IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Pengaruh Kondisi Geografis Terhadap Komoditas Unggulan Daerah |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) |
| Model Pembelajaran | : | Inquiry Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) & Culturally Responsive Teaching |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Kearifan Lokal: Komoditas SDA Unggulan Daerah Wringin Anom / Diferensiasi: Media pencarian informasi (Buku, Internet, Wawancara) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Profil Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom berjumlah 25 anak. Mayoritas peserta didik memiliki gaya belajar visual yang sangat dominan, di mana mereka lebih cepat menyerap informasi melalui tayangan video, infografis, gambar, dan visualisasi spasial. Peserta didik aktif secara visual dan menyukai aktivitas penyelidikan langsung yang melibatkan pengamatan objek konkret atau tayangan visual interaktif.
Pengetahuan Awal
Peserta didik telah memahami konsep dasar kenampakan alam (dataran tinggi, dataran rendah, dan wilayah perairan). Namun, peserta didik belum sepenuhnya mampu mengorelasikan secara kritis bagaimana kondisi bentang alam tersebut memengaruhi potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan komoditas ekonomi unggulan yang ada di lingkungan sekitar mereka (daerah Wringin Anom dan sekitarnya).
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik memperhalus pemahamannya tentang keterkaitan antara kondisi geografis wilayah dengan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam, serta menentukan produk unggulan yang dihasilkan dari SDA daerahnya sebagai bentuk pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui kegiatan pengamatan peta visual dan tayangan Smart TV, peserta didik dapat menganalisis keterkaitan antara kondisi geografis daerah dengan jenis komoditas unggulan SDA yang dihasilkan secara tepat.
- Melalui sintaks Inquiry Learning dengan diferensiasi media pencarian informasi (buku, internet, atau wawancara), peserta didik dapat menentukan komoditas unggulan daerah Wringin Anom beserta alasannya secara rasional dan rasional.
- Melalui diskusi kelompok dan presentasi infografis sederhana, peserta didik dapat mengomunikasikan hasil penemuan potensi daerahnya dengan percaya diri dan komunikatif.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Kondisi geografis suatu daerah menentukan karakteristik iklim, tanah, dan ketersediaan air yang berpengaruh langsung terhadap komoditas unggulan yang dapat dibudidayakan. Dengan mengenali komoditas unggulan daerah sendiri, masyarakat dapat memanfaatkan potensi alam secara bijak, meningkatkan perekonomian lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa tanaman teh dan kopi banyak tumbuh subur di daerah pegunungan, sedangkan tanaman kelapa dan garam banyak ditemukan di pesisir pantai?
- Mengapa daerah tempat tinggal kita (Wringin Anom) memiliki hasil pertanian atau perkebunan tertentu yang sangat melimpah?
- Apa yang akan terjadi jika kita memaksakan menanam padi di lahan tandus yang sangat kering?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis hubungan sebab-akibat antara kondisi fisik alam dengan komoditas unggulan daerah.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok investigasi saat mengumpulkan dan mengolah data.
- Kreatif: Menyajikan data hasil penyelidikan dalam bentuk visual (peta pikiran atau infografis sederhana).
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Peserta didik menyadari potensi lingkungan lokal tempat tinggalnya secara sadar dan penuh rasa ingin tahu.
- Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan materi IPAS dengan fenomena ekonomi dan geografis nyata di daerahnya.
- Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan dalam menemukan informasi secara mandiri melalui eksplorasi media yang variatif.
MATERI PEMBELAJARAN
Bentang Alam dan Kondisi Geografis
- Dataran Tinggi: Suhu sejuk, curah hujan tinggi, cocok untuk teh, kopi, sayuran hias, dan hortikultura.
- Dataran Rendah: Suhu hangat hingga panas, tanah aluvial subur, cocok untuk padi, tebu, jagung, dan tembakau.
- Wilayah Pesisir/Pantai: Udara panas, tanah berpasir/kadar garam tinggi, cocok untuk kelapa, tambak udang/bandeng, dan rumput laut.
Komoditas Unggulan Daerah Wringin Anom
- Komoditas Pertanian/Perkebunan: Tebu (bahan baku gula), jagung, tembakau, serta tanaman hortikultura lokal.
- Keterkaitan Geografis: Wilayah Wringin Anom dominan dataran rendah dengan intensitas cahaya matahari yang memadai dan ketersediaan sistem irigasi, sangat mendukung optimalisasi tanaman tebu dan palawija.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran: Inquiry Learning
- Steps: Orientasi Masalah, Merumuskan Masalah, Merumuskan Hipotesis, Mengumpulkan Data, Menganalisis Data/Menguji Hipotesis, Merumuskan Kesimpulan.
- Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) & Culturally Responsive Teaching (mengkaji kearifan lokal daerah Wringin Anom).
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Teknik: Kuis visual interaktif melalui Smart TV (mengidentifikasi gambar bentang alam dan produk komoditasnya).
Waktu: 5 menit di awal kegiatan.
Asesmen Formatif (Proses)
Teknik: Observasi keaktifan diskusi kelompok, lembar kerja siswa (LKPD), dan ketepatan proses penyelidikan inquiry.
Waktu: Selama proses pembelajaran berlangsung.
Asesmen Sumatif (Akhir)
Teknik: Penilaian produk visual LKPD dan presentasi hasil temuan komoditas unggulan daerah.
Waktu: Di akhir pertemuannya.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Asesmen Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Indikator Sikap | Kriteria Skor 4 (Sangat Baik) | Kriteria Skor 3 (Baik) | Kriteria Skor 2 (Cukup) | Kriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Bernalar Kritis | Mampu menganalisis keterkaitan geografis dan komoditas secara mandiri, logis, dan mendetail. | Mampu menganalisis keterkaitan geografis dan komoditas dengan sedikit bantuan bimbingan. | Kurang mampu menganalisis keterkaitan, membutuhkan banyak bantuan guru. | Tidak mampu mengidentifikasi keterkaitan geografis dan komoditas. |
| Gotong Royong | Sangat aktif bekerja sama, menghargai pendapat teman, dan membantu anggota kelompok. | Aktif bekerja sama dan mampu menjalankan perannya dalam kelompok. | Kurang aktif dalam kelompok, hanya bekerja jika ditegur. | Tidak mau bekerja sama dengan anggota kelompok. |
Rubrik Asesmen Pengetahuan dan Keterampilan (Produk LKPD & Presentasi)
| Aspek Penilaian | Kriteria Skor 4 (Sangat Baik) | Kriteria Skor 3 (Baik) | Kriteria Skor 2 (Cukup) | Kriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Identifikasi Komoditas | Menyebutkan lebih dari 3 komoditas lokal beserta alasan geografisnya secara tepat. | Menyebutkan 3 komoditas lokal beserta alasan geografisnya secara tepat. | Menyebutkan 1-2 komoditas lokal namun alasan kurang tepat. | Salah menyebutkan komoditas dan tidak bisa memberikan alasan. |
| Kelengkapan Data | Data hasil penelusuran sangat lengkap, bersumber dari media diferensiasi yang dipilih secara optimal. | Data hasil penelusuran cukup lengkap dari media yang dipilih. | Data kurang lengkap dan informasi masih terbatas. | Data tidak diisi atau sangat minim informasi. |
| Komunikasi / Presentasi | Penyampaian sangat jelas, percaya diri, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan media visual menarik. | Penyampaian jelas, cukup percaya diri, serta runtut. | Penyampaian kurang jelas, ragu-ragu, dan kurang fokus. | Tidak berani menyampaikan hasil diskusi di depan kelas. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
- Orientasi: Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
- Apersepsi (Mindful Learning): Guru menampilkan gambar pemandangan dataran rendah Wringin Anom dan gambar perkebunan teh pegunungan di Smart TV. Guru mengajak peserta didik memejamkan mata sejenak, membayangkan udara di kedua tempat tersebut, lalu membuka mata kembali.
- Pertanyaan Pemantik: "Anak-anak, mengapa kita lebih sering melihat tanaman tebu dan jagung di sekitar daerah kita daripada tanaman teh?"
- Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, langkah inquiry, dan sistem penilaian hari ini.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Tahap 1: Orientasi Masalah (Visual Stimulation)
- Guru menayangkan video singkat dan infografis peta geografis Kabupaten/Kecamatan Wringin Anom yang kaya akan potensi pertanian di Smart TV.
- Peserta didik mencermati tayangan visual tersebut dengan rasa ingin tahu.
Tahap 2: Merumuskan Masalah
- Guru memfasilitasi peserta didik merumuskan pertanyaan kunci inquiry: "Bagaimana kondisi tanah dan iklim di Wringin Anom memengaruhi jenis komoditas unggulan yang diproduksi oleh warga sekitar?"
Tahap 3: Merumuskan Hipotesis
- Dalam kelompok kecil (4-5 siswa), peserta didik menyusun dugaan sementara (hipotesis), misalnya: "Wringin Anom berada di dataran rendah yang hangat, sehingga komoditas unggulannya adalah tebu dan jagung."
Tahap 4: Mengumpulkan Data (Diferensiasi Proses & Media)
- Kelompok diberikan kebebasan memilih media pencarian data sesuai minat dan ketersediaan:
- Kelompok A (Media Internet): Menggunakan Laptop/Internet untuk mencari artikel digital tentang komoditas Wringin Anom.
- Kelompok B (Media Buku): Menggunakan kumpulan buku bacaan, brosur potensi daerah, dan ensiklopedia IPAS.
- Kelompok C (Media Wawancara): Melakukan wawancara singkat dengan narasumber lokal (guru/staf sekolah yang memahani pertanian daerah setempat) atau teks wawancara yang telah disiapkan.
- Peserta didik mencatat temuan komoditas unggulan dan faktor geografis pendukungnya pada lembar analisis visual.
Tahap 5: Menganalisis Data / Menguji Hipotesis
- Peserta didik mendiskusikan data yang diperoleh, membandingkannya dengan hipotesis awal.
- Peserta didik mengelompokkan hasil komoditas berdasarkan kondisi geografisnya dalam LKPD.
Tahap 6: Merumuskan Kesimpulan dan Menyajikan Hasil (Joyful Learning)
- Setiap kelompok menyusun laporan temuan dalam bentuk diagram/peta visual sederhana pada karton yang disediakan.
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil inquiry di depan kelas menggunakan Smart TV sebagai pembanding gambar visual.
- Kelompok lain memberikan tanggapan apresiatif.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Evaluasi & Refleksi: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran bahwa kondisi geografis sangat menentukan komoditas unggulan suatu daerah.
- Penguatan Bermakna (Meaningful Learning): Guru memberi penekanan pentingnya menghargai dan mendukung komoditas lokal demi ketahanan pangan dan ekonomi daerah.
- Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh kelompok.
- Doa dan Penutup: Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
- Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati lingkungan fisik di sekitar sekolah dan rumah mereka, tidak hanya sekadar melihat tetapi memahami karakteristik bentang alamnya.
- Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan pelajaran sekolah dengan konteks kehidupan nyata, menyadari dari mana asal bahan makanan/komoditas lokal yang sehari-hari mereka konsumsi atau lihat.
- Joyful Learning: Eksplorasi beragam pilihan media (internet, buku, wawancara) serta penggunaan Smart TV menciptakan suasana belajar yang dinamis, interaktif, dan tidak membosankan.
STRATEGI DIFERENSIASI
- Diferensiasi Konten: Menyediakan bahan ajar berbasis visual (infografis/video), teks bacaan bergambar, dan lembar wawancara narasumber.
- Diferensiasi Proses: Memberikan kebebasan kepada kelompok peserta didik untuk menentukan media dalam pencarian data penyelidikan (Buku Teks, Akses Internet melalui Laptop, atau Wawancara).
- Diferensiasi Produk: Peserta didik dapat menyajikan laporan inquiry dalam bentuk peta konsep visual, tabel infografis, atau poster ringkas sesuai kesepakatan kelompok.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop: Digunakan guru untuk mengelola jalannya pembelajaran dan oleh kelompok siswa untuk mencari data digital.
- Smart TV: Menayangkan peta geografis digital, video potensi komoditas daerah, serta tampilan slide visual interaktif.
- Koneksi Internet: Memfasilitasi akses informasi real-time mengenai kondisi geografis dan produk unggulan lokal.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
- Media Visual: Peta Geografis Jawa Timur/Wringin Anom, Gambar/Kartu Foto Komoditas (Tebu, Padi, Jagung, Teh, Kopi, Garam).
- Alat: Laptop, Smart TV, Proyektor, Kertas Karton, Spidol Warna.
- Sumber Belajar: Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Artikel Potensi Daerah Online, Teks Wawancara Narasumber Lokal.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Anggota Kelompok | 1. ..................... 2. ..................... 3. ..................... 4. ..................... |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| Nomor Absen | .......................................................................................... |
| Tanggal Aktivitas | .......................................................................................... |
Judul Aktivitas: Penyelidikan Komoditas Unggulan Daerahku
Tujuan Aktivitas
Menemukan hubungan antara kondisi geografis daerah Wringin Anom dengan produk komoditas unggulan yang dihasilkan.
Alat dan Media Penyelidikan yang Dipilih (Beri tanda centang pada salah satu)
[ ] Internet (Laptop)
[ ] Buku Bacaan / Ensiklopedia
[ ] Wawancara / Teks Narasumber
Langkah Kerja Penyelidikan
- Amati gambar bentang alam Wringin Anom yang ditampilkan di Smart TV!
- Lakukan pencarian informasi melalui media yang telah kelompokmu pilih!
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan penyelidikan di bawah ini berdasarkan hasil diskusi kelompokmu!
Tabel Hasil Penyelidikan
| No | Kondisi Geografis (Dataran Tinggi / Rendah / Pesisir) | Komoditas Unggulan yang Dihasilkan | Alasan Mengapa Tanaman / Produk Tersebut Cocok |
|---|---|---|---|
| 1 | |||
| 2 | |||
| 3 |
Analisis Hasil Inquiry
- Mengapa wilayah Wringin Anom sangat cocok untuk pengembangan komoditas tersebut di atas?
Jawaban: .............................................................................................................................................
- Apa manfaat yang didapatkan oleh masyarakat lokal dengan adanya komoditas unggulan tersebut?
Jawaban: .............................................................................................................................................
Kesimpulan Kelompok
Kondisi geografis daerah kita termasuk ke dalam bentuk ............................, sehingga komoditas SDA utama yang menjadi unggulan daerah adalah ........................... yang berdampak pada perekonomian masyarakat.
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran (belum mampu mengaitkan kondisi geografis dengan komoditas unggulan):
- Guru memberikan pendampingan secara individu (scaffolding) dengan bantuan media kartu bergambar konkret.
- Peserta didik diminta memasangkan 5 kartu gambar bentang alam dengan 5 kartu gambar komoditas unggulan yang sesuai.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah melampaui tujuan pembelajaran:
- Peserta didik diberikan tugas studi kasus: "Menganalisis potensi komoditas unggulan di daerah lain (misalnya daerah Pesisir Pantai atau Dataran Tinggi) dan membandingkan strategi pemasarannya dengan komoditas daerah Wringin Anom."
- Hasil analisis ditulis dalam bentuk esai singkat atau infografis digital sederhana.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi dan Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam proses inquiry kelompok? | Sebagian besar peserta didik sangat aktif, terutama karena adanya media visual pada Smart TV yang memikat minat mereka. |
| 2 | Apakah pembagian media pencarian data (diferensiasi proses) berjalan efektif? | Efektif, kelompok terbagi fokus dan tidakberebutan sumber belajar. |
| 3 | Kendala apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung? | Waktu eksplorasi internet memerlukan pengawasan ketat agar peserta didik fokus pada kata kunci pencarian. |
| 4 | Apa langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk pertemuan berikutnya? | Menyiapkan lembar petunjuk pencarian internet yang lebih terstruktur dengan tautan situs yang spesifik. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
- Bagian mana dari kegiatan pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu sudah dapat menjelaskan alasan mengapa tebu/jagung tumbuh subur di Wringin Anom?
- Hal baru apa yang kamu ketahui tentang potensi daerah tempat tinggalmu setelah melakukan penyelidikan hari ini?
BAHAN BACAAN
Pengaruh Kondisi Geografis Terhadap Potensi Komoditas Daerah
Kondisi geografis adalah keberadaan suatu wilayah dilihat dari keadaan alam permukaan buminya. Keadaan alam ini mencakup bentuk bentang alam (dataran tinggi, dataran rendah, pegunungan, pantai), kondisi tanah, ketersediaan air, serta iklim dan suhu udara.
Setiap tumbuhan dan sumber daya alam membutuhkan kondisi lingkungan tertentu untuk tumbuh secara optimal. Sebagai contoh:
- Dataran Tinggi (ketinggian >600 m di atas permukaan laut) memiliki suhu yang sejuk. Kondisi ini sangat diminati oleh tanaman seperti kopi, teh, kentang, dan kubis.
- Dataran Rendah (ketinggian 0-200 m di atas permukaan laut) memiliki suhu yang lebih hangat. Wilayah ini ideal untuk pertanian padi, tebu, jagung, tembakau, serta peternakan unggas dan unggas bertelur. Wilayah Wringin Anom tergolong dataran rendah yang subur.
- Pesisir Pantai merupakan daerah perbatasan daratan dan laut. Komoditas utamanya berasal dari sektor kelautan seperti ikan laut, udang, garam, dan tanaman kelapa.
Keberhasilan masyarakat dalam memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi geografisnya akan menentukan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal tersebut.
GLOSARIUM
- Komoditas: Barang dagangan utama; hasil pertanian, perkebunan, atau pertambangan yang dapat diperdagangkan.
- Geografis: Letak atau kondisi suatu daerah ditinjau dari segi permukaannya di bumi.
- Inquiry Learning: Model pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif untuk mencari, menyelidiki, dan menemukan jawaban sendiri atas suatu masalah.
- Dataran Rendah: Hamparan luas tanah dengan tingkat ketinggian yang diukur dari permukaan laut adalah relatif rendah (sampai dengan 200 meter di atas permukaan laut).
- Kearifan Lokal: Gagasan, nilai, atau pandangan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
DAFTAR PUSTAKA
- Fitri, A., dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Fitri, A., dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Badan Pusat Statistik. (2024). Kecamatan Wringin Anom Dalam Angka. Kabupaten Situbondo/Jawa Timur: BPS.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Kinerja Diskusi dan Presentasi Kelompok
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Keaktifan Pengumpulan Data | Tidak melakukan pencarian data sama sekali. | Melakukan pencarian data hanya jika diperintah oleh teman atau guru. | Aktif mencari data namun kurang fokus pada topik yang ditentukan. | Sangat aktif dan fokus mencari data relevan sesuai media yang dipilih. | 4 |
| 2 | Kerjasama Kelompok | Mengganggu anggota kelompok lain dan tidak mau berbagi tugas. | Bersifat pasif dan hanya menerima hasil kerja dari teman kelompoknya. | Bekerja sama dengan cukup baik dalam menyelesaikan tugas kelompok. | Sangat kompak, membantu teman, dan berbagi peran secara adil. | 4 |
| 3 | Kemampuan Menganalisis Hubungan Geografis | Tidak mampu menjelaskan hubungan kondisi geografis dan komoditas. | Menjelaskan hubungan geografis dan komoditas dengan banyak kesalahan konsep. | Menjelaskan hubungan geografis dan komoditas secara benar namun kurang mendalam. | Menjelaskan hubungan geografis dan komoditas secara sangat tepat, mendalam, dan logis. | 4 |
| 4 | Keterampilan Presentasi Visual | Tidak mau tampil dan tidak membawa media visual hasil kerja. | Tampil presentasi namun membaca penuh catatan tanpa memperhatikan audiens. | Presentasi dengan lancar, suara jelas, dan memanfaatkan media visual kelompok. | Presentasi sangat percaya diri, artikulasi sangat jelas, komunikatif, dan visual menarik. | 4 |