IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Dampak plastik dan polusi terhadap tanah, udara, dan perairan. |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) |
| Model Pembelajaran | : | Case-Based Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Pencemaran sungai/pantai lokal Wringin Anom dan Diferensiasi pengolahan data statistik infografis |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Profil Peserta Didik
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom berjumlah 28 anak. Berdasarkan hasil pemetaan awal, mayoritas peserta didik memiliki gaya belajar visual yang dominan. Mereka sangat antusias ketika disajikan tayangan gambar, video interaktif, maupun media grafis lainnya. Namun demikian, secara konseptual, peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menghubungkan antara aktivitas harian mereka (seperti penggunaan limbah plastik sekali pakai) dengan dampak jangka panjang terhadap kerusakan ekosistem lokal secara terstruktur.
Pengetahuan Awal
Peserta didik telah mengetahui bahwa sampah plastik adalah benda buangan yang sulit terurai dan dapat mengotori lingkungan. Namun, mereka belum memahami mekanisme rincinya, yaitu bagaimana zat pencemar dari plastik merusak struktur tanah, meracuni ekosistem perairan lokal (seperti sungai dan pantai di kawasan Wringin Anom), serta membahayakan kualitas udara jika dibakar secara sembarangan.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik menganalisis hubungan antara antarkomponen ekosistem serta pengaruh aktivitas manusia terhadap keseimbangan ekosistem. Secara spesifik, peserta didik mampu menyusun daftar perilaku merusak vs menjaga ekosistem berdasarkan analisis data dan bukti lingkungan sekitar.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui analisis kasus pencemaran lokal berbasis tayangan visual di Smart TV, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 3 dampak polusi plastik terhadap tanah, udara, dan perairan secara presisi.
- Melalui diskusi kelompok berbasis model Case-Based Learning, peserta didik mampu mengategorikan perilaku manusia ke dalam kelompok perilaku merusak vs menjaga ekosistem secara kritis.
- Melalui penugasan terdiferensiasi, peserta didik mampu menyusun media informasi (infografis statistik sederhana hingga kompleks) yang menyajikan daftar komparasi perilaku merusak vs menjaga ekosistem beserta data dampaknya bagi lingkungan lokal Wringin Anom.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Setiap potongan sampah plastik yang dibuang tanpa pengelolaan yang benar akan bertahan selama ratusan tahun, merusak kesuburan tanah, meracuni organisme perairan sungai/pantai lokal, dan mencemari udara yang dihirup. Perubahan perilaku sekecil apa pun dari diri sendiri untuk merawat ekosistem sangat menentukan kelangsungan hidup makhluk hidup di masa depan.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa sampah plastik yang kita buang ke sungai dekat sekolah dapat berakhir merusak ekosistem pantai dan laut?
- Apa yang sebenarnya terjadi pada udara yang kita hirup jika sampah plastik dibakar di pekarangan rumah?
- Bagaimana cara kita membuktikan bahwa perilaku manusia hari ini menentukan kesehatan tanah dan air di Wringin Anom pada sepuluh tahun mendatang?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Beriman, Bertakwah kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Ditunjukkan melalui rasa kepedulian terhadap kelestarian alam ciptaan Tuhan.
- Bernalar Kritis: Ditunjukkan melalui kemampuan menganalisis studi kasus pencemaran dan memproses data statistik.
- Bergotong Royong: Ditunjukkan melalui kerja sama kelompok dalam menyelesaikan analisis masalah dan penyusunan karya.
Kompetensi Deep Learning
- Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik saat mengamati kondisi nyata kerusakan lingkungan di daerahnya sendiri.
- Meaningful Learning: Mengaitkan materi ekosistem dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
- Joyful Learning: Pembelajaran berbasis analisis visual yang menyenangkan serta pembuatan karya infografis sesuai tingkat kemampuan.
MATERI PEMBELAJARAN
Dampak Plastik dan Polusi Ekosistem
- Polusi Tanah: Plastik menghalangi resapan air dan udara ke dalam tanah, menurunkan populasi pengurai (cacing/mikroba), serta melepaskan zat kimia beracun (mikroplastik).
- Polusi Perairan: Sampah plastik di sungai/pantai Wringin Anom menghalangi sinar matahari, mengganggu siklus hidup biota air, dan tertelan oleh hewan air.
- Polusi Udara: Pembakaran sampah plastik menghasilkan zat dioksin dan furan yang berbahaya bagi sistem pernapasan manusia serta memicu efek rumah kaca.
Komparasi Perilaku
- Perilaku Merusak: Membuang sampah sembarangan, membakar limbah plastik, menggunakan plastik sekali pakai secara berlebihan, membuang limbah cair domestik ke sungai.
- Perilaku Menjaga: Menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), membawa wadah makan/minum sendiri, melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, mengikuti kerja bakti pembersihan sungai/pantai.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran: Case-Based Learning (Studi Kasus Visual Lingkungan Lokal)
- Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) dan Pembelajaran Berdiferensiasi (Diferensiasi Proses dan Produk berdasarkan kesiapan mengolah data statistik visual).
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Menggunakan instrumen kuis visual singkat berbasis Smart TV untuk mengukur pemahaman awal peserta didik terkait dampak limbah plastik terhadap media tanah, udara, dan air.
Asesmen Formatif (Proses)
Lembar observasi keterlibatan diskusi kelompok, kemampuan menganalisis studi kasus, serta pengamatan sikap bernalar kritis dan gotong royong selama proses pembelajaran.
Asesmen Sumatif (Akhir)
Penilaian produk akhir berupa Infografis Statistik Komparasi Perilaku Merusak vs Menjaga Ekosistem yang disusun oleh kelompok sesuai tier diferensiasi.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Asesmen Diagnostik (Awal)
| Kriteria | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Awal Dampak Polusi | Belum mampu menyebutkan dampak sampah plastik pada lingkungan. | Mampu menyebutkan 1 dampak sampah plastik secara umum. | Mampu menyebutkan dampak sampah pada 2 media (tanah/air/udara). | Mampu menyebutkan dampak sampah plastik secara tepat pada tanah, air, dan udara. |
Rubrik Asesmen Formatif (Diskusi dan Analisis Kasus)
| Kriteria | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) |
|---|---|---|---|---|
| Keaktifan Diskusi | Pasif dan memerlukan dorongan penuh dari guru. | Aktif jika diminta oleh teman atau guru. | Aktif memberikan pendapat dalam kelompok. | Sangat aktif, memimpin diskusi dan menghargai pendapat teman. |
| Analisis Kasus Lokal | Kategori kasus yang dianalisis belum sesuai. | Mampu menganalisis kasus namun alasan masih ambigu. | Mampu menganalisis kasus pencemaran lokal dengan alasan logis. | Mampu menganalisis kasus lokal secara mendalam beserta dampaknya. |
Rubrik Asesmen Sumatif (Produk Infografis Statistik)
| Kriteria | Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) |
|---|---|---|---|---|
| Akurasi Daftar Perilaku | Menyusun daftar perilaku kurang dari 2 dan tidak tepat. | Menyusun minimal 3 perilaku namun kualifikasinya belum seimbang. | Menyusun minimal 4 perilaku merusak vs menjaga secara tepat. | Menyusun lebih dari 5 perilaku merusak vs menjaga secara sangat akurat. |
| Pengolahan Data Statistik | Data statistik tidak disajikan atau salah. | Data statistik disajikan sederhana tanpa interpretasi visual. | Data statistik disajikan dengan grafik/angka yang jelas. | Data statistik disajikan secara rinci, terstruktur, dan analitis. |
| Estetika Visual dan Kejelasan | Tampilan kurang rapi dan sulit dibaca. | Tampilan cukup rapi namun visual kurang menarik. | Tampilan rapi, visual menarik, dan mudah dipahami. | Tampilan sangat kreatif, sangat rapi, dan komunikatif secara visual. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kesiapan belajar peserta didik.
- Guru melakukan presensi dan menciptakan suasana belajar yang kondusif (Joyful Learning).
- Guru menyajikan gambar visual kontras pada Smart TV: Gambaran sungai Wringin Anom yang bersih vs sungai yang dipenuhi sampah plastik (Mindful Learning).
- Peserta didik mengerjakan tes diagnostik visual singkat melalui Smart TV.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, skenario aktivitas Case-Based Learning, serta pengorganisasian kelompok kerja.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Fase 1: Orientasi Peserta Didik pada Kasus (15 Menit)
- Guru menayangkan klip video berita singkat dan dokumenter foto tentang masalah pencemaran plastik di perairan dan pekarangan masyarakat Wringin Anom.
- Peserta didik diajak melakukan refleksi emosional dan analitis: "Bagaimana perasaan kalian melihat sungai tempat bermain atau pantai tempat berteduh tercemar plastik?" (Meaningful Learning).
- Guru membagikan lembar studi kasus yang dilengkapi data statistik angka timbulan sampah plastik harian skala lokal dan nasional.
Fase 2: Mengorganisasi Peserta Didik untuk Belajar (10 Menit)
- Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok heterogen berdasarkan tingkat kesiapan membaca data statistik (Diferensiasi Proses):
Kelompok Tipe A (Perlu Bimbingan Data): Mengolah data statistik sederhana berupa grafik lingkaran kuantitas sampah.
Kelompok Tipe B (Sedang): Mengolah data statistik diagram batang tingkat pencemaran tanah dan air.
Kelompok Tipe C (Mahir): Mengolah data statistik kompleks berupa persentase laju penguraian plastik dan proyeksi dampaknya 10 tahun ke depan.
- Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang sesuai tingkatan diferensiasi.
Fase 3: Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok (25 Menit)
- Peserta didik di dalam kelompok berdiskusi menelaah kasus pencemaran lingkungan yang diberikan.
- Peserta didik menyusun daftar komparasi perilaku manusia: Perilaku Merusak (Penyebab Polusi) vs Perilaku Menjaga (Solusi Ekosistem).
- Guru berkeliling memfasilitasi diskusi, memberikan Scaffolding kepada kelompok Tipe A, serta menantang kelompok Tipe C untuk merumuskan ide aksi nyata berbasis data.
- Peserta didik merancang draft infografis visual menggunakan data statistik yang telah diolah.
Fase 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (15 Menit)
- Setiap kelompok menyusun infografis visual akhir pada kertas karton atau templat digital interaktif via laptop/tablet (opsional).
- Kelompok mengunggah atau menempelkan hasil karya infografis di papan pameran kelas.
- Dilakukan kegiatan Gallery Walk di mana perwakilan kelompok mempresentasikan produknya, sedangkan anggota lain berkunjung ke kelompok lain untuk memberikan masukan.
Fase 5: Menganalisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah (10 Menit)
- Guru dan peserta didik mengevaluasi solusi-solusi yang ditawarkan tiap kelompok.
- Guru memberikan penguatan konsep mendalam mengenai dampak kimiawi dan fisik dari limbah plastik terhadap ekosistem darat, udara, dan perairan.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik menyimpulkan pembelajaran bersama guru.
- Peserta didik melakukan refleksi diri terkait perubahan perilaku yang akan dilakukan sehari-hari.
- Guru memberikan umpan balik terhadap proses kerja kelompok dan mengapresiasi keaktifan peserta didik.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik secara sadar mengamati fenomena pencemaran plastik di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka sendiri di Wringin Anom. Mereka diajak merasakan dampak buruk polusi terhadap kesehatan diri dan makhluk hidup lain, sehingga tumbuh empati ekologis.
Meaningful Learning
Peserta didik tidak hanya menghafal definisi polusi, tetapi menganalisis data statistik nyata dan menghubungkan kebiasaan sehari-hari (seperti membeli minuman kemasan plastik) dengan dampaknya terhadap kerusakan sungai dan tanah secara konkret.
Joyful Learning
Peserta didik mengeksplorasi materi melalui media visual interaktif pada Smart TV, berinteraksi aktif dalam kegiatan Gallery Walk, serta menyalurkan kreativitas visual dalam pembuatan infografis kelompok.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan materi kasus dengan kompleksitas data statistik yang disesuaikan: data gambar visual berbasis persentase sederhana untuk kelompok dasar, dan tabel data kuantitatif komprehensif untuk kelompok mahir.
Diferensiasi Proses
Guru memberikan bimbingan intensif (direct instruction/scaffolding) pada kelompok yang membutuhkan dorongan dalam membaca data statistik visual, sementara kelompok mahir diberikan kebebasan mengeplorasi hubungan kausalitas yang lebih kompleks.
Diferensiasi Produk
Infografis yang dihasilkan beragam berdasarkan kemampuan pengolahan data:
- Kelompok Tipe A: Infografis berbasis gambar dominan dengan data angka kuantitas sampah sederhana.
- Kelompok Tipe B: Infografis komparasi grafik batang perilaku merusak vs menjaga beserta dampaknya.
- Kelompok Tipe C: Infografis statistik analitis komprehensif yang memuat proyeksi dampak dan matriks aksi solusi ekosistem.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk menampilkan studi kasus video resolusi tinggi, tayangan slide presentasi interaktif, dan media asesmen diagnostik visual.
- Laptop Guru & Internet: Digunakan untuk mengakses sumber data statistik pencemaran terkini, mengoperasikan media pembelajaran, dan mengelola jalannya pembelajaran.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
- Media Visual: Video dokumenter pencemaran sungai/pantai lokal, Slide Infografis Ekosistem, Lembar Kerja Berbasis Kasus.
- Alat: Laptop, Smart TV, Kertas Karton, Spidol Warna, Gambar Tempel Statistik.
- Sumber Belajar: Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Data Statistik Kebersihan Lingkungan Lokal Wringin Anom, Artikel Digital Pengelolaan Limbah Plastik.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | [Nama Lengkap Peserta Didik] |
| Kelas / No. Absen | V (Lima) / [Nomor Absen] |
| Tanggal | [Tanggal Pelaksanaan Pembelajaran] |
| Judul Aktivitas | Analisis Kasus Polusi Plastik dan Aksi Penyelamatan Ekosistem |
Petunjuk Kerja
- Amatilah studi kasus pencemaran lingkungan lokal Wringin Anom yang ditayangkan pada Smart TV dan LKPD ini.
- Baca dan analisislah data statistik dampak sampah plastik yang tersedia di bawah ini.
- Diskusikan bersama kelompokmu untuk mengelompokkan tindakan manusia ke dalam matriks komparasi.
- Buatlah infografis menarik berdasarkan hasil analisis kelompokmu.
Studi Kasus: Plastik di Sekitar Kita
Di daerah Wringin Anom, ditemukan banyak sampah plastik sekali pakai yang terbuang di sepanjang tepi sungai dan pekarangan. Data menunjukkan bahwa 70 persen sampah di sungai terdiri dari kantong plastik dan kemasan makanan. Sampah ini tidak hanya menyumbat aliran air, tetapi juga terbakar dan merusak kualitas udara di sekitar pemukiman.
Data Statistik Dampak Sampah
- Plastik di tanah: Butuh waktu 100 hingga 500 tahun untuk terurai total.
- Plastik di sungai: Membunuh ribuan biota air setiap tahunnya akibat tertelan mikroplastik.
- Plastik yang dibakar: Melepaskan gas berbahaya dioksin yang memicu gangguan pernapasan.
Matriks Analisis Perilaku Ekosistem
| No | Perilaku Merusak Ekosistem | Dampak Nyata pada Tanah / Udara / Air | Perilaku Menjaga Ekosistem (Solusi) |
|---|---|---|---|
| 1 | Membuang sampah plastik ke sungai. | Air tercemar, biota air mati, dan sungai meluap. | Mengumpulkan sampah plastik untuk didaur ulang. |
| 2 | Membakar sampah plastik di pekarangan. | Udara tercemar gas berbahaya dioksin. | Memilah sampah dan membuat kompos untuk organik. |
| 3 | Menggunakan kantong plastik sekali pakai. | Penumpukan sampah di dalam tanah yang sulit terurai. | Membawa tas belanja ramah lingkungan yang dapat dipakai ulang. |
| 4 | Membuang limbah cair rumah tangga sembarangan. | Kesuburan tanah menurun dan air tanah tercemar. | Membuat penampungan limbah yang memadai. |
Tugas Infografis Kelompok
Gunakan data dalam tabel di atas untuk membuat sebuah Infografis Statistik Komparasi pada kertas karton yang telah disediakan. Buatlah visualisasi grafik dan warna yang menarik agar teman-asalkan dapat memahami pesan pelestarian ekosistem dengan mudah.
REMEDIAL
Kegiatan remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:
- Pendampingan Individu: Guru menjelaskan kembali konsep dampak plastik terhadap media tanah, udara, dan air secara konkrit menggunakan alat peraga fisik (contoh media tanah, contoh botol plastik, dan air).
- Tugas Sederhana: Peserta didik diminta mengidentifikasi 3 sampah plastik di rumahnya dan menuliskan 1 cara pengurangan penggunaannya dalam bentuk tabel sederhana.
PENGAYAAN
Kegiatan pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:
- Proyek Mini Riset: Peserta didik melakukan investigasi statistik kecil mengenai jumlah sampah plastik yang dihasilkan di kantin sekolah dalam kurun waktu satu hari.
- Penyusunan Poster Kampanye Digital: Mengubah data statistik tersebut menjadi poster imbauan berbasis aplikasi visual (seperti Canva) untuk dipublikasikan di mading sekolah.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah penggunaan model Case-Based Learning dengan isu lokal Wringin Anom efektif meningkatkan keterlibatan peserta didik? | Efektif, peserta didik sangat antusias karena kasus yang diangkat dekat dengan lingkungan harian mereka. |
| 2 | Bagaimana ketercapaian pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) dalam pembelajaran ini? | Kesadaran siswa tumbuh baik (Mindful), pemahaman keterkaitan konsep sangat kuat (Meaningful), dan suasana belajar ceria (Joyful). |
| 3 | Apakah diferensiasi pengolahan data statistik infografis berjalan sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik? | Berjalan baik, setiap kelompok mampu menyelesaikan tugas infografis sesuai batas kemampuannya tanpa merasa terbebani. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk pertemuan pembelajaran berikutnya? | Menambah alokasi waktu pada tahap pameran karya (Gallery Walk) agar diskusi antar kelompok lebih mendalam. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Jawaban Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Hal baru apa yang paling membukakan matamu mengenai bahaya sampah plastik hari ini? | Bahwa sampah plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di dalam tanah. |
| 2 | Bagaimana perasaanmu saat melihat data dampak polusi plastik di lingkungan lokal kita? | Merasa sedih dan tergerak untuk tidak membuang sampah sembarangan lagi. |
| 3 | Perilaku nyata apa yang akan langsung kamu ubah mulai hari ini untuk menjaga ekosistem? | Membawa botol minum sendiri dari rumah dan tidak membakar sampah plastik. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Polusi plastik merupakan salah satu ancaman antropogenik terbesar terhadap keberlanjutan ekosistem global dan lokal. Limbah plastik terdegradasi menjadi mikroplastik yang mengkontaminasi rantai makanan, baik di darat maupun di perairan. Pembakaran limbah sintetis mem освобожkan Senyawa Organik Persisten (POPs) seperti dioksin dan furan yang bersifat karsinogenik. Pembelajaran berbasis kasus (Case-Based Learning) melatih peserta didik berpikir kritis, menghubungkan data kuantitatif lingkungan dengan keputusan etis dalam berperilaku.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Plastik adalah bahan buatan manusia yang sangat awet. Namun, keawetannya justru menjadi masalah bagi alam. Jika plastik dibuang ke tanah, tanah menjadi tidak subur karena air tidak bisa meresap. Jika dibuang ke sungai, hewan air bisa memakannya dan mati. Jika dibakar, asapnya mengandung racun yang berbahaya bagi paru-paru kita. Oleh karena itu, kita harus mengurangi pemakaian plastik sekali pakai dan rajin menjaga kebersihan lingkungan.
GLOSARIUM
- Ekosistem: Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan fisiknya.
- Polusi: Masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun.
- Mikroplastik: Partikel plastik berukuran sangat kecil (kurang dari 5 mm) yang berasal dari pelapukan sampah plastik besar.
- Dioksin: Zat kimia beracun yang dihasilkan dari pembakaran sampah plastik, berbahaya bagi kesehatan manusia.
- Infografis: Media informasi yang disajikan dalam bentuk teks dengan perpaduan gambar, grafik, dan ilustrasi visual menarik.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase C. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Fitri, A., dkk. (2021). Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Laporan Laju Timbulan Sampah dan Pengelolaan Limbah Plastik Nasional. Jakarta: KLHK.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Kinerja Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis (Analisis Kasus) | Skor 1: Belum mampu mengidentifikasi masalah pada kasus. Skor 2: Mampu mengidentifikasi masalah namun belum logis. Skor 3: Mampu mengidentifikasi masalah dan dampak secara logis. Skor 4: Mampu menganalisis kasus, dampak, dan data statistik secara mendalam. | 4 |
| 2 | Bergotong Royong (Kerja Sama) | Skor 1: Tidak mau bekerja sama dalam kelompok. Skor 2: Bekerja sama hanya jika diperintah oleh teman. Skor 3: Aktif bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. Skor 4: Sangat aktif membantu teman dan mengorganisasi kerja kelompok. | 4 |
| 3 | Kepedulian Lingkungan (Akhlak Alam) | Skor 1: Tidak menunjukkan rasa peduli terhadap lingkungan. Skor 2: Menunjukkan kepedulian jika diberi peringatan. Skor 3: Menunjukkan rasa empati terhadap kerusakan ekosistem. Skor 4: Menunjukkan komitmen kuat dan mengajak teman menjaga ekosistem. | 4 |
| 4 | Keterampilan Presentasi Visual | Skor 1: Tidak berani mempresentasikan hasil karya. Skor 2: Mempresentasikan karya dengan suara pelan dan kaku. Skor 3: Mempresentasikan karya dengan jelas dan percaya diri. Skor 4: Mempresentasikan karya secara sangat komunikatif dan menguasai data infografis. | 4 |