IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Faktor Pendukung Ekonomi Daerah |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sosial) |
| Model Pembelajaran | : | Case-Based Learning (CBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Masalah Infrastruktur Lokal Wringin Anom dan Diferensiasi Kompleksitas Kasus |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Kesiapan dan Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki modalitas belajar visual yang dominan. Mereka sangat responsif, aktif, dan antusias apabila disajikan media visual seperti tayangan video, infografis, maupun foto dokumentasi nyata. Namun, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik masih berada pada tingkatan pemahaman intuitif dan belum memahami konsep dasar distribusi ekonomi, rantai pasok barang, serta hubungan sebab-akibat antara kualitas infrastruktur dan stabilitas ekonomi daerah.
Hambatan Belajar
- Kesulitan menghubungkan fenomena fisik (seperti jalan berlubang atau jembatan rusak) dengan fenomena ekonomi abstrak (seperti kenaikan harga barang atau keterlambatan pasokan makanan).
- Keterbatasan pemahaman istilah-istilah ekonomi dasar seperti distribusi, produsen, konsumen, dan rantai pasok.
Solusi Pembelajaran
Menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui model Case-Based Learning yang mengintegrasikan masalah infrastruktur nyata di sekitar lingkungan Wringin Anom. Materi disajikan secara visual interaktif memanfaatkan media Smart TV, disertai diferensiasi tingkat kesulitan analisis kasus untuk memfasilitasi pemahaman konsep dari yang sederhana hingga yang kompleks.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menjelaskan kendala distribusi akibat kerusakan infrastruktur dan dampaknya terhadap kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat daerah.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui pengamatan tayangan video dan gambar infrastruktur lokal pada Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 3 jenis kerusakan infrastruktur jalan atau jembatan di daerah sekitar dengan tepat.
- Melalui diskusi kelompok berbasis kasus (Case-Based Learning), peserta didik dapat menganalisis dampak kerusakan infrastruktur terhadap kelancaran arus distribusi hasil bumi dan produk ekonomi daerah secara kritis.
- Melalui penyusunan peta pikiran solusi kelompok, peserta didik dapat merumuskan sekurang-kurangnya 2 alternatif tindakan atau solusi sederhana untuk mengatasi hambatan distribusi akibat kerusakan infrastruktur secara kreatif.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Infrastruktur transportasi seperti jalan dan jembatan merupakan urat nadi perekonomian daerah. Kerusakan pada infrastruktur ini akan menghambat aliran distribusi barang dari produsen ke konsumen, yang berujung pada penurunan kualitas produk hasil bumi, pembengkakan biaya transportasi, kenaikan harga komoditas di pasar, serta penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat lokal.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Pernahkah kalian melihat truk pengangkut hasil pertanian terjebak di jalan yang rusak berat di daerah Wringin Anom? Apa yang kira-kira terjadi pada sayuran di dalam truk tersebut?
- Mengapa harga cabai atau beras di pasar bisa tiba-tiba naik sangat mahal saat musim hujan dan jembatan penghubung desa putus?
- Apa yang akan terjadi pada kehidupan keluarga kita jika akses jalan utama dari desa kita ke kota ditutup selama satu minggu akibat jalan longsor?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Memproses informasi, menganalisis hubungan sebab-akibat antara infrastruktur dan ekonomi, serta mengevaluasi dampak kerusakan fasilitas publik.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok, berbagi tugas, dan berdiskusi aktif untuk menyelesaikan analisis kasus kelancaran distribusi.
- Kreatif: Menghasilkan gagasan pemecahan masalah sederhana terkait kendala distribusi di lingkungan sekitar.
Kompetensi Utama
- Kemampuan analisis masalah sosial-ekonomi kontekstual.
- Kemampuan komunikasi lisan dan visual melalui presentasi hasil analisis.
- Kemampuan berpikir sistemik mengenai rantai pasok barang.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar Distribusi Ekonomi
Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari pihak produsen (pembuat/petani) kepada pihak konsumen (pemakai/pembeli). Pihak yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.
Peran Infrastruktur dalam Perekonomian Daerah
Infrastruktur transportasi mencakup fasilitas fisik seperti jalan raya, jembatan, pelabuhan, dan rel kereta api. Infrastruktur yang baik berfungsi untuk:
- Mempercepat waktu tempuh pengiriman barang.
- Menjaga kualitas barang yang mudah rusak (seperti sayur, buah, dan ikan).
- Menekan biaya operasional transportasi sehingga harga barang tetap terjangkau.
Dampak Kerusakan Infrastruktur Terhadap Distribusi
Kerusakan jalan dan jembatan menimbulkan berbagai hambatan ekonomi:
- Keterlambatan Pasokan: Barang terlambat sampai di pasar, menyebabkan kelangkaan.
- Kerusakan Kualitas Barang: Hasil pertanian busuk atau membusuk di jalan.
- Peningkatan Biaya Distribusi: Sopir kendaraan logistik harus memutar arah melintasi rute yang lebih jauh sehingga mengonsumsi lebih banyak bahan bakar.
- Kenaikan Harga Jual: Kerugian biaya transportasi ditimpahkan kepada harga beli masyarakat di pasar.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Case-Based Learning (CBL) / Pembelajaran Berbasis Kasus.
Langkah-langkah model:
- Penyajian Kasus Nyata Kontesktual
- Pengorganisasian Kelompok Analisis
- Penyelidikan Diskusi Kasus
- Penyusunan Solusi dan Hasil Karya
- Presentasi dan Evaluasi Kasus
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan prinsip:
- Mindful Learning (Pembelajaran Sadar): Peserta didik menyadari keberadaan masalah lingkungan sekitar dan pentingnya peran infrastruktur.
- Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Mengaitkan fakta kerusakan jalan dengan kenaikan harga barang yang dialami kehidupan sehari-hari.
- Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Penggunaan tayangan visual interaktif, media kartu kasus, dan presentasi kelompok yang kolaboratif.
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Menggunakan teknik tanya jawab interaktif berbantuan media gambar pada Smart TV untuk mengukur pemahaman awal mengenai kata "distribusi" dan "infrastruktur".
Asesmen Formatif (Proses)
- Penilaian Kinerja Diskusi Kelompok (menggunakan lembar observasi perilaku gotong royong dan bernalar kritis).
- Penilaian Hasil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis kasus.
Asesmen Sumatif (Akhir)
Tes tertulis berupa soal pilihan ganda kompleks dan uraian singkat berbasis analisis kasus di akhir pembelajaran.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Kinerja Diskusi Kelompok
| Kriteria Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Keaktifan Anggota | Semua anggota aktif berpendapat dan bekerja sama tanpa diarahkan. | Sebagian besar anggota aktif berpendapat dalam kelompok. | Hanya 1-2 anggota yang aktif, sisanya pasif. | Anggota kelompok tidak menunjukkan keaktifan. |
| Analisis Kasus | Mampu mengidentifikasi penyebab dan dampak kerusakan infrastruktur secara sangat mendalam. | Mampu mengidentifikasi penyebab dan dampak kerusakan dengan jelas. | Mampu mengidentifikasi dampak namun belum tepat menyebutkan penyebabnya. | Belum mampu mengidentifikasi penyebab maupun dampak kasus. |
| Solusi yang Diusulkan | Solusi sangat logis, realistis, dan berwawasan lingkungan sekitar. | Solusi logis dan dapat diterapkan secara umum. | Solusi kurang logis namun ada usaha menyampaikan ide. | Tidak mampu memberikan ide solusi. |
Rubrik Penilaian Presentasi Kelompok
| Kriteria Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Kejelasan Berbicara | Suara sangat jelas, artikulasi tepat, dan percaya diri tinggi. | Suara jelas dan menyampaikan materi dengan lancar. | Suara kurang terdengar jelas oleh audiens belakang. | Bergumam dan tidak berani menatap audiens. |
| Penguasaan Materi | Mampu menjawab pertanyaan audiens dengan tepat dan tegas. | Mampu menjelaskan materi sesuai LKPD dengan baik. | Membaca catatan secara terus-menerus saat menjelaskan. | Tidak menguasai materi yang dipresentasikan. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan memeriksa kerapian serta kesiapan kelas.
- Salah satu peserta didik memimpin doa bersama.
- Guru melakukan pengecekan kehadiran peserta didik.
- Guru memberikan apersepsi (Mindful Learning) dengan menayangkan foto jalan berlubang di daerah Wringin Anom melalui Smart TV.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, jika jalan ini rusak berat, bagaimana caranya Pak Tani membawa hasil panen jagungnya ke kota?"
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta alur kegiatan pembelajaran hari ini.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Penyajian Kasus (15 Menit) - Meaningful Learning
- Guru menayangkan video singkat berdurasi 3 menit yang menampilkan kejadian jembatan putus di wilayah lokal yang menyebabkan truk pengangkut bahan pokok terisolasi.
- Peserta didik mengamati tayangan secara visual dengan seksama.
- Guru memfasilitasi tanya jawab singkat untuk memastikan pemahaman awal peserta didik terhadap kasus yang ditayangkan.
Tahap 2: Pengorganisasian Kelompok Diskusi (10 Menit)
- Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok heterogen berdasarkan hasil analisis awal (campuran kemampuan visual dan tingkat pemahaman).
- Guru membagikan LKPD dengan tingkat kompleksitas kasus yang disesuaikan (Diferensiasi Proses dan Konten):
- Kelompok 1 dan 2 (Tingkat Dasar): Menganalisis kasus jalan rusak di jalur distribusi sayuran desa.
- Kelompok 3 dan 4 (Tingkat Lanjut): Menganalisis kasus jembatan putus yang menghubungkan dua daerah produsen dan pasar utama.
Tahap 3: Penyelidikan dan Analisis Kasus (20 Menit) - Deep Learning
- Masing-masing kelompok membaca narasi kasus dan mengamati ilustrasi foto kasus pada LKPD.
- Peserta didik berdiskusi mengidentifikasi: (a) Jenis kerusakan infrastruktur, (b) Hambatan distribusi yang terjadi, (c) Dampak bagi pedagang dan konsumen, serta (d) Solusi darurat yang bisa dilakukan.
- Guru berkeliling memberikan bimbingan, membimbing peserta didik yang masih kesulitan memahami konsep dasar rantai pasok.
Tahap 4: Penyusunan Solusi dan Hasil Karya (15 Menit) - Joyful Learning
- Peserta didik menyusun peta pikiran (mind map) sederhana berisi hasil analisis kasus dan usulan solusi pada kertas karton warna-warni.
- Peserta didik membagi peran untuk pelaksanaan presentasi kelompok.
Tahap 5: Presentasi dan Evaluasi Kasus (15 Menit)
- Perwakilan setiap kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil analisis kasusnya di depan Smart TV.
- Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan singkat.
- Guru memberikan apresiasi dan penguatan konsep atas jawaban dan solusi yang dipaparkan oleh setiap kelompok.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting materi tentang dampak kerusakan infrastruktur terhadap distribusi ekonomi daerah.
- Peserta didik mengerjakan soal asesmen sumatif individual secara mandiri.
- Guru dan peserta didik melakukan refleksi kegiatan pembelajaran hari ini.
- Guru memberikan penugasan membaca materi untuk pertemuan berikutnya.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik diajak menyadari secara penuh bahwa jalan dan jembatan yang mereka lewati setiap hari memiliki peran vital dalam menjamin ketersediaan makanan dan kebutuhan pokok di rumah mereka. Kesadaran ini dibangun melalui pengamatan langsung kondisi jalan di Wringin Anom.
Meaningful Learning
Peserta didik tidak sekadar menghafal definisi "distribusi", tetapi memahami makna distribusi dengan mengaitkan hubungan sebab-akibat: Jalan Rusak -> Kendaraan Terhambat -> Sayuran Busuk -> Harga Cabai Naik -> Uang Belanja Ibu Meningkat.
Joyful Learning
Peserta didik merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui visualisasi tayangan Smart TV yang jernih, pembuatan peta pikiran berwarna-warni, serta dinamika diskusi kelompok yang interaktif dan menghargai setiap pendapat.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan lembar kasus dengan tingkat kerumitan yang berbeda. Untuk peserta didik yang belum memahami konsep dasar, narasi kasus disertai dengan gambar ilustrasi alur yang runtut. Untuk peserta didik yang sudah paham dasar, kasus dilengkapi dengan data tabel kenaikan harga barang.
Diferensiasi Proses
Guru memberikan bimbingan terstruktur (scaffolding) yang lebih intensif pada kelompok tingkat dasar, sementara kelompok tingkat lanjut diberikan pertanyaan pemantik lanjutan untuk mendorong pemikiran tingkat tinggi (HOTs).
Diferensiasi Produk
Kelompok diperbolehkan menyajikan hasil diskusi dalam bentuk peta pikiran visual, diagram alur sebab-akibat, atau bentuk narasi poin-poin sederhana sesuai dengan kesepakatan anggota kelompok.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk menampilkan video studi kasus interaktif, gambar infrastruktur lokal definisi tinggi, serta slide presentasi interaktif.
- Laptop: Digunakan guru untuk mengelola media pembelajaran, memutar tayangan kasus, dan mengoperasikan instrumen penilaian digital.
- Internet: Digunakan guru untuk mencari sumber berita kontekstual terkait kondisi infrastruktur dan distribusi di wilayah Jawa Timur/Situbondo/Wringin Anom.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video liputan berita tentang dampak kerusakan jalan terhadap distribusi barang.
- Foto-foto dokumentasi kerusakan infrastruktur lokal di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.
- Karton manila, spidol warna-warni, dan sticky notes untuk pembuatan peta pikiran.
- Slide presentasi interaktif IPAS Kelas V.
Sumber Belajar
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Artikel dan berita lokal terpercaya mengenai kondisi jalan dan perekonomian daerah.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | .................................................... |
| Anggota Kelompok | 1. ................................................. 2. ................................................. 3. ................................................. 4. ................................................. |
| Kelas / Fase | V (Lima) / C |
| Tanggal Pelaksanaan | .................................................... |
Judul Kegiatan
Analisis Dampak Kerusakan Infrastruktur Terhadap Distribusi Ekonomi Daerah.
Petunjuk Kerja
- Bacalah narasi studi kasus di bawah ini dengan cermat!
- Diskusikan pertanyaan analisis bersama anggota kelompokmu!
- Tuliskan hasil diskusi pada kolom jawaban dan buatlah peta pikiran sederhana pada lembar kertas karton yang telah disediakan!
- Siapkan kelompokmu untuk mempresentasikan hasil analisis di depan kelas!
Teks Studi Kasus
Jembatan utama penghubung Desa Wringin Anom dengan Pasar Kota mengalami kerusakan parah akibat luapan air sungai minggu lalu. Bagian tengah jembatan retak dan tidak bisa dilalui oleh mobil maupun truk pengangkut barang. Akibatnya, Pak Joko, seorang petani jagung dari desa, tidak dapat mengirimkan hasil panen jagungnya ke pasar kota tepat waktu. Jagung hasil panen menumpuk di gudang dan sebagian mulai membusuk. Sementara itu, pedagang di pasar kota mengalami kekurangan pasokan jagung, sehingga harga jagung di kota melonjak naik menjadi dua kali lipat.
Pertanyaan Analisis
- Berdasarkan teks di atas, apa jenis kerusakan infrastruktur yang terjadi dan di mana lokasinya?
Jawaban: ................................................................................................................................................................
- Siapa sajakah pihak yang dirugikan akibat kerusakan infrastruktur tersebut? Jelaskan kerugian yang dialami masing-masing pihak!
Jawaban: ................................................................................................................................................................
- Apa yang terjadi pada alur distribusi barang dari Desa Wringin Anom ke Pasar Kota?
Jawaban: ................................................................................................................................................................
- Menurut kelompokmu, apa solusi sementara atau solusi darurat yang bisa dilakukan agar hasil pertanian tetap bisa disalurkan ke pasar?
Jawaban: ................................................................................................................................................................
REMEDIAL
Program Remedial
Diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada asesmen sumatif.
Bentuk Kegiatan
- Bimbingan Perorangan: Guru menjelaskan kembali secara individual mengenai alur distribusi sederhana dari produsen ke konsumen menggunakan gambar alur visual.
- Penugasan Terstruktur: Peserta didik diminta mengamati satu jalan rusak di sekitar rumahnya dan menuliskan 2 dampak jalan rusak tersebut bagi pedagang keliling yang lewat.
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan nilai sangat baik.
Bentuk Kegiatan
Peserta didik diberikan lembar studi kasus komparatif mengenai perbedaan keefektifan distribusi barang antara jalur darat (jalan raya) dan jalur laut (kapal laut). Peserta didik diminta menuliskan analisis ringkas mengenai infrastruktur mana yang paling efisien untuk pengiriman barang antar pulau di Indonesia.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi dan Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam diskusi analisis kasus? | Sebagian besar peserta didik aktif karena media visual Smart TV sangat menarik perhatian mereka. Namun, ada 2 peserta didik yang masih perlu didorong untuk berani berpendapat dalam kelompok. |
| 2 | Apakah model Pembelajaran Berbasis Kasus (Case-Based Learning) efektif meningkatkan pemahaman konsep distribusi? | Sangat efektif. Kasus lokal Wringin Anom membuat materi yang abstrak menjadi konkret dan mudah dipahami oleh peserta didik kelas V. |
| 3 | Kendala apa yang paling dominan dirasakan selama proses pembelajaran? | Manajemen waktu saat pengerjaan peta pikiran kelompok sedikit melebihi alokasi waktu yang direncanakan. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya? | Memberikan pembatasan waktu yang lebih ketat pada setiap tahapan diskusi serta menyiapkan pola peta pikiran (template) agar pengerjaan lebih efisien. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Jawaban / Ungkapan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai? | Saat menonton tayangan video jalan rusak di Smart TV dan membuat peta pikiran bersama teman-teman kelompok menggunakan spidol warna-warni. |
| 2 | Apa hal baru yang berhasil kamu pahami setelah mengikuti pembelajaran hari ini? | Saya jadi tahu bahwa kalau jalanan rusak, truk makanan tidak bisa lewat, dan akibatnya harga makanan di pasar menjadi mahal. |
| 3 | Bagian mana yang menurutmu paling sulit untuk dikerjakan? | Saat harus memikirkan solusi darurat untuk menggantikan jembatan yang putus. |
| 4 | Apa yang akan kamu lakukan agar bisa belajar lebih baik pada materi selanjutnya? | Saya akan lebih berani menyuarakan pendapat saat diskusi kelompok dan menyimak penjelasan guru dengan lebih cermat. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Infrastruktur transportasi merupakan fondasi kritis dalam pembangunan ekonomi regional. Kerusakan pada elemen infrastruktur seperti jalan nasional, jalan kabupaten, maupun jembatan penghubung antar wilayah berdampak langsung pada biaya logistik. Di Indonesia, biaya logistik masih menyumbang persentase cukup tinggi dari total harga produk. Kerusakan jalan menyebabkan durasi perjalanan kendaraan pengangkut (travel time) membengkak, konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat, dan risiko kerusakan komoditas membusuk (perishable goods) semakin tinggi. Oleh karena itu, pemahaman mendasar mengenai pentingnya pemeliharaan infrastruktur perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar agar tumbuh kesadaran menjaga fasilitas umum demi Kesejahteraan bersama.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu bagaimana beras, sayuran, dan buah-buahan bisa sampai di meja makan rumah kita? Semua bahan makanan itu berjalan jauh dari ladang petani di desa menuju pasar di kota. Perjalanan menyalurkan barang ini disebut Distribusi.
Agar perjalanan distribusi lancar, kita membutuhkan Infrastruktur yang baik, seperti jalan raya yang mulus dan jembatan yang kokoh. Jika jalanan berlubang besar atau jembatan putus, truk pengangkut makanan akan tertahan di jalan. Akibatnya, sayuran bisa membusuk, penjual kehilangan uang, dan pembeli di pasar kesulitan mendapatkan makanan. Jadi, menjaga kebersihan dan kerapian jalan di sekitar lingkungan kita adalah tugas penting agar kehidupan ekonomi daerah kita berjalan lancar.
GLOSARIUM
- Distribusi: Kegiatan menyalurkan atau mengirimkan barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
- Infrastruktur: Fasilitas-fasilitas fisik atau sarana penunjang dasar yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan masyarakat dan perekonomian, seperti jalan, jembatan, dan listrik.
- Produsen: Pihak, orang, atau kelompok yang menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan.
- Konsumen: Pihak atau orang yang menggunakan dan menghabiskan barang atau jasa.
- Rantai Pasok: Jaringan alur alokasi barang mulai dari bahan mentah, pengolahan, hingga sampai ke tangan pembeli akhir.
- Komoditas: Barang dagangan utama atau hasil pertanian yang dapat diperjualbelikan.
DAFTAR PUSTAKA
- Fitri, A., dsn. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Fitri, A., dsn. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Sukirno, S. (2016). Pengantar Teori Mikroekonomi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Kinerja Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Belum mampu mengidentifikasi masalah dan dampak dalam kasus. | Mampu mengidentifikasi masalah tetapi belum tepat menjelaskan dampaknya. | Mampu menjelaskan masalah dan dampak kasus dengan benar tetapi butuh arahan. | Mampu menganalisis masalah, dampak, dan sebab-akibat kasus secara mandiri dan tepat. | 4 |
| 2 | Gotong Royong | Tidak mau bekerja sama dan mengganggu kerja kelompok. | Hanya mau bekerja jika dipaksa atau ditegur oleh guru. | Bekerja sama dengan baik hanya dengan teman dekatnya. | Bekerja sama secara aktif dan membantu semua anggota kelompok tanpa membeda-bedakan. | 4 |
| 3 | Kebiasaan Belajar Mendalam | Pasif, tidak menunjukkan rasa ingin tahu terhadap materi visual. | Menunjukkan minat hanya saat ditayangkan video interaktif di Smart TV. | Antusias mengamati tayangan dan aktif bertanya saat diberi kesempatan. | Sangat antusias, mengamati rinci visual, serta mampu mengaitkan kasus dengan kehidupan nyata. | 4 |
| 4 | Keberanian Presentasi | Tidak mau berbicara saat kelompok menyampaikan presentasi. | Berdiri di depan kelas tetapi tidak bersuara sama sekali. | Membaca teks LKPD saat presentasi dengan suara yang pelan. | Mempresentasikan hasil diskusi secara jelas, percaya diri, dan mampu menjawab pertanyaan. | 3 |