IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Mengidentifikasi barang bekal dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) |
| Model Pembelajaran | : | Cooperative Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi: Pilihan instrumen analisis bekal. Kearifan Lokal: Makanan/bekal khas daerah. |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik dan Gaya Belajar Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki kecenderungan gaya belajar dominan visual dan kinestetik. Mereka sangat responsif terhadap tayangan visual beresolusi tinggi, grafik berwarna, tayangan Smart TV, serta manipulasi benda konkret secara langsung. Peserta didik menunjukkan ketertarikan tinggi ketika materi dihubungkan dengan kebiasaan membawa bekal makanan khas daerah Wringin Anom dan barang bawaan harian mereka.
Kemampuan Awal Peserta Didik
- Peserta didik telah mengenal konsep barang milik pribadi dan barang milik bersama.
- Peserta didik mampu menyebutkan benda-benda yang dibawa ke sekolah setiap hari.
- Sebagian besar peserta didik belum secara kritis mampu memisahkan antara barang yang bersifat kebutuhan utama (primer) dan barang yang bersifat keinginan semata.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menentukan prioritas kebutuhan hidup pribadi dan keluarga berdasarkan analisis fungsi, manfaat, serta nilai keterjangkauan, serta dapat mengaitkan pemenuhan kebutuhan dengan kearifan lokal daerah setempat.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Kognitif
- Melalui pengamatan tayangan Smart TV dan barang bekal konkret, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 5 jenis barang/bekal harian berdasarkan fungsinya secara akurat.
- Melalui diskusi kelompok, peserta didik mampu mengategorikan benda bekal ke dalam kelompok Kebutuhan Utama, Kebutuhan Pendukung, dan Keinginan dengan rasionalisasi yang tepat.
Psikomotorik
- Melalui kegiatan kolaboratif, peserta didik mampu menyusun tabel skala prioritas pemenuhan bekal harian menggunakan pilihan instrumen analisis bekal yang disesuaikan dengan minat visual mereka.
Afektif
- Peserta didik menunjukkan sikap kritis, bijak, dan menghargai nilai kearifan lokal makanan daerah dalam membuat keputusan pemenuhan kebutuhan harian.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Manusia tidak selalu dapat memenuhi semua hal yang diinginkan karena keterbatasan sumber daya. Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan serta mampu menentukan prioritas bekal harian membantu peserta didik menjadi pribadi yang bijak, hemat, sehat, serta lebih menghargai produksi makanan lokal khas daerah sendiri.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa kamu membawa makanan bekal dan alat tulis tertentu ke sekolah hari ini?
- Apakah semua isi tas dan kotak bekalmu hari ini benar-benar kamu butuhkan, atau ada yang sekadar kamu inginkan?
- Apa yang akan terjadi jika kamu hanya membawa makanan ringan manis/pabrikan dan tidak membawa air putih atau makanan pokok khas daerah kita?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan secara objektif.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok kooperatif untuk menyelesaikan tugas analisis bekal.
- Mandiri: Mampu mengambil keputusan pribadi terkait prioritas barang yang harus dibawa setiap hari.
Kompetensi Abad 21 (4C)
- Critical Thinking: Menganalisis nilai guna barang bekal dan keterkaitannya dengan pemenuhan gizi/kebutuhan harian.
- Collaboration: Berbagi tugas dalam kelompok Cooperative Learning untuk memilah data bekal anggota.
- Communication: Mempresentasikan hasil analisis klasifikasi bekal kelompok di depan kelas.
- Creativity: Menyusun instrumen analisis bekal dalam bentuk grafis visual yang menarik.
MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian Kebutuhan dan Keinginan
Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dipenuhi agar manusia dapat bertahan hidup dan menjalankan aktivitasnya dengan baik (contoh: air minum, makanan bergizi, alat tulis utama). Keinginan adalah sesuatu yang diharapkan dimiliki, namun jika tidak terpenuhi tidak akan mengganggu kelangsungan hidup atau kegiatan belajar (contoh: mainan di dalam tas, camilan berlebih).
Skala Prioritas Bekal Sekolah
Skala prioritas dibuat berdasarkan tingkat urgensi dan manfaat:
- Prioritas I (Sangat Penting & Mendesak): Air minum bersih, makanan pokok/bekal gizi seimbang (makanan khas daerah), buku tulis dan alat tulis utama.
- Prioritas II (Penting Tapi Tidak Mendesak): Pensil warna tambahan, kotak pensil cadangan.
- Prioritas III (Kurang Penting/Keinginan): Mainan, hiasan tas, makanan ringan bernutrisi rendah.
Integrasi Kearifan Lokal
Pengenalan makanan bekal khas daerah Wringin Anom (seperti olahan berbahan dasar singkong, tahu/tempe lokal, dan jajanan tradisional) sebagai pilihan bekal bergizi tinggi, terjangkau, dan mendukung perekonomian lokal keluarga.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Cooperative Learning tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD).
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mencakup:
- Mindful Learning (Pembelajaran Sadar Diri): Peserta didik secara sadar mengamati dan mengevaluasi apa yang mereka bawa dan konsumsi.
- Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Menghubungkan materi bekal dengan kondisi ekonomi keluarga dan kesehatan diri.
- Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Pengamatan interaktif melalui Smart TV dan simulasi "Pasar Bekal Kebutuhan".
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Teknik: Kuis Visual Singkat melalui tayangan Smart TV.
Instrumen: Menunjuk gambar barang dan mengategorikannya secara lisan.
Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Teknik: Observasi Kinerja Kelompok dan Analisis Lembar Kerja.
Instrumen: Rubrik observasi sikap gotong royong, bernalar kritis, dan keterlibatan diskusi.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
Teknik: Tes Tertulis dan Evaluasi Produk LKPD.
Instrumen: Soal pilihan ganda bernalar tinggi (HOTS) dan penilaian tabel skala prioritas.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Belum mampu membedakan kebutuhan dan keinginan meskipun dibimbing. | Mampu membedakan kebutuhan dan keinginan dengan bimbingan penuh guru. | Mampu membedakan kebutuhan dan keinginan secara mandiri namun ada sedikit kekeliruan. | Sangat mampu membedakan kebutuhan dan keinginan serta memberikan alasan logis. | |
| 2 | Gotong Royong | Pasif dan tidak mau bekerja sama dalam kelompok. | Terlibat dalam kelompok hanya jika dipaksa atau diminta berulang kali. | Terlibat aktif dalam kelompok tetapi sesekali kurang fokus pada tugas bersama. | Sangat aktif, membantu teman sekelompok, dan berkontribusi penuh dalam diskusi. | |
| 3 | Kemandirian | Tidak mampu menyelesaikan tugas individual dan bergantung pada orang lain. | Menyelesaikan tugas dengan bantuan konstan dari teman atau guru. | Menyelesaikan tugas secara mandiri dengan sedikit konfirmasi kepada guru. | Menyelesaikan seluruh tugas individu dengan percaya diri, rapi, dan tepat waktu. |
Rubrik Penilaian Keterampilan (Analisis Bekal dan Skala Prioritas)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Klasifikasi Barang Bekal | Mengklasifikasikan kurang dari 2 barang dengan benar. | Mengklasifikasikan 2-3 barang dengan benar. | Mengklasifikasikan 4 barang dengan benar. | Mengklasifikasikan seluruh barang bekal (>5 barang) dengan sangat tepat. | |
| 2 | Penyusunan Skala Prioritas | Urutan prioritas tidak logis dan tidak memiliki urutan yang jelas. | Urutan prioritas sebagian kecil logis, alasan belum tepat. | Urutan prioritas sebagian besar logis dengan alasan yang cukup jelas. | Urutan prioritas sangat logis, rasional, dan memperhitungkan fungsi utama. | |
| 3 | Penyajian Visual / Instrumen | Tampilan instrumen tidak rapi dan sulit dibaca. | Tampilan instrumen cukup rapi namun kurang terstruktur secara visual. | Tampilan instrumen rapi, terstruktur, dan mudah dibaca. | Tampilan instrumen sangat estetis, kreatif, terstruktur visual, dan sangat jelas. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
- Salah satu peserta didik memimpin doa bersama.
- Guru melakukan pemeriksaan presensi kehadiran peserta didik.
- Guru menerapkan prinsip Mindful Learning: Mengajak peserta didik melakukan latihan napas sejenak (1 menit) untuk mengarahkan fokus dan kesadaran penuh pada kondisi fisik serta mental mereka sebelum belajar.
- Guru menampilkan slide interaktif di Smart TV berupa gambar dua tas sekolah (Satu tas berisi bekal sehat khas daerah Wringin Anom dan alat tulis lengkap; Satu tas berisi banyak mainan dan makanan ringan kemasan tanpa alat tulis).
- Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk menggali kemampuan awal peserta didik.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, dan sistem penilaian yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Penyampaian Informasi dan Stimulasi Visual (15 Menit)
- Guru menayangkan video edukasi pendek via Smart TV tentang perjalanan pemenuhan kebutuhan manusia sehari-hari dan pentingnya membawa bekal sehat.
- Guru memaparkan materi tentang perbedaan Kebutuhan dan Keinginan serta Skala Prioritas secara visual menggunakan diagram alur yang menarik.
- Guru menunjukkan contoh konkret bekal khas daerah Wringin Anom (seperti kue atau makanan olahan lokal) dan membandingkannya dengan barang keinginan (seperti mainan mainan kecil).
Tahap 2: Pengorganisasian Kelompok Kooperatif (10 Menit)
- Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa dengan tingkat kemampuan beragam).
- Guru menjelaskan aturan kerja kelompok berdasarkan model Cooperative Learning.
- Guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok. Guru memberikan pilihan instrumen analisis bekal (Diferensiasi Produk/Proses):
- Opsi A: Diagram Pohon Prioritas (Sangat Visual/Gambar)
- Opsi B: Tabel Matriks Klasifikasi Warna
- Opsi C: Bagan Alur Cerita Bekal Sehari-hari
Tahap 3: Kerja Kelompok dan Investigasi Bekal (25 Menit)
- Masing-masing peserta didik mengeluarkan barang bekal makanan dan barang bawaan dari dalam tas mereka di atas meja kelompok.
- Peserta didik secara bergiliran mengidentifikasi barang bawaan teman satu kelompoknya.
- Peserta didik berdiskusi aktif memisahkan mana barang yang termasuk Kebutuhan Utama, Kebutuhan Pendukung, dan Keinginan.
- Peserta didik mengaitkan keberadaan bekal makanan khas daerah yang dibawa dengan aspek kesehatan dan penghematan pengeluaran keluarga (Meaningful Learning).
- Guru berkeliling memfasilitasi diskusi, memberikan bimbingan bagi kelompok yang membutuhkan, serta memastikan seluruh peserta didik terlibat aktif.
Tahap 4: Presentasi dan Evaluasi Kelompok (15 Menit)
- Setiap kelompok mengirimkan perwakilan untuk mempresentasikan hasil analisis klasifikasi bekal mereka di depan kelas.
- Tampilan presentasi diunggah atau ditampilkan melalui Smart TV (menggunakan kamera/dokumentasi langsung).
- Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan terhadap hasil presentasi kelompok penyaji.
- Guru memberikan penguatan atas hasil analisis setiap kelompok dan mengoreksi pemahaman yang kurang tepat.
Tahap 5: Penghargaan Kelompok dan Joyful Activity (10 Menit)
- Guru memberikan apresiasi dan penghargaan (skor kelompok/tepuk penghargaan) kepada kelompok yang menunjukkan kerja sama terbaik dan analisis paling rasional.
- Guru mengajak peserta didik melakukan permainan interaktif singkat "Pilih Bekal Bijak" menggunakan Smart TV untuk menyegarkan suasana (Joyful Learning).
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan keseluruhan materi pembelajaran tentang pentingnya menentukan skala prioritas kebutuhan bekal harian.
- Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran terhadap proses yang telah dilalui.
- Guru memberikan tes sumatif singkat berupa 3 soal penalaran tertulis.
- Guru memberikan penugasan tindak lanjut: Memeriksa kembali isi tas sekolah di rumah bersama orang tua untuk memastikan hanya barang kebutuhan yang dibawa.
- Guru menyampaikan gambaran materi untuk pertemuan berikutnya.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Pembelajaran Sadar Diri)
Peserta didik diajak untuk menyadari secara penuh setiap barang yang mereka bawa di dalam tas dan makanan yang mereka konsumsi setiap hari. Mereka tidak hanya membawa barang secara rutin, tetapi dilatih berpikir sadar: "Mengapa barang ini ada di dalam tas saya? Apakah barang ini membantu proses belajar saya hari ini?"
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Peserta didik menghubungkan keputusan membawa bekal makanan khas daerah Wringin Anom dengan kondisi ekonomi keluarga. Mereka memahami bahwa memilih bekal lokal yang sehat dapat menghemat anggaran keluarga serta menjaga kesehatan tubuh dibanding membeli makanan kemasan yang tidak bernutrisi.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Pembelajaran dirancang secara interaktif memanfaatkan media Smart TV, analisis barang konkret milik sendiri, kerja kelompok yang kooperatif, serta kuis visual interaktif yang membuat peserta didik merasa terlibat secara aktif tanpa tekanan.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Guru menyediakan materi visual berbasis Smart TV berupa gambar beresolusi tinggi, infografis warna-warni, serta benda konkret langsung (bekal nyata) bagi peserta didik dengan gaya belajar visual-kinestetik.
Diferensiasi Proses
Guru memberikan tingkat bimbingan (scaffolding) yang bervariasi. Kelompok dengan pemahaman awal tinggi diberikan tantangan menganalisis dampak jangka panjang dari pilihan bekal, sedangkan kelompok yang membutuhkan bimbingan dibantu dengan kartu bergambar barang.
Diferensiasi Produk
Peserta didik diberi kebebasan memilih instrumen analisis bekal sesuai kecenderungan visual kelompok mereka:
- Pilihan 1: Diagram Pohon Prioritas Bergambar.
- Pilihan 2: Tabel Matriks Warna Kebutuhan vs Keinginan.
- Pilihan 3: Poster Bagan Alur Bekal Sehatku.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk menayangkan slide presentasi interaktif, video pembelajaran pemenuhan kebutuhan, serta menampilkan karya LKPD kelompok.
- Laptop: Digunakan guru untuk mengelola media pembelajaran, instrumen penilaian, dan memutar aplikasi kuis interaktif.
- Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar visual tambahan dan materi kearifan lokal kuliner daerah Wringin Anom.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Belajar
- Smart TV, Laptop, dan Jaringan Internet.
- Benda nyata: Kotak bekal makanan khas daerah, botol minum, alat tulis, dan benda bawaan siswa.
- Kartu Bergambar (Flashcard) jenis-jenis barang bekal dan makanan.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis visual.
Sumber Belajar
- Buku Panduan Guru dan Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Lingkungan sekitar sekolah dan makanan khas daerah Wringin Anom.
- Material pembelajaran digital terverifikasi dari internet.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Anggota Kelompok | 1. ................................................. 2. ................................................. 3. ................................................. 4. ................................................. |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| Nomor Absen | ..... / ..... / ..... / ..... |
| Tanggal | ................................................. |
Judul Aktivitas
Analisis Bekal Harian dan Penentuan Skala Prioritas Kebutuhan.
Petunjuk Kerja
- Keluarkan seluruh barang bekal makanan dan isi tas kelompok kalian di atas meja.
- Amati setiap barang, lalu diskusikan fungsi utama dari masing-masing barang tersebut.
- Kelompokkan barang-barang tersebut ke dalam instrumen pilihan kelompokmu (Diagram Pohon / Tabel Matriks / Bagan Alur).
- Tentukan urutan prioritas barang yang WAJIB dibawa setiap hari ke sekolah.
- Jawab pertanyaan analisis di bawah ini secara berdiskusi.
Tabel Analisis Barang Bekal
| No | Nama Barang / Bekal Makanan | Kategori (Kebutuhan Utama / Kebutuhan Pendukung / Keinginan) | Alasan / Fungsi Utama |
|---|---|---|---|
| 1 | |||
| 2 | |||
| 3 | |||
| 4 | |||
| 5 | |||
| 6 |
Pertanyaan Diskusi Analisis
- Dari seluruh barang yang dibawa oleh kelompokmu, barang mana yang paling PENTING dan tidak boleh tertinggal saat sekolah? Jelaskan alasannya!
Jawab: ....................................................................................................................................................................
- Apakah ada barang yang dibawa yang sebenarnya hanya berupa KEINGINAN dan tidak mengganggu belajar jika tidak dibawa? Sebutkan!
- Mengapa membawa bekal makanan khas daerah sendiri lebih menguntungkan dibandingkan membeli makanan ringan kemasan berlebihan?
Jawab: ....................................................................................................................................................................
Jawab: ....................................................................................................................................................................
REMEDIAL
Program Remedial
Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP) dalam mengidentifikasi dan membedakan kebutuhan serta keinginan.
Bentuk Kegiatan Remedial
- Bimbingan Perorangan: Guru mendampingi peserta didik secara individual menggunakan kartu bergambar konkret (Flashcard).
- Penugasan Sederhana: Peserta didik diminta mengelompokkan 5 gambar barang di rumah ke dalam dua wadah bertuliskan "Kebutuhan" dan "Keinginan".
Soal Remedial
- Tuliskan 2 contoh barang yang merupakan kebutuhan utama saat kamu belajar di sekolah!
- Jika uang saku sekolahmu terbatas, apakah kamu akan membeli air minum terlebih dahulu atau membeli mainan baru? Jelaskan alasan singkatmu!
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan cepat dan menunjukkan kemampuan bernalar kritis yang tinggi.
Bentuk Kegiatan Pengayaan
Peserta didik diberi peran sebagai "Konsultan Bekal Sehat dan Bijak". Mereka ditugaskan menyusun rencana menu bekal mingguan yang bergizi, memanfaatkan makanan lokal daerah Wringin Anom, serta menghitung estimasi penghematan biaya yang diperoleh keluarga.
Tugas Pengayaan
Buatlah sebuah poster infografis sederhana bertema "Menu Bekal Hemat dan Sehat Khas Daerahku" yang memuat susunan bekal sekolah selama 3 hari beserta alasan pemilihan menunya berdasarkan skala prioritas kebutuhan gizi!
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik dapat memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan melalui analisis barang bekal? | Seluruh peserta didik (100%) mampu membedakan kebutuhan dan keinginan dengan baik setelah melihat stimulasi visual di Smart TV dan manipulasi barang konkret. |
| 2 | Bagaimana efektivitas model Cooperative Learning dan integrasi Smart TV dalam meningkatkan keterlibatan siswa visual? | Penggunaan Smart TV dan kerja kelompok sangat efektif, meningkatkan partisipasi aktif siswa visual hingga mencapai keterlibatan penuh dalam diskusi. |
| 3 | Kendall apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung? | Beberapa kelompok membutuhkan waktu lebih lama saat mendiskusikan kategori barang yang berada di batas antara kebutuhan pendukung dan keinginan. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pertemuan pembelajaran berikutnya? | Memberikan pembatasan waktu yang lebih tegas pada setiap tahap diskusi serta menyediakan petunjuk kategori yang lebih spesifik pada LKPD. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Jawaban / Tanggapan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai? | Saat membongkar dan mengamati bekal makanan bersama teman-teman serta melihat tayangan video di Smart TV. |
| 2 | Apakah kamu sudah bisa membedakan barang yang benar-benar kamu butuhkan dan yang hanya kamu inginkan? | Ya, saya sudah bisa membedakannya. Kebutuhan adalah barang yang harus ada seperti buku dan air minum, sedangkan keinginan seperti mainan. |
| 3 | Apa yang akan kamu lakukan pada isi tas dan pilihan bekalmu esok hari setelah belajar materi ini? | Saya akan mengeluarkan mainan dari tas saya dan memilih membawa bekal makanan sehat dari rumah agar lebih hemat dan sehat. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
- Modul Utama IPAS Fase C: Pengelolaan Sumber Daya dan Skala Prioritas Manusia.
- Panduan Penerapan Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) dalam Pembelajaran Sekolah Dasar.
- Artikel Kebudayaan dan Kuliner Lokal Wringin Anom: Potensi Gizi Makanan Tradisional bagi Anak Usia Sekolah.
Bahan Bacaan Peserta Didik
- Buku Siswa IPAS Kelas V: Bab Kebutuhan Hidup dan Cara Memenuhinya.
- Komik Edukasi Visual: "Bedakan Kebutuhan dan Keinginanmu dengan Bijak!".
- Brosur Ilustrasi: "Bekal Sehat Khas Daerahku, Tubuhku Kuat Belajarku Semangat".
GLOSARIUM
- Kebutuhan: Segala sesuatu yang harus dipenuhi oleh manusia untuk mempertahankan hidup dan mencapai kesejahteraan.
- Keinginan: Hasrat akan sesuatu barang atau jasa yang tidak mengancam kelangsungan hidup jika tidak terpenuhi.
- Skala Prioritas: Urutan daftar kebutuhan yang disusun berdasarkan tingkat kepentingan dan urgensinya.
- Cooperative Learning: Model pembelajaran gotong royong terstruktur di mana peserta didik bekerja sama dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan bersama.
- Deep Learning: Pendekatan pembelajaran mendalam yang mengintegrasikan kesadaran diri (mindful), pemaknaan kontekstual (meaningful), dan suasana menyenangkan (joyful).
- Kearifan Lokal: Nilai-nilai, tradisi, dan produk lokal (seperti makanan daerah) yang dimiliki oleh suatu masyarakat setempat.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase C. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Fitri, A., dkk. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
- Fitri, A., dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
- Suwandi, S. (2022). Inovasi Model Pembelajaran Kooperatif di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Deepublish.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Sikap Profil Pelajar Pancasila
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Belum menunjukkan kemampuan menganalisis fungsi barang bekal. | Mampu menganalisis fungsi barang bekal dengan bantuan arahan penuh guru. | Mampu menganalisis fungsi barang bekal dan mengelompokkannya dengan cukup tepat. | Mampu menganalisis fungsi barang bekal secara kritis, mendetail, dan memberikan alasan yang sangat logis. | |
| 2 | Gotong Royong | Tidak mau berpartisipasi dalam diskusi kelompok analisis bekal. | Kurang berpartisipasi dan hanya mengerjakan tugas jika diperintah teman. | Berpartisipasi aktif dalam kelompok dan menyelesaikan bagian tugasnya dengan baik. | Sangat aktif memimpin diskusi, membantu anggota kelompok lain, dan menjaga kekompakan. | |
| 3 | Mandiri | Tidak mampu menyelesaikan tugas evaluasi individu tanpa bantuan orang lain. | Menyelesaikan tugas individu dengan bantuan yang cukup banyak dari guru. | Menyelesaikan tugas individu secara mandiri namun masih ragu-ragu pada beberapa bagian. | Menyelesaikan seluruh tugas individu secara mandiri, tepat, cepat, dan penuh rasa percaya diri. |
Lembar Observasi Keterampilan Unjuk Kerja Kelompok
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Keakuratan Mengelompokkan Barang | Mengelompokkan kurang dari 50% barang bekal ke dalam kategori yang tepat. | Mengelompokkan 50%-69% barang bekal ke dalam kategori yang tepat. | Mengelompokkan 70%-89% barang bekal ke dalam kategori yang tepat. | Mengelompokkan 90%-100% barang bekal ke dalam kategori yang tepat dan akurat. | |
| 2 | Kemampuan Penyusunan Skala Prioritas | Urutan prioritas yang dibuat tidak rasional dan tidak sesuai fungsi belajar. | Urutan prioritas kurang rasional, hanya sebagian kecil yang sesuai. | Urutan prioritas sebagian besar rasional dan sesuai dengan fungsi belajar. | Urutan prioritas sangat rasional, runtut, sistematis, dan mempertimbangkan urgensi. | |
| 3 | Kejelasan Presentasi Visual | Presentasi tidak jelas, tidak memanfaatkan instrumen visual, dan tidak komunikatif. | Presentasi cukup jelas tetapi pembacaan instrumen visual masih terbata-bata. | Presentasi jelas, memanfaatkan instrumen visual dengan baik, dan cukup lancar. | Presentasi sangat jelas, sangat komunikatif, memanfaatkan instrumen visual Smart TV secara maksimal. |