Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Solusi Masalah Kegiatan Ekonomi Dan Sampah Konsumsi
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS dan Keterampilan Proses
Model Pembelajaran : Project Based Learning (PjBL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Culturally Responsive Teaching (CRT)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Penanganan masalah sampah TPA daerah dan Diferensiasi produk (poster/infografis/bagan)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki modalitas belajar dominan visual. Mereka sangat antusias dan cepat merespons stimulus berbentuk gambar, diagram, dan tayangan video interaktif. Namun demikian, hasil asesmen awal menunjukkan sebagian besar peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar keterkaitan antara kegiatan ekonomi (khususnya konsumsi) dengan dampak ekologis berupa peningkatan volume sampah plastik yang bermuara di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) daerah setempat.

Kesiapan Belajar

  1. Kelompok Mahir: Peserta didik telah memahami konsep kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) dan mampu mengidentifikasi dampaknya terhadap lingkungan secara mandiri.
  2. Kelompok Sedang: Peserta didik memahami arti konsumsi dan jenis-jenis sampah, tetapi belum mampu mengorelasikan pola konsumsi harian dengan krisis sampah di TPA daerah.
  3. Kelompok Perlu Bimbingan: Peserta didik belum memahami konsep dasar kegiatan ekonomi dan melihat sampah hanya sebagai barang buangan tanpa menyadari asal-usulnya dari aktivitas konsumsi.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk menganalisis hubungan antara kegiatan ekonomi masyarakat dengan penumpukan sampah konsumsi, serta mampu merancang rencana aksi pengurangan sampah konsumsi sekolah berbasis kearifan lokal penanganan TPA daerah melalui pendekatan proyek kolaboratif.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan video kondisi TPA daerah pada Smart TV, peserta didik dapat menjelaskan hubungan sebab-akibat antara kegiatan konsumsi harian dengan peningkatan volume sampah dengan sistematis.
  2. Melalui diskusi kelompok berbasis masalah kontekstual, peserta didik dapat menganalisis pola sampah konsumsi di lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom secara kritis.
  3. Melalui metode Project Based Learning, peserta didik dapat merancang media rencana aksi pengurangan sampah konsumsi sekolah dalam bentuk poster, infografis, atau bagan alur sesuai minat kelompok secara kreatif dan kolaboratif.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Keputusan konsumsi yang kita lakukan setiap hari dalam kegiatan ekonomi memiliki dampak langsung terhadap kelestarian lingkungan dan beban TPA daerah. Dengan merancang dan menerapkan rencana aksi pengurangan sampah di sekolah, kita berpartisipasi aktif dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menciptakan budaya hidup berkelanjutan.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa setiap kali kita membeli makanan Kemasan di kantin, jumlah sampah di tempat sampah sekolah selalu bertambah banyak?
  2. Apa yang akan terjadi pada lingkungan sekitar kita jika sampah dari kegiatan konsumsi harian terus dikirim tanpa diolah ke TPA daerah kita?
  3. Langkah nyata apa yang dapat kita rencanakan dan lakukan bersama di sekolah untuk mengurangi sampah hasil konsumsi tersebut?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bergotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk merancang proyek solusi sampah konsumsi.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis hubungan antara kegiatan konsumsi harian dan permasalahan penumpukan sampah di TPA lokal.
  3. Kreatif: Menghasilkan karya visual berupa rencana aksi pengurangan sampah sekolah yang inovatif.
  4. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan akhlak terhadap alam melalui kepedulian menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik terhadap pola konsumsi diri sendiri dan dampaknya bagi lingkungan.
  2. Meaningful Learning: Menghubungkan konsep teoritis kegiatan ekonomi dengan kondisi nyata sampah di TPA daerah.
  3. Joyful Learning: Pengalaman belajar yang menyenangkan melalui eksplorasi gambar, pembuatan karya visual, dan presentasi interaktif.

MATERI PEMBELAJARAN

Kegiatan Ekonomi dan Konsumsi

Kegiatan ekonomi terdiri dari produksi, distribusi, dan konsumsi. Konsumsi adalah kegiatan menggunakan atau menghabiskan nilai guna barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Setiap kegiatan konsumsi, terutama barang kemasan sekali pakai, menghasilkan produk sampingan berupa sampah konsumsi.

Dampak Sampah Konsumsi terhadap TPA Daerah

Peningkatan populasi dan gaya hidup konsumtif menyebabkan volume sampah di TPA daerah meningkat drastis. Sampah anorganik seperti plastik membutuhkan ratusan tahun untuk terurai, memicu pencemaran tanah, air tanah, serta bau tidak sedap yang mengganggu pemukiman warga sekitar TPA.

Rencana Aksi Pengurangan Sampah Sekolah (Prinsip 3R)

  1. Reduce (Mengurangi): Membawa tempat makan/minum sendiri, mengurangi pembelian makanan berbungkus plastik sekali pakai.
  2. Reuse (Menggunakan Kembali): Memanfaatkan wadah bekas untuk fungsi lain.
  3. Recycle (Mendaur Ulang): Memilah sampah organik dan anorganik di sekolah agar dapat diolah kembali.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

KomponenKeterangan
Model PembelajaranProject Based Learning (PjBL)
Pendekatan PembelajaranDeep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful)
Metode PembelajaranPengamatan Visual, Diskusi Kelompok, Penugasan Proyek, Presentasi

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Awal)

Dilakukan pada awal pembelajaran menggunakan pertanyaan pemantik dan kuis gambar visual melalui Smart TV untuk mengukur pemahaman awal konsep kegiatan ekonomi dan sampah.

Asesmen Formatif (Proses)

  1. Lembar observasi keterlibatan dan kolaborasi dalam diskusi kelompok.
  2. Lembar pemantauan perkembangan proyek (penyusunan rencana aksi).

Asesmen Sumatif (Akhir)

Penilaian produk akhir (Poster / Infografis / Bagan Alur Aksi Pengurangan Sampah) dan unjuk kerja presentasi kelompok menggunakan rubrik penilaian analitis.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Asesmen Diagnostik (Pemahaman Awal)

KategoriSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
Pemahaman Hubungan Konsumsi dan SampahBelum mampu menyebutkan arti konsumsi dan hubungannya dengan sampah.Mampu menyebutkan arti konsumsi tetapi belum bisa menghubungkan dengan sampah.Mampu menjelaskan hubungan konsumsi dan sampah secara sederhana.Mampu menganalisis hubungan kegiatan konsumsi dengan kondisi TPA daerah secara logis.

Rubrik Asesmen Formatif (Proses Proyek PjBL)

Kriteria PenilaianSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
Kerjasama KelompokPasif dan tidak berkontribusi dalam kelompok.Berkontribusi jika diminta oleh anggota kelompok.Aktif berdiskusi dan membantu menyelesaikan tugas kelompok.Sangat aktif, memimpin diskusi, dan membantu anggota yang kesulitan.
Analisis Masalah Sampah SekolahMampu mengidentifikasi 1 jenis sampah tanpa solusi.Mampu mengidentifikasi 2 jenis sampah dengan solusi kurang relevan.Mampu mengidentifikasi sampah sekolah dan memberikan solusi yang cukup terarah.Mampu menganalisis jenis sampah sekolah dan merumuskan solusi terstruktur berbasis 3R.

Rubrik Asesmen Sumatif (Produk Rencana Aksi)

KriteriaSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
Kejelasan Pesan & InformasiPesan rencana aksi tidak jelas dan sulit dipahami.Pesan kurang fokus, ide aksi belum tertata dengan baik.Pesan rencana aksi jelas, mudah dipahami, memuat ide aksi yang baik.Pesan sangat jelas, sistematis, informatif, dan memuat solusi aksi yang sangat aplikatif.
Tampilan Visual & EstetikaTampilan tidak rapi, penggunaan warna dan gambar tidak sesuai.Tampilan cukup rapi namun komposisi visual belum seimbang.Tampilan menarik, rapi, gambar dan tulisan proporsional.Tampilan sangat menarik, estetik, kreatif, dan sangat sesuai untuk gaya belajar visual.
Penguasaan PresentasiMampu mempresentasikan karya dengan membaca teks penuh tanpa menjelaskan.Mempresentasikan karya dengan bantuan guru secara dominan.Mempresentasikan karya dengan lancar dan percaya diri.Mempresentasikan karya dengan sangat lancar, menguasai materi, dan menjawab pertanyaan dengan tepat.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, mengondisikan kelas, dan mengajak peserta didik berdoa bersama (Mindful Learning).
  2. Guru memeriksa kesiapan belajar dan melakukan presensi kehadiran.
  3. Guru melakukan tes diagnostik singkat melalui tayangan gambar di Smart TV yang menunjukkan perbandingan kantin bersih dan TPA daerah yang meluap.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan menghubungkan materi dengan kearifan lokal penanganan TPA daerah.
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta bentuk produk rencana aksi yang akan dibuat.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar (10 Menit)

  1. Guru menayangkan video singkat tentang jejak sampah konsumsi makanan dari kantin sekolah hingga bermuara di TPA daerah setempat melalui Smart TV (Meaningful Learning).
  2. Peserta didik melakukan pengamatan visual secara cermat.
  3. Guru memfasilitasi tanya jawab interaktif: "Mengapa kegiatan belanja kita di sekolah bisa mempercepat penuhnya TPA daerah?"
  4. Guru menegaskan pentingnya membuat sebuah rencana aksi nyata pengurangan sampah konsumsi di lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom.

Sintaks 2: Mendesain Perencanaan Proyek (15 Menit)

  1. Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok) berdasarkan hasil analisis diagnostik awal.
  2. Guru menjelaskan pilihan produk aksi berbasis diferensiasi:
    • Kelompok Visual Kreatif: Membuat Poster Rencana Aksi.
    • Kelompok Visual Analitis: Membuat Infografis Pengurangan Sampah.
    • Kelompok Visual Konseptual: Membuat Bagan Alur Aksi Konsumsi Ramah Lingkungan.
  1. Setiap kelompok mendiskusikan rancangan proyek, alat dan bahan, serta pembagian peran antaranggota (Joyful Learning).

Sintaks 3: Menyusun Jadwal Pembuatan (10 Menit)

  1. Guru dan peserta didik sepakat tentang alokasi waktu penyelesaian proyek selama 20 menit pada pertemuan ini.
  2. Kelompok menyusun urutan kerja: menentukan topik aksi, menggambar/merancang visual, menuliskan poin aksi, dan persiapan presentasi.

Sintaks 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (20 Menit)

  1. Peserta didik mengerjakan proyek pembuatan produk rencana aksi pada lembar kerja yang disediakan.
  2. Guru berkeliling memberikan scaffolding (bantuan berjenjang), terutama kepada kelompok yang masih kesulitan memahami konsep dasar kegiatan ekonomi dan dampak sampah.
  3. Guru memastikan seluruh siswa berperan aktif dan mengecek kerapian serta keterbacaan pesan visual yang dibuat.

Sintaks 5: Menguji Hasil (10 Menit)

  1. Setiap kelompok menempelkan produk rencana aksinya di dinding kelas (Gallery Walk).
  2. Perwakilan kelompok mempresentasikan produknya di depan kelas, sementara kelompok lain menyimak dan memberikan tanggapan positif.
  3. Guru memberikan umpan balik langsung terhadap aspek pemahaman konsep dan kejelasan rencana aksi yang dipaparkan.

Sintaks 6: Evaluasi Pengalaman Belajar (10 Menit)

  1. Guru memfasilitasi diskusi reflektif mengenai proses pembuatan proyek dan pemahaman baru yang didapat.
  2. Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan hasil karya seluruh kelompok.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang hubungan kegiatan ekonomi konsumsi dan strategi pengurangan sampah sekolah.
  2. Peserta didik melakukan refleksi diri terkait perubahan sikap konsumsi harian (Mindful Learning).
  3. Guru memberikan penugasan tindak lanjut berupa komitmen pribadi menerapkan 1 aksi pengurangan sampah di sekolah.
  4. Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning

Peserta didik diajak untuk sadar penuh (mindful) saat melakukan kegiatan konsumsi sehari-hari. Mereka diajak merefleksikan bahwa setiap jajanan berbungkus plastik yang dibeli membawa dampak jangka panjang bagi kebersihan lingkungan sekolah dan TPA daerah.

Meaningful Learning

Konsep ekonomi (konsumsi) tidak hanya dihafalkan sebagai teori, melainkan dihubungkan langsung dengan persoalan nyata di sekitar mereka, yaitu tumpukan sampah kantin sekolah dan TPA lokal, sehingga pembelajaran menjadi bernilai dan relevan.

Joyful Learning

Peserta didik merasakan kegembiraan belajar melalui kerja kelompok interaktif, penggunaan tayangan visual Smart TV, dan kebebasan mengekspresikan pemahaman mereka dalam bentuk karya visual sesuai dengan minat kelompok.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyajikan materi pembelajaran dalam berbagai format visual: tayangan video konseptual di Smart TV, gambar infografis nyata, dan contoh konkrit kemasan sampah konsumsi.

Diferensiasi Proses

  1. Kelompok Mahir: Diberikan tantangan menganalisis dampak ekonomi dari pengolahan sampah.
  2. Kelompok Sedang: Diberikan panduan pertanyaan untuk menyusun rencana aksi.
  3. Kelompok Perlu Bimbingan: Diberikan pendampingan intensif oleh guru (scaffolding) dengan bantuan kartu gambar konsep ekonomi dan sampah.

Diferensiasi Produk

Peserta didik diberikan kebebasan memilih bentuk produk hasil kerja kelompok:

  1. Poster Visual Aksi Pengurangan Sampah (fokus pada estetika gambar dan slogan).
  2. Infografis Aksi Konsumsi Bijak (fokus pada data visual sederhana dan langkah aksi).
  3. Bagan Alur Aksi (fokus pada tahapan proses sebelum dan sesudah kegiatan konsumsi).

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan video pembuka tentang kondisi TPA daerah dan slides materi visual yang menarik perhatian siswa visual.
  2. Laptop Guru: Digunakan untuk mengelola media pembelajaran digital dan mengendalikan jalannya presentasi interaktif.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar berupa video dokumenter singkat tentang pengelolaan sampah lokal.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Video edukasi tentang hubungan kegiatan konsumsi dan sampah TPA daerah.
  2. Slide presentasi materi IPAS berbasis gambar interaktif.
  3. Kertas karton, spidol warna, krayon, dan cetakan gambar pendukung proyek.
  4. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Sumber Belajar

  1. Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Artikel dan berita lokal tentang penanganan sampah TPA di daerah setempat.
  3. Lingkungan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom (Kantin dan Tempat Sampah Sekolah).

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Lembar Kerja Kelompok: Rencana Aksi Pengurangan Sampah Konsumsi Sekolah

LabelIsi
Nama Kelompok
Anggota Kelompok1.
2.
3.
4.
5.
Kelas / FaseV / C
Tanggal

Petunjuk Kerja

  1. Amati tayangan video dan gambar masalah sampah konsumsi yang ditayangkan di Smart TV.
  2. Diskusikan pertanyaan analisis di bawah ini bersama anggota kelompokmu.
  3. Buatlah rancangan produk rencana aksi (Poster / Infografis / Bagan Alur) pada kotak gambar yang tersedia.

Bagian 1: Analisis Masalah Konsumsi dan Sampah

  1. Sebutkan 3 contoh kegiatan konsumsi yang sering kalian lakukan di kantin atau lingkungan sekolah!
    • Jawab: ............................................................................................................................................
  1. Apa masalah yang timbul dari kemasan sisa kegiatan konsumsi tersebut bagi lingkungan sekolah dan TPA daerah?
    • Jawab: ............................................................................................................................................

Bagian 2: Rancangan Aksi Pengurangan Sampah Sekolah

Tuliskan 3 rencana aksi nyata yang dapat kalian lakukan untuk mengurangi sampah konsumsi di SD Negeri 1 Wringin Anom!

  1. Aksi 1:
  2. Aksi 2:
  3. Aksi 3:

Bagian 3: Lembar Kreasi Visual Produk Aksi

Gambarkan dan tuliskan rencana aksi kelompokmu dalam bentuk Poster / Infografis / Bagan Alur secara menarik dan berwarna pada ruang di bawah ini:

Ruang Kreasiku (Gambarkan Poster/Infografis/Bagan di Sini)










REMEDIAL

Program Bimbingan Remedial

Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (belum memahami konsep dasar kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan sampah).

Kegiatan Remedial

  1. Guru memberikan penjelasan ulang secara individual atau kelompok kecil menggunakan bantuan media konkrit (kemasan jajanan dan wadah guna ulang).
  2. Peserta didik diajak memetakan kembali jalur kegiatan konsumsi hingga menghasilkan sampah secara visual sederhana.
  3. Diberikan latihan soal berbaris gambar untuk menguatkan pemahaman konseptual.

PENGAYAAN

Program Pengayaan

Diberikan kepada peserta didik yang telah menunjukkan pemahaman tinggi dan mampu menyelesaikan tugas proyek dengan sangat baik.

Kegiatan Pengayaan

  1. Peserta didik diminta menjadi "Duta Sampah Kecil" yang bertugas mengampanyekan rencana aksi yang telah dibuat ke kelas-kelas lain di SD Negeri 1 Wringin Anom.
  2. Peserta didik diberikan tugas melacak dan mencatat jenis sampah konsumsi yang ada di rumah selama 3 hari serta mengusulkan solusi pengurangannya.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan Refleksi GuruHasil Refleksi / Catatan Guru
1Apakah seluruh peserta didik dapat memahami hubungan antara kegiatan ekonomi konsumsi dengan masalah sampah TPA daerah?Sebagian besar peserta didik (85%) telah memahami hubungan tersebut setelah melihat tayangan video konteks lokal di Smart TV.
2Apakah penerapan model Project Based Learning (PjBL) efektif meningkatkan keaktifan siswa berbakat visual?Sangat efektif. Penggunaan media gambar dan kebebasan membuat poster/infografis membuat siswa visual sangat antusias.
3Kendala apa yang dihadapi selama proses pembuatan proyek kelompok?Beberapa kelompok membutuhkan waktu lebih lama dalam menyusun kalimat ajakan yang efektif pada poster.
4Bagaimana efektivitas diferensiasi produk yang diterapkan?Diferensiasi produk berjalan baik, kelompok dapat memilih media yang sesuai dengan tingkat kreativitas visual mereka.
5Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pembelajaran berikutnya?Memberikan batasan template visual yang lebih terstruktur agar alokasi waktu pembuatan proyek lebih efisien.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban / Tanggapan Siswa
1Hal baru apa yang kamu pelajari tentang sampah jajanan kita hari ini?Saya baru tahu kalau sampah bungkus makanan yang saya beli di kantin bisa menumpuk sampai berton-ton di TPA daerah.
2Bagian mana dari kegiatan membuat proyek poster/infografis yang paling kamu sukai?Saat menggambar dan mewarnai bersama teman-teman kelompok serta menempelkan hasilnya di dinding kelas.
3Apa rencana aksi sederhana yang akan kamu lakukan besok saat jajan di sekolah?Saya akan membawa tempat makan sendiri dari rumah agar tidak menggunakan plastik sekali pakai lagi.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Kegiatan ekonomi konsumsi merupakan bagian integral dari kehidupan manusia modern. Namun, pola konsumsi linier (Ambil - Pakai - Buang) menyebabkan krisis ekologis serius di berbagai daerah di Indonesia. TPA daerah sering kali mengalami overkapasitas akibat tingginya sampah anorganik hasil konsumsi rumah tangga dan sekolah. Pembelajaran IPAS di tingkat SD harus menanamkan perspektif ekonomi sirkular dan budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sejak dini. Melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), siswa diajak untuk tidak sekadar tahu, tetapi menyadari (mindful), merasakan keterkaitan (meaningful), dan bertindak dengan senang hati (joyful) demi keberlanjutan lingkungan.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Setiap hari kita melakukan kegiatan konsumsi, seperti membeli makanan, minuman, dan alat tulis. Barang-barang yang kita beli sering kali dibungkus menggunakan plastik. Setelah makanan habis, bungkusnya menjadi sampah konsumsi. Jika semua siswa di sekolah membuang bungkus plastik setiap hari, tempat sampah sekolah akan penuh dan sampah tersebut dibawa ke TPA daerah. TPA daerah adalah tempat penampungan seluruh sampah dari kota/desa kita. Karena sampah plastik susah hancur, TPA menjadi sangat penuh dan menimbulkan bau serta penyakit. Kita bisa membantu mengurangi sampah di TPA dengan cara: membawa botol minum sendiri, membawa tempat makan dari rumah, dan memilih jajanan tanpa kemasan plastik.

GLOSARIUM

  1. Ekonomi: Ilmu atau kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya melalui produksi, distribusi, dan konsumsi.
  2. Konsumsi: Kegiatan menggunakan, menghabiskan, atau memanfaatkan nilai guna suatu barang dan jasa.
  3. Sampah Konsumsi: Sisa buangan yang dihasilkan dari aktivitas penggunaan barang kebutuhan harian.
  4. TPA (Tempat Pemrosesan Akhir): Tempat untuk memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan.
  5. Reduce: Upaya mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah.
  6. Reuse: Upaya menggunakan kembali barang-barang yang masih layak pakai.
  7. Recycle: Upaya mendaur ulang sampah menjadi barang baru yang berguna.
  8. Infografis: Media informasi visual yang menggabungkan teks, gambar, dan grafik agar mudah dipahami.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran IPAS Fase C. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Fitri, A., dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  3. Fitri, A., dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  4. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2023). Panduan Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah Ramah Lingkungan. Jakarta: KLHK.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan Proyek

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4)Skor
1Pengamatan Konsep Ekonomi KonsumsiSkor 1: Belum mampu mengidentifikasi kegiatan konsumsi.
Skor 2: Mampu menyebutkan contoh konsumsi tanpa keterkaitan sampah.
Skor 3: Mampu menjelaskan hubungan konsumsi dan sampah konsumsi.
Skor 4: Mampu menganalisis rantai kegiatan konsumsi hingga dampak di TPA daerah secara tepat.
2Kerjasama dan Gotong Royong KelompokSkor 1: Tidak mau bekerja sama dalam kelompok.
Skor 2: Bekerja sama hanya jika diperintah teman.
Skor 3: Aktif bekerjasama dan berbagi tugas dengan baik.
Skor 4: Sangat proaktif, membimbing teman, dan menjaga keharmonisan kelompok.
3Kreativitas Visual Produk AksiSkor 1: Produk tidak rapi dan tidak memuat unsur visual yang jelas.
Skor 2: Produk rapi namun ide visual sangat terbatas.
Skor 3: Produk menarik, visual rapi, dan pesan aksi jelas.
Skor 4: Produk sangat inovatif, estetik, komunikatif, dan sangat sesuai target visual.
4Kemampuan Komunikasi PresentasiSkor 1: Tidak berani berbicara saat presentasi.
Skor 2: Berbicara sangat pelan dan membaca seluruh teks.
Skor 3: Mempresentasikan hasil karya dengan lancar dan jelas.
Skor 4: Mempresentasikan hasil dengan sangat percaya diri, artikulasi jelas, dan responsif.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130