IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Alur Asal Usul Barang |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sosial dan Ekonomi) |
| Model Pembelajaran | : | Problem Based Learning (PBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Culturally Responsive Teaching (CRT) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Integrasi Lokal: Produk khas pasar/kantin Wringin Anom. Diferensiasi: Kompleksitas target barang yang diselidiki. |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom mayoritas memiliki gaya belajar visual yang dominan. Mereka sangat responsif terhadap gambar, grafik, tayangan video, dan objek konkret yang ditampilkan di layar Smart TV. Namun demikian, berdasarkan hasil asesmen awal, peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak mengenai alur distribusi ekonomi dan hubungan antar-pelaku kegiatan ekonomi (produsen, distributor, konsumen). Peserta didik cenderung menganggap barang kebutuhan sehari-hari tersedia secara instan di toko atau pasar tanpa menyadari adanya proses rantai pasok yang melibatkan berbagai pihak dan jalur transportasi. Oleh karena itu, pembelajaran dirancang menggunakan visualisasi konkret berbasis produk lokal Wringin Anom agar konsep yang abstrak menjadi lebih kontekstual, relevan, dan mudah dipahami.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu mengidentifikasi pergerakan barang dari tempat asal ke konsumen serta memahami peran masing-masing pelaku ekonomi dalam rantai distribusi tersebut.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui kegiatan mengamati tayangan video animasi dan infografis visual pada Smart TV, peserta didik mampu menguraikan tahapan alur asal usul barang dari produsen hingga ke tangan konsumen secara sistematis dan benar.
- Melalui diskusi kelompok berbasis masalah (PBL) tentang kelangkaan atau hambatan distribusi produk lokal Wringin Anom, peserta didik mampu menganalisis peran produsen, distributor, dan konsumen dalam rantai distribusi dengan kritis.
- Melalui penugasan terdiferensiasi, peserta didik mampu membuat bagan visual alur perjalanan barang kebutuhan lokal dan mempresentasikannya di depan kelas dengan percaya diri.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Barang yang kita konsumsi dan gunakan setiap hari tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui sebuah perjalanan panjang yang melibatkan kerja keras produsen, penyedia jasa transportasi, pedagang grosir, hingga pengecer. Memahami alur asal usul barang menanamkan rasa menghargai terhadap barang yang dimiliki, menghormati profesi orang lain, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelancaran rantai ekonomi di lingkungan sekitar.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Pernahkah kalian berpikir, dari mana asal kue keripik atau nasi bungkus yang dijual di kantin sekolah kita setiap pagi?
- Bagaimana keripik singkong yang berasal dari kebun petani di desa bisa sampai ke meja makan kalian dalam bentuk kemasan yang siap dimakan?
- Apa yang akan terjadi jika jembatan penghubung desa kita rusak dan truk pengangkut bahan makanan tidak bisa lewat?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Mampu memproses informasi, menganalisis alur distribusi, dan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam rantai pasok barang.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun pemetaan alur asal usul barang dan menyelesaikan masalah yang diberikan.
- Mandiri: Mengelola tugas individu dan bertanggung jawab atas peran masing-masing dalam kelompok.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Peserta didik secara sadar dan fokus mengamati detail alur pergerakan barang melalui tayangan visual interaktif.
- Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan konsep ekonomi dengan kehidupan nyata di lingkungan Wringin Anom.
- Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan dalam belajar melalui penelusuran identitas produk lokal dan presentasi kelompok yang interaktif.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar Pelaku Ekonomi
- Produsen: Pihak yang membuat, menanam, atau memproduksi barang (contoh: Petani singkong Wringin Anom, pembuat keripik).
- Distributor: Pihak yang menyalurkan barang dari produsen ke konsumen (contoh: Sopir angkut, agen grosir, pedagang kelontong).
- Konsumen: Pihak yang menggunakan atau mengonsumsi barang (contoh: Peserta didik, masyarakat umum).
Alur Rantai Distribusi Barang
- Tahap 1 (Sumber/Produsen Utama): Pengambilan bahan baku dari alam atau proses manufaktur di pabrik/home industry.
- Tahap 2 (Pengumpulan dan Pengolahan): Bahan baku diolah menjadi produk jadi.
- Tahap 3 (Distribusi dan Transportasi): Pengiriman barang menggunakan moda transportasi darat, laut, atau udara ke pusat distribusi.
- Tahap 4 (Penjualan Eceran): Barang dijual di pasar tradisional Wringin Anom, toko, atau kantin sekolah.
- Tahap 5 (Konsumsi): Barang dibeli dan digunakan oleh konsumen akhir.
Studi Kasus Lokal Wringin Anom
- Alur perjalanan Keripik Singkong Khas Wringin Anom: Kebun Singkong -> Kebun ke Industri Rumahan -> Pengolahan dan Pengemasan -> Pedagang Pasar Wringin Anom / Kantin -> Pembeli / Peserta didik.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)
- Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Culturally Responsive Teaching (CRT)
- Metode Pembelajaran: Pengamatan Visual, Diskusi Kelompok, Analisis Masalah, Penugasan Proyek Bagan, Presentasi.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Awal)
- Teknik: Tanya jawab lisan berbasis visual menggunakan Smart TV.
- Instrumen: Pertanyaan pemantik tentang barang-barang di sekitar kelas.
Asesmen Formatif (Proses)
- Teknik: Observasi kinerja kelompok, penilaian diskusi, dan penilaian lembar kerja (LKPD).
- Instrumen: Lembar observasi sikap dan rubrik penilaian proses diskusi kelompok.
Asesmen Sumatif (Akhir)
- Teknik: Penilaian produk bagan alur barang dan tes tertulis singkat pada akhir pembelajaran.
- Instrumen: Rubrik penilaian produk visual dan soal pilihan ganda/isian singkat.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Bernalar Kritis dan Gotong Royong)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Belum mampu mengidentifikasi masalah dan alur barang meskipun telah diberi bimbingan penuh. | Mampu mengidentifikasi alur barang tetapi masih membutuhkan bantuan guru dalam menganalisis masalah. | Mampu menganalisis alur barang dan mengidentifikasi masalah dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu menganalisis alur barang dan memecahkan masalah secara mandiri dan kritis. | |
| 2 | Gotong Royong | Pasif dalam kelompok dan tidak ikut serta menyelesaikan tugas bersama. | Ikut serta dalam kelompok hanya jika diminta oleh teman atau guru. | Aktif bekerja sama dalam kelompok dan membantu menyelesaikan sebagian tugas. | Sangat aktif, menginspirasi teman, dan berkontribusi penuh dalam keberhasilan kelompok. |
Rubrik Penilaian Pengetahuan (LKPD dan Pemahaman Alur)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Identifikasi Pelaku Ekonomi | Tidak mampu menyebutkan produsen, distributor, dan konsumen dengan tepat. | Mampu menyebutkan 1 pelaku ekonomi dengan tepat. | Mampu menyebutkan 2 pelaku ekonomi dengan tepat. | Mampu menyebutkan produsen, distributor, dan konsumen secara tepat dan lengkap. | |
| 2 | Keruntutan Bagan Alur Barang | Alur barang yang dibuat acak-acakan dan tidak masuk akal. | Alur barang hanya runtut pada 1-2 tahapan saja. | Alur barang runtut dari produsen ke konsumen namun kurang detail pada moda transportasi. | Alur barang sangat runtut, logis, dan detail dari bahan mentah hingga ke konsumen. |
Rubrik Penilaian Keterampilan (Presentasi Visual)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kejelasan Penyampaian | Penyampaian tidak terdengar, ragu-ragu, dan tidak membaca bagan dengan benar. | Penyampaian cukup terdengar tetapi masih terbata-bata dan kurang percaya diri. | Penyampaian jelas, suara terdengar, percaya diri, namun penjelasan bagan kurang sistematis. | Penyampaian sangat jelas, sistematis, percaya diri, dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik. | |
| 2 | Kerapian dan Visualisasi Bagan | Bagan tidak rapi, tulisan sulit dibaca, dan tidak menggunakan simbol alur. | Bagan cukup rapi tetapi alur panah/gambar kurang jelas. | Bagan rapi, tulisan jelas, mewakili alur barang dengan bantuan gambar sederhanan. | Bagan sangat rapi, menarik, penggunaan warna dan simbol panah sangat jelas dan kreatif. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (10 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan meminta salah satu peserta didik memimpin doa.
- Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar peserta didik serta merapikan tempat duduk.
- Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar produk lokal (misalnya: Keripik Singkong khas Wringin Anom dan Buku Tulis) di Smart TV.
- Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, siapa yang tadi pagi makan keripik ini? Menurut kalian, dari mana asal keripik ini sebelum ada di kantin?"
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, tahapan kegiatan, dan sistem penilaian yang akan dilakukan hari ini.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Sintaks 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (Mindful Learning)
- Guru menayangkan video animasi pendek melalui Smart TV yang menampilkan perjalanan sebuah produk dari ladang petani hingga sampai ke toko kelontong di Wringin Anom.
- Guru memunculkan masalah nyata melalui tayangan Smart TV: "Pasar Wringin Anom kekurangan pasokan minyak goreng dan beras karena jalan utama tertutup tanah longsor. Pedagang menangis karena tidak ada barang yang dijual, dan warga bingung tidak bisa memasak."
- Peserta didik diajak berpikir kritis menyadari betapa pentingnya alur pergerakan barang bagi kehidupan sehari-hari.
Sintaks 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (Meaningful Learning)
- Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok heterogen berdasarkan gaya belajar visual dan tingkat kemampuan.
- Guru membagikan LKPD terdiferensiasi dan bahan ajar bergambar kepada setiap kelompok.
- Guru menjelaskan aturan kerja kelompok dan target produk yang harus dihasilkan, yaitu Bagan Alur Asal Usul Barang Khas Wringin Anom.
Sintaks 3: Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok (Joyful Learning)
- Peserta didik berdiskusi dalam kelompok mengamati kartu gambar (Picture Cards) yang disediakan guru mengenai produsen, kendaraan angkut, distributor, pedagang pasar, dan konsumen.
- Guru mengiringi kegiatan diskusi dengan memutarkan musik instrumen yang tenang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
- Guru berkeliling memberikan bimbingan bagi kelompok yang membutuhkan scaffolding, terutama dalam memahami istilah teknis seperti "Distributor" dan "Produsen".
Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
- Setiap kelompok menyusun dan menempelkan kartu gambar serta menggambar arah panah alur perjalanan barang pada lembar LKPD ukuran A3.
- Setiap kelompok menunjuk dua orang perwakilan untuk mempresentasikan hasil bagan alur barang mereka di depan kelas menggunakan Smart TV sebagai pembanding visual.
- Kelompok lain menyimak dan memberikan tanggapan atau pertanyaan apresiatif.
Sintaks 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
- Guru bersama peserta didik menganalisis seluruh alur barang yang disajikan oleh tiap kelompok.
- Guru memberikan penguatan konsep mengenai alur barang dan peran penting setiap pelaku ekonomi (produsen, distributor, konsumen).
- Guru memberikan penekanan pada solusi atas masalah hambatan distribusi yang sempat ditayangkan di awal pembelajaran.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang alur asal usul barang.
- Peserta didik mengerjakan tes evaluasi tertulis singkat secara mandiri.
- Guru dan peserta didik melakukan refleksi pembelajaran terkait perasaan dan pemahaman materi hari ini.
- Guru memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh kelompok.
- Guru menyampaikan gambaran materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
- Mindful Learning: Peserta didik mengamati secara cermat detail tayangan video perjalanan barang, mengidentifikasi setiap perubahan bentuk dan lokasi barang dari produsen hingga konsumen, serta menyadari pentingnya setiap profesi dalam rantai ekonomi.
- Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks nyata lingkungan tempat tinggal mereka di Wringin Anom, memahami asal usul jajanan pasar lokal, dan menganalisis dampak nyata jika alur distribusi terganggu.
- Joyful Learning: Peserta didik menikmati proses penyusunan bagan alur visual dengan teknik menempel kartu gambar bergambar warna-warni, melakukan diskusi interaktif, dan memperagakan peran pelaku ekonomi secara masif dalam suasana kelas yang positif.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
- Kelompok A (Kemampuan Masih Dasar): Diberikan kartu gambar lengkap dengan petunjuk alur yang lebih sederhana (Produk lokal sederhana: Keripik Singkong / Hasil Tani lokal).
- Kelompok B (Kemampuan Sedang): Diberikan kartu gambar produk olahan dengan alur distribusi menengah (Produk: Pakaian / Makanan Olahan Pabrik lokal).
- Kelompok C (Kemampuan Tinggi): Diberikan tantangan menguraikan alur barang impor atau barang elektronik yang melibatkan alur transportasi laut/udara dan agen besar.
Diferensiasi Proses
- Peserta didik visual diberikan akses penuh pada diagram infografis Smart TV dan kartu bergambar.
- Bimbingan intensif (scaffolding) diberikan secara berkala kepada kelompok A, sedangkan kelompok B dan C diberikan kebebasan berdiskusi secara independen.
Diferensiasi Produk
- Peserta didik bebas memilih format tampilan visual LKPD A3 (menggunakan gambar tempel, gambar tangan mandiri, atau peta konsep warna-warni) sesuai dengan kreativitas kelompok.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop: Digunakan guru untuk mengolah media pembelajaran, membuat slide presentasi interaktif, dan menyusun lembar kerja.
- Smart TV: Digunakan secara aktif untuk memutar video animasi alur distribusi barang, menampilkan infografis berwarna resolusi tinggi, dan menampilkan hasil karya siswa saat presentasi.
- Akses Internet: Digunakan untuk mengambil sumber video edukasi dan gambar kontekstual produk lokal Wringin Anom.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Belajar
- Video Animasi "Perjalanan Sebuah Barang dari Kebun ke Rumah Kita" (sumber: YouTube Edukasi).
- Infografis Rantai Pasok Ekonomi di Smart TV.
- Kartu Gambar (Picture Cards) Pelaku Ekonomi dan Alat Transportasi.
- Kertas Karton A3, Spidol Warna, Lem, dan Gunting untuk LKPD Kelompok.
Sumber Belajar
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Lingkungan Pasar dan Kantin SD Negeri 1 Wringin Anom.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | .......................................................................... |
| Anggota Kelompok | 1. ....................................................................... 2. ....................................................................... 3. ....................................................................... 4. ....................................................................... 5. ....................................................................... |
| Kelas / Fase | V (Lima) / C |
| Tanggal | .......................................................................... |
Judul LKPD: Menelusuri Alur Asal Usul Barang Lokal Wringin Anom
Tujuan Kegiatan
- Mengurutkan tahapan perjalanan barang dari produsen hingga ke konsumen.
- Menentukan peran pelaku ekonomi pada setiap tahapan alur barang.
Alat dan Bahan
- Kartu gambar alur barang.
- Gunting dan Lem kertas.
- Spidol warna dan kertas karton A3.
Langkah-Langkah Kerja
- Bacalah studi kasus singkat yang ditampilkan guru pada Smart TV!
- Buka amplop kartu gambar yang diberikan oleh guru!
- Diskusikan bersama anggota kelompokmu untuk mengurutkan kartu gambar tersebut dari tahap awal (produsen) sampai tahap akhir (konsumen)!
- Tempelkan kartu gambar tersebut di atas kertas karton A3 secara runtut!
- Hubungkan setiap gambar dengan tanda panah menggunakan spidol warna!
- Tuliskan keterangan di bawah setiap gambar: Siapa pelakunya (Produsen / Distributor / Konsumen) dan apa kegiatan yang sedang dilakukan!
- Jawablah pertanyaan diskusi di bawah ini!
Pertanyaan Diskusi Kelompok
- Produk apa yang kelompok kalian selidiki alur perjalanannya?
Jawaban: .........................................................................................................................................
- Siapakah yang bertindak sebagai Produsen dalam alur barang kelompok kalian? Apa tugasnya?
Jawaban: .........................................................................................................................................
- Bagaimana cara barang tersebut berpindah dari produsen sampai ke toko atau pasar di Wringin Anom? Sebutkan transportasi yang digunakan!
Jawaban: .........................................................................................................................................
- Apa yang akan terjadi jika distributor (sopir pengangkut) tidak mau menyalurkan barang tersebut? Sebutkan dampaknya bagi masyarakat (konsumen)!
Jawaban: .........................................................................................................................................
REMEDIAL
Kegiatan remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) pada tes evaluasi:
- Pendampingan Individu: Guru menjelaskan kembali konsep produsen, distributor, dan konsumen menggunakan media gambar konkret yang lebih sederhana satu per satu.
- Tugas Bimbingan: Peserta didik diminta menyebutkan alur 2 barang paling sederhana di rumah (contoh: air minum isi ulang dan beras) dengan bimbingan tutor sebaya atau guru secara langsung.
PENGAYAAN
Kegiatan pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:
- Studi Kasus Kompleks: Peserta didik diminta menganalisis alur barang impor atau barang teknologi (contoh: Alur pembuatan dan penyebaran Smart TV atau Laptop dari negara asal hingga sampai ke SD Negeri 1 Wringin Anom).
- Peran Kreatif: Peserta didik diminta membuat peta konsep infografis digital sederhana atau komik pendek 4 panel yang menggambarkan petualangan sebuah barang dari pabrik ke rumah.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi dan Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik dapat memahami konsep alur barang melalui tayangan visual di Smart TV? | Sebagian besar peserta didik (sekitar 85%) sangat terbantu dengan tayangan visual dan mampu mengidentifikasi alur barang dengan runtut. |
| 2 | Kendala apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung? | Ada 2-3 peserta didik yang masih bingung membedakan antara agen grosir dan pedagang eceran dalam kategori distributor. |
| 3 | Apakah pembagian kelompok terdiferensiasi berjalan dengan efektif? | Pembagian kelompok berjalan efektif, peserta didik dengan kemampuan visual tinggi membantu temannya dalam menyusun bagan LKPD. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya? | Memberikan penekanan khusus pada perbedaan tingkatan distributor melalui simulasi bermain peran singkat pada pembelajaran berikutnya. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Jawaban / Ungkapan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai? | Saat menonton video di Smart TV dan menempelkan gambar-gambar alur barang pada karton A3 bersama kelompok. |
| 2 | Apakah kamu sudah paham bagaimana sebuah barang bisa sampai ke rumah atau kantin sekolahmu? | Ya, saya sudah paham bahwa barang harus ditanam/dibuat dulu oleh produsen, diangkut oleh distributor, baru dibeli konsumen. |
| 3 | Apa kesulitan yang kamu rasakan saat mengerjakan tugas LKPD bersama kelompokmu? | Kadang-kadang bingung menentukan apakah pedagang di pasar itu produsen atau distributor. |
| 4 | Perasaan apa yang kamu rasakan setelah mengikuti pembelajaran hari ini? | Sangat senang dan gembira karena belajarnya ramai, menggunakan gambar, dan bisa presentasi di depan kelas. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Rantai pasok (supply chain) dalam IPAS kelas V mencakup pemahaman kegiatan ekonomi masyarakat yang terbagi dalam tiga kegiatan utama: produksi, distribusi, dan konsumsi. Produsen merupakan pihak yang menciptakan nilai guna suatu barang atau jasa. Dalam rantai distribusi, peranan transportasi dan perantara ekonomi (distributor grosir, agen, pengecer) sangat penting untuk memastikan ketersediaan barang sampai ke tangan konsumen tepat waktu. Hambatan dalam rantai pasok dapat disebabkan oleh faktor cuaca, infrastruktur jalan, persoalan armada transportasi, hingga kenaikan harga bahan baku. Guru diharapkan mampu menjembatani konsep ekonomi ini dengan realitas lokal di sekitar sekolah peserta didik.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Pernahkah kamu berpikir bagaimana pensil, buku, atau makanan favoritmu bisa sampai ke tanganmu? Semua barang tersebut mengalami perjalanan yang panjang. Pertama, barang dibuat oleh Produsen. Petani di sawah, pembuat tempe, dan pabrik sepatu adalah contoh produsen. Setelah barang jadi, barang tersebut tidak langsung sampai ke rumahmu. Barang harus diangkut oleh truk, kapal, atau motor yang dikendarai oleh Distributor. Distributor membawa barang ke pasar, toko, atau supermarket. Terakhir, kamu dan orang tuamu membeli barang tersebut di toko untuk digunakan. Kamu dan orang tuamu disebut sebagai Konsumen. Tanpa adanya kerja sama antara produsen, distributor, dan konsumen, kita akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
GLOSARIUM
- Produsen: Orang atau lembaga yang menghasilkan atau membuat barang dan jasa.
- Distributor: Orang atau badan usaha yang menyalurkan barang dari produsen ke konsumen.
- Konsumen: Orang yang menggunakan, menghabiskan, atau memakai barang dan jasa.
- Distribusi: Kegiatan menyalurkan barang dari tempat asal produksi ke tempat pembeli/pemakai.
- Rantai Pasok: Urutan proses atau alur perjalanan barang dari bahan mentah hingga menjadi produk akhir di tangan pengguna.
- Pengecer: Pedagang yang menjual barang secara langsung kepada konsumen dalam jumlah kecil atau satuan.
DAFTAR PUSTAKA
- Fitri, A., dkin. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
- Fitri, A., dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
- Sukwika, T. (2020). Ekonomi Lingkungan dan Sumber Daya Alam dalam Perspektif Lokal. Jakarta: Erlangga.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Kinerja Diskusi Kelompok
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Keaktifan Berdiskusi | Peserta didik diam saja dan tidak memberikan masukan sama sekali. | Peserta didik sesekali mendengarkan tetapi jarang memberikan pendapat. | Peserta didik aktif memberikan pendapat dan mendengarkan saran teman. | Peserta didik sangat aktif memimpin diskusi, memberikan ide kreatif, dan merangkul teman. | |
| 2 | Kerjasama Tim | Peserta didik bekerja sendiri-sendiri tanpa peduli dengan tugas kelompok. | Peserta didik mau bekerja jika ditunjuk atau dipaksa oleh teman kelompoknya. | Peserta didik berbagi tugas dengan baik dan membantu anggota kelompok lain. | Peserta didik membangun kekompakan tim yang sangat solid dan menyelesaikan tugas lebih cepat. | |
| 3 | Kedisiplinan Waktu | Kelompok tidak menyelesaikan tugas hingga waktu yang ditentukan habis. | Kelompok menyelesaikan tugas tetapi terlambat lebih dari 5 menit dari batas waktu. | Kelompok menyelesaikan tugas tepat pada saat waktu yang ditentukan habis. | Kelompok menyelesaikan tugas dengan rapi dan benar sebelum waktu habis. | |
| 4 | Kerapian Lembar Kerja | Hasil karya LKPD kotor, banyak coretan, dan susunan gambar berantakan. | Hasil karya LKPD cukup rapi tetapi susunan gambar kurang lurus dan ada coretan. | Hasil karya LKPD rapi, susunan gambar tertata, dan sedikit coretan. | Hasil karya LKPD sangat bersih, estetis, penataan gambar sangat rapi dan menarik. |