IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Alur Laut Kepulauan Indonesia sebagai persilangan pelayaran internasional. |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Geografi, Sosial, dan Ekonomi) |
| Model Pembelajaran | : | Role Playing (Simulasi Peran) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Visual dan Kontekstual |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Integrasi kearifan lokal jalur pelabuhan tradisional/daerah serta diferensiasi peran pro dan kontra dalam simulasi debat maritim. |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Profil Peserta Didik
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar dominan visual dan kinetik-interaktif. Mereka lebih cepat memahami konsep abstrak melalui tayangan peta visual, animasi jalur transportasi, gambar interaktif, serta kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik atau bermain peran. Sebagian besar peserta didik telah familier dengan lingkungan maritim lokal, namun memerlukan bimbingan untuk menghubungkan kondisi lokal tersebut dengan konteks maritim global.
Pengetahuan Awal
Peserta didik sudah memahami letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan melalui peta sederhana. Namun, pemahaman mendalam mengenai fungsi strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), pentingnya jalur persilangan dunia, dan dampaknya terhadap perekonomian serta kedaulatan bangsa masih berada pada tingkat permukaan.
Kebutuhan Pembelajaran
Dibutuhkan stimulasi visual berbasis teknologi (Smart TV dan animasi peta digital) yang dipadukan dengan strategi pembelajaran aktif berupa Role Playing. Pendekatan ini dirancang untuk mengubah pengetahuan prosedural menjadi pemahaman mendalam (deep learning) melalui penalaran kritis mengenai posisi geopolitik Indonesia.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu mengemukakan pendapat kritis terkait posisi silang Indonesia, menganalisis hubungan antara letak geografis dengan jalur pelayaran internasional, serta memahami implikasi sosial, ekonomi, dan lingkungan dari keberadaan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) bagi masyarakat lokal maupun kedaulatan nasional.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Ranah Sikap (Afektif)
- Menunjukkan rasa bangga dan tanggung jawab terhadap keutuhan wilayah maritim Indonesia sebagai persilangan dunia melalui partisipasi aktif dalam simulasi kelompok.
- Menunjukkan sikap menghargai perbedaan pendapat dan kerja sama saat mendiskusikan Isu-isu strategis maritim lokal dan internasional.
Ranah Pengetahuan (Kognitif)
- Menganalisis alur letak 3 jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI I, II, dan III) serta keterhubungannya dengan pelabuhan internasional dan pelabuhan lokal secara kritis.
- Membandingkan dampak positif dan dampak negatif posisi silang pelayaran internasional bagi perekonomian lokal dan kedaulatan negara.
Ranah Keterampilan (Psikomotorik)
- Menyajikan hasil analisis posisi silang Indonesia melalui peragaan simulasi peran (Role Playing) peran pro dan kontra secara terstruktur dan kritis.
- Memetakan alur pelayaran internasional pada media peta visual interaktif yang dihubungkan dengan titik pelabuhan daerah.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Posisi silang Indonesia bukan hanya sekadar catatan letak astronomis atau geografis di atas peta, melainkan sebuah jembatan emas dan perisai strategis dunia. Keberadaan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) menjadikan Indonesia sebagai pusat perlintasan perdagangan global yang berpengaruh langsung terhadap taraf hidup masyarakat di sekitar pelabuhan lokal. Pemahaman mendalam ini menanamkan kesadaran bahwa menjaga kelautan adalah bagian dari menjaga kedaulatan dan kesejahteraan bangsa.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa kapal-kapal besar dari negara maju seperti Jepang, Tiongkok, atau negara-negara Eropa harus melewati laut di sekitar pulau-pulau tempat kita tinggal?
- Apa yang akan terjadi pada kehidupan pedagang atau nelayan di pelabuhan lokal kita jika alur pelayaran internasional di laut Indonesia ditutup total?
- Jika posisi laut kita sangat menguntungkan secara ekonomi, mengapa posisi ini juga bisa mendatangkan bahaya atau ancaman bagi keamanan dan lingkungan Indonesia?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Mampu mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi geopolitik serta mengevaluasi dampak persilangan pelayaran dunia.
- Gotong Royong: Berkolaborasi dalam kelompok simulasi untuk menyelesaikan tugas simulasi peran dan penyusunan argumen.
- Berkebinekaan Global: Memahami bahwa Indonesia merupakan bagian integral dari sistem hubungan maritim internasional.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati tayangan visual peta pelayaran, mengaitkannya dengan pengalaman keseharian di daerah pesisir/pelabuhan lokal.
- Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan konsep geografis ALKI dengan kehidupan ekonomi nyata dan isu keamanan maritim.
- Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan belajar melalui peragaan dinamika peran (Role Playing) yang interaktif dan menantang.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar ALKI dan Posisi Silang Indonesia
Indonesia terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) serta dua samudra (Hindia dan Pasifik). Kondisi geografis ini menciptakan jalur persilangan lalu lintas dunia yang sangat padat. Untuk mengatur lalu lintas kapal asing, ditetapkan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI):
- ALKI I: Melintasi Laut Natuna, Selat Sunda, Laut Jawa, hingga Selat Karimata (menghubungkan Laut Cina Selatan ke Samudra Hindia).
- ALKI II: Melintasi Selat Lombok, Makassar, dan Laut Sulawesi (jalur penting angkutan minyak dan barang berat).
- ALKI III: Melintasi Samudra Pasifik, Selat Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai, hingga Laut Sawu.
Integrasi Kearifan Lokal dan Pelabuhan Daerah
Hubungan antara lalu lintas maritim internasional dan pelabuhan lokal di sekitar Wringin Anom / Jawa Timur (seperti akses Pelabuhan Tanjung Perak dan dermaga-dermaga niaga pendukung). Keberadaan pelabuhan lokal ini menjadi penyokong rantai pasok barang impor dan ekspor yang diangkut oleh kapal-kapal asing melalui alur ALKI.
Analisis Dampak Posisi Silang
- Dampak Positif: Meningkatkan pendapatan negara dari sektor maritim, memperluas kesempatan kerja di area pelabuhan lokal, mempercepat transfer teknologi dan perdagangan goods/services.
- Dampak Negatif / Tantangan: Risiko pencemaran laut akibat tumpahan minyak kapal asing, ancaman masuknya barang ilegal/penyelundupan, serta tantangan kedaulatan keamanan laut jika tidak dijaga secara ketat.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Role Playing (Simulasi Peran)
Sintaks Role Playing yang diterapkan:
- Pemanasan dan pemotretan masalah melalui media visual.
- Pemilihan pemeran (pembagian peran pro dan kontra).
- Menata panggung simulasi (Konferensi Maritim Internasional Wringin Anom).
- Pelaksanaan simulasi drama/debat peran.
- Diskusi dan evaluasi performa serta substansi argumen.
- Berbagi pengalaman dan penarikan kesimpulan umum.
Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning
- Mindful Learning: Pengamatan mendalam terhadap pergerakan kapal dunia secara real-time/simulasi visual.
- Meaningful Learning: Kontekstualisasi jalur internasional dengan eksistensi pelabuhan dan kegiatan ekonomi lokal.
- Joyful Learning: Pembelajaran berbasis drama interaktif dan ekspresi argumentatif.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Awal)
- Teknik: Kuis Visual Singkat (Menunjukkan gambar peta ALKI di Smart TV dan meminta peserta didik menebak arah alur kapal).
- Instrumen: Lembar ceklis kesiapan awal pemahaman geografi.
Asesmen Formatif (Proses)
- Teknik: Observasi Kinerja dan Analisis Diskusi Kelompok saat Role Playing.
- Instrumen: Lembar Observasi Unjuk Kerja (Sikap Kritis, Kerjasama, dan Penguasaan Peran).
Asesmen Sumatif (Akhir)
- Teknik: Penilaian Penugasan Individu/Kelompok pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
- Instrumen: Soal uraian berbasis Studi Kasus Dampak ALKI dan Rekomendasi Solusi.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Unjuk Kerja (Role Playing & Debat Kritis)
| No | Kriteria / Aspek | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Penguasaan Konsep ALKI & Posisi Silang | Menyampaikan argumen berbasis data ALKI dan keterkaitan pelabuhan lokal secara sangat akurat dan mendalam. | Menyampaikan argumen berbasis data ALKI dengan akurat namun keterkaitan lokal belum detail. | Menyampaikan konsep ALKI dengan cukup baik, namun terdapat beberapa kekeliruan data. | Belum memahami konsep ALKI dan posisi silang dalam penyampaian peran. |
| 2 | Kemampuan Penalaran Kritis | Mampu menganalisis dampak pro dan kontra secara mendalam serta memberikan solusi inovatif. | Mampu menganalisis dampak pro dan kontra dengan jelas tanpa solusi yang rinci. | Hanya mampu menyebutkan dampak tanpa memberikan analisis sebab-akibat. | Belum mampu menunjukkan penalaran kritis terkait isu persilangan laut. |
| 3 | Keaktifan & Peragamaan Peran | Memerankan karakter dengan sangat penghayatan, komunikatif, dan ekspresif secara visual-kinestetik. | Memerankan karakter dengan baik dan komunikatif. | Memerankan karakter namun masih terlihat canggung dan kurang percaya diri. | Pasif dan tidak menjalankan peran yang diberikan. |
| 4 | Kolaborasi Kelompok | Sangat aktif memandu tim, mendengarkan pendapat rekan, dan menyusun strategi bersama. | Aktif bekerja sama dan membantu anggota kelompoknya. | Cenderung bekerja mandiri dalam kelompok, kurang koordinasi. | Tidak berkontribusi dalam kerja kelompok. |
Rubrik Penilaian Pengetahuan (LKPD)
| No | Kriteria / Aspek | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kelengkapan Analisis Jalur ALKI | Menyebutkan dan menjelaskan 3 jalur ALKI serta dampaknya pada pelabuhan lokal secara sempurna. | Menyebutkan 3 jalur ALKI dan dampaknya dengan cukup jelas. | Menyebutkan 2 jalur ALKI dengan penjelasannya yang terbatas. | Hanya menyebutkan 1 jalur ALKI tanpa penjelasan dampak. |
| 2 | Kedalaman Argumentasi Kritis | Jawaban tertulis menunjukkan pemikiran logis, runtut, dan menyertakan bukti empiris/ visual. | Jawaban tertulis menunjukkan pemikiran logis dan jelas. | Jawaban tertulis singkat dan kurang mendukung argumen utama. | Jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan yang diberikan. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (15 Menit)
- Pembukaan dan Pengondisian Kelas: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kerapian, dan berdoa bersama.
- Apersepsi Visual (Mindful Learning): Guru menampilkan tayangan video singkat animasi pergerakan kapal lalu lintas dunia melalui Smart TV. Peserta didik diminta mengamati secara seksama posisi kepulauan Indonesia.
- Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan: "Coba perhatikan, mengapa kapal-kapal raksasa dari luar negeri ini selalu ramai melintasi laut kita? Apa dampaknya bagi pelabuhan di daerah kita?"
- Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini dan skenario Role Playing yang akan dilaksanakan.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Orientasi Masalah dan Eksplorasi Visual (15 Menit)
- Guru mempresentasikan Peta Digital ALKI (I, II, III) pada Smart TV.
- Peserta didik secara aktif-visual mendemonstrasikan garis alur pelayaran di depan layar Smart TV.
- Guru mengintegrasikan konteks kearifan lokal dengan mendiskusikan aktivitas pelabuhan niaga lokal yang terhubung dengan alur internasional tersebut.
Tahap 2: Pengorganisasian Kelompok dan Peran (10 Menit)
- Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok utama untuk kegiatan Role Playing "Sidang Maritim Nusantara":
- Kelompok 1: Tim Kementerian Perhubungan & Maritim RI (Pemerintah/Netral-Regulator).
- Kelompok 2: Tim Pengusaha Kapal Internasional (Pro-Pelayaran Bebas).
- Kelompok 3: Tim Pengelola Pelabuhan Lokal & Nelayan Wringin Anom (Pro-Pengembangan Ekonomi Lokal).
- Kelompok 4: Tim Aktivis Lingkungan & Keamanan Laut (Kontra-Dampak Pencemaran dan Ancaman Kedaulatan).
- Guru membagikan lembar panduan karakter dan tugas argumen kepada masing-masing kelompok.
Tahap 3: Penyusunan Argumen dan Persiapan Simulasi (15 Menit)
- Setiap kelompok berdiskusi secara mendalam (Meaningful Learning) menggunakan bahan bacaan dan bantuan akses internet untuk mengumpulkan fakta.
- Tim Pro menyusun argumen keuntungan ekonomi dan keterbukaan jalur pelayaran.
- Tim Kontra menyusun argumen bahaya kebocoran limbah kapal, penangkapan ikan ilegal, serta pelanggaran batas wilayah.
Tahap 4: Pelaksanaan Role Playing (Joyful Learning) (20 Menit)
- Ruang kelas diset menjadi ruang "Sidang Maritim Nusantara".
- Masing-masing wakil kelompok memperagakan peran mereka secara bergantian di depan kelas.
- Terjadi interaksi debat terarah antara Tim Pengusaha Kapal Internasional, Pengelola Pelabuhan Lokal, dan Aktivis Lingkungan yang dipandu oleh Tim Kementerian Perhubungan.
- Peserta didik mengekspresikan pendapat kritis secara lisan disertai gerakan tubuh yang sesuai dengan karakternya.
Tahap 5: Debriefing dan Diskusi Terbuka (15 Menit)
- Guru menghentikan simulasi peran dan mengajak seluruh peserta didik kembali ke posisi semula.
- Peserta didik melakukan refleksi atas peran yang dimainkan.
- Guru memfasilitasi pemikiran kritis dengan menanyakan: "Setelah memerankan berbagai sudut pandang tadi, menurut kalian bagaimana posisi terbaik Indonesia dalam mengelola ALKI ini?"
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Penyimpulan Bersama: Guru bersama peserta didik merumuskan kesimpulan utama mengenai posisi strategis ALKI, dampak positif-negatif, serta pentingnya menjaga kedaulatan maritim.
- Penilaian Sumatif: Peserta didik mengisi LKPD berbasis studi kasus mandiri/pasangan.
- Refleksi Singkat: Peserta didik menyampaikan perasaan mereka selama pembelajaran berlangsung.
- Tindak Lanjut dan Penutup: Guru memberikan penugasan pengayaan/remedial dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna dan Kesadaran Penuh)
Peserta didik dilatih untuk secara sadar mengamati fenomena geografis melalui peta interaktif. Mereka tidak sekadar menghafal nama selat atau alur ALKI, melainkan menyadari secara utuh bahwa ruang laut tempat tinggal mereka merupakan bagian penting dari urat nadi transportasi dunia.
Meaningful Learning (Pembelajaran Relevan dan Kontekstual)
Pembelajaran dikaitkan secara langsung dengan realitas ekonomi lokal, yaitu pelabuhan daerah dan kehidupan masyarakat pesisir. Peserta didik memahami bahwa harga barang, ketersediaan bahan bakar, dan lapangan kerja di daerah mereka memiliki keterkaitan dengan lancarnya lalu lintas pelayaran internasional di ALKI.
Joyful Learning (Pembelajaran Menggembirakan)
Melalui metode Role Playing, pembelajaran menjadi dinamis, ekspresif, dan menyenangkan. Peserta didik mengalami sendiri bagaimana menjadi seorang menteri, pengusaha, nelayan lokal, atau aktivis lingkungan, sehingga konsep kritis dapat diserap tanpa rasa jenuh atau tertekan.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan media materi dalam bentuk peta visual beranimasi (untuk peserta didik visual), ringkasan teks naratif singkat, dan rekaman penjelasan audio-grafis tentang ALKI.
Diferensiasi Proses
Mengelompokkan peserta didik berdasarkan peran pro dan kontra dalam simulasi debat. Peserta didik yang membutuhkan tantangan lebih ditempatkan sebagai penyusun argumen kritis/regulator, sedangkan peserta didik yang membutuhkan dorongan percaya diri diberikan peran narator atau peraga aksi kinestetik.
Diferensiasi Produk
Hasil akhir pemahaman dapat disajikan dalam bentuk lembar kerja analitis tertulis, peta konsep visual berpola alur, atau rekaman presentasi lisan singkat sesuai dengan kecenderungan bakat peserta didik.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk menayangkan peta digital interaktif, animasi rute pelayaran kapal internasional, dan video kondisi pelabuhan.
- Laptop: Digunakan oleh guru untuk mengontrol simulasi pergerakan kapal dan media presentasi interaktif.
- Internet: Digunakan untuk mengakses aplikasi pelacak posisi kapal dunia (misalnya visualisasi interaktif pergerakan kapal) untuk memberikan gambaran nyata kepadatan ALKI kepada peserta didik secara real-time.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
- Media:
- Peta Visual ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia I, II, dan III).
- Video Animasi "Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia".
- Kartu Peran (Role Cards) Sidang Maritim Nusantara.
- Papan Tulis Interaktif / Smart TV.
- Sumber Belajar:
- Buku Panduan Guru dan Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka.
- Peta Atlas Indonesia dan Dunia Modern.
- Artikel kontekstual kearifan lokal mengenai aktivitas pelabuhan niaga lokal.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | |
| Kelas / No. Absen | Kelas V / |
| Tanggal |
Judul Aktivitas: Menganalisis Posisi Silang Indonesia dan Alur Laut Kepulauan (ALKI)
Petunjuk Kerja
- Amati gambar Peta Jalur ALKI yang ditayangkan di Smart TV atau yang terdapat pada lembar LKPD ini.
- Bacalah studi kasus singkat di bawah ini dengan cermat.
- Jawablah pertanyaan-pertanyaan kritis secara mandiri dan jujur!
Studi Kasus
Sebuah kapal tanker raksasa berbendera asing melintasi Selat Lombok yang termasuk dalam jalur ALKI II. Kapal tersebut membawa barang dagangan bernilai miliaran rupiah dari Australia menuju Tiongkok. Saat melintas di dekat perairan tempat pelabuhan lokal berada, kapal tersebut mengalami gangguan mesin minor dan sempat membuang sisa air ballast yang berpotensi mencemari lingkungan perairan lokal. Di sisi lain, kehadiran alur kapal internasional ini membuat pelabuhan lokal kita berpeluang menjadi tempat persinggahan isi ulang bahan bakar dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Pertanyaan Analisis Kritis
- Berdasarkan peta ALKI, sebutkan alur ALKI berapakah yang dilintasi oleh kapal tersebut dan sebutkan 2 selat/laut lain yang termasuk dalam alur tersebut!
Jawaban:
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
- Jelaskan 2 keuntungan ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat di sekitar pelabuhan lokal kita dengan adanya lalu lintas kapal internasional tersebut!
Jawaban:
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
- Sebutkan 2 potensi bahaya atau dampak negatif yang dapat mengancam lingkungan atau keamanan laut lokal kita akibat tingginya arus pelayaran kapal asing!
Jawaban:
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
- Jika kamu menjadi Menteri Kelautan Indonesia, langkah atau aturan tegas apa yang akan kamu buat agar laut Indonesia tetap aman tetapi ekonomi dari perdagangan kapal asing tetap berjalan lancar? Berikan pendapat kritis mu!
Jawaban:
....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
REMEDIAL
Program Bimbingan Remedial
Diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP) dalam menganalisis peta ALKI dan dampak posisi silang.
Langkah Kegiatan Remedial
- Guru memberikan pendampingan individu (One-on-One) dengan memanfaatkan media peta visual timbul atau maket peta digital yang lebih sederhana.
- Peserta didik dipandu ulang menelusuri 1 jalur ALKI utama (misal: ALKI I) dan menyebutkan 1 dampak positif serta 1 dampak negatif secara lisan.
- Memberikan soal latihan penyederhanaan berbasis gambar visual.
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan kriteria sangat baik.
Langkah Kegiatan Pengayaan
- Peserta didik diberikan tugas proyek mini: "Merancang Konsep Pelabuhan Lokal Masa Depan".
- Peserta didik diminta membuat sketsa/gambar visual desain pelabuhan di daerah setempat yang dilengkapi dengan fasilitas pencegah pencemaran laut dan fasilitas perdagangan internasional.
- Hasil karya dipresentasikan di depan kelas atau ditempel pada mading sekolah.
REFLEKSI GURU
| No | Aspek Refleksi Guru | Hasil Refleksi dan Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Keberhasilan Model Role Playing | Penggunaan model Role Playing berhasil meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik secara visual dan kinestetik. Peserta didik terlihat sangat bersemangat saat menyampaikan pendapat sesuai karakter peran pro dan kontra. |
| 2 | Kendala dalam Pembelajaran | Pengelolaan waktu saat peralihan dari tahap simulasi drama ke diskusi terarah agak memakan waktu lebih lama karena antusiasme argumen peserta didik yang tinggi. |
| 3 | Tingkat Pemahaman Kritis Peserta Didik | Sebagian besar peserta didik (sekitar 85%) sudah mampu mengorelasikan antara jalur pelayaran ALKI dengan dampak ekonomi lokal serta tantangan kedaulatan laut secara kritis. |
| 4 | Perbaikan untuk Pertemuan Berikutnya | Guru perlu memperjelas batasan waktu untuk masing-masing pembicara dalam simulasi drama peran agar seluruh alokasi waktu kegiatan inti berjalan efisien sesuai rencana. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Aspek Refleksi Peserta Didik | Tanggapan / Perasaan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian kegiatan mana yang paling menyenangkan hari ini? | Saat menjadi pemain peran dalam Sidang Maritim Nusantara dan bisa berdebat menyuarakan pendapat sebagai menteri dan aktivis lingkungan. |
| 2 | Apa hal baru yang kamu pahami tentang laut Indonesia setelah belajar hari ini? | Saya baru tahu bahwa laut di dekat daerah kita dilewati oleh kapal-kapal raksasa dari seluruh dunia (ALKI) dan itu sangat berpengaruh pada ekonomi kita. |
| 3 | Bagian mana yang menurutmu paling sulit dipahami? | Mengingat nama-nama selat dan membedakan pembagian jalur antara ALKI I, ALKI II, dan ALKI III pada peta. |
| 4 | Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga kebersihan laut di sekitar tempat tinggalmu? | Tidak membuang sampah plastik ke sungai atau laut agar perairan kita tetap bersih dan indah saat dilihat dunia. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Posisi geopolitik Indonesia sebagai poros maritim dunia didasarkan pada Deklarasi Djuanda 1957 dan UNCLOS 1982. Pengpenetapan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) merupakan bentuk hak lintas alur laut kepulauan bagi kapal asing tanpa mengabaikan kedaulatan NKRI. Penataan ALKI I, II, dan III dirancang untuk menyeimbangkan kepentingan navigasi internasional dengan keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, serta pertahanan negara. Pemahaman ini penting ditransformasikan secara kontekstual kepada peserta didik sekolah dasar melalui pendekatan geografi sosial yang aplikatif.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu mengapa Indonesia disebut sebagai Negara Maritim yang sangat kaya? Selain memiliki banyak pulau, laut Indonesia terletak di posisi silang dunia! Kapal-kapal besar pelaut dari berbagai negara seperti Singapura, Jepang, Amerika, dan Australia melewati laut kita yang disebut ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia). Lewat alur ini, barang-barang yang kita pakai sehari-hari bisa dijual ke luar negeri, dan barang dari luar negeri bisa sampai ke Indonesia. Tapi ingat, laut kita yang indah ini harus dijaga ketat agar kapal-kapal asing tidak merusak terumbu karang dan tidak membuang limbah sembarangan!
GLOSARIUM
- ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia): Alur laut yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk perlintasan kapal asing yang berlayar secara damai melintasi kepulauan Indonesia.
- Posisi Silang: Letak suatu wilayah yang berada di antara dua benua dan dua samudra sehingga menjadi titik temu jalur lalu lintas dunia.
- Kedaulatan Maritim: Kekuasaan tertinggi dan hak penuh suatu negara untuk mengatur, mengelola, serta melindungi wilayah lautnya dari ancaman luar.
- Water Ballast (Air Ballast): Air pemberat yang disimpan pada tangki kapal untuk menjaga keseimbangan kapal saat berlayar.
- Role Playing: Model pembelajaran yang dilakukan melalui drama penokohan/simulasi peran untuk memecahkan suatu masalah sosial atau konsep.
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Badan Informasi Geospasial. (2020). Atlas Tematik Wilayah Pesisir dan Laut Indonesia. Cibinong: BIG.
- Sekretariat Dewan Ketahanan Nasional. (2019). Geopolitik Maritim Indonesia dan Pengelolaan ALKI. Jakarta: Setjen Wantannas.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan (Role Playing)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Penalaran Kritis Posisi ALKI | Belum mampu menyampaikan argumen yang masuk akal terkait ALKI. | Mampu menyampaikan argumen sederhana namun tidak disertai alasan yang jelas. | Mampu menganalisis dampak posisi ALKI dengan alasan yang logis. | Mampu menganalisis dampak pro-kontra ALKI secara mendalam dan memberikan solusi kritis. | |
| 2 | Komunikasi dan Peragamaan Peran | Pasif, tidak mengeluarkan suara, dan tidak menunjukkan ekspresi peran. | Berbicara singkat, canggung, dan kurang sesuai dengan karakter peran. | Berbicara jelas, percaya diri, dan sesuai dengan karakter peran yang dibawakan. | Sangat komunikatif, ekspresif visual-kinestetik, dan sangat menghayati peran. | |
| 3 | Kerjasama Kelompok | Tidak mau berpartisipasi dan mengganggu kerja kelompok. | Berpartisipasi hanya jika diperintah oleh teman kelompoknya. | Aktif berdiskusi dan membantu menyelesaikan tugas kelompok. | Sangat aktif, memimpin/mengorganisasi diskusi, dan saling mendukung teman. | |
| 4 | Keterkaitan Kontekstual Lokal | Tidak mampu menghubungkan materi ALKI dengan pelabuhan lokal. | Menyebutkan nama pelabuhan lokal namun tanpa ada penjelasan fungsi. | Menjelaskan keterkaitan pelabuhan lokal dengan jalur perdagangan secara cukup baik. | Menganalisis keterkaitan pelabuhan lokal dengan ALKI secara akurat dan komprehensif. |