Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (105 menit / 1 Pertemuan)
Materi / Topik : Lahan Pertanian, Rempah-Rempah Khas, dan Tradisi Hasil Bumi (Seren Taun)
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Model Pembelajaran : Inquiry Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Contextual Teaching and Learning (CTL)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Kearifan Lokal: Tradisi Seren Taun / Sedekah Bumi; Diferensiasi: Teknik Wawancara Narasumber dan Akses Visual

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Profil Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik dominan sebagai pembelajar visual. Mereka cenderung lebih cepat menyerap materi, memahami konsep, serta terdorong rasa ingin tahunya apabila disajikan gambar berwarna, tayangan video interaktif, atau objek nyata yang dapat diamati secara langsung.

Pengetahuan Awal

Peserta didik telah memahami bentuk-bentuk bentang alam dasar di sekitar lingkungan mereka (seperti sawah, ladang, dan bukit) serta mengenali beberapa jenis tanaman pangan. Namun, pemahaman konseptual mereka mengenai keterkaitan antara tingkat kesuburan tanah, persebaran tanaman rempah-rempah khas, serta munculnya kebiasaan atau tradisi adat syukurnya masyarakat (seperti Seren Taun) masih berada pada tataran permukaan dan belum terhubung secara kritis.

Hambatan Belajar yang Diantisipasi

Peserta didik berpotensi mengalami kesukaran dalam menghubungkan aspek geografis-biologis (kesuburan tanah dan tanaman) dengan aspek sosiokultural (tradisi adat). Oleh karena itu, diperlukan jembatan konseptual berbasis tayangan visual kontekstual serta aktivitas wawancara langsung dengan narasumber guna membangun pengalaman belajar yang kontekstual dan mendalam.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk:

Menghubungkan kesuburan tanah dengan tradisi syukurnya masyarakat, serta menganalisis pengaruh kondisi geografis terhadap keanekaragaman hasil bumi dan kearifan lokal di daerah setempat.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan audio-visual dan spesimen rempah fisik, peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik lahan pertanian subur dan keanekaragaman rempah-rempah khas lokal secara tepat.
  2. Melalui sintesis data hasil wawancara narasumber dan diskusi kelompok, peserta didik mampu menganalisis hubungan sebab-akibat antara tingkat kesuburan tanah dengan lahirnya tradisi syukurnya masyarakat (Seren Taun / Sedekah Bumi) dengan kritis.
  3. Peserta didik mampu menyajikan hasil penyelidikan berupa laporan analisis sederhana tentang kearifan lokal berbasis pertanian secara sistematis dan percaya diri.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Masyarakat tradisional menciptakan tradisi lokal seperti Seren Taun atau Sedekah Bumi bukan sekadar sebagai bentuk perayaan seremonial, melainkan sebagai ekspresi spiritual dan ekologis atas tanah yang subur dan hasil bumi yang melimpah. Kesuburan tanah memberi kehidupan, dan tradisi adalah cara manusia merawat serta mensyukuri keberlanjutan alam tersebut.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa tanaman rempah-rempah dapat tumbuh dengan sangat subur di tanah daerah kita, tetapi sulit tumbuh di kawasan tertentu lainnya?
  2. Mengapa para petani dan masyarakat adat mengadakan perayaan adat Seren Taun atau Sedekah Bumi setelah panen raya?
  3. Apa yang akan terjadi pada tradisi masyarakat apabila tanah tempat mereka bercocok tanam kehilangan kesuburannya?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  • Beriman, Bertakwaku kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan rasa syukur atas kelimpahan sumber daya alam dan tanah yang subur.
  • Bernalar Kritis: Menganalisis keterkaitan antara kualitas tanah, hasil rempah, dan tradisi kebudayaan masyarakat.
  • Gotong Royong: Bekerja sama secara kolaboratif dalam kelompok saat melakukan penyelidikan dan wawancara.
  • Berkebinekaan Global: Menghargai kearifan lokal tradisi Seren Taun sebagai warisan budaya bangsa.

Dimensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  • Mindful Learning: Kesadaran penuh saat mengamati tekstur tanah, fisik rempah, serta prosesi tradisi Seren Taun.
  • Meaningful Learning: Mengaitkan ilmu sains tanah dengan fenomena kebudayaan yang ada di lingkungan sekitar murid.
  • Joyful Learning: Pengalaman belajar yang menyenangkan melalui eksplorasi media visual dan simulasi wawancara narasumber.

MATERI PEMBELAJARAN

Lahan Pertanian dan Kesuburan Tanah

  • Komponen pembentuk tanah subur: humus, mineral, air, udara, dan mikroorganisme.
  • Karakteristik lahan pertanian produktif di daerah sekitar.

Rempah-Rempah Khas Lokal

  • Jenis-jenis rempah lokal: kunyit, jahe, kencur, cengkeh, dan pala.
  • Keterkaitan kondisi fisik tanah dan iklim terhadap cita rasa dan kandungan rempah.

Tradisi Hasil Bumi (Seren Taun / Sedekah Bumi)

  • Pengertian tradisi Seren Taun: Ritual penyerahan padi dan hasil bumi ke leuit (lumbung) sebagai ungkapan syukur atas kesuburan tanah.
  • Nilai-nilai ekologis dan sosial dalam tradisi: menjaga keseimbangan alam, gotong royong, dan pelestarian iklim lingkungan pertanian.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  • Model Pembelajaran: Inquiry Learning
  • Orientasi Masalah
  • Merumuskan Masalah
  • Merumuskan Hipotesis
  • Mengumpulkan Data (Melalui Wawancara Narasumber & Analisis Visual)
  • Menguji Hipotesis
  • Merumuskan Kesimpulan
  • Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Contextual Teaching and Learning (CTL)

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  • Tes Lisan / Pemetaan Visual: Menampilkan gambar tanah subur vs gersang serta foto tradisi Seren Taun untuk mengukur pengetahuan awal murid.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  • Lembar Pengamatan Sikap (Profil Pelajar Pancasila).
  • Penilaian Kinerja Proses: Kemampuan teknik wawancara narasumber dan keaktifan diskusi kelompok.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Penilaian LKPD (Laporan Hasil Inquiry).
  • Tes Tulis Singkat ( Soal Analisis Kritis Kausalitas Tanah dan Tradisi).

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Bernalar KritisMampu menganalisis hubungan tanah subur dan tradisi dengan sangat logis disertai alasan yang kuat.Mampu menganalisis hubungan tanah subur dan tradisi dengan logis.Mampu menyebutkan hubungan tanah dan tradisi namun belum logis.Belum mampu menyebutkan hubungan antara tanah subur dan tradisi.
Gotong RoyongAktif memimpin dan membantu teman dalam kelompok secara sukarela.Aktif bekerja sama dalam tugas kelompok.Kurang aktif, hanya bekerja jika diminta teman.Tidak mau bekerja sama dalam kelompok.
Rasa SyukurMengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi secara lisan dan tindakan konsisten.Mengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi secara lisan.Kurang menunjukkan sikap menghargai hasil bumi.Tidak menunjukkan rasa syukur terhadap lingkungan sekitar.

Rubrik Penilaian Kinerja Wawancara & Diskusi

IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Keaktifan WawancaraMengajukan pertanyaan yang sangat relevan, runtut, dan bersikap sopan pada narasumber.Mengajukan pertanyaan yang relevan dan bersikap sopan.Mengajukan pertanyaan tetapi kurang sesuai dengan topik.Pasif saat proses wawancara berlangsung.
Pengolahan Data Visual & InformasiMampu menyatukan informasi video visual dan hasil wawancara secara utuh.Mampu mengolah informasi dari video visual dan wawancara dengan cukup baik.Cukup kesulitan mengaitkan informasi video dengan wawancara.Tidak mampu mengolah data hasil wawancara dan video visual.

Rubrik Penilaian LKPD (Pengetahuan)

IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Ketepatan Analisis HubunganMampu menjelaskan 3 atau lebih hubungan kesuburan tanah dengan Seren Taun secara komprehensif.Mampu menjelaskan 2 hubungan kesuburan tanah dengan Seren Taun secara jelas.Hanya mampu menjelaskan 1 hubungan secara terbatas.Belum mampu menjelaskan hubungan antarkonsep.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, mengondisikan kelas, dan mengajak peserta didik berdoa bersama (Mindful Learning).
  2. Guru memeriksa kesiapan belajar dan kehadiran peserta didik.
  3. Apersepsi Visual: Guru menayangkan slide Smart TV berupa foto kontras antara lahan pertanian subur yang hijau kaya rempah dengan tanah retak gersang.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik awal untuk memancing rasa ingin tahu peserta didik.
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta manfaat mempelajari materi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Orientasi Masalah (15 Menit) - Joyful & Mindful Learning

  1. Guru memutar video dokumenter singkat berdurasi 4 menit melalui Smart TV yang menampilkan kemeriahan Tradisi Seren Taun / Sedekah Bumi serta deretan hasil rempah-rempah khas lokal.
  2. Peserta didik mengamati tayangan secara saksama, mengamati elemen warna, gerakan, dan jenis hasil bumi yang diarak.
  3. Guru meletakkan beberapa sampel rempah fisik (kunyit, jahe, kencur) di meja depan, peserta didik tipe visual dipersilakan maju melihat bentuk dan warna rempah secara dekat.

Tahap 2: Merumuskan Masalah dan Hipotesis (10 Menit)

  1. Guru memandu peserta didik merumuskan pertanyaan kunci: "Mengapa masyarakat lokal menggelar tradisi Seren Taun secara besar-besaran saat panen rempah dan hasil bumi melimpah?"
  2. Peserta didik secara individu menuliskan jawaban sementara (hipotesis) pada lembar kerja awal.

Tahap 3: Mengumpulkan Data via Wawancara Narasumber (25 Menit) - Meaningful Learning

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri atas 4-5 anak).
  2. Guru menghadirkan narasumber lokal (seorang tokoh masyarakat/petani senior lokal yang diundang ke kelas atau dihadirkan melalui rekaman video wawancara khusus eksklusif).
  3. Masing-masing kelompok melakukan teknik wawancara narasumber menggunakan daftar pertanyaan yang telah disusun bersama guru.
  4. Peserta didik mencatat poin-poin utama mengenai alasan perayaan Seren Taun, pentingnya menjaga tanah agar tetap subur, dan jenis rempah utama yang disyukuri.

Tahap 4: Menguji Hipotesis dan Diskusi Kelompok (15 Menit)

  1. Kelompok mendiskusikan data hasil wawancara dan mencocokkannya dengan tayangan visual Smart TV serta hipotesis awal mereka.
  2. Peserta didik merangkaikan hubungan: Kesuburan Tanah -> Kelimpahan Hasil Rempah -> Munculnya Rasa Syukur -> Tradisi Seren Taun.

Tahap 5: Merumuskan Kesimpulan dan Presentasi (10 Menit)

  1. Setiap kelompok menyusun kesimpulan akhir pada LKPD.
  2. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas menggunakan media gambar visual yang tersedia.
  3. Kelompok lain memberikan tanggapan dan apresiasi.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap hasil presentasi dan proses kerja sama kelompok.
  2. Peserta didik bersama guru menyimpulkan seluruh materi pembelajaran.
  3. Peserta didik melakukan refleksi terbimbing mengenai pengalaman belajar mendalam yang baru saja dialami.
  4. Guru memberikan penugasan pengayaan/remedial secara singkat dan menginformasikan rencana materi pertemuan berikutnya.
  5. Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Belajar Sadar)

Peserta didik secara sadar diajak mengheningkan cipta sejenak saat menyentuh dan mengamati serat-serat tanah subur dan rempah-rempah asli. Mereka diajak memikirkan bagaimana proses alam yang panjang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membentuk sepetak tanah subur.

Meaningful Learning (Belajar Bermakna)

Peserta didik menemukan keterkaitan nyata bahwa kebiasaan masyarakat setempat (tradisi Seren Taun) bukan sekadar perayaan tanpa arti, melainkan bentuk kecerdasan ekologis lokal untuk menghormati tanah yang telah memberikan mereka sumber makanan dan rempah-rempah bernilai tinggi.

Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)

Proses eksplorasi menggunakan konten Smart TV yang kaya warna, interaksi langsung dengan narasumber lokal, serta diskusi berbasis proyek LKPD visual menciptakan atmosfer belajar yang penuh antusiasme, jauh dari kesan monoton atau hafalan belaka.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

  • Untuk murid berkarakteristik visual tajam: Disediakan infografis berwarna, video tayangan Smart TV berdurasi pendek, dan sampel rempah fisik.
  • Untuk murid yang membutuhkan penguatan konseptual: Disediakan teks ringkas berilustrasi tentang tahap-tahap tradisi Seren Taun.

Diferensiasi Proses

  • Saat melakukan wawancara narasumber, murid yang berani tampil diberikan peran sebagai penanya utama, sedangkan murid yang lebih teliti secara visual bertugas mencatat dan menggambar pemetaan pikiran (mind map).

Diferensiasi Produk

  • Peserta didik diberikan kebebasan menyajikan laporan hasil penyelidikan wawancara dalam bentuk:
  1. Peta Konsep Visual / Poster Sederhana.
  2. Laporan Lisan Terrekam Audio-Visual.
  3. Lembar Laporan Naratif Berstruktur.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  • Smart TV: Digunakan untuk memutar video dokumenter kualitas tinggi mengenai tradisi Seren Taun dan slide presentasi interaktif terkait kesuburan tanah.
  • Laptop Guru: Sebagai pusat kendali media pembelajaran, pengolahan instrumen asesmen, dan media penayangan interaktif.
  • Akses Internet: Digunakan untuk mengunduh sumber belajar digital kontekstual dan dokumentasi kebudayaan lokal terkini.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  • Smart TV, Laptop, dan Jaringan Internet.
  • Spesimen Fisik Rempah-Rempah (Kunyit, Jahe, Cengkeh, Kencur).
  • Slide Infografis Interaktif Hubungan Geografis dan Budaya.
  • Instrumen Wawancara Narasumber.

Sumber Belajar

  • Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  • Modul Lokal Kebudayaan dan Tradisi Pertanian Desa Wringin Anom.
  • Narasumber Tokoh Masyarakat / Petani Lokal.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok....................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Nomor Absen....................................................
Tanggal Pelaksanaan....................................................

Judul Aktivitas: Menyingkap Hubungan Kesuburan Tanah, Rempah-Rempah, dan Tradisi Seren Taun

Langkah Kerja

  1. Amatilah tayangan video tradisi Seren Taun pada Smart TV dan perhatikan spesimen rempah yang ada di depan kelas.
  2. Lakukan wawancara dengan narasumber yang hadir di kelas menggunakan pertanyaan yang telah disiapkan.
  3. Diskusikan jawaban bersama anggota kelompokmu.
  4. Tuliskan hasil penyelidikanmu pada bagan analisis di bawah ini.

Bagan Analisis Hasil Inquiry

  1. Hasil Pengamatan Visual

Sebutkan jenis rempah-rempah yang disajikan dan jelaskan ciri-ciri tanah tempat rempah tersebut tumbuh subur!
Jawab: .............................................................................................................................................................


  1. Catatan Hasil Wawancara Narasumber

Apa alasan utama masyarakat mengadakan perayaan adat Seren Taun / Sedekah Bumi setelah panen hasil pertanian?

Jawab: .............................................................................................................................................................


  1. Analisis Hubungan Kausalitas (Sebab-Akibat)

Isilah kotak rantai hubungan berikut ini berdasarkan hasil pemikiran kelompokmu!

Tanah Subur Kaya Nutrisi -> Hasil Rempah & Bumi Melimpah -> ................................................................ -> Tradisi Seren Taun Dilestarikan.


  1. Kesimpulan Kelompok

Mengapa kita harus menjaga kesuburan tanah agar tradisi dan budaya lokal kita tidak punah?

Jawab: .............................................................................................................................................................

REMEDIAL

Bagi peserta didik yang belum mencapai indikator tujuan pembelajaran (belum mampu mengaitkan kesuburan tanah dengan tradisi syukur):

  • Diberikan pendampingan ulang secara individu atau kelompok kecil oleh guru.
  • Menggunakan media gambar komik sederhana 4 panel yang memperlihatkan alur: Tanah Subur -> Tanaman Tumbuh -> Panen Melimpah -> Masyarakat Berdoa/Seren Taun.
  • Peserta didik diminta menceritakan kembali alur gambar tersebut secara lisan.

PENGAYAAN

Bagi peserta didik yang telah melampaui indikator tujuan pembelajaran dengan sangat baik:

  • Diberikan tugas penelusuran mandiri berbasis literasi digital (menggunakan internet di bawah pengawasan): Mencari informasi tentang bentuk tradisi syukurnya masyarakat pertanian di daerah/provinsi lain di Indonesia.
  • Peserta didik membuat tabel pembanding sederhana antara tradisi Seren Taun dengan tradisi pertanian daerah lain tersebut.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi Guru
1Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam kegiatan pengamatan visual dan wawancara narasumber?Peserta didik sangat antusias, terutama saat mengamati video Smart TV dan bertanya langsung kepada narasumber.
2Kendala apa yang muncul saat pelaksanaan model Inquiry Learning berbasis wawancara?Alokasi waktu saat sesi tanya jawab narasumber sempat melebihi target sehingga butuh pembatasan pertanyaan yang lebih ketat.
3Apakah pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berhasil membangkitkan pemahaman makna siswa?Ya, siswa mampu memahami bahwa tradisi Seren Taun adalah bentuk rasa syukur atas tanah yang subur, bukan sekadar pesta adat.
4Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pertemuan pembelajaran berikutnya?Menyiapkan batasan waktu yang lebih rinci pada LKPD dan mengoptimalkan peran setiap anggota kelompok saat wawancara.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiTanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling menyenangkan bagi kalian?Saat melihat video Seren Taun di Smart TV dan memegang langsung sampel rempah-rempah asli.
2Hal baru apa yang kalian pahami tentang hubungan tanah subur dan tradisi Seren Taun?Kami baru tahu kalau Seren Taun itu dilakukan karena tanah kita subur dan memberi banyak rempah untuk kita.
3Kesulitan apa yang kalian rasakan saat merumuskan pertanyaan wawancara narasumber?Kadang bingung memilih kata-kata yang tepat dan sopan saat bertanya kepada narasumber.
4Apa yang akan kalian lakukan untuk menjaga tanah dan lingkungan di sekitar rumahmu?Tidak membuang sampah sembarangan di tanah dan merawat tanaman rempah di pekarangan rumah.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Kesuburan tanah merupakan faktor fundamental dalam ekosistem pertanian yang dipengaruhi oleh sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Di Indonesia, tanah yang kaya akan hara vulcanik atau humus menjadi media tumbuh ideal bagi keanekaragaman rempah-rempah seperti kunyit, jahe, temulawak, dan cengkeh. Kelimpahan hasil bumi ini secara historis membentuk pola kebudayaan masyarakat agraris. Masyarakat adat Sunda dan Jawa, misalnya, mengekspresikan interaksi ekologis ini melalui tradisi Seren Taun atau Sedekah Bumi. Seren Taun berasal dari kata 'seren' (menyerahkan) dan 'taun' (tahun), yang berarti menyerahkan hasil panen tahun ini seraya memohon keberkahan untuk tahun mendatang. Dalam perspektif Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), materi ini mengintegrasikan sains tanah dengan antropologi budaya, membangun kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan tanah sebagai pondasi kebudayaan nasional.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu mengapa daerah kita kaya akan rempah-rempah? Hal itu karena tanah tempat kita tinggal sangat subur! Tanah subur mengandung banyak humus dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman seperti kunyit, jahe, dan kencur untuk tumbuh besar. Karena tanah memberi kita hasil panen yang melimpah, para petani dan nenek moyang kita menciptakan sebuah tradisi indah yang disebut Seren Taun atau Sedekah Bumi. Dalam tradisi Seren Taun, warga berkumpul bersama, mengarak hasil pertanian, dan berdoa bersama sebagai tanda terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tanah yang subur dan hasil bumi yang melimpah. Jadi, jika kita ingin tradisi Seren Taun terus ada, kita harus selalu merawat dan menjaga tanah kita agar tidak rusak!

GLOSARIUM

  • Seren Taun: Tradisi adat masyarakat agraris sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen dan kesuburan tanah.
  • Rempah-Rempah: Bagian tanaman beraroma atau berasa kuat yang digunakan untuk bumbu masakan, pengawet, atau obat-obatan.
  • Humus: Bagian tanah yang sangat subur, terbentuk dari pelapukan daun dan bahan organik lainnya.
  • Inquiry Learning: Model pembelajaran berbasis penyelidikan di mana siswa aktif mencari dan menemukan jawaban sendiri.
  • Kearifan Lokal: Nilai-nilai, tradisi, atau kebiasaan positif yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu masyarakat setempat.
  • Agroklimat: Kondisi iklim yang memengaruhi pertumbuhan tanaman dan kegiatan pertanian di suatu wilayah.

DAFTAR PUSTAKA

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  • Suriatna, S. (2018). Ekologi Pertanian dan Kebudayaan Lokal. Bandung: Citra Daya.
  • Wiranata, I. A. (2020). Tradisi Seren Taun: Solusi Ekologis Masyarakat Tradisional dalam Menjaga Keseimbangan Alam. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 8(2), 112-125.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Kemampuan Analisis Kausalitas (Sains & Budaya)Skor 4: Sangat tepat dan mendalam menghubungkan kondisi tanah, rempah, dan Seren Taun.
Skor 3: Tepat menghubungkan kondisi tanah, rempah, dan Seren Taun.
Skor 2: Cukup tepat, butuh sedikit arahan untuk menghubungkan konsep.
Skor 1: Belum mampu mengaitkan tanah subur dengan tradisi.
2Keterampilan Wawancara NarasumberSkor 4: Sangat santun, mengajukan pertanyaan eksploratif, dan mencatat data lengkap.
Skor 3: Santun, mengajukan pertanyaan sesuai panduan, mencatat data.
Skor 2: Kurang percaya diri, mengajukan pertanyaan dibantu guru.
Skor 1: Pasif dan tidak terlibat dalam wawancara.
3Keaktifan dalam Pengamatan Visual (Smart TV)Skor 4: Sangat fokus mengamati tayangan, mencatat detail visual dengan mandiri.
Skor 3: Fokus mengamati tayangan dan mencatat poin penting.
Skor 2: Cukup fokus, sesekali kehilangan konsentrasi.
Skor 1: Tidak memperhatikan tayangan visual Smart TV.
4Kolaborasi dan Gotong Royong KelompokSkor 4: Sangat aktif membantu rekan, membagi tugas, dan menghargai pendapat.
Skor 3: Aktif bekerja sama dan menjalankan tugas kelompoknya.
Skor 2: Hanya mengerjakan tugas jika ditunjuk teman.
Skor 1: Acuh tak acuh dan mengganggu dinamika kelompok.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130