Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Kebutuhan Dasar Vs Kebutuhan Tambahan
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sosial/Ekonomi) - Menentukan prioritas kebutuhan hidup pribadi dan keluarga
Model Pembelajaran : Cooperative Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning: Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi: Pilihan instrumen analisis bekal. Kearifan Lokal: Makanan/bekal khas daerah Wringin Anom

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom berjumlah 28 anak dengan dominasi gaya belajar visual. Mereka sangat responsif, antusias, dan aktif ketika disajikan materi berbasis media visual, gambar berwarna, serta tayangan interaktif melalui Smart TV. Namun demikian, asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik belum memahami secara utuh konsep dasar perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka cenderung menganggap seluruh benda yang diinginkan sebagai sebuah kebutuhan pokok yang harus segera dipenuhi.

Hambatan dan Tantangan Pembelajaran

  1. Peserta didik masih sering tertukar dalam mengategorikan barang kebutuhan dasar (primer) dengan kebutuhan tambahan (sekunder dan tersier).
  2. Kemampuan abstraksi peserta didik terhadap skala prioritas keuangan keluarga masih terbatas.
  3. Diperlukan jembatan konseptual berupa pengalaman konkret sehari-hari, seperti mengorelasikan bekal makanan khas daerah Wringin Anom sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan dasar pangan.

Solusi Pembelajaran Mendalam

Mengintegrasikan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui tiga pilar:

  1. Mindful Learning: Mengajak peserta didik secara sadar mengamati bekal makanan dan barang-barang yang dibawa/digunakan sehari-hari.
  2. Meaningful Learning: Mengaitkan konsep kebutuhan dasar dengan keberadaan bekal makanan khas lokal Wringin Anom sebagai kebutuhan fisik utama manusia.
  3. Joyful Learning: Menggunakan media Smart TV untuk kuis gambar visual interaktif dan diskusi kelompok berbasis Cooperative Learning.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menentukan prioritas kebutuhan hidup pribadi dan keluarga berdasarkan kondisi geografis, sosial, dan ekonomi lingkungan sekitarnya, serta memahami konsep dasar pemenuhan kebutuhan untuk kelangsungan hidup.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Kognitif

  1. Melalui pengamatan tayangan visual pada Smart TV, peserta didik mampu membedakan konsep kebutuhan dasar (primer) dan kebutuhan tambahan (sekunder/tersier) dengan tepat dan logis.
  2. Melalui diskusi kelompok berbasis Cooperative Learning, peserta didik mampu menganalisis barang-barang kebutuhan pribadi dan keluarga ke dalam susunan skala prioritas secara kritis.

Psikomotorik

  1. Melalui instrumen analisis bekal makanan khas daerah Wringin Anom, peserta didik mampu mengelompokkan jenis-jenis kebutuhan ke dalam tabel klasifikasi prioritas secara sistematis.

Afektif

  1. Melalui kegiatan refleksi tertuntun, peserta didik menunjukkan sikap bijak, hemat, dan bersyukur atas pemenuhan kebutuhan dasar yang disediakan oleh keluarga.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Manusia memiliki terbatasnya sumber daya untuk memenuhi seluruh keinginannya. Oleh karena itu, memahami perbedaan antara kebutuhan dasar (sesuatu yang wajib ada demi kelangsungan hidup) dan kebutuhan tambahan (sesuatu yang melengkapi atau memuaskan keinginan) membantu kita dalam mengambil keputusan finansial yang bijak. Memilih makanan bekal khas daerah yang bergizi merupakan bukti nyata pemenuhan kebutuhan dasar fisik manusia yang patut disyukuri.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika hari ini kamu diberi uang Rp10.000, apakah kamu akan memilih membeli bekal makanan sehat khas daerah untuk makan siang atau membeli mainan baru? Mengapa?
  2. Apa yang akan terjadi pada tubuh kita jika selama tiga hari kita tidak makan dan minum, tetapi memiliki banyak mainan mahal?
  3. Mengapa tidak semua barang yang dipajang di toko harus atau bisa kita beli saat ini juga?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Mampu menganalisis dan membedakan antara kebutuhan hakiki dan keinginan sementara secara objektif.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama secara efektif dalam kelompok Cooperative Learning untuk menyelesaikan tugas analisis skala prioritas.
  3. Mandiri: Mampu mengambil keputusan pribadi dalam menentukan skala prioritas kebutuhan hidupnya.

Kompetensi Utama (Deep Learning)

  1. Pemikiran Metakognitif: Menyadari alasan di balik keputusan memilih suatu barang.
  2. Komunikasi Interaktif: Menyampaikan argumen mengenai prioritas kebutuhan di depan kelompok.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Kebutuhan Hidup

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi oleh manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mencapai kesejahteraan. Kebutuhan dibedakan menjadi:

  1. Kebutuhan Dasar (Primer): Kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi agar manusia dapat bertahan hidup. Contoh: Pangan (makanan dan minuman bergizi, seperti nasi bekal khas Wringin Anom), Sandang (pakaian layak), dan Papan (tempat tinggal).
  2. Kebutuhan Tambahan Sekunder: Kebutuhan pelengkap yang dipenuhi setelah kebutuhan dasar terpenuhi untuk mempermudah kehidupan. Contoh: Alat tulis sekolah, sepatu olahraga, sepeda untuk sekolah.
  3. Kebutuhan Tambahan Tersier: Kebutuhan barang mewah untuk kepuasan emosional atau status sosial. Contoh: Gawai canggih mahal, mainan elektronik, liburan luar negeri.

Skala Prioritas

Skala prioritas adalah urutan pemenuhan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya:

  1. Prioritas I: Kebutuhan Penting dan Mendesak (Kebutuhan Dasar Pangan, Kesehatan).
  2. Prioritas II: Kebutuhan Penting tapi Kurang Mendesak (Peralatan Sekolah).
  3. Prioritas III: Kebutuhan Kurang Penting tapi Mendesak ( Hiburan ringan).
  4. Prioritas IV: Kebutuhan Tidak Penting dan Tidak Mendesak (Keinginan tambahan/tersier).

Kearifan Lokal Wringin Anom

Penggunaan bekal makanan khas daerah (seperti olahan pangan lokal Wringin Anom) sebagai media konkret analisis kebutuhan dasar pangan yang bernutrisi dan terjangkau bagi keluarga.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

KomponenDeskripsi
Model PembelajaranCooperative Learning (Tipe Think-Pair-Share yang dimodifikasi)
Pendekatan PembelajaranDeep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful Learning)
Metode PembelajaranPengamatan Visual, Diskusi Kelompok, Analisis Instrumen Bekal, Presentasi, Refleksi

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

  1. Jenis: Asesmen Diagnostik Non-Kognitif dan Kognitif Singkat.
  2. Bentuk: Kuis tebak gambar interaktif melalui Smart TV (Klasifikasi Kebutuhan vs Keinginan).

Asesmen Proses (Formatif)

  1. Jenis: Observasi Unjuk Kerja dan Diskusi Kelompok.
  2. Bentuk: Lembar Observasi Kinerja Kelompok Cooperative Learning dan Checklist Keaktifan.

Asesmen Akhir (Sumatif)

  1. Jenis: Tes Tertulis dan Penilaian Produk LKPD.
  2. Bentuk: Soal Isian Singkat, Studi Kasus Skala Prioritas, dan Lembar Analisis Bekal Makanan.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

Aspek SikapSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Bernalar KritisSangat mampu membedakan kebutuhan dan keinginan dengan alasan logis dan relevan.Mampu membedakan kebutuhan dan keinginan dengan alasan logis.Kurang mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, alasan kurang masuk akal.Belum mampu membedakan kebutuhan dan keinginan sama sekali.
Gotong RoyongSangat aktif berdiskusi, membantu teman kelompok, dan menghargai pendapat.Aktif berdiskusi dan membantu teman kelompok.Cukup aktif tetapi jarang memberikan masukan dalam kelompok.Pasif dan tidak mau bekerja sama dalam kelompok.
MandiriMampu menyelesaikan tugas analisis skala prioritas tepat waktu tanpa dorongan guru.Mampu menyelesaikan tugas tepat waktu dengan sedikit dorongan guru.Menyelesaikan tugas dengan bantuan dan dorongan berulang dari guru.Tidak dapat menyelesaikan tugas mandiri.

Rubrik Penilaian Kinerja Diskusi Kelompok

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Kerjasama KelompokSeluruh anggota berpartisipasi aktif dan membagi tugas secara merata.Sebagian besar anggota berpartisipasi aktif.Hanya separuh anggota yang aktif berdiskusi.Diskusi didominasi oleh satu orang saja.
Keakuratan KlasifikasiBerhasil mengklasifikasikan seluruh barang (>90%) dengan benar.Mengklasifikasikan 75%-89% barang dengan benar.Mengklasifikasikan 60%-74% barang dengan benar.Mengklasifikasikan <60% barang dengan benar.
Kemampuan PresentasiMenyampaikan hasil diskusi dengan jelas, percaya diri, dan responsif.Menyampaikan hasil diskusi dengan jelas dan lancar.Menyampaikan hasil diskusi namun kurang percaya diri.Membaca teks presentasi tanpa menjelaskan.

Rubrik Penilaian Produk / LKPD

Indikator PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Analisis Bekal MakananMampu menganalisis kandungan gizi bekal lokal dan menyimpulkan prioritas pangan secara tepat.Mampu menganalisis bekal lokal dan menyimpulkan prioritas pangan secara tepat.Analisis bekal lokal kurang rinci, kesimpulan prioritas cukup tepat.Tidak mampu menganalisis bekal lokal sebagai kebutuhan dasar.
Penyusunan Skala PrioritasUrutan skala prioritas pribadi dan keluarga sangat logis dan realistis.Urutan skala prioritas logis dan cukup realistis.Urutan skala prioritas kurang sistematis.Urutan skala prioritas acak-acakan dan tidak logis.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Pembiasaan Kesadaran Penuh (Mindful Breathing): Guru menyapa peserta didik, berdoa bersama, dan mengajak peserta didik melakukan latihan napas sadar selama 1 menit untuk menyiapkan fokus belajar.
  2. Pengkondisian Kelas dan Presensi: Guru mengecek kesiapan peserta didik, kerapian, dan kehadiran.
  3. Apersepsi bermakna (Meaningful Learning): Guru mengamati bekal makanan yang dibawa peserta didik ke sekolah hari ini, khususnya makanan khas daerah Wringin Anom yang dibawa.
  4. Penyampaian Pertanyaan Pemantik: Guru menampilkan gambar bekal makanan lokal dan gambar mainan di Smart TV, kemudian mengajukan pertanyaan pemantik.
  5. Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dan aktivitas Cooperative Learning yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Orientasi Visual dan Mindful Learning (15 Menit)

  1. Guru menayangkan video/gambar pematik interaktif melalui Smart TV yang menampilkan tayangan dua keluarga dengan gaya hidup berbeda: satu mengutamakan kebutuhan dasar, satu mengutamakan keinginan hiburan.
  2. Peserta didik secara individual diminta mengamati gambar pada Smart TV dengan penuh perhatian (Mindful Learning).
  3. Guru melakukan tanya jawab singkat untuk menggali konsep dasar: "Mana benda yang membuat manusia survive/bertahan hidup?" dan "Mana benda yang sifatnya hanya hiburan tambahan?".

Tahap 2: Pembentukan Kelompok Cooperative Learning (10 Menit)

  1. Guru membagi peserta didik menjadi kelompok-kelompok kecil heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa).
  2. Setiap kelompok diberikan nama kelompok berdasarkan makanan khas lokal Wringin Anom.
  3. Guru membagikan LKPD yang berisi instrumen analisis kebutuhan dasar vs tambahan.

Tahap 3: Diskusi Kelompok dan Analisis Berdiferensiasi (25 Menit)

  1. Berpikir Bersama (Think-Pair-Share / Cooperative Learning):
    • Setiap peserta didik dalam kelompok mengeluarkan bekal makanan khas daerah yang dibawa atau kartu gambar pilihan instrumen bekal yang disediakan guru.
    • Peserta didik mengoperasikan instrumen analisis bekal pilihan mereka (Diferensiasi Instrumen: Gambar visual/Checklist teks/Benda konkret bekal).
  1. Peserta didik berdiskusi menentukan:
    • Apakah bekal makanan khas daerah termasuk Kebutuhan Dasar atau Kebutuhan Tambahan?
    • Mengapa makanan lokal bergizi lebih diprioritaskan daripada jajan mainan?
  1. Peserta didik menyusun skala prioritas kebutuhan pribadi (sebagai siswa) dan kebutuhan keluarga berdasarkan skenario alokasi keuangan yang diberikan guru.
  2. Guru berkeliling memfasilitasi diskusi, memberikan petunjuk, dan memastikan seluruh anggota kelompok terlibat aktif.

Tahap 4: Presentasi dan Joyful Learning (15 Menit)

  1. Setiap kelompok mengirimkan perwakilan untuk mempresentasikan hasil penyusunan skala prioritas dan analisis bekal makanan di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan berupa apresiasi atau pertanyaan konstruktif.
  3. Guru menggunakan Smart TV untuk memberikan skor atau bintang apresiasi digital bagi kelompok yang tampil aktif dan tepat (Joyful Learning).

Tahap 5: Re-Konseptualisasi Pembelajaran Mendalam (10 Menit)

  1. Guru bersama peserta didik merangkum konsep kunci perbedaan kebutuhan dasar (primer) dan kebutuhan tambahan (sekunder & tersier).
  2. Guru meluruskan pemahaman yang masih keliru terkait prioritas keuangan keluarga.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Refleksi Pembelajaran: Peserta didik mengisi lembar refleksi emosional dan pemahaman materi.
  2. Evaluasi Mandiri (Asesmen Sumatif): Peserta didik mengerjakan 3 soal tes tertulis singkat mengenai skala prioritas.
  3. Umpan Balik dan Penguatan Nilai Bersyukur: Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menghargai bekal makanan yang disiapkan orang tua di rumah sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar hidup.
  4. Tindak Lanjut dan Penutup: Guru menyampaikan topik pembelajaran minggu depan, diakhiri doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Kesadaran Penuh)

Peserta didik dilatih untuk secara sadar mengenali sensasi fisik (rasa lapar vs keinginan secara emosional). Saat mengamati bekal makanan khas lokal Wringin Anom yang dibawanya, peserta didik diajak menyadari bahwa makanan sehat adalah kebutuhan biologis utama tubuh manusia untuk tetap hidup dan belajar dengan baik, bukan sekadar gaya hidup.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Materi kebutuhan dasar ditautkan langsung dengan konteks kehidupan nyata peserta didik di lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom. Dengan menganalisis bekal makanan khas daerah dan anggaran belanja harian keluarga sederhana, peserta didik menyadari bahwa setiap keputusan pembelian barang berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran dirancang secara interaktif menggunakan tayangan Smart TV, permainan kartu gambar visual berwarna, diskusi kelompok koperatif yang dinamis, serta pemberian apresiasi kelompok secara langsung yang menciptakan suasana belajar positif dan bebas tekanan.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten / Proses

Guru menyediakan pilihan instrumen analisis bekal makanan sesuai kesiapan belajar peserta didik:

  1. Pilihan A (Visual Diagram): Berupa kartu gambar visual berwarna-warni yang berisi aneka bekal makanan lokal dan benda-benda harian untuk kelompok peserta didik yang sangat dominan gaya belajar visualnya.
  2. Pilihan B (Checklist Teks Ringkas): Berupa daftar tabel kata dan panduan pertanyaan terstruktur untuk peserta didik yang menyukai analisis tertulis.
  3. Pilihan C (Benda Konkret): Berupa analisis langsung terhadap bekal makanan asli yang dibawa siswa dari rumah.

Diferensiasi Produk

Peserta didik bebas memilih cara menyajikan tabel skala prioritas kelompok:

  1. Menyajikan dalam bentuk poster bagan gambar pada papan kertas berwarna.
  2. Menyajikan dalam bentuk daftar tabel tertulis dengan pemetaan kriteria prioritas.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan slide interaktif, video edukasi animasi tentang skala prioritas, dan menampilkan instrumen visual perbandingan kebutuhan vs keinginan.
  2. Laptop: Digunakan guru untuk mengontrol jalannya presentasi media interaktif dan penilaian digital.
  3. Akses Internet: Digunakan untuk menyajikan studi kasus visual yang relevan dan terkini mengenai kondisi ekonomi dan kebutuhan pangan masyarakat.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Smart TV dan Laptop.
  2. Kartu Visual "Kebutuhan vs Keinginan".
  3. Bekal makanan khas daerah Wringin Anom yang dibawa siswa.
  4. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) tercetak.

Sumber Belajar

  1. Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  2. Modul Pembelajaran IPAS Fase C Topik Ekonomi Dasar.
  3. Lingkungan sekitar dan pengalaman hidup harian keluarga di Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Peserta Didik...........................................................
Kelas / FaseKelas V / C
Nomor Absen...........................................................
Tanggal...........................................................

Judul Aktivitas

Analisis Bekal Lokal dan Penyusunan Skala Prioritas Kebutuhan Hidup

Petunjuk Kerja

  1. Bekerjalah bersama kelompokmu dengan tertib dan gotong royong!
  2. Amati bekal makanan khas daerah atau kartu gambar yang telah disediakan!
  3. Gunakan instrumen analisis bekal di bawah ini untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar dan kebutuhan tambahan!
  4. Jawablah pertanyaan diskusi dan susunlah skala prioritas kebutuhan dengan tepat!

Bagian 1: Analisis Bekal Makanan Khas Daerah

Nama Barang / Makanan BekalMakanan/Benda Khas Daerah? (Ya/Tidak)Kelompok Kebutuhan (Dasar / Tambahan)Alasan Penentuan Klasifikasi
Bekal Nasi & Lauk Lokal................................................................................................................................
Air Minum Isi Ulang................................................................................................................................
Mainan Karet / Gawai................................................................................................................................
Buku Tulis & Pensil................................................................................................................................

Bagian 2: Menyusun Skala Prioritas Keluarga

Skenario: Keluarga memiliki anggaran uang sebesar Rp50.000 untuk hari ini. Urutkan barang-barang berikut berdasarkan Skala Prioritas Utama (Nomor 1 untuk yang paling utama hingga Nomor 4 untuk yang paling akhir dipenuhi)!

Barang Pilihan:

  • Membeli bahan makanan pokok (beras, sayur, lauk lokal): Rp25.000
  • Membeli pulsa kuota internet bermain gim: Rp15.000
  • Membeli obat flu untuk anggota keluarga yang sakit: Rp10.000
  • Membeli jajanan mainan plastik tambahan: Rp10.000

Tabel Skala Prioritas Kelompok:

PrioritasNama Barang KebutuhanBiaya (Rp)Alasan Keputusan Kelompok
Prioritas 1...............................................................................................................................................
Prioritas 2...............................................................................................................................................
Prioritas 3...............................................................................................................................................
Prioritas 4...............................................................................................................................................

Pertanyaan Diskusi Kelompok

  1. Mengapa bekal makanan sehat khas daerah digolongkan sebagai Kebutuhan Dasar bagi manusia?

Jawab: .....................................................................................................................................................

  1. Apa yang akan terjadi pada kehidupan keluarga jika seluruh uang belanja digunakan untuk Kebutuhan Tambahan (seperti hiburan dan mainan) terlebih dahulu?

Jawab: .....................................................................................................................................................

REMEDIAL

Aktivitas Pembelajaran Remedial

Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (belum dapat membedakan kebutuhan dasar dan tambahan):

  1. Pendampingan Individu (Bimbingan Perorangan): Guru memberikan penjelasan ulang menggunakan media kartu gambar konkret 2 kategori (Kebutuhan Dasar Pangan/Pakaian vs Keinginan Mainan).
  2. Tentukan Klasifikasi Sederhana: Peserta didik diminta memilah 5 gambar barang di lingkungan rumah ke dalam dua keranjang bertuliskan "Kebutuhan Pokok" dan "Keinginan Tambahan".

PENGAYAAN

Aktivitas Pembelajaran Pengayaan

Bagi peserta didik yang telah melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:

  1. Studi Kasus Perancangan Anggaran Bulanan: Peserta didik diberikan skenario membuat perancangan alokasi uang saku mingguan atau anggaran rumah tangga sederhana dengan memasukkan variabel kebutuhan tak terduga (misal: dana kesehatan/tabungan bencana).
  2. Tugas Mandiri: Membuat poster visual kecil "Mari Menabung dan Bijak Memilih Kebutuhan Utama" untuk ditempel di mading kelas.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi Guru
1Apakah seluruh peserta didik dapat memahami perbedaan antara kebutuhan dasar dan kebutuhan tambahan melalui media Smart TV?Sebagian besar peserta didik (sekitar 85%) sangat terbantu dengan tayangan visualSmart TV dan mampu membedakan kebutuhan dasar dan tambahan secara konsisten.
2Apakah integrasi bekal makanan khas daerah Wringin Anom efektif memfasilitasi Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning)?Sangat efektif. Peserta didik langsung menyadari bahwa bekal nasi/pangan lokal yang disiapkan orang tua adalah kebutuhan primer fisik yang nyata dan bernilai penting.
3Kendala apa yang dihadapi selama pelaksanaan model pembelajaran Cooperative Learning di kelas?Beberapa peserta didik yang dominan cenderung menguasai diskusi kelompok, sementara peserta didik yang pemalu memerlukan dorongan ekstra dari guru.
4Bagaimana ketercapaian waktu alokasi 3 x 35 menit dalam pelaksanaan seluruh tahapan kegiatan?Alokasi waktu berjalan dengan baik dan sesuai skenario, alokasi waktu presentasi dapat diselesaikan tepat waktu karena dibatasi perwakilan kelompok.
5Perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan pembelajaran berikutnya?Guru akan lebih menekankan pembagian peran yang tegas dalam kelompok (seperti pencatat, juru bicara, dan pengatur waktu) agar diskusi kelompok lebih merata.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Lembar Refleksi Diri Peserta Didik

NoPertanyaan RefleksiTanggapan Saya
1Hari ini saya telah belajar tentang perbedaan antara:..........................................................................
2Bagian kegiatan belajar yang paling menyenangkan bagi saya hari ini adalah:..........................................................................
3Perasaan saya saat menyadari pentingnya membawa bekal makanan sehat khas daerah adalah:..........................................................................
4Satu hal penting yang akan saya lakukan ketika ingin membeli barang baru adalah:..........................................................................

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Setiap manusia memiliki kebutuhan untuk kelangsungan hidupnya. Dalam ilmu ekonomi IPAS, kebutuhan diklasifikasikan berdasarkan tingkat intensitasnya menjadi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan primer (dasar) mencakup pangan, sandang, dan papan. Pembelajaran mendalam pada tingkat sekolah dasar penekanan dasarnya adalah membimbing peserta didik membedakan 'needs' (kebutuhan yang bersifat darurat/vital) dan 'wants' (keinginan yang bersifat pemuasan emosional). Penggunaan budaya lokal seperti membawa bekal makanan khas daerah memberikan jangkar konteks nyata (contextualized learning) bahwa pemenuhan nutrisi lokal adalah wujud efisiensi dan pemenuhan kebutuhan dasar yang paling rasional bagi keluarga.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Anak-anak hebat kelas V, tahukah kamu apa bedanya Kebutuhan dan Keinginan?

  • Kebutuhan adalah sesuatu yang HARUS kita punya agar kita bisa hidup sehat dan selamat. Contohnya: makanan bergizi (seperti bekal nasi dari rumah), air minum, baju sekolah, dan tempat tinggal.
  • Keinginan adalah sesuatu yang KITA INGINKAN agar hati senang, tetapi jika tidak ada, kita tetap bisa hidup sehat. Contohnya: mainan baru, gawai mahal, atau jajan berlebihan.

Jika kamu punya uang, utamakanlah selalu Kebutuhan Dasar terlebih dahulu sebelum membeli Kebutuhan Tambahan! Memakan bekal makanan sehat khas daerahmu adalah pilihan bijak anak hebat!

GLOSARIUM

  1. Kebutuhan Dasar (Primer): Kebutuhan utama yang wajib dipenuhi demi mempertahankan kelangsungan hidup manusia (pangan, sandang, papan).
  2. Kebutuhan Tambahan (Sekunder & Tersier): Kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan utama terpenuhi guna meningkatkan kenyamanan atau kepuasan hidup.
  3. Skala Prioritas: Urutan daftar kebutuhan yang disusun berdasarkan tingkat kepentingannya dari yang paling mendesak hingga yang bisa ditunda.
  4. Deep Learning (Pembelajaran Mendalam): Pendekatan pembelajaran berorientasi pada penguasaan konsep secara utuh melalui pengalaman belajar yang penuh kesadaran (Mindful), bermakna (Meaningful), dan menyenangkan (Joyful).
  5. Kearifan Lokal: Nilai-nilai, tradisi, atau kebiasaan positif lokal (seperti olahan pangan atau bekal khas daerah) yang dimanfaatkan sebagai sumber belajar.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  3. Fitri, A., dkk. (2022). Panduan Pembelajaran IPAS Fase C Sekolah Dasar. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
  4. Sugiyono. (2020). Model dan Pendekatan Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar. Bandung: Alfabeta.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Kinerja Diskusi dan Penilaian Sikap Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4)Skor
1Kemampuan Membedakan Kebutuhan & KeinginanSkor 4: Sangat tepat membedakan kebutuhan dasar dan tambahan disertai alasan logis.
Skor 3: Tepat membedakan kebutuhan dasar dan tambahan dengan bantuan minimal.
Skor 2: Kurang tepat membedakan kebutuhan, beberapa alasan keliru.
Skor 1: Tidak mampu membedakan kebutuhan dan keinginan sama sekali.
2Penyusunan Skala Prioritas KelompokSkor 4: Menyusun skala prioritas secara sistematis, logis, dan sangat realistis.
Skor 3: Menyusun skala prioritas secara sistematis dan cukup logis.
Skor 2: Menyusun skala prioritas kurang sistematis dan ada kesalahan urutan.
Skor 1: Urutan skala prioritas acak-acakan dan tidak masuk akal.
3Kerjasama dalam Kelompok (Gotong Royong)Skor 4: Sangat aktif membantu teman, berbagi tugas, dan menghargai pendapat.
Skor 3: Aktif bekerjasama dan menjalankan tugas kelompok dengan baik.
Skor 2: Cukup bekerjasama namun kadang pasif dalam tugas kelompok.
Skor 1: Tidak mau bekerjasama dan mengganggu kerja kelompok.
4Kemampuan Analisis Bekal Makanan LokalSkor 4: Mampu mengalisis gizi bekal lokal sebagai kebutuhan dasar secara tajam.
Skor 3: Mampu mengalisis bekal lokal sebagai kebutuhan dasar dengan baik.
Skor 2: Mengalisis bekal lokal kurang mendalam dan kurang tepat.
Skor 1: Tidak dapat menghubungkan bekal lokal dengan kebutuhan dasar.
5Sikap Bernalar Kritis dan Keterampilan PresentasiSkor 4: Menyampaikan argumen dengan sangat kritis, percaya diri, dan jelas.
Skor 3: Menyampaikan argumen dengan kritis dan jelas.
Skor 2: Menyampaikan argumen namun kurang jelas dan ragu-ragu.
Skor 1: Tidak mampu menyampaikan argumen atau hasil diskusi.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130