Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Peran Pasar, Warung, dan Tempat Usaha Lokal dalam Memenuhi Kebutuhan
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sosial)
Model Pembelajaran : Contextual Teaching & Learning (CTL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning: Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Kearifan Lokal: Pasar Tradisional Daerah (Pasar Wringin Anom). Diferensiasi: Pemetaan fasilitas berdasarkan zonasi tempat tinggal peserta didik.

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar dominan visual. Mereka sangat responsif terhadap tayangan bergerak, peta bergambar, skema warna, dan media grafis digital. Peserta didik cenderung lebih cepat memahami konsep abstrak apabila disajikan dalam bentuk representasi visual yang konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pengetahuan Awal

Peserta didik telah mengenal aktivitas jual beli secara umum dalam kehidupan sehari-hari, namun belum secara sistematis memahami perbedaan peran, fungsi ekonomi, dan keterkaitan spasial (pemetaan) antara pasar tradisional, warung kelontong, serta tempat usaha jasa di sekitar pemukiman mereka.

Kebutuhan Belajar

  1. Kebutuhan Visual: Memerlukan stimulus berupa tayangan video High Definition (HD), peta zonasi berwarna, dan diagram alur pemenuhan kebutuhan melalui Smart TV.
  2. Kebutuhan Kontekstual: Memerlukan keterhubungan langsung antara materi pelajaran dengan lingkungan tempat tinggal aktual di wilayah Wringin Anom.
  3. Kebutuhan Pembelajaran Mendalam: Memerlukan aktivitas kritis yang melatih pemahaman bermakna, analisis sosial, serta kerja sama kelompok.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan memeta fasilitas tempat jual beli di sekitar tempat tinggal dan menganalisis peran pasar, warung, serta tempat usaha lokal dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan video kontekstual dan peta digital pada Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi sekurang-kurangnya 3 jenis tempat jual beli lokal beserta barang/jasa yang disediakannya secara tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok berbasis Contextual Teaching & Learning (CTL), peserta didik dapat menganalisis peran pasar tradisional, warung, dan tempat usaha lokal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar dengan kritis.
  3. Melalui kerja kelompok terdiferensiasi berdasarkan zonasi tempat tinggal, peserta didik dapat membuat peta visual sederhana tempat jual beli di sekitar lingkungan rumah mereka secara sistematis dan kreatif.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Tempat jual beli lokal seperti pasar tradisional, warung kelontong, dan toko usaha daerah bukan sekadar tempat bertransaksi uang dan barang, melainkan pusat rantai pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat yang menjaga kelangsungan ekonomi dan hubungan sosial antarwarga di lingkungan sekitar.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari manakah orang tua kalian mendapatkan bahan makanan pokok atau perlengkapan rumah tangga setiap harinya?
  2. Apa yang akan terjadi pada kehidupan warga desa jika seluruh warung dan pasar tradisional di Wringin Anom tiba-tiba tutup selama satu minggu?
  3. Mengapa di dekat rumah kita ada warung kecil, sedangkan pasar terletak di pusat area yang lebih luas?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bergotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok zonasi untuk menyelesaikan peta fasilitas ekonomi lokal.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis keterkaitan antara lokasi tempat usaha, jenis barang yang dijual, dan kebutuhan warga.
  3. Kreatif: Menyajikan peta fasilitas tempat jual beli dengan warna, simbol, dan tata letak yang menarik secara visual.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (6C)

  1. Critical Thinking: Menganalisis alasan pemilihan tempat jual beli berdasarkan jenis kebutuhan.
  2. Collaboration: Berbagi peran dalam pemetaan fasilitas berdasarkan wilayah tempat tinggal anggota kelompok.
  3. Communication: Mempresentasikan hasil peta zonasi dan analisis fungsi tempat usaha di depan kelas.
  4. Creativity: Memdesain denah visual interaktif menggunakan simbol visual tempat usaha.
  5. Character: Menunjukkan rasa bangga dan menghargai keberadaan pelaku usaha lokal di lingkungan sekitar.
  6. Compassion: Memahami peran penting para pedagang kecil dalam membatu pemenuhan kebutuhan tetangga.

MATERI PEMBELAJARAN

Jenis-Jenis Tempat Jual Beli Lokal

  1. Pasar Tradisional: Pusat transaksi komoditas lengkap (sayur, daging, pakaian) yang melayani cakupan wilayah luas (contoh: Pasar Tradisional Wringin Anom).
  2. Warung Kelontong: Tempat jual beli skala kecil di dekat pemukiman yang menyediakan kebutuhan harian cepat saji dan kebutuhan pokok darurat.
  3. Toko Khusus / Tempat Usaha Jasa Lokal: Toko alat tulis, bengkel, pemotong rambut, atau toko bahan bangunan yang menyediakan kebutuhan spesifik masyarakat.

Peran Tempat Usaha Lokal dalam Pemenuhan Kebutuhan

  1. Mendekatkan akses pemenuhan kebutuhan pokok (efisiensi waktu dan transportasi).
  2. Menjaga kestabilan pasokan bahan pangan harian warga.
  3. Mendorong perputaran roda ekonomi masyarakat tingkat desa/kecamatan.

Pemetaan Fasilitas Jual Beli Berdasarkan Zonasi

Teknik menggambarkan sebaran lokasi tempat jual beli pada peta wilayah pemukiman siswa menggunakan simbol visual (legenda) untuk mengenali kerapatan dan jangkauan fasilitas ekonomi.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Contextual Teaching & Learning (CTL) dengan 7 komponen utama:

  1. Constructivism (Konstruktivisme)
  2. Inquiry (Menemukan)
  3. Questioning (Bertanya)
  4. Learning Community (Masyarakat Belajar)
  5. Modeling (Pemodelan)
  6. Reflection (Refleksi)
  7. Authentic Assessment (Penilaian Autentik)

Pendekatan Pembelajaran

Deep Learning (Pembelajaran Mendalam):

  1. Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik saat mengamati lingkungan sekitar dan memproses informasi visual.
  2. Meaningful Learning: Menghubungkan konsep fasilitas jual beli dengan pengalaman nyata belanja siswa sehari-hari.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran berbasis gim peta visual dan eksplorasi gambar yang menyenangkan.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

Tanya jawab lisan berbasis visual menggunakan tayangan gambar tiga tempat usaha berbeda untuk mengukur pengetahuan awal peserta didik.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

  1. Observasi Kinerja Diskusi Kelompok (Sikap Gotong Royong dan Keterampilan Bernalar Kritis).
  2. Penilaian Produk LKPD (Peta Zonasi Fasilitas Jual Beli Lokal).

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

Tes tertulis singkat berupa 5 soal uraian berbasis studi kasus lingkungan lokal.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Kinerja Diskusi dan Kerja Kelompok

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Kerjasama KelompokSangat aktif, berbagi tugas dengan adil, dan membantu anggota yang kesulitan.Aktif bekerja sama dan menjalankan tugas yang diberikan kelompok.Kurang aktif, hanya mengerjakan tugas jika diminta anggota lain.Pasif dan tidak berkontribusi dalam kerja kelompok.
Analisis Peran Tempat UsahaMampu menganalisis 3 jenis tempat usaha beserta fungsinya secara sangat lengkap dan logis.Mampu menganalisis 2-3 jenis tempat usaha beserta fungsinya dengan cukup jelas.Mampu menganalisis 1-2 jenis tempat usaha namun penjelasannya kurang tepat.Belum mampu menganalisis peran tempat usaha lokal.
Komunikasi PresentasiMenyampaikan hasil diskusi secara percaya diri, runtut, dan suara terdengar jelas.Menyampaikan hasil diskusi dengan cukup percaya diri dan bahasa yang jelas.Menyampaikan hasil diskusi dengan ragu-ragu dan kurang runtut.Tidak berani atau belum mampu menyampaikan hasil diskusi.

Rubrik Penilaian Produk (Peta Zonasi Fasilitas Jual Beli)

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Keakuratan PemetaanMemetakan seluruh tempat jual beli sesuai zonasi tempat tinggal dengan sangat akurat.Memetakan sebagian besar tempat jual beli sesuai zonasi dengan akurat.Memetakan beberapa tempat jual beli namun lokasi kurang presisi.Pemetaan tidak sesuai dengan fakta zonasi tempat tinggal.
Kelengkapan Legenda VisualMenggunakan simbol visual, warna, dan keterangan yang sangat lengkap dan rapi.Menggunakan simbol visual dan keterangan yang cukup lengkap.Keterangan simbol kurang lengkap atau kurang rapi.Tidak dilengkapi simbol atau legenda visual.
Estetika dan KerapianHasil peta sangat rapi, bersih, dan perpaduan warna visual sangat menarik.Hasil peta rapi dan visual cukup menarik.Hasil peta kurang rapi namun masih dapat dibaca.Hasil peta tidak rapi dan sulit dibaca.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam penuh kehangatan, memeriksa kesiapan peserta didik, dan memimpin doa bersama (Mindful Start).
  2. Guru melakukan presensi kehadiran dan memeriksa kerapian diri serta kebersihan kelas.
  3. Guru melakukan Apersepsi Visual: Menayangkan gambar situasi Pasar Tradisional Wringin Anom dan sebuah warung kecil di Smart TV.
  4. Guru mengajukan Pertanyaan Pemantik untuk memicu perhatian visual: "Mengapa ibu kalian membeli sayur segar di pasar pagi hari, tetapi membeli garam dapur di warung sebelah rumah?"
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alur kegiatan CTL, dan manfaat materi bagi kehidupan sehari-hari peserta didik.

Kegiatan Inti (80 Menit)

Tahap 1: Constructivism & Modeling (20 Menit)

  1. Guru menayangkan video singkat berdurasi 5 menit tentang profil rantai ekonomi lokal di daerah Wringin Anom menggunakan Smart TV.
  2. Peserta didik secara fokus mengamati simbol-simbol visual, denah lokasi, serta interaksi sosial pedagang-pembeli dalam tayangan (Mindful Learning).
  3. Guru memberikan contoh (Modeling) cara membaca peta sederhana dan memberi simbol khusus untuk pasar, warung kelontong, dan toko jasa.

Tahap 2: Inquiry & Questioning (15 Menit)

  1. Peserta didik diajak mengajukan pertanyaan terkait tayangan video dan contoh peta.
  2. Guru memfasilitasi proses menanya: "Apa bedanya barang yang dijual di warung dekat rumahmu dengan barang di pasar besar?"
  3. Peserta didik mencatat poin-poin kunci hasil identifikasi jenis tempat usaha lokal pada buku catatan visual mereka.

Tahap 3: Learning Community & Pemetaan Terdiferensiasi (25 Menit)

  1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa) berdasarkan zonasi tempat tinggal yang terdekat (Diferensiasi Proses & Lingkungan).
  2. Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang khusus dengan format peta dasar zonasi wilayah Wringin Anom.
  3. Peserta didik dalam kelompok saling berdiskusi mengidentifikasi dan memeta letak pasar, warung, serta toko di zona rumah mereka masing-masing (Collaboration & Meaningful Learning).
  4. Peserta didik mewarnai peta dan menambahkan ikonisasi visual (gambar simbol warung, pasar, toko) pada LKPD sesuai kreativitas kelompok (Joyful Learning).

Tahap 4: Reflection & Authentic Assessment (20 Menit)

  1. Masing-masing kelompok menempelkan hasil karya peta zonasi di papan pajangan kelas.
  2. Perwakilan kelompok mempresentasikan peta zonasi dan hasil analisis peran tempat usaha di depan kelas menggunakan Smart TV sebagai pembanding gambar peta digital (Communication & Critical Thinking).
  3. Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan membangun.
  4. Guru memberikan apresiasi verbal dan konfirmasi ilmiah atas hasil kerja seluruh kelompok.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang peran dan pemetaan fasilitas tempat jual beli lokal.
  2. Peserta didik melakukan refleksi singkat mengenai proses pembelajaran (apa yang paling menyenangkan, apa yang baru diketahui).
  3. Guru memberikan asesmen sumatif singkat berupa 5 soal uraian tertulis.
  4. Guru menyampaikan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan berikutnya dan menutup kegiatan dengan doa serta salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning

Peserta didik secara sadar mengamati lingkungan sekitar tempat tinggal mereka melalui media visual Smart TV, menyadari keberadaan tempat-tempat usaha kecil yang selama ini sering terlewatkan, serta merenungkan ketergantungan hidup manusia terhadap sesama dalam pemenuhan kebutuhan harian.

Meaningful Learning

Peserta didik tidak sekadar menghafal definisi pasar atau warung, melainkan menghubungkan langsung fungsi tempat usaha tersebut dengan pengalaman nyata keluarga mereka saat berbelanja harian di lingkungan tempat tinggal Wringin Anom.

Joyful Learning

Peserta didik merasakan kegembiraan belajar melalui eksplorasi gambar warna-warni, kegiatan mendesain peta zonasi kelompok dengan menggambar simbol-simbol visual, serta melakukan presentasi interaktif di depan teman sebaya.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Guru menyediakan lembaran pendukung materi visual dengan tingkat keragaman gambar tempat usaha yang disesuaikan dengan variasi kondisi fasilitas ekonomi di zona pemukiman tiap kelompok (Zona Pusat Desa Wringin Anom vs Zona Pinggiran/Dusun).

Diferensiasi Proses

Proses diskusi kelompok dibagi berdasarkan zonasi geografis rumah siswa. Siswa yang tinggal di wilayah pusat desa menginventarisasi fasilitas skala sedang-besar, sementara siswa di wilayah dusun memfokuskan analisis pada warung kelontong dan sistem distribusi lokal.

Diferensiasi Produk

Kelompok bebas memilih cara menyajikan peta zonasi: menggunakan gambar tangan berwarna lengkap dengan simbol kustom, menggunakan diagram alur hubungan tempat usaha, atau denah berbasis peta wilayah yang lebih terstruktur.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop: Digunakan guru untuk mengolah media presentasi interaktif, materi visual High Definition, dan instrumen penilaian.
  2. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan tayangan video pembelajaran kontekstual Wringin Anom, peta digital Google Maps/Earth wilayah tempat tinggal siswa, dan memperbesar gambar peta buatan siswa saat sesi presentasi.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses data pemetaan wilayah digital Wringin Anom dan mencari sumber visual tempat usaha secara langsung selama persiapan media.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Belajar

  1. Video Dokumenter Kontekstual Pasar dan Warung Lokal.
  2. Peta Dasar Wilayah Desa Wringin Anom (Format Cetak A3).
  3. Kartu Simbol Visual Tempat Jual Beli (Icon Cards).
  4. Smart TV untuk penayangan media visual interaktif.

Sumber Belajar

  1. Buku Panduan Guru IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  2. Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka.
  3. Lingkungan Lingkup Lokal: Pasar Tradisional dan Warung Kelontong sekitar Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Anggota Kelompok1.
2.
3.
4.
5.
Kelas / FaseV (Lima) / Fase C
Nomor Absen
Tanggal Pelaksanaan

Judul Aktivitas

Pemetaan Visual Fasilitas Tempat Jual Beli di Lingkungan Tempat Tinggal (Zonasi Wringin Anom)

Petunjuk Kerja

  1. Berbagilah tugas secara adil dengan teman satu kelompokmu!
  2. Amatilah Peta Dasar Wilayah Zonasi yang telah dibagikan oleh guru!
  3. Tentukan letak rumah anggota kelompokmu pada peta dasar tersebut!
  4. Identifikasi tempat jual beli (pasar, warung, toko kelontong, jasa) yang ada di sekitar rumah kalian!
  5. Gambar simbol visual untuk setiap tempat jual beli sesuai petunjuk warna:
    • Warna Merah: Pasar Tradisional
    • Warna Hijau: Warung Kelontong / Toko Sembako
    • Warna Biru: Tempat Usaha Jasa / Toko Spesifik
  1. Isilah tabel analisis fungsi tempat usaha di bawah peta!
  2. Siapkan hasil pekerjanmu untuk dipresentasikan di depan kelas melalui Smart TV!

Tabel Analisis Fungsi Tempat Usaha Lokal

NoNama Tempat Usaha / TokoJenis Tempat Jual BeliBarang / Jasa yang DijualPeran Bagi Kebutuhan Warga
1
2
3
4

Pertanyaan Analisis Diskusi Kelompok

  1. Tempat jual beli mana yang paling sering dikunjungi oleh keluarga kalian dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa?

       Jawaban: _____________________________________________________________________________

  1. Mengapa lokasi warung kelontong biasanya tersebar banyak di pemukiman, sedangkan pasar tradisional hanya ada satu di pusat area?

       Jawaban: _____________________________________________________________________________

    REMEDIAL

    Sasaran

    Peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada asesmen sumatif (skor di bawah 70).

    Bentuk Kegiatan

    1. Bimbingan Perorangan Visual: Guru memberikan pendampingan ulang menggunakan media kartu gambar (flashcard) tempat usaha lokal.
    2. Penugasan Terstruktur: Peserta didik diminta mengamati dan mencatat 2 warung paling dekat dari rumahnya beserta 5 barang utama yang dijual, kemudian menggambar denah sederhana perjalanan dari rumah ke warung tersebut.

    PENGAYAAN

    Sasaran

    Peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan skor di atas 85.

    Bentuk Kegiatan

    1. Penugasan Analisis Rantai Pasok Sederhana: Peserta didik diminta melacak alur darimana pemilik warung dekat rumah mereka mendapatkan barang dagangan (misal: Sayur dari Petani -> Pasar Tradisional Wringin Anom -> Warung -> Konsumen).
    2. Menyusun rekomendasi visual sederhana mengenai tempat jual beli baru apa yang masih dibutuhkan warga di pemukiman mereka.

    REFLEKSI GURU

    NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi Diri Guru
    1Apakah penggunaan media visual di Smart TV berhasil meningkatkan fokus dan pemahaman siswa gaya belajar visual?Seluruh siswa dengan gaya belajar visual tampak sangat antusias dan lebih cepat memahami pemetaan denah saat ditayangkan gambar jernih melalui Smart TV.
    2Apakah penerapan model Contextual Teaching & Learning (CTL) membuat siswa lebih mengenali lingkungan tempat tingginya?Ya, siswa menjadi lebih sadar dan mampu menghubungkan materi sekolah dengan kondisi riil warung dan pasar Wringin Anom di sekitar rumah mereka.
    3Apakah pembagian kelompok berdasarkan zonasi tempat tinggal berjalan efisien dalam diferensiasi proses?Pembagian kelompok berbasis zonasi efektif memudahkan siswa saling mencocokkan ingatan tentang letak usaha lokal di sekitar rumah mereka.
    4Kendala apa yang paling dominan dirasakan selama proses pembelajaran berlangsung?Sebagian kecil siswa membutuhkan waktu lebih lama dalam menggambar dan menyelaraskan skala denah visual pada kertas A3.
    5Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan pembelajaran selanjutnya?Memberikan cetakan kerangka denah yang lebih jelas dan menyediakan stiker simbol tempat usaha agar efisiensi waktu menggambar meningkat.

    REFLEKSI PESERTA DIDIK

    1. Kegiatan mana yang paling membuatmu merasa senang dalam belajar IPAS hari ini?
    2. Hal baru apa yang kamu ketahui tentang warung dan pasar di sekitar rumahmu setelah membuat peta zonasi bersama kelompok?
    3. Apakah kamu menemui kesulitan saat menggambar simbol dan menemukan letak tempat jual beli pada peta? Bagian mana yang paling sulit?
    4. Bagaimana caramu membantu teman kelompokmu saat menyelesaikan tugas peta visual tadi?

    BAHAN BACAAN

    Bahan Bacaan Guru

    Fasilitas tempat jual beli merupakan salah satu komponen penting dari struktur ruang sosial-ekonomi masyarakat desa maupun kota. Dalam konteks pemukiman seperti Wringin Anom, keberadaan pasar tradisional berfungsi sebagai central place (pusat kegiatan) yang mengumpulkan komoditas dari berbagai produsen eksternal maupun lokal. Sementara itu, warung kelontong berfungsi sebagai convenience store tradisional yang memotong jarak tempuh masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan yang sifatnya mendadak dan harian. Pemetaan visual fasilitas ini melatih kecerdasan spasial (spatial intelligence) peserta didik usia sekolah dasar serta menumbuhkan kesadaran bernalar kritis terkait ketergantungan antarwilayah.

    Bahan Bacaan Peserta Didik

    Di sekitar tempat tinggal kita, terdapat berbagai tempat untuk membeli barang kebutuhan hidup sehari-hari.

    1. Pasar Tradisional: Tempat bertemunya banyak penjual dan pembeli. Di pasar, barang yang dijual sangat lengkap, seperti beras, sayuran, ikan, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga. Harga di pasar biasanya bisa ditawar.
    2. Warung Kelontong: Toko kecil yang berada di dekat pemukiman rumah kita. Warung menyediakan barang kebutuhan harian cepat habis seperti sabun, jajanan, minyak goreng, dan bumbu dapur. Warung memudahkan kita berbelanja tanpa perlu pergi jauh.
    3. Tempat Usaha Jasa/Toko Khusus: Tempat yang menjual barang khusus atau jasa layanan, misalnya toko buku untuk membeli alat tulis, atau bengkel untuk memperbaiki sepeda.

    Semua tempat jual beli ini sangat penting agar kebutuhan hidup keluarga kita dapat terpenuhi dengan baik.

    GLOSARIUM

    1. Fasilitas Jual Beli: Tempat atau sarana yang disediakan khusus untuk berlangsungnya proses transaksi barang dan jasa antara penjual dan pembeli.
    2. Zonasi: Pembagian atau pemetaan suatu wilayah menjadi beberapa bagian sesuai dengan fungsi, lokasi, atau karakteristik geografisnya.
    3. Pasar Tradisional: Area tempat berkumpulnya penjual dan pembeli yang ditandai dengan adanya transaksi jual beli secara langsung dan umumnya ada proses tawar-menawar.
    4. Warung Kelontong: Usaha perdagangan skala kecil milik warga lokal yang menjual barang-barang kebutuhan harian masyarakat di sekitar pemukiman.
    5. Pemetaan Spasial: Proses menggambarkan letak, posisi, dan sebaran objek geografis di atas media denah atau peta.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Fitri, A. dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
    2. Fitri, A. dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
    3. Sugiyono. (2020). Pengembangan Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

    LAMPIRAN

    Lembar Observasi Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

    NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
    1Gotong Royong (Kerja Sama)Skor 4: Sangat aktif bekerja sama, membantu teman sekelompok tanpa diminta, dan menghargai pendapat.
    Skor 3: Aktif bekerja sama dan membantu teman jika diminta.
    Skor 2: Kurang aktif bekerja sama dan hanya fokus pada tugas sendiri.
    Skor 1: Tidak mau bekerja sama dan mengganggu kerja kelompok.
    2Bernalar Kritis (Analisis)Skor 4: Mampu memberikan alasan kritis yang logis mengenai fungsi tempat usaha secara mandiri.
    Skor 3: Mampu memberikan alasan kritis dengan sedikit bimbingan guru.
    Skor 2: Mampu menyebutkan fungsi tempat usaha tetapi belum bisa memberikan alasan.
    Skor 1: Belum mampu menganalisis atau memberikan alasan.
    3Kreativitas VisualSkor 4: Membuat peta zonasi dengan simbol visual yang inovatif, rapi, dan variasi warna tepat.
    Skor 3: Membuat peta zonasi dengan simbol rapi dan warna cukup variatif.
    Skor 2: Membuat peta zonasi namun kurang rapi dan simbol terbatas.
    Skor 1: Peta tidak rapi, tidak ada simbol visual, dan tidak diberi warna.

    Lembar Observasi Keterampilan Pemetaan Spasial

    NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
    1Keakuratan Penempatan ObjekSkor 4: Menempatkan seluruh lokasi pasar, warung, dan toko sesuai zonasi sebenarnya.
    Skor 3: Menempatkan sebagian besar lokasi fasilitas jual beli sesuai zonasi.
    Skor 2: Menempatkan lokasi fasilitas jual beli tetapi banyak kekeliruan posisi.
    Skor 1: Penempatan lokasi sama sekali tidak sesuai dengan fakta wilayah.
    2Kelengkapan Legenda PetaSkor 4: Memuat 3 warna simbol berbeda beserta keterangan visual yang sangat jelas.
    Skor 3: Memuat 2-3 warna simbol dengan keterangan yang cukup jelas.
    Skor 2: Memuat simbol visual tetapi keterangan tidak lengkap.
    Skor 1: Tidak mencantumkan simbol visual maupun legenda peta.
    3Keterampilan Presentasi VisualSkor 4: Mampu menjelaskan peta di Smart TV dengan percaya diri, bahasa runtut, dan menguasai materi.
    Skor 3: Mampu menjelaskan peta dengan cukup percaya diri dan bahasa jelas.
    Skor 2: Menjelaskan peta dengan terbata-bata dan tergantung pada teks.
    Skor 1: Tidak mampu mempresentasikan hasil peta zonasi di depan kelas.
     
    Mengetahui,
    Kepala Sekolah,
    Sri Anggriyani, S.Pd.
    NIP. 198004152008012016
     
    Situbondo, ___________2026
    Guru Kelas,
    Didik Sadi, S.Pd.
    NIP. 198406162025211130