Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Rantai Makanan Dan Peran Organisme
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains)
Model Pembelajaran : Simulation-Based Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Culturally Responsive Teaching
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi: Kartu Peran Organisme; Kearifan Lokal: Ekosistem Sawah dan Kebun Wringin Anom

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik dan Kesiapan Peserta Didik

Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar yang dominan visual dan kinestetik. Mereka sangat aktif, responsif terhadap sajian gambar, animasi, serta kegiatan yang melibatkan pergerakan fisik. Namun, berdasarkan analisis diagnostik awal, tingkat pemahaman konsep dasar peserta didik mengenai alur perpindahan energi dan peran spesifik organisme (seperti pembedaan peran konsumen tingkat pertama, kedua, puncak, dan dekomposer) masih rendah. Sebagian besar peserta didik hanya memahami konsep "hewan makan tumbuhan" tanpa memahami bagaimana energi mengalir dan dampak ketidakseimbangan populasi terhadap ekosistem.

Analisis Lingkungan Belajar dan Kearifan Lokal

Lingkungan sekolah SD Negeri 1 Wringin Anom dikelilingi oleh area persawahan dan perkebunan produktif. Kondisi geografis ini menyediakan konteks nyata berupa ekosistem sawah dan kebun lokal. Pembelajaran dimanfaatkan dengan membawa fenomena ekosistem lokal Wringin Anom (seperti rantai makanan tanaman padi, tikus sawah, ular sawah, katak, elang jawa, dan jamur pelapuk) ke dalam kelas sebagai bahan simulasi dan analisis nyata.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk menganalisis hubungan antar makhluk hidup pada suatu ekosistem dalam bentuk rantai makanan dan menyusun alur transfer energi antar makhluk hidup secara runtut dan tepat.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Melalui pengamatan tayangan visual interaktif dan simulasi peran, peserta didik mampu mengidentifikasi peran masing-masing organisme (produsen, konsumen I, konsumen II, konsumen III, dan pengurai) pada ekosistem sawah Wringin Anom dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan simulasi alur rantai makanan (Simulation-Based Learning), peserta didik mampu menyusun alur transfer energi antar makhluk hidup secara sistematis.
  3. Melalui diskusi kelompok berbasis studi kasus lokal, peserta didik mampu menganalisis dampak perubahan populasi salah satu organisme terhadap keseimbangan ekosistem dengan logis dan kritis.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Makhluk hidup di alam tidak dapat berdiri sendiri, melainkan saling terhubung dalam jaringan kehidupan melalui aliran energi. Keseimbangan ekosistem di lingkungan sekitar kita, seperti persawahan Wringin Anom, sangat bergantung pada kelestarian setiap peran organisme, dari produsen terdepan hingga pengurai di dalam tanah. Ketergangguan pada satu peran akan berdampak pada seluruh rantai kehidupan.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika para petani di Wringin Anom membasmi seluruh populasi ular sawah, apa yang akan terjadi dengan tanaman padi di sawah tersebut?
  2. Dari mana tanaman padi mendapatkan energi untuk tumbuh besar, dan bagaimana energi tersebut akhirnya sampai ke dalam tubuh manusia?
  3. Mengapa daun gugur dan bangkai hewan yang ada di sawah lama-kelamaan menghilang dan membuat tanah menjadi subur kembali?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalor Kritis: Menganalisis sebab-akibat perubahan populasi organisme terhadap keberlangsungan rantai makanan.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama secara kolaboratif dalam melakukan simulasi alur energi dan menyelesaikan lembar kerja kelompok.
  3. Kreatif: Menunjukkan alur transfer energi melalui peragaan visual dan peran interaktif.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Mengamati secara sadar dan fokus mengenai interaksi antar makhluk hidup dan alur aliran energi.
  2. Meaningful Learning: Menghubungkan konsep sains rantai makanan dengan realitas lingkungan persawahan di sekitar tempat tinggal peserta didik.
  3. Joyful Learning: Mengalami pengalaman belajar yang menyenangkan melalui permainan simulasi peran (role-play simulation) bernuansa kearifan lokal.

MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian Rantai Makanan dan Transfer Energi

Rantai makanan adalah alur perpindahan energi makanan dari satu organisme ke organisme lain melalui peristiwa makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Dalam alur ini, energi matahari diubah menjadi energi kimia oleh tumbuhan, kemudian dialirkan dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya.

Peran Organisme dalam Ekosistem Sawah Wringin Anom

  1. Produsen: Organisme autotrof yang dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dengan bantuan sinar matahari. Contoh: Tanaman Padi dan Rumput Sawah.
  2. Konsumen I (Herbivora): Organisme yang memakan produsen secara langsung. Contoh: Belalang Sawah dan Tikus Sawah.
  3. Konsumen II (Karnivora/Omnivora): Organisme yang memakan Konsumen I. Contoh: Katak Sawah dan Ular Sawah.
  4. Konsumen III / Puncak (Karnivora Utama): Organisme pemangsa yang berada di puncak rantai makanan dan tidak memiliki pemangsa alami di ekosistem tersebut. Contoh: Burung Elang Jawa.
  5. Pengurai (Dekomposer): Organisme heterotrof yang menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati menjadi zat hara tanah. Contoh: Jamur dan Bakteri Tanah.

Mekanisme Aliran Energi

Energi berpindah dari Matahari menuju Padi (Produsen), berpindah ke Tikus (Konsumen I), berpindah ke Ular Sawah (Konsumen II), berpindah ke Elang Jawa (Konsumen III), dan berakhir pada Jamur/Bakteri (Pengurai) yang mengembalikan nutrisi ke dalam tanah untuk digunakan kembali oleh produsen.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  1. Model Pembelajaran: Simulation-Based Learning (SBL)

Sintaks SBL:

    • Tahap 1: Orientation and Concept Explanation (Orientasi dan Penjelasan Konsep Visual)
    • Tahap 2: Simulation Setup and Role Assignment (Persiapan Simulasi dan Pembagian Kartu Peran)
    • Tahap 3: Simulation Execution (Pelaksanaan Simulasi Transfer Energi)
    • Tahap 4: Debriefing and Critical Analysis (Diskusi Reflektif dan Analisis Kasus)
  1. Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan mengintegrasikan Culturally Responsive Teaching (CRT) berkonteks lingkungan lokal Wringin Anom.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  • Bentuk: Kuis Visual Interaktif singkat di Smart TV.
  • Tujuan: Memetakan pemahaman awal peserta didik terkait pengelompokan jenis makanan hewan dan peran dasar tumbuhan.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  • Bentuk: Lembar Observasi Unjuk Kerja Simulasi Rantai Makanan dan Penilaian Kinerja Diskusi Kelompok pada LKPD.
  • Tujuan: Memantau keterlibatan, pemahaman alur energi, dan kemampuan kerja sama peserta didik selama proses simulasi.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Bentuk: Tes Tertulis Kognitif (Pilihan Ganda Kompleks dan Uraian Analitis).
  • Tujuan: Mengukur pencapaian akhir capaian pembelajaran peserta didik terkait penyusunan rantai makanan dan analisis perubahan populasi.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Kinerja Simulasi Rantai Makanan

Aspek yang DinilaiSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
Ketepatan Menentukan PeranSalah menentukan lebih dari 2 peran organisme dalam rantai makanan.Hanya tepat menentukan 2-3 peran organisme dengan bantuan guru.Tepat menentukan 4 peran organisme dengan mandiri.Tepat menentukan seluruh peran organisme (produsen hingga pengurai) secara mandiri dan cepat.
Ketepatan Menyusun Alur Transfer EnergiAlur pita energi tidak sesuai dengan tingkatan trofik yang benar.Alur pita energi partially benar namun ada lompatan tingkatan trofik.Alur pita energi runtut dari produsen ke konsumen puncak, namun kurang tepat pada pengurai.Alur pita energi runtut, presisi, dan lengkap dari Matahari, Produsen, Konsumen I-III, hingga Pengurai.
Analisis Kasus Perubahan PopulasiBelum mampu menjelaskan dampak perubahan populasi terhadap organisme lain.Mampu menjelaskan dampak perubahan populasi hanya pada satu organisme terdekat.Mampu menjelaskan dampak perubahan populasi pada dua tingkatan organisme dengan logis.Mampu menganalisis dampak perubahan populasi secara holistik terhadap seluruh keseimbangan ekosistem.
Kerjasama dan Keaktifan KelompokPasif dalam simulasi dan bergantung penuh pada anggota kelompok lain.Cukup aktif tetapi perlu didorong oleh guru untuk berpartisipasi.Aktif berpartisipasi dan bekerja sama dengan baik dalam kelompok.Sangat aktif, memimpin alur simulasi, dan membantu teman kelompok secara inklusif.

Rubrik Penilaian Tes Tertulis (Asesmen Sumatif)

Nomor SoalIndikator SoalKriteria Skor MaksimalSkor Maks
Soal 1-5 (PG)Mengidentifikasi peran organisme dan urutan rantai makanan.Jawaban benar = Skor 2, Jawaban salah = 010
Soal 6 (Uraian)Menyusun alur transfer energi ekosistem sawah lokal secara runtut.Mengidentifikasi urutan lengkap dan menjelaskan arah aliran energi dengan tepat = Skor 1010
Soal 7 (Uraian)Menganalisis dampak kepunahan salah satu populasi hewan dalam rantai makanan.Menganalisis dampak secara berantai (minimal 2 tingkatan organisme) dan memberikan solusinya = Skor 1010

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (15 Menit)

  1. Pembukaan dan Kondisifitas Kelas: Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan memeriksa kerapihan serta kesiapan belajar.
  2. Apersepsi Visual dan Kontekstual: Guru menampilkan gambar pemandangan persawahan Desa Wringin Anom di Smart TV. Guru menanyakan pertanyaan pemantik: "Siapa di sini yang pernah melihat tikus atau ular di sawah dekat rumah? Mengapa mereka berada di sana?"
  3. Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, kegiatan simulasi peran yang akan dilakukan, dan aspek penilaian.
  4. Asesmen Diagnostik Singkat: Guru memutarkan 3 slide gambar hewan/tumbuhan lokal dan meminta siswa menebak apa yang dimakan oleh organisme tersebut secara lisan.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Orientasi dan Penjelasan Konsep Visual (Mindful Learning - 15 Menit)

  1. Guru menayangkan video animasi pendek interaktif tentang "Aliran Energi di Ekosistem Sawah" menggunakan Smart TV.
  2. Peserta didik mengamati secara cermat bagaimana matahari memberikan energi kepada tanaman padi, dan bagaimana energi tersebut berpindah ketika padi dimakan oleh belalang atau tikus.
  3. Guru melakukan tanya jawab interaktif untuk menanamkan pemahaman dasar peran produsen, konsumen, dan pengurai.

Tahap 2: Persiapan Simulasi dan Pembagian Kartu Peran (Meaningful Learning - 15 Menit)

  1. Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok heterogen (masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 siswa).
  2. Guru membagikan media simulasi berupa:
    • Kartu Peran Organisme Bergambar (Padi Wringin Anom, Tikus Sawah, Ular Sawah, Elang Jawa, Jamur Pelapuk, Matahari).
    • Pita Energi Warna Emas/Kuning yang melambangkan transfer energi.
    • Kalung identitas peran.
  1. Setiap peserta didik dalam kelompok memilih/menerima kartu peran tertentu berdasarkan kesepakatan kelompok.
  2. Guru menjelaskan aturan simulasi transfer energi: Energi hanya dapat berpindah jika organisme pengonsumsi memegang ujung pita energi dari organisme yang dimakannya.

Tahap 3: Pelaksanaan Simulasi Transfer Energi (Joyful Learning - 25 Menit)

  1. Setiap kelompok melakukan simulasi peragaan alur rantai makanan di area depan kelas atau area terbuka kelas.
  2. Langkah simulasi:
    • Siswa berperan sebagai "Matahari" memegang gulungan pita energi utama dan menyerahkan ujung pita ke siswa berperan "Padi" (Produsen).
    • Siswa berperan "Padi" menjelaskan perannya secara lisan: "Saya Padi, saya membuat makanan sendiri dengan sinar matahari!", lalu memotong sebagian pita dan menyerahkannya kepada "Tikus Sawah" (Konsumen I).
    • Siswa berperan "Tikus Sawah" menjelaskan perannya: "Saya Tikus, saya makan Padi untuk dapat energi!", lalu menyambungkan pita ke "Ular Sawah" (Konsumen II).
    • Proses berlanjut ke "Elang Jawa" (Konsumen III), hingga saat Elang mati, pita diserahkan ke "Jamur" (Pengurai) yang mengembalikan energi berupa nutrisi ke tanah tempat Padi tumbuh.
  1. Guru memberikan variasi skenario gangguan ekosistem pada simulasi: "Tiba-tiba petani menyemprot racun dan seluruh tikus mati! Apa yang terjadi pada alur pita energi kalian?"
  2. Peserta didik secara fisik mendramatisasikan putusnya alur pita energi jika salah satu peran hilang.

Tahap 4: Diskusi Kritis dan Analisis Kasus LKPD (Deep Processing - 20 Menit)

  1. Peserta didik kembali ke kelompok masing-masing untuk mencatat hasil simulasi pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  2. Peserta didik mendiskusikan studi kasus lokal: "Dampak maraknya perburuan ular sawah di Wringin Anom terhadap hasil panen padi petani."
  3. Guru memfasilitasi diskusi tiap kelompok, memberikan dorongan pertanyaan tingkat tinggi (HOTS) kepada kelompok yang sudah paham, serta bimbingan terarah bagi kelompok yang membutuhkan diferensiasi.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Penyimpulan Bersama: Guru bersama peserta didik merangkum kesimpulan utama bahwa energi mengalir secara berurutan dan setiap organisme memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan alam.
  2. Asesmen Sumatif Mandiri: Peserta didik mengerjakan tes evaluasi tertulis singkat (10 menit).
  3. Refleksi Pembelajaran: Guru membimbing peserta didik melakukan refleksi diri terhadap proses belajar yang telah dialami.
  4. Tindak Lanjut dan Penutup: Guru memberikan informasi tindak lanjut (pembacaan materi selanjutnya) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna dan Kesadaran Utuh)

Peserta didik diajak mengamati video ekosistem secara terfokus dan merefleksikan bahwa keberadaan tanaman sekecil apapun di lingkungan Wringin Anom memiliki fungsi penting dalam menyerap energi matahari demi kelangsungan hidup makhluk lain.

Meaningful Learning (Pembelajaran Relevan Kontekstual)

Penggunaan contoh spesifik rantai makanan persawahan Wringin Anom membuat peserta didik menyadari bahwa fenomena sains yang dipelajari tidak berada di dalam buku teks semata, melainkan terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka sehari-hari.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Melalui peragaan role-play interaktif dengan kartu peran berkalung dan simulasi fisik pita energi, belajar sains menjadi aktivitas kinestetik yang seru, interaktif, dan menghilangkan kejenuhan belajar secara konvensional.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

  • Untuk peserta didik dengan pemahaman visual murni: Disediakan kartu peran berukuran besar dengan gambar visual berwarna terang beserta infografis alur energi yang jelas.
  • Untuk peserta didik yang membutuhkan penguatan konsep: Disediakan kartu peran yang dilengkapi petunjuk teks pembantu singkat mengenai perannya di balik kartu.

Diferensiasi Proses

  • Selama simulasi, kelompok yang memerlukan bimbingan ekstra didampingi langsung oleh guru (scaffolding) dalam mengurutkan pita energi.
  • Kelompok yang sudah mahir diberikan tantangan skenario gangguan ekosistem yang lebih kompleks (misalnya: dampak masuknya spesies baru atau fenomena kemarau panjang).

Diferensiasi Produk

  • Peserta didik diberikan kebebasan menyajikan bagan alur transfer energi pada LKPD, baik dalam bentuk gambar ilustrasi rantai makanan, peta konsep visual, maupun narasi cerita alur energi.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan video animasi pembelajaran definisi rantai makanan, tayangan visual ekosistem lokal, serta menampilkan kuis interaktif diagnostik.
  2. Laptop Guru: Digunakan sebagai pusat kendali tayangan pembelajaran dan pengolahan data penilaian secara langsung.
  3. Akses Internet: Digunakan untuk memutar media pembelajaran berbasis audiovisual real-time dan mencari referensi flora-fauna lokal Wringin Anom.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
    • Smart TV dan Laptop.
    • Video Animasi "Transfer Energi dalam Rantai Makanan Sawah".
    • Set Kartu Peran Organisme Lokal (Matahari, Padi, Tikus, Ular Sawah, Elang Jawa, Jamur Pelapuk).
    • Pita Energi Warna Emas (Panjang 2-3 meter per kelompok).
    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  1. Sumber Belajar:
    • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru & Buku Siswa IPAS Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
    • Lingkungan Ekosistem Persawahan dan Perkebunan Desa Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik....................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Nomor Absen....................................................
Tanggal....................................................

Judul Kegiatan

Simulasi Alur Transfer Energi dan Analisis Rantai Makanan Sawah Wringin Anom

Tujuan Kegiatan

  1. Menyusun alur rantai makanan ekosistem sawah secara runtut.
  2. Menganalisis alur perpindahan energi antar organisme.
  3. Memprediksi dampak perubahan populasi organisme terhadap keseimbangan ekosistem.

Alat dan Bahan

  1. Set Kartu Peran Organisme.
  2. Pita Energi.
  3. Alat tulis dan pewarna.

Langkah Kerja

  1. Lakukan simulasi rantai makanan bersama kelompokmu menggunakan kartu peran dan pita energi!
  2. Amati arah aliran pita energi dari awal hingga akhir!
  3. Gambarkan bagan alur rantai makanan hasil simulasimu pada kotak di bawah ini! Berikan panah yang menunjukkan arah aliran energi!

`

[ KOTAK GAMBAR / BAGAN ALUR RANTAI MAKANAN ]

`

  1. Isilah tabel peran organisme berdasarkan hasil simulasimu di bawah ini!
Nama OrganismePeran dalam Ekosistem (Produsen / Konsumen I, II, III / Pengurai)Sumber Energi yang Diperoleh
Tanaman PadiProdusenSinar Matahari
Tikus SawahKonsumen ITanaman Padi
Ular SawahKonsumen IITikus Sawah
Elang JawaKonsumen IIIUlar Sawah
Jamur PelapukPenguraiBangkai Elang Jawa / Sisa Organik

Pertanyaan Diskusi Kritis

  1. Berdasarkan simulasi yang telah kalian lakukan, organisme manakah yang bertindak sebagai sumber energi pertama bagi seluruh rantai makanan? Jelaskan alasanmu!

Jawaban: ....................................................................................................................................................

  1. Apa yang terjadi pada alur pita energi jika populasi Tikus Sawah meledak secara drastis karena tidak ada pemangsa?

Jawaban: ....................................................................................................................................................

  1. Apabila para petani di Desa Wringin Anom memburu habis Ular Sawah karena takut digigit, bagaimana dampaknya terhadap tanaman Padi dan hasil panen petani? Berikan solusinya!

Jawaban: ....................................................................................................................................................

REMEDIAL

Program Bimbingan Remedial

Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) atau nilai tes sumatif < 70.

Kegiatan Remedial

  1. Pemutaran kembali video visual berdurasi singkat yang memfokuskan pada perpindahan energi antara produsen dan konsumen I.
  2. Bimbingan individu (one-on-one) oleh guru menggunakan media kartu gambar konkret sederhana, di mana peserta didik diminta menyusun ulang 3-4 kartu hewan dalam alur yang benar.
  3. Pemberian soal latihan tersederhana mengenai penyusunan rantai makanan 3 tingkat trofik.

PENGAYAAN

Program Pengayaan

Diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui KKTP dengan nilai tes sumatif >= 85 dan menunjukkan pemahaman konsep yang matang.

Kegiatan Pengayaan

  1. Peserta didik diberikan tugas peran sebagai "Peneliti Muda Ekosistem Wringin Anom".
  2. Peserta didik diminta membuat jaring-jaring makanan (food webs) yang lebih kompleks, mengombinasikan dua ekosistem sekaligus (Ekosistem Sawah dan Ekosistem Kebun).
  3. Peserta didik menyusun gagasan poster digital/manual kampanye perlindungan hewan pemangsa (seperti ular dan burung hantu) bagi para petani di Wringin Anom.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan Refleksi GuruHasil Refleksi dan Catatan
1Apakah pelaksanaan model Simulation-Based Learning berhasil meningkatkan pemahaman konsep peserta didik?Simulasi fisik dengan pita energi sangat efektif membantu siswa visual-kinestetik memahami alur transfer energi secara konkret.
2Apakah integrasi kearifan lokal ekosistem Wringin Anom membuat siswa lebih antusias?Ya, siswa sangat antusias karena organisme yang dibahas sering mereka temui di sekitar pemukiman dan persawahan desa.
3Kendala apa yang dihadapi selama proses simulasi di kelas?Pengelolaan waktu saat pembagian peran sempat memakan waktu lama karena siswa berebut peran favorit (seperti Elang dan Ular).
4Bagaimana efektivitas diferensiasi kartu peran yang diterapkan?Sangat membantu peserta didik yang pemahamannya masih awal dalam mengenali tugas peran masing-masing.
5Apa langkah perbaikan yang akan dilakukan untuk pembelajaran berikutnya?Menentukan pembagian peran sebelum kegiatan dimulai dan memperjelas batas area peragaan simulasi di dalam kelas.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikTanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai?Saat memerankan hewan dan memegang pita energi bersama teman-teman dalam kelompok simulasi.
2Apakah kamu sudah memahami bagaimana energi berpindah dari matahari hingga ke hewan pengurai?Ya, saya sudah paham bahwa energi mengalir dari matahari ke padi, lalu ke hewan yang memakannya.
3Apa hal baru yang kamu pelajari tentang hewan dan tumbuhan di sekitar persawahan Wringin Anom?Saya baru tahu kalau ular sawah itu penting bagi petani untuk mencegah tikus merusak tanaman padi.
4Bagian materi mana yang menurutmu masih sulit atau membingungkan?Membedakan peran konsumen tingkat dua dan tingkat tiga jika hewannya memakan banyak jenis makanan.
5Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga keseimbangan lingkungan di sekitar rumahmu?Tidak mengganggu hewan-hewan pemangsa yang ada di sawah dan tidak membuang sampah sembarangan di aliran irigasi.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Konsep aliran energi dalam ekosistem didasarkan pada Hukum Termodinamika I dan II. Energi di biosfer berasal dari radiasi sinar matahari yang ditangkap oleh organisme autotrof (produsen) melalui fotosintesis. Efisiensi transfer energi antar tingkat trofik umumnya hanya berkisar 10%, sedangkan sisa energi terbuang sebagai energi panas atau digunakan untuk respirasi seluler dan aktivitas metabolisme organisme. Pemahaman mengenai piramida energi dan jaring-jaring makanan sangat krusial bagi guru dalam menjelaskan mengapa populasi konsumen puncak selalu lebih sedikit dibanding populasi produsen. Keseimbangan ekosistem persawahan lokal sangat rentan terhadap gangguan antropogenik seperti penggunaan pestisida berlebih dan perburuan liar predator alami.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu dari mana makanan yang kita makan berasal? Semua energi kehidupan di bumi berasal dari Matahari! Tanaman hijau seperti Padi di sawah Desa Wringin Anom adalah pabrik energi alami. Padi menyerap sinar matahari dan membuatnya menjadi beras yang kaya energi. Ketika Tikus Sawah makan padi, energi dari padi berpindah ke tubuh tikus. Lalu, ketika Ular Sawah memangsa tikus, energi tersebut berpindah lagi ke tubuh ular. Saat Ular dimakan Burung Elang Jawa, energi mengalir ke Elang. Ketika Elang mati, Jamur dan Bakteri menguraikan tubuh elang menjadi pupuk alami tanah. Pupuk itu digunakan lagi oleh Padi untuk tumbuh subur. Alur makan dan dimakan ini disebut Rantai Makanan. Jika salah satu hewan hilang, rantai makanan akan putus dan ekosistem menjadi rusak!

GLOSARIUM

  1. Autotrof: Organisme yang mampu menghasilkan makanan sendiri dari zat-zat anorganik dengan bantuan energi cahaya matahari atau kimia.
  2. Dekomposer (Pengurai): Organisme yang menguraikan bahan organik dari organisme mati menjadi zat anorganik yang menyuburkan tanah.
  3. Heterotrof: Organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri dan memperoleh energi dengan memakan makhluk hidup lain.
  4. Konsumen: Organisme yang memperoleh energi dengan cara memakan organisme lain (tumbuhan atau hewan).
  5. Produsen: Organisme tingkatan pertama dalam rantai makanan yang menghasilkan makanan sendiri (tumbuhan hijau).
  6. Rantai Makanan: Jalur perpindahan energi makanan dari satu organisme ke organisme lain melalui urutan peristiwa makan dan dimakan.
  7. Transfer Energi: Proses perpindahan energi dari satu bentuk ke bentuk lain atau dari satu organisme ke organisme lain dalam tingkat trofik.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Fitri, A., dhi. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  2. Fitri, A., dhi. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  3. Odum, E. P. (1998). Dasar-Dasar Ekologi (Edisi Ketiga). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  4. Campbell, N. A., & Reece, J. B. (2010). Biologi (Edisi Kedelapan Jilid 3). Jakarta: Erlangga.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Kinerja Simulasi Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Pemahaman Peran OrganismePeserta didik tidak mampu mengenali peran organisme yang dimainkan serta bingung membedakan produsen dan konsumen.Peserta didik mengenali perannya tetapi masih keliru menyebutkan tingkat trofik organismenya.Peserta didik mengenali perannya dan mampu menyebutkan tingkat trofiknya dengan benar.Peserta didik sangat menguasai perannya, tingkat trofiknya, serta mampu menjelaskan peran organisme teman kelompoknya.4
2Keterampilan Simulasi Transfer EnergiPeserta didik pasif, tidak memegang/menyerahkan pita energi sesuai urutan alur makan dan dimakan.Peserta didik menyerahkan pita energi dengan dorongan dan petunjuk konstan dari guru.Peserta didik menyerahkan pita energi secara runtut kepada pemangsanya dengan mandiri.Peserta didik memperagakan alur pita energi secara runtut, sigap, dan mampu memandu teman dalam alur transfer energi.4
3Keaktifan dan Kerja Sama KelompokPeserta didik acuh tak acuh, mengganggu jalannya simulasi kelompok, dan tidak bekerja sama.Peserta didik mau terlibat dalam simulasi tetapi kurang berkomunikasi dengan anggota kelompok.Peserta didik berkomunikasi dengan baik dan aktif menjalankan peran bersama kelompok.Peserta didik menunjukkan kepemimpinan yang positif, membantu teman yang kesulitan, dan memfasilitasi kerja sama tim.4
4Kemampuan Analisis Gangguan EkosistemPeserta didik tidak dapat merespons skenario hilangnya salah satu populasi hewan dalam simulasi.Peserta didik merespons skenario gangguan tetapi tidak dapat menjelaskan akibatnya pada rantai makanan.Peserta didik mampu menjelaskan dampak putusnya alur energi akibat hilangnya salah satu populasi hewan.Peserta didik mampu menganalisis dampak sistemik gangguan populasi serta mengusulkan solusi pemulihan ekosistem.4

Lembar Penilaian Asesmen Sumatif Tertulis

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Ketepatan Mengurutkan Rantai MakananUrutan rantai makanan terbalik total atau salah menyusun lebih dari 3 organisme.Hanya mampu menyusun 2 organisme secara berurutan dengan benar.Menyusun seluruh urutan organisme dengan benar dari produsen hingga konsumen puncak.Menyusun urutan rantai makanan dengan lengkap, tepat, dan disertai penjelasan pengurai secara sempurna.4
2Kualitas Penjelasan Transfer EnergiTidak dapat menjelaskan alur perpindahan energi matahari ke makhluk hidup.Menjelaskan transfer energi secara sangat singkat dan kurang tepat.Menjelaskan bahwa energi berpindah dari tumbuhan ke hewan melalui proses dimakan.Menjelaskan alur transfer energi secara rinci dari energi matahari, fotosintesis produsen, hingga penyusutan energi di konsumen puncak.4
3kedalaman Analisis Kasus LingkunganTidak memberikan jawaban atau jawaban tidak relevan dengan kasus persawahan lokal.Mengidentifikasi masalah tetapi tidak memberikan alasan logis mengenai ketidakseimbangan ekosistem.Mengidentifikasi dampak perubahan populasi dengan logis berdasarkan prinsip rantai makanan.Menganalisis dampak perubahan populasi secara mendalam serta memberikan solusi pemecahan masalah ekologis yang konkret.4
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130