Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Masalah penumpukan sampah hasil konsumsi dan rancangan bijak limbah.
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS dan Keterampilan Proses
Model Pembelajaran : Project Based Learning (PjBL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning: Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Integrasi Lokal: Penanganan dampak penumpukan sampah di TPA daerah setempat. Diferensiasi: Produk aksi (poster, infografis, atau bagan alur aksi).

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Profil Peserta Didik

Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom berjumlah 28 anak. Berdasarkan hasil pemetaan awal gaya belajar, mayoritas peserta didik memiliki kecenderungan belajar visual (78%), di mana mereka lebih cepat memahami konsep melalui sajian grafis, tayangan video, warna, dan bagan terstruktur. Peserta didik sangat aktif merespons media visual yang ditayangkan melalui Smart TV.

Kesiapan Belajar (Readiness)

  1. Kelompok Mahir: Peserta didik telah memahami jenis-jenis sampah (organik/anorganik) dan mampu menganalisis dampak sampah konsumsi terhadap lingkungan secara kritis.
  2. Kelompok Sedang: Peserta didik memahami perbedaan jenis sampah, namun masih membutuhkan panduan visual untuk menghubungkan pola konsumsi harian dengan penumpukan limbah.
  3. Kelompok Perlu Bimbingan: Peserta didik masih kesulitan membedakan kategori limbah konsumsi dan memerlukan pendampingan langsung dalam menyusun langkah konkrit pengurangan sampah.

Konteks Lokal

Lingkungan sekolah dan pemukiman peserta didik berdekatan dengan area alur pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) daerah setempat. Fenomena penumpukan sampah konsumsi plastik makanan ringan dan minuman kemasan di kantin sekolah menjadi isu riil yang langsung diamati oleh peserta didik setiap hari.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran Fase C (Elemen Pemahaman IPAS dan Keterampilan Proses)

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk menganalisis hubungan antara kegiatan manusia dengan perubahan lingkungan, serta mampu merancang dan melakukan rencana aksi konkrit untuk memecahkan masalah lingkungan lokal secara bergotong royong.

Sub-Capaian Pembelajaran Topik

Peserta didik mampu merancang rencana aksi pengurangan sampah konsumsi sekolah melalui sintesis data dampak sampah dan prinsip tata kelola limbah secara bijak yang disajikan dalam media visual.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Melalui pengamatan tayangan video kontekstual TPA daerah dan sampah kantin di Smart TV, peserta didik dapat mengorelasikan pola konsumsi harian dengan krisis penumpukan sampah di sekolah dan daerah secara mendalam.
  2. Melalui diskusi kelompok berbasis masalah lokal, peserta didik dapat mengidentifikasi sekurang-kurangnya 3 jenis sampah konsumsi dominan di sekolah beserta solusi teknis pengurangannya secara tepat.
  3. Melalui kerja kelompok dengan model PjBL, peserta didik dapat merancang karya aksi visual (poster, infografis, atau bagan alur) rancangan bijak limbah sekolah yang komprehensif.
  4. Melalui kegiatan galeri karya (gallery walk), peserta didik dapat mengkomunikasikan rancangan aksi pengurangan sampah konsumsi dengan bahasa yang santun, bernalar kritis, dan percaya diri.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Sampah konsumsi bukan sekadar benda terbuang yang hilang dari pandangan setelah dimasukkan ke tempat sampah, melainkan jejak aktivitas manusia yang berdampak langsung pada daya tampung TPA daerah dan kelestarian ekosistem lokal. Keputusan kecil harian dalam mengonsumsi dan mengelola limbah menentukan kualitas lingkungan hidup masyarakat di masa depan.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membayangkan ke mana perginya bungkus plastik jajanan yang kita buang ke tempat sampah sekolah setiap hari?
  2. Mengapa TPA di daerah kita semakin hari semakin menggunung tinggi?
  3. Langkah nyata apa yang bisa kita ciptakan bersama di sekolah agar jumlah sampah konsumsi kita berkurang secara signifikan mulai hari ini?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan rasa sayang pada alam dengan menjaga kebersihan lingkungan sekolah dari limbah konsumsi.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis data hubungan antara aktivitas konsumsi dengan volume penumpukan sampah.
  3. Gotong Royong: Bekerja sama secara kolaboratif dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek media aksi.
  4. Kreatif: Mengembangkan ide visual visualisasi rancangan bijak limbah yang menarik dan informatif.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning Competencies)

  1. Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati kebiasaan membuang sampah pribadi dan merenungkan dampaknya bagi lingkungan.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan materi tata kelola limbah dengan kondisi riil TPA daerah dan masalah nyata di kantin sekolah.
  3. Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan mendesain produk aksi visual interaktif yang dipamerkan kepada rekan sebaya.

MATERI PEMBELAJARAN

Masalah Penumpukan Sampah Hasil Konsumsi

Sampah hasil konsumsi merupakan limbah yang dihasilkan langsung dari sisa aktivitas pemenuhan kebutuhan harian manusia, seperti kemasan plastik tunggal, sedotan, pembungkus makanan Styrofoam, dan botol sekali pakai. Di SD Negeri 1 Wringin Anom dan wilayah sekitarnya, jenis sampah ini mendominasi limbah harian. Penumpukan yang terus-menerus tanpa ada upaya pengurangan dari sumbernya membebani daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) daerah, menyebabkan pencemaran tanah, menyumbat saluran air, serta memicu bau tidak sedap.

Konsep Tata Kelola Limbah Bijak (Hierarki Sampah)

Untuk mengatasi masalah sampah konsumsi, pendekatan utama yang dilakukan bukan sekadar membersihkan atau membakar, melainkan mengurangi volume sampah dari hulunya melalui prinsip 3R:

  • Refuse & Reduce (Menolak dan Mengurangi): Membatasi pembelian barang berkemasan sekali pakai, membawa tempat makan dan botol minum sendiri (tumbler) ke sekolah.
  • Reuse (Menggunakan Kembali): Memanfaatkan kembali wadah bekas untuk fungsi yang sama atau berbeda tanpa proses pengolahan kimia.
  • Recycle (Mendaur Ulang): Memilah limbah agar dapat diolah kembali menjadi produk baru yang bernilai guna.

Rancangan Aksi Pengurangan Sampah Sekolah

Rencana aksi pengurangan sampah adalah strategi sistematis yang disusun oleh komunitas sekolah untuk mengarahkan perubahan perilaku konsumsi. Rencana aksi memuat target pengurangan, langkah operasional harian (misalnya gerakan zero plastic di kantin), serta pembagian peran antar warga sekolah.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Project Based Learning (PjBL) dengan 6 Langkah Sintaksis:

  1. Pertanyaan Mendasar (Essential Question)
  2. Desain Perencanaan Proyek (Design Project Plan)
  3. Menyusun Jadwal Pembuatan (Create Schedule)
  4. Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (Monitor Project Progress)
  5. Menguji Hasil (Assess Output/Product)
  6. Evaluasi Pengalaman Belajar (Evaluate Experience)

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui integrasi kesadaran penuh (Mindful), keterkaitan makna nyata (Meaningful), dan suasana belajar mengesankan (Joyful).

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  • Teknik: Kuis Visual Interaktif singkat via Smart TV.
  • Instrumen: Lembar Pertanyaan Pilihan Ganda Visual untuk mengukur pemahaman awal jenis sampah dan kecenderungan gaya belajar.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

  • Teknik: Observasi Kinerja Kelompok dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  • Instrumen: Rubrik Observasi Sikap Colaboratif dan Form Lembar Kerja Diskusi.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Teknik: Penilaian Produk Aksi Visual dan Presentasi Galeri Karya.
  • Instrumen: Rubrik Penilaian Produk (Poster/Infografis/Bagan) dan Rubrik Presentasi.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Produk Aksi Visual (Poster / Infografis / Bagan Alur)

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Isi & Kedalaman InformasiSolusi pengurangan sampah sangat spesifik, terukur, dan berbasis kearifan lokal TPA daerah.Solusi pengurangan sampah spesifik dan dapat diterapkan di sekolah.Solusi masih bersifat umum dan belum operasional.Informasi solusi kurang relevan dengan masalah sampah konsumsi.
Kualitas Visual & DesainTata letak sangat rapi, kombinasi warna harmonis, gambar sangat mendukung pesan.Tata letak rapi, warna menarik, gambar sesuai dengan topik.Tata letak kurang rapi, penggunaan warna terlalu ramai, gambar terbatas.Desain tidak rapi, tidak menarik, dan pesan visual sulit dibaca.
Kreativitas & KeaslianGagasan visual sangat orisinal, unik, dan memuat ajakan persuasif yang kuat.Gagasan visual menarik dan memuat kalimat ajakan yang jelas.Mengikuti contoh yang ada tanpa ada variasi gagasan baru.Meniru total karya lain atau tidak selesai.

Rubrik Penilaian Presentasi & Unjuk Kerja Kelompok

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Penguasaan MateriMampu menjelaskan seluruh isi rancangan aksi secara lancar dan mampu menjawab pertanyaan kritis.Mampu menjelaskan isi rancangan aksi dengan baik dan menjawab sebagian besar pertanyaan.Menjelaskan materi dengan membaca teks secara dominan dan ragu saat menjawab.Tidak mampu menjelaskan isi karya visual yang dibuat kelompoknya.
Kerjasama KelompokSeluruh anggota kelompok berperan aktif dan membagi tugas secara seimbang selama proyek.Mayoritas anggota kelompok berperan aktif dalam penyelesaian proyek.Hanya 1-2 anggota yang mendominasi pekerjaan, anggota lain pasif.Kelompok tidak mampu bekerja sama dan tugas dikerjakan individu.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Tahap Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, mengondisikan fisik dan mental peserta didik agar siap belajar (Mindful Conditioning).
  2. Peserta didik diajak melakukan teknik pernapasan STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) selama 1 menit untuk membangun kesadaran penuh.
  3. Guru menampilkan foto kondisi riil penumpukan sampah di kantin SD Negeri 1 Wringin Anom dan cuplikan drone video TPA daerah pada layar Smart TV.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik kontekstual untuk menghubungkan gambar dengan pengalaman harian peserta didik (Meaningful Connection).
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, skenario model PjBL, dan bentuk penugasan diferensiasi produk aksi yang akan dibuat.

Tahap Kegiatan Inti (75 Menit)

Sintaks 1: Pertanyaan Mendasar (10 Menit)

  1. Peserta didik menyimak tayangan infografis interaktif melalui Smart TV mengenai laju akumulasi limbah plastik konsumsi.
  2. Guru memancing kesadaran kritis peserta didik: "Bagaimana cara kita sebagai siswa kelas V menghentikan gunungan sampah ini agar TPA daerah kita tidak meluap?"
  3. Peserta didik secara individu mengidentifikasi jenis sampah jajanannya sendiri hari ini (Mindful Learning).

Sintaks 2: Desain Perencanaan Proyek (10 Menit)

  1. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok) sesuai tingkat kesiapan belajar.
  2. Setiap kelompok diberikan kebebasan memilih bentuk produk aksi visual sesuai preferensi kreatif kelompok:
    • Opsi A: Poster Persuasif Pengurangan Sampah Kantin.
    • Opsi B: Infografis Data Sampah dan Solusi Bijak Limbah.
    • Opsi C: Bagan Alur Aksi "Satu Hari Tanpa Plastik Sekali Pakai".
  1. Kelompok menyusun pembagian peran (ketua, perancang gambar, penulis narasi, juru bicara).

Sintaks 3: Menyusun Jadwal Pembuatan (5 Menit)

  1. Kelompok menyepakati alokasi waktu pengerjaan proyek selama 30 menit.
  2. Guru memandu peserta didik menetapkan target pencapaian per 10 menit (sketsa, pewarnaan/penyempurnaan visual, finalisasi teks ajakan).

Sintaks 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (30 Menit)

  1. Peserta didik bergotong royong mendesain produk aksi pada kertas karton/kertas gambar dengan alat warna yang disediakan.
  2. Guru berkeliling melakukan pemantauan, memberikan bimbingan sesuai tingkat kebutuhan kelompok (Diferensiasi Proses):
    • Kelompok Perlu Bimbingan diberikan contoh bagan terstruktur/template garis besar.
    • Kelompok Mahir diberikan tantangan menambahkan data prediksi dampak jangka panjang.
  1. Suasana pengerjaan dipandu dengan musik instrumen berirama tenang untuk menjaga kegembiraan belajar (Joyful Learning).

Sintaks 5: Menguji Hasil (12 Menit)

  1. Setiap kelompok menempelkan karya visualnya di dinding kelas (Gallery Walk).
  2. Dua anggota kelompok bertugas menjadi "Juru Pelihara Galeri" untuk mempresentasikan karya, sedangkan anggota lain berputar mengunjungi galeri kelompok lain.
  3. Kelompok pengunjung memberikan umpan balik positif menggunakan stiker kertas catatan kecil yang disediakan.

Sintaks 6: Evaluasi Pengalaman Belajar (8 Menit)

  1. Guru memandu refleksi kelas atas hasil rancangan aksi yang telah dipamerkan.
  2. Peserta didik secara bersama-sama menentukan 3 langkah aksi tercepat yang akan langsung diterapkan di sekolah mulai besok.

Tahap Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru merangkum poin-poin penting materi rancangan bijak limbah.
  2. Peserta didik mengumpulkan LKPD yang telah dilengkapi.
  3. Guru memberikan apresiasi verbal dan penghargaan kelompok atas kerja sama yang solid (Joyful Appreciation).
  4. Guru menyampaikan tindak lanjut rencana aksi nyata di lingkungan sekolah.
  5. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Belajar Mawas Diri)

Peserta didik diajak secara sadar menghitung dan mengamati sisa kemasan makanan/minuman yang mereka beli dalam sehari. Hal ini menumbuhkan kesadaran pribadi bahwa limbah lingkungan bukan masalah orang lain, melainkan akumulasi dari tindakan individu setiap hari.

Meaningful Learning (Belajar Bermakna)

Materi tidak dipelajari secara teoritis semata, melainkan dikaitkan langsung dengan fakta lapangan penumpukan sampah di TPA daerah setempat dan kondisi kebersihan lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom. Peserta didik memahami bahwa karya visual yang mereka buat merupakan solusi nyata untuk komunitas mereka.

Joyful Learning (Belajar Mengesankan)

Proses pembuatan proyek media visual dirancang secara kolaboratif interaktif. Aktivitas pameran karya Gallery Walk memberi kesempatan kepada setiap peserta didik untuk merasa dihargai, menyampaikan ide secara bebas, serta menikmati interaksi belajar antarteman secara positif.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan bahan bacaan dan tampilan visual dalam berbagai tingkat kompleksitas pada Smart TV (gambar sederhana untuk kelompok perlu bimbingan, infografis data grafik untuk kelompok mahir).

Diferensiasi Proses

Guru memberikan tingkat pendampingan (scaffolding) yang bervariasi. Kelompok yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan langsung langkah demi langkah dari guru, sementara kelompok mahir bekerja secara mandiri dengan tantangan eksplorasi lebih dalam.

Diferensiasi Produk

Peserta didik dibebaskan memilih bentuk penuangan karya aksi visual sesuai potensi dan minat kelompok:

  • Poster edukatif bergambar menarik.
  • Infografis ringkas berisi data dan tips aksi.
  • Bagan alur (flowchart) langkah nyata pengelolaan limbah sekolah.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan tayangan video pematik TPA daerah beresolusi tinggi, media presentasi visual interaktif, serta penghitung waktu (timer) kegiatan PjBL.
  2. Laptop & Koneksi Internet: Digunakan oleh guru untuk melakukan stream materi visual kontekstual dan mencari data riil mengenai volume sampah daerah sebagai bahan pemantik pembelajaran.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Video Dokumenter Singkat Dampak Sampah TPA Daerah.
  2. Slide Infografis Interaktif Konsep 3R.
  3. Karton asturo, spidol warna, krayon, cat air, kertas post-it.
  4. Papan pameran karya sekolah.

Sumber Belajar

  1. Buku Teks IPAS Kelas V Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  2. Dokumen Data Pengelolaan Sampah Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Daerah.
  3. Lingkungan sekitar kantin SD Negeri 1 Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Lembar Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Kelompok...........................................................
Anggota Kelompok1. ........................................................
2. ........................................................
3. ........................................................
4. ........................................................
5. ........................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Tanggal Pelaksanaan...........................................................

JUDUL LKPD: MERANCANG AKSI BIJAK LIMBAH SEKOLAH KITA

LINGKUP TUGAS

Buatlah sebuah Rancangan Aksi Visual (pilih salah satu: Poster / Infografis / Bagan Alur) untuk mengurangi penumpukan sampah hasil konsumsi di SD Negeri 1 Wringin Anom!

LANGKAH KERJA:

  1. Amati Sampah Konsumsi

      Diskusikan dengan kelompokmu, apa 3 jenis sampah jajanan yang paling banyak ditemukan di tempat sampah        kelas/kantin sekolah hari ini?

    • Jenis Sampah 1: ...............................................................................................
    • Jenis Sampah 2: ...............................................................................................
    • Jenis Sampah 3: ...............................................................................................
  1. Analisis Dampak

       Jika sampah-sampah tersebut dibiarkan terus menumpuk dan dikirim ke TPA daerah, apa akibat buruk yang             akan terjadi pada lingkungan sekitar kita?

       Jawab: ..........................................................................................................................................

  1. Rencana Solusi Aksi Kelompok

       Tuliskan 3 langkah nyata bijak limbah yang dapat dilakukan oleh seluruh siswa SD Negeri 1 Wringin Anom!

    • Langkah 1: .........................................................................................................................
    • Langkah 2: .........................................................................................................................
    • Langkah 3: .........................................................................................................................
  1. Sketsa Produk Visual

       Buatlah gambaran kasar (sketsa) rancangan produk aksi visual kelompokmu di kolom berikut sebelum                     dipindahkan ke kertas karton utama!

       [ Kotak Area Gambar Sketsa Produk ]

  1. Penilaian Mandiri Kelompok

       Apakah seluruh anggota kelompokmu ikut serta menyumbangkan ide dan menggambar? (Ya / Tidak)

       Catatan Peran Anggota: ..........................................................................................................

REMEDIAL

Program remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:

  1. Bentuk Kegiatan: Pendampingan berulang secara personal atau kelompok kecil (peer tutoring).
  2. Penugasan: Peserta didik mengamati kembali 3 gambar tempat sampah sekolah, lalu mencocokkan tindakan pengurangan limbah yang sesuai menggunakan kartu bergambar (flashcard) tindakan bijak limbah secara visual.
  3. Target: Peserta didik mampu menyebutkan 2 cara konkrit mengurangi sampah plastik konsumsi harian.

PENGAYAAN

Program pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan kriteria Sangat Baik:

  1. Bentuk Kegiatan: Penugasan proyek tingkat lanjut berbasis investigasi lingkungan.
  2. Penugasan: Peserta didik merancang draft "Duta Sampah Kantin" dan menyusun draf usulan aturan ramah lingkungan untuk disampaikan kepada pengelola kantin sekolah (misalnya skema diskon untuk siswa yang membawa tempat makan sendiri).
  3. Target: Menghasilkan dokumen usulan kebijakan aksi lingkungan tingkat sekolah.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi Diri Guru
1Apakah seluruh peserta didik dapat terlibat aktif dalam kegiatan perancangan proyek aksi visual?Seluruh peserta didik tampak antusias. Pendekatan visual sangat efektif menarik keterlibatan peserta didik kelas V yang bergaya belajar visual.
2Apakah media Smart TV dan tayangan kondisi TPA daerah berhasil memicu kesadaran mawas diri (mindful learning) siswa?Tayangan kondisi TPA lokal sangat ampuh memberikan efek kejutan (dissonance cognitive) sehingga siswa menyadari dampak nyata sampah jajanan mereka.
3Kendala apa yang paling dominan muncul selama proses pembuatan proyek kelompok berlangsung?Manajemen waktu pada saat tahap pengerjaan detail pewarnaan karya visual membutuhkan pengawasan yang lebih ketat agar tidak melebihi jadwal.
4Bagaimanakah perbaikan perencanaan pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya?Guru perlu menyiapkan garis tepi atau batas waktu penyelesaian yang lebih jelas pada setiap tahap sintaks PjBL di layar Smart TV.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban / Tanggapan Peserta Didik
1Perasaan apa yang paling kamu rasakan saat membuat karya aksi visual bersama kelompokmu hari ini?....................................................................................................
2Hal baru apa yang kamu ketahui tentang kondisi sampah di TPA daerah kita setelah melihat tayangan Smart TV?....................................................................................................
3Aksi nyata apa yang akan langsung kamu lakukan besok di kantin sekolah untuk mengurangi sampah plastik?....................................................................................................
4Apakah kamu merasa pendapatmu didengarkan dan dihargai oleh teman-teman dalam kelompokmu?....................................................................................................

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  1. Pengelolaan Limbah Berkelanjutan Berbasis Sekolah: Strategi Edukasi Lingkungan Hidup pada Pendidikan Dasar.
  2. Panduan Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Pembelajaran IPAS SD.
  3. Data Profil Kebersihan dan Pengolahan Sampah Kabupaten/Kota Lokal.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  1. Buku Ilustrasi: "Ke Mana Perginya Sampah Plastik Jajananku?".
  2. Leaflet Visual: "5 Langkah Mudah Jadi Pahlawan Lingkungan Tanpa Sampah Plastik".

GLOSARIUM

  1. Sampah Konsumsi: Limbah yang dihasilkan secara langsung dari sisa barang/makanan yang dikonsumsi oleh manusia.
  2. TPA (Tempat Pemrosesan Akhir): Tempat untuk memproses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan secara aman bagi manusia dan lingkungan.
  3. Reduce: Upaya mengurangi pemusatan penggunaan barang atau material yang berpotensi menjadi sampah.
  4. Reuse: Upaya menggunakan kembali barang-barang bekas tanpa mengalami proses pengolahan bahan.
  5. Infografis: Media informasi yang disajikan dalam bentuk teks berpadu dengan elemen visual seperti gambar, grafik, dan warna.
  6. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman mendalam, keterkaitan makna riil, kesadaran penuh, dan suasana belajar yang menggembirakan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran IPAS Fase C. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Fitri, A. dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  3. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Laporan Nasional Pengelolaan Sampah dan Limbah Plastik Indonesia. Jakarta: KLHK.
  4. Muslich, M. (2023). Pembelajaran Berbasis Proyek dan Deep Learning pada Sekolah Dasar. Surabaya: Penerbit Media Ilmu.

LAMPIRAN

Lampiran 1: Lembar Observasi Sikap dan Keterampilan Proses Pembelajaran

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Bernalar Kritis (Analisis Masalah Sampah)Tidak mampu menyebutkan hubungan antara limbah konsumsi dengan dampak lingkungan.Mampu menyebutkan dampak sampah tetapi tidak logis dan tanpa data pendulum.Mampu menganalisis hubungan sampah konsumsi dan dampak TPA secara logis.Mampu menganalisis masalah sampah secara mendalam, kritis, serta mengaitkan fakta lokal secara tepat.
2Gotong Royong (Kerjasama Kelompok)Pasif, tidak mau bekerja sama, dan mengganggu jalannya pengerjaan proyek kelompok.Hanya mau bekerja jika diperintah berulang kali oleh ketua kelompok.Aktif melaksanakan bagian tugas kelompok yang disepakati bersama.Sangat aktif, membantu anggota lain yang kesulitan, dan menjaga keharmonisan kelompok.
3Kreativitas Visual (Penyusunan Media)Karya visual acak-acakan, tidak berwarna, dan tidak menyampaikan pesan aksi.Karya visual rapi namun meniru sepenuhnya contoh tanpa ada ide baru.Karya visual rapi, menarik, berwarna, dan memuat pesan ajakan yang jelas.Karya visual sangat kreatif, inovatif, perpaduan warna harmonis, dan daya ajak persuasif tinggi.
4Komunikasi (Presentasi Galeri Karya)Diam saat sesi presentasi dan tidak mampu menjawab pertanyaan pengunjung galeri.Menjelaskan karya dengan suara sangat pelan dan bergantung penuh pada catatan teks.Menjelaskan karya secara lancar dan menjawab pertanyaan dengan baik.Menjelaskan karya secara percaya diri, artikulasi jelas, bernalar kuat, dan interaktif dengan pengunjung.

Lampiran 2: Lembar Penilaian Rencana Aksi Visual (Asesmen Sumatif Produk)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Kejelasan Pesan Aksi Pengurangan SampahPesan aksi tidak jelas dan tidak berhubungan dengan sampah sekolah.Pesan aksi cukup jelas namun terlalu umum (misal: "Buanglah sampah pada tempatnya").Pesan aksi spesifik mengenai pengurangan limbah konsumsi plastik/kemasan.Pesan aksi sangat terstruktur, operasional, dan memberikan solusi konkrit bijak limbah.
2Estetika dan Kejelasan VisualTampilan karya tidak rapi, tulisan tidak terbaca, dan tanpa susunan gambar.Tulisan terbaca namun susunan tata letak visual kurang seimbang.Tata letak rapi, kombinasi warna menarik, dan gambar mendukung isi teks.Tampilan sangat artistik, keterbacaan tinggi, perpaduan warna dan gambar sangat profesional.
3Kesesuaian Kategori Diferensiasi ProdukProduk tidak selesai atau tidak sesuai dengan format pilihan (poster/infografis/bagan).Produk selesai namun bentuk formatnya membingungkan dan tidak beraturan.Produk selesai sesuai format pilihan kelompok dengan komponen dasar lengkap.Produk selesai sesuai format pilihan dengan tingkat kerapian dan kelengkapan elemen yang sempurna.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130