Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Peran Vital Komponen Abiotik
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Model Pembelajaran : Inquiry Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Ekosistem Khas Indonesia (Terumbu Karang Raja Ampat, Tundra Jayawijaya, Gua Batu Kapur) & Diferensiasi Produk (Peta Pikiran, Komik, Gambar Bercerita)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kesiapan Belajar dan Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang sangat kuat. Mereka sangat responsif terhadap tayangan grafis, gambar warna-warni, dan simulasi video interaktif yang disajikan melalui Smart TV. Namun, hasil asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik masih berada pada tingkat pemahaman konseptual yang dasar. Mereka dapat menyebutkan benda-benda di sekitar, tetapi belum memahami hubungan sebab-akibat yang mendalam antara ketersediaan komponen abiotik (seperti air, suhu, cahaya, tanah, dan udara) dengan kelangsungan hidup komponen biotik di suatu ekosistem.

Tantangan Pembelajaran

Tantangan utama dalam pembelajaran ini adalah menjembatani kemampuan pemrosesan visual peserta didik yang tinggi menuju pemikiran analitis yang kritis. Pembelajaran harus dirancang agar peserta didik tidak hanya sekadar melihat tayangan visual, melainkan melakukan penyelidikan ilmiah mendalam (Deep Learning) untuk mengaitkan kerusakan salah satu komponen abiotik dengan dampak berantai yang ditimbulkannya pada lingkungan khas Indonesia.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk menganalisis hubungan antarkomponen ekosistem serta menyajikan hasil analisis mengenai akibat jika salah satu komponen abiotik mengalami kerusakan atau perubahan secara drastis.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan visual interaktif pada Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi setidaknya 4 fungsi vital komponen abiotik (air, cahaya matahari, suhu, tanah, dan udara) bagi ekosistem dengan tepat.
  2. Melalui penelusuran kasus terbimbing menggunakan model Inquiry Learning, peserta didik dapat menganalisis minimal 3 akibat nyata terhadap komponen biotik apabila salah satu komponen abiotik dalam ekosistem khas Indonesia mengalami kerusakan.
  3. Melalui kegiatan kerja kelompok terintegrasi diferensiasi produk, peserta didik dapat menyajikan laporan hasil penyelidikan mengenai dampak kerusakan komponen abiotik dalam bentuk peta pikiran, komik ilmiah, atau gambar bercerita secara sistematis dan kreatif.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Komponen abiotik seperti air, tanah, udara, suhu, dan cahaya matahari bukan sekadar benda mati di alam, melainkan fondasi utama penopang seluruh bentuk kehidupan. Kerusakan atau ketidakseimbangan pada satu komponen abiotik akan menimbulkan efek domino yang mengancam kelangsungan hidup seluruh makhluk hidup di dalam ekosistem tersebut.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang akan terjadi pada terumbu karang yang indah di Raja Ampat jika suhu air laut tiba-tiba meningkat panas dan tercemar oleh sampah plastik atau limbah minyak?
  2. Bisakah tumbuhan di hutan belantara dan hewan di dalam gua bertahan hidup jika cahaya matahari atau kelembapan udara di tempat mereka berubah total?
  3. Jika air bersih di bumi ini tercemar dan habis, apakah manusia dan hewan masih bisa bertahan hidup hanya dengan makan makanan yang ada?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  • Bernalar Kritis: Memperoleh dan memproses informasi, menganalisis sebab-akibat kerusakan lingkungan, serta mengevaluasi pemikiran sendiri.
  • Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok penyelidikan, berbagi tugas, dan menghargai pendapat teman.
  • Kreatif: Menghasilkan karya representasi visual (peta pikiran, komik, atau gambar bercerita) yang original dan informatif.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  • Mindful Learning: Peserta didik secara aktif dan sadar mengamati fenomena alam melalui tayangan visual Smart TV serta menyadari peran penting dirinya dalam menjaga lingkungan.
  • Meaningful Learning: Peserta didik mengorelasikan konsep abstrak abiotik dengan realitas ekosistem nyata di Indonesia (Raja Ampat, Jayawijaya, Gua Kapur).
  • Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan dalam berdiskusi, bereksplorasi secara interaktif, serta mengekspresikan pemahaman melalui media seni visual sesuai minat mereka.

MATERI PEMBELAJARAN

Hakikat Komponen Abiotik

Komponen abiotik adalah elemen tidak hidup yang membentuk lingkungan fisik suatu ekosistem. Elemen-elemen ini meliputi:

  • Air: Pelarut zat hara, media transportasi nutrisi, dan tempat hidup organisme akuatik.
  • Cahaya Matahari: Sumber energi utama untuk fotosintesis tumbuhan hijau.
  • Udara (Oksigen dan Karbondioksida): Bahan baku respirasi makhluk hidup dan fotosintesis.
  • Tanah: Penyedia unsur hara, mineral, dan tempat pijakan akar serta habitat mikroorganisme.
  • Suhu dan Kelembapan: Pengatur proses metabolisme dan adaptasi fisik makhluk hidup.

Keterkaitan Komponen Abiotik pada Ekosistem Khas Indonesia

  • Ekosistem Terumbu Karang (Raja Ampat/Bunaken): Sangat bergantung pada kejernihan air, suhu air laut yang stabil (25-29 derajat Celsius), dan penetrasi cahaya matahari.
  • Ekosistem Tundra Salju Puncak Jayawijaya: Dipengaruhi oleh suhu sangat rendah dan keberadaan lapisan es/salju alami.
  • Ekosistem Gua Batu Kapur (Kars): Dipengaruhi oleh tingkat kelembapan udara yang tinggi dan ketiadaan cahaya matahari langsung.

Dampak Kerusakan Komponen Abiotik

Kerusakan pada komponen abiotik memicu gangguan ekologis:

  • Pencemaran Air: Menyebabkan pemutihan karang (bleaching), kematian ikan, dan krisis air bersih.
  • Peningkatan Suhu Global: Mencairnya es di Puncak Jayawijaya yang mengancam mikroorganisme endemik.
  • Depresi Udara dan Kerusakan Tanah: Mengakibatkan erosi, kekeringan, dan kegagalan fotosintesis pada tumbuhan produsen.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  • Model Pembelajaran: Inquiry Learning (Sintaks: Orientasi, Merumuskan Masalah, Merumuskan Hipotesis, Mengumpulkan Data, Menguji Hipotesis, Merumuskan Kesimpulan).
  • Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berorientasi pada kebermaknaan, kesadaran penuh, dan suasana menyenangkan, didukung Pendekatan Konseptual-Visual.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  • Teknik: Tanya jawab cepat berbasis gambar visual di Smart TV.
  • Instrumen: Kuesioner gambar tentang pembedaan komponen biotik dan abiotik.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  • Teknik: Observasi kinerja kelompok dan penilaian proses diskusi inquiry.
  • Instrumen: Lembar observasi keaktifan, penalaran kritis, dan kerja sama kelompok.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Teknik: Penilaian Produk (Peta Pikiran / Komik / Gambar Bercerita) dan Tes Tertulis Singkat.
  • Instrumen: Rubrik penilaian produk dan soal pemahaman konseptual.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Kinerja Penyelidikan (Formatif)

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Identifikasi MasalahMampu merumuskan masalah kerusakan abiotik secara mandiri, sangat tepat, dan mendalam.Mampu merumuskan masalah kerusakan abiotik dengan tepat secara mandiri.Merumuskan masalah dengan bantuan arahan guru.Belum mampu merumuskan masalah meskipun telah dibimbing.
Pengumpulan DataMengumpulkan data pendukung secara lengkap, akurat, dan relevan dari media visual.Mengumpulkan data yang cukup akurat dan relevan dari media visual.Data yang dikumpulkan kurang lengkap namun ada upaya penelusuran.Data yang dikumpulkan tidak relevan atau sangat minim.
Analisis Sebab-AkibatMenjelaskan hubungan kerusakan abiotik dan dampaknya secara logis, kritis, dan mendalam.Menjelaskan hubungan kerusakan abiotik dan dampaknya secara logis.Menjelaskan dampak kerusakan namun alasan kurang logis.Tidak mampu menjelaskan dampak kerusakan abiotik.

Rubrik Penilaian Produk Diferensiasi (Sumatif)

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Kebenaran Konsep SainsSeluruh konsep peran dan dampak kerusakan abiotik disajikan sangat akurat tanpa konsepsi keliru.Sebagian besar konsep sains disajikan dengan akurat.Terdapat beberapa kesalahan konsep sains mendasar.Banyak kesalahan konsep sains yang fatal.
Kedalaman AnalisisMenguraikan minimal 3 dampak berantai kerusakan abiotik pada ekosistem lokal Indonesia.Menguraikan 2 dampak kerusakan abiotik pada ekosistem secara jelas.Menguraikan 1 dampak kerusakan abiotik secara sederhana.Tidak menguraikan dampak kerusakan abiotik.
Kreativitas dan Estetika VisualTampilan karya (peta pikiran/komik/gambar) sangat rapi, artistik, komunikatif, dan berbasis visual jelas.Tampilan karya rapi, bersih, dan memuat unsur visual yang menarik.Tampilan karya kurang rapi namun informasi tetap dapat dibaca.Tampilan karya tidak rapi, acak-acakan, dan sulit dipahami.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (10 Menit)

  • Orientasi dan Pengondisian Kelas: Guru menyapa peserta didik dengan hangat, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan memastikan kesiapan fisik serta mental peserta didik untuk belajar (Mindful Learning).
  • Apersepsi Visual: Guru menayangkan video singkat berdurasi 2 menit melalui Smart TV yang menampilkan keindahan Terumbu Karang Raja Ampat yang jernih disandingkan dengan gambar terumbu karang yang rusak memutih akibat kenaikan suhu air laut.
  • Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan yang memancing rasa ingin tahu: "Mengapa karang yang indah bisa berubah warna menjadi putih dan mati? Apakah karena ada hewan laut yang jahat, atau karena rumah tempat tinggal mereka (air dan suhu) yang merosot kualitasnya?"
  • Penyampaian Tujuan dan Alur Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, model penyelidikan yang akan dilakukan, serta pilihan karya akhir yang dapat dibuat peserta didik.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Sintaks 1: Orientasi Masalah (Mindful Visual Engagement) - 10 Menit

  • Guru menampilkan 3 studi kasus ekosistem khas Indonesia di Smart TV:
    1. Ekosistem Karang Raja Ampat (Masalah: Pencemaran air laut dan kenaikan suhu).
    2. Ekosistem Es Puncak Jayawijaya (Masalah: Pemanasan suhu udara yang mencairkan salju/es).
    3. Ekosistem Gua Batu Kapur (Masalah: Penutupan akses udara/air dan masuknya cahaya berlebih akibat penambangan).
  • Peserta didik mengamati secara cermat detail visual yang disajikan, mencatat hal-hal menarik yang mereka temukan pada lembar pengamatan awal.

Sintaks 2: Merumuskan Masalah dan Hipotesis - 5 Menit

  • Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik).
  • Setiap kelompok memilih satu studi kasus ekosistem lokal yang diminati.
  • Guru membimbing kelompok merumuskan pertanyaan utama penyelidikan, seperti: "Apa yang terjadi pada ikan dan karang jika air laut tercemar limbah dan suhunya naik?"

Sintaks 3: Pengumpulan Data / Penyelidikan Terbimbing - 15 Menit

  • Peserta didik mengakses bahan ajar digital, kartu bergambar interaktif, dan tayangan slide pada Smart TV untuk mengumpulkan fakta-fakta ilmiah.
  • Peserta didik mendiskusikan fungsi vital komponen abiotik (air, tanah, udara, suhu, cahaya) yang terganggu pada kasus pilihan mereka.
  • Guru bergerak mengitari kelompok, memberikan Bimbingan Khusus (scaffolding) kepada kelompok yang belum memahami konsep dasar, serta memberikan tantangan lanjutan bagi kelompok yang lebih cepat.

Sintaks 4: Menguji Hipotesis dan Penyusunan Produk (Diferensiasi Produk) - 12 Menit

  • Peserta didik mengolah hasil diskusi untuk menjawab pertanyaan penyelidikan.
  • Kelompok membuat laporan hasil penyelidikan sesuai minat visual mereka (Diferensiasi Produk):
  • Kelompok A (Suka Jejaring Konsep): Menyusun Peta Pikiran (Mind Map) interaktif tentang hubungan komponen abiotik dan dampak kerusakannya.
  • Kelompok B (Suka Narasi Visual): Menyusun Komik Pendek 4 Panel yang menceritakan penderitaan makhluk hidup akibat air/suhu yang rusak.
  • Kelompok C (Suka Seni Visual/Poster): Menyusun Gambar Bercerita yang melukiskan kondisi sebelum dan sesudah komponen abiotik rusak beserta penjelasannya.

Sintaks 5: Menyimpulkan dan Presentasi Joyful - 8 Menit

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas dengan memanfaatkan Smart TV sebagai pemancar hasil karya yang difoto langsung oleh guru.
  • Kelompok lain berdiskusi, memberikan apresiasi, dan mengajukan pertanyaan konstruktif (Joyful Learning).
  • Guru memberikan klarifikasi konseptual dan penguatan materi ilmiah secara mendalam.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  • Refleksi Bersama: Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran secara komprehensif mengenai peran vital komponen abiotik dan bahaya kerusakannya.
  • Evaluasi Mandiri: Peserta didik mengerjakan tes tertulis singkat (3 soal esai konseptual-visual) pada lembar evaluasi.
  • Umpan Balik dan Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas kerja keras, kreativitas, dan kerja sama seluruh kelompok.
  • Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas pembiasaan di rumah: "Amati komponen abiotik di sekitar rumahmu (misalnya air selokan atau tanah pot bunga), catat apakah dalam kondisi baik atau rusak, dan tulis tindakan kecil yang bisa kamu lakukan!"
  • Penutup: Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik tidak sekadar menghafal definisi "abiotik", tetapi memahami secara langsung bagaimana suhu air laut di Raja Ampat atau keberadaan es di Jayawijaya menentukan nasib ratusan spesies makhluk hidup di Indonesia. Pemahaman ini membangun kesadaran ekologis jangka panjang.

Mindful Learning (Pembelajaran Kesadaran Penuh)

Melalui analisis visual pada Smart TV, peserta didik diajak secara sadar memfokuskan perhatian pada detail-detail perubahan lingkungan. Mereka menyadari bahwa tindakan manusia sehari-hari (seperti membuang sampah atau polusi) berampak langsung pada kerusakan komponen abiotik di sekitarnya.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Proses pembelajaran dikemas secara interaktif dengan memberikan kebebasan bagi peserta didik untuk berkreasi sesuai minat visual mereka (komik, peta pikiran, gambar). Suasana kelas yang inklusif, apresiatif, dan bebas dari tekanan membuat proses belajar menjadi pengalaman yang mengasikkan.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Guru menyediakan materi pembelajaran dalam beragam bentuk visual: tayangan video animasi pendek, infografis berwarna, dan kartu bergambar berseri untuk memfasilitasi pemahaman dasar peserta didik.

Diferensiasi Proses

Saat kegiatan penyelidikan kelompok, guru memberikan diferensiasi pendampingan:

  • Kelompok dengan pemahaman dasar tinggi diberikan lembar investigasi terbuka (open-ended inquiry).
  • Kelompok yang masih membutuhkan pemahaman dasar dibimbing secara intensif menggunakan bantuan pertanyaan pemicu bergambar (guided inquiry).

Diferensiasi Produk

Peserta didik diberi kebebasan memilih bentuk penyajian laporan hasil penyelidikan akhir sesuai dengan kecenderungan bakat visual mereka:

  • Peta Pikiran (Mind Map): Cocok untuk peserta didik yang menyukai pengelompokan struktur konsep secara teratur.
  • Komik Ilmiah: Cocok untuk peserta didik yang menyukai urutan cerita naratif bertokoh.
  • Gambar Bercerita / Ilustrasi Ekosistem: Cocok untuk peserta didik yang menyukai pengungkapan gagasan melalui seni lukis/gambar berwarna.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  • Laptop Guru: Digunakan sebagai pusat kendali pengolahan materi pembelajaran, media presentasi interaktif, dan dokumentasi hasil kerja siswa.
  • Smart TV: Digunakan sebagai media penayangan utama video ekosistem kualitas tinggi, pemutaran slide infografis, serta penampil karya visual siswa secara langsung di depan kelas.
  • Koneksi Internet: Digunakan untuk mengakses sumber berita lingkungan terkini mengenai ekosistem khas Indonesia (seperti kabar pelelehan es Jayawijaya atau konservasi Raja Ampat).

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  • Video Dokumenter Singkat Kerusakan Terumbu Karang dan Es Jayawijaya.
  • Slide Infografis "Komponen Abiotik: Penopang Kehidupan".
  • Kartu Kasus Ekosistem Khas Indonesia.
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis visual.
  • Alat mewarnai (spidol, krayon, pensil warna) dan kertas karton.

Sumber Belajar

  • Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  • Modul Pembelajaran IPAS Fase C - Ekosistem dan Lingkungan.
  • Artikel Edukasi Konservasi Alam Indonesia (WWF Indonesia / LIPI).

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

ParameterKeterangan
Nama Peserta Didik / Kelompok.........................................................................................
Kelas / FaseV (Lima) / Fase C
Nomor Absen.........................................................................................
Tanggal.........................................................................................

Judul Aktivitas

Penyelidikan Detektif Lingkungan: Menelusuri Peran Vital Komponen Abiotik dan Dampak Kerusakannya pada Ekosistem Indonesia.

Petunjuk Kerja

  1. Duduklah bersama anggota kelompokmu dengan tertib.
  2. Amati slide/video kasus ekosistem khas Indonesia yang ditayangkan oleh guru di Smart TV.
  3. Pilih salah satu kasus ekosistem di bawah ini yang paling ingin kelompokmu selidiki:
    • Kasus A: Terumbu Karang Raja Ampat yang Memutih (Fokus Abiotik: Air dan Suhu).
    • Kasus B: Mencairnya Es Puncak Jayawijaya (Fokus Abiotik: Suhu dan Udara).
    • Kasus C: Kerusakan Gua Batu Kapur Kars (Fokus Abiotik: Kelembapan dan Cahaya).
  1. Diskusikan dan jawablah pertanyaan-pertanyaan analisis di bawah ini.
  2. Buatlah laporan hasil analisis kelompok dalam bentuk Peta Pikiran, Komik, atau Gambar Bercerita pada lembar kertas yang telah disediakan!

Pertanyaan Analisis Inquiry

  1. Berdasarkan kasus yang kelompokmu pilih, sebutkan komponen abiotik utama apa saja yang ada dalam ekosistem tersebut!

Jawab: .........................................................................................................................................................

  1. Apa peran vital dari komponen abiotik tersebut bagi makhluk hidup (komponen biotik) yang tinggal di sana?

Jawab: .........................................................................................................................................................

  1. Apa yang menyebabkan komponen abiotik dalam kasus tersebut mengalami kerusakan atau perubahan?

Jawab: .........................................................................................................................................................

  1. Jelaskan secara mendetail minimal 3 akibat buruk yang terjadi pada hewan, tumbuhan, atau manusia jika komponen abiotik tersebut rusak secara terus-menerus!

Jawab: .........................................................................................................................................................

  1. Tuliskan 2 langkah nyata yang bisa kita lakukan sehari-hari untuk mencegah kerusakan komponen abiotik di lingkungan kita!

Jawab: .........................................................................................................................................................

Lembar Kreasi Produk Kelompok

(Pilihlah salah satu bentuk laporan di bawah ini dan gambarkan/tuliskan karya kelompokmu pada lembar kertas karton yang disediakan)

  • Pilihan 1: Peta Pikiran (Mind Map) Dampak Kerusakan Abiotik.
  • Pilihan 2: Komik Ilmiah 4 Panel "Jeritan Makhluk Hidup".
  • Pilihan 3: Gambar Bercerita "Sebelum dan Sesudah Kerusakan Abiotik".

REMEDIAL

Kegiatan remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP):

  • Bentuk Kegiatan: Pendampingan individual atau tutor sebaya menggunakan media gambar visual kontras tinggi.
  • Materi Fokus: Mengenali kembali 5 komponen abiotik utama dan fungsinya secara sederhana melalui kartu bergambar (Flashcard).
  • Tugas Pemahaman: Peserta didik melengkapi diagram jaring-jaring sederhana yang menghubungkan antara 1 komponen abiotik (misal: Air) dengan 2 akibat jika air tersebut tercemar.

PENGAYAAN

Kegiatan pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui standar ketercapaian:

  • Bentuk Kegiatan: Penyelidikan mandiri/kelompok kecil berbasis proyek analisis lingkungan sekolah.
  • Tugas Analisis: Peserta didik bertindak sebagai "Duta Lingkungan Sekolah", melakukan pengamatan langsung pada komponen abiotik di area taman atau kolam sekolah, menganalisis potensi kerusakannya, dan merancang poster imbauan digital/cetak berisi solusi inovatif pencegahan pencemaran.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi Guru
1Apakah penggunaan media visual di Smart TV berhasil meningkatkan pemahaman dasar peserta didik yang sebelumnya masih kurang?Penggunaan tayangan visual sangat efektif membangkitkan antusiasme dan mempermudah peserta didik membayangkan fenomena ekosistem yang jauh secara geografis.
2Apakah sintaks Inquiry Learning berjalan sesuai dengan alokasi waktu 2 x 35 menit yang direncanakan?Proses pengumpulan data membutuhkan waktu sedikit lebih lama. Pada pertemuan berikutnya, pembagian tugas kelompok harus dipertegas sejak awal.
3Bagaimana efektivitas diferensiasi produk (peta pikiran/komik/gambar) dalam mengakomodasi minat visual peserta didik?Sangat efektif. Peserta didik tampak gembira dan lebih percaya diri menyajikan pemahamannya tanpa merasa terbebani oleh format laporan tulisan kaku.
4Apakah seluruh peserta didik terlibat secara aktif dalam diskusi kelompok?Sebagian besar aktif. Namun ada 2 peserta didik yang sempat pasif dan membutuhkan dorongan serta peran spesifik dalam kelompoknya.
5Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pertemuan pembelajaran berikutnya?Menyiapkan batasan waktu yang lebih ketat pada setiap fase inquiry dan menyediakan template garis tepi visual pada lembar kerja untuk mempercepat proses menggambar.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikTanggapan / Perasaan Saya
1Hal baru dan penting apa yang kamu pelajari hari ini tentang komponen abiotik?Saya jadi tahu bahwa benda mati seperti air, suhu, dan tanah sangat menentukan hidup mati hewan dan tumbuhan.
2Bagian mana dari kegiatan pembelajaran hari ini yang paling menyenangkan bagi kamu?Saat menonton tayangan video Raja Ampat di Smart TV dan menggambar komik bersama teman kelompok.
3Apakah kamu mengalami kesulitan saat melakukan penyelidikan kerusakan lingkungan? Bagaimana caramu melewatinya?Agak bingung menjelaskan akibat kenaikan suhu, tapi setelah bertanya pada Pak Guru dan berdiskusi dengan teman, saya jadi paham.
4Setelah belajar hari ini, apa yang akan kamu lakukan jika melihat ada orang yang mencemari air atau tanah di sekitarmu?Saya akan mengingatkannya dengan sopan atau melaporkannya kepada orang tua/guru karena pencemaran merusak komponen abiotik.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  • Soemarwoto, O. (2014). Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan.
  • Campbell, N.A., & Reece, J.B. (2012). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 3. Jakarta: Erlangga.
  • Pusat Kurikulum dan Pembelajaran. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  • Buku Siswa IPAS Kelas V Bab 2: Harmoni dalam Ekosistem. Kemendikbudristek.
  • Komik Edukasi Lingkungan: "Petualangan Si Bening Menyelamatkan Karang Raja Ampat".
  • Ensiklopedia Anak: "Mengenal Ekosistem Unik Nusantara".

GLOSARIUM

  • Abiotik: Komponen fisik dan kimiawi yang tidak hidup dalam suatu ekosistem, seperti air, tanah, udara, cahaya matahari, dan suhu.
  • Biotik: Komponen makhluk hidup yang ada di dalam suatu ekosistem, meliputi manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme.
  • Deep Learning: Pendekatan pembelajaran mendalam yang berfokus pada pemahaman konsep secara bermakna, penuh kesadaran (mindful), dan menyenangkan (joyful).
  • Ekosistem: Sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
  • Inquiry Learning: Model pembelajaran berpusat pada siswa yang mendorong siswa untuk menemukan jawaban atas pertanyaan atau masalah melalui penyelidikan ilmiah.
  • Pemutihan Karang (Coral Bleaching): Fenomena hilangnya warna pada karang akibat keluarnya alga simbiotik karena peningkatan suhu atau pencemaran air laut.
  • Tundra: Suatu bioma tempat pertumbuhan pohon terhambat dengan rendahnya suhu lingkungan sekitar, seperti yang terdapat di Puncak Jayawijaya.

DAFTAR PUSTAKA

  • Fitri, A., dsn. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  • Fitri, A., dsn. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  • Kementerian LHK. (2020). Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia. Jakarta: LHK.
  • Odum, E.P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi (Penterjemah: Samingan, T.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Kinerja Diskusi dan Penyelidikan Kelompok

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Keaktifan Pengamatan VisualTidak mengamati tayangan Smart TV dan acuh tak acuh.Mengamati tayangan Smart TV tetapi sering terdistraksi hal lain.Mengamati tayangan Smart TV dengan fokus dan mencatat poin penting.Sangat fokus mengamati tayangan Smart TV, mencatat detail, dan mengajukan pertanyaan.
2Keterlibatan Diskusi KelompokPasif, tidak memberikan masukan sama sekali dalam kelompok.Menjawab hanya jika ditanya oleh anggota kelompok lain.Aktif berdiskusi dan memberikan ide-ide yang relevan dengan kasus.Sangat aktif, memimpin diskusi, dan menghargai pendapat seluruh anggota.
3Kemampuan Analisis KasusTidak mampu mengidentifikasi keterkaitan komponen abiotik dan dampak kerusakannya.Mengidentifikasi keterkaitan komponen abiotik namun alasan dampak kurang tepat.Menganalisis keterkaitan dan dampak kerusakan abiotik dengan benar.Menganalisis keterkaitan abiotik-biotik secara kritis, mendalam, dan terstruktur.
4Kerjasama dan Tanggung JawabTidak mau berbagi tugas dalam pembuatan produk laporan.Melakukan tugas hanya jika diperintah oleh ketua kelompok.Melaksanakan tugas yang disepakati kelompok dengan baik.Membantu teman setim dengan sukarela dan menyelesaikan tugas tepat waktu.

Lembar Soal Evaluasi Sumatif (Tes Tertulis Mandiri)

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara singkat dan jelas!

  1. Amati gambar ekosistem sungai berikut! Jika sebuah pabrik membuang limbah beracun ke dalam sungai sehingga air sungai menjadi hitam dan berbau busuk:

a. Komponen abiotik apa yang mengalami kerusakan?

b. Sebutkan 2 dampak langsung yang akan terjadi pada ikan dan tumbuhan di dalam sungai tersebut!

Jawab: ..........................................................................................................................................................

  1. Di Puncak Jayawijaya Papua terdapat hamparan es alami (tundra salju). Akibat pemanasan global, suhu udara di daerah tersebut semakin meningkat setiap tahunnya.

a. Mengapa kenaikan suhu udara (komponen abiotik) bisa menyebabkan es mencair?

b. Menurut pendapatmu, apa yang terjadi pada hewan-hewan khas yang hidup di daerah dingin tersebut jika esnya habis?

Jawab: ..........................................................................................................................................................

  1. Mengapa tanaman hias yang kita letakkan di dalam kamar yang gelap dan tidak pernah disiram air lambat laun akan layu dan mati? Hubungkan jawabanmu dengan fungsi komponen abiotik cahaya matahari dan air!

Jawab: ..........................................................................................................................................................

Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130