Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Dampak Ekstraksi Sda Pada Ekonomi
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) / Menganalisis masalah yang timbul jika bahan baku habis
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Culturally Responsive Teaching
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi: Teknik analisis bagan. Kearifan Lokal: Kondisi kelestarian alam lingkungan sekitar

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar mayoritas visual yang ditandai dengan tingginya antusiasme, ketertarikan, serta keaktifan saat pembelajaran disajikan melalui tayangan gambar bergerak, pemutaran video, dan bagan berwarna. Meskipun demikian, asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik belum memahami konsep dasar ekstraksi Sumber Daya Alam (SDA) serta rantai sebab-akibat keterhubungan antara ketersediaan bahan baku alam dengan stabilitas ekonomi masyarakat lokal.

Untuk menjembatani keterbatasan pemahaman konsep abstrak tersebut, pembelajaran dirancang menggunakan bantuan teknik analisis bagan (grafik/visual organizer). Melalui pemanfaatan bagan alir sebab-akibat yang konkret dan kontekstual dengan lingkungan Wringin Anom, peserta didik dipandu secara bertahap untuk membangun pemahaman yang utuh, mulai dari proses pengambilan bahan alam hingga dampaknya terhadap mata pencaharian warga sekitar jika bahan baku tersebut habis.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik diperkirakan mampu menganalisis keterkaitan antara pengetahuan ilmiah dengan pemanfaatan sumber daya alam serta dampaknya terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Secara spesifik pada topik ini, peserta didik mampu menganalisis masalah yang timbul jika bahan baku habis akibat aktivitas ekstraksi SDA yang berlebihan.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui rangkaian aktivitas pembelajaran mendalam berbasis Problem Based Learning, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi sedikitnya 3 bentuk aktivitas ekstraksi Sumber Daya Alam (SDA) yang terjadi di lingkungan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom berdasarkan pengamatan tayangan video dan bagan konteks lokal secara tepat.
  2. Menganalisis hubungan keterkaitan antara ketersediaan bahan baku hasil ekstraksi SDA dengan keberlanjutan mata pencaharian ekonomi masyarakat sekitar melalui kegiatan diskusi kelompok berbasis bagan alir.
  3. Memprediksi dan merumuskan sekurang-kurangnya 3 dampak kritis terhadap perekonomian masyarakat apabila bahan baku SDA mengalami kelangkaan atau habis dengan menggunakan teknik analisis bagan secara terstruktur.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Keberlangsungan roda perekonomian dan kesejahteraan hidup masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan serta kelestarian Sumber Daya Alam (SDA). Aktivitas ekstraksi SDA yang dilakukan secara eksploitatif dan tanpa perencanaan pemulihan akan menyebabkan habisnya bahan baku utama. Kondisi habisnya bahan baku ini berimbas langsung pada terputusnya rantai produksi, hilangnya lapangan pekerjaan bagi warga lokal di Wringin Anom, lonjakan harga kebutuhan, dan memicu krisis ekonomi-sosial berkepanjangan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan ekstraksi dan kelestarian alam adalah kunci keberlanjutan ekonomi masa depan.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apabila kayu di hutan atau pepohonan di sekitar Wringin Anom terus ditebang hingga habis, apa yang akan terjadi pada usaha pengrajin kayu dan tukang bangunan di desa kita?
  2. Mengapa jika air tanah dikuras habis atau sungai rusak, usaha pengerukan pasir dan pertanian masyarakat lokal bisa berhenti beroperasi?
  3. Dari mana asal barang-barang yang dijual di pasar sekitar kita, dan apa dampaknya bagi penjual jika bahan pembuat barang tersebut tidak ada lagi di alam?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Memproses informasi secara objektif, menganalisis hubungan sebab-akibat antarvariabel ekstraksi SDA dan dampak ekonomi, serta mengevaluasi masalah kelangkaan bahan baku.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama secara aktif dalam kelompok, berbagi peran, serta berkomunikasi efektif dalam menyelesaikan tugas analisis bagan.
  3. Kreatif: Menyusun dan menyajikan bagan alir dampak ekonomi dengan menyatukan gagasan-gagasan solutif secara visual.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (6C)

  1. Critical Thinking: Menganalisis keterkaitan rantai pasokan bahan baku SDA terhadap stabilitas ekonomi warga.
  2. Collaboration: Berkolaborasi dalam pemetaan bagan alir dampak bersama teman sebaya.
  3. Communication: Mengomunikasikan hasil analisis bagan secara lisan dan visual di depan kelas.
  4. Character: Mengembangkan rasa peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup di daerah asal.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Ekstraksi Sumber Daya Alam (SDA)

Ekstraksi SDA adalah proses pengambilan, pengerukan, atau pemanfaatan bahan-bahan mentah langsung dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh kegiatan ekstraksi di sekitar Wringin Anom meliputi:

  1. Penebangan kayu hutan/perkebunan untuk bahan bangunan dan furniture.
  2. Penambangan pasir dan batu sungai untuk material konstruksi.
  3. Pengambilan air tanah secara masif untuk kebutuhan industri kecil dan pertanian.
  4. Pemanfaatan hasil tambang mineral atau batu kapur.

Keterkaitan Bahan Baku dengan Ekonomi Masyarakat

Bahan baku yang diekstraksi dari alam merupakan input utama dalam kegiatan produksi. Rantai ekonomi yang terbentuk meliputi:

  1. Tahap Ekstraksi: Warga bekerja sebagai pengeruk pasir, penebang kayu, atau petani.
  2. Tahap Pengolahan: Bahan mentah diolah oleh pabrik, pengrajin, atau UMKM lokal menjadi barang jadi/setengah jadi.
  3. Tahap Distribusi & Konsumsi: Barang dijual di pasar lokal untuk memutar roda ekonomi.

Dampak Kelangkaan/Habisnya Bahan Baku Terhadap Ekonomi

Apabila ekstraksi dilakukan secara berlebihan tanpa kontrol (over-exploitation), bahan baku akan habis. Dampak yang ditimbulkan meliputi:

  1. Penutupan Usaha / Industri Lokal: Pabrik atau pengrajin tidak dapat berproduksi karena tidak ada bahan baku.
  2. Pengangguran Massal: Pekerja di bidang ekstraksi dan pengolahan kehilangan mata pencaharian.
  3. Kenaikan Harga Barang (Inflasi): Ketersediaan barang berkurang drastis sehingga harga menjadi sangat mahal.
  4. Penurunan Kesejahteraan Masyarakat: Tingkat pendapatan warga menurun yang memicu peningkatan angka kemiskinan di tingkat lokal.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Problem Based Learning (PBL) yang terdiri atas 5 sintaks:

  1. Orientasi peserta didik pada masalah.
  2. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar.
  3. Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok.
  4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya.
  5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Pendekatan Pembelajaran

  1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning):
    • Mindful Learning: Mendorong kesadaran penuh peserta didik akan dampak aktivitas manusia terhadap alam sekitar.
    • Meaningful Learning: Mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kearifan lokal serta kondisi nyata di Wringin Anom.
    • Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar interaktif dan menyenangkan melalui pemanfaatan Smart TV dan diferensiasi teknik analisis bagan visual.
  1. Culturally Responsive Teaching (CRT): Mengintegrasikan fenomena kelestarian alam dan mata pencaharian lokal Wringin Anom ke dalam materi ajar.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  • Teknik: Tes Lisan / Kuis Visual Singkat melalui tayangan gambar di Smart TV.
  • Instrumen: Pertanyaan pemantik visual untuk memetakan pemahaman awal siswa terkait asal-usul bahan baku dan mata pencaharian warga lokal.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  • Teknik: Penilaian Kinerja Kelompok dan Observasi Sikap/Kompetensi.
  • Instrumen: Lembar observasi diskusi kelompok dan pengerjaan LKPD (Teknik Analisis Bagan Dampak Ekstraksi).

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Teknik: Tes Tertulis Objektif dan Esai Singkat Pemetaan Bagan.
  • Instrumen: Lembar evaluasi individu untuk mengukur pencapaian indikator analisis masalah jika bahan baku habis.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

Kriteria / SkorSangat Baik (4)Baik (3)Cukup (2)Perlu Bimbingan (1)
Bernalar KritisMampu menganalisis masalah kelangkaan bahan baku secara mendalam dengan memberikan argumen logis dan berbasis bukti visual.Mampu menganalisis masalah kelangkaan bahan baku dengan argumen yang cukup jelas.Mampu menganalisis masalah tetapi masih memerlukan bantuan dalam menyusun argumen logis.Belum mampu menganalisis masalah kelangkaan bahan baku meskipun telah dibimbing.
Gotong RoyongSangat aktif bekerjasama, membagi tugas secara adil, dan membantu anggota kelompok yang mengalami kesulitan secara sukarela.Aktif bekerja sama dalam kelompok dan menyelesaikan tugas kelompok dengan baik.Cukup aktif tetapi kadang-kadang masih pasif dan perlu diingatkan untuk berpartisipasi dalam kelompok.Tidak mau bekerja sama dan cenderung mengganggu jalannya diskusi kelompok.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Analisis Bagan Kelompok)

IndikatorSangat Baik (4)Baik (3)Cukup (2)Perlu Bimbingan (1)
Kelengkapan Struktur BaganBagan memuat rantai sebab-akibat lengkap: Kegiatan Ekstraksi -> Bahan Baku -> Dampak Ekonomi -> Kelangkaan -> Solusi (5 komponen terisi tepat).Bagan memuat 4 komponen keterkaitan dengan jelas dan terstruktur.Bagan hanya memuat 2-3 komponen keterkaitan dan belum runtut.Bagan hanya memuat 1 komponen dan tidak terstruktur.
Kedalaman Analisis Dampak EkonomiMampu mengidentifikasi >3 dampak ekonomi secara konkret dan relevan dengan lingkungan sekitar Wringin Anom.Mampu mengidentifikasi 3 dampak ekonomi yang relevan dengan lingkungan sekitar.Mampu mengidentifikasi 1-2 dampak ekonomi tetapi sifatnya masih sangat umum.Tidak mampu mengidentifikasi dampak ekonomi dari habisnya bahan baku.
Presentasi Visual & KomunikasiPenyajian bagan sangat rapi, jelas, visual menarik, dan dipresentasikan dengan percaya diri serta runtut.Penyajian bagan rapi, visual cukup jelas, dan dipresentasikan dengan baik.Penyajian bagan kurang rapi dan presentasi dilakukan secara terbata-bata.Penyajian bagan tidak rapi dan tidak mampu mempresentasikannya.

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Evaluasi Individu)

NilaiKriteria
86 - 100Menjawab seluruh soal analisis dengan benar, runtut, serta memberikan penjelasan logis terkait dampak habisnya bahan baku pada ekonomi lokal.
71 - 85Menjawab sebagian besar soal dengan benar dan mampu menjelaskan keterkaitan ekstraksi SDA dengan ekonomi secara sederhana.
56 - 70Menjawab sebagian kecil soal dengan benar, penjelasan mengenai dampak ekonomi masih terbatas.
<= 55Belum mampu menjawab soal dengan tepat, memerlukan pembelajaran ulang (remedial).

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (10 Menit)

  1. Pembukaan dan Kesadaran Diri (Mindful Moment):
    • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa siswa, serta mengecek kehadiran.
    • Guru mengajak peserta didik melakukan latihan napas singkat (metode STOP) untuk menciptakan kesadaran penuh dan kesiapan belajar (Mindful Learning).
  1. Apersepsi dan Pengait Konteks Lokal (Meaningful Learning):
    • Guru menayangkan 2 slide gambar di Smart TV: Gambar (A) Lingkungan yang kaya bahan alam (misal: area sungai/hutan rindang di sekitar Wringin Anom) dan Gambar (B) Lingkungan yang gundul/rusak akibat pengerukan berlebihan.
    • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Menurut anak-anak, apa yang terjadi jika warga di desa kita terus-menerus mengambil bahan alam ini tanpa memikirkan masa depan?"
  1. Penyampaian Tujuan dan Motivasi (Joyful Learning):
    • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menginfokan bahwa siswa akan menjadi "Detektif Ekonomi Alam" yang bertugas memetakan dampak kelangkaan bahan baku menggunakan bagan visual interaktif.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Sintaks 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (10 Menit)

  • Guru menayangkan video durasi 3 menit melalui Smart TV yang menampilkan tayangan tentang berkurangnya bahan baku kayu/pasir di suatu daerah dan efeknya terhadap tutupnya UMKM pengrajin kayu serta melonjaknya pengangguran.
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat mengenai tayangan video untuk memancing naluri kritis siswa (Critical Thinking).
  • Guru mengenalkan konsep teknik analisis bagan sebab-akibat (Alur Ekstraksi -> Kelangkaan -> Dampak Ekonomi) menggunakan media grafik berwarna di Smart TV untuk membantu siswa visual memahami konsep dasar.

Sintaks 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (5 Menit)

  • Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok heterogen (masing-masing 4-5 siswa).
  • Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang khusus menggunakan Diferensiasi Teknik Analisis Bagan.
  • Kelompok menerima panduan tingkat kompleksitas bagan sesuai dengan tingkat pemahaman awal mereka, namun tetap dengan target capaian yang sama.

Sintaks 3: Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok (15 Menit)

  • Masing-masing kelompok melakukan analisis terhadap skenario studi kasus lingkungan lokal Wringin Anom yang diberikan dalam LKPD.
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan (scaffolding), terutama pada kelompok yang belum memahami konsep dasar ekstraksi, dengan cara mengarahkan mereka membaca bagan alir pembantu yang ada di LKPD.
  • Peserta didik berdiskusi aktif mengisi kolom-kolom bagan alir dampak: mengidentifikasi jenis ekstraksi SDA, bahan baku yang dihasilkan, apa yang terjadi jika bahan baku habis, serta dampaknya terhadap pendapatan keluarga/masyarakat lokal (Collaboration, Deep Learning).

Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (12 Menit)

  • Setiap kelompok melengkapi bagan alir visual mereka menggunakan spidol warna-warni agar tampilan bagan menarik secara visual (Joyful Learning).
  • Masing-masing kelompok mengutus perwakilannya untuk mempresentasikan hasil analisis bagan di depan kelas menggunakan layar Smart TV atau papan pajangan (Communication).
  • Kelompok lain menyimak dan memberikan tanggapan atau pertanyaan konstruktif.

Sintaks 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah (8 Menit)

  • Guru memberikan apresiasi atas hasil analisis bagan seluruh kelompok.
  • Guru menyimpulkan keterkaitan utama antara ekstraksi SDA berlebihan, hilangnya bahan baku, dan timbulnya krisis ekonomi masyarakat.
  • Guru mengklarifikasi miskonsepsi yang muncul selama proses analisis bagan.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Refleksi Bersama: Guru mengajak peserta didik merefleksikan apa yang telah dipelajari dan bagaimana perasaan mereka selama menganalisis masalah menggunakan bagan alir visual.
  2. Evaluasi Mandiri: Peserta didik mengerjakan lembar asesmen sumatif singkat berbasis soal bagan secara individual.
  3. Tindak Lanjut dan Penutup: Guru memberikan umpan balik, menyampaikan rencana pembelajaran minggu depan, dan menutup kelas dengan doa bersama serta salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)

Peserta didik dilatih untuk menyadari secara utuh bahwa tindakan manusia dalam mengambil hasil alam (ekstraksi) tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kehidupan manusia itu sendiri. Melalui pengamatan cermat terhadap kondisi lingkungan Wringin Anom, siswa diajak berempati terhadap nasib pekerja dan masyarakat jika alam rusak.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Materi tidak disajikan dalam bentuk hafalan definisi semata, melainkan dihubungkan langsung dengan realitas ekonomi di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom. Siswa memahami secara konkret bahwa meja belajar, bangunan rumah, dan bahan makanan yang mereka nikmati sehari-hari berasal dari rantai pasok ekstraksi SDA yang harus dijaga kelestariannya.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Suasana belajar dibangun dengan pemanfaatan teknologi interaktif (Smart TV), penayangan video visual yang menarik, serta aktivitas kelompok berbasis manipulasi bagan alir berwarna-warni. Pembelajaran berpusat pada eksplorasi mandiri dan diskusi yang demokratis sehingga siswa merasa tertantang dan bahagia.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Proses (Teknik Analisis Bagan)

  • Kelompok Bimbingan Khusus (Belum Memahami Konsep Dasar): Diberikan LKPD dengan bagan alir yang sudah dilengkapi kata kunci (scaffolding tinggi). Siswa bertugas melengkapi tanda panah keterhubungan dan mengisi bagian dampak ekonomi dengan pilihan gambar/simbol visual yang disediakan.
  • Kelompok Reguler (Memahami Konsep Dasar): Diberikan LKPD bagan alir semi-terbuka. Siswa mengisi sendiri rantai sebab-akibat dari ekstraksi SDA hingga dampaknya terhadap ekonomi masyarakat lokal secara mendetail.
  • Kelompok Mahir: Diberikan LKPD bagan alir kompleks (multi-variabel). Siswa menganalisis dampak ekonomi sekaligus merumuskan bagan solusi kelestarian (circular economy) untuk mencegah habisnya bahan baku.

Diferensiasi Produk

Siswa diberikan kebebasan untuk menyajikan bagan analisis dampak ekonomi dalam bentuk diagram alir garis, pohon masalah visual, atau bagan peta konsep berwarna sesuai dengan kreativitas kelompok visual mereka.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop: Digunakan guru untuk mengolah dan menjalankan perangkat pembelajaran, presentasi interaktif, dan materi visual.
  2. Smart TV: Digunakan sebagai layar penayang utama untuk memperlihatkan video pembelajaran eksploitasi SDA, slide infografis, serta menampilkan bagan alir digital yang interaktif bagi siswa visual.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber berita lokal, video studi kasus nyata ekstraksi SDA, dan pencarian gambar pendukung materi.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
    • Video Pembelajaran: "Rantai Pasok SDA dan Dampak Kelangkaan Bahan Baku bagi Ekonomi".
    • Slide Presentasi Infografis Smart TV.
    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Bagan Alir Visual.
    • Papan Bagan dan Spidol Warna.
  1. Sumber Belajar:
    • Buku Panduan Guru dan Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek.
    • Lingkungan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom (konteks ekstraksi lokal).
    • Artikel berita digital terkait dampak ekonomi kerusakan lingkungan lokal.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Kelompok / Anggota1. ...................................................
2. ...................................................
3. ...................................................
4. ...................................................
Kelas / FaseKelas V / Fase C
Nomor Absen...................................................
Tanggal...................................................

Judul Aktivitas

Analisis Bagan Sebab-Akibat: Dampak Ekstraksi SDA Terhadap Perekonomian Lokal Wringin Anom.

Petunjuk Kerja

  1. Amatilah tayangan video dan gambar kasus ekstraksi SDA di layar Smart TV bersama kelompokmu!
  2. Bacalah skenario masalah yang tersedia pada lembar LKPD ini!
  3. Diskusikan bersama anggota kelompokmu untuk melengkapi Bagan Alir Dampak Ekonomi di bawah ini!
  4. Gunakan spidol berwarna untuk menghubungkan kotak-kotak bagan agar terlihat jelas dan menarik!
  5. Persiapkan perwakilan kelompok untuk mempresentasikan bagan hasil analisismu di depan kelas!

Skenario Masalah

Di daerah dekat desa kita, terdapat aktivitas pengerukan batu dan pasir sungai serta penebangan kayu secara terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan pembangunan gedung di kota besar. Awalnya, banyak warga bekerja sebagai pengeruk pasir dan penebang kayu dengan penghasilan tinggi. Namun, setelah 5 tahun dilakukan secara besar-besaran tanpa henti, bahan baku pasir dan kayu di lokasi tersebut kini habis total. Sungai menjadi rusak dan hutan menjadi gundul.

Lembar Kerja Bagan Alir (Lengkapi Kolom Berikut)

Tahap RantaiPertanyaan Analisis BaganJawaban Kelompok (Isi analisis bagan)
Tahap 1: EkstraksiJenis SDA apa yang diekstraksi berlebihan pada skenario di atas?..........................................................................................................
Tahap 2: Produk/PekerjaanApa saja pekerjaan warga yang bergantung pada ketersediaan bahan baku tersebut?..........................................................................................................
Tahap 3: Kondisi Bahan BakuApa yang terjadi pada ketersediaan bahan baku jika diambil terus-menerus tanpa kontrol?..........................................................................................................
Tahap 4: Dampak Ekonomi 1Apa yang akan terjadi pada pemilik usaha pengrajin kayu/bangunan lokal saat bahan baku habis?..........................................................................................................
Tahap 5: Dampak Ekonomi 2Bagaimana nasib para pekerja dan pendapatan keluarga mereka jika tempat usaha tersebut tutup?..........................................................................................................
Tahap 6: Kesimpulan & SolusiMasalah ekonomi apa yang secara umum timbul dan apa langkah agar bahan baku tidak habis?..........................................................................................................

REMEDIAL

Program remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (nilai evaluasi individu <= 55).

Kegiatan Remedial

  1. Guru memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil dengan memanfaatkan media bagan bergambar yang lebih sederhana (1 panah sebab-akibat sederhana).
  2. Guru mereview kembali pemahaman konsep dasar dengan mengajak siswa mengamati secara langsung benda-benda di dalam kelas (misal: meja kayu) dan menelusuri asal bahan bakunya secara visual hingga dampaknya jika pohon habis.
  3. Siswa mengerjakan kembali soal latihan evaluasi berbasis pemetaan bagan bergambar sederhana.

PENGAYAAN

Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah mencapai kriteria ketuntasan dengan hasil Sangat Baik (nilai evaluasi individu > 85).

Kegiatan Pengayaan

  1. Peserta didik diberikan tugas peran sebagai "Perencana Ekonomi Hijau Desa Wringin Anom".
  2. Siswa diminta membuat bagan alir solusi (Circular Economy Chart) yang menggambarkan bagaimana cara memanfaat SDA secara berkelanjutan (misal: Reboisasi -> Ekstraksi Terbatas -> Pengolahan Kreatif -> Penanaman Kembali) sehingga bahan baku tidak habis dan ekonomi warga tetap stabil.
  3. Hasil bagan pengayaan dipajang di mading kelas sebagai inspirasi bagi teman-teman lainnya.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan Refleksi GuruHasil Refleksi / Catatan Evaluasi Guru
1Apakah penggunaan media Smart TV dan tayangan visual berhasil meningkatkan fokus serta pemahaman konsep dasar peserta didik?Efektif secara signifikan. Peserta didik visual menjadi jauh lebih fokus dan mampu menangkap alur masalah kelangkaan bahan baku dibanding metode ceramah verbal.
2Bagaimana efektivitas teknik analisis bagan dalam membimbing siswa memahami hubungan sebab-akibat ekstraksi SDA dan dampak ekonomi?Sangat efektif. Bagan alir bertindak sebagai penuntun berpikir runtut bagi siswa yang sebelumnya kesulitan memahami konsep abstrak rantai pasok ekonomi.
3Apakah seluruh peserta didik aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok berbasis Problem Based Learning ini?Sebagian besar aktif. Namun, ada 2 siswa pada kelompok 3 yang masih pasif dan membutuhkan dorongan langsung dari guru untuk berani menulis di bagan.
4Kendala teknis atau kendala pembelajaran apa yang ditemui selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung?Alokasi waktu pada saat diskusi pembuatan bagan sedikit molor karena siswa sangat asyik mewarnai bagan visual mereka. Perlu manajemen waktu lebih ketat.
5Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pertemuan pembelajaran berikutnya?Mempersiapkan template bagan yang sudah diberi pembatas warna siap pakai agar waktu diskusi dapat difokuskan penuh pada pendalaman analisis substansi masalah ekonomi.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikTanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai dan menurutmu paling menarik?Mengamati tayangan video di Smart TV dan menggambar alur bagan berwarna-warni bersama teman kelompok.
2Apakah kamu sekarang dapat memahami apa yang akan terjadi pada ekonomi warga jika bahan baku alam di desa kita habis?Ya, saya paham bahwa jika kayu/pasir habis, pabrik/usaha akan tutup dan warga tidak memiliki pekerjaan lagi.
3Apa kesulitan yang kamu rasakan saat mengisi bagan alir dampak ekonomi bersama kelompokmu tadi?Memikirkan urutan dampak dari tutupnya pabrik sampai ke harga barang di pasar yang menjadi mahal.
4Hal baru apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga kelestarian alam setelah mempelajari materi hari ini?Menghemat penggunaan kertas/kayu dan tidak merusak tanaman atau alam di lingkungan sekitar Wringin Anom.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Ekstraksi Sumber Daya Alam (SDA) merupakan kegiatan ekonomi primer yang menjadi fondasi awal dari seluruh rantai pasok manufaktur dan perdagangan. Namun, kegiatan ekstraksi yang tidak mengindahkan kapasitas daya dukung lingkungan (carrying capacity) akan berujung pada depresi sumber daya (resource depletion). Dalam konteks pendidikan IPAS Sekolah Dasar kelas V, analisis terhadap ekstraksi SDA berfokus pada pembangunan kesadaran sistemis peserta didik: bagaimana ketergantungan manusia pada alam bukan sekadar masalah lingkungan (sains), melainkan masalah keberlanjutan hidup dan perekonomian (sosial). Pendekatan visual melalui bagan alir (flowchart analysis) terbukti sangat ampuh bagi peserta didik SD dalam membangun skema kognitif sebab-akibat yang runtut, menghubungkan variabel lingkungan dengan indikator ekonomi seperti lapangan kerja, produksi, dan ketercukupan kebutuhan harian.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu dari mana asal meja kayu tempat dudukmu di sekolah? Ya, meja itu berasal dari pohon di hutan yang ditebang oleh penebang kayu. Kegiatan mengambil hasil langsung dari alam seperti menebang pohon, mengeruk pasir sungai, atau menambang dinamakan Ekstraksi Sumber Daya Alam (SDA).

Ekstraksi SDA memberikan bahan baku bagi para pembuat barang dan menciptakan pekerjaan bagi warga, seperti tukang kayu, sopir truk, dan pedagang. Namun, apa jadinya jika pohon ditebang terus-menerus tanpa ditanam kembali? Atau pasir sungai dikuras habis tanpa sisa?

Bahan baku tersebut akan HABIS! Jika bahan baku habis, maka:

  1. Pabrik dan pengrajin tidak bisa membuat barang lagi.
  2. Banyak warga kehilangan pekerjaan (pengangguran).
  3. Barang-barang di pasar menjadi sangat langka dan harganya sangat mahal.

Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan hasil alam secara bijak dan selalu menjaga kelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggal kita seperti di Wringin Anom ini!

GLOSARIUM

  1. Ekstraksi SDA: Proses pengambilan atau pengerukan bahan-bahan mentah secara langsung dari alam untuk dimanfaatkan dalam kebutuhan hidup manusia.
  2. Bahan Baku: Bahan mentah yang diperoleh dari alam yang digunakan sebagai modal dasar untuk diolah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi.
  3. Kelangkaan: Kondisi di mana jumlah kebutuhan manusia lebih banyak daripada jumlah barang atau sumber daya alam yang tersedia.
  4. Rantai Pasok: Urutan proses alir barang mulai dari pengambilan bahan mentah di alam, pengolahan di pabrik, hingga sampai ke tangan konsumen.
  5. Dampak Ekonomi: Pengaruh atau akibat yang dirasakan oleh perekonomian masyarakat (seperti pendapatan, pekerjaan, dan harga barang) akibat suatu peristiwa atau tindakan.
  6. Bagan Alir (Flowchart): Diagram yang menggambarkan urutan langkah, alur proses, atau hubungan sebab-akibat antar variabel secara visual.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase C. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Fitri, A., dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  3. Fitri, A., dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  4. Sugiyono. (2022). Model Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Pembelajaran Sains SD. Bandung: Alfabeta.
  5. Utomo, P. (2023). Integrasi Kearifan Lokal dan Media Visual dalam Pembelajaran IPAS Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sains Dasar Indonesia, 12(2), 45-58.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Bernalar Kritis dalam Analisis DampakSkor 4: Sangat Mampu menganalisis masalah kelangkaan bahan baku secara mendalam dengan memberikan argumen logis dan berbasis bukti visual bagan secara mandiri.
Skor 3: Mampu menganalisis masalah kelangkaan bahan baku dengan argumen logis yang cukup jelas.
Skor 2: Cukup mampu menganalisis masalah tetapi masih memerlukan dorongan dan bantuan bimbingan guru.
Skor 1: Belum mampu menganalisis masalah kelangkaan bahan baku meskipun telah dibimbing secara intensif.
2Kerjasama dan Gotong Royong KelompokSkor 4: Sangat aktif bekerjasama, membagi tugas bagan secara adil, serta membantu anggota kelompok yang mengalami kesulitan secara sukarela.
Skor 3: Aktif bekerja sama dalam kelompok dan menyelesaikan pengerjaan bagan dengan baik.
Skor 2: Cukup aktif tetapi kadang pasif dan perlu diingatkan guru untuk berpartisipasi dalam diskusi.
Skor 1: Tidak mau bekerja sama, pasif, dan cenderung mengganggu jalannya kerja kelompok.
3Penguasaan Teknik Analisis Bagan VisualSkor 4: Bagan buatan siswa memuat rantai sebab-akibat lengkap (5 komponen terisi sangat tepat, runtut, dan rapi secara visual).
Skor 3: Bagan buatan siswa memuat 4 komponen keterkaitan sebab-akibat secara terstruktur dan jelas.
Skor 2: Bagan buatan siswa hanya memuat 2-3 komponen dan urutan alurnya belum terstruktur rapi.
Skor 1: Bagan buatan siswa hanya memuat 1 komponen dan tidak membentuk alur keterkaitan yang benar.
4Keterampilan Presentasi dan KomunikasiSkor 4: Menyampaikan hasil analisis bagan dengan suara nyaring, percaya diri, runtut, serta merespon pertanyaan dengan sangat baik.
Skor 3: Menyampaikan hasil analisis bagan dengan jelas, percaya diri, dan cukup runtut.
Skor 2: Menyampaikan hasil analisis bagan dengan terbata-bata, kurang percaya diri, dan dibaca penuh.
Skor 1: Tidak berani menyajikan hasil analisis bagan di depan kelas atau diam saat presentasi.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130