Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Konsep Individu, Populasi, Komunitas, Habitat, dan Ekosistem
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains)
Model Pembelajaran : Cooperative Learning (Tipe Group Investigation)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Ekosistem Sawah dan Sungai Wringin Anom / Diferensiasi Konten Gambar Visual

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kesiapan Belajar dan Profil Peserta Didik

Berdasarkan hasil pemetaan awal, mayoritas peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar visual yang sangat dominan. Peserta didik menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap sajian tayangan bergambar, diagram berwarna, serta tayangan video interaktif. Namun demikian, secara konseptual peserta didik belum memahami hirarki tata urutan kehidupan dalam ekosistem (berpikir secara abstrak dari tingkat individu hingga ekosistem). Peserta didik cenderung menyamakan pengertian antara kumpulan hewan (populasi) dengan kumpulan berbagai jenis makhluk hidup (komunitas), serta tempat tinggal (habitat) dengan sistem interaksinya (ekosistem).

Hambatan Belajar yang Diprediksi

  1. Kesulitan membedakan batasan antara populasi dan komunitas pada ekosistem lokal.
  2. Miskonseptualisasi antara istilah habitat sebagai alamat fisik dan ekosistem sebagai sistem hubungan timbal balik.

Solusi Pembelajaran Mendalam

Menggunakan stimulasi media visual kontekstual berupa tayangan gambar dan dokumenter singkat ekosistem lokal (sawah dan sungai di lingkungan Wringin Anom), dilanjutkan dengan metode kerja kelompok berbasis sintaks Cooperative Learning untuk mengonstruksi pemahaman hirarki secara berundak (mengurai dari yang terkecil hingga kompleks).

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Teks Capaian Pembelajaran

Peserta didik memperjelas hirarki interaksi makhluk hidup dengan tempat tinggalnya.

Rincian Target Capaian

  1. Mengidentifikasi komponen penyusun hirarki ekologi (individu, populasi, komunitas, habitat, dan ekosistem).
  2. Menganalisis keterkaitan dan urutan hirarki organisasi kehidupan.
  3. Memperjelas bentuk interaksi makhluk hidup dengan lingkungan abiotik pada tempat tinggalnya berdasarkan pengamatan lokal.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Ranah Kognitif

  1. Melalui pengamatan slide gambar kontekstual di Smart TV, peserta didik dapat menguraikan pengertian individu, populasi, komunitas, habitat, dan ekosistem dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengurutkan hirarki organisasi kehidupan dari tingkat terkecil hingga tingkat yang kompleks secara logis dan runtut.

Ranah Psikomotorik

  1. Melalui kegiatan Cooperative Learning, peserta didik dapat menyusun bagan visual hirarki ekosistem sawah/sungai Wringin Anom secara terampil.

Ranah Afektif

  1. Melalui refleksi terarah, peserta didik dapat menunjukkan sikap peduli terhadap kelestarian lingkungan tempat tinggalnya secara konsisten.

PEMAHAMAN BERMAKNA

  1. Kehidupan di bumi tersusun atas tingkatan terstruktur, mulai dari satu individu tunggal hingga membentuk jaringan interaksi kompleks dalam ekosistem.
  2. Gangguan pada satu tingkat hirarki (seperti kepunahan satu populasi) akan berdampak langsung pada keseimbangan seluruh ekosistem di lingkungan sekitar kita.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Saat kalian pergi ke sawah di daerah Wringin Anom, apakah kalian hanya menemukan satu ekor burung ekek saja, atau ada kumpulan burung lainnya?
  2. Jika seluruh air di sungai Wringin Anom mengering, apa yang akan terjadi pada ikan, tumbuhan air, dan tanah di sekitarnya?
  3. Mengapa seekor katak tidak bisa hidup selamanya jika dipisahkan dari air dan tumbuhan di tempat tinggalnya?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bergotong Royong: Bekerja sama secara kolaboratif dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas analisis visual ekosistem.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis perbedaan karakteristik tiap tingkatan hirarki ekologi dan memproses informasi visual yang disajikan.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning Competencies)

  1. Critical Thinking: Mampu memecahkan masalah miskonsepsi antar komponen ekologi.
  2. Collaboration: Mampu berbagi peran dan menyelaraskan pemikiran dalam kelompok kooperatif.
  3. Communication: Mampu mempresentasikan bagan struktur hirarki kehidupan dengan bahasa yang santun dan jelas.

MATERI PEMBELAJARAN

Hirarki Organisasi Kehidupan

  1. Individu: Satuan makhluk hidup tunggal. Contoh: Seekor burung kuntul, seekor ikan mujair, sebatang pohon padi.
  2. Populasi: Kumpulan makhluk hidup sejenis yang hidup pada tempat dan waktu yang sama. Contoh: Sekumpulan pohon padi di petak sawah Wringin Anom, sekumpulan ikan mujair di sungai.
  3. Komunitas: Kumpulan dari berbagai populasi yang hidup dan saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu. Contoh: Komunitas sawah yang terdiri dari populasi padi, populasi belalang, populasi katak, dan populasi ular.
  4. Habitat: Tempat tinggal alami suatu makhluk hidup untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Contoh: Habitat katak di tepian sungai yang basah dan berlumpur.
  5. Ekosistem: Tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup (biotik dan abiotik) yang saling mempengaruhi. Contoh: Ekosistem sawah Wringin Anom (interaksi antara tanah, air, sinar matahari dengan padi, belalang, dan pengurai).

Konteks Lokal Wringin Anom

Lingkungan pertanian sawah irigasi dan aliran sungai kecil di Wringin Anom menjadi objek kajian nyata di mana peserta didik dapat memvisualisasikan interaksi komponen biotik (padi, ikan, keong, burung) dan abiotik (tanah, air, udara, cahaya matahari).

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Cooperative Learning Tipe Group Investigation.

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui 3 pilar:

  1. Mindful Learning: Peserta didik sadar penuh mengamati rinci perbedaan visual tiap tingkatan.
  2. Meaningful Learning: Mengaitkan materi dengan ekosistem nyata di sekitar sekolah/rumah di Wringin Anom.
  3. Joyful Learning: Belajar melalui permainan kartu gambar interaktif dan kerja kelompok beranimasi.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  1. Teknik: Tes Lisan / Visual Quick Check.
  2. Instrumen: Menampilkan 3 gambar (seekor sapi, sekumpulan sapi, dan pemandangan padang rumput) lalu meminta siswa menyebutkan perbedaannya.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

  1. Teknik: Unjuk Kerja Diskusi Kelompok dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  2. Instrumen: Rubrik Obsevasi Diskusi Kelompok dan Rubrik LKPD Hirarki Ekosistem.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  1. Teknik: Tes Tertulis Kognitif.
  2. Instrumen: Soal uraian dan pilihan ganda berbasis tingkat kedalaman konsep.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Asesmen Formatif (LKPD dan Diskusi Kelompok)

Kriteria PenilaianIndikator Skor 4 (Sangat Baik)Indikator Skor 3 (Baik)Indikator Skor 2 (Cukup)Indikator Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Ketepatan Klasifikasi HirarkiMengklasifikasikan 5 tingkatan (individu, populasi, komunitas, habitat, ekosistem) dengan benar tanpa kesalahan.Mengklasifikasikan 4 tingkatan dengan benar.Mengklasifikasikan 2-3 tingkatan dengan benar.Mengklasifikasikan kurang dari 2 tingkatan dengan benar.
Penggunaan Contoh KontekstualMenggunakan contoh lokal Wringin Anom yang tepat untuk seluruh tingkatan.Menggunakan contoh lokal yang tepat untuk 3-4 tingkatan.Menggunakan contoh umum (bukan lokal) untuk beberapa tingkatan.Contoh yang diberikan tidak relevan dengan konsep.
Kerjasama KelompokSeluruh anggota aktif, berbagi peran, dan saling membantu secara mandiri.Mayoritas anggota aktif dan dapat bekerja sama dengan baik.Hanya 1-2 anggota yang mendominasi pekerjaan kelompok.Anggota kelompok bekerja sendiri-sendiri / pasif.

Rubrik Asesmen Sumatif (Tes Tertulis Kognitif)

Kriteria PenilaianIndikator Skor 4 (Sangat Baik)Indikator Skor 3 (Baik)Indikator Skor 2 (Cukup)Indikator Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Pemahaman Konsep EkologiMenjelaskan definisi dan hubungan antar seluruh komponen hirarki secara sistematis.Menjelaskan definisi seluruh komponen namun hubungan antar komponen kurang runtut.Menjelaskan sebagian definisi komponen hirarki dengan benar.Belum mampu menjelaskan definisi komponen hirarki.
Analisis Kasus InteraksiMampu menganalisis dampak perubahan komponen abiotik terhadap biotik secara mendalam.Mampu menganalisis dampak perubahan dengan argumen sederhana.Mampu menyebutkan dampak namun analisis kurang tepat.Tidak dapat menganalisis dampak perubahan komponen.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegatans Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengecek kehadiran.
  2. Peserta didik diajak melakukan kesadaran penuh (Mindful Check-in) dengan mengamati suasana kelas dan menarik napas dalam-dalam untuk memfokuskan konsentrasi.
  3. Guru menyampaikan apersepsi visual melalui Smart TV: Menampilkan foto tunggal seekor Burung Kuntul dan foto sekumpulan Burung Kuntul di sawah Wringin Anom.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik mendalam terkait foto tersebut.
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, model pembelajaran yang digunakan, serta kriteria penilaian.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Grouping (Pengelompokan) - 10 Menit

  1. Guru membagi peserta didik menjadi 5 kelompok heterogen (setiap kelompok berisi 4-5 peserta didik).
  2. Guru membagikan seperangkat kartu gambar (Visual Card Set) yang berisi ilustrasi komponen ekosistem lokal (sawah dan sungai Wringin Anom) yang diacak.

Tahap 2: Planning (Perencanaan Tugas Kelompok) - 10 Menit

  1. Setiap kelompok menerima LKPD yang dirancang khusus untuk menganalisis hirarki ekosistem.
  2. Guru memberikan petunjuk alur kerja: Kelompok diminta mengelompokkan kartu gambar berdasarkan tingkatan individu, populasi, komunitas, habitat, hingga ekosistem.

Tahap 3: Investigation (Penyelidikan Terarah) - 25 Menit

  1. Peserta didik dalam kelompok berdiskusi, mencermati detail gambar pada kartu, dan menempelkannya pada bagan lembar kerja yang tersedia.
  2. Guru mengoleskan diferensiasi proses:
    • Kelompok Visual Cepat: Diberi tantangan tambahan menganalisis interaksi antarpopulasi.
    • Kelompok Butuh Bimbingan: Diberi panduan pertanyaan pemandu pada kartu gambar.
  1. Peserta didik berdiskusi kritis membedakan batasan habitat dan ekosistem berdasarkan analisis gambar air, tanah, dan sinar matahari pada kartu.

Tahap 4: Organizing & Presenting (Penyusunan Laporan dan Presentasi) - 20 Menit

  1. Kelompok menyusun bagan visual hirarki ekosistem secara kreatif.
  2. Setiap kelompok mengutus 2 perwakilan untuk mempresentasikan hasil karya "Bagan Hirarki Ekosistem Wringin Anom" di depan kelas menggunakan layar Smart TV sebagai pembanding visual.
  3. Kelompok lain memberikan tanggapan, koreksi, atau pertanyaan.

Tahap 5: Evaluation (Evaluasi Pembelajaran Mendalam) - 10 Menit

  1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pemahaman mengenai urutan hirarki dari sederhana ke kompleks.
  2. Guru memberikan klarifikasi terhadap miskonsepsi yang mungkin muncul selama presentasi.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik mengerjakan tes evaluasi mandiri (Sumatif singkat) secara tertulis.
  2. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung (Joyful and Meaningful reflection).
  3. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok.
  4. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Belajar Penuh Kesadaran)

Peserta didik secara sadar mengamati detail-detail kecil dari gambar yang disajikan pada Smart TV. Peserta didik dianjurkan tidak terburu-buru menjawab, melainkan mengamati perbedaan visual antara satu ekor hewan tunggal dengan kelompok hewan sejenis, serta keberadaan unsur abiotik pendukung di sekitarnya.

Meaningful Learning (Belajar Bermakna)

Konsep abstrak ekologi dihubungkan langsung dengan realitas kehidupan sehari-hari peserta didik di Wringin Anom. Peserta didik menyadari bahwa sawah dan sungai yang mereka lihat setiap hari di perjalanan ke sekolah adalah sebuah bentuk ekosistem yang kompleks dan berharga.

Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)

Penggunaan media visual berwarna, permainan bongkar-pasang kartu gambar ekosistem, serta kegiatan diskusi kooperatif menciptakan suasana belajar yang interaktif, tidak menegangkan, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan variasi kompleksitas pada kartu gambar visual. Bagi peserta didik yang membutuhkan bimbingan visual lebih, disediakan gambar dengan label petunjuk warna. Bagi peserta didik dengan tingkat pemahaman lebih cepat, disediakan gambar kompleks tanpa label yang menuntut analisis lebih mendalam.

Diferensiasi Proses

Pada saat kegiatan diskusi kelompok (Group Investigation), guru memberikan bimbingan berseri (scaffolding) yang lebih intensif pada kelompok yang belum memahami konsep dasar, sedangkan kelompok yang sudah mahir diberikan peran sebagai tutor sebaya di dalam kelompoknya.

Diferensiasi Produk

Kelompok diberikan kebebasan dalam menata penyusunan Bagan Hirarki Ekosistem pada LKPD, baik dalam bentuk diagram pohon, tangga hirarki visual, maupun peta konsep visual berwarna sesuai kreativitas kelompok.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop: Digunakan guru untuk mengolah dan menampilkan sajian presentasi interaktif dan memutar bahan tayang visual.
  2. Smart TV: Mengintegrasikan media visual resolusi tinggi untuk menayangkan slide gambar ekosistem lokal Wringin Anom dan menayangkan hasil digitalisasi karya siswa secara langsung.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber pustaka visual digital dan rekaman pendek kondisi nyata ekosistem air tawar dan pertanian.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Slide Presentasi Visual Canva/PowerPoint interaktif tentang Hirarki Ekologi.
  2. Sets Kartu Gambar Visual Ekosistem Sawah dan Sungai Wringin Anom (Visual Flashcards).
  3. Papan Bagian Hirarki (Hierarchy Chart Board) kertas karton warna.

Sumber Belajar

  1. Buku Panduan Guru IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  3. Lingkungan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom (Area Sawah dan Sungai Lokal).

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok....................................................
Kelas / No. AbsenV (Lima) / .........................................
Tanggal....................................................

Judul LKPD

Menganalisis Hirarki Organisasi Kehidupan di Ekosistem Wringin Anom

Tujuan Kegiatan

  1. Membagikan dan menempelkan gambar ke dalam kategori hirarki yang tepat.
  2. Menjelaskan hubungan interaksi antara komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem.

Alat dan Bahan

  1. Set Kartu Gambar Visual Ekosistem.
  2. Lem Kertas dan Gunting.
  3. Alat Tulis Warna.

Petunjuk Kerja

  1. Buka amplop kartu gambar yang telah dibagikan oleh guru!
  2. Amati setiap gambar dengan teliti bersama teman sekelompokmu!
  3. Diskusikan dan kelompokkan gambar tersebut ke dalam 5 tingkatan hirarki: Individu, Populasi, Komunitas, Habitat, atau Ekosistem!
  4. Tempelkan kartu gambar pada tabel hirarki di bawah ini!
  5. Jawablah pertanyaan analisis di bagian bawah tabel dengan benar!

Tabel Kerja Hirarki Ekologi

NoTingkatan HirarkiTempelkan Gambar di SiniAlasan/Penjelasan Singkat
1Individu[ Tempel Gambar ]Menunjukkan satu makhluk hidup tunggal, yaitu: ......................
2Populasi[ Tempel Gambar ]Menunjukkan kumpulan makhluk hidup sejenis, yaitu: ......................
3Komunitas[ Tempel Gambar ]Menunjukkan kumpulan berbagai jenis populasi, yaitu: ......................
4Habitat[ Tempel Gambar ]Menunjukkan tempat tinggal alami dari: ......................
5Ekosistem[ Tempel Gambar ]Menunjukkan interaksi makhluk hidup dengan lingkungan abiotik berupa: ......................

Pertanyaan Analisis Mendalam

  1. Berdasarkan gambar yang kalian tempel pada bagian Ekosistem, sebutkan komponen abiotik (benda tak hidup) apa saja yang membantu kelangsungan hidup komponen biotik (makhluk hidup)!

Jawaban: ..................................................................................................................................................

  1. Apa yang akan terjadi pada populasi ikan di sungai Wringin Anom jika habitat sungainya tercemar oleh sampah plastik dan limbah? Jelaskan alur dampaknya!

Jawaban: ..................................................................................................................................................

REMEDIAL

Program Remedial

Diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) pada tes sumatif (nilai di bawah kriteria minimum).

Bentuk Kegiatan Remedial

  1. Pendampingan Individu (One-on-One): Guru memfasilitasi kembali pemahaman konsep menggunakan media visual benda konkret/maket sederhana ekosistem.
  2. Tugas Terstruktur: Peserta didik diminta mengidentifikasi kembali 1 contoh individu, populasi, komunitas, habitat, dan ekosistem yang ada di halaman rumah mereka masing-masing dalam lembar panduan sederhana.

PENGAYAAN

Program Pengayaan

Diperuntukkan bagi peserta didik yang telah mencapai atau melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dengan ketuntasan sempurna.

Bentuk Kegiatan Pengayaan

  1. Peserta didik diberi tugas analisis studi kasus kompleks: "Menganalisis dampak masuknya spesies asing (seperti ikan aligator atau eceng gondok berlebih) terhadap keseimbangan rantai makanan dalam hirarki komunitas sungai Wringin Anom."
  2. Peserta didik membuat poster digital sederhana atau infografis bergambar tentang ajakan menjaga habitat lokal Wringin Anom.

REFLEKSI GURU

NoAspek Refleksi GuruHasil Evaluasi dan Catatan Guru
1Ketercapaian Tujuan PembelajaranSebanyak 85% peserta didik telah mampu menguraikan dan mengurutkan hirarki ekologi secara tepat melalui bagan visual.
2Efektivitas Model Cooperative LearningPengelompokan tipe Group Investigation berbasis media kartu gambar terbukti meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik visual.
3Kendala yang DihadapiSebagian kecil peserta didik masih membutuhkan waktu lebih lama untuk membedakan konsep antara komunitas dan ekosistem.
4Penggunaan Sarana Smart TV & Media VisualTayangan Smart TV sangat membantu memberikan persepsi konkrit terhadap ekosistem lokal yang diamati.
5Rencana Perbaikan Pembelajaran SelanjutnyaMemberikan petunjuk perbedaan abiotik-biotik yang lebih mencolok pada instruksi awal sebelum diskusi kelompok dimulai.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Lembar Refleksi Diri Peserta Didik

NoPertanyaan RefleksiJawablah Sesuai Perasaanmu
1Bagian mana dari materi hari ini yang paling kamu sukai?.........................................................................................................................
2Apakah kamu sudah bisa membedakan antara populasi dan komunitas?[ ] Sudah Faham Sekali
[ ] Masih Sedikit Bingung
3Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman kelompokmu?.........................................................................................................................
4Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga kelestarian habitat hewan di sekitarmu?.........................................................................................................................

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Organisasi kehidupan dalam ekologi mempelajari interaksi makhluk hidup pada berbagai tingkatan hirarki. Tingkatan ekologi dimulai dari yang paling sederhana hingga kompleks: individu (organisme tunggal), populasi (sekelompok individu sejenis yang menempati area tertentu pada waktu yang sama), komunitas (seluruh populasi dari berbagai spesies yang berinteraksi dalam suatu area), ekosistem (komunitas biologis yang berinteraksi dengan lingkungan fisik/abiotiknya), dan biosfer. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pembelajaran konsep ini di jenjang SD difokuskan pada pemahaman intuitif melalui lingkungan nyata peserta didik (kontextual learning), menghindari hafalan istilah tanpa makna, dan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan komponen biotik dan abiotik.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu bahwa lingkungan sekitar kita tersusun seperti sebuah bangunan berlantai?

  1. Lantai 1 - Individu: Yaitu satu makhluk hidup saja. Contohnya seekor katak.
  2. Lantai 2 - Populasi: Yaitu ramainya sekumpulan makhluk hidup sejenis. Contohnya sekumpulan katak di pinggir kolam.
  3. Lantai 3 - Komunitas: Yaitu bertemunya bermacam-macam sekumpulan hewan dan tumbuhan. Contohnya ada populasi katak, populasi teratai, dan populasi ikan yang hidup bersama.
  4. Lantai 4 - Habitat: Yaitu rumah atau tempat tinggal alami tempat hewan dan tumbuhan itu mencari makan dan berlindung, seperti sungai atau sawah.
  5. Lantai 5 - Ekosistem: Yaitu hubungan saling membutuhkan antara semua makhluk hidup di tempat itu dengan benda tak hidup seperti air, tanah, dan sinar matahari. Jika airnya kotor, maka semua makhluk hidup di lantai atasnya akan ikut sakit!

GLOSARIUM

  1. Abiotik: Komponen fisik atau benda tak hidup yang ada dalam lingkungan ekosistem (contoh: tanah, air, udara, cahaya matahari).
  2. Biotik: Komponen makhluk hidup yang ada dalam lingkungan ekosistem (contoh: manusia, hewan, tumbuhan, mikroorganisme).
  3. Ekosistem: Hubungan timbal balik antara makhluk hidup (biotik) dengan lingkungannya yang tak hidup (abiotik).
  4. Habitat: Tempat hidup alami bagi makhluk hidup tertentu untuk tumbuh dan berkembang biak.
  5. Hirarki: Urutan tingkatan atau susunan berjenjang dari yang terkecil/sederhana hingga yang terbesar/kompleks.
  6. Individu: Organisme atau makhluk hidup tunggal.
  7. Komunitas: Kumpulan beberapa populasi yang berbeda dan hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu.
  8. Populasi: Sekumpulan individu sejenis yang hidup di tempat dan waktu yang sama.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  3. Odum, E. P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi (Edisi Ketiga). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  4. Campbell, N. A., & Reece, J. B. (2010). Biologi (Edisi Kedelapan). Jakarta: Erlangga.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap Profil Pelajar Pancasila

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Gotong Royong (Kolaborasi)Skor 4: Sangat aktif bekerja sama, membantu teman kelompok tanpa diminta, dan berbagi peran secara adil.
Skor 3: Aktif bekerja sama dan menjalankan tugas kelompok yang diberikan.
Skor 2: Kurang aktif dalam kelompok, hanya bekerja jika ditegur teman.
Skor 1: Tidak mau bekerja sama dan pasif dalam kegiatan kelompok.
2Bernalar Kritis (Penyelesaian Masalah)Skor 4: Mampu menganalisis visual, membedakan tiap tingkatan hirarki dengan tepat, serta memberikan alasan logis.
Skor 3: Mampu membedakan tingkatan hirarki dengan tepat namun alasan kurang lengkap.
Skor 2: Membutuhkan bantuan untuk membedakan tingkatan hirarki ekologi.
Skor 1: Tidak dapat membedakan tingkatan hirarki walaupun sudah dibantu.

Lembar Observasi Keterampilan Unjuk Kerja (Presentasi & Karya LKPD)

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Kerapian dan Ketepatan Bagan VisualSkor 4: Bagan tersusun sangat rapi, urutan hirarki tepat 100%, dan estetika visual sangat baik.
Skor 3: Bagan tersusun rapi, urutan hirarki tepat (terdapat 1 kesalahan kecil).
Skor 2: Bagan kurang rapi, terdapat 2-3 kesalahan penempatan tingkatan hirarki.
Skor 1: Bagan tidak rapi dan urutan hirarki tidak sesuai konsep.
2Kemampuan Komunikasi PresentasiSkor 4: Menyampaikan hasil diskusi dengan suara jelas, percaya diri, runtut, dan menguasai materi secara mendalam.
Skor 3: Menyampaikan hasil diskusi dengan jelas dan percaya diri, namun penjelasan kurang runtut.
Skor 2: Menyampaikan hasil diskusi dengan ragu-ragu dan membaca seluruh teks.
Skor 1: Tidak berani berbicara di depan kelas atau tidak menyampaikan materi.

Lembar Format Penilaian Keseluruhan (Rekapitulasi)

NoNama Peserta DidikSkor Sikap Gotong RoyongSkor Sikap Bernalar KritisSkor Kerapian BaganSkor Kemampuan PresentasiTotal SkorNilai Akhir (Total/16 x 100)
1Ahmad Fauzi44431593.75
2Siti Nurhaliza43441593.75
3Budi Santoso33321168.75
4Citra Dewi44331487.50
5Dwi Prasetyo32321062.50
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130