Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Tingkatan Organisasi Kehidupan
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Model Pembelajaran : Cooperative Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi: Pemilihan gambar ekosistem. Kearifan Lokal: Ekosistem danau/sungai/sawah lokal Wringin Anom.

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Profil belajar peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom menunjukkan dominasi gaya belajar visual. Peserta didik sangat antusias dan cepat merespons ketika materi disajikan melalui tayangan gambar, diagram berwarna, serta tayangan video interaktif. Namun, hasil pemetaan awal mengindikasikan bahwa sebagian besar peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak, khususnya struktur hirarki dan jenjang organisasi kehidupan. Mereka kerap tertukar antara konsep individu, populasi, dan komunitas.

Untuk menjembatani tantangan tersebut, pembelajaran dirancang dengan memanfaatkan lingkungan sekitar peserta didik (sawah dan sungai di sekitar Wringin Anom) sebagai konteks nyata. Melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berfokus pada kesadaran penuh (mindful), kebermaknaan (meaningful), dan pengalaman menyenangkan (joyful), peserta didik diajak mengamati media visual bertema kearifan lokal untuk membangun pemahaman konseptual secara terstruktur melalui kerja sama kelompok.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu memperjelas hirarki interaksi makhluk hidup dengan tempat tinggalnya, menganalisis keterkaitan antar komponen dalam suatu ekosistem, serta menunjukkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan sekitar.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan visual ekosistem lokal Wringin Anom di Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi urutan tingkatan organisasi kehidupan (individu, populasi, komunitas, ekosistem, biosfer) secara tepat dan runtut.
  2. Melalui diskusi kelompok berbasis Cooperative Learning, peserta didik dapat membedakan konsep individu, populasi, dan komunitas pada ekosistem sawah/sungai lokal dengan akurat.
  3. Melalui penyusunan Bagan Hirarki Kehidupan, peserta didik dapat memperjelas hubungan interaksi antar jenjang organisasi kehidupan secara runtut dan mendalam.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Makhluk hidup di alam tidak berdiri sendiri, melainkan terikat dalam urutan hirarki yang saling berhubungan mulai dari tingkat paling sederhana (individu) hingga tingkat paling kompleks (biosfer). Memahami hirarki ini membantu manusia menyadari bahwa kerusakan pada satu tingkatan kecil (seperti hilangnya populasi pemangsa di sawah Wringin Anom) dapat berdampak besar pada keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia secara keseluruhan.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kalian pergi ke sawah atau sungai di Wringin Anom, apakah kalian hanya menemukan satu ekor burung atau rumpun padi saja? Apa bedanya satu ekor burung dengan sekumpulan burung?
  2. Mengapa seekor ikan di sungai tidak bisa hidup terpisah dari air, tumbuhan air, dan hewan lainnya?
  3. Apa yang akan terjadi pada ekosistem sawah di desa kita jika seluruh populasi katak mendadak hilang?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bergotong Royong: Bekerja sama secara aktif dalam kelompok untuk menyelesaikan penyusunan bagan hirarki organisasi kehidupan.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis perbedaan karakteristik antar tingkat organisasi kehidupan berdasarkan data visual yang disajikan.
  3. Kreatif: Menyajikan bagan interaksi hirarki kehidupan menggunakan simbol dan tata letak visual yang menarik.

Kompetensi Deep Learning

  1. Mindful Learning: Mengamati detail komponen ekosistem lokal secara terfokus dan penuh kesadaran.
  2. Meaningful Learning: Menghubungkan konsep abstrak hirarki biologis dengan lingkungan sekitar tempat tinggal peserta didik.
  3. Joyful Learning: Merasakan kegembiraan belajar melalui permainan visual interaktif dan kolaborasi kelompok.

MATERI PEMBELAJARAN

Tingkatan Organisasi Kehidupan

  1. Individu: Satu makhluk hidup tunggal. Contoh: Seekor burung blekok, seekor ikan mujair, atau satu batang pohon padi di Wringin Anom.
  2. Populasi: Kumpulan makhluk hidup sejenis yang hidup di tempat dan waktu yang sama. Contoh: Sekumpulan pohon padi di petak sawah, populasi ikan mujair di sungai Wringin Anom.
  3. Komunitas: Kumpulan dari beberapa populasi makhluk hidup yang berbeda dan saling berinteraksi di suatu wilayah. Contoh: Komunitas sawah yang terdiri dari populasi padi, populasi belalang, populasi katak, dan populasi ular.
  4. Ekosistem: Hubungan timbal balik antara komunitas (komponen biotik) dengan lingkungan tak hidupnya (komponen abiotik seperti air, tanah, udara, dan cahaya matahari) di sawah atau sungai Wringin Anom.
  5. Biosfer: Tingkatan organisasi kehidupan tertinggi yang mencakup seluruh ekosistem di permukaan bumi tempat kehidupan berlangsung.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  1. Model Pembelajaran: Cooperative Learning (Tipe Think-Pair-Share yang diintegrasikan dengan Group Investigation visual).
  2. Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning).

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  • Teknik: Tes Lisan dan Pengamatan Visual Singkat.
  • Instrumen: Menunjukkan gambar tunggal vs sekumpulan hewan di Smart TV dan meminta peserta didik menyebutkan perbedaannya.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  • Teknik: Penilaian Kinerja Kelompok dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  • Instrumen: Lembar Observasi Diskusi dan Rubrik Penilaian LKPD Visual.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Teknik: Tes Tulis Singkat (Pilihan Ganda dan Isian Singkat).
  • Instrumen: Soal penalaran hirarki ekosistem lokal.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Gotong Royong dan Bernalar Kritis)

IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Gotong RoyongSangat aktif bekerja sama, menghargai pendapat teman, dan membantu anggota kelompok tanpa diminta.Aktif bekerja sama dan menghargai pendapat teman dalam kelompok.Cukup aktif bekerja sama namun kadang perlu diingatkan untuk berpartisipasi.Pasif dalam kerja kelompok dan tidak berpartisipasi dalam diskusi.
Bernalar KritisMampu menganalisis dan membedakan seluruh jenjang hirarki kehidupan dengan alasan yang logis.Mampu membedakan jenjang hirarki kehidupan dengan bantuan minimal.Membutuhkan bimbingan untuk membedakan jenjang hirarki kehidupan.Belum mampu membedakan jenjang hirarki kehidupan secara tepat.

Rubrik Penilaian Kinerja/LKPD (Keterampilan)

IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Ketepatan Urutan HirarkiMengurutkan seluruh tingkat hirarki dari individu hingga biosfer dengan tepat tanpa kesalahan.Mengurutkan hirarki dengan 1 kesalahan kecil.Mengurutkan hirarki dengan 2-3 kesalahan.Mengurutkan hirarki dengan lebih dari 3 kesalahan.
Identifikasi Ekosistem LokalMampu mengelompokkan gambar ekosistem lokal Wringin Anom ke dalam tingkatannya secara sempurna.Mampu mengelompokkan sebagian besar gambar ekosistem lokal secara tepat.Mampu mengelompokkan sebagian kecil gambar ekosistem lokal.Belum mampu mengelompokkan gambar ekosistem lokal.

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Konseptual)

IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Pemahaman Konsep HirarkiMampu menjelaskan definisi dan memberikan contoh tepat untuk kelima tingkatan organisasi.Mampu menjelaskan definisi dan contoh untuk 4 tingkatan organisasi.Mampu menjelaskan definisi dan contoh untuk 2-3 tingkatan organisasi.Hanya mampu menjelaskan 1 tingkatan organisasi atau belum paham.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Pembukaan & Mindful Breathing: Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengajak peserta didik melakukan latihan napas sadar (Mindful Breathing) selama 2 menit untuk memfokuskan perhatian.
  2. Apersepsi Meaningful: Guru menampilkan foto lingkungan sekitar sekolah (Sawah Wringin Anom) di Smart TV. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa yang kalian lihat dari gambar ini? Jika kita mengambil satu rumpun padi, disebut apakah itu dalam sains?"
  3. Penyampaian Tujuan & Motivasi Joyful: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyanyikan lagu pendek "Lagu Hirarki Kehidupan" (nada lagu 'Naik-Naik ke Puncak Gunung') untuk menciptakan suasana gembira.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Eksplorasi Visual & Mindful Learning (15 Menit)

  1. Guru menampilkan tayangan video singkat dan slide interaktif bertema "Kehidupan di Sungai dan Sawah Wringin Anom".
  2. Peserta didik diminta mengamati gambar secara seksama, mencatat objek-objek hidup dan tak hidup yang mereka temukan.
  3. Guru meletakkan pemahaman dasar tentang perbedaan Individu, Populasi, Komunitas, Ekosistem, dan Biosfer dengan bantuan pembanding gambar berwarna.

Tahap 2: Pengorganisasian Kelompok Cooperative Learning (10 Menit)

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 anak).
  2. Setiap kelompok diberikan seperangkat "Kartu Visual Ekosistem Wringin Anom" yang berisi gambar-gambar beraneka tingkatan (gambar satu ekor ikan, sekelompok ikan, komunitas sawah, dst.).

Tahap 3: Diskusi Kelompok & Pembelajaran Mendalam (25 Menit)

  1. Peserta didik berkolaborasi mengelompokkan kartu-kartu gambar sesuai tingkatan hirarkinya pada lembar plano LKPD.
  2. Peserta didik mendiskusikan interaksi yang terjadi antar tingkatan, misalnya: "Apa yang terjadi jika air sungai tercemar terhadap populasi ikan?"
  3. Guru berkeliling memberikan bimbingan bagi kelompok yang membutuhkan scaffolding konseptual.

Tahap 4: Presentasi & Joyful Share (15 Menit)

  1. Setiap kelompok menempelkan hasil karya "Tangga Hirarki Kehidupan" di papan pajang.
  2. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dengan gaya "Pameran Karya" (Gallery Walk).
  3. Kelompok lain memberikan apresiasi dan tanggapan konstruktif.

Tahap 5: Konfirmasi dan Penguatan (10 Menit)

  1. Guru memberikan ulasan komprehensif meluruskan miskonsepsi yang mungkin timbul selama diskusi.
  2. Guru menekankan kembali kaitan antara teori hirarki biologis dengan tindakan nyata menjaga keberlanjutan sawah dan sungai di Wringin Anom.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Rangkuman Pembelajaran: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tingkatan organisasi kehidupan secara rinci.
  2. Asesmen Sumatif Singkat: Peserta didik mengerjakan 3 soal kuis penalaran cepat di lembar kertas.
  3. Refleksi & Penutup: Guru meminta peserta didik merefleksikan perasaan dan pemahaman mereka, mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning

Peserta didik diajak untuk melakukan pengamatan penuh kesadaran terhadap detail visual komponen biotik dan abiotik. Saat mengamati gambar sungai Wringin Anom, mereka secara sadar mengidentifikasi bukan hanya jenis hewan, tetapi bagaimana urutan kuantitas dan kompleksitas interaksinya membentuk jenjang kehidupan.

Meaningful Learning

Konsep organisasi kehidupan tidak diajarkan secara hafalan abstrak, melainkan dikaitkan langsung dengan ekosistem lokal yang dialami peserta didik sehari-hari (sawah dan sungai di Wringin Anom). Hal ini membuat pengetahuan terasa dekat, relevan, dan membantu peserta didik memahami pentingnya memelihara lingkungan tempat tinggal mereka.

Joyful Learning

Penggunaan media kartu visual berwarna-warni, kegiatan menempel bagan "Tangga Hirarki", lagu edukatif, serta metode Gallery Walk memberikan ruang gerak dinamis dan interaksi sosial yang menyenangkan, sehingga menghilangkan rasa bosan dan memicu kepemilikan belajar secara mandiri.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

  • Bagi peserta didik yang membutuhkan pemahaman dasar: Diberikan kartu gambar dengan petunjuk warna (color-coded) yang membedakan tingkat individu, populasi, dan komunitas.
  • Bagi peserta didik yang memiliki pemahaman cepat: Diberikan kartu gambar kompleks yang memuat tantangan analisis komponen abiotik dan dampak perubahan lingkungan pada biosfer.

Diferensiasi Proses

  • Peserta didik visual bekerja aktif mengorganisasikan gambar pada bagan alur.
  • Guru memberikan bimbingan intensif (scaffolding) pada kelompok yang belum menguasai konsep dasar melalui pertanyaan-pertanyaan penuntun bergradasi.

Diferensiasi Produk

  • Kelompok dapat memilih cara menyajikan hasil bagan hirarki kehidupan: dalam bentuk poster tempel visual, diagram alur berwarna, atau papan cerita (storyboard) interaksi ekosistem Wringin Anom.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop & Smart TV: Digunakan untuk menayangkan slide presentasi visual resolusi tinggi, animasi singkat pembentukan hirarki kehidupan, dan dokumentasi ekosistem lokal Wringin Anom.
  2. Koneksi Internet: Digunakan untuk mengakses media visual interaktif dan sumber belajar digital yang relevan selama proses penyusunan bahan ajar dan kegiatan pembelajaran.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
    • Smart TV, Laptop, dan Speaker Aktif.
    • Slide Presentasi Canva Edukasi "Hirarki Kehidupan".
    • Set Kartu Visual "Ekosistem Sawah dan Sungai Wringin Anom".
    • Kertas Plano dan Alat Tulis/Warna.
  1. Sumber Belajar:
    • Buku Panduan Guru dan Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka.
    • Lingkungan Abiotik dan Biotik Sawah/Sungai Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok....................................................
Kelas / FaseV / Phase C
No. Absen....................................................
Tanggal....................................................

Judul Aktivitas: Petualangan Menjelajah Tangga Hirarki Kehidupan Wringin Anom

Petunjuk Kerja:

  1. Amatilah set kartu gambar ekosistem lokal yang diberikan oleh guru!
  2. Diskusikan bersama kelompokmu untuk menentukan tingkatan organisasi kehidupan dari setiap gambar (Individu, Populasi, Komunitas, Ekosistem, Biosfer).
  3. Tempelkan kartu gambar tersebut pada kolom "Tangga Hirarki" di bawah ini secara runtut dari tingkat terendah hingga tertinggi!
  4. Berikan alasan dan penjelasan singkat pada setiap tingkatan!

Tabel Tangga Hirarki Kehidupan

Tingkatan OrganisasiTempel Kartu Gambar di SiniPenjelasan / Contoh Komponen
Individu[ Tempel Gambar ]Satu makhluk hidup tunggal. Contoh: .......................................
Populasi[ Tempel Gambar ]Kumpulan makhluk hidup sejenis. Contoh: .......................................
Komunitas[ Tempel Gambar ]Kumpulan beberapa populasi. Contoh: .......................................
Ekosistem[ Tempel Gambar ]Interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya. Contoh: .......................................
Biosfer[ Tempel Gambar ]Seluruh lapisan bumi tempat kehidupan. Contoh: .......................................

Pertanyaan Analisis:

  1. Jika petani di Wringin Anom menyemprotkan pestisida berlebihan sehingga populasi katak di sawah habis, apa yang akan terjadi pada populasi belalang? Jaskan!

Jawaban: ................................................................................................................................................

  1. Apa perbedaan utama antara Komunitas dan Ekosistem berdasarkan gambar yang telah kalian tempel?

Jawaban: ................................................................................................................................................

REMEDIAL

Kegiatan remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:

  1. Bentuk Bimbingan: Bimbingan individual atau kelompok kecil dengan bantuan media konkrit/visual sederhana.
  2. Tugas Khusus: Mengamati satu gambar sawah Wringin Anom, kemudian menunjuk dan menyebutkan secara langsung mana yang termasuk 1 individu, 1 populasi, dan 1 komunitas dengan panduan pertanyaan tertuntun guru.

PENGAYAAN

Kegiatan pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran:

  1. Bentuk Kegiatan: Penugasan berbasis proyek analisis kasus lingkungan lokal.
  2. Tugas Khusus: Membuat analisis prediksi ilmiah ringkas: "Bagaimana alur dampak yang terjadi pada hirarki organisasi kehidupan dari tingkat populasi hingga ekosistem apabila Sungai Wringin Anom tertutup oleh tumpukan sampah plastik?"

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi Guru
1Apakah penggunaan media visual ekosistem lokal berhasil meningkatkan pemahaman konsep dasar peserta didik?Seluruh peserta didik sangat antusias mengamati gambar lokal, pemahaman konsep meningkat secara signifikan dibanding pembelajaran verbal.
2Apakah pelaksanaan model Cooperative Learning berjalan efektif dan melibatkan seluruh peserta didik?Diskusi kelompok berjalan baik, pembagian peran dalam kelompok mampu mengaktifkan peserta didik yang biasanya pasif.
3Kendall apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung?Pengelolaan waktu saat sesi pameran karya (Gallery Walk) memerlukan penegasan alokasi waktu yang lebih ketat.
4Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya?Menyiapkan timer visual di Smart TV agar durasi tiap tahapan diskusi dan pameran karya terlaksana tepat waktu.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiJawaban / Perasaan Peserta Didik
1Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai?Saat menempelkan kartu gambar warna-warni sawah Wringin Anom di kertas plano bersama teman kelompok.
2Apakah kamu sudah bisa membedakan antara Individu, Populasi, dan Komunitas?Ya, saya sudah paham. Individu itu sendiri, populasi itu ramai-ramai sejenis, komunitas itu campuran dari berbagai jenis.
3Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga ekosistem sungai dan sawah di desa kita Wringin Anom?Tidak membuang sampah ke sungai dan tidak merusak tanaman atau hewan di sawah.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Organisasi kehidupan merupakan susunan bertingkat dari unit-unit biologis yang membentuk kehidupan di bumi. Hirarki ini dimulai dari tingkat molekuler, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma, hingga biosfer. Pada jenjang Sekolah Dasar (Fase C), fokus pembahasan dibatasi pada tingkat makro ekologis, yaitu individu hingga biosfer.

  1. Individu merupakan satuan fungsional terkecil dari organisme.
  2. Populasi ditandai oleh kesamaan spesies dalam ruang dan waktu yang sama, yang memungkinkan terjadinya interkembangbiakan.
  3. Komunitas berfokus pada struktur asosiasi antarberbagai populasi biotik.
  4. Ekosistem mengintegrasikan faktor biotik dan abiotik dalam satu sistem aliran energi dan daur materi. Pemahaman konteks lokal (seperti ekosistem sawah dan sungai) sangat krusial untuk membangun pemahaman ekologis kontekstual pada peserta didik usia SD.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu bahwa alam di sekitar kita seperti sawah dan sungai di Wringin Anom tersusun secara rapi dan teratur?

  1. Individu: Artinya satu makhluk hidup. Contohnya seekor katak.
  2. Populasi: Artinya kumpulan makhluk hidup yang sejenis. Contohnya sekumpulan katak di kolam.
  3. Komunitas: Artinya kumpulan bermacam-macam makhluk hidup yang tinggal di tempat yang sama. Contohnya di sawah ada populasi katak, populasi padi, populasi ular, dan populasi belalang.
  4. Ekosistem: Adalah hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan di sekitarnya seperti air, tanah, dan sinar matahari.
  5. Biosfer: Adalah tempat tinggal seluruh makhluk hidup di planet bumi kita.

Jika kita merusak satu bagian saja, bagian lainnya akan ikut terganggu. Oleh karena itu, kita harus menjaga kelestarian alam di Wringin Anom!

GLOSARIUM

  1. Abiotik: Komponen tak hidup dalam suatu ekosistem, seperti air, tanah, udara, dan cahaya matahari.
  2. Biosfer: Lapisan bumi dan atmosfer yang dapat dihuni oleh makhluk hidup.
  3. Biotik: Komponen makhluk hidup dalam suatu ekosistem, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan.
  4. Ekosistem: Tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
  5. Hirarki: Urutan tingkatan atau jenjang dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks.
  6. Individu: Organisme tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi lagi tanpa merusak kehidupannya.
  7. Komunitas: Kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi.
  8. Populasi: Kelompok organisme sejenis yang hidup dan membiak pada suatu daerah tertentu.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Fitri, A., dkin. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Fitri, A., dkk. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  3. Odum, E. P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi (Terapkan oleh T. Samingan). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Gotong Royong dalam KelompokSkor 4: Sangat aktif bekerja sama, membagi tugas dengan adil, membantu teman, dan menghargai pendapat.
Skor 3: Aktif bekerja sama dan membantu teman dalam kelompok.
Skor 2: Cukup aktif namun membutuhkan dorongan dari guru untuk berpartisipasi.
Skor 1: Pasif dan tidak mau bekerja sama dalam kelompok.
[1-4]
2Bernalar Kritis dalam Analisis HirarkiSkor 4: Mampu menganalisis dan membedakan seluruh tingkatan hirarki dengan logis dan tepat.
Skor 3: Mampu menganalisis sebagian besar tingkatan hirarki dengan tepat.
Skor 2: Mampu menganalisis tingkatan hirarki namun masih sering keliru.
Skor 1: Belum mampu menganalisis tingkatan hirarki secara tepat.
[1-4]
3Ketepatan Penyusunan Bagan VisualSkor 4: Mengurutkan 5 tingkatan hirarki dengan sempurna dan rapi pada lembar LKPD.
Skor 3: Mengurutkan 4 tingkatan hirarki dengan tepat.
Skor 2: Mengurutkan 2-3 tingkatan hirarki dengan tepat.
Skor 1: Mengurutkan kurang dari 2 tingkatan hirarki dengan tepat.
[1-4]
4Komunikasi / Presentasi HasilSkor 4: Menyampaikan hasil diskusi secara jelas, percaya diri, dan menjawab pertanyaan dengan baik.
Skor 3: Menyampaikan hasil diskusi dengan jelas dan cukup percaya diri.
Skor 2: Menyampaikan hasil diskusi kurang jelas dan terburu-buru.
Skor 1: Tidak berani atau tidak mampu menyampaikan hasil diskusi.
[1-4]
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130