Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan:SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Keseimbangan Ekosistem Dan Perilaku Manusia
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan Prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi Proses dan Produk berbasis Studi Kasus Isu Pembukaan Lahan Lokal

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Peserta didik di kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik aktif secara visual, yang sangat membantu dalam proses penyampaian materi melalui media konkret dan digital. Namun, berdasarkan asesmen diagnostik kognitif awal, peserta didik masih belum memahami konsep dasar materi hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya serta dampak perubahan ekosistem terhadap perilaku hewan. Oleh karena itu, pembelajaran dirancang menggunakan visualisasi konkret berupa tayangan multimedia via Smart TV untuk menjembatani kesenjangan pemahaman konsep dasar menuju pemikiran yang kritis dan analitis.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menjelaskan penyebab hewan liar masuk ke permukiman sebagai dampak dari ketidakseimbangan ekosistem dan aktivitas manusia.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran melalui model Problem Based Learning, peserta didik mampu:

  1. Mengidentifikasi komponen-komponen dalam suatu ekosistem dengan benar melalui pengamatan media visual.
  2. Menganalisis penyebab utama hewan liar masuk ke area permukiman akibat alih fungsi lahan atau pembukaan hutan di wilayah sekitar.
  3. Menyusun solusi alternatif pelestarian ekosistem dan pencegahan konflik antara manusia dan satwa liar dalam bentuk laporan sederhana atau peta pikiran visual.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Manusia dan hewan hidup dalam satu ekosistem yang saling bergantung. Ketika manusia merusak atau membuka lahan hutan secara berlebihan tanpa perhitungan, rumah dan sumber makanan hewan liar akan hilang, sehingga mereka terpaksa masuk ke permukiman warga untuk mencari bertahan hidup. Menjaga keseimbangan ekosistem berarti menjaga kelangsungan hidup manusia itu sendiri.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa akhir-akhir ini sering ditemukan monyet atau ular liar yang masuk ke halaman rumah warga di dekat hutan?
  2. Apa yang terjadi pada rumah para hewan jika pohon-pohon di hutan ditebang terus-menerus untuk dijadikan kebun atau perumahan?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia: Menumbuhkan rasa syukur dan kepedulian terhadap ciptaan Tuhan dan lingkungan alam.
  2. Bernalar Kritis: Mampu memproses informasi, menganalisis hubungan sebab akibat kerusakan lingkungan, dan mencari solusi pemecahan masalah.
  3. Kreatif: Menghasilkan gagasan atau karya visual dalam bentuk solusi menjaga lingkungan.
  4. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan investigasi studi kasus.

MATERI PEMBELAJARAN

  1. Konsep dasar ekosistem (komponen biotik dan abiotik).
  2. Hubungan ketergantungan antar makhluk hidup dalam rantai makanan sederhana.
  3. Dampak aktivitas manusia terhadap kerusakan lingkungan (pembukaan lahan hutan lokal).
  4. Faktor penyebab hewan liar masuk ke permukiman penduduk.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  1. Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL) yang terdiri dari orientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, memandu penyelidikan mandiri/kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
  2. Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berfokus pada pengalaman belajar bermakna (Meaningful), kesadaran penuh (Mindful), dan kegembiraan belajar (Joyful).

ASESMEN

  1. Asesmen Diagnostik: Pertanyaan lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman awal tentang hewan dan lingkungan.
  2. Asesmen Formatif: Penilaian proses keaktifan berdiskusi, lembar kerja kelompok, dan performa saat presentasi hasil analisis.
  3. Asesmen Sumatif: Penilaian hasil akhir LKPD individu/kelompok berupa analisis kasus dan solusi pelestarian ekosistem.

RUBRIK PENILAIAN

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 4 (Sangat Baik)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 1 (Kurang)Skor
1Pemahaman Konsep EkosistemMampu menjelaskan komponen ekosistem dan sebab akibat kerusakan dengan sangat akurat.Mampu menjelaskan komponen ekosistem dan sebab akibat kerusakan dengan cukup akurat.Kurang mampu menjelaskan hubungan komponen ekosistem secara utuh.Belum mampu menjelaskan konsep ekosistem dan kerusakan lingkungan sama sekali.
2Keterampilan Analisis MasalahMampu menganalisis masalah masuknya hewan liar dengan mengaitkan isu lokal secara kritis.Mampu menganalisis masalah masuknya hewan liar dengan cukup baik.Analisis masalah terbatas pada permukaan saja tanpa argumen yang jelas.Tidak mampu menganalisis permasalahan yang diberikan pada studi kasus.
3Kolaborasi dan KomunikasiAktif bekerja sama dalam kelompok dan mempresentasikan hasil dengan percaya diri.Cukup aktif dalam kelompok dan mampu mempresentasikan hasil dengan baik.Kurang aktif dalam kerja kelompok dan ragu-ragu saat presentasi.Tidak berpartisipasi aktif dalam kelompok maupun saat presentasi.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

  1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
    • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran peserta didik (Mindful Learning).
    • Peserta didik bersama guru berdoa sebelum memulai pelajaran.
    • Guru menampilkan gambar atau cuplikan video pendek melalui Smart TV tentang penampakan monyet atau babi hutan yang masuk ke area permukiman warga (Visual Engagement).
    • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk menghubungkan pengalaman peserta didik dengan materi baru.
    • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan cakupan materi yang akan dipelajari hari ini secara menyenangkan (Joyful Learning).
  1. Kegiatan Inti (50 Menit)
    • Tahap 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah. Peserta didik mengamati tayangan slide interaktif di Smart TV mengenai kasus alih fungsi lahan hutan di wilayah sekitar yang memicu perpindahan satwa liar.
    • Tahap 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen yang terdiri dari 4 sampai 5 orang. Guru membagikan LKPD berbasis diferensiasi teks dan gambar kasus lingkungan.
    • Tahap 3: Membimbing Penyelidikan Individual maupun Kelompok. Peserta didik membaca dan menganalisis studi kasus pembukaan lahan bersama kelompoknya (Diferensiasi Proses: kelompok visual menggunakan infografis, kelompok teks menggunakan bacaan artikel singkat). Guru membimbing kelompok yang masih mengalami kesulitan memahami konsep dasar.
    • Tahap 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya. Setiap kelompok menuliskan hasil analisis penyebab hewan liar masuk permukiman beserta solusinya ke dalam lembar kerja atau peta konsep kreatif (Diferensiasi Produk). Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
    • Tahap 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah. Guru memberikan penguatan, apresiasi, dan meluruskan pemahaman yang keliru terkait konsep dasar ekosistem. Peserta didik dari kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  1. Kegiatan Penutup (10 Menit)
    • Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang keseimbangan ekosistem dan dampak perilaku manusia.
    • Guru memandu peserta didik melakukan refleksi singkat terhadap proses pembelajaran hari ini (Mindful Learning).
    • Guru memberikan informasi singkat mengenai topik pertemuan berikutnya.
    • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

  1. Mindful Learning: Peserta didik diajak untuk merenungkan peran penting setiap makhluk hidup di bumi serta menyadari dampak dari tindakan manusia terhadap alam melalui teknik pernapasan dan pemusatan perhatian sebelum diskusi.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan materi pelajaran dengan fenomena nyata yang terjadi di lingkungan sekitar atau wilayah lokal terkait pembukaan lahan perkebunan/perumahan dan dampaknya pada satwa.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran dikemas secara interaktif menggunakan media Smart TV, diskusi kelompok yang dinamis, serta apresiasi berupa tepuk tangan bersama atas usaha setiap kelompok.

STRATEGI DIFERENSIASI

  1. Diferensiasi Proses: Peserta didik dengan kemampuan pemahaman dasar yang masih kurang diberikan pendampingan langsung oleh guru serta disediakan media infografis bergambar untuk memudahkan analisis. Peserta didik yang lebih cepat diberi tantangan menganalisis dampak jangka panjang.
  2. Diferensiasi Konten: Bahan bacaan disajikan dalam dua format, yaitu teks artikel pendek untuk pembaca mandiri dan infografis bergambar bagi peserta didik yang memiliki keunggulan visual.
  3. Diferensiasi Produk: Kelompok peserta didik dapat menyajikan hasil pemecahan masalah dalam bentuk peta konsep bergambar, diagram alur sebab-akibat, atau poin-poin laporan tertulis sesuai dengan kenyamanan dan potensi kelompok.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop: Digunakan oleh guru untuk mengontrol tayangan materi dan mengakses sumber belajar digital.
  2. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan video interaktif kasus lingkungan, gambar komponen ekosistem, dan slide presentasi materi pembelajaran.
  3. Internet: Digunakan untuk mencari referensi gambar pendukung dan berita aktual terkait isu lingkungan lokal.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran: Video dokumenter singkat tentang satwa liar masuk permukiman, slide presentasi berbasis visual, dan lembar kerja peserta didik (LKPD).
  2. Sumber Belajar: Buku Paket IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, artikel berita lokal tentang pembukaan lahan, dan lingkungan sekitar sekolah.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Kelompok / Anggota...
KelasV (Lima)
No. Absen...
Hari / Tanggal...

Petunjuk Pengerjakan

  1. Amati gambar atau baca teks studi kasus yang dibagikan oleh guru pada kelompok kalian.
  2. Diskusikan bersama teman sekelompok mengenai pertanyaan yang ada di bawah ini.
  3. Tuliskan jawaban dengan rapi pada tempat yang telah disediakan.

Pertanyaan Diskusi Studi Kasus

  1. Apa yang terjadi pada hutan dalam gambar atau teks cerita tersebut?

Jawab: ........................................................................................................

  1. Mengapa hewan liar seperti monyet atau babi hutan terpaksa keluar dari hutan dan masuk ke area kebun atau permukiman warga?

Jawab: ........................................................................................................

  1. Apa hubungan antara hilangnya pohon di hutan dengan hilangnya bahan makanan hewan liar?

Jawab: ........................................................................................................

  1. Tuliskan dua cara atau solusi yang dapat dilakukan oleh manusia agar hewan liar tidak perlu masuk ke permukiman warga!

Jawab:

    1. ..............................................................................................................
    2. ..............................................................................................................

REMEDIAL

Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran atau masih kesulitan memahami konsep dasar ekosistem, diberikan bimbingan ulang secara kelompok kecil. Guru menjelaskan kembali konsep rantai makanan dan dampak kerusakan lingkungan menggunakan alat peraga gambar konkret atau kartu bergambar. Setelah itu, peserta didik diberikan tugas sederhana untuk mencocokkan gambar hewan dengan habitat aslinya.

PENGAYAAN

Bagi peserta didik yang telah mencapai atau melampaui tujuan pembelajaran, diberikan tugas pengayaan berupa pembuatan poster mini ajakan menjaga hutan dan kelestarian satwa liar di lingkungan sekitar rumah mereka. Poster dapat dibuat di buku tugas menggunakan pensil warna atau krayon dengan kreativitas masing-masing.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiCatatan / Hasil Evaluasi
1Apakah seluruh peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran kelompok menggunakan media Smart TV?
2Apakah metode Problem Based Learning berhasil membantu peserta didik memahami konsep dasar materi?
3Kendala apa saja yang muncul selama proses pembelajaran dan bagaimana cara mengatasinya di pertemuan berikutnya?

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi untuk Peserta DidikJawaban / Ungkapan Perasaan
1Bagian mana dari pelajaran hari paling kamu sukai dan mudah dipahami?
2Apakah kamu merasa kesulitan saat menganalisis penyebab hewan liar masuk permukiman?
3Sikap baik apa yang akan kamu lakukan mulai hari ini terhadap lingkungan dan hewan di sekitar rumahmu?

BAHAN BACAAN

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Di dalam ekosistem terdapat komponen biotik (hewan, tumbuhan, manusia) dan komponen abiotik (tanah, air, udara, matahari). Seluruh komponen ini saling bergantung satu sama lain.

Keseimbangan ekosistem dapat terganggu apabila salah satu komponen mengalami kerusakan, salah satunya adalah pembukaan lahan hutan secara besar-besaran untuk kepentingan manusia seperti perkebunan, pertambangan, atau perumahan. Ketika hutan ditebang habis, rantai makanan dan sumber makanan alami hewan liar akan musnah. Akibatnya, satwa liar terpaksa keluar dari habitat aslinya untuk mencari makan di ladang pertanian atau permukiman penduduk, yang seringkali memicu konflik antara manusia dan hewan.

GLOSARIUM

  1. Ekosistem: Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan alam tempat tinggalnya.
  2. Biotik: Komponen lingkungan yang terdiri dari makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan manusia.
  3. Abiotik: Komponen lingkungan yang terdiri dari benda tak hidup seperti tanah, air, udara, dan cahaya matahari.
  4. Alih Fungsi Lahan: Perubahan penggunaan suatu kawasan dari fungsi semula menjadi fungsi lain, misalnya hutan menjadi area perkebunan atau perumahan.
  5. Permukiman: Area atau wilayah yang digunakan untuk tempat tinggal penduduk.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2021. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas V SD. Jakarta: Kemendikbudristek.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2021. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas V SD Buku Siswa. Jakarta: Kemendikbudristek.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Keaktifan Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 4 (Sangat Baik)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 1 (Kurang)Skor
1Perhatian saat menyimak video pembelajaran di Smart TVMenyimak video dengan saksama dan antusias dari awal sampai selesai.Menyimak video dengan cukup baik dan tenang.Kurang fokus dan mudah terdistraksi saat video diputar.Tidak memperhatikan sama sekali saat media video ditayangkan.
2Kerja sama dalam diskusi kelompokBerkontribusi aktif memberikan ide dan membantu kelompok menyelesaikan tugas.Cukup berkontribusi dalam kelompok meskipun tidak terlalu dominan.Kurang ikut serta dalam diskusi dan menyerahkan tugas pada anggota lain.Pasif dan tidak mau terlibat dalam kerja sama kelompok.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130