Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Indonesia memiliki >17.000 pulau (Pulau Kalimantan vs Pulau Simping)
Elemen Capaian Pembelajaran : Membedakan pulau besar, pulau kecil, serta wilayah laut
Model Pembelajaran : Project Based Learning (PjBL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi Produk (poster, infografis digital, komik); Kearifan Lokal: Pulau-pulau terdekat dari daerah

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki karakteristik belajar dominan visual. Mereka lebih cepat menyerap informasi melalui tayangan grafis, gambar berwarna, animasi, dan peta interaktif. Secara pemahaman awal, peserta didik telah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara kepulauan, namun sebagian besar belum memahami perbedaan konkret antara skala pulau sangat besar (seperti Kalimantan) dan pulau sangat kecil (seperti Pulau Simping di Singkawang, Kalimantan Barat, yang diakui PBB sebagai pulau terkecil di dunia), serta bagaimana laut berperan sebagai penghubung ekosistem dan jalur perhubungan.

Tantangan utama pembelajaran adalah mengarahkan kecenderungan visual peserta didik agar tidak sekadar melihat gambar, melainkan mampu melakukan analisis komparatif mendalam mengenai perbedaan ukuran, kondisi geografis, demografi, dan peran wilayah laut. Dengan memanfaatkan fasilitas Laptop, Smart TV, dan koneksi Internet, pembelajaran dirancang menggunakan model Project Based Learning (PjBL) yang mengintegrasikan pengalaman belajar mendalam untuk menghasilkan produk visual yang berdiferensiasi.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk membedakan pulau besar, pulau kecil, serta wilayah laut di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengorelasikan kondisi geografis dengan kehidupan masyarakat, serta menunjukkan kebanggaan terhadap keanekaragaman wilayah Indonesia melalui pembuatan karya ilmiah atau kreatif yang kontekstual.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan peta digital dan video interaktif pada Smart TV, peserta didik mampu menganalisis minimal tiga perbedaan karakteristik antara pulau besar (Pulau Kalimantan) dan pulau kecil (Pulau Simping) secara akurat.
  2. Melalui diskusi kelompok berbasis masalah geografis, peserta didik mampu menguraikan peranan wilayah laut sebagai penghubung antarpulau dan mengaitkannya dengan pulau-pulau kecil terdekat di sekitar wilayah Jawa Timur secara logis.
  3. Melalui penugasan berbasis proyek (PjBL), peserta didik mampu merancang dan menyajikan produk informatif (poster, infografis digital, atau komik) tentang perbandingan pulau besar dan pulau kecil serta wilayah laut sesuai pilihan minat kelompok secara kreatif dan sistematis.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri lebih dari 17.000 pulau. Keberagaman ukuran pulau, mulai dari pulau daratan luas seperti Pulau Kalimantan hingga pulau mikro seperti Pulau Simping, bukan menjadi pemisah, melainkan dipersatukan oleh wilayah laut. Laut berfungsi sebagai jembatan kehidupan, jalur transportasi, dan penyedia sumber daya yang menghubungkan seluruh masyarakat Indonesia.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa Indonesia disebut sebagai negara kepulauan meskipun ada pulau yang begitu luas seperti Kalimantan dan ada pulau yang sangat kecil seperti Pulau Simping?
  2. Laut di sekitar kita itu berfungsi sebagai pemisah daratan atau justru sebagai jembatan yang menghubungkan kita?
  3. Apa yang akan terjadi pada masyarakat yang tinggal di pulau sangat kecil jika laut di sekitarnya tercemar?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Ditunjukkan melalui sikap bersyukur atas kekayaan alam geografis Indonesia.
  2. Gotong Royong: Ditunjukkan melalui kerja sama aktif dalam kelompok saat menyelesaikan proyek media visual.
  3. Bernalar Kritis: Ditunjukkan melalui kemampuan menganalisis perbedaan kondisi geografis dan peran laut.
  4. Kreatif: Ditunjukkan melalui penyusunan dan penyajian produk diferensiasi (poster, infografis digital, komik).

Kompetensi Deep Learning

  1. Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati detail visual perbedaan pulau dan fokus pada pemecahan masalah kelompok.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan materi keanekaragaman pulau dengan keberadaan pulau-pulau lokal terdekat di wilayahnya.
  3. Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan belajar melalui eksplorasi media digital di Smart TV dan kebebasan membuat karya visual sesuai minat.

MATERI PEMBELAJARAN

Keanekaragaman Pulau di Indonesia

Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau terdaftar. Keberagaman ini mencakup pulau-pulau besar (mainland/large islands) dan pulau-pulau kecil (small/micro islands).

Studi Komparasi: Pulau Kalimantan vs Pulau Simping

  1. Pulau Kalimantan: Salah satu pulau terbesar di dunia, memiliki luas sekitar 743.330 km square (wilayah Indonesia sekitar 539.460 km square), memiliki hutan hujan tropis, sungai-sungai besar (seperti Sungai Kapuas), kota-kota besar, keberagaman suku, dan sumber daya tambang serta kehutanan.
  2. Pulau Simping: Diakui oleh PBB sebagai salah satu pulau terkecil di dunia, terletak di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Luasnya hanya sekitar 0,5 hektar (5.000 m square), terdiri dari bebatuan, sedikit pepohonan, klenteng/tempat ibadah, dan tidak dihuni oleh penduduk tetap secara masif.

Wilayah Laut Indonesia

Laut bukan pemisah, melainkan pemersatu antarpulau. Laut Indonesia menyediakan jalur transportasi laut, ekosistem terumbu karang, ikan, serta kekayaan hayati yang menopang kehidupan pulau besar maupun pulau kecil.

Integrasi Kearifan Lokal

Pengenalan pulau-pulau terdekat dari wilayah Jawa Timur/Situbondo (seperti Pulau Tabuhan, Pulau Gili Iyang, atau pulau-pulau pesisir terdekat) sebagai bentuk pemahaman kontekstual peserta didik terhadap lingkungan geografis terdekatnya.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  1. Model Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL) dengan 6 Langkah:
    • Pertanyaan Mendasar
    • Mendesain Perencanaan Proyek
    • Menyusun Jadwal Pembuatan
    • Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek
    • Menguji Hasil (Presentasi)
    • Evaluasi Pengalaman Belajar
  1. Pendekatan Pembelajaran: Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) dan Pembelajaran Berdiferensiasi (Diferensiasi Produk berdasarkan minat visual).

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

Tanya jawab lisan berbasis visual menggunakan Smart TV untuk mengukur pengetahuan awal peserta didik mengenai pulau besar, pulau kecil, dan wilayah laut.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  1. Lembar observasi keterlibatan dan kolaborasi peserta didik dalam kelompok (Mindful & Joyful Learning).
  2. Lembar kerja penelusuran informasi perbandingan pulau (LKPD).

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

Penilaian produk akhir (Poster, Infografis Digital, atau Komik) menggunakan rubrik penilaian produk visual dan unjuk kerja presentasi kelompok.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Produk Visual (Poster / Infografis Digital / Komik)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Akurasi Konten GeografisMenyajikan konten yang tidak akurat mengenai perbedaan pulau besar, pulau kecil, dan wilayah laut.Menyajikan perbedaan pulau besar dan kecil namun belum memasukkan unsur wilayah laut atau kearifan lokal.Menyajikan perbedaan Pulau Kalimantan dan Simping serta peran laut dengan benar dan cukup rinci.Menyajikan perbedaan Pulau Kalimantan dan Simping, peran laut, serta pulau lokal secara sangat lengkap dan akurat.
2Kualitas Visual dan EstetikaDesain tidak rapi, keterbacaan sangat rendah, dan penataan gambar/teks berantakan.Desain cukup rapi namun perpaduan warna dan penyusunan elemen visual belum seimbang.Desain rapi, penggunaan warna harmonis, gambar jelas, dan keterbacaan teks baik.Desain sangat menarik, artistik, pemanfaatan elemen visual sangat efektif dan sangat profesional.
3Kreativitas dan OrisinalitasMengunduh atau meniru karya luar secara utuh tanpa ada ide buatan sendiri.Menggunakan template baku tanpa ada modifikasi ide atau elemen kreatif baru.Menunjukkan ide kreatif mandiri dalam penyusunan tata letak dan bentuk penyampaian.Menunjukkan gagasan yang sangat orisinal, unik, dan kaya akan inovasi penyampaian visual.
4Tata Bahasa dan KeterbacaanMenggunakan bahasa yang sulit dipahami dan banyak kesalahan ejaan/tata bahasa.Bahasa cukup jelas namun masih terdapat beberapa kesalahan ejaan baku.Menggunakan bahasa Indonesia yang baik, benar, serta mudah dipahami pembaca.Bahasa sangat komunikatif, efektif, lugas, dan bebas dari kesalahan ejaan.

Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Presentasi Kelompok

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Penguasaan MateriTidak mampu menjelaskan isi produk dan tidak dapat menjawab pertanyaan.Menjelaskan isi produk dengan membaca seluruh teks dan kurang lancar.Menjelaskan isi produk dengan lancar dan mampu menjawab sebagian besar pertanyaan.Menjelaskan isi produk secara sistematis, percaya diri, tanpa membaca penuh, dan menjawab pertanyaan dengan tepat.
2Kerjasama KelompokDominasi oleh satu anggota kelompok, anggota lain pasif.Seluruh anggota hadir namun hanya sebagian kecil yang terlibat aktif dalam penyampaian.Pembagian tugas presentasi cukup merata di antara anggota kelompok.Semua anggota berpartisipasi sangat aktif, kompak, dan saling melengkapi saat presentasi.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (10 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.
  2. Guru menciptakan suasana kelas yang menyenangkan (Joyful Learning) dengan memberikan es breaking visual mini-game: "Tebak Bayangan Pulau".
  3. Guru melakukan apersepsi kontekstual dengan menayangkan gambar Peta Indonesia dan pulau-pulau di wilayah sekitar Jawa Timur pada Smart TV.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Anak-anak, tahukah kalian bahwa Indonesia punya pulau yang luasnya ribuan kilometer seperti Kalimantan, tapi juga punya pulau yang sangat kecil sebesar lapangan sepak bola seperti Pulau Simping? Mengapa bisa begitu dan apa yang menghubungkan keduanya?"
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, materi, serta skenario pembuatan proyek kelompok berdiferensiasi.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Langkah 1: Pertanyaan Mendasar (10 Menit)

  1. Guru menayangkan video dokumenter singkat dan slide pembanding interaktif melalui Smart TV yang menampilkan Pulau Kalimantan (pulau besar) dan Pulau Simping (pulau kecil) serta bentangan laut Indonesia.
  2. Peserta didik mengamati tayangan visual tersebut secara cermat (Mindful Learning).
  3. Guru memancing pemikiran kritikal: "Bagaimana kehidupan orang yang tinggal di pulau besar dibandingkan pulau kecil? Mengapa laut di antara pulau-pulau tersebut sangat penting?"

Langkah 2: Mendesain Perencanaan Proyek (10 Menit)

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa) berdasarkan minat produk visualnya:
    • Kelompok Poster Manual (melukis/menggambar grafis di kertas manila).
    • Kelompok Infografis Digital (menggunakan aplikasi desain sederhana di laptop/Smart TV).
    • Kelompok Komik Bergambar (menyusun cerita bergambar perbandingan pulau).
  1. Setiap kelompok menerima LKPD dan berdiskusi menentukan pembagian tugas (siapa pencari data, pereka desain, penulis teks, dan presenter).
  2. Guru memastikan integrasi kearifan lokal dimasukkan dalam rencana produk (memasukkan contoh pulau kecil terdekat dari daerah asal).

Langkah 3: Menyusun Jadwal Pembuatan (5 Menit)

  1. Guru dan peserta didik menyepakati alokasi waktu penyelesaian proyek selama 20 menit ke depan.
  2. Guru menjelaskan tahapan waktu: 5 menit pengumpulan data/fakta, 10 menit pengerjaan visual produk, 5 menit finishing dan pengecekan akhir.

Langkah 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (20 Menit)

  1. Peserta didik bekerja dalam kelompok menyelesaikan produk pilihan mereka (Meaningful Learning).
  2. Guru memantau kegiatan tiap kelompok, memberikan bimbingan teknis, serta memastikan semua anggota berkontribusi aktif.
  3. Guru mengarahkan peserta didik memanfaatkan laptop dan koneksi internet untuk mengeplorasi foto visual Pulau Simping dan Kalimantan jika diperlukan.

Langkah 5: Menguji Hasil (10 Menit)

  1. Setiap kelompok menampilkan hasil karyanya di depan kelas melalui Smart TV (untuk produk digital) atau papan pajangan kelas (untuk produk manual).
  2. Kelompok lain menyimak dan memberikan tanggapan apresiatif maupun pertanyaan konstruktif.

Langkah 6: Evaluasi Pengalaman Belajar (5 Menit)

  1. Guru memberikan umpan balik positif terhadap seluruh produk dan penampilan presentasi peserta didik.
  2. Peserta didik menyimpulkan bersama guru materi perbandingan pulau besar, pulau kecil, serta peran wilayah laut.

Kegiatan Penutup (10 Menit)

  1. Peserta didik melakukan refleksi terbimbing mengenai proses pembelajaran yang telah berlangsung.
  2. Guru memberikan penguatan materi dan apresiasi atas kerja keras serta kreativitas seluruh kelompok.
  3. Guru menyampaikan gambaran materi untuk pertemuan berikutnya.
  4. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna dan Kesadaran Utuh)

Peserta didik dilatih untuk secara fokus mengamati perbedaan mendetail antara foto udara Pulau Kalimantan dan Pulau Simping melalui Smart TV. Mereka diajak merefleksikan bagaimana skala wilayah memengaruhi jumlah penduduk, jenis tumbuhan, fasilitas, serta ketergantungan masyarakat pulau kecil terhadap pasokan laut.

Meaningful Learning (Pembelajaran Relevan dan Kontekstual)

Peserta didik tidak hanya menghafal nama pulau, tetapi menghubungkan konsep geografi nasional dengan lingkungan terdekat mereka (pulau-pulau kecil di Jawa Timur). Mereka memahami bahwa laut bukan rintangan pemisah, melainkan media konektivitas nasional yang vital bagi kehidupan sehari-hari.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Proses belajar dirancang penuh warna melalui media visual digital, kebebasan memilih bentuk produk sesuai bakat visual mereka (poster, infografis, komik), interaksi aktif dengan Smart TV, serta kerja sama kelompok yang demokratis dan tanpa tekanan.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Penyediaan bahan ajar berformat visual beragam: slide tayangan peta digital, video pembanding pulau, dan lembar gambar cetak berwarna yang memfasilitasi kebutuhan belajar visual peserta didik.

Diferensiasi Proses

Guru memberikan pendampingan tersusun (scaffolding). Kelompok yang menggunakan laptop untuk infografis digital dibimbing dalam pengoperasian fitur desain, sedangkan kelompok komik dan poster dibimbing dalam penyusunan alur cerita visual dan penataan ruang media.

Diferensiasi Produk

Peserta didik dibebaskan memilih bentuk produk akhir penugasan proyek sesuai dengan minat dan keterampilan kelompok:

  1. Poster Bergambar: Fokus pada kekuatan visual manual dan perpaduan warna.
  2. Infografis Digital: Fokus pada penyajian data grafis berbasis teknologi (laptop/Smart TV).
  3. Komik Geografi: Fokus pada penyampaian materi berbentuk cerita rupa berpanel.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan video pembuka, peta interaktif, slide komparasi pulau, serta menjadi media penampilan presentasi infografis digital peserta didik.
  2. Laptop: Digunakan oleh guru untuk mengelola pembelajaran dan oleh kelompok peserta didik untuk menyusun infografis digital.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses data geografis terkini mengenai Pulau Kalimantan, Pulau Simping, dan peta perairan Indonesia secara real-time.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Belajar:
    • Video pendek dokumenter Pulau Simping dan Pulau Kalimantan.
    • Peta Wilayah Indonesia Digital (Google Earth / Peta Geospasial).
    • Kertas Manila, Spidol Warna, Crayon (untuk kelompok poster/komik).
    • Canva / Aplikasi Pembuat Infografis (untuk kelompok digital).
  1. Sumber Belajar:
    • Buku Teks IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).
    • Artikel Geografi Online tentang Pulau Terkecil dan Pulau Terbesar di Indonesia.
    • Peta Geografis Lokal Provinsi Jawa Timur.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Satuan PendidikanSD Negeri 1 Wringin Anom
Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
Nama Anggota Kelompok1. ....................................................
2. ....................................................
3. ....................................................
4. ....................................................
5. ....................................................
Kelas / SemesterV (Lima) / Ganjil
Hari / Tanggal....................................................
Bentuk Proyek PilihanPoster / Infografis Digital / Komik

Petunjuk Kerja LKPD

  1. Amati tayangan visual mengenai Pulau Kalimantan dan Pulau Simping di Smart TV kelas!
  2. Diskusikan pertanyaan-pertanyaan analisis di bawah ini bersama anggota kelompokmu!
  3. Buatlah produk visual (Poster, Infografis Digital, atau Komik) pada media yang telah disiapkan sesuai pilihan kelompokmu!
  4. Pastikan produkmu memuat perbandingan pulau besar, pulau kecil, fungsi wilayah laut, serta contoh pulau lokal terdekat!

Pertanyaan Analisis Kelompok

  1. Tuliskan 3 perbedaan utama antara Pulau Kalimantan dan Pulau Simping berdasarkan tabel di bawah ini!
Aspek PerbandinganPulau Kalimantan (Pulau Besar)Pulau Simping (Pulau Kecil)
Luas Wilayah
Kepadatan / Permukiman Penduduk
Bentuk Lingkungan Alam
  1. Mengapa wilayah laut sangat penting bagi kehidupan penduduk yang tinggal di pulau besar maupun pulau kecil? Jelaskan alasannya!

       Jawaban:...................................................................................................................................................................

  1. Tuliskan 1 nama pulau kecil yang berada di sekitar wilayah Jawa Timur/daerah terdekatmu dan jelaskan apa keunikan pulau tersebut!

       Jawaban:...................................................................................................................................................................

Panduan Tugas Proyek Visual

Rancanglah karya visual kelompokmu dengan memuat unsur wajib berikut:

  • Judul Karya yang menarik.
  • Gambar/Visual Pulau Kalimantan dan Pulau Simping.
  • Penjelasan singkat perbedaan kedua pulau.
  • Gambar dan penjelasan peran wilayah laut sebagai penghubung.
  • Catatan kearifan lokal pulau terdekat.

REMEDIAL

Program remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran pada materi analisis perbandingan pulau dan wilayah laut.

Kegiatan Remedial

  1. Pendampingan Individu/Kelompok Kecil: Guru mengulas kembali materi perbandingan pulau besar dan pulau kecil menggunakan kartu gambar (flashcard) visual interaktif.
  2. Penugasan Terstruktur: Peserta didik melengkapi tabel konseptual sederhana yang membandingkan ciri-ciri pulau besar dan pulau kecil serta fungsi laut menggunakan kalimat sendiri.

PENGAYAAN

Program pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan kriteria sangat baik.

Kegiatan Pengayaan

Peserta didik diberikan tantangan peran sebagai "Peneliti Muda Geografi" untuk melakukan studi literatur digital singkat melalui internet tentang bagaimana dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut terhadap keberadaan pulau-pulau kecil di Indonesia, lalu menuangkan hasilnya dalam bentuk artikel visual mini.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi dan Catatan Guru
1Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam pengerjaan proyek kelompok visual?Sebagian besar peserta didik sangat aktif karena media visual dan penggunaan Smart TV sesuai dengan gaya belajar dominan mereka.
2Apakah pembagian tugas dalam diferensiasi produk (poster, infografis, komik) berjalan secara efektif?Berjalan efektif, kelompok memilih produk sesuai minat masing-masing sehingga proses pengerjaan berjalan lancar dan antusias.
3Momen pembelajaran mana yang paling menunjukkan ketercapaian Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful)?Momen saat peserta didik mengamati perbandingan ukuran Pulau Kalimantan dan Simping di Smart TV serta saat mereka berkreasi menyusun desain visual.
4Apa saja kendala teknis atau substansial yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung?Waktu pengerjaan proyek digital sedikit terkendala koneksi internet yang sempat lambat, namun dapat diatasi dengan bahan gambar yang telah diunduh sebelumnya.
5Apa langkah perbaikan yang akan dilakukan untuk pembelajaran pada materi berikutnya?Menyiapkan template dan bahan visual cadangan secara offline agar tidak tergantung penuh pada kecepatan internet saat pelaksanaan proyek digital.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

  1. Hal baru apa yang paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang pulau-pulau di Indonesia?
  2. Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dalam kelompok membuat poster/infografis/komik hari ini?
  3. Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang menurutmu paling sulit dipahami?
  4. Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga kebersihan wilayah laut dan pulau-pulau di Indonesia?
Pernyataan Refleksi DiriYaCukupTidak
Saya dapat menjelaskan perbedaan antara pulau besar dan pulau kecil.YaCukupTidak
Saya memahami fungsi laut sebagai penghubung pulau-pulau di Indonesia.YaCukupTidak
Saya merasa senang dan aktif bekerja sama dalam kelompok saya.YaCukupTidak

BAHAN BACAAN

Keanekaragaman Kepulauan Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan (archipelagic state) terbesar di dunia yang terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudera (Hindia dan Pasifik). Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau. Wilayah daratan Indonesia terdiri dari pulau-pulau besar seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, serta ribuan pulau kecil yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Pulau Kalimantan vs Pulau Simping

Pulau Kalimantan adalah pulau terbesar ketiga di dunia dan merupakan salah satu pulau utama di Indonesia. Kalimantan memiliki wilayah daratan yang sangat luas, ditutupi oleh hutan hujan tropis yang lebat, dialiri sungai-sungai raksasa seperti Sungai Kapuas dan Sungai Barito, serta memiliki kekayaan flora dan fauna yang melimpah. Pulau ini dihuni oleh jutaan penduduk dengan berbagai pusat perkotaan dan kegiatan ekonomi yang kompleks.

Sebaliknya, Pulau Simping yang terletak di Teluk Mak Jantu, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, tercatat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai salah satu pulau terkecil di dunia. Pulau ini hanya memiliki luas sekitar 0,5 hektar. Pulau Simping didominasi oleh pepohonan rimbun, bebatuan pesisir, serta sebuah klenteng kecil. Pulau ini tidak memiliki pemukiman penduduk yang padat, namun menjadi destinasi wisata unik karena ukurannya yang sangat mungil.

Laut Sebagai Pemersatu Bangsa

Meskipun dipisahkan oleh perairan, pulau-pulau di Indonesia tidak terisolasi. Wilayah laut Indonesia yang mencakup dua pertiga dari total wilayah negara berfungsi sebagai penghubung antarwilayah. Laut menjadi jalur transportasi kapal, pusat mata pencaharian nelayan, sumber daya protein ikan, serta penjaga keseimbangan iklim global. Oleh karena itu, menjaga kelestarian laut adalah kewajiban seluruh warga negara Indonesia.

GLOSARIUM

  1. Pulau: Daratan yang dikelilingi oleh air dan tetap berada di atas permukaan air saat air pasang tertinggi.
  2. Kepulauan: Suatu gugusan pulau, termasuk bagian air dan wujud alamiah lainnya yang saling berhubungan erat.
  3. Pulau Simping: Pulau yang diakui PBB sebagai salah satu pulau terkecil di dunia, terletak di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
  4. Pulau Kalimantan: Salah satu pulau terbesar di Indonesia dan dunia yang kaya akan ekosistem hutan tropis dan sungai.
  5. Wilayah Laut: Perairan yang menghubungkan daratan dan pulau-pulau dalam suatu kawasan geografi.
  6. Infografis Digital: Media informasi visual yang menyajikan data, teks, dan gambar secara digital menggunakan perangkat teknologi.
  7. Komik Geografi: Cerita bergambar dalam panel-panel yang digunakan untuk menyampaikan fakta-fakta geografis secara naratif.
  8. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman mendalam, kesadaran penuh (mindful), kebermaknaan (meaningful), dan kegembiraan belajar (joyful).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Informasi Geospasial. (2022). Gazeter Republik Indonesia: Nama-Nama Rupabumi Pulau di Indonesia. Jakarta: BIG.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  4. Tim Pusat Ketersediaan Data Geografi. (2020). Atlas Indonesia dan Dunia untuk Sekolah Dasar. Jakarta: Erlangga.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap dan Profil Pelajar Pancasila

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Gotong Royong (Kerjasama Kelompok)Skor 1: Peserta didik tidak mau bekerja sama dan mengganggu kerja kelompok.
Skor 2: Peserta didik pasif dalam kelompok dan hanya bekerja jika diperintah.
Skor 3: Peserta didik bekerja sama dengan baik dan menyelesaikan tugas bagiannya.
Skor 4: Peserta didik sangat aktif berkolaborasi, membantu teman, dan mengarahkan kelompok.
2Bernalar Kritis (Analisis Geografis)Skor 1: Peserta didik tidak dapat menyebutkan perbedaan pulau dan peran laut.
Skor 2: Peserta didik menyebutkan perbedaan pulau hanya berdasarkan ukuran secara dangkal.
Skor 3: Peserta didik mampu menganalisis perbedaan pulau besar dan kecil serta peran laut.
Skor 4: Peserta didik menganalisis perbedaan pulau, peran laut, dan keterkaitannya dengan kearifan lokal secara mendalam.
3Kreativitas (Inovasi Produk Visual)Skor 1: Peserta didik meniru karya orang lain secara utuh tanpa modifikasi.
Skor 2: Peserta didik menyusun visual sederhana tanpa variasi warna atau bentuk.
Skor 3: Peserta didik membuat karya visual yang rapi, menarik, dan berisikan ide mandiri.
Skor 4: Peserta didik menghasilkan karya visual yang sangat estetis, unik, rapi, dan inovatif.
4Berakhlak Mulia (Kepedulian Lingkungan)Skor 1: Peserta didik tidak menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian alam kepulauan.
Skor 2: Peserta didik paham pentingnya menjaga laut namun belum bisa memberikan contoh tindakan.
Skor 3: Peserta didik mampu memberikan contoh nyata sikap menjaga kelestarian pulau dan laut.
Skor 4: Peserta didik menunjukkan komitmen tinggi dan mengajak teman untuk menjaga kebersihan laut dan lingkungan pulau.

Lembar Penilaian Hasil Akhir Produk Visual

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Kejelasan Fakta GeografisSkor 1: Informasi pulau Kalimantan dan Simping yang disajikan tidak sesuai fakta.
Skor 2: Informasi pulau disajikan singkat namun masih terdapat beberapa kekeliruan data.
Skor 3: Informasi pulau dan laut disajikan dengan akurat sesuai materi ajar.
Skor 4: Informasi disajikan sangat akurat, detail, kaya fakta, dan mencakup kearifan lokal terdekat.
2Keterbacaan dan Elemen VisualSkor 1: Teks sulit dibaca, susunan gambar acak-acakan, dan warna tidak serasi.
Skor 2: Teks dapat dibaca namun kombinasi gambar dan warna kurang seimbang.
Skor 3: Teks sangat jelas, pemilihan gambar sesuai, dan perpaduan warna harmonis.
Skor 4: Penataan tata letak sangat profesional, teks sangat komunikatif, dan visual sangat memikat.
3Kehadiran Unsur Penghubung LautSkor 1: Tidak mencantumkan sama sekali penjelasan mengenai fungsi wilayah laut.
Skor 2: Mencantumkan tulisan laut namun tidak menjelaskan hubungannya dengan pulau.
Skor 3: Menjelaskan fungsi laut sebagai penghubung antarpulau dengan baik.
Skor 4: Menjelaskan fungsi laut sebagai pemersatu, jalur kehidupan, dan sumber daya secara mendalam.
4Kerapian dan Keseluruhan KaryaSkor 1: Karya tidak selesai tepat waktu dan tampak kotor/tidak terawat.
Skor 2: Karya selesai tepat waktu namun pengerjaannya terburu-buru dan kurang rapi.
Skor 3: Karya selesai tepat waktu, bersih, rapi, dan tersusun dengan terstruktur.
Skor 4: Karya selesai sebelum tenggat waktu, sangat bersih, sangat rapi, dan siap dipajang secara profesional.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130