IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 45 Menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Sintesis dan Refleksi Geografis |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) |
| Model Pembelajaran | : | Project Based Learning (PjBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Kearifan Lokal: Evaluasi bentang alam sekitar sekolah; Diferensiasi: Diagram alur tulisan/gambar/komik |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki modalitas belajar dominan visual. Mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi ketika disajikan media gambar, video, maupun tayangan grafis interaktif. Meskipun aktif dalam merespons stimulus visual, analisis diagnostik menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar keterhubungan geografis, kronologi perubahan bentang alam, serta dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan fisik di sekitarnya.
Kebutuhan Pembelajaran
Diperlukan jembatan instruksional berupa pemanfaatan media visual kaya data (melalui Smart TV) yang digabungkan dengan tahapan pembelajaran terstruktur. Pembelajaran dirancang dari tingkat faktual konkret (mengamati lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom) menuju konsep abstrak (sintesis alur perubahan geografis), guna mendasari pemahaman konsep secara mendalam sebelum peserta didik mengkreasi produk akhir.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Menggambarkan diagram alur perkembangan bentang alam lokal.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Utama
Peserta didik mampu melakukan sintesis dan refleksi terhadap perubahan bentang alam di lingkungan lokal SD Negeri 1 Wringin Anom serta menyajikannya dalam bentuk diagram alur secara sistematis.
Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IPTP)
- Peserta didik dapat mengidentifikasi alur perubahan fisik bentang alam lokal berdasarkan pengamatan visual dan lingkungan nyata.
- Peserta didik dapat menganalisis faktor penyebab perubahan bentang alam lokal (faktor alam dan faktor aktivitas manusia).
- Peserta didik dapat mengkreasikan diagram alur perkembangan bentang alam lokal dalam format pilihan (tulisan naratif, gambar berseri, atau komik geografis).
PEMAHAMAN BERMAKNA
Bentang alam di sekitar tempat tinggal kita bersifat dinamis dan terus berubah seiring waktu. Perubahan ini dipengaruhi oleh fenomena alamiah dan interaksi aktivitas manusia. Dengan memahami dan menggambarkan alur perkembangan bentang alam, kita dapat memprediksi dampak lingkungan serta mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian ekosistem lokal Wringin Anom.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Amati area di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom saat ini, menurut kalian apakah bentuk saluran air, jalan, dan pemukiman di sekitar sekolah kita sudah seperti ini sejak zaman dahulu?
- Bagaimana sebuah area yang dulunya berupa ladang atau pepohonan rindang bisa berubah menjadi area pemukiman atau bangunan sekolah seperti sekarang?
- Jika kalian diminta menceritakan tahapan perubahan lingkungan tersebut kepada orang lain, bagaimana cara terbaik menyajikannya agar mudah dipahami?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Memproses informasi geografi, menganalisis hubungan sebab-akibat perubahan bentang alam lokal.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan proyek pembuatan diagram alur.
- Kreatif: Menghasilkan karya visual berupa diagram alur, ilustrasi gambar, atau komik sesuai dengan gagasan dan minat diri.
Kompetensi Utama
- Pemikiran Sistemik (System Thinking): Memahami keterkaitan antara aksi manusia dan respons lingkungan.
- Komunikasi Visual: Menyampaikan gagasan kompleks dalam bentuk bagan visual yang terstruktur.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar Bentang Alam Lokal
Bentang alam (landscape) adalah bagian permukaan bumi yang memiliki karakteristik bentuk lahan, vegetasi, dan hasil karya manusia. Di wilayah Wringin Anom, bentang alam mencakup area persawahan, alur sungai/irigasi, perbukitan rendah, serta kawasan pemukiman warga.
Sintesis Perubahan Geografis
Sintesis geografis adalah proses menggabungkan berbagai informasi kronologis dan spasial untuk memahami gambaran utuh suatu wilayah. Perubahan bentang alam terjadi melalui dua faktor utama:
- Proses Alami: Erosi, sedimentasi, dan perubahan musim.
- Proses Antropogenik (Aktivitas Manusia): Pembangunan jalan, alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman, serta pembuatan saluran irigasi buatan.
Pembuatan Diagram Alur Perkembangan
Diagram alur (flowchart) geografis menggambarkan urutan peristiwa perubahan bentang alam dari kondisi awal (masa lalu), masa transisi (proses perubahan), hingga kondisi saat ini (masa kini), beserta prediksi kondisi masa depan.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| Model Pembelajaran | Project Based Learning (PjBL) |
| Pendekatan Pembelajaran | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui konteks Mind-on, Hands-on, dan Heart-on |
| Metode | Pengamatan Visual, Diskusi Kelompok, Penugasan Proyek, Presentasi |
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Dilakukan melalui kuis visual singkat menggunakan Smart TV untuk mengukur pemahaman awal peserta didik mengenai istilah dasar bentang alam dan alur kronologi sederhana.
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)
- Lembar observasi partisipasi dan penalaran kritis saat diskusi kelompok.
- Catatan anekdotal progres pembuatan proyek diagram alur.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
Penilaian Produk: Rubrik penilaian diagram alur perkembangan bentang alam lokal (pilihan teks, gambar, atau komik).
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Produk Diagram Alur Bentang Alam
| Kriteria Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Keakuratan Alur Perkembangan | Menjelaskan 3 atau lebih tahapan alur perkembangan bentang alam secara logis, runtut, dan akurat sesuai fakta lokal. | Menjelaskan 3 tahapan alur perkembangan bentang alam dengan cukup runtut. | Menjelaskan 2 tahapan alur namun urutannya kurang tepat. | Hanya menjelaskan 1 tahapan dan alur tidak runtut. |
| Analisis Penyebab Perubahan | Mengidentifikasi faktor alam dan aktivitas manusia secara tepat beserta penjelasannya. | Mengidentifikasi faktor alam dan aktivitas manusia tetapi penjelasan kurang lengkap. | Hanya mengidentifikasi satu faktor (alam saja atau manusia saja). | Tidak mampu mengidentifikasi faktor penyebab perubahan. |
| Kreativitas dan Visualisasi | Tampilan diagram sangat rapi, jelas, dan estetis sesuai pilihan media (teks/gambar/komik). | Tampilan diagram rapi dan jelas dalam menyampaikan alur. | Tampilan diagram cukup jelas tetapi kurang rapi. | Tampilan diagram sulit dibaca dan tidak terstruktur. |
| Integrasi Kearifan Lokal | Memuat sekurang-kurangnya 2 contoh spesifik bentang alam di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom. | Memuat 1 contoh spesifik bentang alam sekitar sekolah. | Memuat contoh bentang alam umum, tidak spesifik Wringin Anom. | Tidak memuat contoh bentang alam lokal. |
Rubrik Unjuk Kerja Presentasi Kelompok
| Kriteria Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Kejelasan Penyampaian | Bicara lantang, artikulasi jelas, penyampaian runtut dan percaya diri. | Bicara jelas, penyampaian cukup runtut. | Bicara kurang jelas, sesekali memerlukan dorongan. | Bicara sangat pelan, tidak percaya diri dan tidak runtut. |
| Kerjasama Kelompok | Seluruh anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam presentasi. | Mayoritas anggota berpartisipasi aktif. | Hanya 1-2 anggota yang mendominasi presentasi. | Kelompok tidak tampak bekerja sama saat presentasi. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
- Peserta didik dan guru berdoa bersama dipimpin oleh salah satu siswa.
- Guru melakukan pemeriksaan kehadiran peserta didik.
- Guru melakukan apersepsi visual dengan menampilkan perbandingan dua foto kawasan Wringin Anom (foto tempo dulu dan foto kondisi saat ini) di Smart TV.
- Peserta didik merespons pertanyaan pemantik dari guru mengenai perbedaan kedua foto tersebut.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alur kegiatan, dan bentuk penilaian proyek yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (60 Menit)
Tahap 1: Pertanyaan Mendasar (PjBL - Mind-on)
- Peserta didik mencermati tayangan video singkat di Smart TV mengenai dinamika bentang alam lokal dan keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat.
- Guru memfasilitasi penguatan konsep dasar mengenai elemen bentang alam (sungai, lahan, pemukiman) untuk menjembatani ketidakpahaman awal peserta didik.
- Peserta didik diarahkan untuk mengajukan pertanyaan kritis terkait bentang alam di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.
Tahap 2: Mendesain Perencanaan Proyek (PjBL - Diferensiasi Produk)
- Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok 4-5 siswa).
- Guru menjelaskan pilihan produk diagram alur yang dapat dibuat kelompok sesuai minat visual dan bakat mereka:
- Jalur Teks/Bagan Konseptual (Diagram tulisan terstruktur).
- Jalur Visual/Gambar (Diagram alur bergambar berseri).
- Jalur Komik Geografis (Diagram cerita bergambar bergaya komik).
- Kelompok memilih format proyek dan membagi tugas antaranggota.
Tahap 3: Menyusun Jadwal Pembuatan (PjBL)
- Guru dan peserta didik menyepakati batas waktu pengerjaan proyek (30 menit masa pengerjaan intensif).
- Kelompok merancang sketsa awal atau kerangka urutan perubahan bentang alam lokal Wringin Anom.
Tahap 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (PjBL - Hands-on)
- Peserta didik mengerjakan pembuatan diagram alur pada kertas karton/A3 yang telah disediakan.
- Peserta didik dapat memanfaatkan informasi tambahan yang dikirimkan guru melalui Laptop/Smart TV atau bahan bacaan yang disediakan.
- Guru berkeliling memfasilitasi diskusi, memastikan pemahaman konsep dasar terinternalisasi, serta memberikan bimbingan bagi kelompok yang membutuhkan.
Tahap 5: Menguji Hasil (PjBL - Heart-on)
- Masing-masing kelompok menempelkan hasil karya diagram alur di dinding kelas (Gallery Walk).
- Perwakilan kelompok mempresentasikan diagram alur perkembangannya secara bergantian.
- Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan membangun.
Tahap 6: Evaluasi Pengalaman Belajar (PjBL)
- Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap karya dan presentasi tiap kelompok.
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan alur perkembangan bentang alam lokal SD Negeri 1 Wringin Anom serta pentingnya menjaga kelestarian bentang alam tersebut.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran bersama guru tentang apa yang telah dipelajari.
- Guru memberikan penguatan atas kinerja seluruh kelompok.
- Guru memberikan informasi singkat mengenai materi pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Olah Pikir (Mind-on)
Peserta didik menganalisis dan mengidentifikasi fenomena kronologi perubahan geografis di sekitar sekolah. Mereka menggabungkan data faktual dengan konsep hubungan sebab-akibat (mengapa saluran air menyempit, mengapa persawahan berkurang).
Olah Tangan (Hands-on)
Peserta didik secara aktif merancang, menggambar, menulis, dan memetakan simbol-simbol geografis dalam bentuk diagram alur/komik secara fisik pada media kertas karton menggunakan alat lukis/tulis.
Olah Rasa (Heart-on)
Peserta didik menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom. Mereka menyadari bahwa keputusan manusia dalam mengubah bentang alam berpengaruh langsung pada keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Guru menyediakan berbagai sumber belajar visual berupa video animasi perkembangan bentang alam, infografis sederhana, dan bahan bacaan bergambar untuk mengakomodasi pemahaman awal yang beragam.
Diferensiasi Proses
Guru memberikan tingkat pendampingan (scaffolding) yang berbeda: kelompok yang belum memahami konsep dasar mendapatkan bimbingan intensif berupa pertanyaan pemandu langsung, sedangkan kelompok yang sudah paham diberikan kebebasan mengeksplorasi faktor perubahan yang lebih kompleks.
Diferensiasi Produk
Peserta didik dibebaskan memilih bentuk akhir penyajian diagram alur perkembangan bentang alam:
- Diagram Alur Tulisan: Berisi teks deskriptif terstruktur dengan alur bagan.
- Diagram Alur Gambar: Berisi visualisasi serial perubahan bentang alam beserta keterangan singkat.
- Diagram Alur Komik: Berisi cerita bergambar dengan karakter yang menceritakan perubahan lingkungan sekitar Wringin Anom.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
| Media Teknologi | Fungsi Pembelajaran |
|---|---|
| Smart TV | Menampilkan pemantik visual (foto komparatif masa lalu vs masa kini), video tayangan perubahan geografis, dan timer PjBL. |
| Laptop | Digunakan oleh guru untuk mengoperasikan bahan ajar digital, mengelola materi visual, dan mencatat asesmen formatif. |
| Internet | Digunakan untuk mengakses data citra satelit/peta digital wilayah Wringin Anom secara real-time atau rekaman historis. |
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
- Media Visual: Foto komparatif lingkungan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom, Video simulasi erosi dan perkembangan pemukiman.
- Alat dan Bahan Proyek: Kertas karton A3, spidol warna, pensil warna, penggaris, kertas tempel (sticky notes).
- Sumber Belajar: Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Peta Digital Lingkungan Sekolah, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Parameter | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | ..................................................... |
| Anggota Kelompok | 1. ................................................. 2. ................................................. 3. ................................................. 4. ................................................. 5. ................................................. |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| Nomor Absen | ..................................................... |
| Tanggal | ..................................................... |
Judul Aktivitas
Sintesis dan Refleksi Bentang Alam Sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.
Petunjuk Kerja
- Amati tayangan visual mengenai bentang alam lingkungan Wringin Anom di Smart TV!
- Diskusikan bersama kelompokmu mengenai perubahan bentang alam yang terjadi dari masa lalu, masa kini, dan perkiraan masa depan!
- Pilih salah satu bentuk karya diagram alur yang disepakati kelompok (Diagram Teks, Diagram Gambar, atau Komik Geografis)!
- Gambarkan/tuliskan alur perkembangan tersebut pada kertas A3 yang disediakan!
- Lengkapi tabel analisis di bawah ini sebelum membuat proyek visual!
Tabel Analisis Sintesis Geografis
| Tahapan Perkembangan | Kondisi Bentang Alam | Faktor Penyebab Perubahan | Dampak terhadap Lingkungan |
|---|---|---|---|
| Masa Lalu (Kondisi Awal) | ..................................................... | ..................................................... | ..................................................... |
| Masa Kini (Kondisi Sekarang) | ..................................................... | ..................................................... | ..................................................... |
| Masa Depan (Prediksi) | ..................................................... | ..................................................... | ..................................................... |
Tugas Rancangan Proyek Visual
Buatlah diagram alur perkembangan bentang alam pada kertas A3 dengan memuat unsur:
- Urutan alur yang jelas dari waktu ke waktu.
- Identifikasi bagian bentang alam lokal SD Negeri 1 Wringin Anom.
- Keterangan singkat penyebab perubahan.
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai indikator ketercapaian tujuan pembelajaran (belum mampu menyusun alur perkembangan bentang alam):
- Pendampingan Individual: Guru memandu peserta didik mengamati 2 gambar sederhana perubahan sungai/lahan secara langsung.
- Tugas Terstruktur: Peserta didik diminta melengkapi diagram alur rumpang (sudah disediakan bagan utama, peserta didik hanya mengisikan kata kunci perubahan).
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah melampaui indikator ketercapaian tujuan pembelajaran:
- Tugas Analisis Lanjutan: Peserta didik diminta membuat proyeksi solusi ekologis ("Apa yang harus dilakukan agar bentang alam Wringin Anom tetap lestari di tahun 2040?").
- Peran Tutor Sebaya: Membantu menjadi fasilitator bagi rekan kelompok yang masih mengalami kesulitan penyusunan alur.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah pilihan media visual pada Smart TV efektif membantu siswa memahami konsep dasar bentang alam? | Sebagian besar siswa sangat antusias, visualisasi membantu menjembatani pemahaman konsep dasar yang awalnya kurang. |
| 2 | Apakah pembagian tugas dalam diferensiasi produk (teks/gambar/komik) berjalan seimbang? | Berjalan baik, setiap kelompok memilih bentuk karya sesuai minat dominan anggota kelompoknya. |
| 3 | Apa kendala utama yang dihadapi siswa selama proses penyusunan diagram alur? | Beberapa siswa membutuhkan waktu lebih lama dalam menghubungkan faktor penyebab perubahan dengan alur visual. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk pertemuan pembelajaran berikutnya? | Memberikan contoh diagram alur sederhana secara fisik di papan sebelum siswa mulai merancang kartonnya. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Tanggapan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai? | Saat mengamati foto lingkungan Wringin Anom di Smart TV dan membuat gambar komik bersama kelompok. |
| 2 | Apakah kamu sekarang tahu bagaimana lingkungan sekitar sekolahmu berubah dari masa ke masa? | Ya, saya memahami bahwa lahan hijau beroperasi menjadi rumah dan saluran air berubah karena pembangunan. |
| 3 | Kesulitan apa yang kamu rasakan saat membuat diagram alur perkembangan bentang alam? | Membagi ruang pada kertas karton agar semua alur gambar dan penjelasan tulisan muat dengan rapi. |
| 4 | Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga bentang alam di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom? | Tidak membuang sampah sembarangan di selokan sekolah dan merawat tanaman di sekitar rumah. |
BAHAN BACAAN
Mengenal Bentang Alam Lokal Wringin Anom
Lingkungan di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom terdiri dari bentang alam alami dan bentang alam buatan. Bentang alam alami meliputi perbukitan, sungai kecil, dan vegetasi alam. Sedangkan bentang alam buatan meliputi sawah irigasi, pemukiman warga, jalan raya, dan area sekolah.
Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan tempat tinggal dan sarana transportasi meningkat. Lahan yang tadinya berupa daerah resapan air atau persawahan berangsur-angsur mengalami alih fungsi menjadi pemukiman dan jalan beraspal. Perubahan ini membawa dampak positif seperti kemudahan akses transportasi, namun juga membawa dampak lingkungan seperti berkurangnya daerah resapan air.
Menggambarkan Alur Geografis
Untuk menggambarkan perubahan geografis, kita dapat menggunakan diagram alur (flowchart). Diagram alur menggunakan panah penunjuk arah untuk memperlihatkan urutan kejadian:
[Kondisi Awal] ---> [Proses Perubahan / Aktivitas Manusia] ---> [Kondisi Masa Kini] ---> [Dampak / Prediksi Masa Depan]
Dengan menggunakan diagram alur, cerita perubahan lingkungan dapat dipahami dengan lebih cepat, sistematis, dan jelas.
GLOSARIUM
- Antropogenik: Perubahan atau fenomena yang disebabkan oleh aktivitas atau intervensi manusia.
- Bentang Alam: Pemandangan alam daratan dengan segala bentuknya (gunung, sungai, sawah, pemukiman) yang membentuk satu kesatuan.
- Diagram Alur: Bagan yang menampilkan urutan langkah atau alur kejadian secara kronologis menggunakan garis panah.
- Erosi: Pengikisan lapisan tanah oleh air, angin, atau es.
- Sedimentasi: Proses pengendapan material batuan atau tanah yang terbawa oleh air atau angin.
- Sintesis Geografis: Kegiatan menggabungkan berbagai data spasial dan lingkungan untuk menarik kesimpulan utuh mengenai suatu wilayah.
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Tjasyono, B. (2018). Pengantar Geografi dan Fenomena Geosfer. Bandung: Remaja Rosdakarya.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Sikap dan Profil Pelajar Pancasila
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Skor 4: Memenuhi semua kriteria (aktif menganalisis, bertanya, dan menghubungkan sebab-akibat perubahan bentang alam). Skor 3: Memenuhi 2 kriteria analisis geografis. Skor 2: Memenuhi 1 kriteria analisis geografis. Skor 1: Belum menunjukkan kemampuan penalaran kritis secara mandiri. | |
| 2 | Gotong Royong | Skor 4: Selalu bekerja sama, membagi tugas fair, dan membantu teman kelompok. Skor 3: Bekerja sama dengan baik namun kurang membantu teman yang kesulitan. Skor 2: Cenderung bekerja sendiri dalam kelompok. Skor 1: Tidak mau berpartisipasi dalam tugas kelompok. | |
| 3 | Kreatif | Skor 4: Menghasilkan karya visual unik, rapi, informatif, dan sesuai minat. Skor 3: Menghasilkan karya visual yang rapi dan informatif. Skor 4: Karya visual cukup terstruktur namun meniru contoh secara utuh. Skor 1: Karya visual tidak selesai atau tidak terstruktur. |
Lembar Unjuk Kerja Keterampilan Produk Diagram Alur
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Kelengkapan Alur Kronologi | Skor 4: Memuat masa lalu, masa kini, dan prediksi masa depan secara runtut. Skor 3: Memuat masa lalu dan masa kini secara runtut. Skor 2: Memuat alur tetapi urutan kronologis terbalik/acak. Skor 1: Alur kronologi tidak terlihat sama sekali. | |
| 2 | Relevansi Kearifan Lokal | Skor 4: Menyebutkan lokasi spesifik di Wringin Anom dan detail relevan. Skor 3: Menyebutkan lokasi Wringin Anom secara umum. Skor 2: Menyebutkan bentang alam umum tanpa konteks lokasi lokal. Skor 1: Tidak ada keterkaitan dengan lokasi lokal. | |
| 3 | Estetika dan Kejelasan Visual | Skor 4: Tulisan/gambar sangat jelas, pewarnaan menarik, bagan muat proporsional. Skor 3: Tulisan/gambar jelas dan pewarnaan cukup rapi. Skor 2: Kurang rapi namun masih dapat terbaca alurnya. Skor 1: Sulit dibaca dan visualisasi tidak terstruktur. |