IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 2 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Kebudayaan Bahari dan Tradisi Maritim |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) / Menganalisis warisan budaya perkapalan dan festival air |
| Model Pembelajaran | : | Contextual Teaching and Learning (CTL) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Saintifik, dan Student-Centered |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Kearifan Lokal: Tradisi laut/air lokal (Petik Laut/Larung Sesaji). Diferensiasi: Sumber belajar (gambar, video, artikel) |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Berdasarkan hasil pemetaan profil belajar awal peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom, diperoleh gambaran karakteristik peserta didik sebagai berikut:
Profil Gaya Belajar dan Minat
Mayoritas peserta didik memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang sangat kuat. Peserta didik antusias dan lebih cepat merespons pemutaran media berbasis tayangan gambar beresolusi tinggi, infografis, serta video edukatif yang ditampilkan melalui Smart TV.
Kesiapan Belajar (Readiness)
Meskipun peserta didik menunjukkan keaktifan dan minat yang tinggi terhadap sajian visual, pemahaman konsep dasar mereka mengenai kebudayaan bahari, sejarah perkapalan tradisional, dan makna filosofis dari festival air lokal masih berada pada kriteria belum memadai. Sebagian besar peserta didik baru sebatas mengetahui festival air sebagai kegiatan hiburan semata, tanpa memahami fungsi sosial, ekonomi, serta pemanfaatan nilai kearifan lokal untuk pelestarian lingkungan.
Strategi Pembenahan Konsep
Untuk menjembatani celah antara keaktifan visual dan kelemahan pemahaman konsep dasar tersebut, pembelajaran dirancang menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pembelajaran diawali dengan penyajian fenomena riil melalui media visual kontekstual yang dilanjutkan dengan analisis terbimbing, diskusi kelompok interaktif, dan refleksi makna.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik diperkirakan mampu menganalisis warisan budaya perkapalan dan festival air, memahami hubungan antara kebudayaan masyarakat dengan kondisi geografis wilayah kepulauan, serta menunjukkan apresiasi terhadap kearifan lokal yang mendukung kelestarian alam dan keharmonisan sosial.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Ranah Pengetahuan
Melalui pengamatan tayangan video dan gambar kontekstual tentang tradisi maritim, peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis warisan budaya perkapalan tradisional Indonesia dan festival air lokal dengan tepat.
Tujuan Pembelajaran Ranah Analisis
Melalui diskusi kelompok berbasis model CTL, peserta didik mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis wilayah bahari dengan lahirnya tradisi maritim dan festival air serta makna kearifan lokal di dalamnya secara kritis.
Tujuan Pembelajaran Ranah Keterampilan
Melalui kegiatan olah karya kelompok yang terintegrasi dengan diferensiasi sumber belajar, peserta didik mampu menyajikan hasil analisis kebudayaan bahari dalam bentuk peta pikiran, infografis gambar, atau laporan ringkas dengan percaya diri.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Masyarakat Indonesia sebagai bangsa maritim memiliki kebudayaan bahari yang kaya yang tercermin dari teknologi perkapalan tradisional dan ritual/festival air. Kebudayaan ini bukan sekadar tradisi nenek moyang, melainkan wujud adaptasi manusia terhadap alam, pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, serta media perekat tali silaturahmi antarwarga. Memahami kebudayaan bahari membantu kita menjaga identitas bangsa dan merawat kelestarian perairan di sekeliling kita.
PERTANYAAN PEMANTIK
Pertanyaan Kontekstual Awal
Mengapa Indonesia disebut sebagai negara maritim dan mengapa nenek moyang kita pandai membuat perahu layar tanpa mesin yang kuat melintasi lautan?
Pertanyaan Analitis
Pernahkah kalian melihat atau mendengar acara Petik Laut atau Festival Air di daerah kita? Menurut kalian, mengapa masyarakat pesisir melarungkan sesaji atau mengadakan perayaan di air?
Pertanyaan Nilai dan Kelestarian
Apa yang akan terjadi pada kehidupan nelayan dan kelestarian laut jika kita tidak lagi menjaga tradisi dan kebersihan perairan kita?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Memproses informasi, menganalisis hubungan antara geografi dan kebudayaan, serta mengevaluasi nilai kearifan lokal.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok heterogen untuk menyelesaikan tugas analisis kontekstual.
- Berkebinekaan Global: Menghargai dan melestarikan warisan budaya bahari Nusantara sebagai bagian dari identitas bangsa.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik saat mengamati detail visual kapal tradisional dan ritual air.
- Meaningful Learning: Mengaitkan materi pembelajaran dengan realitas kehidupan masyarakat pesisir lokal.
- Joyful Learning: Pengalaman belajar yang menyenangkan melalui eksplorasi tayangan Smart TV dan diskusi interaktif yang menghargai keberagaman cara belajar.
MATERI PEMBELAJARAN
Kebudayaan Bahari dan Identitas Maritim Nusantara
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Kondisi geografis ini membentuk pola kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada laut, sehingga melahirkan kebudayaan bahari yang mencakup pengetahuan navigasi, astronomi tradisional, hingga sistem kepercayaan lokal.
Warisan Budaya Perkapalan Tradisional
- Kapal Pinisi (Suku Bugis/Makassar): Mahakarya pembuatan kapal kayu tanpa paku besi yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
- Perahu Sandeq (Suku Mandar): Perahu bercadik tercepat yang memanfaatkan tenaga angin secara efisien.
- Perahu Jukung dan Patorani: Perahu tradisional nelayan yang dirancang khusus sesuai karakteristik perairan lokal.
Tradisi dan Festival Air Lokal
- Tradisi Petik Laut / Larung Sesaji: Wujud rasa syukur masyarakat pesisir atas hasil laut yang melimpah serta doa keselamatan bagi para nelayan.
- Festival Perahu Bidar / Festival Sungai: Lomba perahu tradisional yang melatih kekompakan serta melestarikan jalur transportasi air masa lalu.
- Nilai Filosofis: Keseimbangan antara manusia, pencipta, dan alam perairan.
Tantangan dan Pelestarian Kebudayaan Bahari
Modernisasi dan pencemaran laut menjadi ancaman bagi tradisi maritim. Pelestarian dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan perairan, mendukung festival budaya lokal, dan mempelajari sejarah bahari Nusantara.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Contextual Teaching and Learning (CTL)
- Constructivism: Peserta didik membangun pemahaman konsep bahari dari pengamatan visual realitas sekitar.
- Inquiry: Peserta didik melakukan penelusuran informasi tentang fungsi perkapalan dan festival air.
- Questioning: Guru memancing rasa ingin tahu peserta didik melalui pertanyaan kritis.
- Learning Community: Belajar dalam kelompok kolaboratif heterogen.
- Modeling: Guru menampilkan contoh visual nyata dan simulasi analisis budaya.
- Reflection: Peserta didik mengendapkan makna pembelajaran di akhir sesi.
- Authentic Assessment: Penilaian nyata pada proses diskusi, produk visual, dan sikap.
Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Fokus pada detail pengamatan media visual dan perenungan fungsi tradisi.
- Meaningful Learning: Penautan konsep dengan tradisi laut/air lokal yang dekat dengan kehidupan siswa.
- Joyful Learning: Pembelajaran yang interaktif, penuh apreasiasi visual, dan tidak menegangkan.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran)
- Teknik: Tanya jawab lisan berbasis tayangan 2 gambar (Gambar Kapal Pinisi dan Gambar Perayaan Petik Laut).
- Instrumen: Ceklis identifikasi pengetahuan awal peserta didik mengenai nama objek dan kegunaannya.
Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
- Teknik: Observasi kinerja kelompok dan penilaian lembar kerja (LKPD).
- Instrumen: Rubrik observasi diskusi kelompok dan rubrik penilaian LKPD.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
- Teknik: Tes tertulis pilihan ganda dan esai singkat berbasis analisis kasus kontekstual.
- Instrumen: Lembar tes evaluasi sumatif.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Aspek Sikap | Skor 1 (Kurang) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) |
|---|---|---|---|---|
| Bernalar Kritis | Belum mampu mengidentifikasi informasi dari media visual secara mandiri. | Mampu mengidentifikasi informasi visual namun belum mampu mengaitkannya dengan konsep. | Mampu menganalisis hubungan tradisi dan geografi dengan sedikit bimbingan. | Mampu menganalisis hubungan tradisi, geografi, dan nilai kearifan lokal secara mandiri dan kritis. |
| Gotong Royong | Pasif dan tidak berkontribusi dalam kerja kelompok. | Ikut serta dalam kelompok hanya jika diminta oleh teman atau guru. | Aktif bekerja sama dan membantu menyelesaikan tugas kelompok. | Sangat aktif, memimpin kerja sama, dan menghargai pendapat semua anggota kelompok. |
| Berkebinekaan Global | Belum menunjukkan rasa hormat terhadap kebudayaan bahari daerah lain/lokal. | Menerima keberagaman tradisi budaya tetapi belum menunjukkan ketertarikan mendalam. | Menunjukkan sikap menghargai dan tertarik mempelajari tradisi bahari Nusantara. | Menunjukkan kebanggaan tinggi dan secara aktif mengusulkan ide pelestarian budaya bahari. |
Rubrik Penilaian Keterampilan (LKPD dan Presentasi Visual)
| Kriteria Penilaian | Skor 1 (Kurang) | Skor 2 (Cukup) | Skor 3 (Baik) | Skor 4 (Sangat Baik) |
|---|---|---|---|---|
| Kedalaman Analisis | Penyajian materi sangat terbatas dan tidak sesuai dengan topik bahari. | Identifikasi jenis kapal/festival air benar, namun analisis fungsinya masih dangkal. | Analisis fungsi perkapalan dan festival air runtut serta memuat nilai kearifan lokal. | Analisis sangat mendalam, mengaitkan geografi, fungsi sosial, dan langkah pelestarian secara komprehensif. |
| Penggunaan Media Visual | Karya tidak menggunakan unsur visual yang mendukung pemahaman. | Karya menggunakan gambar/visual tetapi kurang relevan dengan isi materi. | Karya memanfaatkan gambar/diagram visual dengan rapi dan relevan. | Karya memadukan gambar, simbol visual, dan tata letak secara estetis, sangat mempermudah pemahaman. |
| Penyampaian / Presentasi | Tidak percaya diri, suara tidak terdengar, dan membaca seluruh teks. | Kurang percaya diri, penjelasan terpatah-patah, namun materi terbaca. | Penyampaian jelas, percaya diri, dan memanfaatkan hasil karya visual secara baik. | Penyampaian sangat komunikatif, bersemangat, menguasai materi, dan merespons pertanyaan dengan tepat. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (10 Menit)
- Pengondisian Kelas (Mindful Readiness): Guru menyapa peserta didik, memeriksa kerapihan, dan mengajak berdoa bersama. Guru memastikan kesiapan belajar peserta didik.
- Apersepsi Kontekstual: Guru menampilkan gambar pemandangan laut Nusantara dan kapal tradisional di Smart TV. Guru memberikan pertanyaan pemantik: "Siapa yang pernah melihat perahu kayu berlayar di laut? Mengapa perahu tersebut bisa mengapung dan berlayar sangat jauh tanpa mesin?"
- Penyampaian Tujuan dan Motivasi (Joyful Orientation): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan bahwa peserta didik akan berpetualang secara visual menjelajahi kebudayaan bahari Indonesia.
Kegiatan Inti (50 Menit)
Tahap 1: Constructivism & Modeling (10 Menit)
- Peserta didik mengamati tayangan video singkat (3 menit) tentang kehebatan Kapal Pinisi serta kemeriahan Tradisi Petik Laut/Festival Air melalui Smart TV.
- Guru memfasilitasi penguatan konsep dasar dengan menyajikan infografis interaktif. Guru menjelaskan bahwa bentuk kapal dan ritual air berhubungan erat dengan kondisi alam pesisir.
Tahap 2: Inquiry & Questioning (10 Menit)
- Peserta didik diajak mengajukan pertanyaan berdasarkan tayangan visual.
- Guru mengelompokkan peserta didik ke dalam beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok).
- Guru membagikan LKPD yang dirancang berbasis diferensiasi sumber belajar:
- Kelompok A (Gaya belajar visual gambar): Menerima LKPD dilengkapi set kartu gambar beresolusi tinggi.
- Kelompok B (Gaya belajar visual video): Menerima LKPD dilengkapi QR Code/link video pendek interaktif.
- Kelompok C (Gaya belajar visual teks-infografis): Menerima LKPD dilengkapi lembar infografis dan artikel bergambar ringkas.
Tahap 3: Learning Community & Authentic Assessment (20 Menit)
- Masing-masing kelompok berdiskusi menganalisis:
- Jenis warisan perkapalan atau festival air yang didapat.
- Fungsi utama perahu/festival tersebut bagi masyarakat pesisir.
- Nilai kearifan lokal dan pesan pelestarian lingkungan yang terkandung di dalamnya.
- Guru berkeliling melakukan pemantauan, memberikan bimbingan bagi kelompok yang belum memahami konsep dasar (scaffolding), serta menilai kinerja proses siswa.
Tahap 4: Reflection & Presentation (10 Menit)
- Setiap kelompok menyajikan hasil analisisnya di depan kelas menggunakan Smart TV atau menempelkan peta pikiran visualnya di papan pajangan.
- Kelompok lain memberikan tanggapan berupa apresiasi atau pertanyaan relevan.
- Guru memberikan penguatan terhadap konsep yang telah dianalisis bersama, membetulkan Miskonsepsi jika ada.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Menyimpulkan Pembelajaran (Meaningful Synthesis): Guru bersama peserta didik merumuskan kesimpulan utama mengenai pentingnya warisan budaya bahari dan festival air bagi bangsa Indonesia.
- Refleksi Diri (Mindful Reflection): Peserta didik mengutarakan perasaan dan pemahaman baru yang mereka dapatkan selama proses pembelajaran.
- Asesmen Singkat / Evaluasi: Peserta didik mengerjakan 3 soal tes formatif tertulis secara mandiri.
- Tindak Lanjut dan Penutup: Guru memberikan apresiasi atas keaktifan seluruh peserta didik, menyampaikan topik untuk pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan doa bersama.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik secara sadar dilatih mengamati detail-detail visual dari bentuk fisik perahu tradisional dan prosesi ritual festival air. Mereka diajak merefleksikan betapa rumit dan hebatnya pemikiran nenek moyang dalam merancang teknologi bahari ramah lingkungan.
Meaningful Learning
Materi yang dipelajari tidak berdiri sebagai hafalan sejarah belaka, melainkan dihubungkan langsung dengan tradisi air yang ada di wilayah sekitar pesisir/lokal. Peserta didik memahami bahwa festival air merupakan simbol penghormatan manusia terhadap air sebagai sumber kehidupan.
Joyful Learning
Penggunaan Smart TV, eksplorasi kartu gambar berwarna, penyusunan peta pikiran visual, serta interaksi antaranggota kelompok menciptakan suasana belajar yang dinamis, tidak menakutkan, dan mendorong keberanian peserta didik yang aktif secara visual untuk berekspresi.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Guru menyediakan materi pembelajaran dalam tiga pilihan bentuk media sesuai preferensi visual peserta didik, yaitu:
- Set kartu foto/gambar dokumentasi kebudayaan bahari.
- Cuplikan video dokumenter berdurasi pendek dengan teks penjelasan.
- Lembar infografis berwarna dengan bagan yang jelas.
Diferensiasi Proses
Saat diskusi kelompok, guru memberikan tingkat bantuan (scaffolding) yang bervariasi. Bagi kelompok yang belum memahami konsep dasar, guru memberikan panduan berupa pertanyaan penuntun bertahap. Bagi kelompok yang sudah siap, guru memberikan tantangan analisis perbandingan antarbudaya.
Diferensiasi Produk
Peserta didik diberikan kebebasan dalam menyajikan hasil kerja kelompok LKPD, dapat berupa:
- Peta pikiran (mind map) kaya gambar/warna.
- Poster Infografis sederhana.
- Laporan naratif bergambar yang dipresentasikan secara lisan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
Hardware
- Laptop guru sebagai pusat kendali materi.
- Smart TV 55 inci sebagai media penayangan gambar, infografis, dan video pembelajaran beresolusi tinggi.
Software dan Digital Content
- Video edukasi digital dari saluran kebudayaan Nusantara.
- Slide presentasi interaktif dengan animasi visual yang menarik perhatian siswa.
- Lembar kerja digital/QR Code untuk mengakses bahan bacaan gambar tambahan.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Tayangan video dokumenter "Ketangguhan Kapal Pinisi dan Kemeriahan Petik Laut".
- Set Kartu Gambar "Warisan Bahari Nusantara" (Kapal Pinisi, Perahu Sandeq, Perahu Jukung, Tradisi Larung Sesaji, Lomba Perahu Bidar).
- Papan pajangan karya kelas.
Sumber Belajar
- Buku Teks Utam IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- Artikel Kearifan Lokal Kebudayaan Pesisir dan Tradisi Air Nusantara.
- Lingkungan masyarakat pesisir/sumber air lokal sekitar sekolah.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Anggota Kelompok | 1. ................................................. 2. ................................................. 3. ................................................. 4. ................................................. |
| Kelas / Fase | V / C |
| Nomor Absen | ..... , ..... , ..... , ..... |
| Tanggal Pelaksanaan | ................................................. |
Judul Aktivitas: Menguak Pesona Warisan Bahari dan Festival Air Nusantara
Petunjuk Kerja Kelompok
- Amatilah media visual (gambar / video / infografis) yang telah diberikan oleh guru pada meja kelompok masing-masing!
- Diskusikan jawaban atas pertanyaan analisis di bawah ini bersama teman kelompokmu!
- Tuliskan/gambarkan hasil diskusimu pada kolom yang telah disediakan secara rapi dan menarik!
Lembar Analisis Kontekstual
Soal 1: Identifikasi Tokoh dan Objek Bahari
Berdasarkan media visual yang kalian amati, sebutkan nama jenis perahu tradisional atau festival air yang menjadi fokus pengamatan kelompokmu! Jelaskan ciri-ciri fisik utama dari perahu atau perayaan tersebut!
Jawaban:
..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Soal 2: Analisis Fungsi dan Geografi
Mengapa masyarakat pesisir di masa lalu menciptakan jenis perahu tersebut atau menggelar festival air tersebut? Apa hubungannya dengan tempat tinggal mereka di tepi laut/sungai?
Jawaban:
..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Soal 3: Nilai Kearifan Lokal dan Pelestarian
Nilai kebaikan apa (seperti rasa syukur, gotong royong, atau menjaga alam) yang dapat kita pelajari dari tradisi maritim tersebut? Menurut kelompokmu, bagaimana cara anak-anak usia sekolah seperti kalian ikut melestarikan kebudayaan bahari tersebut?
Jawaban:
..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Ruang Karya Visual Kelompok
Buatlah sketsa peta pikiran atau infografis sederhana yang menggambarkan hubungan antara Manusia - Laut - Tradisi berdasarkan hasil analisis kalian di atas!
( Ruang Kosong untuk Menggambar / Menempelkan Gambar Visual )
REMEDIAL
Sasaran
Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (belum mampu mengidentifikasi dan menjelaskan konsep dasar perkapalan dan festival air).
Bentuk Kegiatan
- Pembimbingan Ulang Secara Individual/Kelompok Kecil (Scaffolding): Guru menjelaskan kembali konsep dasar kebudayaan bahari menggunakan kartu media gambar berdampingan dengan benda konkret/miniatur perahu jika tersedia.
- Tugas Terbimbing: Peserta didik mencocokkan kartu gambar kapal/festival air dengan kartu penjelasan fungsi dasarnya yang tepat.
PENGAYAAN
Sasaran
Peserta didik yang telah melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dengan analisis yang sangat baik.
Bentuk Kegiatan
- Penugasan Mandiri Berbasis Proyek Kecil: Peserta didik diminta melakukan wawancara singkat dengan orang tua/tokoh masyarakat setempat mengenai tradisi lokal yang berhubungan dengan pemanfaatan air atau sungai di sekitar Wringin Anom, lalu membuat laporan bergambar sederhana.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi dan Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah penggunaan media visual melalui Smart TV berhasil meningkatkan pemahaman konsep dasar siswa? | Keseluruhan peserta didik sangat antusias. Penggunaan tayangan visual konkret terbukti efektif menjembatani pemahaman konsep dasar siswa yang sebelumnya masih rendah. |
| 2 | Apakah sintaks model Contextual Teaching and Learning (CTL) berjalan sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan? | Alokasi waktu berjalan cukup baik, namun pada tahap diskusi kelompok butuh sedikit penegasan waktu agar tahap presentasi tidak tergesa-gesa. |
| 3 | Bagaimana efektivitas diferensiasi sumber belajar dalam memfasilitasi gaya belajar visual siswa? | Pembagian media (gambar, video, infografis) membuat tiap kelompok langsung fokus bekerja tanpa ada siswa yang kebingungan membaca teks panjang. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk pembelajaran berikutnya? | Menambah variasi miniatur fisik perahu agar pengalaman sensorik siswa tidak hanya sebatas layar visual digital saja. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
Lembar Refleksi Siswa (Diisi dengan memberi tanda centang dan alasan)
| Pertanyaan Refleksi | Ya | Tidak | Alasan / Perasaanku |
|---|---|---|---|
| Apakah kamu menyukai tayangan gambar dan video kapal serta festival air yang ditampilkan di Smart TV hari ini? | |||
| Apakah kamu sekarang sudah tahu alasan mengapa nenek moyang kita membuat kapal tradisional dan perayaan petik laut? | |||
| Apakah kamu merasa senang dan terbantu saat bekerja sama membuat peta pikiran bergambar dengan teman kelompokmu? |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Kebudayaan bahari Indonesia merupakan bentuk adaptasi ekologis masyarakat kepulauan. Tradisi perkapalan seperti Pinisi dari Sulawesi Selatan menunjukkan kearifan teknologi lokal yang memanfaatkan angin muson dan ilmu perbintangan (astronomi). Di sisi lain, festival air seperti Petik Laut di Jawa Timur atau Festival Senggigi di NTB merupakan bagian dari tradisi bahari yang mengandung fungsi spiritual, ekologis, dan perekat hubungan sosial. Pemahaman mendalam mengenai materi ini menuntut guru untuk tidak sekadar mengajarkan fakta sejarah, tetapi mengaitkannya dengan pentingnya menjaga ekosistem laut masa kini dari ancaman sampah plastik dan eksploitasi berlebihan.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat indah? Nenek moyang kita sejak dahulu kala adalah pelaut yang hebat. Mereka membangun perahu kayu yang kuat seperti Kapal Pinisi dan Perahu Sandeq tanpa menggunakan mesin. Selain pandai membuat perahu, masyarakat yang tinggal di dekat laut atau sungai sering mengadakan perayaan seru seperti Festival Perahu dan Tradisi Petik Laut. Acara ini dibuat sebagai tanda terima kasih kepada Tuhan atas ikan yang berlimpah dan doa agar para nelayan selalu selamat saat berlayar. Kita harus bangga dan ikut menjaga kebersihan laut dan sungai kita!
GLOSARIUM
- Bahari: Hal yang berhubungan dengan laut atau kelautan.
- Contextual Teaching and Learning (CTL): Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa.
- Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman konsep yang mendalam, keterlibatan aktif, serta pengalaman belajar yang bermakna, penuh kesadaran, dan menyenangkan.
- Festival Air: Acara perayaan atau pesta rakyat yang diselenggarakan di atas air (laut, sungai, atau danau) untuk memperingati tradisi tertentu.
- Kapal Pinisi: Kapal layar tradisional khas suku Bugis dan Makassar yang terbuat dari kayu tanpa paku besi.
- Kearifan Lokal: Gagasan atau nilai-nilai setempat yang bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
- Larung Sesaji / Petik Laut: Tradisi ritual masyarakat pesisir Jawa sebagai wujud rasa syukur atas hasil laut dengan melarungkan persembahan ke tengah laut.
- Maritim: Hal yang berkenaan dengan laut, terutama yang berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan laut.
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (2019). Sejarah Nasional Indonesia III: Zaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
- Rahardjo, S. (2018). Peradaban Bahari Nusantara: Sejarah, Tradisi, dan Kearifan Lokal. Yogyakarta: Ombak.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Kinerja Diskusi Kelompok
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Keaktifan Pengamatan Visual | Skor 4: Sangat fokus mengamati media visual dari awal hingga akhir, mencatat detail penting secara mandiri. Skor 3: Fokus mengamati media visual dan mencatat informasi dengan sedikit arahan guru. Skor 2: Kurang fokus mengamati media visual, terdistraksi hal lain selama penayangan. Skor 1: Tidak mengamati media visual dan tidak peduli pada proses pembelajaran. | |
| 2 | Partisipasi Diskusi Konsep | Skor 4: Aktif menyumbangkan ide analisis konsep bahari, mendengarkan pendapat teman, dan merespons dengan santun. Skor 3: Ikut berdiskusi memberikan ide jika dipancing oleh teman atau guru. Skor 2: Pasif dalam diskusi, hanya menerima hasil pekerjaan dari anggota kelompok lain. Skor 1: Mengganggu jalan diskusi kelompok dan tidak mau bekerja sama. | |
| 3 | Ketepatan Analisis Fungsi Budaya | Skor 4: Mampu menganalisis fungsi perkapalan/festival air dan menghubungkannya dengan kearifan lokal secara tepat. Skor 3: Mampu menganalisis fungsi perkapalan/festival air namun belum detail menghubungkannya dengan kearifan lokal. Skor 2: Menyebutkan fungsi perkapalan/festival air kurang tepat atau masih ada miskonsepsi dasar. Skor 1: Tidak mampu menganalisis fungsi budaya sama sekali. | |
| 4 | Estetika dan Kerapihan Hasil Karya Visual | Skor 4: Hasil peta pikiran/LKPD sangat rapi, pemanfaatan warna dan simbol visual sangat jelas dan komunikatif. Skor 3: Hasil peta pikiran/LKPD cukup rapi, menggunakan unsur visual yang jelas. Skor 2: Hasil LKPD kurang rapi dan unsur visual minim serta sulit dipahami. Skor 1: Hasil LKPD tidak selesai dan tidak menggunakan unsur visual sama sekali. |
Pengolahan Nilai Akhir Keterampilan / Kinerja
$$\text{Nilai Akhir} = \left( \frac{\text{Total Skor yang Diperoleh}}{16} \right) \times 100$$
Kategori Capaian
- 86 - 100 : Sangat Baik (A)
- 71 - 85 : Baik (B)
- 56 - 70 : Cukup (C)
- < 56 : Perlu Bimbingan (D)