Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Komponen Biotik Dan Abiotik
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) / Mengklasifikasikan benda hidup dan tak hidup di lingkungan sekitar
Model Pembelajaran : Outdoor Learning / Experiential Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Student-Centered
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Halaman/Taman SDN 1 Wringin Anom; Diferensiasi media pencatatan (tabel bergambar/teks)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik Kelas V SDN 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar cenderung visual dan kinestetik. Mereka sangat antusias dan aktif bergerak ketika diajak beraktivitas di luar ruangan. Namun, berdasarkan asesmen awal, peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar mendasar terkait perbedaan serta interaksi antara benda hidup (biotik) dan benda tak hidup (abiotik). Sebagian besar peserta didik masih menganggap benda tak hidup yang bergerak (seperti angin atau air) sebagai benda hidup.

Kesiapan Belajar

  1. Kesiapan Tinggi: Peserta didik mampu membedakan makhluk hidup dan benda mati serta dapat menjelaskan alasannya secara logis.
  2. Kesiapan Sedang: Peserta didik mampu membedakan makhluk hidup dan benda mati berdasarkan ciri fisik sederhana, namun belum memahami istilah biotik dan abiotik.
  3. Kesiapan Perlu Bimbingan: Peserta didik masih keliru dalam membedakan makhluk hidup dan tak hidup (misal: menganggap air adalah makhluk hidup karena bergerak).

Latar Belakang Lingkungan

SDN 1 Wringin Anom memiliki area halaman dan taman sekolah yang hijau dan kaya akan keanekaragaman hayati lokal (pohon kebun, rumput, serangga, tanah, bebatuan, dan kolam kecil). Lingkungan fisik ini dimanfaatkan secara optimal sebagai laboratorium alam untuk proses pengamatan langsung.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik diperkirakan mampu mengklasifikasikan benda hidup dan tak hidup di lingkungan sekitar berdasarkan ciri-cirinya, serta menganalisis interaksi sederhana antar komponen tersebut dalam lingkup lingkungan lokalnya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Harian

  1. Melalui pengamatan langsung di halaman sekolah (Outdoor Learning), peserta didik dapat mengidentifikasi sedikitnya 5 komponen biotik dan 5 komponen abiotik di lingkungan sekitar dengan akurat.
  2. Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat mengklasifikasikan benda hidup (biotik) dan tak hidup (abiotik) ke dalam tabel klasifikasi sesuai dengan ciri-ciri dasar yang tepat.
  3. Melalui refleksi terarah, peserta didik dapat menganalisis keterkaitan/interaksi antara komponen biotik dan abiotik di lingkungan sekolah dengan runut.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (benda tak hidup) tidak berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain dalam menjaga keseimbangan alam. Memahami hubungan ini menumbuhkan kesadaran diri untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar demi keberlangsungan kehidupan.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Coba amati halaman sekolah kita! Benda apa saja yang dapat bernapas dan tumbuh, serta benda apa saja yang tidak dapat bernapas?
  2. Jika semua air dan tanah di taman sekolah ini hilang, apa yang akan terjadi pada pohon dan rumput yang ada di sana?
  3. Mengapa sinar matahari yang tidak bernapas sangat dibutuhkan oleh tumbuhan hijau di sekitar kita?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan rasa syukur atas keanekaragaman ciptaan Tuhan di lingkungan sekolah dan merawat tanaman/lingkungan sekitar.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis dan memproses informasi dari hasil pengamatan untuk mengklasifikasikan benda biotik dan abiotik.
  3. Gotong Royong: Bekerja sama secara aktif dalam kelompok saat melakukan eksplorasi lapangan dan penyusunan laporan.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati detail benda-benda di sekitar mereka menggunakan pancaindra secara langsung.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan konsep teori biotik/abiotik dengan realitas lingkungan sekolah yang mereka temui sehari-hari.
  3. Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan belajar melalui aktivitas eksplorasi luar ruangan (Outdoor Learning) secara kolaboratif.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Komponen Biotik

Biotik adalah seluruh komponen lingkungan yang terdiri dari makhluk hidup.

Ciri-ciri utama komponen biotik:

  1. Bernapas (respirasi).
  2. Membutuhkan nutrisi/makanan dan air.
  3. Tumbuh dan berkembang.
  4. Berkembang biak (reproduksi).
  5. Peka terhadap rangsangan (iritabilitas).
  6. Mengeluarkan zat sisa (ekskresi).

Contoh lingkungan sekolah: Pohon manga, rumput, kupu-kupu, cacing tanah, semut, guru, dan peserta didik.

Konsep Dasar Komponen Abiotik

Abiotik adalah seluruh komponen lingkungan yang terdiri dari benda tak hidup (fisik dan kimia).

Ciri-ciri utama komponen abiotik:

  1. Tidak memiliki ciri-ciri kehidupan.
  2. Berperan sebagai media, penunjang, atau penyedia daya dukung bagi kehidupan biotik.

Contoh lingkungan sekolah: Tanah, air, udara, batu, sinar matahari, suhu, dan bangku taman.

Interaksi Biotik dan Abiotik

Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan tak hidupnya. Contoh: Tanaman (biotik) membutuhkan sinar matahari, tanah, dan air (abiotik) untuk melakukan fotosintesis agar tetap hidup.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Outdoor Learning / Experiential Learning (Pembelajaran Berbasis Pengalaman Langsung) dengan 4 tahap utama:

  1. Concrete Experience (Pengalaman Konkret): Pengamatan langsung di taman sekolah.
  2. Reflective Observation (Observasi Reflektif): Pencatatan dan refleksi hasil temuan.
  3. Abstract Conceptualization (Konseptualisasi Abstrak): Penarikan kesimpulan konsep biotik dan abiotik.
  4. Active Experimentation (Eksperimentasi Aktif): Menyajikan dan mengaplikasikan hasil klasifikasi.

Pendekatan Pembelajaran

Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) berbasis Student-Centered.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  1. Teknik: Tanya jawab interaktif dan kuis visual singkat menggunakan Smart TV.
  2. Instrumen: Gambar gabungan benda hidup dan tak hidup di layar Smart TV; peserta didik menebak kategori awal.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

  1. Teknik: Unjuk kerja (observasi lapangan) dan diskusi kelompok.
  2. Instrumen: Lembar observasi aktivitas pengamatan luar ruangan dan penilaian keaktifan diskusi LKPD.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  1. Teknik: Tes tertulis individual.
  2. Instrumen: Soal pilihan ganda dan esai singkat mengenai klasifikasi dan interaksi biotik-abiotik.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

Indikator SikapSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Peduli LingkunganSelalu merawat dan tidak merusak tanaman/benda di lingkungan sekolah selama eksplorasi.Menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan merawat komponen alam dengan sedikit pengingat.Kurang peduli pada lingkungan sekitar, kadang merusak rumput/benda tanpa sengaja.Acuh tak acuh dan cenderung merusak lingkungan saat kegiatan outdoor.
Bernalar KritisMampu membedakan dan menganalisis alasan pengelompokan secara mandiri dan logis.Mampu mengelompokkan benda dengan benar beserta alasan dasar yang cukup logis.Mengelompokkan benda dengan bantuan petunjuk guru.Belum mampu mengelompokkan benda meskipun sudah dibimbing.
Gotong RoyongSangat aktif bekerjasama, berbagi tugas, dan membantu teman dalam kelompok.Aktif bekerja sama dalam kelompok dalam menyelesaikan tugas.Kurang terlibat aktif, hanya melakukan tugas jika diminta.Tidak mau bekerja sama dan mengganggu kerja kelompok.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Pengamatan Outdoor & Diskusi)

Kriteria KeterampilanSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Ketepatan MengidentifikasiMampu menemukan dan mengidentifikasi >5 komponen biotik & abiotik dengan tepat.Mampu menemukan 4-5 komponen biotik & abiotik dengan tepat.Mampu menemukan 2-3 komponen biotik & abiotik dengan tepat.Hanya mampu menemukan <2 komponen biotik & abiotik.
Klasifikasi DataSeluruh data dimasukkan dalam kategori tabel klasifikasi yang benar tanpa kesalahan.Sebagian besar data (80%) dimasukkan dalam kategori yang benar.Separuh data (50%) dimasukkan dalam kategori yang benar.Data yang dimasukkan ke dalam tabel sebagian besar salah.
Presentasi HasilMenyampaikan hasil eksplorasi dengan suara jelas, percaya diri, dan responsif terhadap pertanyaan.Menyampaikan hasil eksplorasi dengan cukup jelas dan percaya diri.Menyampaikan hasil ekspresi dengan ragu-ragu dan suara kurang jelas.Tidak berani menyampaikan hasil eksplorasi di depan kelas.

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Tes Sumatif)

NilaiKriteria Pemahaman
86 - 100Memahami konsep dasar biotik-abiotik serta mampu menjelaskan bentuk interaksinya secara utuh.
71 - 85Memahami konsep dasar biotik-abiotik dan dapat mengklasifikasikan dengan benar.
61 - 70Memahami konsep biotik-abiotik namun masih bingung pada beberapa contoh benda khusus.
< 60Belum memahami konsep dasar komponen biotik dan abiotik.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar peserta didik, dan memimpin doa bersama.
  2. Guru memeriksa kesiapan belajar peserta didik serta mengecek kehadiran.
  3. Guru menyajikan tayangan video singkat/gambar pemantik melalui Smart TV tentang keindahan taman sekolah SDN 1 Wringin Anom yang di dalamnya terdapat berbagai objek.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik awal untuk menggali konsepsi awal: "Anak-anak, lihat gambar di Smart TV ini! Menurut kalian, apa perbedaan antara batu dan burung yang hinggap di atasnya?"
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, tahapan kegiatan outdoor learning, serta aturan keselamatan saat berada di luar kelas.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Tahap 1: Concrete Experience / Pengalaman Konkret (15 Menit)

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (masing-masing 4-5 siswa).
  2. Guru mengajak peserta didik keluar dari ruang kelas menuju halaman dan taman SD Negeri 1 Wringin Anom.
  3. Setiap kelompok dibekali LKPD yang telah disesuaikan (diferensiasi media).
  4. Peserta didik diminta melakukan pengamatan secara cermat (Mindful Learning) di area yang telah ditentukan, merasakan tekstur tanah, mengamati tanaman, serangga, air, serta paparan sinar matahari.
  5. Peserta didik mencatat/menggambar benda-benda yang mereka temukan di area sekolah ke dalam draf pengamatan awal.

Tahap 2: Reflective Observation / Observasi Reflektif (10 Menit)

  1. Peserta didik kembali ke ruang kelas dengan membawa data pengamatan lapangan.
  2. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengamati kembali daftar benda yang didapat.
  3. Guru mengajukan pertanyaan reflektif: "Benda mana yang membutuhkan makan dan bernapas? Benda mana yang tidak?"
  4. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyaring dan mengelompokkan data temuan mereka.

Tahap 3: Abstract Conceptualization / Konseptualisasi Abstrak (10 Menit)

  1. Guru memberikan penguatan materi melalui tampilan presentasi di Smart TV mengenai definisi resmi komponen "Biotik" (hidup) dan "Abiotik" (tak hidup).
  2. Peserta didik mencocokkan hasil analisis reflektif kelompok mereka dengan konsep ilmiah yang ditayangkan guru.
  3. Peserta didik menganalisis interaksi yang terjadi di antara komponen tersebut (misal: rumput membutuhkan tanah dan air untuk tumbuh).

Tahap 4: Active Experimentation / Eksperimentasi Aktif (15 Menit)

  1. Peserta didik menyelesaikan pengisian LKPD secara berkelompok (menyusun klasifikasi akhir dan menyusun simpulan hubungan antar komponen).
  2. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas. Guru menampilkan hasil kerja kelompok di layar Smart TV jika berupa foto lembar kerja atau menyajikannya di papan pajangan.
  3. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan secara santun.
  4. Guru memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif terhadap presentasi seluruh kelompok.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin utama pembelajaran tentang komponen biotik dan abiotik.
  2. Guru membagikan lembar tes tertulis singkat (asesmen sumatif) untuk dikerjakan secara mandiri oleh peserta didik.
  3. Guru memfasilitasi kegiatan refleksi pembelajaran (peserta didik menyampaikan rasa senang/kesulitan selama belajar outdoor).
  4. Guru memberikan tindak lanjut (informasi materi untuk pertemuan berikutnya).
  5. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran)

Peserta didik diajak untuk tidak sekadar melihat, tetapi benar-benar menyadari keberadaan komponen alam saat berada di luar kelas. Mereka diminta menyentuh tanah, mengamati gerakan semut, merasakan hangatnya sinar matahari, dan mendengarkan suara hembusan angin. Kesadaran sensori ini membangun fokus mendalam terhadap materi yang dipelajari.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik tidak menghafal definisi biotik dan abiotik secara teks semata. Mereka memahami bahwa pohon manga di SDN 1 Wringin Anom tidak dapat hidup tanpa tanah dan air di sekitarnya. Hal ini memberi pemahaman konkret bahwa keberadaan komponen abiotik sangat vital bagi keberlangsungan makhluk hidup.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Proses pembelajaran dipindahkan dari batas dinding kelas yang kaku ke ruang terbuka halaman sekolah. Pembelajaran luar ruangan yang dikombinasikan dengan penggunaan Smart TV interaktif menciptakan suasana belajar yang segar, dinamis, tidak membosankan, dan penuh kegembiraan.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan materi visual interaktif pada Smart TV bagi siswa yang menyukai gambar/video, serta menyediakan lingkungan nyata halaman sekolah sebagai sumber belajar langsung bagi siswa kinestetik.

Diferensiasi Proses

  1. Kelompok Kesiapan Bimbingan: Didampingi secara intensif oleh guru di lapangan dalam mengenali ciri-ciri dasar makhluk hidup.
  2. Kelompok Kesiapan Tinggi: Diberikan tantangan tambahan untuk mengidentifikasi interaksi mikro yang terjadi (misal: keterkaitan cacing tanah dengan kesuburan tanah).

Diferensiasi Produk

  1. Kelompok Visual/Awal: Menggunakan LKPD Berbasis Gambar (peserta didik dapat menggambar objek yang ditemukan atau menempelkan simbol gambar pada kolom Biotik/Abiotik).
  2. Kelompok Auditorial/Lanjut: Menggunakan LKPD Berbasis Teks Naratif (peserta didik menuliskan nama objek beserta deskripsi alasan dan pola interaksinya secara mendetail).

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan video tayangan awal sebagai pemantik visual, menampilkan slide konsep biotik-abiotik, serta memproyeksikan hasil karya kelompok saat presentasi.
  2. Laptop: Digunakan guru untuk mengoperasikan media pembelajaran terintegrasi dan mengolah instrumen penilaian.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar digital, video animasi sains singkat, dan platform kuis interaktif.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Smart TV dan Laptop.
  2. Video animasi interaktif tentang "Komponen Biotik dan Abiotik".
  3. Lingkungan nyata: Taman dan Halaman SDN 1 Wringin Anom.
  4. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Bergambar dan Teks.
  5. Papan Tulis dan Alat Tulis Warna.

Sumber Belajar

  1. Buku Teks Utama: Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  2. Lingkungan Lokal: Halaman dan ekosistem mini sekolah SDN 1 Wringin Anom.
  3. Sumber Digital: Portal Pembelajaran Kemdikbudristek / Modul Pembelajaran Sains Digital.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok.....................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Nomor Absen.....................................................
Tanggal Kegiatan.....................................................
Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Topik / MateriPengamatan Komponen Biotik dan Abiotik

Petunjuk Kerja

  1. Berdoalah sebelum memulai kegiatan!
  2. Bawa alat tulis dan lembar kerja ini ke halaman/taman sekolah bersama kelompokmu!
  3. Amati benda-benda yang ada di taman sekolah secara cermat!
  4. Temukan minimal 5 benda hidup dan 5 benda tak hidup!
  5. Tuliskan atau gambarkan hasil temuan kalian pada tabel di bawah ini!
  6. Diskusikan pertanyaan analisis bersama teman kelompokmu!

Tabel Hasil Pengamatan Lapangan

No

Nama Benda / Objek

Gambar Objek (Opsional)

Kategori (Biotik / Abiotik)

Alasan / Ciri-Ciri Utama

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Pertanyaan Analisis dan Diskusi
  1. Berdasarkan tabel di atas, sebutkan 3 ciri utama yang membedakan komponen Biotik dan komponen Abiotik!

Jawab: ...........................................................................................................................................

  1. Amatilah satu tanaman di taman sekolah! Sebutkan komponen abiotik apa saja yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut agar dapat bertahan hidup!

Jawab: ...........................................................................................................................................

  1. Apa yang terjadi jika tanah dan air di taman sekolah tercemar sampah plastik? Bagaimana dampaknya terhadap komponen biotik di sana?

Jawab: ...........................................................................................................................................

REMEDIAL

Program Bimbingan Remedial

Diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) atau mendapat nilai tes < 60.

  1. Bentuk Kegiatan: Pendampingan individu atau kelompok kecil (Re-teaching) menggunakan benda-benda langsung di dalam kelas (misal: membandingkan pensil dengan tanaman hias di pot).
  2. Fokus Penekanan: Memahami kembali 2 ciri utama makhluk hidup (bernapas dan butuh makan) untuk membedakannya dengan benda mati secara sederhana.
  3. Soal Latihan Ulang:
    • Klasifikasikan 5 benda berikut ke dalam kelompok Biotik atau Abiotik: Batu, Semut, Meja, Pohon Mangga, Air.
    • Mengapa air dikategorikan sebagai benda abiotik meskipun air bisa bergerak mengalir?

PENGAYAAN

Program Pengayaan

Diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui KKTP dengan nilai tes > 85.

  1. Bentuk Kegiatan: Penugasan mandiri berbasis proyek analisis sederhana "Jaring-Jaring Kehidupan Lingkungan Rumah".
  2. Tugas: Peserta didik diminta membuat peta konsep atau diagram alir yang menggambarkan keterkaitan antara 3 komponen biotik dan 3 komponen abiotik di pekarangan rumah mereka masing-masing.
  3. Pertanyaan Tantangan: "Dapatkah komponen biotik bertahan hidup jika seluruh komponen abiotik di bumi habis? Berikan alasan ilmiahmu secara terstruktur!"

REFLEKSI GURU

Pertanyaan Refleksi GuruJawaban / Hasil Evaluasi Diri
Apakah pelaksanaan model Outdoor Learning berjalan sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan?Ya, alokasi waktu 15 menit di luar ruang berjalan efektif karena aturan keselamatan dan instruksi kerja disimulasikan terlebih dahulu di kelas.
Apakah pemanfaatan Smart TV dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman awal peserta didik?Sangat efektif. Tayangan visual di awal mampu memfokuskan perhatian siswa visual dan mempercepat pemahaman istilah teknis.
Berapa persen peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran harian ini?Sekitar 85% peserta didik berhasil mengklasifikasikan komponen biotik dan abiotik dengan benar secara mandiri.
Kendala utama apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung?Beberapa peserta didik terlalu asyik bermain saat di taman sekolah sehingga pencatatan data sempat tertunda.
Perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pertemuan berikutnya?Memberikan pembagian peran yang lebih spesifik dalam kelompok (misal: pencatat, pengamat, pengumpul sampel) agar seluruh siswa fokus pada tugasnya.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Pertanyaan Refleksi Peserta DidikTanggapan / Isian Peserta Didik
Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai?Saat mengamati rumput, batu, dan serangga secara langsung di taman sekolah bersama teman kelompok.
Bagian mana dari materi ini yang menurutmu paling sulit dipahami?Memahami mengapa udara dan tanah termasuk benda tak hidup padahal di dalamnya ada makhluk kecil.
Apa hal baru yang kamu pelajari tentang lingkungan sekolahmu hari ini?Bahwa tanaman di sekolah sangat bergantung pada sinar matahari dan tanah untuk tetap tumbuh segar.
Bagaimana perasaanmu selama mengikuti pembelajaran outdoor dan menggunakan Smart TV?Sangat senang, tidak membosankan, dan lebih mudah mengerti karena bisa melihat langsung objeknya.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Komponen lingkungan hidup terdiri dari dua unsur utama, yaitu unsur biotik dan abiotik. Komponen biotik mencakup seluruh organisme bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroorganisme (bakteri dan jamur). Setiap komponen biotik memiliki tingkatan peran seperti produsen (tumbuhan hijau), konsumen (hewan dan manusia), serta pengurai (dekomposer).

Di sisi lain, komponen abiotik merupakan faktor fisik dan kimia non-hayati yang membentuk lingkungan tempat hidup. Faktor abiotik meliputi sinar matahari sebagai sumber energi utama, tanah sebagai substrat penopang akar dan penyedia hara, air sebagai pelarut fisiologis, serta udara (oksigen dan karbon dioksida) yang vital bagi respirasi dan fotosintesis. Interaksi erat antara kedua komponen ini membentuk kesatuan sistem fungsional yang disebut ekosistem. Kerusakan pada salah satu komponen abiotik (seperti pencemaran tanah/air) secara langsung akan mengganggu kelangsungan hidup komponen biotik di dalamnya.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Anak-anak hebat, tahukah kamu bahwa lingkungan di sekitar kita terdiri dari dua bagian besar?

  1. Bagian Pertama adalah Komponen Biotik (Benda Hidup).

Biotik adalah semua benda di alam yang memiliki ciri-ciri kehidupan. Ciri makhluk hidup antara lain: bernapas, butuh makan dan minum, bisa tumbuh menjadi besar, bergerak, dan memiliki anak (berkembang biak). Contohnya: kucing, pohon kelapa, rumput, burung, semut, dan kita sendiri sebagai manusia.

  1. Bagian Kedua adalah Komponen Abiotik (Benda Tak Hidup).

Abiotik adalah benda-benda di sekitar kita yang tidak bernapas dan tidak tumbuh. Walaupun tak hidup, benda abiotik sangat penting! Tanpa benda abiotik, makhluk hidup tidak bisa bertahan hidup. Contohnya: air untuk minum tanaman dan hewan, udara untuk bernapas, tanah tempat tumbuh, batu, serta sinar matahari yang menghangatkan bumi.

Biotik dan abiotik selalu berteman dan saling membutuhkan. Tanaman (biotik) butuh tanah, air, dan matahari (abiotik) agar tidak layu. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga kebersihan tanah dan air di sekolah kita!

GLOSARIUM

  1. Biotik: Seluruh komponen lingkungan yang terdiri dari benda-benda hidup/makhluk hidup.
  2. Abiotik: Seluruh komponen lingkungan yang terdiri dari benda-benda tak hidup atau benda mati.
  3. Ekosistem: Tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
  4. Fotosintesis: Proses pembuatan makanan oleh tumbuhan hijau dengan bantuan sinar matahari, air, dan karbon dioksida.
  5. Iritabilitas: Kemampuan makhluk hidup untuk menerima dan menanggapi rangsangan dari luar.
  6. Outdoor Learning: Pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan di luar ruang kelas sebagai sumber belajar utama.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Fitri, A., duki, A., & Saputra, R. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Linggar, M. (2022). Pendekatan Outdoor Learning dalam Pembelajaran Sains Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sains Dasar, 10(2), 112-125.
  3. Sugiyono, T. (2020). Ekologi dan Lingkungan Hidup Kita. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  4. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Keterampilan Proses Sains (Pengamatan Outdoor)

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Keaktifan Mengamati LingkunganSkor 4: Mengamati objek dengan teliti menggunakan pancaindra, mencatat secara mandiri dan aktif.
Skor 3: Mengamati objek dengan teliti, mencatat dengan sedikit dorongan guru.
Skor 2: Pengamatan kurang teliti, sering terdistraksi hal lain di luar tugas.
Skor 1: Tidak melakukan pengamatan, pasif, dan mengganggu teman.
2Kemampuan Mengklasifikasi Biotik/AbiotikSkor 4: Mampu mengelompokkan >10 benda ke tabel biotik/abiotik tanpa kesalahan.
Skor 3: Mampu mengelompokkan 7-9 benda dengan kesalahan kecil (1-2 benda).
Skor 2: Mengelompokkan 4-6 benda dengan beberapa kesalahan (3-4 benda).
Skor 1: Mengelompokkan <4 benda dan terdapat banyak kesalahan mendasar.
3Kerjasama dalam KelompokSkor 4: Berbagi tugas secara adil, mendengarkan pendapat teman, dan saling membantu.
Skor 3: Bekerja sama dengan baik namun peran kurang seimbang dalam kelompok.
Skor 2: Hanya mau bekerja sendiri atau acuh terhadap anggota kelompok.
Skor 1: Menolak bekerja sama dan memicu konflik dalam kelompok.
4Keterampilan Presentasi HasilSkor 4: Mempresentasikannya dengan percaya diri, artikulasi jelas, dan lancar merespons pertanyaan.
Skor 3: Mempresentasikannya dengan lancar namun kurang percaya diri saat merespons.
Skor 2: Mempresentasikan hasil dengan membaca teks secara kaku dan suara pelan.
Skor 1: Tidak mau bersuara saat presentasi di depan kelas.

Soal Evaluasi Sumatif (Tertulis)

Perhatikan benda-benda berikut!

(1) Batu

(2) Cacing tanah

(3) Sinar matahari

(4) Pohon mangga

(5) Air

  1. Benda yang termasuk dalam komponen BIOTIK ditunjukkan oleh nomor...

a. (1) dan (3)

b. (2) dan (4)

c. (3) dan (5)

d. (1) dan (4)

  1. Mengapa air dan udara dikelompokkan ke dalam komponen abiotik?

a. Karena bergerak ke mana-mana

b. Karena tidak membutuhkan makanan dan tidak bernapas

c. Karena jumlahnya sangat banyak di alam

d. Karena diciptakan oleh manusia

  1. Di taman SDN 1 Wringin Anom terdapat rumput gajah yang tumbuh subur. Hubungan antara rumput gajah (biotik) dengan tanah (abiotik) adalah...

a. Rumput gajah membutuhkan tanah sebagai tempat tumbuh dan penyedia hara

b. Tanah merusak pertumbuhan akar rumput gajah

c. Rumput gajah tidak memerlukan tanah untuk hidup

d. Tanah memakan rumput gajah saat hujan turun

  1. Tulislah 3 contoh komponen abiotik yang ada di halaman sekolahmu beserta manfaatnya bagi makhluk hidup!

Jawab: ...........................................................................................................................................

  1. Jika semua pohon di halaman sekolah ditebang habis, apa dampaknya terhadap suhu udara dan keberadaan hewan-hewan kecil (seperti semut dan burung) di sana? Jelaskan alasanmu!

Jawab: ...........................................................................................................................................

 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130