IDENTITAS MODUL
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Jalur Perdagangan Dunia (ALKI) |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS |
| Model Pembelajaran | : | Role-Play / Debat Terbimbing |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi peran pro-kontra debat; Kearifan lokal jalur pelabuhan tradisional nusantara |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik kelas V memiliki gaya belajar dominan visual, sehingga sangat terbantu melalui penyajian media gambar, video, dan infografis peta jalur laut. Secara kognitif, peserta didik masih berada pada tahap transisi dalam memahami konsep abstrak geopolitik dan ekonomi internasional. Oleh karena itu, materi jalur perdagangan dunia dan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) perlu dikonkretkan melalui simulasi peran dan pengaitan dengan aktivitas ekonomi maritim lokal yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Kesiapan Belajar
Sebagian besar peserta didik belum memahami konsep dasar mengenai posisi strategis Indonesia sebagai poros maritim dunia dan fungsi jalur perdagangan internasional. Pembelajaran dirancang dari tingkat konkret (aktivitas pelabuhan lokal) menuju tingkat abstrak (regulasi ALKI dan arus logistik global) dengan dukungan visual yang kuat.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu mengemukakan pendapat kritis terkait posisi silang Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya bangsa dalam konteks lokal, nasional, dan global.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui pengamatan peta interaktif dan video pembelajaran, peserta didik dapat mengidentifikasi letak dan fungsi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dengan benar.
- Melalui kegiatan debat terbimbing dan role-play, peserta didik dapat mengemukakan argumen pro dan kontra terkait pemanfaatan jalur perdagangan internasional bagi kedaulatan dan ekonomi bangsa secara kritis.
- Melalui refleksi bermakna, peserta didik dapat menghubungkan pentingnya jalur pelayaran internasional dengan aktivitas perdagangan di pelabuhan atau wilayah pesisir terdekat.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra yang menjadikannya jalur utama perdagangan dunia. Pengelolaan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) secara tepat tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi bagi kesejahteraan bangsa, tetapi juga menuntut kesadaran tinggi dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa banyak kapal dari berbagai negara melintasi perairan laut Indonesia setiap hari?
- Apa keuntungan dan tantangan bagi negara kita karena menjadi jalur pelayaran utama dunia?
- Bagaimana kapal-kapal besar yang melintas di laut dapat membantu perekonomian masyarakat di daerah pesisir?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia: Menunjukkan rasa syukur atas kekayaan geografis nusantara.
- Berkebhinekaan global: Memahami posisi Indonesia dalam ekosistem perdagangan dan pergaulan antarnegara di dunia.
- Bernalar kritis: Mampu menganalisis dampak positif dan negatif dari keberadaan jalur perdagangan internasional bagi bangsa Indonesia.
- Gotong royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun argumen dan menampilkan peran dalam debat terbimbing.
Kompetensi Abad ke-21
- Berpikir Kritis (Critical Thinking)
- Kreativitas (Creativity)
- Komunikasi (Communication)
- Kolaborasi (Collaboration)
MATERI PEMBELAJARAN
- Konsep Dasar Posisi Silang Indonesia (Letak Geografis).
- Pengertian dan Fungsi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI I, II, dan III).
- Peran Jalur Perdagangan Internasional bagi Perekonomian Global dan Nasional.
- Integrasi Kearifan Lokal: Aktivitas bongkar muat dan distribusi barang di pelabuhan/jalur pelayaran tradisional nusantara.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Role-Play / Debat Terbimbing
Pendekatan Pembelajaran
Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful Learning)
ASESMEN
Asesmen Diagnostik
Dilakukan di awal pembelajaran melalui tanya jawab singkat mengenai kapal kargo dan laut Indonesia untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta didik.
Asesmen Formatif
Penilaian proses selama kegiatan diskusi kelompok, partisipasi aktif dalam simulasi role-play/debat, serta kemampuan mengemukakan pendapat kritis.
Asesmen Sumatif
Penilaian tertulis berbentuk soal evaluasi pemahaman konsep ALKI dan rubrik unjuk kerja kemampuan berpendapat kritis.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Keterampilan Berpendapat Kritis (Debat Terbimbing)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 4 (Sangat Baik) | Kriteria Skor 3 (Baik) | Kriteria Skor 2 (Cukup) | Kriteria Skor 1 (Kurang) | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kejelasan Argumen | Menyampaikan pendapat sangat jelas, runtut, dan logis sesuai peran. | Menyampaikan pendapat jelas dan runtut, namun kurang mendalam. | Pendapat kurang jelas dan sulit dipahami oleh audiens. | Tidak mampu menyampaikan pendapat terkait peran yang diberikan. | |
| 2 | Penggunaan Bukti/Fakta | Menggunakan data atau fakta geografi/ekonomi yang akurat dan relevan. | Menggunakan data/fakta, namun kurang spesifik pada konteks materi. | Data/fakta yang digunakan kurang akurat atau tidak relevan. | Tidak menggunakan data atau fakta pendukung sama sekali. | |
| 3 | Sikap Demokratis | Menghargai pendapat kelompok lawan, mendengarkan aktif, dan tidak emosional. | Cukup menghargai pendapat lawan, sesekali menyela pembicaraan. | Kurang menghargai pendapat lawan dan mendominasi pembicaraan. | Bersikap tidak sopan dan mengganggu jalannya kegiatan debat. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengajak peserta didik berdoa (Mindful Learning).
- Guru menayangkan video singkat atau gambar kapal kargo raksasa yang melintasi perairan laut Indonesia melalui Smart TV (Visual Engagement).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik mengenai mengapa kapal tersebut melewati laut Indonesia.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan yang akan dilaksanakan hari ini dengan penuh antusias (Joyful Learning).
Kegiatan Inti (75 Menit)
- Eksplorasi Konsep (Meaningful Learning): Guru menjelaskan materi dasar mengenai posisi silang Indonesia, peta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), serta menghubungkannya dengan aktivitas ekonomi di pelabuhan lokal menggunakan media visual interaktif.
- Diferensiasi Peran dan Persiapan: Peserta didik dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok mendapatkan peran berbeda berdasarkan diferensiasi kesiapan belajar dan minat (Kelompok Pemerhati Ekonomi, Kelompok Penjaga Kedaulatan, Kelompok Masyarakat Pesisir/Lokal).
- Simulasi Role-Play / Debat Terbimbing: Perwakilan kelompok berpartisipasi dalam debat terbimbing dengan skenario pro dan kontra pemanfaatan jalur perdagangan internasional dan pengamanan wilayah laut. Guru membimbing jalannya diskusi agar suasana tetap kondusif, interaktif, dan menyenangkan (Joyful Learning).
- Penguatan Pemahaman: Guru memberikan apresiasi atas setiap argumen yang disampaikan dan meluruskan konsep yang masih keliru mengenai fungsi strategis ALKI.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting materi pembelajaran hari ini.
- Peserta didik melakukan refleksi mandiri mengenai proses belajar yang telah dilalui (Mindful Learning).
- Guru memberikan penguatan karakter tentang pentingnya mencintai dan menjaga kekayaan maritim tanah air.
- Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik diajak fokus mengamati tayangan visual pelayaran laut dan meresapi makna strategis posisi geografis Indonesia bagi kehidupan berbangsa.
Meaningful Learning
Peserta didik menghubungkan konsep abstrak jalur perdagangan global (ALKI) dengan realitas ekonomi di pelabuhan atau aktivitas nelayan/pedagang di daerah sekitar mereka.
Joyful Learning
Pembelajaran dirancang melalui simulasi peran dan debat terbimbing yang interaktif, menantang, dan menyenangkan sehingga membangkitkan antusiasme belajar peserta didik.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Penyajian materi dilakukan melalui beragam moda, yaitu peta interaktif digital, infografis visual jalur ALKI, dan cerita naratif tentang kehidupan masyarakat pesisir lokal.
Diferensiasi Proses
Guru memberikan bimbingan berjenjang (scaffolding). Kelompok dengan pemahaman awal yang masih rendah mendapat pendampingan khusus dalam menyusun argumen peran, sedangkan kelompok mahir diberikan tantangan analisis kasus yang lebih kompleks.
Diferensiasi Produk
Peserta didik diberikan kebebasan dalam menyampaikan hasil pemahaman kelompok, baik melalui lisan dalam debat, presentasi visual singkat, maupun tulisan poin argumen kreatif.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop dan Smart TV digunakan untuk menayangkan video animasi rute pelayaran kapal dunia dan peta digital ALKI.
- Akses internet digunakan guru untuk memperbarui data informasi kemaritiman dan pelabuhan terkini sebagai bahan pengayaan materi.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Peta Interaktif Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).
- Video dokumenter aktivitas pelabuhan dan kapal kargo internasional.
- Kartu peran (Role-Play Card) untuk kegiatan debat terbimbing.
Sumber Belajar
- Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka.
- Lingkungan sekitar dan kearifan lokal terkait aktivitas pelabuhan atau perdagangan pesisir.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | ........................................................................ |
| Kelas | V (Lima) |
| Nomor Absen | ........................................................................ |
| Tanggal Kegiatan | ........................................................................ |
Judul LKPD: Menjelajah Jalur Perdagangan Dunia dan ALKI
Petunjuk Pengerjakan
- Amati peta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang ditampilkan di depan kelas.
- Diskusikan bersama kelompokmu mengenai peran yang telah ditentukan (Pro, Kontra, atau Pengamat).
- Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan kritis dan cermat!
Soal Latihan
- Apa yang dimaksud dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan sebutkan pembagian jalurnya secara singkat!
- Tuliskan dua keuntungan bagi Indonesia dengan dijadikannya wilayah perairan kita sebagai jalur perdagangan internasional!
- Tuliskan satu tantangan atau dampak negatif yang harus diwaspadai negara kita terhadap kapal asing yang melintas!
- Bagaimana kaitan antara jalur pelayaran internasional dengan kehidupan ekonomi masyarakat di pelabuhan atau daerah pesisir?
REMEDIAL
- Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran berdasarkan hasil asesmen formatif.
- Bentuk remedial berupa bimbingan kelompok kecil dengan pendekatan visual yang lebih sederhana dan konkrit mengenai peta wilayah laut Indonesia serta fungsi jalur perdagangan.
PENGAYAAN
- Diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai atau melampaui tujuan pembelajaran.
- Bentuk pengayaan berupa penugasan membaca artikel singkat tentang strategi Indonesia menjadi poros maritim dunia dan membuat catatan refleksinya.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Catatan Evaluasi Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam kegiatan role-play dan debat terbimbing? | |
| 2 | Kendala apa saja yang dihadapi saat peserta didik menyampaikan pendapat kritis? | |
| 3 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pembelajaran materi geografi berikutnya? |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Jawaban Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai? | |
| 2 | Tantangan apa yang kamu rasakan saat menyusun argumen dalam kelompok? | |
| 3 | Hal baru apa yang kamu pelajari tentang laut Indonesia hari ini? |
BAHAN BACAAN
Indonesia adalah Negara Kepulauan terbesar di dunia yang memiliki posisi silang strategis di antara Benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Posisi ini menjadikan perairan Indonesia sebagai jalur utama pelayaran dan perdagangan internasional. Untuk mengatur lalu lintas kapal asing demi menjaga kedaulatan dan keamanan negara, pemerintah menetapkan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang dibagi menjadi ALKI I, ALKI II, dan ALKI III. Keberadaan jalur ini memberikan peluang ekonomi yang besar melalui aktivitas logistik dan pelabuhan, sekaligus menuntut pengawasan yang ketat dari bangsa Indonesia.
GLOSARIUM
- ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia): Alur laut yang ditetapkan sebagai wilayah perairan untuk pelayaran kapal asing melintasi wilayah kedaulatan Indonesia.
- Posisi Silang: Letak geografis suatu negara yang berada di antara dua benua dan dua samudra.
- Debat Terbimbing: Kegiatan diskusi terarah di mana peserta didik menyampaikan argumen dari sudut pandang peran yang telah ditentukan.
- Poros Maritim: Gagasan strategis menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang berdaulat, maju, dan kuat secara ekonomi laut.
DAFTAR PUSTAKA
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas V Kurikulum Merdeka. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Dokumen Kurikulum Merdeka Satuan Pendidikan SD Negeri 1 Wringin Anom Tahun Pelajaran 2026/2027.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Partisipasi Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 4 (Sangat Baik) | Kriteria Skor 3 (Baik) | Kriteria Skor 2 (Cukup) | Kriteria Skor 1 (Kurang) | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Keaktifan Diskusi | Sangat aktif memberikan ide dan bekerja sama dalam kelompok. | Aktif memberikan ide namun kadang pasif saat diskusi kelompok. | Kurang aktif, hanya mengikuti keputusan kelompok tanpa kontribusi berarti. | Pasif dan tidak menunjukkan keikutsertaan dalam kerja kelompok. | |
| 2 | Pemahaman Materi | Menjelaskan konsep ALKI dan jalur perdagangan dengan sangat akurat. | Menjelaskan konsep dengan cukup akurat namun ada sedikit kekeliruan. | Pemahaman konsep masih terbatas dan banyak dibantu guru. | Belum mampu memahami konsep dasar materi pembelajaran. |