Format Teks
Paragraf & Spasi
Line Spacing
List
Bullets Library
Number Library
Font
Sisipkan
Hapus
Border Sel
Shading Sel
Aksi
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Potensi Agraris dan Hasil Bumi
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Model Pembelajaran : Inquiry Based Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Culturally Responsive Teaching
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Kearifan Lokal: Adat Sedekah Bumi / Petik Hasil Pertanian; Diferensiasi: Teknik wawancara narasumber

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Profil dan karakteristik peserta didik di Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom menunjukkan gaya belajar dominan visual. Peserta didik sangat antusias ketika materi disajikan melalui tayangan gambar, video interaktif, dan tayangan Smart TV. Namun demikian, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa peserta didik masih mengalami kendala dalam memahami konsep dasar sains tanah (zat hara, kesuburan) serta korelasi konseptualnya dengan aspek sosial budaya masyarakat lokal. Peserta didik cenderung menghafal nama tradisi tanpa memahami alasan ilmiah dan spiritual di balik penyelenggaraan tradisi tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran dirancang menggunakan stimulasi visual yang kaya yang dipadukan dengan eksplorasi berbasis inkuiri dan wawancara narasumber untuk memicu pemahaman yang mendalam (Deep Learning).

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk menganalisis hubungan antara kondisi geografis, kesuburan tanah, dan potensi hasil bumi dengan struktur sosial serta kearifan lokal masyarakat setempat. Secara spesifik, peserta didik mampu mengorelasikan dan menghubungkan kesuburan tanah dengan tradisi syukurnya masyarakat sebagai bentuk apresiasi terhadap alam dan Sang Pencipta.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Domain Kognitif

Melalui pengamatan tayangan audio-visual dan penyelidikan kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kesuburan tanah dan jenis hasil bumi agraris di wilayah Wringin Anom secara tepat.

Tujuan Pembelajaran Domain Analitis

Melalui kegiatan analisis kasus dan diskusi inkuiri, peserta didik mampu menghubungkan kesuburan tanah dengan tradisi syukurnya masyarakat (seperti tradisi Sedekah Bumi) dengan tepat dan kritis.

Tujuan Pembelajaran Domain Keterampilan

Melalui simulasi dan praktik lapangan terstruktur, peserta didik mampu merancang serta melakukan wawancara dengan narasumber lokal (petani/tokoh masyarakat) mengenai keterkaitan hasil bumi dan tradisi lokal secara komunikatif.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Kesuburan tanah adalah anugerah alam yang menyediakan nutrisi bagi tanaman untuk menghasilkan produk pertanian yang berlimpah. Masyarakat agraris merespons keberimpahan hasil bumi ini bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga secara budaya dan spiritual melalui tradisi syukur (seperti Sedekah Bumi). Tradisi tersebut merupakan wujud pemuliaan terhadap alam, ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta, serta komitmen sosial untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.

PERTANYAAN PEMANTIK

Pertanyaan Pemantik Visual dan Pemantik Awal

Mengapa tanah di sekitar desa Wringin Anom berwarna gelap dan kaya akan tanaman padi serta sayuran yang subur?

Pertanyaan Pemantik Konseptual

Apa yang akan terjadi pada kehidupan petani dan warga desa jika tanah di daerah kita menjadi kering, tandus, dan tidak subur lagi?

Pertanyaan Pemantik Integrasi Budaya

Mengapa para orang tua dan petani di desa kita menyelenggarakan upacara syukuran atau Sedekah Bumi setiap kali musim panen raya tiba?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  • Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan rasa syukur atas kesuburan tanah yang diciptakan Tuhan serta merawat lingkungan alam.
  • Bernalar Kritis: Menganalisis keterkaitan kausalitas antara kondisi tanah, keberhasilan panen, dan lahirnya tradisi budaya lokal.
  • Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun instrumen wawancara, mengolah data inkuiri, dan menyajikan hasil diskusi.
  • Berkebinekaan Global: Menghargai dan melestarikan kearifan lokal setempat sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  • Mindful Learning: Kesadaran penuh saat mengamati tekstur tanah, sampel hasil bumi, dan mendengarkan narasumber.
  • Meaningful Learning: Menghubungkan teori sains kesuburan tanah dengan realitas kehidupan dan kebiasaan adat di lingkungan sekitarnya.
  • Joyful Learning: Pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pemanfaatan media interaktif Smart TV, permainan peran wawancara, dan eksplorasi lingkungan.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Sains: Kesuburan Tanah dan Potensi Agraris

Tanah subur merupakan tanah yang kaya akan zat hara, memiliki kelembapan memadai, aerasi yang baik, serta mengandung mikroorganisme pengurai. Faktor yang memengaruhi kesuburan tanah meliputi kandungan bahan organik (humus), curah hujan, dan tekstur tanah. Wilayah Wringin Anom memiliki kondisi tanah yang mendukung sektor agraris dengan produk unggulan berupa padi, jagung, umbi-umbian, dan sayuran.

Konsep Sosial-Budaya: Tradisi Syukur Masyarakat Agraris

Masyarakat agraris memiliki ikatan batin yang kuat dengan tanah. Keberhasilan panen yang dipengaruhi oleh tanah yang subur melahirkan rasa syukur yang diwujudkan dalam tradisi lokal seperti Sedekah Bumi, Nyadran, atau Petik Hasil Bumi. Dalam tradisi ini, masyarakat mengumpulkan sebagian hasil bumi untuk dimakan bersama, dibagikan kepada sesama, dan dipanjatkan doa bersama. Tradisi ini memiliki fungsi sosial (merekatkan kebersamaan) dan fungsi ekologis (mengingatkan manusia untuk menjaga tanah).

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Inquiry Based Learning (Sintaks: Orientasi Masalah, Merumuskan Hipotesis, Pengumpulan Data/Wawancara, Menguji Hipotesis, Merumuskan Kesimpulan).

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berlandaskan prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning, terintegrasi dengan Culturally Responsive Teaching (CRT) yang mengangkat kearifan lokal Wringin Anom.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

Kuis visual singkat menggunakan gambar kondisi tanah dan kegiatan tradisi untuk mengukur pemahaman awal peserta didik mengenai kesuburan tanah dan budaya lokal.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

  • Lembar observasi diskusi kelompok dan keterlibatan inkuiri.
  • Penilaian kinerja praktik simulasi wawancara narasumber.
  • Penilaian LKPD kelompok.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

Tes tertulis berupa pertanyaan esai berbasis studi kasus tentang hubungan antara kesuburan tanah, hasil bumi, dan tradisi syukur masyarakat.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Asesmen Sumatif)

Kriteria / IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Menganalisis Faktor Kesuburan TanahMenjelaskan 4 lebih faktor kesuburan tanah secara mendetail dan tepat.Menjelaskan 3 faktor kesuburan tanah dengan tepat.Menjelaskan 2 faktor kesuburan tanah dengan kurang detail.Menjelaskan 1 faktor atau belum tepat.
Menghubungkan Tanah Subur dengan Tradisi SyukurMampu menghubungkan kondisi tanah, hasil bumi, dan tradisi syukur secara logis, mendalam, dan menggunakan contoh konkret lokal.Mampu menghubungkan kondisi tanah, hasil bumi, dan tradisi syukur dengan logis dan benar.Menghubungkan tanah dan tradisi syukur namun alasannya masih terbatas/sederhana.Belum mampu mengorelasikan hubungan antara tanah dan tradisi syukur.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Simulasi dan Praktik Wawancara)

Kriteria / IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Penyusunan Pertanyaan WawancaraPertanyaan sangat terstruktur, relevan dengan topik, dan menggunakan bahasa santun.Pertanyaan terstruktur dan relevan dengan topik.Pertanyaan kurang terstruktur namun masih relevan.Pertanyaan tidak relevan dengan topik.
Pelaksanaan Wawancara / PeranPercaya diri, mengajukan pertanyaan dengan jelas, mendengarkan aktif, dan mencatat poin penting.Percaya diri, pertanyaan jelas, dan mencatat sebagian besar poin.Cenderung ragu-ragu, memerlukan bantuan guru saat bertanya.Pasif dan tidak melakukan tugas wawancara dengan baik.

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

Kriteria / IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Rasa Syukur & Akhlak AlamSelalu menunjukkan rasa kagum pada ciptaan Tuhan dan aktif menjaga kebersihan lingkungan kelas/sekolah.Menunjukkan rasa kagum dan menjaga kebersihan lingkungan.Mulai menunjukkan rasa syukur namun kadang perlu diingatkan dalam menjaga lingkungan.Belum menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan rasa syukur.
Gotong RoyongSaling membantu, berbagi peran secara adil, dan proaktif dalam kelompok.Bekerja sama dengan baik dalam kelompok.Kurang terlibat aktif dalam tugas kelompok.Tidak mau bekerja sama dalam kelompok.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta psikis peserta didik (Mindful Kick-off).
  • Apersepsi Visual: Guru menyajikan tayangan singkat melalui Smart TV berupa dua foto yang kontras: Foto A (Tanah kering retak tanpa tanaman) dan Foto B (Tanah hitam subur di Wringin Anom yang dipenuhi tanaman padi hijau berbuah lebat).
  • Peserta didik diminta memberikan tanggapan awal secara spontan berdasarkan pengamatan visual mereka.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, langkah kegiatan inkuiri, dan manfaat mempelajari hubungan tanah subur dengan tradisi lokal.
  • Guru mengaitkan materi dengan kearifan lokal desa Wringin Anom (Tradisi Sedekah Bumi).

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Orientasi Masalah (15 Menit) - Mindful & Meaningful Learning

  • Guru menayangkan video berdurasi 3 menit tentang pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi di daerah setempat melalui Smart TV.
  • Peserta didik mengamati adegan warga membawa tumpeng hasil bumi (padi, jagung, pisang, ketela) dan memanjatkan doa bersama di balai desa/area pertanian.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik mendalam: "Mengapa warga desa repot-repot membawa hasil bumi ini ke acara Sedekah Bumi? Dari manakah asal mula semua makanan ini berasal?"
  • Peserta didik secara individu mengidentifikasi bahwa semua makanan berasal dari tanah yang subur.

Tahap 2: Merumuskan Hipotesis (10 Menit)

  • Dalam kelompok heterogen (4-5 siswa), peserta didik merumuskan dugaan sementara: "Jika tanah subur, maka panen berlimpah, sehingga masyarakat mengadakan tradisi syukur. Jika tanah rusak, maka hasil bumi gagal, dan tradisi syukur tidak dapat dilaksanakan."
  • Guru memfasilitasi setiap kelompok untuk menuliskan hipotesis mereka di lembar kerja awal.

Tahap 3: Pengumpulan Data melalui Inkuiri dan Wawancara (25 Menit) - Joyful & CRT

  • Peserta didik menerima materi ajar visual berupa infografis digital di Smart TV mengenai ciri tanah subur (humus, zat hara, mikroorganisme).
  • Implementasi Diferensiasi (Teknik Wawancara): Guru menghadirkan narasumber lokal ke dalam kelas (atau memperagakan bermain peran dengan guru/tokoh setempat yang diundang).
  • Kelompok A dan B fokus memwawancarai narasumber mengenai faktor-faktor pertanian dan hasil bumi utama Wringin Anom.
  • Kelompok C dan D fokus memwawancarai narasumber mengenai makna, susunan acara, dan rasa syukur masyarakat dalam tradisi Sedekah Bumi.
  • Peserta didik mencatat hasil wawancara pada instrumen LKPD yang telah disediakan.

Tahap 4: Menguji Hipotesis dan Diskusi Kelompok (15 Menit) - Meaningful Learning

  • Setiap kelompok mencocokkan data sains tentang tanah subur dengan data hasil wawancara mengenai tradisi Sedekah Bumi.
  • Peserta didik mendiskusikan bagan alir keterkaitan: Nutrisi Tanah -> Kesuburan Tanaman -> Melimpahnya Hasil Bumi -> Rasa Syukur Murni -> Tradisi Sedekah Bumi -> Kesadaran Merawat Tanah Kembali.

Tahap 5: Merumuskan Kesimpulan dan Presentasi (10 Menit)

  • Setiap kelompok menyajikan hasil analisis kesimpulan mereka di depan kelas.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan apresiatif.
  • Guru memberikan klarifikasi saintifik dan penguatan konsep IPAS.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  • Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin utama pembelajaran.
  • Peserta didik melakukan refleksi diri dan refleksi proses belajar (Joyful Reflection).
  • Guru memberikan umpan balik positif atas dinamika kerja kelompok dan keberanian melakukan wawancara.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning

Peserta didik secara sadar melatih pancaindra mereka saat mengamati perbedaan fisik sampel tanah subur dan tanah tandus, serta secara fokus menyimak penuturan narasumber lokal dengan penuh rasa hormat dan empati.

Meaningful Learning

Peserta didik tidak sekadar menghafal istilah "agraris" atau "zat hara", melainkan menghubungkan secara langsung bahwa makanan yang mereka makan setiap hari adalah hasil dari kesuburan tanah desa mereka, yang dijaga nilainya melalui tradisi Sedekah Bumi oleh leluhur mereka.

Joyful Learning

Peserta didik merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui kegiatan bermain peran sebagai wartawan cilik yang memwawancarai narasumber, interaksi media digital di Smart TV, dan diskusi kelompok yang berorientasi pada penghargaan atas kearifan lokal mereka sendiri.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan bahan ajar visual berupa infografis berwarna, tayangan video pendek Smart TV untuk peserta didik dengan kecenderungan visual, serta lembar fakta singkat untuk memperkuat pemahaman konsep dasar yang masih lemah.

Diferensiasi Proses

Menggunakan teknik wawancara narasumber terstruktur. Peserta didik yang membutuhkan bimbingan diberikan kerangka pertanyaan terpandu (guided questions), sedangkan peserta didik yang lebih siap diberikan kebebasan mengeksplorasi pertanyaan terbuka kepada narasumber.

Diferensiasi Produk

Kelompok diperbolehkan menyajikan hasil penemuan dan kesimpulan inkuiri mereka dalam bentuk bagan konsep visual, poster sederhana, atau rekaman bermain peran wawancara sesuai dengan minat kelompok.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  • Smart TV: Digunakan untuk memutarkan video dokumenter tradisi lokal Sedekah Bumi dan menampilkan slide materi visual interaktif tentang kesuburan tanah.
  • Laptop & Internet: Digunakan guru untuk mengolah sumber belajar, menampilkan simulasi digital interaktif, dan mengakses peranti pembelajaran IPAS.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  • Media Pembelajaran: Video dokumenter Sedekah Bumi Wringin Anom, gambar digital kondisi tanah dan hasil bumi, sampel tanah subur (humus) dan tanah kering, serta instrumen wawancara.
  • Sumber Belajar Utama: Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  • Sumber Belajar Pendukung: Lingkungan sekitar sekolah/desa Wringin Anom, narasumber lokal (petani/tokoh adat setempat).

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPAS

Topik: Potensi Agraris, Kesuburan Tanah, dan Tradisi Syukur Masyarakat

LabelIsi
Nama Peserta Didik...
Kelas / FaseKelas V / C
Nomor Absen...
Tanggal...

A. Tujuan Kegiatan

  1. Mengidentifikasi faktor penyebab kesuburan tanah di sekitar lingkungan Wringin Anom.
  2. Mengumpulkan informasi mengenai tradisi syukurnya masyarakat melalui teknik wawancara narasumber.
  3. Menghubungkan antara kesuburan tanah, hasil bumi, dan tradisi lokal Sedekah Bumi.

B. Alat dan Bahan

  1. Alat tulis.
  2. Pedoman wawancara pada LKPD.
  3. Sampel hasil bumi/gambar pendukung.

C. Langkah Kerja

Langkah 1: Penyelidikan Sains Tanah (Visual & Pengamatan)

Amatilah sampel tanah / gambar tanah subur yang ditayangkan pada Smart TV. Tuliskan ciri-ciri tanah subur pada tabel di bawah ini:

NoCiri-Ciri Tanah SuburHasil Bumi yang Cocok Ditanam
1......
2......
3......

Langkah 2: Kegiatan Wawancara Narasumber (Diferensiasi Proses)

Lakukan wawancara bersama kelompokmu kepada Narasumber (Petani/Tokoh Masyarakat) yang hadir dengan menggunakan pertanyaan berikut:

Pertanyaan Wawancara 1:

"Apa saja hasil bumi utama yang dipanen dari tanah desa Wringin Anom?"

Jawaban Narasumber:

......................................................................................................

Pertanyaan Wawancara 2:

"Mengapa masyarakat di desa kita mengadakan acara Sedekah Bumi setelah panen raya?"

Jawaban Narasumber:

......................................................................................................

Pertanyaan Wawancara 3:

"Apa yang dilakukan warga terhadap tanah dan lingkungan agar panen berikutnya tetap berhasil?"

Jawaban Narasumber:

......................................................................................................

Langkah 3: Analisis dan Hubungan Konsep

Buatlah rantai hubungan (sebab-akibat) berdasarkan hasil penyelidikan dan wawancara di atas:

[ Kondisi Tanah Subur ] -> Menyebabkan -> [ Hasil Panen / Hasil Bumi ... ] -> Memicu Rasa Syukur -> Diwujudkan dalam Adat [ ... ] -> Pesan Moral: [ ... ]

D. Kesimpulan Kelompok

Tuliskan kesimpulan akhir kelompokmu mengenai hubungan antara kesuburan tanah dengan tradisi syukurnya masyarakat:

......................................................................................................

REMEDIAL

Program remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal dalam memahami konsep dasar kesuburan tanah dan hubungannya dengan tradisi lokal.

Langkah Pembelajaran Remedial

  1. Bimbingan Perorangan / Kontekstual: Guru mendampingi peserta didik secara langsung untuk mengamati secara dekat tekstur tanah subur di kebun sekolah.
  2. Penjelasan Ulang Ringkas: Menggunakan kartu bergambar (flashcard) yang menyederhanakan rantai alur: Tanah Subur -> Tanaman Tumbuh -> Panen Bikin Senang -> Syukuran/Sedekah Bumi.
  3. Tugas Sederhana: Peserta didik diminta menyebutkan 3 hasil bumi di desa Wringin Anom dan 1 alasan mengapa kita harus bersyukur atas tanah yang subur.

PENGAYAAN

Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan cepat dan memiliki pemahaman mendalam.

Kegiatan Pengayaan

  1. Peserta didik diberi tantangan untuk membuat "Peta Potensi Agraris Wringin Anom" sederhana yang dilengkapi dengan usulan tindakan nyata menjaga kesuburan tanah secara organik (misal: penggunaan pupuk kompos).
  2. Peserta didik menyusun narasi pendek (1-2 paragraf) bertema "Jika Saya Menjadi Petani Muda Wringin Anom" untuk dipublikasikan pada mading kelas.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan Refleksi GuruHasil Evaluasi / Catatan Guru
1Apakah penggunaan media visual Smart TV berhasil memicu rasa ingin tahu peserta didik di awal pembelajaran?Seluruh peserta didik tampak antusias dan fokus mengamati perbedaan gambar tanah serta video tradisi lokal.
2Apakah model Inquiry Based Learning yang dipadukan dengan teknik wawancara berjalan dengan efektif?Sangat efektif. Anak-anak aktif mengajukan pertanyaan dan mencatat informasi dari narasumber.
3Apakah peserta didik sudah mampu menghubungkan konsep sains tanah dengan tradisi syukur masyarakat secara mendalam?Sebagian besar (sekitar 85%) peserta didik sudah mampu mengorelasikan kedua konsep tersebut dengan logis.
4Kendala apa yang dihadapi selama proses diferensiasi wawancara di dalam kelas?Kondisi kelas sempat agak riuh saat sesi tanya jawab, perlu pengelolaan pembagian giliran bicara yang lebih tertata.
5Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan pembelajaran selanjutnya?Memberikan pembagian peran yang lebih spesifik dalam kelompok (pencatat, penanya utama, juru bicara) sebelum wawancara dimulai.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikTanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai?[ ] Mengamati video Smart TV
[ ] Wawancara narasumber
[ ] Diskusi kelompok
2Apakah kamu sekarang tahu mengapa masyarakat desa kita mengadakan acara Sedekah Bumi?[ ] Sudah tahu dengan sangat jelas
[ ] Masih agak bingung
[ ] Belum tahu
3Menurutmu, mengapa kita harus merawat tanah di sekitar tempat tinggal kita?Jawab: ...
4Bagaimana perasaanmu selama mengikuti pembelajaran IPAS hari ini?[ ] Sangat Senang
[ ] Senang
[ ] Basa Saja
[ ] Sedih/Bosan

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru: Konsep Agraris dan Ekologi Budaya

Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian. Kesuburan tanah Indonesia tidak lepas dari keberadaan gunung berapi yang kaya akan mineral serta iklim tropis dengan curah hujan memadai. Di tingkat lokal, seperti di Wringin Anom, kesuburan tanah menjadi penopang utama ekonomi masyarakat. Dalam konteks ekologi budaya (cultural ecology), tradisi seperti Sedekah Bumi atau Nyadran bukan sekadar ritual animisme atau hiburan belaka, melainkan bentuk adaptasi budaya masyarakat agraris dalam mengekspresikan rasa syukur kepada Tuhan, memperkuat kohesi sosial antarwarga, dan mewariskan etika lingkungan untuk tidak merusak tanah tempat mereka berpijak.

Bahan Bacaan Peserta Didik: Tanahku Subur, Desaku Makmur

Tahukah kamu mengapa desa kita, Wringin Anom, memiliki banyak sawah dan kebun yang hijau? Itu karena tanah di desa kita adalah tanah yang subur. Tanah subur menyimpan banyak sekali zat hara yang menjadi makanan bagi tanaman. Ketika tanah kita subur, tanaman padi, jagung, dan sayuran dapat tumbuh dengan lebat dan menghasilkan panen yang melimpah.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas tanah yang subur dan panen yang berlimpah, para kakek, nenek, dan orang tua kita di desa rutin menyelenggarakan acara Sedekah Bumi. Dalam acara tersebut, warga berkumpul membawa tumpeng berisi hasil bumi, berdoa bersama, dan saling berbagi makanan. Tradisi ini mengingatkan kita semua agar selalu bersyukur dan rajin merawat tanah agar tetap subur dan tidak rusak!

GLOSARIUM

  • Agraris: Sektor atau kawasan yang berbasis pada kegiatan pertanian dan pengelolaan tanah.
  • Humus: Sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang telah mengalami pembusukan dan menjadikan tanah berwarna gelap serta sangat subur.
  • Inkuiri: Proses pembelajaran berbasis penyelidikan, pengamatan, dan penemuan jawaban secara mandiri/kelompok.
  • Ketenagakerjaan Agraris: Mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada hasil olahan lahan pertanian.
  • Culturally Responsive Teaching (CRT): Pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan kebudayaan dan kearifan lokal peserta didik ke dalam materi pelajaran.
  • Sedekah Bumi: Tradisi adat masyarakat agraris sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen dan keberimpahan rezeki dari tanah.
  • Zat Hara: Unsur-unsur nutrisi di dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk tumbuh dan berkembang.

DAFTAR PUSTAKA

  • Fitri, A., dsn. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  • Fitri, A., dsn. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  • Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Suryadi, T. (2018). Kearifan Lokal Masyarakat Agraris Jawa dalam Melestarikan Lingkungan. Jurnal Kebudayaan dan Lingkungan, 12(2), 45-58.

LAMPIRAN

Instrument Lembar Observasi Sikap dan Keterampilan Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Bernalar Kritis dalam Mengaitkan Sains dan TradisiSkor 4: Mampu mengorelasikan 3 unsur (tanah subur, hasil bumi, dan tradisi syukur) secara mandiri dan logis.
Skor 3: Mampu mengorelasikan 3 unsur dengan sedikit bimbingan guru.
Skor 2: Hanya mampu mengorelasikan 2 unsur secara sederhana.
Skor 1: Belum mampu mengorelasikan unsur-unsur materi.
2Keterampilan Wawancara dan KomunikasiSkor 4: Mengajukan pertanyaan terstruktur, menggunakan bahasa santun, dan aktif mencatat respon narasumber.
Skor 3: Mengajukan pertanyaan terstruktur dan menggunakan bahasa santun.
Skor 2: Kurang terstruktur saat bertanya dan memerlukan dorongan guru.
Skor 1: Pasif dan tidak terlibat dalam wawancara.
3Gotong Royong dalam KelompokSkor 4: Aktif bekerja sama, membagi peran secara adil, dan membantu teman sekelompok.
Skor 3: Bekerja sama dengan baik dan menyelesaikan tugas kelompok.
Skor 2: Hanya bekerja jika diminta oleh ketua kelompok/guru.
Skor 1: Acuh tak acuh dan mengganggu kerja kelompok.
4Rasa Syukur dan Akhlak terhadap AlamSkor 4: Menunjukkan sikap apresiatif tinggi terhadap alam dan aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Skor 3: Menunjukkan sikap menghargai alam dan tidak merusak lingkungan.
Skor 2: Menunjukkan sikap menghargai alam jika diingatkan guru.
Skor 1: Belum tampak adanya rasa peduli terhadap lingkungan.

Soal Asesmen Sumatif (Tes Tertulis)

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat, jelas, dan tepat!

  1. Sebutkan 3 ciri fisik tanah yang subur dan cocok digunakan untuk lahan pertanian di daerah Wringin Anom!

Jawaban: ......................................................................................................

  1. Mengapa tanah yang subur dapat menghasilkan produk pertanian atau hasil bumi yang berlimpah? Jelaskan alasan sainsnya!

Jawaban: ......................................................................................................

  1. Jelaskan hubungan antara kesuburan tanah dengan pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi yang dilakukan oleh masyarakat setempat!

Jawaban: ......................................................................................................

  1. Apa yang akan terjadi pada tradisi dan kondisi ekonomi warga jika tanah pertanian di desa mengalami kerusakan hebat akibat pencemaran?

Jawaban: ......................................................................................................

  1. Tuliskan 2 tindakan nyata yang dapat kamu lakukan sebagai seorang siswa untuk merawat dan menjaga kesuburan tanah di lingkungan sekolah atau rumahmu!

Jawaban: ......................................................................................................

 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130