah plastik yang diberikan oleh guru.
Diskusikan bersama anggota kelompok untuk menjawab pertanyaan di bawah ini.
Tuliskan hasil diskusi pada kolom yang telah disediakan.
Pertanyaan Analisis Kasus
Apa sumber utama sampah plastik yang mencemari wilayah sungai atau pantai lokal berdasarkan kasus tersebut?
Sebutkan tiga dampak buruk sampah plastik terhadap hewan dan tumbuhan di ekosistem perairan!
Buatlah tabel perbandingan antara tiga perilaku manusia yang merusak ekosistem dan tiga perilaku manusia yang menjaga ekosistem!
Tuliskan satu rencana aksi nyata kelompok kalian untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah!
REMEDIAL
Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran dengan cara memberikan bimbingan ulang secara kelompok kecil. Guru menjelaskan kembali konsep dasar pencemaran lingkungan menggunakan media visual yang lebih konkret dan memberikan penugasan sederhana berupa pengelompokan gambar perilaku menjaga versus merusak lingkungan.
PENGAYAAN
Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai atau melampaui tujuan pembelajaran. Peserta didik diberi tantangan untuk membuat artikel pendek atau poster imbauan digital mengenai bahaya mikroplastik bagi rantai makanan di ekosistem perairan untuk ditempel di mading sekolah.
REFLEKSI GURU
| Aspek Refleksi | Catatan Evaluasi Guru |
|---|---|
| Keaktifan Peserta Didik | Apakah seluruh peserta didik terlibat aktif dalam diskusi kelompok menganalisis kasus sampah plastik? |
| Pemahaman Konsep | Apakah peserta didik sudah mampu membedakan perilaku merusak dan menjaga ekosistem dengan tepat? |
| Efektivitas Media | Apakah penayangan video dan infografis pada Smart TV berhasil menarik perhatian peserta didik visual? |
| Kendala Pembelajaran | Hambatan apa saja yang muncul selama proses diskusi kelompok dan bagaimana solusinya? |
| Rencana Perbaikan | Perubahan apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada pertemuan berikutnya? |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
Bagian apa dari materi pencemaran sampah plastik hari ini yang paling kalian sukai?
Bagian materi mana yang masih terasa paling sulit dipahami?
Perilaku apa yang akan kalian ubah mulai hari ini untuk mengurangi penggunaan sampah plastik di rumah dan sekolah?
BAHAN BACAAN
Pencemaran lingkungan adalah masuknya zat, energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup yang mengakibatkan turunnya kualitas lingkungan hingga ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya. Salah satu pencemaran yang paling mendesak saat ini adalah pencemaran akibat sampah plastik. Plastik merupakan bahan sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dalam waktu singkat, bahkan membutuhkan waktu ratusan tahun. Di ekosistem perairan lokal seperti sungai dan pantai, sampah plastik yang menumpuk dapat menghalangi sinar matahari, meracik hewan air yang menelan pecahan plastik, serta merusak keindahan alam. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mendalam mengenai pentingnya membedakan tindakan merusak ekosistem seperti membuang sampah sembarangan dan tindakan menjaga ekosistem seperti melakukan daur ulang serta membawa botol minum pakai ulang.
GLOSARIUM
Capaian Pembelajaran: Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase.
Case-Based Learning: Model pembelajaran yang berpusat pada pemecahan masalah nyata melalui kasus autentik.
Ekosistem: Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.
Infografis: Bentuk visualisasi data atau informasi agar lebih mudah dipahami secara cepat.
Mikroplastik: Partikel plastik berukuran sangat kecil yang berasal dari penguraian sampah plastik.
Pencemaran Lingkungan: Masuknya zat pencemar ke dalam lingkungan yang merusak keseimbangan alam.
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas V SD. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas V SD Siswa. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Pemerintah Daerah setempat. (2024). Laporan Observasi Kebersihan Sungai dan Pantai Wilayah Lokal.
LAMPIRAN
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Ketepatan Identifikasi Masalah | Skor 4: Mampu mengidentifikasi seluruh sumber dan dampak sampah plastik dengan sangat tepat. Skor 3: Mampu mengidentifikasi sebagian besar sumber dan dampak dengan tepat. Skor 2: Hanya mampu mengidentifikasi sebagian kecil sumber dan dampak. Skor 1: Tidak mampu mengidentifikasi sumber maupun dampak sama sekali. | ... |
| 2 | Kemampuan Membedakan Perilaku | Skor 4: Mampu membedakan perilaku merusak dan menjaga ekosistem secara lengkap dan logis. Skor 3: Mampu membedakan sebagian besar perilaku dengan tepat. Skor 2: Kurang tepat dalam membedakan perilaku merusak dan menjaga. Skor 1: Tidak dapat membedakan perilaku merusak dan menjaga ekosistem. | ... |
| 3 | Kerja Sama Kelompok | Skor 4: Seluruh anggota kelompok aktif berdiskusi dan berkontribusi penuh. Skor 3: Sebagian besar anggota kelompok aktif berdiskusi. Skor 2: Hanya beberapa anggota kelompok yang aktif bekerja. Skor 1: Kelompok tidak menunjukkan kerja sama sama sekali. | ... |