Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Peran Produsen, Konsumen (I, II, Puncak), dan Dekomposer
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Model Pembelajaran : Simulation-Based Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi: Kartu Peran Hewan/Tumbuhan. Kearifan Lokal: Fauna/Flora Lokal Wringin Anom

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik dan Kebutuhan Peserta Didik

Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom cenderung dominan memiliki gaya belajar visual dan kinestetik. Peserta didik menunjukkan antusiasme yang tinggi ketika disajikan media gambar interaktif, tayangan video, maupun aktivitas bergerak di luar tempat duduk. Namun demikian, berdasarkan hasil observasi awal, pemahaman konsep peserta didik terhadap alur rantai makanan masih berada pada tataran hafalan luar (rote learning). Peserta didik mampu menyebutkan nama-nama hewan, tetapi belum memahami secara mendalam fungsi ekologis dan mekanisme alur transfer energi dari produsen, konsumen tingkat I, II, konsumen puncak, hingga dekomposer.

Kesiapan Belajar (Readiness)

  1. Kelompok Mahir: Peserta didik telah mampu mengenali jenis-jenis hewan/tumbuhan dan mampu menyusun rantai makanan sederhana secara intuitif.
  2. Kelompok Sedang: Peserta didik mampu mengenali hewan pemakan tumbuhan dan pemakan daging, tetapi masih bingung menentukan kedudukan konsumen tingkat II dan konsumen puncak.
  3. Kelompok Perlu Bimbingan: Peserta didik belum memahami perbedaan antara pemakan tumbuhan, pemakan daging, dan peran dekomposer (pengurai) dalam rantai makanan.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk menyusun alur transfer energi antar makhluk hidup dalam suatu ekosistem melalui pengamatan dan analisis perannya masing-masing (produsen, konsumen, dan dekomposer) guna menjaga keseimbangan lingkungan.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 (3 x 35 menit)

  1. Melalui kegiatan simulasi peran (Simulation-Based Learning) menggunakan kartu peran flora dan fauna lokal Wringin Anom, peserta didik mampu mengklasifikasikan peran produsen, konsumen (I, II, puncak), dan dekomposer dengan tepat.
  2. Melalui pengamatan tayangan visual interaktif di Smart TV dan diskusi kelompok, peserta didik mampu menganalisis alur transfer energi antar makhluk hidup dalam rantai makanan secara rinci.
  3. Melalui skenario pemecahan masalah gangguan ekosistem, peserta didik mampu memprediksi dampak perubahan populasi salah satu komponen ekosistem terhadap kelangsungan transfer energi secara kritis.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Keberlangsungan kehidupan di bumi sangat bergantung pada keseimbangan aliran energi antar makhluk hidup. Setiap organisme, mulai dari tumbuhan hijau sebagai penghasil energi hingga jamur pengurai yang tak kasat mata, memiliki peran esensial yang saling terikat. Ketidakseimbangan pada salah satu komponen ekosistem lokal akan berdampak langsung pada rantai makanan dan kehidupan manusia di sekitarnya.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa rumput dan padi di sawah daerah Wringin Anom bisa tetap tumbuh subur meskipun tidak diberi makan seperti hewan?
  2. Apa yang akan terjadi pada hasil panen petani di Wringin Anom jika populasi ular sawah ditangkap secara besar-besaran?
  3. Kemana perginya daun-daun gugur dan bangkai hewan di alam jika tidak ada yang membersihkannya?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

  1. Bergotong Royong: Bekerja sama secara kolaboratif dalam kelompok saat merancang dan mempraktikkan simulasi rantai makanan.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis alur perpindahan energi dan memprediksi dampak ketidakseimbangan populasi komponen ekosistem.
  3. Kreatif: Menyusun alur transfer energi dengan memanfaatkan media visual dan skenario peragaan simulasi peran.

Elemen Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Peserta didik menyadari penuh pentingnya menjaga kelestarian setiap makhluk hidup dalam ekosistem sekitar mereka.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan materi rantai makanan dengan keberadaan flora dan fauna lokal yang ada di lingkungan Wringin Anom (seperti padi, belalang, katak sawah, ular sawah, elang, dan jamur).
  3. Joyful Learning: Peserta didik mengalami pembelajaran yang menyenangkan melalui permainan kartu peran kinestetik dan penggunaan media digital Smart TV.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Rantai Makanan dan Transfer Energi

Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan antara sesama makhluk hidup dengan urutan tertentu. Dalam proses makan dan dimakan ini, terjadi perpindahan atau transfer energi dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya.

Peran Komponen Ekosistem Lokal Wringin Anom

  1. Produsen: Makhluk hidup autotrof yang mampu membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Contoh di ekosistem sawah Wringin Anom: Tumbuhan Padi dan Eceng Gondok.
  2. Konsumen I (Konsumen Primer): Hewan herbivora atau omnivora yang memakan produsen secara langsung. Contoh: Belalang Sawah, Tikus Sawah, dan Siput Tutut.
  3. Konsumen II (Konsumen Sekunder): Hewan karnivora atau omnivora yang memangsa Konsumen I. Contoh: Katak Sawah, Burung Pipit, dan Ayam Sawah.
  4. Konsumen Puncak (Konsumen Tersier): Pemangsa tingkat atas yang tidak memiliki pemangsa alami lagi di lingkungan tersebut. Contoh: Ular Sawah dan Burung Elang Jawa.
  5. Dekomposer (Pengurai): Organisme heterotrof yang menguraikan zat organik dari bangkai makhluk hidup mati menjadi unsur hara yang menyuburkan tanah untuk produsen. Contoh: Jamur Pengurai, Bakteri Tanah, dan Cacing Tanah.

Mekanisme Alur Transfer Energi

Matahari -> Produsen (Padi) -> Konsumen I (Belalang) -> Konsumen II (Kanak) -> Konsumen Puncak (Ular) -> Dekomposer (Jamur) -> Nutrisi Tanah bagi Produsen.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Simulation-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Simulasi)

Sintaks Model:

  1. Orientasi Masalah dan Penjelasan Skenario
  2. Pembagian Peran dan Orientasi Kartu Simbol Energi
  3. Pelaksanaan Simulasi Alur Transfer Energi
  4. Debriefing, Diskusi Kelompok, dan Analisis Konsep
  5. Evaluasi dan Refleksi Simulasi

Pendekatan Pembelajaran

  1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Memfasilitasi siswa mengalami pemahaman penuh makna melalui keterlibatan emosional, kognitif, dan fisik.
  2. Culturally Responsive Teaching (CRT): Mengangkat kearifan lokal fauna dan flora ekosistem sawah/hutan daerah Wringin Anom.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran)

  1. Teknik: Kuis Visual Interaktif singkat menggunakan Smart TV.
  2. Instrumen: Soal pilihan gambar untuk mengelompokkan pemakan tumbuhan, pemakan daging, dan pembersih bangkai.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

  1. Teknik: Observasi Kinerja Simulasi, Penilaian Diskusi Kelompok, dan Unjuk Kerja LKPD.
  2. Instrumen: Lembar observasi aktivitas simulasi dan rubrik penilaian LKPD.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  1. Teknik: Tes Tertulis Objektif dan Uraian Penalaran.
  2. Instrumen: Lembar Soal Evaluasi Mandiri (terlampir).

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Kinerja Simulasi Peran

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Pemahaman Peran KarakterPeserta didik tidak memahami peran komponen ekosistem yang diperankan dan pasif.Peserta didik memahami peran namun masih sering keliru menyebutkan tingkat trofiknya.Peserta didik memahami peran tingkat trofiknya dengan baik sesuai kartu peran.Peserta didik sangat mendalami peran, menjelaskan fungsinya, dan tanggap dalam simulasi.
2Ketepatan Alur Transfer EnergiPeserta didik salah mengarahkan tali/pita alur energi kepada peran berikutnya.Peserta didik mengarahkan alur energi dengan benar setelah mendapat bantuan dari guru.Peserta didik mengarahkan alur energi dengan benar secara mandiri dalam kelompok.Peserta didik mengarahkan alur energi dengan benar serta mampu menjelaskan proses transfer energi tersebut.
3Kerjasama dan KolaborasiPeserta didik tidak mau bekerja sama dan mengganggu jalannya simulasi.Peserta didik terlibat dalam simulasi hanya jika diminta oleh teman atau guru.Peserta didik aktif bekerjasama dan menghargai peran teman dalam simulasi.Peserta didik menunjukkan kepemimpinan, mengajak teman aktif, dan menjaga ketertiban simulasi.

Rubrik Penilaian LKPD Kelompok

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Klasifikasi Peran EkosistemHanya mampu mengklasifikasikan kurang dari 2 komponen ekosistem dengan benar.Mampu mengklasifikasikan 2-3 komponen ekosistem dengan benar.Mampu mengklasifikasikan 4 komponen ekosistem dengan benar.Mampu mengklasifikasikan seluruh komponen ekosistem (Produsen, K I, K II, K Puncak, Dekomposer) dengan benar.
2Analisis Alur Transfer EnergiDiagram rantai makanan tidak runtut dan tidak menggambarkan alur energi.Diagram rantai makanan runtut tetapi arah panah alur energi kurang tepat.Diagram rantai makanan dan alur transfer energi digambarkan secara runtut dan tepat.Diagram alur transfer energi sangat runtut, tepat, disertai dengan keterangan proses fotosintesis dan penguraian.
3Prediksi Dampak KetidakseimbanganTidak mampu memprediksi dampak perubahan populasi salah satu komponen.Memprediksi dampak perubahan populasi namun alasannya belum logis.Memprediksi dampak perubahan populasi dengan alasan logis namun kurang rinci.Memprediksi dampak perubahan populasi secara kritis, logis, komprehensif, dan dikaitkan dengan kondisi lokal.

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Bergotong RoyongPasif dan tidak mau berkontribusi dalam diskusi maupun simulasi kelompok.Berkontribusi sedikit setelah dipaksa oleh anggota kelompoknya.Berkontribusi aktif dalam menyelesaikan tugas kelompok secara suka rela.Sangat aktif, membantu teman yang kesulitan, dan memfasilitasi kerja kelompok.
2Bernalar KritisMenerima informasi tanpa bertanya dan tidak mampu menjawab pertanyaan penalaran.Mampu menjawab pertanyaan mendasar tetapi belum bisa memberikan alasan kritis.Mampu menganalisis masalah ekosistem dan memberikan argumen logis.Mampu menganalisis masalah kompleks, memberikan solusi inovatif, dan berargumen secara mendalam.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (15 menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar peserta didik, dan berdoa bersama dipimpin oleh ketua kelas.
  2. Guru memeriksa kesiapan belajar, kerapian pakaian, dan kehadiran peserta didik.
  3. Guru melakukan Apersepsi Visual melalui Smart TV: Menampilkan video pendek situasi persawahan di Desa Wringin Anom yang hijau dan dipenuhi berbagai hewan.
  4. Peserta didik diberikan Pertanyaan Pemantik untuk memicu keterlibatan berpikir kritis:
    • "Mengapa tanaman padi di sawah Wringin Anom tidak perlu diberi makan seperti sapi atau ayam?"
    • "Apa yang terjadi jika burung hantu dan ular sawah di kawasan ini punah?"
  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, kegiatan simulasi peran yang akan dilakukan, serta manfaat mempelajari alur transfer energi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti (75 menit)

Tahap 1: Orientasi Skenario dan Visualisasi Materi (15 menit)

  1. Guru menayangkan materi visual interaktif di Smart TV mengenai alur transfer energi, peran produsen, konsumen I, II, puncak, dan dekomposer.
  2. Guru memfasilitasi pengamatan visual dengan memberikan kesempatan peserta didik menunjuk langsung gambar flora/fauna lokal di Smart TV.
  3. Guru mengorientasikan konsep bahwa energi berpindah dari sinar matahari ke tumbuhan, lalu ke hewan pemakan tumbuhan, hewan pemangsa, hingga kembali ke tanah melalui dekomposer.

Tahap 2: Pembagian Peran dan Persiapan Simulasi (15 menit)

  1. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok heterogen (masing-masing 5-6 siswa).
  2. Guru membagikan "Kartu Peran Ekosistem Wringin Anom" beserta pita/tali warna-warni sebagai penanda "Aliran Energi".
  3. Setiap anggota kelompok memilih atau diberikan peran spesifik:
    • Siswa A: Matahari dan Tumbuhan Padi (Produsen)
    • Siswa B: Belalang Sawah (Konsumen I)
    • Siswa C: Katak Sawah (Konsumen II)
    • Siswa D: Ular Sawah / Elang Jawa (Konsumen Puncak)
    • Siswa E: Jamur Pengurai (Dekomposer)
  1. Peserta didik mempelajari petunjuk dan deskripsi peran yang tertera pada kartu masing-masing.

Tahap 3: Pelaksanaan Simulasi Alur Transfer Energi (20 menit)

  1. Setiap kelompok secara bergantian melakukan aksi simulasi di area depan kelas atau area terbuka.
  2. Pelaksanaan Alur Normal:
    • Siswa produsen memegang ujung tali energi (sumber energi awal dari matahari).
    • Siswa produsen menyerahkan ujung tali berikutnya kepada Konsumen I (Belalang) sambil menyebutkan narasi: "Saya Padi menghasilkan energi, energi saya berpindah ke Belalang yang memakan saya."
    • Konsumen I menyerahkan tali ke Konsumen II (Katak), Konsumen II menyerahkan tali ke Konsumen Puncak (Ular Sawah).
    • Saat Konsumen Puncak mati, tali diserahkan kepada Dekomposer (Jamur), dan Dekomposer mengembalikan pita nutrisi ke Produsen (Tanah/Padi).
  1. Pelaksanaan Simulasi Gangguan Ekosistem:
    • Guru memberikan skenario gangguan: "Petani menyemprotkan racun berlebihan sehingga populasi Katak punah!" (Siswa pemegang peran Katak ditarik keluar dari alur).
    • Peserta didik mensimulasikan dampak fisik putusnya tali alur energi, di mana populasi Belalang melonjak dan memakan habis Padi, sedangkan Ular kekurangan makanan.

Tahap 4: Diskusi Kelompok dan Pengisian LKPD (15 menit)

  1. Peserta didik kembali ke kelompok masing-masing untuk mendiskusikan hasil pengalaman simulasi peran.
  2. Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  3. Peserta didik melengkapi diagram alur transfer energi dan menjawab pertanyaan analisis kritis mengenai ketidakseimbangan ekosistem pada LKPD.
  4. Guru melakukan bimbingan intensif pada kelompok yang memerlukan perhatian khusus.

Tahap 5: Debriefing dan Presentasi Hasil (10 menit)

  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan diagram alur transfer energi LKPD di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  3. Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan miskonsepsi yang ditemukan selama simulasi dan presentasi.

Kegiatan Penutup (15 menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin utama pembelajaran hari ini tentang peran komponen ekosistem dan alur transfer energi.
  2. Peserta didik mengerjakan Tes Evaluasi Sumatif secara mandiri.
  3. Guru memfasilitasi refleksi pembelajaran bersama peserta didik.
  4. Guru menyampaikan informasi rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya (Jaring-jaring makanan).
  5. Pembelajaran ditutup dengan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, doa bersama, dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Kesadaran Penuh)

Peserta didik secara sadar diajak untuk merenungkan dan merasakan keterikatan antar sesama makhluk hidup. Saat simulasi gangguan ekosistem, peserta didik secara langsung mengamati dampak hilangnya satu peran terhadap peran lainnya. Hal ini membangun kesadaran emosional bahwa tidak ada satu pun makhluk hidup di sekitar lingkungan Wringin Anom yang diciptakan tanpa manfaat.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran dirancang konkrit dengan mengaitkan materi sains pada flora dan fauna lokal yang ditemui peserta didik sehari-hari di sekitar SDN 1 Wringin Anom. Konsep abstrak seperti "transfer energi" disimulasikan menggunakan media visual tali perpindahan energi dan kartu peran bertuliskan fakta ekologis lokal, sehingga konsep tersimpan dalam memori jangka panjang peserta didik.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Suasana belajar dibangun melalui pendekatan gamifikasi simulasi fisik di mana peserta didik bergerak aktif memegang peran hewan/tumbuhan, menggunakan kartu visual yang menarik, dan berinteraksi dengan media digital di Smart TV. Pembelajaran terbebas dari tekanan dan mendorong keterlibatan kinestetik secara gembira.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

  1. Bagi peserta didik visual: Disediakan infografis berwarna, diagram rantai makanan berstruktur visual, serta tayangan animasi di Smart TV.
  2. Bagi peserta didik kinestetik: Disediakan kartu peran berukuran besar dan tali penanda aliran energi untuk dipraktikkan secara langsung.
  3. Bagi peserta didik yang belum memahami konsep dasar: Disediakan kartu peran yang dilengkapi gambar pendukung dan teks penjelasan peran yang lebih sederhana.

Diferensiasi Proses

  1. Kelompok Mahir: Diberikan skenario simulasi gangguan ekosistem yang lebih kompleks (misalnya kombinasi perburuan ular dan penggunaan pestisida).
  2. Kelompok Sedang: Diberikan bimbingan berkala saat mensimulasikan alur rantai makanan standar hingga konsumen puncak.
  3. Kelompok Perlu Bimbingan: Menerima bimbingan langsung (scaffolding) dari guru langkah demi langkah saat menghubungkan tali transfer energi dari produsen ke konsumen I.

Diferensiasi Produk

  1. Peserta didik dapat menyajikan hasil LKPD dalam bentuk diagram alur bergambar berlabel.
  2. Peserta didik dapat menyajikan hasil LKPD dalam bentuk bagan konsep teks deskriptif alur transfer energi.
  3. Peserta didik dapat menyajikan hasil LKPD dalam bentuk komik rantai makanan sederhana.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan visualisasi interaktif ekosistem lokal Wringin Anom, video animasi rantai makanan, serta kuis diagnostik visual awal.
  2. Laptop Guru: Digunakan sebagai pusat kendali tayangan presentasi, pengolahan media simulasi interaktif, dan pemutaran media pembelajaran.
  3. Jaringan Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar digital real-time dan media animasi ekosistem yang relevan.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Kartu Peran Ekosistem Wringin Anom (Padi, Belalang, Katak, Ular, Jamur).
  2. Tali/Pita Warna-warni penanda Alur Transfer Energi.
  3. Smart TV dan Laptop.
  4. Slide Presentasi Visual Interaktif dan Video Pembelajaran Rantai Makanan.
  5. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Sumber Belajar

  1. Buku Teks Utama: Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  2. Lingkungan Sekitar: Ekosistem persawahan di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.
  3. Modul Visual IPAS Bab Ekosistem dan Lingkungan.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta DidikKeterangan
Nama Kelompok / Anggota1. ......................................................
2. ......................................................
3. ......................................................
4. ......................................................
5. ......................................................
Kelas / FaseV (Lima) / Fase C
Nomor Absen......................................................
Tanggal Kegiatan......................................................

Judul LKPD: Mengurai Alur Energi dalam Ekosistem Sawah Wringin Anom

Petunjuk Kerja

  1. Bekerjasamalah dengan anggota kelompokmu secara kompak!
  2. Ingat kembali pengalaman simulasi peran yang telah kamu lakukan di depan kelas!
  3. Isilah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara teliti dan berikan alasan terbaikmu!

Kegiatan 1: Mengidentifikasi Peran Makhluk Hidup

Jodohkanlah nama makhluk hidup lokal Wringin Anom di bawah ini dengan perannya yang tepat dalam ekosistem! Draw a line atau tuliskan pasangan hurufnya!

  1. Pohon Padi Sawah
  2. Belalang Sawah
  3. Katak Sawah
  4. Ular Sawah
  5. Jamur Pengurai

Pilihan Peran:

A. Konsumen II (Pemangsa Konsumen I)

B. Dekomposer (Pengurai Sisa Organik)

C. Produsen (Penghasil Makanan)

D. Konsumen Puncak (Top Predator)

E. Konsumen I (Pemakan Produsen)

Jawaban Pasangan:

1 - (...)

2 - (...)

3 - (...)

4 - (...)

5 - (...)

Kegiatan 2: Menyusun Alur Transfer Energi

Gambarkan alur rantai makanan dan arah panah transfer energi berdasarkan komponen ekosistem lokal Wringin Anom di bawah ini!

[ Kotak 1: .......... ] ---> [ Kotak 2: .......... ] ---> [ Kotak 3: .......... ] ---> [ Kotak 4: .......... ] ---> [ Kotak 5: .......... ]

Jawablah pertanyaan berikut:

Dari manakah Produsen (Tumbuhan Padi) mendapatkan energi pertama kali sebelum dipindahkan ke hewan pemakan rumput?

Jawaban: ....................................................................................................................................................

Kegiatan 3: Analisis Kasus Gangguan Ekosistem

Petani di Desa Wringin Anom merasa terganggu dengan keberadaan ular di sawah, sehingga mereka memburu dan membunuh seluruh ular sawah yang ada.

  1. Apa yang akan terjadi pada populasi Katak Sawah setelah ular sawah habis? Jelaskan alasanmu!

Jawaban: ....................................................................................................................................................

  1. Apa dampak akhir yang akan dirasakan oleh Petani Padi di Wringin Anom jika rantai makanan tersebut terganggu?

Jawaban: ....................................................................................................................................................

  1. Tuliskan usulan kelompokmu agar rantai makanan dan transfer energi di persawahan Wringin Anom tetap seimbang!

Jawaban: ....................................................................................................................................................

REMEDIAL

Program Bimbingan Remedial

Program remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada asesmen sumatif (nilai di bawah standar ketuntasan).

Bentuk Kegiatan Remedial

  1. Bimbingan Perorangan / Kelompok Kecil: Guru menjelaskan ulang konsep peran komponen ekosistem menggunakan kartu gambar visual sederhana secara tuntas.
  2. Penugasan Praktis: Peserta didik diminta menyusun ulang 3 kartu gambar hewan/tumbuhan lokal menjadi alur rantai makanan yang benar dan menyebutkan peran masing-masing komponen.
  3. Pendampingan Tutor Sebaya: Peserta didik dibantu oleh teman kelompoknya yang telah mencapai nilai tinggi pada saat mengulang LKPD.

PENGAYAAN

Program Pembelajaran Pengayaan

Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah mencapai atau melampaui KKTP dengan hasil sangat baik.

Bentuk Kegiatan Pengayaan

  1. Peserta didik diberikan tugas tantangan menganalisis "Jaring-Jaring Makanan Kompleks" yang menggabungkan ekosistem persawahan dan ekosistem sungai di Wringin Anom.
  2. Peserta didik diminta membuat poster ilmiah sederhana digital atau manual mengenai ajakan "Lestarikan Ular Sawah dan Burung Hantu Penjaga Keseimbangan Ekosistem Wringin Anom".

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Refleksi / Catatan Guru
1Apakah penggunaan model Simulation-Based Learning efektif meningkatkan pemahaman konsep peserta didik tentang alur transfer energi?Sebagian besar peserta didik sangat antusias dan lebih cepat memahami alur energi melalui keterlibatan fisik memegang tali aliran energi dibandingkan hanya membaca buku teks.
2Kendala apa yang dihadapi selama proses simulasi dan diskusi kelompok berlangsung?Manajemen waktu pada saat perpindahan alur simulasi peran kelompok sempat memakan waktu lebih lama dari skenario awal.
3Apakah integrasi media Smart TV mampu memperkuat pemahaman peserta didik yang bergaya belajar visual?Sangat efektif. Tampilan visual berwarna flora dan fauna lokal di Smart TV fokus menarik perhatian peserta didik dan memperjelas gambaran nyata ekosistem lokal.
4Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan pembelajaran berikutnya?Guru akan lebih mempertegas batasan waktu tiap tahapan simulasi dan menyiapkan arena simulasi yang lebih luas agar mobilitas kelompok lebih tertata.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiJawaban / Respon Peserta Didik
1Bagian kegiatan mana yang paling kamu sukai pada pembelajaran hari ini?Saat maju ke depan kelas memegang kartu peran hewan dan memegang tali penanda perpindahan energi bersama teman kelompok.
2Apa hal baru paling penting yang kamu pelajari tentang hewan dan tumbuhan di sekitar Wringin Anom?Saya baru tahu kalau jamur pengurai dan ular sawah itu sangat penting bagi kelangsungan hidup tanaman padi milik petani.
3Apakah kamu mengalami kesulitan saat mengisi LKPD atau melakukan simulasi?Sedikit bingung saat membedakan mana konsumen tingkat 2 dan konsumen puncak, tetapi menjadi paham setelah melihat tayangan di Smart TV dan penjelasan guru.
4Sikap apa yang akan kamu lakukan setelah tahu bahwa semua makhluk hidup saling membutuhkan?Saya tidak akan menyakiti atau membunuh hewan di sekitar rumah/sawah sembarangan karena bisa merusak keseimbangan alam.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru: Konsep Transfer Energi dan Dinamika Ekosistem

Dalam ilmu ekologi, rantai makanan adalah jalur linier perpindahan energi kimia dari satu organisme ke organisme lain melalui proses makan dan dimakan. Sumber energi utama bagi seluruh kehidupan di bumi adalah matahari. Energi cahaya matahari ditangkap oleh organisme autotrof (produsen) seperti tumbuhan hijau melalui fotosintesis untuk diubah menjadi energi kimia yang tersimpan dalam molekul glukosa.

Ketika produsen dimakan oleh konsumen primer (herbivora), energi berpindah ke tingkat trofik kedua. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua energi berpindah secara utuh (Hukum 10 Persen Efisiensi Energi); sebagian besar energi terbuang sebagai energi panas atau digunakan untuk respirasi dan aktivitas hidup organisme tersebut. Konsumen sekunder (karnivora/omnivora) kemudian memangsa konsumen primer, menyerap energi untuk tingkat trofik ketiga, hingga sampai pada konsumen puncak (top predator). Ketika organisme pada tingkat trofik mana pun mati, dekomposer (bakteri dan jamur) bertugas menguraikan materi organik kompleks menjadi anorganik (nutrisi/unsur hara) yang diserap kembali oleh tanah dan dimanfaatkan oleh produsen. Pembelajaran mendalam pada topik ini menekankan pemahaman holistik bahwa hilangnya satu tingkat trofik dapat menyebabkan efek domino (trophic cascade) pada kestabilan ekosistem lokal.

Bahan Bacaan Peserta Didik: Siapa Makan Siapa di Sawah Kita?

Pernahkah kalian mengamati persawahan di Wringin Anom? Di sana terdapat banyak sekali makhluk hidup yang saling membutuhkan!

  1. Si Penghasil Makanan (Produsen): Tanaman Padi adalah produsen. Padi tidak perlu makan hewan lain karena bisa membuat makanan sendiri menggunakan sinar matahari.
  2. Si Pemakan Tumbuhan (Konsumen I): Belalang dan tikus adalah konsumen tingkat 1. Mereka suka makan daun padi untuk mendapatkan energi.
  3. Si Pemangsa (Konsumen II): Katak sawah memakan belalang. Energi dari belalang berpindah ke tubuh katak.
  4. Si Pemangsa Puncak (Konsumen Puncak): Ular sawah memangsa katak atau tikus. Ular berada di tingkat paling atas karena jarang ada hewan lain yang memangsa ular di sawah.
  5. Si Pembersih Alam (Dekomposer): Jika ular atau hewan lain mati, tubuhnya akan membusuk diuraikan oleh Jamur dan Bakteri Pengurai. Hasil penguraian ini membuat tanah menjadi sangat subur sehingga tanaman padi bisa tumbuh sehat kembali.

Jadi, semua makhluk hidup di sawah saling bekerja sama mengalirkan energi! Jika ular habis ditangkap manusia, tikus dan belalang akan meledak jumlahnya dan merusak tanaman padi petani.

GLOSARIUM

  1. Autotrof: Organisme yang dapat membuat zat makanannya sendiri dari bahan anorganik dengan bantuan energi cahaya matahari atau kimia (contoh: tumbuhan hijau).
  2. Heterotrof: Organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri dan memperoleh energi dengan memakan organisme lain (contoh: hewan dan manusia).
  3. Produsen: Tingkat trofik pertama dalam rantai makanan yang menghasilkan makanan bagi organisme lain melalui fotosintesis.
  4. Konsumen: Organisme heterotrof yang memperoleh energi dengan memakan produsen atau konsumen lainnya.
  5. Dekomposer: Organisme pengurai yang merombak sisa-sisa bahan organik dari bangkai makhluk hidup mati menjadi unsur hara tanah.
  6. Transfer Energi: Perpindahan energi kimia dari satu organisme ke organisme lain melalui rantai makanan.
  7. Tingkat Trofik: Posisi atau tingkatan suatu organisme dalam alur rantai makanan ekosistem.
  8. Ekosistem: Hubungan timbal balik antara makhluk hidup (komponen biotik) dengan lingkungan tak hidupnya (komponen abiotik).
  9. Rantai Makanan: Peristiwa makan dan dimakan antar makhluk hidup dengan urutan tertentu secara linier.
  10. Rote Learning: Proses belajar melalui hafalan tanpa pemahaman mendalam terhadap makna konsep.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Fitri, A., dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  2. Fitri, A., dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  3. Odum, E. P. (2018). Dasar-Dasar Ekologi (Edisi Ketiga). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  4. Campbell, N. A., & Reece, J. B. (2012). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 3. Jakarta: Erlangga.

LAMPIRAN

Lampiran 1: Lembar Observasi Sikap Profil Pelajar Pancasila

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Bergotong Royong dalam KelompokTidak mau berpartisipasi dan acuh tak acuh saat tugas kelompok berlangsung.Hanya berpartisipasi jika diminta berulang kali oleh teman kelompok.Aktif bekerja sama dan membantu menyelesaikan tugas kelompok tepat waktu.Sangat aktif, memimpin inisiatif kelompok, dan mendukung seluruh anggota kelompok.
2Bernalar Kritis dalam AnalisisTidak mampu memberikan argumen dan menjawab pertanyaan analisis materi.Memberikan jawaban analisis sederhana tanpa menyertakan alasan yang tepat.Mampu menjawab pertanyaan analisis ekosistem dengan argumen logis dan runtut.Mampu memberikan pemikiran kritis komprehensif serta solusi terhadap masalah ekosistem.
3Kreativitas Visual / PeragaanTidak menunjukkan kepekaan visual atau pasif dalam peragaan simulasi.Mengikuti peragaan simulasi hanya secara sekadar menirukan instruksi dasar.Menampilkan peragaan simulasi dan menyusun LKPD visual secara rapi dan jelas.Menampilkan peragaan simulasi sangat dinamis, kreatif, dan menyajikan LKPD visual yang menarik.

Lampiran 2: Lembar Observasi Kinerja Simulasi Peran

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Penguasaan Deskripsi Kartu PeranTidak membaca dan tidak memahami isi deskripsi kartu peran yang dipegang.Membaca kartu peran tetapi bingung menjelaskan perannya saat simulasi.Memahami dan lancar menjelaskan perannya sesuai kartu peran.Sangat mahir memperagakan peran dan menjelaskan keterkaitan perannya dengan peran lain.
2Ketepatan Penyerahan Tali EnergiMengarahkan tali energi ke arah organisme yang salah (terbalik alurnya).Mengarahkan tali energi dengan benar setelah dibantu arahan guru.Mengarahkan tali energi secara mandiri ke konsumen/dekomposer yang tepat.Mengarahkan tali energi dengan tepat disertai narasi perpindahan energi yang jelas.
3Responsibilitas Gangguan SkenarioBingung dan pasif saat diberikan skenario pencabutan salah satu komponen peran.Menyadari perubahan alur tetapi belum bisa menjelaskan alasannya.Tanggap terhadap perubahan alur dan menjelaskan dampaknya bagi kelanjutan alur.Sangat tanggap, menganalisis dampak fisik hilangnya peran, dan menyimpulkan dampaknya secara tepat.

Lampiran 3: Lembar Soal Evaluasi Sumatif (Mandiri)

Nama Peserta Didik: ......................................................

Kelas / Absen: V (Lima) / ..........

Waktu Kerjakan: 15 Menit

Pilihlah huruf A, B, C, atau D pada jawaban yang paling tepat!

  1. Tumbuhan hijau di sawah Desa Wringin Anom dikategorikan sebagai produsen karena...
    1. Membutuhkan hewan lain untuk bertahan hidup
    2. Mampu membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis
    3. Memakan jasad hewan yang telah mati di dalam tanah
    4. Memangsa serangga kecil yang hinggap di daunnya
  1. Perhatikan alur makhluk hidup berikut:

Padi -> Belalang -> Katak -> Ular -> Jamur

Makhluk hidup yang bertindak sebagai Konsumen Tingkat II (Konsumen Sekunder) adalah...

    1. Padi
    2. Belalang
    3. Katak
    4. Jamur

  1. Sumber energi paling utama yang memberikan energi pertama kali kepada produsen di alam adalah...

    1. Air hujan
    2. Pupuk urea
    3. Matahari
    4. Cacing tanah

  1. Peran jamur atau bakteri dalam alur transfer energi rantai makanan adalah sebagai...

    1. Produsen pembentuk zat gula
    2. Dekomposer yang menguraikan bangkai menjadi nutrisi tanah
    3. Konsumen puncak pemangsa hewan besar
    4. Pemakan tumbuhan hijau

Jawablah pertanyaan uraian di bawah ini dengan jelas dan tepat!

  1. Di daerah Wringin Anom, terjadi perburuan liar burung elang dan ular sawah. Jelaskan secara singkat dan logis apa yang akan terjadi dengan populasi tikus sawah dan tanaman padi akibat peristiwa tersebut!

Jawaban: ....................................................................................................................................................

Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran Tes Evaluasi

  1. b (Skor 15)
  2. c (Skor 15)
  3. c (Skor 15)
  4. B (Skor 15)
  5. Uraian (Skor Maksimal 40):
  • Jika ular dan elang diburu, maka populasi tikus sawah akan meledak/meningkat drastis karena tidak ada pemangsanya (Skor 20).
  • Tikus sawah yang banyak akan memakan habis tanaman padi, sehingga petani mengalami gagal panen dan alur transfer energi menjadi terganggu/rusak (Skor 20).

Nilai Akhir Evaluasi = Total Skor Pilihan Ganda (60) + Total Skor Uraian (40) = 100.

 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130