IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Implikasi garis khatulistiwa (0⁰) terhadap curah hujan & hutan hujan tropis. |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) |
| Model Pembelajaran | : | Discovery Learning |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Culturally Responsive Teaching |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi Proses (diskusi kelompok terbimbing vs mandiri) & Kearifan Lokal (pengamatan iklim daerah Wringin Anom). |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik dominan sebagai pembelajar visual. Mereka mengolah informasi secara optimal melalui tayangan infografis, gambar bergerak, peta digital interaktif, dan pemodelan visual. Berdasarkan asesmen diagnostik non-kognitif dan kognitif awal, mayoritas peserta didik telah memiliki pengetahuan dasar mengenai konsep cuaca panas dan hujan di daerah tempat tinggal mereka (Wringin Anom), namun belum memahami mekanisme kausalitas ilmiah terkait posisi garis khatulistiwa (0⁰) terhadap pola presipitasi tinggi dan pembentukan ekosistem hutan hujan tropis. Pembelajaran didesain untuk menjembatani fenomena lokal iklim Wringin Anom dengan konsep geografi global secara mendalam.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk menganalisis julukan "Zamrud Khatulistiwa" dan dampaknya bagi alam, memahami hubungan antara letak geografis/astronomis Indonesia dengan kondisi iklim, curah hujan, serta keberadaan hutan hujan tropis sebagai paru-paru dunia.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Domain Kognitif
- Melalui pengamatan peta digital dan animasi iklim pada Smart TV, peserta didik mampu mengorelasikan letak garis khatulistiwa (0⁰) dengan tingkat penyinaran matahari dan curah hujan tinggi di Indonesia dengan tepat.
- Melalui analisis kasus dan diskusi kelompok, peserta didik mampu menguraikan implikasi curah hujan tinggi terhadap keanekaragaman hayati hutan hujan tropis hingga menjuluki Indonesia sebagai "Zamrud Khatulistiwa" secara kritis.
Tujuan Pembelajaran Domain Psikomotorik dan Afektif
- Melalui kegiatan observasi lingkungan lokal Wringin Anom, peserta didik mampu menyajikan hasil pemetaan hubungan iklim lokal dengan vegetasi sekitar dalam bentuk bagan alur visual secara terstruktur.
- Melalui kerja sama kelompok, peserta didik menunjukkan sikap gotong royong dan kesadaran ekologis dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan hujan tropis.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Posisi Indonesia yang dilintasi garis khatulistiwa (0⁰) menyebabkan wilayah ini menerima intensitas sinar matahari secara konstan sepanjang tahun. Kondisi tersebut memicu penguapan air dalam skala besar yang menghasilkan curah hujan tinggi. Kombinasi panas matahari dan air hujan yang melimpah menjadi syarat mutlak tumbuhnya hutan hujan tropis yang subur, lebat, dan kaya akan keanekaragaman hayati. Hutan yang hijau membentang bagaikan batuan permata zamrud di sepanjang garis khatulistiwa, sehingga Indonesia dijuluki "Zamrud Khatulistiwa". Keseimbangan alam di Wringin Anom sangat bergantung pada kelestarian ekosistem iklim tropis ini.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa daerah kita di Wringin Anom terasa hangat sepanjang tahun dan sering mengalami hujan deras dibandingkan daerah di belahan bumi utara atau selatan?
- Mengapa negara Indonesia dijuluki sebagai "Zamrud Khatulistiwa" dan bukan "Padang Pasir Khatulistiwa"?
- Apa hubungan antara sinar matahari yang terik, hujan yang lebat, dan rimbunnya pohon-pohon di hutan Indonesia?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Memproses informasi ilmiah, menganalisis hubungan sebab-akibat antara lintang khatulistiwa, curah hujan, dan ekosistem hutan.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok heterogen untuk memecahkan masalah dan menyusun hasil karya visual.
- Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menumbuhkan rasa syukur atas karunia alam Indonesia dan kesadaran untuk menjaga lingkungan.
Kompetensi Utama
- Literasi Spasial dan Sains: Menginterpretasi data peta lintang bumi dan fenomena meteorologi dasar.
- Analisis Kausalitas Ekologis: Menghubungkan variabel astronomis dengan fenomena keanekaragaman hayati lokal dan nasional.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Garis Khatulistiwa (0⁰) dan Intensitas Surya
Garis khatulistiwa atau ekuator adalah garis khayal yang membagi bumi menjadi dua belahan sama besar: utara dan selatan. Indonesia dilewati oleh garis 0⁰ ini. Dampaknya, sudut datang sinar matahari selalu tegak lurus atau mendekati tegak lurus sepanjang tahun, membuat suhu udara relatif hangat konstan (26°C - 32°C).
Proses Presipitasi dan Curah Hujan Tinggi
Suhu udara yang hangat memicu evapotranspirasi massal dari lautan, sungai, dan tumbuhan. Uap air naik membentuk awan konvektif (cumulonimbus) yang menghasilkan curah hujan harian yang tinggi (presipitasi senja/orografis/konveksi). Hal ini terjadi pula di daerah Wringin Anom yang memiliki kelembapan udara tinggi.
Hutan Hujan Tropis dan Julukan "Zamrud Khatulistiwa"
Suplai air melimpah dan sinar matahari sepanjang tahun merupakan kondisi ideal bagi pertumbuhan vegetasi tingkat tinggi. Pohon-pohon tumbuh menjulang membentuk kanopi rapat. Dilihat dari luar angkasa, daratan Indonesia tampak seperti sabuk hijau permata zamrud yang membentang di garis ekuator, sehingga lahir julukan "Zamrud Khatulistiwa".
Implikasi Lokal di Wringin Anom
Kondisi iklim tropis khatulistiwa mempengaruhi pola pertanian lokal di Wringin Anom, keanekaragaman flora lokal (seperti pohon jati, bambu, dan tanaman kebun), serta ketersediaan air tanah yang melimpah yang harus dijaga dari penyalahgunaan.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
- Model Pembelajaran: Discovery Learning
Langkah-langkah:
- Stimulation (Pemberian Rangsangan)
- Problem Statement (Pernyataan/Identifikasi Masalah)
- Data Collection (Pengumpulan Data)
- Data Processing (Pengolahan Data)
- Verification (Pembuktian)
- Generalization (Menarik Kesimpulan)
- Pendekatan Pembelajaran:
- Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Menekankan pada Mindful Learning (kesadaran penuh akan fenomena alam sekitar), Meaningful Learning (menghubungkan teori global dengan iklim lokal Wringin Anom), dan Joyful Learning (pembelajaran berbasis pemodelan visual dan interaktif).
- Culturally Responsive Teaching (CRT): Mengintegrasikan pengetahuan lingkungan iklim dan kebiasaan masyarakat lokal Wringin Anom dalam menghadapi musim hujan dan kemarau.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
- Teknik: Tes Lisan Interaktif berbasis visual melalui Smart TV.
- Instrumen: Identifikasi gambar bumi, lokasi garis khayal, dan fenomena hujan.
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)
- Teknik: Observasi Kinerja Diskusi dan Penilaian Proses LKPD.
- Instrumen: Lembar Observasi Sikap Profil Pelajar Pancasila dan Rubrik Kinerja Kelompok.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
- Teknik: Tes Tertulis Objektif dan Uraian Berbasis HOTS.
- Instrumen: Soal pilihan ganda kompleks dan studi kasus implikasi iklim khatulistiwa.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Indikator Sikap | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Bernalar Kritis | Mampu menganalisis sebab-akibat iklim secara mandiri dan mengemukakan ide logis. | Mampu menganalisis sebab-akibat iklim dengan sedikit arahan guru. | Mampu menganalisis sebab-akibat jika dibantu secara penuh. | Belum mampu menunjukkan penalaran logis terkait materi. |
| Gotong Royong | Aktif bekerjasama, membagi tugas, dan membantu teman dalam kelompok secara proaktif. | Bekerjasama dengan baik dalam kelompok sesuai tugas yang diberikan. | Kurang aktif dalam kerja kelompok, cenderung pasif. | Tidak mau bekerjasama dan mengganggu dinamika kelompok. |
Rubrik Penilaian Pengetahuan (LKPD dan Evaluasi)
| Indikator Pengetahuan | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Analisis Khatulistiwa & Curah Hujan | Menjelaskan hubungan garis 0⁰, sinar matahari, penguapan, dan hujan secara ilmiah dan runtut. | Menjelaskan hubungan garis 0⁰ dan hujan dengan benar tetapi kurang runtut. | Menjelaskan hubungan garis 0⁰ dan hujan secara parsial/kurang tepat. | Belum memahami hubungan garis khatulistiwa dan curah hujan. |
| Menganalisis Hutan Hujan Tropis | Menguraikan 3 atau lebih dampak curah hujan terhadap kelestarian hutan dan julukan Zamrud Khatulistiwa. | Menguraikan 2 dampak curah hujan terhadap hutan hujan tropis dengan jelas. | Menguraikan 1 dampak curah hujan terhadap hutan hujan tropis. | Tidak mampu menguraikan dampak curah hujan terhadap hutan. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (15 Menit)
- Pembukaan dan Kondisifasi Kelas (Mindful Learning):
- Guru menyapa peserta didik dengan hangat, memeriksa kerapihan kelas, dan berdoa bersama.
- Guru melakukan pengecekan kehadiran dan kesiapan belajar peserta didik.
- Apersepsi dan Motivasi (Meaningful Learning):
- Guru menampilkan gambar situasi cuaca cerah terik dan hujan deras di wilayah Wringin Anom melalui Smart TV.
- Guru menanyakan: "Siapa yang tadi pagi merasakan udara hangat di Wringin Anom? Mengapa daerah kita sangat sering hujan dan memiliki banyak pepohonan hijau?"
- Penyampaian Tujuan dan Aktivitas:
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta manfaat mempelajari implikasi garis khatulistiwa bagi kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Inti (75 Menit) - Sintaks Discovery Learning & Deep Learning
Tahap 1: Stimulation (Pemberian Rangsangan) - 10 Menit
- Guru menayangkan video animasi 3D interaktif menggunakan Smart TV yang memperlihatkan bola bumi berputar, garis khatulistiwa (0⁰), penyinaran matahari konstan, serta tutupan warna hijau pekat di wilayah Indonesia.
- Peserta didik mengamati secara visual (memfasilitasi gaya belajar visual) proses pembentukan uap air di daerah ekuator.
Tahap 2: Problem Statement (Identifikasi Masalah) - 10 Menit
- Guru memfasilitasi peserta didik untuk merumuskan pertanyaan mendalam berdasarkan tayangan visual.
- Pertanyaan kunci yang disepakati:
- Mengapa wilayah yang dilewati garis 0⁰ memiliki curah hujan sangat tinggi?
- Apa dampaknya curah hujan tinggi tersebut terhadap jenis hutan di Indonesia hingga disebut "Zamrud Khatulistiwa"?
- Bagaimana iklim ini mempengaruhi kondisi lingkungan di tempat tinggal kita di Wringin Anom?
Tahap 3: Data Collection (Pengumpulan Data) - 20 Menit
- Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan strategi diferensiasi proses:
- Kelompok A dan B (Kelompok Mandiri): Peserta didik dengan pemahaman awal tinggi mengumpulkan data dari peta digital, bahan bacaan bergambar, dan infografis secara mandiri.
- Kelompok C dan D (Kelompok Terbimbing): Peserta didik yang membutuhkan bimbingan mengumpulkan data dengan bantuan scaffolding langsung dari guru menggunakan media manipulatif globe dan senter.
- Peserta didik mencatat data tentang suhu, penguapan, curah hujan, dan vegetasi hutan hujan tropis pada form LKPD.
Tahap 4: Data Processing (Pengolahan Data) - 15 Menit
- Peserta didik dalam kelompok berdiskusi mendalam (Deep Learning) mengolah data yang ditemukan.
- Peserta didik menyusun bagan alur hubungan kausalitas: Garis Khatulistiwa (0⁰) -> Penyinaran Matahari Maksimal -> Evapotranspirasi Tinggi -> Curah Hujan Melimpah -> Hutan Hujan Tropis Lebat -> "Zamrud Khatulistiwa".
- Peserta didik menghubungkan fenomena tersebut dengan pengamatan iklim di Wringin Anom (misalnya: tingkat kelembapan, kesuburan tanah lokal).
Tahap 5: Verification (Pembuktian) - 10 Menit
- Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diagram/bagan visual mereka di depan kelas menggunakan Smart TV atau papan pajangan.
- Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan constructive.
- Guru mengklarifikasi dan menyelaraskan konsep ilmiah yang dipresentasikan.
Tahap 6: Generalization (Menarik Kesimpulan) - 10 Menit
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan bahwa garis khatulistiwa (0⁰) adalah penyebab utama Indonesia memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi, yang melahirkan hutan hujan tropis kaya hayati yang dijuluki "Zamrud Khatulistiwa".
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Evaluasi Mandiri: Peserta didik mengerjakan soal asesmen sumatif singkat berbasis HOTS secara individu.
- Refleksi dan Amalan Nyata (Joyful Learning):
- Peserta didik mengungkapkan kesan belajar hari ini.
- Guru memberikan pesan moral tentang pentingnya menjaga pohon di lingkungan sekolah SDN 1 Wringin Anom untuk menjaga siklus air.
- Tindak Lanjut dan Penutup:
- Guru memberikan informasi kegiatan untuk pertemuan berikutnya.
- Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Belajar Terbuka dan Sadar)
Peserta didik diajak menyadari secara penuh kondisi fisik lingkungan tempat tinggal mereka di Wringin Anom. Mereka diajak merasakan kehangatan suhu udara dan kelembapan, lalu menyadari bahwa fenomena harian yang mereka rasakan adalah akibat langsung dari posisi astronomis bumi yang sangat presisi di garis 0⁰.
Meaningful Learning (Belajar Bermakna)
Peserta didik tidak sekadar menghafal definisi "Zamrud Khatulistiwa", tetapi memahami rantai kausalitas sains di baliknya. Mereka menghubungkan ketersediaan air bersih dan hijaunya pekarangan sekolah SD Negeri 1 Wringin Anom dengan perlindungan hutan hujan tropis Indonesia.
Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)
Penggunaan media visual Smart TV, simulasi sorot lampu senter pada globe, serta pengerjaan bagan visual warna-warni membuat peserta didik visual merasa terlibat aktif, gembira, dan percaya diri dalam mengutarakan pendapat.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Menyediakan materi berupa video animasi bergerak untuk kelompok visual, infografis ringkas bergambar untuk pembelajar cepat, serta alat peraga konkrit (globe dan senter) untuk penguatan konsep dasar.
Diferensiasi Proses
- Kelompok Mandiri (Peserta didik kemampuan tinggi): Diberikan lembar kerja dengan pertanyaan tingkat analitis tinggi (HOTS) dan mengeplorasi peta digital secara mandiri.
- Kelompok Terbimbing (Peserta didik kemampuan sedang/perlu bimbingan): Diberikan panduan pertanyaan terstruktur (scaffolding) dan fasilitasi langsung oleh guru saat pengumpulan data.
Diferensiasi Produk
Peserta didik dibebaskan menyajikan hasil analisis hubungan khatulistiwa dan hutan hujan tropis dalam bentuk:
- Poster Infografis Manual.
- Bagan Alur Kausalitas Bergambar.
- Laporan Diagram Pohon Konsep.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Menayangkan video animasi 3D peredaran bumi, radiasi matahari di ekuator, dan peta spasial tutupan hutan tropis Indonesia secara interaktif.
- Laptop & Koneksi Internet: Digunakan guru untuk mengakses aplikasi peta digital (Google Earth) untuk menunjukkan posisi tepat garis khatulistiwa melintasi kota-kota di Indonesia dan wilayah Jawa Timur/Wringin Anom.
- Media Interaktif Digital: Kuis visual interaktif berbasis gambar untuk asesmen diagnostik dan refleksi.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video Animasi "Mengapa Indonesia Sangat Hijau dan Sering Hujan?" (Ditayangkan di Smart TV).
- Peta Tematik Iklim dan Cakupan Hutan Indonesia.
- Globe dan Senter LED (Simulasi Penyinaran Khatulistiwa).
- Kartu Bergambar Ekosistem Hutan Hujan Tropis dan Flora/Fauna Khas.
Sumber Belajar
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka.
- Modul Pembelajaran Geografi Dasar dan Iklim Indonesia.
- Lingkungan alam sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | ........................................................... |
| Kelas / Fase | V (Lima) / C |
| Nomor Absen | ........................................................... |
| Tanggal | ........................................................... |
Judul Aktivitas: Mengungkap Rahasia "Zamrud Khatulistiwa"
Petunjuk Kerja
- Amati tayangan peta dan animasi pada Smart TV bersama kelompokmu!
- Jawablah pertanyaan analisis di bawah ini berdasarkan hasil diskusi kelompok!
- Gambarkan bagan alur hubungan antara garis khatulistiwa dengan rimbunnya hutan Indonesia!
Bagian A: Identifikasi Fenomena
- Mengapa wilayah Indonesia yang berada di garis Khatulistiwa (0⁰) menerima sinar matahari secara terus-menerus sepanjang tahun?
Jawab: .....................................................................................................................................................
- Apa akibat dari penyinaran matahari yang terus-menerus tersebut terhadap air laut dan sungai di Indonesia?
Jawab: .....................................................................................................................................................Bagian B: Analisis Dampak Ekologis
- Mengapa curah hujan yang tinggi dan sinar matahari yang cukup membuat hutan di Indonesia tumbuh sangat lebat?
Jawab: .....................................................................................................................................................
- Berdasarkan kondisi tersebut, jelaskan alasan mengapa negara kita mendapat julukan "Zamrud Khatulistiwa"!
Jawab: .....................................................................................................................................................
Bagian C: Rantai Kausalitas Visual
Lengkapilah bagan alur di bawah ini dengan mengisi kotak yang kosong!
[Garis Khatulistiwa 0⁰] ---> [ Penyinaran Matahari ........................ ] ---> [ Penguapan Air ........................ ] ---> [ Curah Hujan ........................ ] ---> [ Hutan Hujan Tropis ........................ ] ---> [ Julukan: ........................ ]
Bagian D: Relevansi Lokal Wringin Anom
- Bagaimana kondisi curah hujan di daerah tempat tinggal kita di Wringin Anom membantu kehidupan petani dan pepohonan di sekitar sekolah?
Jawab: .....................................................................................................................................................
REMEDIAL
Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP).
- Bentuk Kegiatan: Bimbingan perorangan dengan memanfaatkan media visual yang lebih sederhana.
- Langkah Kegiatan:
- Guru memberikan pendampingan ulang menggunakan peta globe datar bergambar interaktif.
- Guru memandu peserta didik menyusun kembali kartu bergambar rantai sebab-akibat iklim khatulistiwa (Sinar Matahari -> Penguapan -> Hujan -> Pohon Rimbun).
- Peserta didik menjawab 2 soal penuntun sederhana untuk mengonfirmasi pemahaman.
PENGAYAAN
Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan tingkat pemahaman tinggi.
- Bentuk Kegiatan: Penugasan berbasis proyek riset kecil berbasis studi literasi digital.
- Langkah Kegiatan:
- Peserta didik diminta menganalisis dampak pemanasan global (Global Warming) terhadap alih fungsi hutan hujan tropis di Indonesia dan dampaknya bagi perubahan pola hujan di Jawa Timur.
- Hasil analisis dituangkan dalam bentuk karya infografis digital sederhana atau karangan argumentatif singkat untuk dipajang di mading kelas SDN 1 Wringin Anom.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran berbasis visual ini? | Mayoritas peserta didik visual sangat antusias dan fokus saat penayangan materi Smart TV dan pembuatan bagan alur. |
| 2 | Apakah pembagian kelompok diferensiasi proses berjalan efektif? | Kelompok mandiri dapat menyelesaikan tugas HOTS dengan baik, sementara kelompok terbimbing fokus menerima bantuan bertahap. |
| 3 | Kendall teknis apa yang dihadapi selama proses pembelajaran di kelas? | Pengaturan waktu saat diskusi pengolahan data sedikit melebihi estimasi karena tingginya antusiasme bertanya peserta didik. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pertemuan pembelajaran berikutnya? | Guru akan memperketat manajemen alokasi waktu pada tiap tahapan Discovery Learning dan menyediakan templat bagan visual yang lebih siap pakai. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
Lembar Refleksi Diri Peserta Didik
- Bagian materi mana yang paling kamu sukai dari pembelajaran hari ini?
Jawab: .....................................................................................................................................................
- Apakah tayangan video dan gambar di Smart TV membantumu memahami materi Garis Khatulistiwa dan Hutan Hujan Tropis?
Jawab: .....................................................................................................................................................
- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang alasan Indonesia disebut "Zamrud Khatulistiwa"?
Jawab: .....................................................................................................................................................
- Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga keasrian lingkungan dan pepohonan di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom?
Jawab: .....................................................................................................................................................
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Indonesia terletak di antara 6°LU - 11°LS dan 95°BT - 141°BT, yang menjadikannya dilewati secara persis oleh garis ekuator (0⁰). Keberadaan garis khatulistiwa ini memberikan iklim tropis dengan radiasi matahari insolasi tinggi sepanjang tahun. Hal ini menyebabkan konveksi termal yang kuat, mendorong pembentukan awan Cumulonimbus secara intensif. Dampak utamanya adalah tingginya angka presipitasi harian (curah hujan berkisar antara 2.000 - 3.000 mm/tahun). Ketersediaan air dan energi matahari ini mendukung tumbuhnya Hutan Hujan Tropis (Tropical Rainforest) yang memiliki keanekaragaman hayati (biodiversitas) tertinggi kedua di dunia setelah Lembah Amazon. Julukan "Zamrud Khatulistiwa" merujuk pada pemandangan kepulauan Indonesia yang hijau rimbun bak permata zamrud saat melingkari khatulistiwa.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu mengapa negara kita sangat hijau dan kaya akan tumbuhan? Itu karena Indonesia berada tepat di garis tengah bumi yang disebut Garis Khatulistiwa (0⁰). Karena berada di garis tengah, Indonesia selalu disinari matahari hangat sepanjang tahun. Sinar matahari ini membuat air di laut dan sungai menguap ke udara menjadi awan, lalu turun menjadi hujan yang lebat. Karena selalu dapat sinar matahari dan air hujan yang cukup, pohon-pohon di hutan Indonesia tumbuh sangat besar, tinggi, dan rimbun! Jika dilihat dari udara, pulau-pulau di Indonesia tampak hijau bersinar seperti batu permata Zamrud yang indah. Oleh karena itu, Indonesia kita tercinta dijuluki sebagai "Zamrud Khatulistiwa". Keseimbangan iklim ini juga dirasakan oleh kita di Wringin Anom, sehingga tanah kita subur untuk bercocok tanam.
GLOSARIUM
- Garis Khatulistiwa (Ekuator): Garis khayal melingkar yang membagi bumi menjadi dua bagian sama besar, yaitu Belahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan (0⁰).
- Curah Hujan: Jumlah air hujan yang jatuh di suatu daerah dalam kurun waktu tertentu.
- Hutan Hujan Tropis: Bioma hutan yang selalu hijau, memiliki curah hujan tinggi, dan kaya akan jenis flora serta fauna.
- Zamrud Khatulistiwa: Julukan untuk Indonesia karena keindahan alamnya yang hijau rimbun membentang di sepanjang garis ekuator.
- Evapotranspirasi: Penguapan air total dari permukaan tanah, badan air, dan jaringan tumbuhan ke atmosfer.
- Presipitasi: Proses jatuhnya air dari atmosfer ke permukaan bumi dalam bentuk hujan, salju, atau es.
- Presipitasi Konveksi: Hujan yang terjadi akibat pemanasan udara lokal oleh sinar matahari sehingga udara naik dan mengembun menjadi awan hujan.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Fase C. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Fitri, A., dsn. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
- Fitri, A., dkk. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
- Kartodihardjo, H. (2020). Ekologi dan Pengelolaan Hutan Tropis Indonesia. Bogor: IPB Press.
- Tjasyono, B. (2015). Klimatologi Tropis. Bandung: ITB Press.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Kinerja Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis dalam Mengorelasikan Khatulistiwa dan Curah Hujan | Skor 4: Mampu menguraikan hubungan kausalitas garis 0⁰, penyinaran matahari, penguapan, dan hujan secara sistematis, ilmiah, dan mandiri. Skor 3: Mampu menguraikan hubungan kausalitas garis 0⁰ dengan curah hujan secara benar dengan sedikit bimbingan guru. Skor 2: Memahami bahwa garis 0⁰ menyebabkan hujan tetapi belum mampu menjelaskan proses penguapan ilmiahnya. Skor 1: Belum mampu mengorelasikan garis 0⁰ dengan fenomena curah hujan meski telah dibimbing. | 4 |
| 2 | Keaktifan Diskusi dan Gotong Royong Kelompok | Skor 4: Sangat aktif memberi ide, membantu anggota kelompok lain, dan konsisten menjaga ketertiban kelompok. Skor 3: Aktif bekerjasama dan menyelesaikan tugas kelompok yang menjadi bagian porsinya dengan baik. Skor 4: Kurang aktif dalam diskusi, hanya bekerja jika ditegur atau diminta oleh teman kelompok. Skor 1: Pasif, tidak berkontribusi dalam kerja kelompok, dan mengganggu jalannya diskusi. | 4 |
| 3 | Keterampilan Menyajikan Bagan Alur Visual (Zamrud Khatulistiwa) | Skor 4: Bagan disajikan sangat rapi, urutan kausalitas runtut dan lengkap, serta estetika visual tinggi. Skor 3: Bagan disajikan rapi, urutan kausalitas runtut dan benar, namun visualisasi sederhana. Skor 2: Bagan disajikan kurang runtut, terdapat kesalahan kecil pada tahapan kausalitas. Skor 1: Bagan alur tidak selesai atau menyajikan informasi kausalitas yang tidak tepat. | 4 |
| 4 | Kemampuan Analisis Implikasi Lokal (Wringin Anom) | Skor 4: Mampu menghubungkan dampak iklim tropis khatulistiwa dengan kondisi nyata kesuburan/kelembapan lingkungan Wringin Anom secara kritis. Skor 3: Mampu menyebutkan contoh dampak iklim tropis di Wringin Anom dengan benar. Skor 2: Menyebutkan dampak iklim secara umum tanpa mengaitkan dengan kondisi lokal Wringin Anom. Skor 1: Belum mampu mengidentifikasi dampak iklim bagi lingkungan sekitar. | 4 |