Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Hubungan SDA dan Perekonomian Daerah
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Model Pembelajaran : Inquiry Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi Media Informasi (Buku/Internet/Wawancara) dan Kearifan Lokal Komoditas SDA Unggulan Daerah

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom cenderung memiliki gaya belajar visual yang dominan. Mereka sangat responsif terhadap tayangan gambar, video, dan demonstrasi visual yang ditayangkan melalui Smart TV. Namun, hasil asesmen diagnostik menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik masih belum memahami konsep dasar hubungan kausalitas antara potensi Sumber Daya Alam (SDA) lokal dengan aktivitas perekonomian serta penetapan produk unggulan daerah. Peserta didik dapat mengenali benda-benda hasil alam di sekitarnya, tetapi belum mampu menghubungkan bagaimana benda tersebut diolah menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi yang menopang kesejahteraan masyarakat lokal.

Kebutuhan Belajar

  1. Kebutuhan Visual: Memerlukan media pembelajaran berbasis tayangan tayangan visual interaktif, infografis komoditas daerah, dan pemetaan gambar potensi SDA.
  2. Kebutuhan Konseptual: Memerlukan jembatan penalaran melalui tahapan inkuiri terbimbing untuk mengaitkan antara keberadaan SDA, proses pengolahan, hingga menjadi produk unggulan daerah.
  3. Kebutuhan Diferensiasi Proses: Memerlukan kebebasan dalam memilih saluran penggalian informasi (membaca buku teks, menjelajah artikel/video internet, atau melakukan wawancara simulasi/narasumber lokal) sesuai tingkat kesiapan dan gaya belajar masing-masing.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik diperkirakan mampu menentukan produk unggulan yang dihasilkan dari Sumber Daya Alam daerah serta mengaitkannya dengan kegiatan ekonomi setempat.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan mengamati tayangan visual dan eksplorasi informasi, peserta didik dapat mengidentifikasi minimal 3 Sumber Daya Alam (SDA) khas daerahnya dengan tepat.
  2. Melalui tahapan investigasi kelompok (Inquiry Learning), peserta didik mampu menganalisis hubungan antara potensi SDA lokal dengan produk unggulan ekonomi daerah secara kritis dan sistematis.
  3. Melalui kegiatan pameran karya hasil penelusuran, peserta didik dapat menentukan dan mempresentasikan minimal 1 produk unggulan daerah hasil olahan SDA beserta dampaknya terhadap perekonomian masyarakat setempat dengan percaya diri.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Sumber Daya Alam yang melimpah di suatu daerah tidak hanya berfungsi sebagai kekayaan hayati atau non-hayati, melainkan merupakan fondasi utama perekonomian masyarakat lokal. Ketika SDA diolah secara kreatif menjadi produk unggulan daerah, hal tersebut akan meningkatkan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan menciptakan kesejahteraan masyarakat di daerah Wringin Anom dan sekitarnya.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa daerah kita memiliki produk olahan khas yang berbeda dari daerah lain?
  2. Jika di sekitar lingkungan Wringin Anom terdapat hasil pertanian atau perkebunan yang melimpah, produk unggulan apa yang bisa dibuat agar memiliki nilai jual lebih tinggi?
  3. Apa yang akan terjadi pada perekonomian warga desa jika Sumber Daya Alam unggulan di daerah kita habis atau tidak dikelola dengan baik?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Memproses informasi, mengidentifikasi keterkaitan antara SDA dan perekonomian, serta mengevaluasi potensi produk unggulan daerah.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok investigasi, berbagi tugas pencarian data, dan menyelesaikan tantangan LKPD secara kolaboratif.
  3. Mandiri: Mengelola tanggung jawab individu saat melakukan investigasi informasi melalui media pilihan masing-masing.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning (Pembelajaran Kesadaran Penuh): Peserta didik menyadari keberadaan SDA di lingkungan terdekatnya dan merefleksikan peran SDA tersebut bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.
  2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Peserta didik mengaitkan konsep materi IPAS dengan realitas ekonomi nyata di daerah tempat tinggal mereka (Wringin Anom).
  3. Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Peserta didik mengalami proses penemuan (inquiry) yang interaktif melalui pemanfaatan teknologi Smart TV dan kebebasan memilih media sumber belajar.

MATERI PEMBELAJARAN

Concept Map Materi

  1. Sumber Daya Alam (SDA) Daerah
    • Hayati (Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan)
    • Non-Hayati (Tambang, Tanah, Air)
  1. Kegiatan Perekonomian Daerah
    • Produksi (Pengolahan bahan mentah menjadi bahan jadi)
    • Distribusi (Pemasaran produk khas daerah)
    • Konsumsi (Pemanfaatan produk oleh masyarakat/wisatawan)
  1. Produk Unggulan Daerah
    • Definisi: Produk yang memiliki daya saing tinggi, menggunakan bahan baku lokal, dan menjadi ciri khas ekonomi daerah.
    • Contoh Konkret Kawasan Lokal: Olahan hasil tani (misal: mangga/tebu/keripik khas daerah), olahan kerajinan lokal, dan industri rumah tangga berbasis potensi desa Wringin Anom.

Keterkaitan SDA dan Ekonomi Daerah

SDA mentah memiliki nilai ekonomi yang relatif rendah. Melalui proses kreativitas dan teknologi produksi, SDA mentah diubah menjadi Produk Unggulan Daerah. Peningkatan nilai jual produk ini berdampak langsung pada perekonomian daerah, antara lain:

  • Meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
  • Menyerap tenaga kerja lokal.
  • Mendorong tumbuhnya UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

KomponenKeterangan
Model PembelajaranInquiry Learning (Penemuan Terbimbing)
Pendekatan PembelajaranDeep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
Metode PembelajaranPengamatan Visual, Diskusi Kelompok, Eksplorasi Terbimbing, Presentasi Interaktif

Sintaks Inquiry Learning dalam Pembelajaran Mendalam

  1. Orientasi Masalah (Mindful): Mengamati tayangan Smart TV dan membangun kesadaran lingkungan lokal.
  2. Merumuskan Hipotesis (Mindful & Critical Thinking): Mengajukan dugaan awal tentang hubungan SDA dan produk unggulan.
  3. Mengumpulkan Data (Meaningful & Diferensiasi): Mengeplorasi informasi menggunakan buku, internet, atau wawancara simulasi.
  4. Uji Hipotesis & Analisis Data (Meaningful): Mengaitkan data lapangan/sumber bacaan dengan kondisi ekonomi nyata.
  5. Merumuskan Kesimpulan & Komunikasi (Joyful): Menyajikan hasil analisis produk unggulan daerah dalam diskusi kelas interaktif.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  • Teknik: Tanya jawab lisan berbasis visual visual (menampilkan gambar bahan alam di Smart TV).
  • Instrumen: Pertanyaan kualitatif mengenai nama-nama hasil alam di Wringin Anom dan hasil olahannya.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

  • Teknik: Observasi kinerja kelompok dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  • Instrumen: Lembar observasi sikap gotong royong, bernalar kritis, dan rubrik penilaian proses investigasi inquiry.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Teknik: Tes tertulis essay singkat dan Penilaian Presentasi Produk Unggulan.
  • Instrumen: Soal penalaran analisis hubungan SDA dan ekonomi daerah serta rubrik unjuk kerja presentasi.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Bernalar KritisBelum mampu mengidentifikasi keterkaitan antara SDA dan perekonomian meski dibimbing.Mampu mengidentifikasi keterkaitan SDA dan ekonomi dengan bimbingan penuh guru.Mampu menganalisis keterkaitan SDA dan produk unggulan daerah dengan sedikit bimbingan.Mampu menganalisis keterkaitan SDA dan produk unggulan daerah secara mandiri dan logis.
2Gotong RoyongTidak mau bekerja sama dalam kelompok dan pasif sepanjang kegiatan.Kurang aktif dalam kerja kelompok dan hanya mengerjakan jika dipaksa.Bekerja sama dengan baik dalam kelompok dan menyelesaikan tugas bagiannya.Sangat aktif, memimpin/membantu teman kelompok, dan menjaga kesolidan tim.
3MandiriTidak mampu menyelesaikan tugas individu/kelompok tanpa bergantung pada orang lain.Mengandalkan bantuan teman secara dominan dalam menyelesaikan tugas.Mampu menyelesaikan tugas dengan arahan yang jelas dari guru.Sangat mandiri dalam mencari informasi dan menyelesaikan tugas tepat waktu.

Rubrik Penilaian Unjuk Kerja / Presentasi kelompok

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Pemahaman MateriMenyebutkan SDA dan produk unggulan dengan tidak tepat.Menyebutkan SDA dan produk unggulan daerah namun analisis hubungannya keliru.Menganalisis hubungan SDA dan produk unggulan daerah dengan benar tetapi kurang rinci.Menganalisis hubungan SDA, proses olahan, dan dampak ekonomi secara tepat dan komprehensif.
2Penyampaian / KomunikasiBicara tidak jelas, tidak percaya diri, dan tidak mampu menjawab pertanyaan.Bicara kurang jelas, ragu-ragu, dan membutuhkan bantuan guru saat menjawab.Penyampaian jelas, percaya diri, dan mampu menjawab pertanyaan dengan cukup baik.Penyampaian sangat jelas, komunikatif, percaya diri, serta merespon pertanyaan dengan kritis.
3Kelengkapan Hasil Karya (LKPD)LKPD tidak diisi dengan lengkap dan tidak sesuai dengan instruksi inquiry.LKPD terisi sebagian kecil dan analisis hubungan ekonomi kurang logis.LKPD terisi lengkap, analisis hubungan cukup jelas dan sesuai instruksi.LKPD terisi sangat lengkap, rapi, menyajikan data komprehensif dan analisis tajam.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

  1. Pembukaan dan Kesadaran Diri (Mindful Orientation):
    • Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, mengecek kerapian kelas, dan berdoa bersama.
    • Guru mengecek kesiapan fisik dan mental peserta didik melalui teknik pernapasan sederhana (STOP Technique) selama 1 menit untuk mengondisikan kesadaran penuh (Mindful Learning).
  1. Apersepsi Visual dan Pertanyaan Pemantik:
    • Guru menampilkan slide gambar produk-produk khas daerah di Smart TV (contoh: olahan pertanian lokal, kerajinan tangan lokal Wringin Anom).
    • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, tahukah kalian dari mana bahan dasar makanan atau barang kerajinan yang ada di layar Smart TV ini berasal? Mengapa produk ini menjadi kebanggaan daerah kita?"
  1. Penyampaian Tujuan dan Orientasi Kegiatan:
    • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan investigasi inquiry kelompok yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Tahap 1: Orientasi Masalah dan Merumuskan Masalah (10 Menit)

  • Guru memutarkan video singkat atau menampilkan gambar infografis tentang potensi Sumber Daya Alam di daerah sekitar Wringin Anom dan tantangan pengembangannya.
  • Peserta didik mengamati secara cermat (gaya belajar visual terpenuhi).
  • Peserta didik dirangsang untuk merumuskan pertanyaan inquiry utama: "Bagaimana Sumber Daya Alam di sekitar Wringin Anom diolah menjadi produk unggulan daerah yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat?"

Tahap 2: Merumuskan Hipotesis (5 Menit)

  • Dalam kelompok heterogen (4-5 peserta didik), peserta didik mendiskusikan jawaban sementara (hipotesis) atas pertanyaan masalah tersebut.
  • Guru mencatat poin-poin hipotesis awal siswa di papan tulis.

Tahap 3: Mengumpulkan Data melalui Diferensiasi Media (15 Menit)

  • Guru memfasilitasi kegiatan eksplorasi data berdasarkan pilihan media yang disukai kelompok (Diferensiasi Proses & Media):
  • Kelompok Visual A (Buku & Infografis): Menggali data dari buku teks IPAS Kelas V dan kartu infografis komoditas daerah.
  • Kelompok Visual B (Digital/Internet): Mengakses artikel dan video pendek edukasi di internet/YouTube melalui Laptop/Smart TV yang dipandu guru.
  • Kelompok Kinestetik/Interaktif (Wawancara Simulasi): Melakukan sesi wawancara simulasi dengan guru/lembar profil narasumber pelaku UMKM daerah yang disediakan.
  • Setiap kelompok memetakan data: jenis SDA lokal, jenis olahan/produk unggulan, dan dampaknya terhadap perekonomian warga (penyerapan tenaga kerja, pendapatan warga).

Tahap 4: Menguji Hipotesis dan Menganalisis Data (10 Menit)

  • Peserta didik menuangkan hasil pencarian informasi ke dalam LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik).
  • Peserta didik mendiskusikan keterkaitan antara ketersediaan SDA dengan keberhasilan produk unggulan daerah.
  • Guru mengelilingi kelompok untuk memberikan bimbingan (scaffolding), terutama bagi peserta didik yang masih kesulitan memahami konsep dasar hubungan ekonomi.

Tahap 5: Merumuskan Kesimpulan dan Mengomunikasikan (10 Menit)

  • Masing-masing kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil inquiry mereka di depan kelas (Mini Gallery Walk / Presentasi Singkat).
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan apresiatif (Joyful Learning).
  • Guru memberikan penguatan konseptual atas hasil analisis seluruh kelompok.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Menyimpulkan Pembelajaran:
    • Guru bersama peserta didik merumuskan kesimpulan akhir tentang bagaimana SDA lokal menjadi bahan baku utama produk unggulan daerah yang menggerakkan roda ekonomi Wringin Anom.
  1. Refleksi dan Pembelajaran Bermakna:
    • Guru menanyakan pesan moral: "Bagaimana sikap kita sebagai warga Wringin Anom terhadap SDA yang ada di sekitar kita?" (Mindful & Meaningful Learning).
  1. Evaluasi Sumatif Singkat & Tindak Lanjut:
    • Guru memberikan 2 soal evaluasi singkat tertulis untuk mengukur pemahaman individu.
    • Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya dan menutup kelas dengan doa serta salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Kesadaran Penuh)

Peserta didik diajak menyadari secara utuh keberadaan lingkungan alam di sekitarnya. Saat mengamati tayangan visual di Smart TV, peserta didik diajak memikirkan perjalanan panjang suatu bahan alam mentah dari ladang/lingkungan hingga sampai ke meja makan atau toko sebagai barang bernilai tinggi.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Materi tidak dipelajari secara teoritis belaka, melainkan dihubungkan langsung dengan kontekstual kearifan lokal desa Wringin Anom. Peserta didik memahami bahwa perekonomian keluarga dan tetangga mereka sangat bergantung pada bagaimana SDA daerah dikelola menjadi produk unggulan yang berdaya saing.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Proses penemuan mandiri (inquiry) melalui eksplorasi media digital, gambar interaktif, kerja kelompok yang dinamis, serta kegiatan presentasi apresiatif menciptakan suasana belajar yang bebas dari ketakutan, membangkitkan rasa ingin tahu, dan memberikan kepuasan saat berhasil menemukan jawaban atas masalah yang diselidiki.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan materi pembelajaran dalam berbagai format: lembar kerja bergambar, infografis cetak, buku teks, dan tayangan audio-visual interaktif di Smart TV.

Diferensiasi Proses

Peserta didik diberi kebebasan memilih media dan metode investigasi data inquiry:

  • Kelompok A memilih penelusuran melalui membaca teks dan infografis.
  • Kelompok B memilih penelusuran melalui media digital dan pencarian internet terpandu.
  • Kelompok C memilih metode wawancara simulasi dengan narasumber/profil pelaku usaha lokal.

Diferensiasi Produk

Kelompok dapat menyajikan hasil penyelidikan produk unggulan dalam bentuk peta pikiran (mind map) bergambar, poster infografis sederhana, atau laporan paparan lisan.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan video orientasi masalah SDA, slide gambar interaktif produk unggulan daerah, serta memfasilitasi presentasi kelompok visual.
  2. Laptop Guru: Digunakan sebagai pusat kendali media, mengakses sumber belajar berbasis internet, dan memutar aplikasi kuis/evaluasi.
  3. Akses Internet: Pemanfaatan jaringan internet sekolah untuk mencari informasi terkini mengenai komoditas daerah dan produk unggulan UMKM secara real-time selama proses inquiry.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
    • Smart TV dan Laptop.
    • Slide Presentasi Interaktif (Gambar komoditas dan produk unggulan daerah).
    • Kartu Infografis Potensi SDA Wringin Anom.
    • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Inquiry.
  1. Sumber Belajar:
    • Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).
    • Artikel dan video tentang potensi ekonomi lokal dan komoditas daerah.
    • Lingkungan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom dan lembar data profil UMKM lokal.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPAS Kelas V

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok............................................................................
Kelas / FaseV (Lima) / Fase C
No. Absen............................................................................
Tanggal Kegiatan............................................................................

Judul Kegiatan: Investigasi Penemuan Produk Unggulan Daerah Ku

Petunjuk Kerja:

  1. Bergabunglah bersama kelompokmu!
  2. Amati potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di daerah tempat tinggalmu (Wringin Anom dan sekitarnya).
  3. Gunakan media yang disepakati kelompokmu (Buku Teks / Internet Smart TV / Wawancara Profil) untuk mencari data.
  4. Jawablah pertanyaan investigasi di bawah ini secara kritis dan bergotong royong!

Tabel Hasil Investigasi SDA dan Perekonomian Daerah

No

Sumber Daya Alam (SDA) Mentah

Hasil Olahan / Produk Unggulan

Manfaat Bagi Perekonomian Warga Lokal

1

2

3

Pertanyaan Analisis Inquiry:

  1. Berdasarkan tabel di atas, mengapa SDA mentah harus diolah terlebih dahulu menjadi produk unggulan?

Jawaban: ....................................................................................................................................................

  1. Bagaimana keberadaan produk unggulan daerah dapat membantu kehidupan ekonomi masyarakat di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom?

Jawaban: ....................................................................................................................................................

  1. Apa saran kelompokmu agar produk unggulan dari Wringin Anom bisa makin terkenal dan dijual ke luar daerah?

Jawaban: ....................................................................................................................................................

  1. Tuliskan kesimpulan hubungan antara SDA, Produk Unggulan, dan Perekonomian Daerah:

Jawaban: ....................................................................................................................................................

REMEDIAL

Program remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (belum mampu mengaitkan konsep dasar SDA dan ekonomi):

  1. Pendampingan Individu/Scaffolding: Guru menjelaskan kembali konsep dasar SDA dan produk unggulan menggunakan media konkrit atau kartu gambar bergambar sederhana secara tatap muka langsung.
  2. Tugas Bimbingan: Peserta didik diminta mengidentifikasi 1 benda olahan makanan di rumahnya, lalu menanyakan kepada orang tua tentang bahan dasar alamnya dan di mana produk tersebut dibeli.

PENGAYAAN

Program pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai atau melampaui tujuan pembelajaran dengan nilai sangat baik:

  1. Analisis Inovasi Produk: Peserta didik diminta merancang satu gagasan ide kreativitas "Produk Unggulan Baru" berbahan dasar SDA yang paling melimpah di desa Wringin Anom yang belum pernah dijual di pasaran.
  2. Tugas Mandiri: Membuat poster promosi sederhana (secara manual atau digital) untuk mengenalkan produk unggulan Wringin Anom kepada masyarakat luas.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan Refleksi GuruHasil Evaluasi Refleksi Guru
1Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam kegiatan inquiry kelompok?Sebagian besar peserta didik sangat aktif, terutama saat mengamati visual di Smart TV dan mencari data via internet. Namun 2 siswa butuh dorongan ekstra.
2Apakah pemanfaatan teknologi (Smart TV & Internet) efektif meningkatkan pemahaman peserta didik yang bergaya visual?Sangat efektif. Tayangan gambar konkret dan infografis terbukti mempermudah peserta didik memahami konsep dari abstrak menjadi nyata.
3Kendala apa yang paling dominan dirasakan guru selama proses pembelajaran berlangsung?Pengaturan waktu saat diskusi kelompok dan pencarian informasi agar tidak melebihi alokasi waktu yang ditentukan.
4Bagaimana ketercapaian tujuan pembelajaran pada pertemuan ini?Sekitar 85% peserta didik berhasil menentukan produk unggulan dan menganalisis hubungannya dengan SDA daerah secara tepat.
5Apa langkah perbaikan yang akan dilakukan pada pertemuan pembelajaran berikutnya?Membatasi durasi eksplorasi data dengan timer visual di Smart TV agar alokasi waktu presentasi dapat berjalan lebih proporsional.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban / Tanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling menyenangkan bagimu?Saat melihat tayangan gambar/video di Smart TV dan berdiskusi kelompok mencari produk unggulan desa.
2Hal baru apa yang kamu pahami tentang Sumber Daya Alam dan ekonomi di daerah kita?Bahwa hasil alam jika diolah jadi barang khas (produk unggulan) bisa bikin warga desa dapat uang lebih banyak.
3Bagian mana dari materi yang menurutmu masih sulit atau bingung untuk dipahami?Saat menganalisis bagaimana cara memasarkan produk unggulan ke luar daerah.
4Apa yang akan kamu lakukan untuk membantu menjaga Sumber Daya Alam di daerah Wringin Anom?Tidak merusak tanaman, memanfaatkan hasil alam dengan bijak, dan bangga membeli produk lokal.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) merupakan pilar utama pengembangan ekonomi regional. Setiap daerah memiliki spesialisasi komoditas yang dipengaruhi oleh kondisi geografis, iklim, dan keterampilan lokal. Konsep produk unggulan daerah lahir dari upaya memberikan nilai tambah (value added) terhadap bahan mentah. Misalnya, komoditas tebu atau buah-buahan lokal jika dijual mentah memiliki margin keuntungan terbatas. Namun, jika diolah menjadi produk olahan pangan khas bertaraf UMKM, nilainya meningkat berlipat ganda. Pembelajaran IPAS berbasis Inquiry dan Deep Learning mendorong siswa berpikir kritis logis (higher-order thinking) untuk memahami rantai nilai ini secara mindful dan terhubung dengan kearifan lokal setempat.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu? Lingkungan di sekitar kita kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Ada tanah yang subur, tumbuhan, air, dan hasil pertanian. Tapi, tahu tidak bedanya bahan mentah dan produk unggulan? Bahan mentah adalah hasil alam yang belum diolah, seperti buah segar dari pohon. Sedangkan produk unggulan adalah hasil alam yang sudah diolah menjadi makanan atau barang khas yang terkenal dan disukai banyak orang! Contohnya, buah-buahan diolah menjadi keripik lezat atau bahan kayu/bambu diolah menjadi kerajinan indah. Jika warga desa kita rajin membuat produk unggulan, banyak orang luar desa akan membeli produk tersebut. Akibatnya, warga desa mendapatkan penghasilan dan kehidupan ekonomi menjadi lebih sejahtera!

GLOSARIUM

  1. Sumber Daya Alam (SDA): Segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
  2. Produk Unggulan Daerah: Produk olahan khas yang memiliki kualitas baik, berdaya saing tinggi, menggunakan bahan baku lokal, dan menjadi kebanggaan suatu daerah.
  3. Ekonomi Daerah: Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi barang atau jasa yang berlangsung di lingkup wilayah tertentu untuk kesejahteraan warga lokal.
  4. Inquiry Learning: Model pembelajaran yang mengandalkan proses penemuan mandiri melalui kegiatan mengamati, bertanya, menyelidiki, dan menarik kesimpulan.
  5. Nilai Tambah (Value Added): Pertambahan nilai suatu barang karena telah mengalami proses pengolahan, pengangkutan, atau penyimpanan dalam rantai produksi.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran IPAS Fase C untuk SD/MI. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Fitri, A., d出发, R. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  3. Fitri, A., dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  4. Sugiyono. (2020). Pembelajaran Berbasis Inquiry dan Kearifan Lokal di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Bernalar KritisSkor 1: Belum mampu mengidentifikasi hubungan SDA dan ekonomi.
Skor 2: Mampu mengidentifikasi hubungan SDA dan ekonomi dengan bimbingan penuh guru.
Skor 3: Mampu menganalisis hubungan SDA dan produk unggulan dengan sedikit bimbingan.
Skor 4: Mampu menganalisis hubungan SDA dan produk unggulan secara mandiri dan sangat logis.
2Gotong RoyongSkor 1: Pasif dan tidak mau berinteraksi dalam kelompok.
Skor 2: Kurang aktif dan hanya bekerja bila diperintah.
Skor 3: Aktif bekerja sama dan menyelesaikan bagian tugasnya.
Skor 4: Sangat aktif, membantu teman sejawat, dan menjaga keharmonisan kelompok.
3MandiriSkor 1: Tidak menyelesaikan tugas tanpa bantuan penuh orang lain.
Skor 2: Sering bergantung pada teman dalam menyelesaikan tugas.
Skor 3: Mampu bekerja mandiri sesuai petunjuk guru.
Skor 4: Sangat mandiri, proaktif, dan menyelesaikan tugas sebelum tenggat waktu.

Lembar Observasi Kinerja Inquiry Kelompok

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Pengumpulan DataSkor 1: Tidak mengumpulkan data inquiry dari media manapun.
Skor 2: Mengumpulkan data yang sangat sedikit dan tidak relevan.
Skor 3: Mengumpulkan data yang relevan dari media pilihan dengan cukup lengkap.
Skor 4: Mengumpulkan data yang sangat lengkap, akurat, dan rinci dari berbagai media.
2Analisis KausalitasSkor 1: Tidak mampu mengaitkan antara ketersediaan SDA dan produk unggulan.
Skor 2: Mengaitkan SDA dan produk unggulan tetapi alasan kurang masuk akal.
Skor 3: Mengaitkan SDA dan produk unggulan dengan alasan ekonomi yang cukup logis.
Skor 4: Mengaitkan SDA, proses pengolahan, serta dampak ekonomi secara mendalam dan tepat.
3Kejelasan PresentasiSkor 1: Menyampaikan hasil tanpa suara yang jelas dan ragu-ragu.
Skor 2: Menyampaikan hasil dengan cukup jelas tetapi kurang menguasai materi.
Skor 3: Menyampaikan hasil dengan jelas, runtut, dan percaya diri.
Skor 4: Menyampaikan hasil secara sangat komunikatif, sistematis, menarik, dan menguasai panggung.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130