Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Jaring-jaring Makanan
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Model Pembelajaran : Game-Based Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning: Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Ekosistem Laut dan Hutan Lokal Wringin Anom & Diferensiasi Kompleksitas Jaring-jaring Makanan

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki modalitas belajar visual yang sangat menonjol. Mereka sangat responsif terhadap tayangan bergambar, warna-warni, media digital interaktif, dan pemodelan konkrit. Namun, berdasarkan asesmen diagnostik awal, sebagian besar peserta didik belum memahami konsep dasar aliran energi dan pemisahan peran organisme dalam ekosistem. Mereka kerap menyamakan konsep rantai makanan sederhana dengan jaring-jaring makanan yang lebih kompleks.

Untuk menjembatani kondisi tersebut, strategi pembelajaran mendalam dirancang menggunakan model Game-Based Learning yang mengintegrasikan media visual berbasis Smart TV dan permainan kartu rantai/jaring makanan fisik. Hal ini bertujuan mengubah kebiasaan belajar pasif menjadi eksplorasi aktif, kontekstual, serta relevan dengan ekosistem lokal sekitar daerah Wringin Anom.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik menggeneralisasi hubungan saling ketergantungan antar komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem, serta menggambarkan hubungan saling ketergantungan antar rantai makanan dalam bentuk jaring-jaring makanan pada lingkungan sekitar.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Harian

  1. Melalui media permainan kartu ekosistem visual, peserta didik dapat mengidentifikasi keterhubungan antar rantai makanan pembentuk jaring-jaring makanan secara tepat.
  2. Melalui simulasi peranan "Web of Life Game", peserta didik dapat menganalisis dampak perubahan populasi salah satu organisme terhadap keseimbangan ekosistem lokal secara kritis.
  3. Melalui diskusi kelompok terdiferensiasi, peserta didik dapat mengonstruksi model jaring-jaring makanan ekosistem lokal Wringin Anom secara kreatif dan terstruktur.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Di alam semesta, tidak ada makhluk hidup yang mampu berdiri sendiri. Seluruh organisme saling terhubung dalam jaring-jaring kehidupan. Terganggunya satu spesies dalam jaring-jaring makanan akan berdampak langsung pada kelangsungan hidup spesies lain, termasuk manusia. Dengan memahami keterhubungan ini, peserta didik menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan lokal Wringin Anom demi menjaga keseimbangan ekosistem bumi.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa satu jenis hewan di sekitar kita, seperti burung garuda atau ular laut, bisa memakan lebih dari satu jenis hewan lain?
  2. Apa yang akan terjadi pada desa kita jika seluruh katak atau burung pemakan serangga tiba-tiba punah?
  3. Bagaimana caranya agar kita bisa melihat hubungan makan dan dimakan yang rumit di hutan atau laut Wringin Anom secara sederhana?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Menganalisis sebab-akibat perubahan populasi dalam jaring-jaring makanan.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama dalam tim saat memainkan simulasi permainan dan menyelesaikan tantangan LKPD.
  3. Kreatif: Menyusun dan merancang alur jaring-jaring makanan menggunakan konseptualisasi visual yang unik.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning 6C)

  1. Critical Thinking: Memprediksi dinamika ekosistem saat terjadi ketidakseimbangan.
  2. Collaboration: Berkolaborasi dalam permainan edukatif berbasis kartu dan benang interaktif.
  3. Communication: Mempresentasikan hasil konstruksi jaring-jaring makanan di depan kelas.
  4. Creativity: Membagikan ide solusi atas permasalahan kerusakan rantai makanan lokal.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Utama

  1. Definisi Jaring-jaring Makanan: Kumpulan dari beberapa rantai makanan yang saling berhubungan dan tumpang tindih dalam suatu ekosistem.
  2. Peran Organisme:
    • Produsen: Tumbuhan hijau, fitoplankton (pembuat makanan sendiri melalui fotosintesis).
    • Konsumen Primer (Herbivora/Omnivora): Pemakan produsen (misal: belalang, ikan kecil).
    • Konsumen Sekunder/Tersier (Karnivora/Omnivora): Pemakan konsumen sebelumnya (misal: katak, ular, ikan besar).
    • Pengurai (Dekomposer): Jamur, bakteri (mengauraikan sisa organisme mati menjadi hara).
  1. Konteks Lokal Wringin Anom:
    • Ekosistem Pesisir/Laut Lokal: Fitoplankton -> Udang Kecil -> Ikan Karang -> Ular Laut/Burung Elang Laut -> Pengurai.
    • Ekosistem Hutan/Perkebunan Lokal: Pohon/Padi -> Belalang/Tikus -> Katak/Ular -> Elang -> Pengurai.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  1. Model Pembelajaran: Game-Based Learning (GBL)
    • Tahap 1: Orientasi Game & Penjelasan Aturan (Game Setup)
    • Tahap 2: Pelaksanaan Permainan Interaktif (Game Play)
    • Tahap 3: Diskusi dan Analisis Pasca-Permainan (Debriefing)
    • Tahap 4: Penerapan Konsep dan Refleksi (Transfer of Knowledge)
  1. Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
    • Mindful Learning: Kesadaran penuh saat mengambil peran organisme dalam permainan.
    • Meaningful Learning: Menghubungkan peran ekosistem dengan lingkungan sekitar tempat tinggal peserta didik.
    • Joyful Learning: Pembelajaran berbasis permainan fisik dan digital yang menyenangkan dan menantang.

ASESMEN

  1. Asesmen Formatif Awal (Diagnostik): Kuis visual singkat menggunakan Smart TV untuk mengukur pemahaman awal tentang produsen dan konsumen.
  2. Asesmen Formatif Proses: Observasi sikap gotong royong, keaktifan dalam permainan, dan unjuk kerja kelompok penyelesaian LKPD.
  3. Asesmen Sumatif: Tes tertulis pilihan ganda beralasan dan uraian singkat di akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Asesmen Diagnostik Awal

KategoriIndikator KetercapaianTindak Lanjut
Paham UtuhMampu membedakan produsen, konsumen I, II, dan pengurai dengan benar.Diberikan peran pimpinan kelompok / tantangan tingkat mahir.
Paham SebagianHanya mampu mengidentifikasi produsen dan satu tingkat konsumen.Diberikan pendampingan sejawat dalam kelompok.
Belum PahamBelum bisa membedakan antara produsen dan konsumen.Diberikan bimbingan langsung (scaffolding) oleh guru.

Rubrik Observasi Kinerja Kelompok (Proses Game dan LKPD)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4
1Kerjasama TimPasif dan tidak mau berpartisipasi dalam permainan kelompok.Ikut serta dalam permainan tetapi sering mengganggu alur tim.Bekerja sama dengan baik dan mengikuti aturan permainan.Sangat aktif, memimpin, dan membantu anggota tim yang kesulitan.
2Analisis Keterhubungan EkosistemTidak mampu menghubungkan antar organisme dalam permainan.Menghubungkan organisme tetapi masih banyak kesalahan peran.Menghubungkan organisme menjadi jaring-jaring makanan dengan tepat.Menganalisis keterhubungan secara mendalam dan mampu menjelaskan dampaknya jika salah satu punah.
3Keaktifan BerkomunikasiDiam saja saat diskusi kelompok dan presentasi.Berbicara hanya jika ditunjuk oleh guru atau teman.Aktif berdiskusi dan menyampaikan pendapat secara jelas.Sangat komunikatif, santun, dan mampu menjawab pertanyaan dengan logis.

Rubrik Penilaian Produk LKPD (Jaring-jaring Makanan)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4
1Kelengkapan OrganismeMenyusun kurang dari 4 organisme dalam jaring-jaring makanan.Menyusun 4-5 organisme namun rantai yang terbentuk belum saling berhubungan.Menyusun 6-7 organisme dengan hubungan jaring-jaring makanan yang benar.Menyusun lebih dari 7 organisme dengan jaring-jaring makanan kompleks dan akurat.
2Kepatuhan Peran Taraf TropikSemua penanda arah panah dan peran taraf tropik salah.Sebagian besar panah alur energi atau peran taraf tropik keliru.Arah panah alur energi dan peran taraf tropik sebagian besar benar.Seluruh arah panah alur energi dan identifikasi taraf tropik benar sempurna.
3Kerapian dan VisualisasiTampilan LKPD tidak teratur dan sulit dibaca.Tampilan LKPD kurang rapi namun masih bisa dibaca.Tampilan LKPD rapi, bersih, dan alur panah jelas.Tampilan LKPD sangat rapi, estetis, kreatif, dan alur panah sangat mudah dipahami.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

  1. Pembukaan dan Kesadaran Diri (Mindful Beginning): Guru menyapa peserta didik, memeriksa kerapian, dan mengajak berdoa bersama.
  2. Apersepsi Visual: Guru menampilkan video animasi pendek durasi 2 menit di Smart TV tentang keindahan ekosistem lokal Wringin Anom (pantai/hutan).
  3. Asesmen Diagnostik Cepat: Guru menampilkan 3 gambar hewan/tumbuhan pada Smart TV dan meminta peserta didik menebak siapa memakan siapa secara visual.
  4. Penyampaian Tujuan dan Motivasi (Joyful Focus): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengumumkan bahwa hari ini mereka akan bermain peran dalam "Game Jaring Kehidupan Wringin Anom".

Kegiatan Inti (50 Menit)

Tahap 1: Orientasi Permainan & Pembentukan Kelompok (10 Menit)

  1. Guru mengelompokkan peserta didik berdasarkan hasil asesmen diagnostik (setiap kelompok terdiri dari kombinasi pemahaman tinggi, sedang, dan dasar).
  2. Guru menjelaskan aturan permainan "Game Jaring Kehidupan" menggunakan media kartu bergambar dan gulungan benang wol warna-warni.
  3. Setiap peserta didik dalam kelompok mendapatkan satu kalung kartu peran (misal: Padi, Belalang, Tikus, Katak, Ular, Elang, Pengurai untuk kelompok Hutan; atau Fitoplankton, Udang, Ikan Kecil, Ular Laut, Elang Laut untuk kelompok Laut).

Tahap 2: Pelaksanaan Game / Game Play (20 Menit)

  1. Ronde 1 (Simulasi Rantai Makanan): Peserta didik memegang benang wol dan melempar gulungan benang kepada organisme yang memakannya, membentuk garis lurus (Rantai Makanan).
  2. Ronde 2 (Simulasi Jaring-jaring Makanan): Peserta didik yang memiliki makanan lebih dari satu menerima lembaran benang dari berbagai arah, sehingga benang terhubung bersilangan membentuk "Jaring-Jaring Raksasa" (Mindful & Meaningful Learning).
  3. Ronde 3 (Tantangan Gangguan Ekosistem): Guru memberikan skenario gangguan: "Petani Wringin Anom menggunakan racun berlebih sehingga populasi Belalang/Udang habis!". Peserta didik yang berperan sebagai belalang/udang harus menjatuhkan benangnya.
  4. Peserta didik mengamati benang mana saja yang ikut kendur dan runtuh akibat hilangnya satu organisme tersebut (Deep Learning Analysis).

Tahap 3: Debriefing & Penyelesaian LKPD Terdiferensiasi (15 Menit)

  1. Guru mengajak peserta didik duduk melingkar untuk merefleksikan hasil permainan (Debriefing).
  2. Guru membagikan LKPD yang dirancang terdiferensiasi sesuai tingkat kompleksitas kelompok:
    • Kelompok Tingkat Dasar: Menyusun jaring-jaring makanan dengan 5 organisme ekosistem lokal.
    • Kelompok Tingkat Mahir: Menyusun jaring-jaring makanan kompleks dengan 8 organisme disertai analisis dampak kepunahan salah satu spesies.
  1. Peserta didik berdiskusi dan menggambar jaring-jaring makanan pada kertas LKPD yang disediakan.

Tahap 4: Presentasi & Transfer Knowledge (5 Menit)

  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diagram jaring-jaring makanan di depan kelas dengan memanfaatkan Smart TV sebagai pembanding visual.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan santun.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merumuskan kesimpulan akhir tentang pentingnya jaring-jaring makanan.
  2. Refleksi Pembelajaran: Peserta didik mengisi lembar refleksi singkat secara visual (menempel tanda emotikon pada papan Smart TV).
  3. Tindak Lanjut & Doa: Guru memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh kelompok, memberikan arahan untuk materi minggu depan, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

  1. Mindful Learning: Peserta didik merasakan secara langsung ketegangan benang yang melambangkan aliran energi dalam ekosistem. Ketika satu benang dilepas, peserta didik menyadari secara utuh betapa rentannya keseimbangan alam jika terganggu.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik tidak sekadar menghafal definisi jaring-jaring makanan, melainkan mengaitkannya secara langsung dengan organisme yang sering mereka temui di lingkungan tempat tinggal mereka di Wringin Anom.
  3. Joyful Learning: Penggunaan media fisik berupa gulungan benang wol, kalung kartu organisme visual yang berwarna-warni, serta teknologi interaktif Smart TV menciptakan suasana belajar yang penuh kegembiraan, kompetitif secara sehat, dan tidak membosankan.

STRATEGI DIFERENSIASI

  1. Diferensiasi Konten:
    • Kelompok Dasar diberikan kartu organisme dengan keterhubungan sederhana (5 jenis organisme lokal).
    • Kelompok Mahir diberikan kartu organisme dengan tingkat keterhubungan tinggi (8-10 jenis organisme lokal disertai variabel gangguan lingkungan).
  1. Diferensiasi Proses:
    • Kelompok Dasar mendapatkan bimbingan berkala dan instruksi bertahap dari guru (scaffolding).
    • Kelompok Mahir diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi skenario gangguan ekosistem mandiri dan memformulasikan solusinya.
  1. Diferensiasi Produk:
    • Peserta didik diberi kebebasan menampilkan hasil LKPD berupa gambar alur visual, bentuk infografis sederhana, atau peta konsep interaktif.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Menampilkan pemantik visual berupa animasi interaktif ekosistem lokal, memutar video tayangan simulasi jaring-jaring makanan, dan menampilkan timer permainan.
  2. Laptop & Internet: Digunakan guru untuk mengelola media pembelajaran berbasis digital (aplikasi simulasi ekosistem interaktif) serta menampilkan gambar-gambar organisme beresolusi tinggi.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
    • Kartu Organisme Ekosistem Lokal Wringin Anom (dilengkapi gambar berwarna visual menarik dan deskripsi singkat makanan).
    • Gulungan Benang Wol warna-warni untuk simulasi jaring kehidupan.
    • Papan Tulis, Smart TV, dan Laptop.
  1. Sumber Belajar:
    • Buku Panduan Guru dan Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
    • Lingkungan Pesisir dan Hutan/Perkebunan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Nama Peserta Didik
Kelas / FaseKelas V / Fase C
No. Absen
Tanggal

Judul Aktivitas: Membangun Jaring Kehidupan Ekosistem Lokal Wringin Anom

Tujuan Aktivitas

  1. Mengidentifikasi hubungan makan dan dimakan antar organisme ekosistem lokal.
  2. Menggambar model jaring-jaring makanan berdasarkan hasil permainan simulasi.
  3. Menganalisis dampak perubahan populasi salah satu organisme dalam ekosistem.

Alat dan Bahan

  • Alat tulis dan pensil warna.
  • Kartu organisme yang telah digunakan dalam permainan.

Petunjuk Kerja Kelompok Tingkat Dasar

  1. Tempelkan atau tulislah nama 5 organisme yang kalian temukan dalam permainan di kotak bawah ini.
  2. Tariklah garis panah dari organisme yang dimakan menuju organisme yang memakan. Ingat: Panah berarti "energinya berpindah ke"!

[ ... Organisme 1 ... ] -----> [ ... Organisme 2 ... ]

v v

[ ... Organisme 3 ... ] -----> [ ... Organisme 4 ... ]

v

[ ... Organisme 5 ... ]

Jawablah Pertanyaan Berikut:

  1. Sebutkan mana organisme yang bertindak sebagai Produsen:

Jawaban: __________________________________________________

  1. Sebutkan mana organisme yang bertindak sebagai Konsumen Tingkat 1:

Jawaban: __________________________________________________

  1. Apa yang terjadi jika organisme Produsen di atas jumlahnya habis?

Jawaban: __________________________________________________

Petunjuk Kerja Kelompok Tingkat Mahir

  1. Buatlah jaring-jaring makanan yang terdiri dari minimal 8 organisme pada ekosistem lokal Wringin Anom (pilih: Ekosistem Laut atau Ekosistem Perkebunan/Hutan).
  2. Gambarkan alur panah keterhubungannya dengan teliti pada kolom di bawah ini:

+-------------------------------------------------------------------+

RUANG MENGGAMBAR JARING-JARING
MAKANAN

+-------------------------------------------------------------------+

  1. Analisis Kasus (Deep Thinking):

Jika pada ekosistem tersebut terjadi perburuan liar yang menghabiskan seluruh populasi Ular / Burung Pemangsa:

  1. Organisme mana saja yang populasinya akan melonjak drastis? Jelaskan alasannya!

Jawaban: __________________________________________________

  1. Organisme mana saja yang populasinya akan menurun drastic? Jelaskan alasannya!

Jawaban: __________________________________________________

  1. Tuliskan 2 langkah konkrit yang dapat kita lakukan sebagai warga Wringin Anom untuk mencegah kerusakan ekosistem tersebut!

Jawaban: __________________________________________________

REMEDIAL

Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada materi jaring-jaring makanan.

  1. Bentuk Kegiatan: Bimbingan Perorangan / Kelompok Kecil (Scaffolding).
  2. Langkah Kegiatan:
    • Guru memanfaatkan media gambar visual kartu rantai makanan tunggal terlebih dahulu.
    • Peserta didik dibimbing menyusun 2 rantai makanan terpisah secara fisik di atas meja.
    • Guru memperlihatkan bagaimana 2 rantai makanan tersebut memiliki 1 hewan pemakan yang sama, kemudian menggabungkannya menjadi jaring-jaring makanan sederhana.
    • Peserta didik mengerjakan ulang soal evaluasi sederhana terkait identifikasi panah alur energi.

PENGAYAAN

Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang telah melampaui KKTP dengan nilai sangat baik.

  1. Bentuk Kegiatan: Tugas Proyek Investigasi Sederhana (Mini Research).
  2. Langkah Kegiatan:
    • Peserta didik diminta melakukan wawancara singkat dengan orang tua atau warga sekitar tentang perubahan populasi hewan/tumbuhan di Wringin Anom dalam 5 tahun terakhir (misal: berkurangnya burung gereja, meningkatnya hama ulat, dll).
    • Peserta didik menyusun diagram jaring-jaring makanan yang terganggu akibat perubahan populasi tersebut.
    • Peserta didik menyajikan ide solusinya dalam bentuk poster kampanye kelestarian alam pada kertas A3.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi Guru
1Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam Game Jaring Kehidupan?Sebagian besar peserta didik sangat antusias. Kelompok visual sangat terbantu dengan media warna benang wol dan kartu bergambar.
2Kendala apa yang dihadapi selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung?Pengelolaan waktu saat pembagian peran permainan benang wol agak menyita waktu di awal.
3Apakah diferensiasi materi yang diterapkan sudah efektif membantu peserta didik yang kesulitan?Ya, diferensiasi kompleksitas LKPD membuat kelompok dasar tidak terbebani dan kelompok mahir tetap tertantang.
4Bagaimana efektivitas penggunaan Smart TV dalam mendukung konsep visual peserta didik?Sangat efektif. Tayangan animasi pendek di awal berhasil memfokuskan perhatian dan meningkatkan motivasi belajar.
5Apa langkah perbaikan yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya?Menyiapkan peranti fisik (kartu dan benang) yang sudah terbagi per set kelompok sebelum kelas dimulai agar efisiensi waktu meningkat.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiJawaban Saya
1Bagian mana dari permainan hari ini yang paling kamu sukai?[ Isikan jawaban kamu di sini ]
2Menurutmu, apa hal paling penting yang kamu pelajari tentang jaring-jaring makanan?[ Isikan jawaban kamu di sini ]
3Bagaimana perasaanmu saat benang wol dalam permainan tiba-tiba terputus/dilepas?[ Isikan jawaban kamu di sini ]
4Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga hewan dan tumbuhan di sekitar rumahmu?[ Isikan jawaban kamu di sini ]

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru: Konsep Jaring-Jaring Makanan dan Aliran Energi

Ekosistem merupakan sebuah sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dalam suatu ekosistem, alur transfer energi dari satu organisme ke organisme lain terjadi melalui peristiwa makan dan dimakan. Rantai makanan adalah alur linier tunggal pemindahan energi tersebut. Namun di alam nyata, struktur ini jarang berdiri tunggal. Sebagian besar organisme mengonsumsi lebih dari satu jenis sumber makanan, dan organisme tersebut juga dimakan oleh lebih dari satu jenis pemangsa.

Kompleksitas persilangan antara rantai-rantai makanan inilah yang disebut sebagai jaring-jaring makanan (food web). Keberadaan jaring-jaring makanan memberikan stabilitas pada ekosistem. Jika salah satu spesies hilang, spesies pemangsa masih memiliki alternatif sumber makanan lain, selama ketidakseimbangan tersebut tidak melewati ambang batas toleransi lingkungan. Pemahaman atas jaring-jaring makanan lokal sangat penting diajarkan secara konkrit kepada peserta didik tingkat dasar agar terbangun sikap peduli lingkungan yang berlandaskan pemikiran kritis holistik.

Bahan Bacaan Peserta Didik: Mengenal Jaring Kehidupan di Sekitar Kita

Tahukah kamu bahwa di sekitar tempat tinggal kita di Wringin Anom, semua makhluk hidup saling membutuhkan? Tumbuhan hijau seperti rumput, pohon mangga, dan padi adalah pembuat makanan alami. Mereka dinamakan Produsen. Belalang, tikus, dan ulat memakan tumbuhan tersebut. Mereka disebut Konsumen Pertama.

Kemudian, ada katak, ayam, dan burung kecil yang memakan belalang atau ulat. Mereka disebut Konsumen Kedua. Apakah berhenti di situ? Tidak! Ular dan burung elang bisa memakan katak atau tikus tersebut. Hubungan makan dimakan yang rumit dan saling terhubung ini seperti jaring laba-laba raksasa yang kita sebut Jaring-jaring Makanan. Jika kita merusak satu bagian saja dari jaring itu, misalnya membunuh semua ular di sawah, maka jumlah tikus akan meledak dan merusak semua Padi petani! Oleh karena itu, kita harus menjaga semua makhluk hidup agar jaring kehidupan tetap seimbang.

GLOSARIUM

  1. Jaring-jaring Makanan: Sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan dan tumpang tindih dalam suatu ekosistem.
  2. Rantai Makanan: Peristiwa makan dan dimakan antara sesama makhluk hidup dengan urutan tertentu secara linier.
  3. Produsen: Makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis (tumbuhan hijau, alga, fitoplankton).
  4. Konsumen: Makhluk hidup yang memperoleh energi dengan cara memakan makhluk hidup lain.
  5. Dekomposer (Pengurai): Organisme yang menguraikan zat organik dari sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati menjadi unsur hara tanah (jamur, bakteri).
  6. Taraf Tropik: Tingkatan kedudukan suatu organisme dalam rantai atau jaring-jaring makanan.
  7. Ekosistem: Hubungan timbal balik antara komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (benda tak hidup) di suatu lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Fitri, A., dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  2. Fitri, A., dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  3. Odum, E. P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi (Terjemahan). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  4. Campbell, N. A., & Reece, J. B. (2010). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 3. Jakarta: Erlangga.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap Profil Pelajar Pancasila

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Bernalar KritisTidak mampu mengidentifikasi masalah dalam kasus ekosistem.Mampu mengidentifikasi masalah tetapi tidak bisa memberi alasan logis.Mampu menganalisis sebab-akibat gangguan ekosistem dengan alasan cukup logis.Sangat tajam dalam menganalisis sebab-akibat dan mampu memberi solusi inovatif.
2Gotong RoyongMenolak bekerja sama dan sibuk dengan kegiatan sendiri.Mau berada dalam kelompok tetapi tidak memberikan kontribusi nyata.Bekerja sama dengan baik dalam menyelesaikan tugas-tugas kelompok.Sangat proaktif, membantu teman sekelompok, dan menjaga keharmonisan tim.
3KreatifHanya meniru contoh guru tanpa ada variasi visual dalam LKPD.Menunjukkan sedikit variasi tetapi masih sangat tergantung pada petunjuk.Membuat visualisasi jaring-jaring makanan secara mandiri dan rapi.Menghasilkan susunan visual yang sangat estetik, jelas, dan inovatif.

Lembar Observasi Keterampilan Proses Game-Based Learning

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Pemahaman Aturan PermainanTidak memahami aturan dan sering merusak alur permainan.Memahami aturan setelah dijelaskan berulang kali oleh guru/teman.Memahami dan menjalankan aturan permainan dengan tertib.Sangat memahami aturan, tepat waktu, dan mampu membimbing teman lain.
2Akurasi Simulasi PeranSalah menentukan pasangan rantai/jaring makanan dalam simulasi benang.Beberapa kali keliru melempar benang aliran energi.Melempar benang aliran energi ke organisme yang tepat sesuai peran.Tepat sempurna dalam simulasi peran dan mampu menjelaskan alasan alur energi.
3Keaktifan Refleksi (Debriefing)Tidak menyimak saat sesi refleksi dan pasif total.Menyimak refleksi tetapi tidak mau memberikan tanggapan.Aktif memberikan tanggapan sederhana saat sesi diskusi refleksi.Menyampaikan pemikiran mendalam saat refleksi dan mengaitkan dengan kehidupan nyata.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130