Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Kapal kuno, relief Borobudur, Kapal Pinisi, dan festival perahu
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Warisan Budaya Maritim)
Model Pembelajaran : Contextual Teaching & Learning (CTL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi: Sumber belajar (gambar, video, artikel). Kearifan Lokal: Tradisi laut/air lokal

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Analisis terhadap peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom menunjukkan kecenderungan gaya belajar dominan visual. Peserta didik menyerap informasi secara optimal melalui tayangan media grafis, tayangan video interaktif, dan gambar kontekstual. Dalam konteks pemahaman sejarah dan budaya maritim, peserta didik telah mengenal lingkungan perairan dan tradisi air lokal di sekitar wilayah tempat tinggal mereka, namun belum sepenuhnya menghubungkan tradisi tersebut dengan sejarah perkapalan Nusantara seperti relief kapal pada Candi Borobudur dan ketangguhan Kapal Pinisi. Oleh karena itu, pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan Contextual Teaching & Learning (CTL) yang menjembatani pengetahuan awal peserta didik mengenai tradisi lokal dengan kejayaan maritim masa lalu secara visual dan bermakna.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik menganalisis warisan budaya perkapalan dan festival air, serta memahami hubungan antara sejarah maritim Indonesia dengan tradisi kebudayaan lokal yang masih dilestarikan hingga saat ini sebagai bentuk kebanggaan terhadap identitas nasional.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan video dan gambar relief Candi Borobudur pada Smart TV, peserta didik mampu menganalisis karakteristik dan keunggulan teknologi kapal kuno Nusantara secara kritis.
  2. Melalui kegiatan diskusi kelompok berbasis media diferensiasi (gambar, video, dan artikel), peserta didik mampu mengidentifikasi keunikan Kapal Pinisi serta keterkaitannya dengan festival perahu atau tradisi air lokal secara tepat.
  3. Melalui penyusunan peta pikiran kontekstual, peserta didik mampu menyajikan hasil analisis mengenai pentingnya melestarikan warisan budaya maritim dan tradisi air lokal dengan penuh tanggung jawab.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Nusantara merupakan bangsa bahari dengan sejarah perkapalan yang maju sejak masa lampau, terbukti dari relief kapal pada Candi Borobudur dan mahakarya Kapal Pinisi. Tradisi air dan festival perahu lokal yang ada saat ini merupakan cerminan dari warisan nilai-nilai leluhur yang harus dipahami, dihargai, dan dilestarikan oleh generasi muda untuk memperkuat identitas kebangsaan.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengamati gambar kapal berlayar besar yang diukir pada dinding Candi Borobudur?
  2. Mengapa nenek moyang bangsa Indonesia mampu membuat Kapal Pinisi yang tangguh melayari lautan luas tanpa mesin modern?
  3. Apa hubungan antara keberadaan kapal-kapal kuno tersebut dengan pesta air atau festival perahu yang masih diselenggarakan di daerah kita?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Berkebinekaan Global: Mengenal, menghargai, dan melestarikan warisan budaya maritim Nusantara serta tradisi lokal.
  2. Bernalar Kritis: Menganalisis keterkaitan antara bukti sejarah perkapalan kuno dengan tradisi festival air masa kini.
  3. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk mengolah data dan menyelesaikan tugas LKPD.

Kompetensi Deep Learning

  1. Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik saat mengamati detail visual relief Borobudur dan rancangan Kapal Pinisi.
  2. Meaningful Learning: Menghubungkan materi sejarah perkapalan dengan pengalaman langsung terkait tradisi air di wilayah lokal.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran yang menyenangkan melalui eksplorasi media digital interaktif dan diskusi kelompok yang dinamis.

MATERI PEMBELAJARAN

Kapal Kuno pada Relief Candi Borobudur

Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-8 sampai ke-9 Masehi menyimpan bukti sejarah kebaharian Nusantara. Pada dinding reliefnya, terdapat pahatan kapal bercadik yang memiliki layar membentang, tiang ganda, dan kemudi ganda. Relief ini membuktikan bahwa masyarakat Nusantara telah memiliki teknologi perkapalan tingkat tinggi yang sanggup mengarungi samudera hingga ke benua lain.

Kapal Pinisi: Mahakarya Maritim Indonesia

Kapal Pinisi adalah kapal layar tradisional khas suku Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan. Kapal ini dibuat menggunakan kayu tanpa paku besi dan dirakit memakai teknik tradisional berdasarkan pengetahuan turun-temurun. Kapal Pinisi telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage), melambangkan ketangguhan, ketelitian, dan kearifan lokal bangsa Indonesia.

Festival Perahu dan Tradisi Air Lokal

Tradisi air dan festival perahu merupakan manifestasi budaya yang lahir dari rasa syukur serta penghormatan terhadap sumber daya air. Di berbagai daerah, termasuk wilayah lokal sekitar, tradisi melarung sesaji perahu, lomba perahu hias, atau pesta air dilakukan secara turun-temurun. Tradisi ini menjaga ikatan sosial masyarakat sekaligus melestarikan ingatan sejarah kebaharian bangsa.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  1. Model Pembelajaran: Contextual Teaching & Learning (CTL)
    • Constructivism (Membangun pemahaman sendiri)
    • Inquiry (Menemukan dan menginvestigasi)
    • Questioning (Mengembangkan rasa ingin tahu)
    • Learning Community (Belajar dalam kelompok)
    • Modeling (Pemodelan melalui media visual)
    • Reflection (Merefleksikan pembelajaran)
    • Authentic Assessment (Penilaian nyata)
  1. Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis pemanfaatan media visual.

ASESMEN

  1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran):
    • Teknik: Tanya jawab lisan berbasis tayangan gambar pemantik.
    • Instrumen: Pertanyaan singkat mengenai pengalaman melihat festival perahu dan gambar Candi Borobudur.
  1. Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran):
    • Teknik: Observasi kinerja kelompok dan penilaian proses diskusi.
    • Instrumen: Lembar observasi sikap dan rubrik penilaian partisipasi kelompok.
  1. Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran):
    • Teknik: Penilaian produk hasil LKPD (Peta Pikiran/Laporan Kontekstual) dan tes tertulis singkat.
    • Instrumen: Rubrik penilaian produk LKPD dan soal pilihan ganda/isian singkat.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Produk LKPD (Peta Pikiran Kontekstual)

Kriteria PenilaianSangat Baik (4)Baik (3)Cukup (2)Perlu Bimbingan (1)
Analisis Kapal Kuno dan ReliefMampu menganalisis 3 atau lebih ciri khas kapal relief Borobudur dengan sangat akurat.Mampu menganalisis 2 ciri khas kapal relief Borobudur dengan akurat.Mampu menganalisis 1 ciri khas kapal relief Borobudur dengan cukup akurat.Belum mampu menganalisis ciri khas kapal relief Borobudur secara tepat.
Pemahaman Kapal PinisiMenjelaskan keunikan pembuatannya dan status UNESCO secara lengkap dan jelas.Menjelaskan keunikan pembuatannya secara jelas namun kurang detail.Menjelaskan keunikan pembuatannya secara sederhana.Belum mampu menjelaskan keunikan Kapal Pinisi.
Keterkaitan Tradisi LokalMenganalisis hubungan warisan maritim dengan festival air lokal secara kritis dan kontekstual.Menganalisis hubungan warisan maritim dengan festival air lokal secara tepat.Menganalisis hubungan warisan maritim dengan festival air lokal secara terbatas.Belum mampu menghubungkan warisan maritim dengan festival air lokal.
Kerapihan dan VisualisasiPeta pikiran disajikan sangat rapi, sistematis, menarik, dan mudah dipahami.Peta pikiran disajikan rapi dan sistematis.Peta pikiran disajikan cukup rapi namun kurang sistematis.Peta pikiran kurang rapi dan sulit dipahami.

Rubrik Penilaian Sikap Gotong Royong dan Bernalar Kritis

Kriteria PenilaianSangat Baik (4)Baik (3)Cukup (2)Perlu Bimbingan (1)
Gotong RoyongSelalu aktif bekerja sama, menghargai pendapat, dan membantu teman sekelompok.Aktif bekerja sama dan menghargai pendapat teman sekelompok.Cukup aktif bekerja sama jika diingatkan oleh guru.Pasif dan belum mau bekerja sama dalam kelompok.
Bernalar KritisSelalu mengajukan pertanyaan kritis dan memberikan ide-ide logis saat diskusi.Mengajukan pertanyaan dan memberikan ide logis saat diskusi.Sesekali mengajukan pertanyaan atau ide saat diskusi.Belum menunjukkan keaktifan bernalar kritis.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (Mindful Readiness).
  2. Salah satu peserta didik memimpin doa bersama.
  3. Guru melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  4. Guru menampilkan tayangan gambar singkat di Smart TV berupa relief kapal Borobudur bersanding dengan gambar festival perahu lokal sebagai bentuk pemantik awal.
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta manfaat mempelajari warisan kebudayaan perkapalan dan festival air bagi kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Langkah 1: Modeling & Constructivism (10 Menit)

  1. Guru menayangkan video dokumenter singkat berdurasi 3 menit yang memperlihatkan keindahan relief kapal Candi Borobudur dan proses pembuatan Kapal Pinisi melalui Smart TV.
  2. Peserta didik secara mindful mengamati visualisasi teknis perkapalan kuno tersebut.
  3. Guru memberikan penguatan konsep mendasar mengenai sejarah maritim Nusantara dan mengaitkannya dengan keberadaan tradisi air lokal di wilayah Wringin Anom dan sekitarnya.

Langkah 2: Inquiry & Questioning (10 Menit)

  1. Guru memicu daya nalar kritis peserta didik dengan pertanyaan: "Mengapa kapal kayu zaman dahulu bisa mengarungi samudera luas, dan nilai-nilai apa yang dimanfaatkan masyarakat lokal saat menggelar festival perahu?"
  2. Peserta didik secara individu mengidentifikasi masalah dan mencatat poin-poin visual penting yang mereka temukan dari tayangan media.

Langkah 3: Learning Community & Differentiation Process (15 Menit)

  1. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok heterogen (masing-masing 4-5 orang).
  2. Guru membagikan bahan ajar terintegrasi diferensiasi berdasarkan minat/gaya belajar visual peserta didik:
    • Kelompok A: Menggunakan lembar bergambar infografis relief Borobudur dan Kapal Pinisi.
    • Kelompok B: Menggunakan tayangan video pendek pada tablet/laptop dan ringkasan visual.
    • Kelompok C: Menggunakan artikel bergambar dan komik edukasi sejarah maritim & festival air.
  1. Setiap kelompok berdiskusi mengerjakan LKPD untuk menganalisis karakteristik kapal kuno, Kapal Pinisi, dan keterkaitannya dengan tradisi festival perahu lokal.

Langkah 4: Reflection & Authentic Assessment (15 Menit)

  1. Setiap kelompok menyusun hasil diskusinya ke dalam bentuk Peta Pikiran Kontekstual Visual pada kertas karton yang disiapkan.
  2. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas.
  3. Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan apresiatif.
  4. Guru memberikan konfirmasi, penguatan materi, serta melakukan penilaian autentik menggunakan rubrik yang telah ditetapkan.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting dari materi perkapalan kuno, relief Borobudur, Kapal Pinisi, dan festival perahu lokal.
  2. Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran terbimbing mengenai perasaan dan pemahaman yang diperoleh (Joyful & Meaningful Reflection).
  3. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh kelompok.
  4. Guru menyampaikan rencana materi untuk pertemuan berikutnya.
  5. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

  1. Mindful Learning: Peserta didik dilatih untuk fokus dan cermat mengamati detail struktur relief kapal Candi Borobudur melalui Smart TV, mengidentifikasi fungsi bagian-bagian kapal kuno tanpa terburu-buru.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan fakta sejarah kejayaan bahari Nusantara masa lalu dengan realitas kebudayaan sekitar tempat tinggal mereka, yaitu tradisi festival air lokal, sehingga memahami alasan pentingnya melestarikan kebudayaan tersebut.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran dirancang interaktif berbasis tayangan audio-visual kaya warna, diskusi kelompok kooperatif, dan pembuatan peta pikiran kreatif yang memfasilitasi gaya belajar visual peserta didik secara menyenangkan.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Guru menyediakan berbagai variasi bahan ajar sesuai kesiapan dan preferensi belajar visual peserta didik, meliputi:

  • Infografis berwarna berukuran besar mengenai relief Candi Borobudur dan Kapal Pinisi.
  • Cuplikan video animasi dan dokumenter sejarah maritim Indonesia.
  • Lembar bacaan bergambar (komik sejarah) yang menjelaskan tradisi festival air lokal.

Diferensiasi Proses

Saat diskusi kelompok berlangsung, guru memberikan pendampingan berjenjang (scaffolding):

  • Kelompok yang membutuhkan bimbingan ekstra dibantu dengan pertanyaan pemandu langsung dan kartu bergambar kontekstual.
  • Kelompok yang sudah mandiri diarahkan untuk melakukan analisis komparatif yang lebih mendalam antara teknologi kapal kuno dan kapal modern.

Diferensiasi Produk

Peserta didik diberikan kebebasan dalam menyajikan hasil analisis kelompok pada LKPD:

  • Boleh menyajikan dalam bentuk Peta Pikiran Kontekstual berwarna.
  • Boleh menyajikan dalam bentuk Poster Gambar Konseptual terstruktur.
  • Boleh menyajikan dalam bentuk Diagram Alur Komparatif bergambar.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop: Digunakan guru untuk mengolah dan menampilkan materi presentasi serta mengontrol alur media interaktif.
  2. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan gambar resolusi tinggi relief Candi Borobudur, video dokumenter Kapal Pinisi, dan rekaman visual festival perahu lokal agar dapat diamati secara jelas oleh seluruh peserta didik visual.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar digital terpercaya dan media pembelajaran berbasis web yang relevan dengan topik sejarah maritim dan kebudayaan air lokal.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
    • Video dokumenter relief kapal Borobudur dan pembuatan Kapal Pinisi.
    • Slide presentasi interaktif berbasis gambar resolusi tinggi.
    • Poster infografis kebaharian Nusantara dan festival air.
    • Kartu gambar fitur-fitur kapal kuno.
  1. Sumber Belajar:
    • Buku Teks Utama IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka.
    • Artikel Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
    • Dokumentasi Tradisi dan Festival Air Lokal Kabupaten/Kecamatan setempat.
    • Portal Resmi UNESCO mengenai Warisan Budaya Kapal Pinisi.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Anggota Kelompok1. .................................................
2. .................................................
3. .................................................
4. .................................................
5. .................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Nomor Absen..... / ..... / ..... / ..... / .....
Tanggal.................................................

Judul Aktivitas: Menelusuri Warisan Bahari Nusantara dan Festival Air Lokal

Tujuan Aktivitas

  1. Menganalisis ciri-ciri kapal kuno pada relief Candi Borobudur dan keunggulan Kapal Pinisi.
  2. Mengidentifikasi hubungan antara keahlian maritim masa lalu dengan tradisi festival perahu lokal saat ini.

Petunjuk Kerja

  1. Amatilah tayangan gambar/video mengenai relief kapal Candi Borobudur dan Kapal Pinisi yang ditampilkan guru pada Smart TV!
  2. Bacalah bahan ajar (infografis/artikel bergambar) yang telah dibagikan kepada kelompokmu!
  3. Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut bersama anggota kelompokmu!
  4. Tuangkan hasil diskusi kelompokmu ke dalam bentuk Peta Pikiran Kreatif pada kolom yang telah disediakan!

Pertanyaan Diskusi Kelompok

  1. Berdasarkan pengamatan visual pada relief Candi Borobudur, sebutkan 3 bagian unik dari kapal kuno Nusantara dan jelaskan perannya!

       Jawaban:...................................................................................................................................................................

  1. Mengapa Kapal Pinisi ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia? Sebutkan keunikan utama dalam pembuatan Kapal Pinisi!

    Jawaban:..................................................................................................................................................................

    1. Jelaskan bagaimana tradisi festival perahu di daerah lokal kita mencerminkan nilai-nilai sejarah perkapalan Nusantara masa lalu!

      Jawaban:..................................................................................................................................................................

      1. Tuliskan 2 upaya konkret yang dapat kalian lakukan sebagai siswa kelas V untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya maritim serta festival air lokal!

             Jawaban:...................................................................................................................................................................

        Lembar Kerja Peta Pikiran Kelompok

        (Buatlah peta pikiran visual mengenai: Kapal Relief Borobudur -> Kapal Pinisi -> Festival Perahu Lokal -> Upaya Pelestarian)

        Ruang Peta Pikiran Kreatif Kelompok










        REMEDIAL

        Program remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).

        1. Strategi Pembelajaran Remedial:
          • Pendampingan individu atau tutor sebaya menggunakan media gambar yang lebih sederhana dan spesifik.
          • Penjelasan ulang fokus pada perbedaan mendasar antara kapal relief Borobudur dan Kapal Pinisi menggunakan kartu bergambar (flashcard).
        1. Tugas Remedial:
          • Peserta didik mengamati kembali 2 gambar perahu (Kapal Borobudur dan Kapal Pinisi), kemudian mengisi tabel perbandingan sederhana yang memuat nama kapal, bahan pembuatan, dan keunikannya.
        Nama KapalBahan PembuatanKeunikan Utama
        Kapal Relief BorobudurKayu dengan teknik pasakMemiliki layar tanja dan cadik ganda
        Kapal PinisiKayu tanpa paku besiDirakit dengan pengetahuan tradisional suku Bugis

        PENGAYAAN

        Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah mencapai atau melampaui KKTP dengan ketuntasan sangat baik.

        1. Strategi Pembelajaran Pengayaan:
          • Penugasan mandiri berbasis riset sederhana menggunakan fasilitas internet sekolah.
        1. Tugas Pengayaan:
          • Peserta didik mencari informasi tambahan mengenai festival perahu hias dari daerah lain di Indonesia (misalnya Festival Perahu Kora-Kora dari Maluku atau Festival Sungai Martapura dari Kalimantan).
          • Peserta didik membuat ulasan bergambar ringkas tentang perbandingan antara festival air luar daerah tersebut dengan festival air lokal di sekitar sekolah.

        REFLEKSI GURU

        NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi dan Catatan Guru
        1Apakah seluruh peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan aktif melalui pemanfaatan media visual dan Smart TV?Seluruh peserta didik antusias mengamati tayangan visual Smart TV, gaya belajar visual mereka terfasilitasi dengan baik.
        2Kendala apa yang dihadapi selama proses pelaksanaan diskusi kelompok berbasis model CTL?Sebagian kelompok membutuhkan waktu lebih lama saat mengaitkan sejarah kuno dengan tradisi lokal.
        3Apakah pembagian diferensiasi bahan ajar (gambar, video, artikel) sudah berjalan efektif?Pembagian diferensiasi bahan ajar sangat membantu kelompok memahami materi sesuai tingkat kesiapan belajar.
        4Berapa persentase peserta didik yang mencapai ketuntasan tujuan pembelajaran pada pertemuan ini?Sebanyak 85 persen peserta didik telah mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dengan sangat baik.
        5Langkah perbaikan apa yang harus dilakukan untuk pembelajaran pada pertemuan berikutnya?Memberikan alokasi waktu tambahan pada sesi analisis keterkaitan kearifan lokal serta mengoptimalkan peran tutor sebaya.

        REFLEKSI PESERTA DIDIK

        NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban Peserta Didik
        1Bagian mana dari tayangan video atau gambar kapal kuno dan festival perahu yang paling kamu sukai?Saya sangat menyukai saat melihat gambar kapal relief Borobudur yang gagah dan megah di Smart TV.
        2Apakah kamu merasa mudah memahami materi hari ini dengan menggunakan gambar dan peta pikiran?Ya, sangat mudah karena gambarnya jelas dan pembuatan peta pikiran kelompok sangat menyenangkan.
        3Hal baru apa yang kamu pelajari tentang Kapal Pinisi dan tradisi festival perahu lokal kita?Saya baru tahu bahwa Kapal Pinisi dibuat tanpa paku besi dan diakui oleh dunia melalui UNESCO.
        4Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga tradisi perahu dan kebudayaan air di lingkunganmu?Saya akan ikut menyaksikan festival perahu lokal dan bangga menceritakannya kepada teman-teman.

        BAHAN BACAAN

        Bahan Bacaan Guru

        Nusantara memiliki jejak sejarah kebaharian yang sangat kuat. Pada abad ke-8 Masehi, kerajaan-kerajaan maritim di Nusantara telah menguasai jalur perdagangan laut kawasan Asia Tenggara. Bukti otentik keunggulan ini terpahat secara detail pada dinding Candi Borobudur berupa relief kapal bercadik. Teknologi perkapalan kuno ini terus berkembang hingga lahirnya Kapal Pinisi oleh suku Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan. Kapal Pinisi dibuat menggunakan prinsip-prinsip kearifan lokal yang selaras dengan alam, di mana konstruksi lambung dibuat terlebih dahulu sebelum pemasangan gading-gading kapal. Keahlian pembuatan kapal tradisional ini berakulturasi dengan budaya kemaritiman dalam bentuk tradisi perairan, seperti pesta laut, larung sesaji, dan festival perahu hias yang diadakan di berbagai daerah perairan Indonesia.

        Bahan Bacaan Peserta Didik

        Tahukah kamu bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah pelaut yang sangat hebat? Ribuan tahun yang lalu, para leluhur kita sudah bisa membuat kapal kayu besar yang tangguh. Kita bisa melihat bukti keberadaan kapal tersebut pada ukiran batu di dinding Candi Borobudur. Kapal tersebut memiliki cadik di sampingnya agar tidak mudah terbalik saat dihantam gelombang laut.

        Selain itu, Indonesia juga memiliki Kapal Pinisi dari Sulawesi Selatan. Kapal Pinisi sangat unik karena dibuat dari kayu tanpa menggunakan paku besi sama sekali. Kapal ini terkenal di seluruh dunia dan diakui oleh PBB melalui UNESCO. Sampai sekarang, kecintaan bangsa kita terhadap laut dan air diwujudkan dalam bentuk festival perahu atau pesta air di daerah kita. Melalui festival perahu, masyarakat berkumpul, menghias perahu, dan bersyukur atas rezeki air yang berlimpah.

        GLOSARIUM

        1. Relief: Seni pahat atau ukiran 3-dimensi yang dibuat di atas batu atau dinding bangunan kuno seperti candi.
        2. Cadik: Ciri khas perahu tradisional berupa bambu atau kayu yang dipasang di samping kanan-kiri lambung perahu untuk menjaga keseimbangan di atas air.
        3. Kapal Pinisi: Kapal layar tradisional khas suku Bugis-Makassar yang menggunakan dua tiang layar utama dan tujuh helai layar.
        4. Contextual Teaching & Learning (CTL): Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik.
        5. UNESCO: Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengakui warisan budaya dunia.
        6. Festival Air: Perayaan adat atau tradisi budaya masyarakat lokal di area perairan sebagai bentuk rasa syukur dan pelestarian nilai sejarah kebaharian.

        DAFTAR PUSTAKA

        1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
        2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
        3. Poesponegoro, M. D., & Notosusanto, N. (2019). Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno. Jakarta: Balai Pustaka.
        4. UNESCO. (2017). Pinisi, art of boatbuilding in South Sulawesi. Paris: UNESCO Intangible Cultural Heritage Section.

        LAMPIRAN

        Lembar Observasi Penilaian Kinerja Diskusi dan Presentasi

        NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
        1Keaktifan Pengamatan VisualSkor 4: Sangat fokus mengamati media visual dan mencatat seluruh detail.
        Skor 3: Fokus mengamati media visual dan mencatat sebagian besar detail.
        Skor 2: Cukup fokus mengamati media visual namun jarang mencatat detail.
        Skor 1: Tidak fokus mengamati media visual dan tidak mencatat.
        4
        2Kerjasama KelompokSkor 4: Bekerja sama sangat kompak, membagi tugas merata, dan saling membantu.
        Skor 3: Bekerja sama dengan baik dan membagi tugas dalam kelompok.
        Skor 2: Kurang bekerjasama, hanya didominasi oleh anggota tertentu.
        Skor 1: Tidak mau bekerjasama dan mengganggu anggota kelompok lain.
        4
        3Kemampuan Analisis KontekstualSkor 4: Mampu mengaitkan fakta kapal kuno, Pinisi, dan festival air lokal sangat logis.
        Skor 3: Mampu mengaitkan fakta kapal kuno, Pinisi, dan festival air lokal secara tepat.
        Skor 2: Cukup mampu mengaitkan fakta materi namun masih membutuhkan bimbingan.
        Skor 1: Belum mampu mengaitkan fakta materi secara logis.
        3
        4Kejelasan Penyampaian PresentasiSkor 4: Menyampaikan hasil diskusi sangat jelas, percaya diri, dan menjawab pertanyaan dengan tepat.
        Skor 3: Menyampaikan hasil diskusi dengan jelas dan percaya diri.
        Skor 2: Menyampaikan hasil diskusi kurang jelas dan ragu-ragu.
        Skor 1: Tidak mampu menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.
        4
         
        Mengetahui,
        Kepala Sekolah,
        Sri Anggriyani, S.Pd.
        NIP. 198004152008012016
         
        Situbondo, ___________2026
        Guru Kelas,
        Didik Sadi, S.Pd.
        NIP. 198406162025211130