IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Definisi dan bentuk kegiatan ekstraktif, agraris, industri, dan jasa |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sosial) |
| Model Pembelajaran | : | Discovery Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Pengelompokan bagan visual atau teks dan kearifan lokal usaha produksi lokal Wringin Anom |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Kebutuhan dan Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar yang didominasi oleh kecenderungan visual. Mereka lebih cepat menyerap, mengolah, dan mengingat informasi yang disajikan dalam bentuk gambar, diagram, bagan warna-warni, serta tayangan video interaktif. Peserta didik menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap phenomena ekonomi di sekitarnya jika dikaitkan langsung dengan aktivitas masyarakat lokal di Wringin Anom.
Pengetahuan Awal Peserta Didik
Peserta didik telah memahami konsep dasar bahwa manusia memiliki kebutuhan hidup dan melakukan berbagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, peserta didik belum mampu mengklasifikasikan bidang usaha ekonomi secara sistematis ke dalam kategori ekstraktif, agraris, industri, dan jasa.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk membedakan peran produksi, distribusi, dan konsumsi serta mengidentifikasi berbagai bentuk dan jenis kegiatan ekonomi masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup di lingkungan lokal maupun nasional.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui pengamatan tayangan visual pada Smart TV, peserta didik mampu mendeskripsikan definisi kegiatan ekonomi ekstraktif, agraris, industri, dan jasa dengan tepat dan komunikatif.
- Melalui diskusi kelompok berbasis penemuan (Discovery Learning), peserta didik mampu mengelompokkan setidaknya 8 jenis usaha masyarakat lokal Wringin Anom ke dalam kategori ekstraktif, agraris, industri, dan jasa secara tepat.
- Melalui penyusunan bagan visual atau ringkasan teks terstruktur, peserta didik mampu menganalisis peran dan hubungan antarbidang kegiatan usaha ekonomi masyarakat sekitar dengan tepat.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Kegiatan ekonomi di masyarakat hadir dalam pelbagai bentuk yang saling melengkapi. Memahami perbedaan bidang ekstraktif, agraris, industri, dan jasa membantu peserta didik menyadari pentingnya setiap profesi dalam rantai pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari serta menumbuhkan rasa menghargai terhadap keberagaman mata pencaharian di lingkungan Wringin Anom.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa tetangga di sekitar tempat tinggal kita memiliki jenis pekerjaan yang berbeda-beda?
- Dari manakah beras, pakaian, dan fasilitas kesehatan yang kita gunakan sehari-hari berasal?
- Apakah sebuah pabrik dapat berjalan tanpa adanya hasil dari petani atau batu bara dari alam?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Memproses informasi visual dan teks untuk menganalisis dan mengelompokkan jenis-jenis kegiatan ekonomi.
- Gotong Royong: Bekerja sama secara kolaboratif dalam kelompok untuk menyelesaikan lembar kerja penemuan.
- Mandiri: Mengemukakan pendapat pribadi dan melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah diikuti.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Critical Thinking & Problem Solving: Mengidentifikasi perbedaan mendasar karakter tiap jenis usaha ekonomi.
- Collaboration: Berbagi peran dalam kelompok berdasarkan minat visual atau tekstual.
- Character (Moral & Civic): Menumbuhkan apresiasi terhadap keragaman profesi lokal di daerah Wringin Anom.
MATERI PEMBELAJARAN
Kegiatan Ekonomi Ekstraktif
Kegiatan ekonomi yang mengambil langsung hasil dari alam tanpa mengolah atau membudidayakannya terlebih dahulu.
Contoh: Penambangan pasir sungai, penangkapan ikan laut lepas, penebangan kayu hutan alam.
Kegiatan Ekonomi Agraris
Kegiatan ekonomi yang memanfaatkan pengelolaan sumber daya alam hayati (tumbuhan dan hewan) melalui proses pemeliharaan, budidaya, dan bercocok tanam.
Contoh: Pertanian padi di Wringin Anom, perkebunan jagung, peternakan sapi perah, budidaya ikan lele.
Kegiatan Ekonomi Industri
Kegiatan merubah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Contoh: Pabrik pengolahan keripik singkong lokal, konveksi pakaian, pabrik semen, pengolahan tahu dan tempe.
Kegiatan Ekonomi Jasa
Kegiatan ekonomi yang tidak menghasilkan barang berbentuk fisik, melainkan memberikan pelayanan, keahlian, atau kemudahan bagi orang lain.
Contoh: Guru, dokter, bengkel motor Wringin Anom, pangkas rambut, jasa kurir, perbankan.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Discovery Learning dengan tahapan:
- Stimulation (Pemberian Rangsangan)
- Problem Statement (Identifikasi Masalah)
- Data Collection (Pengumpulan Data)
- Data Processing (Pengolahan Data)
- Verification (Pembuktian)
- Generalization (Penarikan Kesimpulan)
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mengintegrasikan tiga elemen kunci:
- Mindful Learning: Menghadirkan kesadaran penuh peserta didik melalui amatan langsung terhadap media digital dan pemikiran kritis.
- Meaningful Learning: Menghubungkan konsep bidang usaha ekonomi dengan realitas usaha produksi lokal di lingkungan Wringin Anom.
- Joyful Learning: Mendorong kegembiraan belajar melalui aktivitas eksplorasi kartu gambar interaktif dan diskusi media visual.
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Dilakukan pada awal pembelajaran melalui kuis visual singkat menggunakan Smart TV untuk memetakan pemahaman awal dan kesiapan belajar peserta didik.
Asesmen Formatif (Process Assessment)
- Observasi unjuk kerja dan sikap kolaboratif selama kegiatan diskusi kelompok.
- Penilaian performa presentasi hasil analisis pengelompokan usaha.
Asesmen Sumatif (Outcome Assessment)
Tes tertulis berupa soal pilihan ganda kompleks dan esai singkat pada akhir pembelajaran untuk mengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Bernalar Kritis dan Gotong Royong)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Bernalar Kritis | Sangat aktif menganalisis, bertanya, dan mampu membedakan 4 bidang usaha dengan alasan logis. | Aktif menganalisis dan mampu membedakan 4 bidang usaha dengan alasan yang cukup jelas. | Cukup mampu membedakan bidang usaha namun alasan belum logis. | Belum mampu membedakan bidang usaha dan tidak aktif bertanya. |
| Gotong Royong | Sangat kooperatif, menghargai pendapat, dan membagi tugas secara adil dalam kelompok. | Kooperatif dan menjalankan tugas kelompok dengan baik. | Kurang aktif berpartisipasi dalam tugas kelompok. | Tidak mau bekerja sama dalam kelompok. |
Rubrik Penilaian Keterampilan (Penyusunan Produk Diferensiasi)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Kelengkapan & Ketepatan Pengelompokan | Mengelompokkan seluruh gambar/teks kegiatan usaha (100% tepat) sesuai kategorinya. | Mengelompokkan sebagian besar gambar/teks kegiatan usaha (75-99% tepat). | Mengelompokkan separuh gambar/teks kegiatan usaha (50-74% tepat). | Pengelompokan tepat di bawah 50%. |
| Estetika dan Kerapihan Bagan/Ringkasan | Menyajikan bagan/teks sangat rapi, sistematis, menarik secara visual, dan mudah dibaca. | Menyajikan bagan/teks rapi dan sistematis. | Menyajikan bagan/teks kurang rapi namun masih dapat dibaca. | Sajian tidak rapi dan sulit dibaca. |
Rubrik Penilaian Pengetahuan (Tes Tertulis Sumatif)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Konsep | Mampu mendefinisikan dan membedakan 4 bentuk kegiatan usaha beserta contoh lokalnya secara sempurna. | Mampu mendefinisikan dan membedakan 3-4 bentuk kegiatan usaha dengan contoh yang tepat. | Mampu mendefinisikan 2 bentuk kegiatan usaha dengan contoh yang terbatas. | Hanya mampu mendefinisikan 1 bentuk kegiatan usaha atau belum tepat sama sekali. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, mengondisikan kelas agar kondusif, dan mengecek kehadiran peserta didik.
- Guru memandu kegiatan awal kesadaran penuh (Mindful Learning) dengan meminta peserta didik mengamati suasana sekitar kelas dan menarik napas dalam-dalam.
- Guru melakukan apersepsi melalui Smart TV dengan menayangkan 4 foto tempat usaha yang ada di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom (Sawah, Bengkel Motor, Toko Keripik, dan Penambang Pasir).
- Peserta didik menjawab pertanyaan pemantik dari guru terkait gambar yang ditayangkan.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta manfaat mempelajari topik kegiatan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari (Meaningful Learning).
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Stimulation (Pemberian Rangsangan)
- Guru menampilkan video singkat interaktif dari internet melalui Smart TV yang memperlihatkan alur rantai ekonomi di Wringin Anom (dari petani padi, diolah di penggilingan, diangkut truk, dan dijual di toko jasa).
- Peserta didik mengamati tayangan visual tersebut dengan fokus.
Tahap 2: Problem Statement (Identifikasi Masalah)
- Guru memicu kesadaran kritis siswa: "Apakah pekerjaan mengambil pasir di sungai sama caranya dengan menanam padi? Mengapa bengkel motor tidak menjual barang yang diproduksi sendiri?"
- Peserta didik merumuskan masalah utama: Bagaimana cara mengelompokkan berbagai jenis kegiatan usaha masyarakat berdasarkan ciri-ciri utamanya?
Tahap 3: Data Collection (Pengumpulan Data)
- Peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok heterogen.
- Guru menerapkan strategi diferensiasi berdasarkan profil gaya belajar dan minat:
Group Visual Bagan: Menerima set kartu bergambar kegiatan usaha lokal Wringin Anom beserta kertas karton warna-warni.
Group Tekstual Terstruktur: Menerima kartu deskripsi teks kegiatan usaha beserta lembar skema klasifikasi terstruktur.
- Peserta didik dalam kelompok mengumpulkan data dan mendiskusikan karakteristik masing-masing kegiatan usaha berdasarkan sumber bacaan dan tayangan Smart TV.
Tahap 4: Data Processing (Pengolahan Data)
- Peserta didik mengolah informasi yang diperoleh. Group Visual menempelkan kartu gambar ke dalam bagan klasifikasi visual, sedangkan Group Tekstual menyusun paragraf klasifikasi terstruktur.
- Peserta didik mengidentifikasi mana yang termasuk ekstraktif, agraris, industri, dan jasa dari data usaha lokal Wringin Anom.
- Guru berkeliling memberikan bimbingan sesuai kebutuhan kelompok (Scaffolding).
Tahap 5: Verification (Pembuktian)
- Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dengan memanfaatkan Smart TV atau memajang hasil karyanya.
- Kelompok lain mengamati, memberikan tanggapan, atau membandingkan dengan hasil kelompoknya (Joyful Learning melalui apresiasi sebaya).
- Guru memvalidasi kebenaran konsep yang dikemukakan oleh setiap kelompok.
Tahap 6: Generalization (Penarikan Kesimpulan)
- Bersama guru, peserta didik menarik kesimpulan umum mengenai definisi dan perbedaan mendasar antara kegiatan ekstraktif, agraris, industri, dan jasa.
- Peserta didik menghubungkan kesimpulan tersebut dengan pentingnya keterpaduan seluruh profesi dalam perekonomian lokal Wringin Anom.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik mengerjakan soal evaluasi sumatif secara mandiri.
- Guru dan peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran secara menyeluruh.
- Guru memberikan penguatan moral tentang pentingnya menghargai semua bentuk pekerjaan masyarakat.
- Guru menyampaikan gambaran materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik secara sadar diajak mengamati tayangan visual dan lingkungan sekitarnya, merefleksikan bagaimana barang-barang yang mereka gunakan sehari-hari dihasilkan oleh orang lain melalui proses usaha yang spesifik.
Meaningful Learning
Konsep-konsep abstrak seperti 'ekstraktif' atau 'industri' didekatkan secara konkrit melalui objek usaha nyata yang ditemui murid sehari-hari di desa Wringin Anom, sehingga materi terasa relevan dan berdampak langsung pada pemahaman mereka.
Joyful Learning
Suasana belajar dibangun melalui media interaktif Smart TV, aktivitas memilah dan menempel kartu gambar berwarna, serta diskusi kelompok yang komunikatif dan saling menghargai pendapat.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan bahan ajar berbentuk bagan gambar visual berwarna untuk peserta didik dengan dominasi gaya belajar visual, serta lembar uraian teks terstruktur untuk peserta didik yang menyukai analisis bacaan.
Diferensiasi Proses
Selama diskusi kelompok, peserta didik visual mengolah data dengan menyusun infografis/bagan tempel, sedangkan peserta didik dengan penguatan teks mengolah data dalam bentuk skema kategorisasi tertertulis.
Diferensiasi Produk
Hasil akhir tugas kelompok disesuaikan dengan preferensi kelompok, yaitu berupa Bagan Grafis Visual Usaha Ekonomi atau Skema Rangkuman Terstruktur Usaha Ekonomi.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk menampilkan video pemantik interaktif, slide presentasi materi visual, serta sarana menampilkan hasil karya kelompok.
- Laptop: Digunakan oleh guru untuk mengoperasikan media pembelajaran, mengelola aplikasi asesmen, dan mengakses sumber belajar digital.
- Internet: Digunakan untuk mengakses konten video kegiatan ekonomi lokal serta pencarian gambar kontekstual yang relevan dengan pembelajaran.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
- Media Pembelajaran:
- Slide presentasi interaktif Canva/PowerPoint.
- Video singkat rantai kegiatan ekonomi masyarakat.
- Set kartu gambar dan teks usaha lokal Wringin Anom.
- Karton manila warna, spidol, dan lem kertas.
- Sumber Belajar:
- Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka.
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas V.
- Lingkungan sosial dan dunia usaha di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | ........................................................... |
| Anggota Kelompok | 1. ........................................................ 2. ........................................................ 3. ........................................................ 4. ........................................................ |
| Kelas / Fase | V (Lima) / C |
| Tanggal | ........................................................... |
Judul LKPD: Mengelompokkan Bentuk Kegiatan Usaha Ekonomi di Wringin Anom
Tujuan Aktivitas
- Mengidentifikasi ciri-ciri kegiatan ekonomi ekstraktif, agraris, industri, dan jasa.
- Mengelompokkan berbagai jenis usaha lokal ke dalam bidang yang tepat.
Petunjuk Kerja
- Cermati set kartu gambar / teks yang telah dibagikan oleh guru.
- Diskusikan bersama anggota kelompokmu mengenai jenis kegiatan usaha pada setiap kartu.
- Tempelkan atau tuliskan nama kegiatan usaha tersebut pada kolom kategori yang sesuai pada tabel di bawah ini.
- Berikan alasan singkat mengapa kegiatan usaha tersebut masuk ke dalam kategori tersebut.
Tabel Kerja Kelompok
| Kategori Usaha Ekonomi | Nama / Gambar Kegiatan Usaha Lokal | Alasan Pengelompokan |
|---|---|---|
| Ekstraktif | 1. ...................................................... 2. ...................................................... | Karena .................................................................................................... |
| Agraris | 1. ...................................................... 2. ...................................................... | Karena .................................................................................................... |
| Industri | 1. ...................................................... 2. ...................................................... | Karena .................................................................................................... |
| Jasa | 1. ...................................................... 2. ...................................................... | Karena .................................................................................................... |
Pertanyaan Diskusi Lanjutan
- Menurut kelompokmu, apa yang akan terjadi jika di Wringin Anom tidak ada orang yang bekerja di bidang Jasa (seperti dokter atau guru)?
Jawab: ................................................................................................................................................................
- Tuliskan 1 contoh bagaimana kegiatan agraris dan industri saling membutuhkan!
Jawab: ................................................................................................................................................................
REMEDIAL
Program remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
- Strategi: Bimbingan perorangan (One-on-One Tutoring) menggunakan papan gambar pemilah interaktif secara langsung.
- Aktivitas: Guru mendampingi siswa mengidentifikasi kembali 4 gambar sederhana kegiatan usaha (misal: gambar petani, dokter, pabrik, penambang) dan memandu siswa menemukan kata kunci pembeda dari masing-masing jenis usaha tersebut.
PENGAYAAN
Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui KKTP dengan cepat.
- Strategi: Penugasan berbasis proyek penalaran tingkat tinggi (HOTS).
- Aktivitas: Peserta didik diminta membuat analisis peta konsep sederhana tentang "Rantai Ekonomi Pengolahan Padi hingga Menjadi Nasi di Meja Makan", dengan mengidentifikasi bidang ekstraktif/agraris, industri pengolahan, jasa transportasi, hingga toko pengecer yang terlibat.
REFLEKSI GURU
| No | Aspek Refleksi Guru | Hasil Refleksi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Ketercapaian Tujuan Pembelajaran | Sebanyak 85% peserta didik telah mampu mengelompokkan 4 bentuk kegiatan ekonomi dengan benar melalui media visual dan diskusi. |
| 2 | Kepraktisan Model Discovery Learning | Langkah-langkah penemuan membantu peserta didik memahami konsep secara mandiri tanpa perlu menghafal definisi secara kaku. |
| 3 | Efektivitas Penggunaan Smart TV | Penggunaan media visual pada Smart TV sangat berhasil meningkatkan fokus dan ketertarikan belajar peserta didik yang bergaya belajar visual. |
| 4 | Kendala Pembelajaran di Kelas | Terdapat 3 peserta didik yang masih membutuhkan bantuan ekstra dalam membedakan antara kegiatan agraris dan ekstraktif. |
| 5 | Rencana Perbaikan Pertemuan Berikutnya | Memberikan penekanan lebih tajam pada pembeda 'proses budidaya' (agraris) dan 'pengambilan langsung tanpa budidaya' (ekstraktif) dengan contoh konkret. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Jawaban / Tanggapan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai? | Mengamati gambar-gambar kegiatan usaha di Smart TV dan menempelkan kartu bersama kelompok. |
| 2 | Apakah kamu sudah dapat membedakan pekerjaan yang termasuk agraris, ekstraktif, industri, dan jasa? | Sudah, saya dapat membedakannya dari cara mereka menghasilkan barang atau memberikan pelayanan. |
| 3 | Mampukah kamu sebutkan contoh pekerjaan jasa yang ada di sekitar rumahmu di Wringin Anom? | Mampu, contohnya pangkas rambut, montir bengkel, dan guru. |
| 4 | Apa kesulitan yang kamu alami selama menyelesaikan tugas kelompok tadi? | Sedikit bingung saat membedakan antara penambang pasir sungai dan petani padi. |
| 5 | Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran IPAS hari ini? | Sangat senang karena gambarnya bagus dan diskusinya seru. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
- Kemendikbudristek. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Sukwiaty, dkk. (2009). Ekonomi untuk SMA/MA dan SD Pengayaan Materi Keagiatan Produksi dan Bentuk Badan Usaha. Jakarta: Erlangga.
- Artikel Ilmiah: Pengembangan Pembelajaran Ekonomi Lokal Berbasis Kearifan Desa di Sekolah Dasar.
Bahan Bacaan Peserta Didik
- Buku Siswa IPAS Kelas V Bab 3: "Berkenalan dengan Bumi Kita dan Kegiatan Ekonomi Masyarakat".
- Modul Ringkas Visual: "Mengenal Jenis-Jenis Pekerjaan di Sekitar Kita" (Disusun oleh Guru Didik Sadi, S.Pd.).
GLOSARIUM
- Agraris: Bidang kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan tanah/lahan untuk budidaya tanaman dan hewan.
- Ekstraktif: Bidang kegiatan ekonomi yang bergerak dalam pengambilan sumber daya alam secara langsung dari bumi tanpa proses budidaya.
- Industri: Kegiatan mengolah bahan mentah atau bahan baku menjadi barang jadi atau setengah jadi yang bernilai guna lebih tinggi.
- Jasa: Layanan atau tindakan yang ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang bersifat tidak berwujud fisik.
- Produksi: Kegiatan menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia.
- Kearifan Lokal: Nilai-nilai, kebiasaan, atau bentuk kegiatan ekonomi khas yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat di suatu wilayah tertentu (seperti Wringin Anom).
DAFTAR PUSTAKA
- Fitri, A. dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial SD Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Fitri, A. dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial SD Kelas V. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Mulyani, S. (2020). Pembelajaran IPAS Berbasis Lingkungan Lokal Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8(2), 45-52.
- Sugiyono. (2019). Model dan Pendekatan Pembelajaran Konteks Indonesia. Bandung: Alfabeta.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap (Bernalar Kritis dan Gotong Royong)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kemampuan Bernalar Kritis | Belum mampu mengidentifikasi dan membedakan jenis usaha meskipun sudah dibimbing. | Mampu mengidentifikasi jenis usaha namun alasan pengelompokan belum tepat dan logis. | Mampu mengidentifikasi dan mengelompokkan jenis usaha dengan alasan yang cukup logis. | Sangat mahir menganalisis, mengelompokkan, dan memberikan alasan logis secara mandiri. | 4 |
| 2 | Sikap Gotong Royong / Kolaborasi | Pasif, tidak mau bekerja sama, dan mengganggu aktivitas diskusi kelompok. | Kurang aktif berpartisipasi, hanya mengerjakan jika diperintah teman kelompok. | Aktif bekerja sama dan menyelesaikan bagian tugas kelompoknya dengan baik. | Sangat aktif memimpin kerja sama, membantu teman, dan menghargai pendapat anggota kelompok. | 4 |
Lembar Observasi Penilaian Keterampilan (Unjuk Kerja Diskusi & Produk)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ketepatan Pengelompokan Usaha | Pengelompokan kartu/teks tepat di bawah 50% dari total soal. | Pengelompokan kartu/teks tepat antara 50% sampai 74%. | Pengelompokan kartu/teks tepat antara 75% sampai 99%. | Seluruh kartu/teks dikelompokkan dengan tepat 100%. | 4 |
| 2 | Kerapihan dan Penyajian Produk | Hasil karya bagan/teks sangat tidak rapi, tidak terstruktur, dan sulit dibaca. | Hasil karya bagan/teks kurang rapi namun isi tulisan/kategori masih dapat dibaca. | Hasil karya bagan/teks disajikan rapi, terstruktur, dan mudah dipahami. | Hasil karya bagan/teks disajikan sangat rapi, indah secara visual, sistematis, dan komunikatif. | 4 |
| 3 | Kemampuan Presentasi Kelompok | Tidak mampu menjelaskan hasil kerja kelompok dan tidak percaya diri saat di depan kelas. | Mampu mempresentasikan hasil kerja namun dengan suara lirih dan ragu-ragu. | Mampu mempresentasikan hasil kerja dengan lancar dan suara cukup jelas. | Mampu mempresentasikan hasil kerja dengan sangat percaya diri, jelas, serta mampu menjawab pertanyaan. | 3 |