IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Peran Matahari, Air, Tanah, dan Udara dalam Fotosintesis & Kelangsungan Hidup |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) |
| Model Pembelajaran | : | Inquiry Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Ekosistem Khas Indonesia (Terumbu Karang & Tumbuhan Laut) / Diferensiasi Produk (Peta Pikiran, Komik, Gambar) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki modalitas belajar visual yang dominan. Mereka sangat responsif terhadap tayangan bergerak, warna, dan ilustrasi visual. Dalam interaksi kelas, peserta didik menunjukkan tingkat keaktifan fisik dan verbal yang tinggi. Namun, berdasarkan asesmen diagnostik non-tes, sebagian besar peserta didik belum memahami konsep dasar dari hubungan kausalitas antar-komponen ekosistem, khususnya bagaimana komponen abiotik bekerja secara terpadu dalam proses fotosintesis dan menopang kelangsungan hidup makhluk hidup.
Pengetahuan Awal
Peserta didik sudah mengenal istilah matahari, air, tanah, dan udara dalam kehidupan sehari-hari, tetapi pemahaman mereka masih terbatas pada fungsi permukaan (misalnya: matahari untuk menjemur pakaian, air untuk minum). Peserta didik belum memahami peran fungsional komponen-komponen tersebut sebagai bahan baku biokimia fotosintesis.
Hambatan Belajar yang Diantisipasi
Terdapat potensi kesulitan dalam mengabstraksi konsep fotosintesis yang tidak kasatmata. Oleh karena itu, diperlukan jembatan visual konkret melalui tayangan Smart TV dan analisis kasus nyata kerusakan lingkungan abiotik pada ekosistem lokal Indonesia untuk memfasilitasi konstruksi pemahaman yang mendalam.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk menganalisis hubungan antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem, serta menjelaskan akibat jika salah satu komponen abiotik rusak terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Harian
- Melalui pengamatan tayangan visual dan simulasi di Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi peran masing-masing komponen abiotik (matahari, air, tanah, udara) dalam proses fotosintesis secara tepat.
- Melalui aktivitas penelusuran masalah (Inquiry Learning), peserta didik dapat menganalisis rantai dampak yang terjadi terhadap kelangsungan hidup makhluk hidup jika salah satu komponen abiotik mengalami kerusakan dengan kritis.
- Melalui penugasan berdiferensiasi, peserta didik dapat menyajikan laporan hasil analisis peran dan akibat kerusakan komponen abiotik dalam bentuk peta pikiran, komik edukasi, atau gambar bercerita secara kreatif.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Keberlangsungan kehidupan di bumi sangat bergantung pada keseimbangan komponen abiotik. Matahari, air, tanah, dan udara bukan sekadar benda mati di alam, melainkan elemen kunci yang memungkinkan tumbuhan hijau melakukan fotosintesis untuk menghasilkan oksigen dan makanan bagi seluruh makhluk hidup. Kerusakan pada salah satu komponen abiotik akan memicu reaksi berantai yang mengancam kelangsungan ekosistem, termasuk pada ekosistem khas Indonesia seperti terumbu karang dan padang lamun.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Bayangkan jika matahari tiba-tiba tertutup awan hitam pekat selama berbulan-bulan, apa yang akan terjadi pada pohon-pohon di sekitar sekolah kita?
- Mengapa tumbuhan laut di ekosistem terumbu karang Indonesia bisa mati jika air laut tertutup oleh tumpahan minyak atau lumpur?
- Dari mana asal oksigen yang kita hirup setiap detik, dan apa hubungannya dengan udara yang diserap oleh daun tumbuhan?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Ditunjukkan melalui sikap menyayangi lingkungan dan memelihara kelestarian komponen alam ciptaan Tuhan.
- Bernalar Kritis: Ditunjukkan melalui kemampuan mengidentifikasi hubungan sebab-akibat kerusakan komponen abiotik terhadap fotosintesis.
- Gotong Royong: Ditunjukkan melalui kolaborasi aktif dalam kelompok saat melakukan investigasi inkuiri.
- Kreatif: Ditunjukkan melalui penyusunan karya laporan hasil belajar sesuai dengan minat visual masing-masing (peta pikiran, komik, atau gambar).
Kompetensi Utama
- Kemampuan Berpikir Kritis (Critical Thinking)
- Kemampuan Pemecahan Masalah (Problem Solving)
- Komunikasi Visual (Visual Communication)
- Kolaborasi (Collaboration)
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar Komponen Abiotik dan Fotosintesis
Tumbuhan adalah organisme autotrof yang memproduksi makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Proses ini membutuhkan empat komponen abiotik utama:
- Sinar Matahari: Bertindak sebagai sumber energi foton untuk mengaktifkan reaksi kimia di dalam klorofil.
- Air (H₂O): Diserap oleh akar dari tanah/lingkungan perairan, berfungsi sebagai pelarut hara dan penyedia atom hidrogen.
- Udara (Karbon Dioksida / CO₂): Diserap melalui stomata daun sebagai sumber karbon untuk membentuk glukosa.
- Tanah / Substrat Nutrisi: Menyediakan jangkar bagi akar serta menyuplai mineral penting (nitrogen, fosfor, kalium) yang larut dalam air.
Persamaan sederhana fotosintesis:
Karbon Dioksida + Air + Energi Cahaya Matahari (dengan bantuan Klorofil) -> Glukosa + Oksigen
Dampak Kerusakan Komponen Abiotik
- Kerusakan Udara (Polusi Tinggi/Asap): Menghalangi masuknya sinar matahari dan menyumbat stomata daun, sehingga fotosintesis terhenti.
- Kerusakan Air (Pencemaran Limbah/Minyak): Pada ekosistem terumbu karang dan padang lamun Indonesia, air yang tercemar memblokir penetrasi cahaya matahari ke dalam laut, menyebabkan tumbuhan laut dan simbiotnya (zooxanthellae) mati.
- Kerusakan Tanah (Erosi/Pencemaran Kimia): Menyebabkan akar tumbuhan tidak dapat menyerap zat hara dan air secara optimal.
- Kerusakan/Keterbatasan Sinar Matahari: Tumbuhan mengalami etiolasi, tidak dapat menghasilkan makanan, dan akhirnya mati, yang berdampak pada matinya konsumen (hewan dan manusia).
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Inquiry Learning (Pembelajaran Berbasis Penyingkapan/Penemuan)
Sintaks Model:
- Orientasi Masalah
- Merumuskan Masalah
- Merumuskan Hipotesis
- Mengumpulkan Data (Eksplorasi Visual)
- Menguji Hipotesis dan Menganalisis
- Merumuskan Kesimpulan dan Menyajikan Hasil
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mengintegrasikan tiga dimensi utama:
- Mindful Learning: Peserta didik sadar penuh dalam mengamati fenomena alam dan keterkaitan komponen abiotik secara mendalam.
- Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan materi fotosintesis dengan isu nyata kearifan lokal ekosistem laut/terumbu karang Indonesia.
- Joyful Learning: Peserta didik menikmati proses penemuan melalui media visual interaktif Smart TV dan ekspresi karya bebas sesuai minat.
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Teknik: Tes Lisan Visual
Instrumen: Menampilkan gambar tumbuhan segar dan tumbuhan layu di Smart TV, kemudian menanyakan faktor abiotik apa yang hilang.
Asesmen Proses (Formatif)
Teknik: Observasi Unjuk Kerja & Diskusi Kelompok
Instrumen: Lembar Observasi Keaktifan Inkuiri dan Kemampuan Bernalar Kritis saat diskusi kelompok.
Asesmen Akhir (Sumatif)
Teknik: Penilaian Produk (Diferensiasi) dan Tes Tertulis
Instrumen:
- Rubrik Penilaian Karya Visual (Peta Pikiran / Komik / Gambar Bercerita).
- Soal Uraian Berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills).
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Produk Karya Visual (Peta Pikiran / Komik / Gambar Bercerita)
| Kriteria Penilaian | Sangat Baik (Skor 4) | Baik (Skor 3) | Cukup (Skor 2) | Perlu Bimbingan (Skor 1) |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Konsep Fotosintesis | Memuat 4 komponen abiotik dan reaksinya secara tepat dan lengkap. | Memuat 4 komponen abiotik, namun penjelasan reaksi kurang lengkap. | Memuat 2-3 komponen abiotik dengan penjelasan sederhana. | Hanya memuat 1 komponen abiotik dan konsep kurang tepat. |
| Analisis Kerusakan Abiotik | Menjelaskan akibat kerusakan komponen abiotik secara logis dan mendalam hingga dampaknya pada makhluk hidup lain. | Menjelaskan akibat kerusakan komponen abiotik dengan jelas, tetapi dampaknya terbatas. | Menjelaskan akibat kerusakan komponen abiotik secara singkat dan kurang mendalam. | Belum mampu menjelaskan akibat kerusakan komponen abiotik. |
| Estetika dan Visualisasi | Tampilan sangat rapi, penggunaan warna harmonis, ilustrasi sangat mendukung pemahaman konsep. | Tampilan rapi, menggunakan warna, ilustrasi cukup mendukung pemahaman. | Tampilan cukup rapi, ilustrasi kurang bervariasi tetapi dapat dibaca. | Tampilan kurang rapi dan ilustrasi tidak sesuai dengan topik. |
| Kemandirian dan Kreativitas | Mengembangkan ide cerita/alur secara mandiri dan sangat orisinal. | Mengembangkan ide dengan sedikit arahan dari guru. | Mengembangkan ide dengan bantuan penuh dari guru. | Belum mampu menyelesaikan karya meski telah dibimbing. |
Rubrik Asesmen Sumatif Tertulis (Soal Uraian HOTS)
| Nomor Soal | Indikator Soal | Skor Maksimal | Kriteria Penilaian Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis dampak pencemaran air laut terhadap fotosintesis tumbuhan laut di ekosistem terumbu karang Indonesia. | 50 | Skor 50: Menyebutkan dampak terhalangnya cahaya, gangguan penyerapan nutrisi, dan matinya konsumen secara logis. Skor 30: Menyebutkan dampak terhalangnya cahaya saja. Skor 10: Jawaban kurang relevan. Skor 0: Tidak menjawab. |
| 2 | Memprediksi kondisi rantai makanan jika tanah mengalami erosi berat dan kehilangan nutrisi. | 50 | Skor 50: Menganalisis pengaruh erosi tanah terhadap kegagalan fotosintesis tumbuhan dan dampaknya pada hewan herbivora/karnivora. Skor 30: Hanya menyebutkan tumbuhan menjadi layu/mati. Skor 10: Jawaban tidak tepat. Skor 0: Tidak menjawab. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (10 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengajak berdoa bersama dipimpin oleh salah satu siswa.
- Guru memeriksa kehadiran peserta didik dan menyatukan fokus melalui kesadaran penuh (Mindful Breathing) sejenak.
- Asesmen Diagnostik Awal: Guru menampilkan dua gambar perbandingan di Smart TV:
- Gambar A: Hutan mangrove/tumbuhan laut Indonesia yang hijau dan subur disinari matahari.
- Gambar B: Tumbuhan yang tertutup sampah plastik dan limbah air keruh.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Mengapa tumbuhan pada Gambar B terlihat layu? Komponen alam apa yang terganggu?"
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, skenario kegiatan inkuiri, dan pilihan produk akhir yang dapat dibuat oleh peserta didik.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Fase 1: Orientasi Masalah (Mindful Learning)
- Guru menayangkan video animasi pendek berdurasi 3 menit tentang proses fotosintesis dan pentingnya komponen abiotik (matahari, air, tanah, udara) melalui Smart TV.
- Guru mengenalkan studi kasus kearifan lokal Indonesia: Kerusakan padang lamun dan terumbu karang akibat sedimentasi tanah dan tumpahan limbah di perairan pesisir.
Fase 2: Merumuskan Masalah
- Peserta didik dengan bimbingan guru merumuskan pertanyaan penyelidikan: "Apa yang terjadi pada proses fotosintesis jika salah satu komponen abiotik (matahari, air, tanah, atau udara) mengalami kerusakan parah?"
Fase 3: Merumuskan Hipotesis
- Dalam kelompok kecil (4-5 siswa), peserta didik merumuskan dugaan sementara (hipotesis) berdasarkan pengamatan visual awal mereka.
Fase 4: Mengumpulkan Data melalui Eksplorasi Visual (Meaningful Learning)
- Setiap kelompok menerima "Kartu Kasus Kerusakan Alam" yang berisi ilustrasi visual fenomena lingkungan di Indonesia (contoh: asap Bromo menutupi matahari, limbah sungai mencemari air, erosi tanah, polusi udara perkotaan).
- Peserta didik berdiskusi memanfaatkan bahan ajar bergambar dan tayangan informasi tambahan dari laptop/Smart TV untuk menganalisis peran komponen yang rusak serta dampaknya terhadap fotosintesis.
Fase 5: Menguji Hipotesis dan Menyusun Laporan (Joyful Learning & Diferensiasi)
- Peserta didik menguji hipotesis kelompok dengan mencocokkan data peran komponen abiotik.
- Peserta didik secara mandiri/kelompok memilih bentuk penyajian laporan hasil analisis (Diferensiasi Produk):
- Pilihan A: Peta Pikiran (Mind Map) visual interaktif bagi siswa yang menyukai struktur visual logis.
- Pilihan B: Komik Edukasi bergambar 4 panel bagi siswa yang menyukai bercerita visual.
- Pilihan C: Gambar Bercerita (Poster Ilustrasi) bagi siswa yang menyukai ekspresi seni gambar langsung.
- Guru melakukan bimbingan terfokus (scaffolding) pada kelompok yang belum memahami konsep dasar.
Fase 6: Merumuskan Kesimpulan dan Presentasi
- Perwakilan kelompok mempresentasikan karya visualnya di depan kelas atau melalui metode galeri belajar (Gallery Walk).
- Kelompok lain memberikan tanggapan apresiatif dan pertanyaan konstruktif.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan inti materi pembelajaran tentang peran vital matahari, air, tanah, dan udara serta bahaya kerusakannya.
- Peserta didik melakukan refleksi diri mengenai pengalaman belajar yang telah dialami.
- Guru memberikan penguatan moral tentang pentingnya menjaga komponen abiotik lingkungan sekitar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik dilatih untuk secara sadar dan fokus melakukan pengamatan visual terhadap tayangan animasi fotosintesis. Mereka diajak merasakan dan menyadari bahwa keberadaan udara segar, air bersih, dan sinar matahari di sekitar mereka adalah nikmat penting yang terus menopang kehidupan seluruh makhluk hidup.
Meaningful Learning
Konsep fotosintesis tidak hanya dipelajari sebagai hafalan teori biokimia, tetapi dihubungkan secara nyata dengan ekosistem khas Indonesia (seperti terumbu karang dan padang lamun). Peserta didik memahami bahwa pencemaran lingkungan lokal secara langsung menghentikan pasokan oksigen dan makanan di bumi.
Joyful Learning
Proses belajar dirancang menyenangkan dengan memanfaatkan Smart TV interaktif, eksplorasi kartu kasus bergambar, diskusi terbuka tanpa tekanan, serta kebebasan penuh mengekspresikan pemahaman dalam bentuk karya visual sesuai dengan bakat artistik peserta didik.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Guru menyediakan materi pembelajaran dalam pelbagai format visual: video animasi bergerak di Smart TV, kartu bergambar warna-warni, serta infografis konseptual ringkas untuk mengakomodasi seluruh peserta didik berkarakteristik visual.
Diferensiasi Proses
Saat kegiatan penyelidikan inkuiri, guru memberikan pendampingan yang disesuaikan:
- Peserta didik yang masih belum memahami konsep dasar diberikan bantuan langsung (scaffolding) dengan panduan kartu bergambar urutan fotosintesis.
- Peserta didik yang sudah paham diberikan kebebasan untuk menganalisis kasus kerusakan alam yang lebih kompleks.
Diferensiasi Produk
Peserta didik diberikan hak memilih bentuk penugasan akhir sesuai minat visualnya:
- Peta Pikiran (Mind Map) yang menekankan alur sebab-akibat.
- Komik Edukasi yang menyajikan narasi alur cerita visual.
- Gambar Bercerita (Poster Ilustrasi) yang menonjolkan kekuatan gambar dan keterangan singkat.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop: Digunakan guru untuk mengolah bahan ajar digital, mengelola instrumen penilaian, dan memutar media simulasi.
- Smart TV: Digunakan secara interaktif sepanjang pembelajaran untuk menayangkan video animasi fotosintesis resolusi tinggi, menampilkan gambar apersepsi, dan menyajikan kartu kasus digital.
- Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar digital Kurikulum Merdeka, pustaka gambar ekosistem laut Indonesia, dan video edukasi sains yang relevan.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video Animasi "Bagaimana Tumbuhan Memasak Makanan?" dari Smart TV.
- Kartu Bergambar Kasus Kerusakan Komponen Abiotik Indonesia (Terumbu Karang, Kebakaran Hutan, Erosi Tanah, Pencemaran Sungai).
- Papan Display dan Alat Warna (Spidol, Crayon, Kertas Gambar).
Sumber Belajar
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Modul Digital IPAS C-V: Ekosistem dan Komponen Abiotik.
- Lingkungan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | ..................................................... |
| Kelas / No. Absen | V (Lima) / ......................................... |
| Tanggal | ..................................................... |
| Topik | Peran Komponen Abiotik dalam Fotosintesis |
A. Judul Kegiatan
Investigasi Peran Matahari, Air, Tanah, dan Udara serta Akibat Kerusakannya pada Ekosistem Indonesia.
B. Petunjuk Kerja
- Amati gambar Kasus Lingkungan yang ditampilkan pada layar Smart TV atau Kartu Kasus kelompokmu!
- Diskusikan pertanyaan di bawah ini bersama anggota kelompokmu!
- Buatlah laporan hasil analisismu dalam bentuk pilihan: Peta Pikiran, Komik, atau Gambar Bercerita pada lembar kerja yang disediakan!
C. Pertanyaan Penyelidikan
- Isilah tabel fungsi komponen abiotik dalam fotosintesis di bawah ini:
| Komponen Abiotik | Peran Utama dalam Fotosintesis |
|---|---|
| Sinar Matahari | ......................................................................................................... |
| Air (H₂O) | ......................................................................................................... |
| Udara (CO_2) | ......................................................................................................... |
| Tanah / Substrat | ......................................................................................................... |
- Analisis Kasus Kearifan Lokal:
"Di perairan terumbu karang Indonesia, terjadi pencemaran lumpur dan tumpahan minyak yang membuat air laut menjadi sangat keruh dan hitam. Tumbuhan laut dan alga tidak lagi menerima sinar matahari."
Apa yang akan terjadi pada:
a. Proses fotosintesis tumbuhan laut tersebut?
Jawaban: ....................................................................................................................
b. Kehidupan ikan-ikan kecil yang hidup di sekitar terumbu karang?
Jawaban: ....................................................................................................................
- Buatlah karya visual (Peta Pikiran / Komik / Gambar Bercerita) yang menggambarkan: "Bumi Tanpa Matahari dan Air Bersih".
(Ruang Menggambar / Membuat Peta Pikiran / Komik):
[ Lembar Kosong Berbingkai untuk Ekspresi Karya Visual Siswa ]
REMEDIAL
Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (belum memahami hubungan komponen abiotik dengan fotosintesis) diberikan kegiatan remedial berupa:
- Bimbingan Perorangan: Menonton kembali video animasi fotosintesis durasi pendek di Smart TV dengan penghentian pause pada tiap komponen untuk dijelaskan ulang oleh guru.
- Tugas Terbimbing: Menyusun kembali potongan kartu bergambar (puzzle puzzle) urutan proses fotosintesis hingga membentuk alur yang benar.
PENGAYAAN
Peserta didik yang telah melampaui kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran diberikan kegiatan pengayaan berupa:
- Analisis Lanjut: Diberikan studi kasus tentang fenomena perubahan iklim global dan peningatan suhu udara terhadap efisiensi fotosintesis tanaman pertanian lokal (seperti padi dan jagung).
- Peran Tutor Sebaya: Membantu rekan sejawat dalam kelompok saat proses penyusunan produk visual.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam proses pembelajaran inkuiri berbasis visual ini? | Sebagian besar peserta didik sangat antusias mengamati Smart TV dan berdiskusi kelompok, modalitas visual sangat membantu fokus mereka. |
| 2 | Kendala apa yang dihadapi selama proses diferensiasi produk (peta pikiran/komik/gambar)? | Beberapa peserta didik membutuhkan waktu lebih lama dalam menggambar sehingga manajemen waktu harus lebih ditegaskan. |
| 3 | Apakah penggunaan kasus ekosistem terumbu karang Indonesia efektif meningkatkan pemahaman bermakna? | Sangat efektif. Peserta didik dapat membayangkan secara konkret bahwa pencemaran air merusak fotosintesis di dalam laut. |
| 4 | Langkah apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan pembelajaran selanjutnya? | Memberikan pembatasan waktu (timer) visual di layar Smart TV saat siswa mengerjakan karya diferensiasi agar lebih disiplin. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Tanggapan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai? | [ ] Menonton video di Smart TV [ ] Berdiskusi kelompok [ ] Menggambar/membuat komik |
| 2 | Apakah kamu sudah memahami apa yang terjadi jika air dan matahari tidak ada bagi tumbuhan? | [ ] Sudah memahami semuanya [ ] Paham sebagian [ ] Belum paham |
| 3 | Perasaan apa yang kamu rasakan setelah berhasil menyelesaikan karya visualmu hari ini? | [ ] Sangat senang dan bangga [ ] Biasa saja [ ] Masih bingung |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Fotosintesis merupakan proses anabolisme utama di bumi di mana energi cahaya matahari diubah menjadi energi kimia dalam bentuk karbohidrat. Komponen abiotik bertindak sebagai variabel bebas penentu laju fotosintesis. Cahaya matahari memicu fotosistem I dan II dalam kloroplas, air (H₂O) mengalami fotolisis menghasilkan elektron dan oksigen (O₂), sementara karbon dioksida (CO₂) difiksasi dalam siklus Calvin untuk membentuk glukosa (C₆H₁₂O₆). Kerusakan komponen abiotik seperti tingginya laju sedimentasi pada perairan laut dangkal Indonesia (ekosistem terumbu karang dan lamun) menurunkan penetrasi cahaya secara drastis, menurunkan kemampuan primary productivity, dan memicu kematian massal biota laut.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tumbuhan hijau adalah pabrik makanan alami di bumi. Agar bisa memasak makanannya sendiri (fotosintesis), tumbuhan membutuhkan empat bahan utama dari alam abiotik:
- Cahaya Matahari: Sebagai kompor peluncur energi.
- Air: Diambil dari dalam tanah oleh akar.
- Udara (Karbon Dioksida): Disedot lewat pori-pori daun yang bernama stomata.
- Tanah: Sebagai rumah tempat berdiri dan penyedia zat hara.
Jika air laut tercemar minyak, udara penuh asap kotor, atau tanah rusak, tumbuhan tidak bisa memasak makanan. Akibatnya, tumbuhan mati, dan hewan serta manusia tidak lagi mendapatkan makanan dan udara bersih untuk bernapas.
GLOSARIUM
- Abiotik: Komponen fisik dan kimiawi yang tidak hidup dalam suatu ekosistem (contoh: air, tanah, udara, matahari).
- Biotik: Komponen makhluk hidup dalam suatu ekosistem (contoh: tumbuhan, hewan, manusia, mikroorganisme).
- Fotosintesis: Proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya matahari, air, dan karbon dioksida.
- Klorofil: Zat hijau daun yang berfungsi menyerap energi cahaya matahari.
- Stomata: Pori-pori kecil pada permukaan daun tempat keluar masuknya gas karbon dioksida dan oksigen.
- Terumbu Karang: Ekosistem bawah laut Indonesia yang dibangun oleh biota laut penghasil kapur dan berasosiasi dengan tumbuhan/alga penyedia oksigen.
- Sedimentasi: Proses pengendapan material lumpur/tanah di dalam air yang dapat membuat air menjadi keruh.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran IPAS Fase C. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Campbell, N. A., & Reece, J. B. (2010). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
- Fitri, A. dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
- Subekti, A. (2022). Pembelajaran Inkuiri dan Deep Learning dalam Sains Sekolah Dasar. Surabaya: Unesa University Press.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Skor 4: Sangat aktif mengajukan pertanyaan sebab-akibat dan menganalisis dampak kerusakan abiotik secara mendalam. Skor 3: Aktif menganalisis dampak kerusakan abiotik dengan bantuan pertanyaan pemantik. Skor 2: Kurang aktif menganalisis dan hanya menyalin jawaban teman. Skor 1: Tidak menunjukkan usaha bernalar kritis selama kegiatan. | |
| 2 | Gotong Royong | Skor 4: Selalu bekerjasama, berbagi tugas dengan adil, dan membantu teman kelompok aktif. Skor 3: Bekerjasama dengan baik dalam kelompok tetapi kurang membantu teman yang kesulitan. Skor 2: Pasif dalam kelompok dan hanya mengerjakan tugas jika ditegur. Skor 1: Tidak mau bekerjasama dalam kelompok. | |
| 3 | Berakhlak Mulia (Peduli Lingkungan) | Skor 4: Menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam dan menjaga kebersihan kelas secara mandiri. Skor 3: Menunjukkan kepedulian lingkungan setelah diingatkan oleh guru. Skor 2: Kurang peduli terhadap kelestarian komponen alam. Skor 1: Acuh tak acuh dan merusak alat/media belajar di kelas. |
Lembar Observasi Kinerja Proses Inkuiri
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Pengamatan Visual | Skor 4: Sangat cermat mengamati tayangan Smart TV dan kartu kasus, serta mampu menemukan seluruh detail komponen abiotik. Skor 3: Cermat mengamati visual dan menemukan sebagian besar komponen abiotik. Skor 2: Pengamatan visual kurang fokus dan melewatkan beberapa detail penting. Skor 1: Tidak melakukan pengamatan visual secara sungguh-sungguh. | |
| 2 | Kemampuan Menguji Hipotesis | Skor 4: Mampu mengidentifikasi hubungan antara data pengamatan dengan dugaan awal secara mandiri dan logis. Skor 3: Mampu menguji hipotesis dengan sedikit dorongan dari guru. Skor 2: Kesulitan menghubungkan data pengamatan dengan hipotesis kelompok. Skor 1: Belum mampu menguji hipotesis sama sekali. | |
| 3 | Komunikasi Hasil | Skor 4: Menyampaikan hasil penyelidikan dengan bahasa yang sangat runtut, jelas, dan percaya diri saat presentasi. Skor 3: Menyampaikan hasil penyelidikan dengan jelas tetapi kurang percaya diri. Skor 2: Menyampaikan hasil penyelidikan secara terbata-bata dan terbimbing. Skor 1: Tidak berani menyampaikan hasil penyelidikan di depan kelas. |