Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Letak Astronomis dan Geografis Indonesia (Posisi 6°LU–11°LS, 95°BT–141°BT, 2 Benua & 2 Samudra)
Elemen Capaian Pembelajaran : Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial)
Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Culturally Responsive Teaching
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi Konten (Globe Fisik vs Peta Digital Interaktif); Kearifan Lokal: Analisis Batas Wilayah Lokal Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Situbondo

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kebutuhan dan Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki karakteristik belajar visual yang sangat dominan. Peserta didik lebih mudah menyerap informasi, memahami konsep spasial, dan mempertahankan daya ingat jangka panjang apabila materi disajikan melalui tayangan visual yang dinamis, media cetak berwarna, simulasi digital 3D, serta manipulasi benda konkret secara langsung.

Pengetahuan Awal (Prasyarat)

Peserta didik telah memiliki pemahaman dasar mengenai pemetaan sederhana, konsep delapan arah mata angin, serta perbedaan daratan dan perairan yang telah dipelajari pada fase sebelumnya (Fase B / Kelas IV).

Kondisi Sarana dan Lingkungan Belajar

Sekolah didukung oleh ketersediaan perangkat Laptop, Smart TV di dalam kelas, serta jaringan Internet yang stabil. Hal ini memungkinkan pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi visual modern terintegrasi secara optimal.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi lokasi kota/kabupaten dan provinsi tempat tinggalnya pada peta konvensional maupun digital. Peserta didik dapat menentukan posisi Indonesia dibanding negara-negara lain di Asia maupun dunia melalui pemahaman letak astronomis (6°LU–11°LS dan 95°BT–141°BT) serta letak geografis (diapit oleh dua benua: Asia dan Australia, serta dua samudra: Hindia dan Pasifik).

TUJUAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Peserta didik dapat menguraikan letak astronomis Indonesia (6°LU–11°LS dan 95°BT–141°BT) secara presisi berdasarkan hasil pengamatan pada globe dan peta digital interaktif.
  2. Peserta didik dapat menganalisis pengaruh posisi geografis Indonesia yang diapit oleh 2 benua dan 2 samudra terhadap kondisi iklim serta letak wilayah lokal provinsi dan kabupaten tempat tinggalnya secara kritis.
  3. Peserta didik dapat menyajikan peta konsep atau infografis visual tentang perbandingan posisi Indonesia dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara melalui kerja sama kelompok secara terstruktur.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Letak astronomis dan geografis suatu wilayah bukan sekadar angka koordinat atau batas peta semata, melainkan merupakan fondasi utama yang menentukan kondisi iklim, kekayaan keanekaragaman hayati, pola kehidupan masyarakat, serta kedudukan strategis suatu daerah dan negara dalam hubungan antarbangsa. Understanding batas wilayah membantu peserta didik menyadari pentingnya menjaga keutuhan wilayah dari tingkat lokal hingga nasional.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa Indonesia hanya memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, sedangkan negara seperti Jepang atau Inggris memiliki empat musim?
  2. Jika kita melihat bumi dari luar angkasa melalui peta digital di Smart TV, berada di antara samudra dan benua mana sajakah letak negara Indonesia serta wilayah provinsi kita?
  3. Apa pengaruh keberadaan Indonesia di antara dua samudra besar terhadap kehidupan masyarakat di daerah kita?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Memproses informasi visual untuk menganalisis hubungan sebab-akibat antara letak astronomis/geografis dengan kondisi iklim dan posisi daerah.
  2. Gotong Royong: Berkolaborasi aktif dalam kelompok untuk memecahkan masalah spasial dan menyelesaikan Lembar Kerja Peserta Didik.
  3. Mandiri: Mampu melakukan pencarian dan penentuan koordinat peta secara tepat menggunakan alat bantu visual.

Elemen Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Peserta didik mengamati secara fokus detail koordinat lintang dan bujur serta garis batas benua/samudra pada media visual.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan letak astronomis-geografis Indonesia dengan kenyataan iklim tropis di lingkungan tempat tinggalnya (Wringin Anom, Situbondo).
  3. Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan belajar melalui aktivitas eksplorasi interaktif menggunakan Smart TV dan globe 3D.

MATERI PEMBELAJARAN

Materi Reguler

  1. Letak Astronomis Indonesia: Pengertian garis lintang dan garis bujur, posisi koordinat 6°LU–11°LS dan 95°BT–141°BT, serta dampaknya (beriklim tropis dan pembagian 3 zona waktu).
  2. Letak Geografis Indonesia: Posisi Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik (Posisi Silang Dunia).
  3. Perbandingan Posisi: Kedudukan Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara (seperti Malaysia, Singapura, dan Timor Leste).
  4. Konteks Lokal: Hubungan posisi geografis Indonesia dengan letak wilayah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Situbondo sebagai kawasan pesisir/agraris strategis.

Materi Remedial

  1. Konsep dasar pembacaan garis lintang (utara-selatan) dan garis bujur (barat-timur) pada peta datar sederhana.
  2. Mengidentifikasi batas-batas daratan dan lautan Indonesia pada peta berwarnai dasar.

Materi Pengayaan

  1. Analisis potensi keanekaragaman hayati (Flora dan Fauna Garis Wallace-Weber) akibat letak geografis Indonesia.
  2. Analisis keuntungan posisi silang Indonesia dalam jalur pelayaran dagang internasional (Jalur ALKI).

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  1. Model Pembelajaran: Problem Based Learning (PBL)
  2. Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Culturally Responsive Teaching (CRT)
  3. Metode: Pengamatan Visual, Diskusi Kelompok, Tanya Jawab Interaktif, Penugasan Kelompok, Presentasi.

ASESMEN

Asesmen Formatif Awal (Diagnostik)

Mengidentifikasi kesiapan belajar dan pemahaman awal peserta didik melalui kuis visual singkat menggunakan slide pada Smart TV (menunjukkan letak benua dan samudra pada peta buta).

Asesmen Formatif Proses

  1. Penilaian Kinerja Diskusi: Lembar observasi keterlibatan peserta didik dalam analisis kelompok.
  2. Penilaian Produk LKPD: Evaluasi ketepatan pengisian lembar kerja analisis letak astronomis, geografis, dan batas lokal.

Asesmen Sumatif

Tes tertulis di akhir pembelajaran berupa soal esai terstruktur dan pilihan ganda berbasis penalaran visual untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

NoAspek SikapSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
1Bernalar KritisBelum mampu mengemukakan alasan logis terkait letak wilayah.Mengemukakan alasan logis namun masih memerlukan banyak dorongan guru.Mampu mengemukakan alasan logis terkait dampak letak geografis secara mandiri.Mampu menganalisis sebab-akibat letak astronomis dan geografis secara sangat kritis dan mendalam.
2Gotong RoyongPasif dan tidak mau bekerja sama dalam kegiatan kelompok.Terlibat dalam kelompok hanya jika diminta oleh teman atau guru.Aktif bekerja sama dan menyelesaikan tugas kelompok dengan baik.Sangat aktif membagi tugas, membantu teman, dan memimpin penyelesaian tugas kelompok.
3MandiriBergantung sepenuhnya pada petunjuk teman atau guru dalam belajar.Mampu menyelesaikan tugas dengan bantuan petunjuk berkali-kali.Mampu menyelesaikan tugas visual secara mandiri sesuai petunjuk.Sangat mandiri, teliti, dan mampu menyelesaikan tugas tepat waktu tanpa dorongan.

Rubrik Penilaian Kinerja Diskusi dan Eksplorasi Visual

NoAspek KinerjaSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
1Penggunaan Media Peta/GlobeTidak mampu menunjukkan posisi koordinat atau benua/samudra.Menunjukkan posisi koordinat/benua dengan beberapa kali kesalahan.Menunjukkan letak astronomis dan geografis pada media secara tepat.Menunjukkan letak astronomis, geografis, dan batas wilayah lokal secara presisi dan cepat.
2Keaktifan DiskusiTidak mengeluarkan pendapat selama proses diskusi kelompok.Sesekali menyampaikan pendapat tetapi tidak relevan dengan topik.Aktif menyampaikan pendapat yang relevan dengan topik diskusi.Sangat aktif menyampaikan gagasan kritis dan menanggapi pendapat teman secara santun.
3Penyajian Hasil (Presentasi)Menyampaikan hasil diskusi secara terbata-bata dan tidak jelas.Menyampaikan hasil diskusi dengan jelas namun belum percaya diri.Menyampaikan hasil diskusi secara jelas, terstruktur, dan percaya diri.Menyampaikan hasil diskusi secara sangat komunikatif, terstruktur, dan menguasai materi.

Rubrik Penilaian Pengetahuan (LKPD dan Sumatif)

NoAspek PengetahuanSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
1Menentukan Letak AstronomisSalah menentukan angka koordinat lintang dan bujur Indonesia.Hanya benar menyebutkan salah satu koordinat (lintang atau bujur saja).Tepat menyebutkan 6°LU–11°LS dan 95°BT–141°BT.Tepat menyebutkan koordinat dan mampu menjelaskan arti garis LU, LS, BT.
2Menganalisis Letak GeografisSalah menyebutkan benua dan samudra yang mengapit Indonesia.Sebagian benar menyebutkan benua atau samudra pengapit.Tepat menyebutkan 2 benua (Asia-Australia) dan 2 samudra (Hindia-Pasifik).Tepat menyebutkan 2 benua, 2 samudra, serta menganalisis dampaknya bagi iklim lokal.
3Keterkaitan Wilayah LokalTidak dapat mengidentifikasi batas atau posisi wilayah provinsi/kabupaten lokal.Hanya mampu mengidentifikasi nama provinsi tanpa tahu posisinya di peta.Mampu menunjukkan posisi Provinsi Jawa Timur dan Situbondo pada peta.Mampu mengidentifikasi posisi lokal dan menganalisis batas wilayahnya secara rinci.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Alokasi Waktu Total: 3 x 35 menit (105 menit)

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar, dan mengondisikan kelas agar siap belajar secara mindful.
  2. Salah seorang peserta didik memimpin doa bersama.
  3. Guru melakukan pemeriksaan kehadiran peserta didik.
  4. Asesmen Diagnostik Awal: Guru menampilkan gambar peta dunia tanpa nama (peta buta) pada Smart TV. Guru menanyakan: "Siapa yang tahu di mana letak negara Indonesia dalam gambar ini?"
  5. Apersepsi: Guru mengaitkan cuaca di lingkungan sekolah (Wringin Anom) hari ini dengan posisi Indonesia di garis khatulistiwa.
  6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, dan teknik penilaian yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti (75 menit)

Sintaks 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (15 menit)

  1. Guru menampilkan tayangan video singkat dan peta digital interaktif (Google Earth) melalui Smart TV yang memperlihatkan posisi Indonesia di bumi.
  2. Guru menyajikan masalah nyata: "Mengapa wilayah Indonesia dan daerah kita di Jawa Timur memiliki udara yang panas/tropis serta sering dilalui kapal maritim besar dari berbagai negara, sedangkan wilayah di benua lain berbeda?"
  3. Peserta didik diminta mengamati secara seksama garis-garis khayal yang membentang pada peta digital di Smart TV serta posisi Indonesia yang diapit oleh perairan dan daratan raksasa.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik mendalam untuk memicu pemikiran kritis peserta didik.

Sintaks 2: Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar (10 menit)

  1. Guru membagi peserta didik menjadi 4 kelompok heterogen berdasarkan gaya belajar visual dan tingkat kesiapan belajarnya.
  2. Guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok.
  3. Guru membagikan media belajar sesuai diferensiasi konten:

Kelompok Visual Digital: Memanfaatkan Peta Digital Interaktif di Laptop/Smart TV.

Kelompok Visual Konkret/Kinestetik: Memanfaatkan Globe Fisik 3D dan Peta Dinding Berwarna.

  1. Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan LKPD.

Sintaks 3: Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok (20 menit)

  1. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mencari data koordinat lintang dan bujur Indonesia pada media yang disediakan.
  2. Peserta didik mendata nama benua dan samudra yang mengapit Indonesia.
  3. Peserta didik memperluas analisis dengan menelusuri letak Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Situbondo pada peta untuk mengidentifikasi batas-batas wilayah lokalnya.
  4. Guru berkeliling membimbing kelompok yang mengalami kesulitan (diferensiasi proses), memberikan Scaffolding bagi kelompok yang memerlukan bantuan khusus.

Sintaks 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (15 menit)

  1. Setiap kelompok menyusun hasil analisisnya dalam bentuk lembar visual/peta konsep pada LKPD.
  2. Masing-masing kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
  3. Kelompok visual digital dapat menampilkan hasil jelajah koordinatnya melalui Smart TV, sedangkan kelompok visual konkret menggunakan globe fisik.
  4. Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan konstruktif secara santun.

Sintaks 5: Menganalisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah (15 menit)

  1. Guru memberikan penguatan atas hasil presentasi seluruh kelompok.
  2. Guru bersama peserta didik merangkum konsep kunci letak astronomis (6°LU–11°LS, 95°BT–141°BT) dan letak geografis (2 benua dan 2 samudra).
  3. Guru meluruskan pemahaman yang kurang tepat dan memberikan penghargaan (apresiasi) terhadap kerja sama kelompok.
  4. Peserta didik mengerjakan soal evaluasi individu (Asesmen Sumatif).

Kegiatan Penutup (15 menit)

  1. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi pembelajaran terkait pengalaman belajar mendalam yang telah dialami.
  2. Guru memberikan umpan balik atas proses dan hasil belajar hari ini.
  3. Guru memberikan tugas pengayaan/tindak lanjut singkat.
  4. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Keterlibatan Penuh)

Peserta didik secara aktif dan fokus memusatkan perhatian pada detail garis lintang, garis bujur, serta warna tingkatan kedalaman laut dan daratan pada media peta digital Smart TV atau globe fisik, sehingga menyadari keberadaan dirinya di muka bumi secara utuh.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik tidak sekadar menghafal angka 6°LU–11°LS dan 95°BT–141°BT, melainkan memahami bahwa letak astronomis tersebut yang menyebabkan daerah tinggal mereka (Wringin Anom) beriklim tropis, menerima sinar matahari sepanjang tahun, dan kaya akan hasil pertanian/perikanan.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Peserta didik merasakan kegembiraan saat berperan sebagai "Detektif Peta" yang melakukan eksplorasi navigasi wilayah menggunakan media interaktif Smart TV dan manipulasi langsung globe 3D dalam kelompok.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

  1. Kelompok A (Suka Teknologi/Visual Digital): Menggunakan media Peta Digital Interaktif (Google Earth / Ina-Geoportal) di Smart TV/Laptop untuk mengidentifikasi letak wilayah.
  2. Kelompok B (Suka Manipulatif/Visual Konkret): Menggunakan media Globe Fisik 3D dan Peta Lembaran Dinding skala besar berpenanda khusus untuk mengidentifikasi letak wilayah.

Diferensiasi Proses

  1. Peserta didik dengan kesiapan belajar belum berkembang diberikan bimbingan langsung (direct instruction) oleh guru dalam melacak garis bujur dan lintang step-by-step.
  2. Peserta didik dengan kesiapan belajar mahir diberikan tantangan untuk menganalisis hubungan posisi silang geografis dengan posisi daerah lokal secara mandiri.

Diferensiasi Produk

Peserta didik diberikan kebebasan menyajikan hasil laporan LKPD berupa Peta Konsep Visual, Infografis Bergambar Sederhana, atau Laporan Tabel Visual sesuai kesepakatan kelompok.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Perangkat Smart TV: Digunakan untuk menayangkan slide materi interaktif, pemutaran simulasi letak bumi, dan demonstrasi penelusuran Peta Digital Google Earth secara langsung di depan kelas.
  2. Laptop Guru: Berfungsi sebagai pusat kendali integrasi media digital ke Smart TV serta pengolahan data penilaian.
  3. Koneksi Internet: Digunakan untuk mengakses platform peta digital secara real-time selama proses investigasi masalah.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Smart TV dan Laptop.
  2. Globe Fisik Bumi 3D.
  3. Peta Dinding Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  4. Aplikasi Google Earth / Peta Digital.
  5. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis visual.

Sumber Belajar

  1. Buku Siswa IPAS Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  2. Atlas Indonesia dan Dunia Terbaru.
  3. Sumber Digital: Platform Geospasial Badan Informasi Geospasial (BIG).

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok............................................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
Nomor Absen............................................................................
Tanggal............................................................................

Judul LKPD: Detektif Geografis: Menelusuri Posisi Emas Indonesia

Petunjuk Pengerjaan

  1. Bekerjalah bersama teman satu kelompokmu secara bergotong royong!
  2. Gunakan media peta digital pada Smart TV atau globe fisik yang telah disediakan!
  3. Amati dengan cermat garis lintang, garis bujur, benua, dan samudra yang ada di sekitar Indonesia!
  4. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan rapi!

Aktivitas 1: Menganalisis Letak Astronomis Indonesia

  1. Amatilah garis khayal horizontal (lintang) dan vertikal (bujur) yang mengapit batas wilayah Indonesia paling luar!
  2. Isilah titik-titik di bawah ini:

       Indonesia terletak di antara garis lintang: ........° LU sampai ........° LS.

       Indonesia terletak di antara garis bujur: ........° BT sampai ........° BT.

  1. Berdasarkan garis lintang tersebut, apakah jenis iklim yang dimiliki oleh negara Indonesia? Jelaskan alasannya!

Jawab: ....................................................................................................................................

Aktivitas 2: Menganalisis Letak Geografis Indonesia

  1. Amati daratan benua raksasa dan lautan samudra luas di sekeliling Indonesia pada peta/globe!
  2. Lengkapilah peta konsep di bawah ini:

       Benua yang mengapit Indonesia: (1) ........................................ dan (2) ........................................

       Samudra yang mengapit Indonesia: (1) .................................... dan (2) ....................................

  1. Mengapa posisi Indonesia disebut sebagai "Posisi Silang Dunia"?

Jawab: ....................................................................................................................................

Aktivitas 3: Menghubungkan Posisi Indonesia dengan Wilayah Lokal

  1. Cari dan tunjukkan posisi Provinsi Jawa Timur pada peta!
  2. Identifikasi batas-batas wilayah Provinsi Jawa Timur / Kabupaten Situbondo:

       Batas Utara: ..........................................................................................................................

       Batas Selatan: ..........................................................................................................................

       Batas Timur: ..........................................................................................................................

       Batas Barat: ..........................................................................................................................

REMEDIAL

Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) setelah tes sumatif:

  1. Guru memberikan pendampingan ulang secara individu atau kelompok kecil (2-3 siswa).
  2. Guru mengulang penjelasan konsep dasar menggunakan media globe fisik secara hands-on, membimbing siswa menunjuk langsung garis 6°LU–11°LS dan 95°BT–141°BT.
  3. Peserta didik diberikan lembar kerja remedial visual yang lebih sederhana berupa menebalkan garis lintang/bujur dan mewarnai wilayah 2 benua & 2 samudra pada peta.

PENGAYAAN

Bagi peserta didik yang telah melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran:

  1. Guru memberikan tugas tantangan tingkat tinggi (HOTS): "Menganalisis keuntungan ekonomi dan sosial budaya bagi masyarakat pesisir di Indonesia akibat posisinya yang berada di jalur pelayaran internasional antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik."
  2. Peserta didik diminta membuat infografis ringkas tentang hasil analisisnya dan mempresentasikannya kepada teman-temannya di kelas.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi / Catatan Guru
1Apakah seluruh peserta didik aktif terlibat dalam pembelajaran berbasis visual ini?Sebagian besar peserta didik sangat antusias mengamati Smart TV dan globe. Hanya 2 siswa yang awalnya pasif namun kembali fokus setelah diberi peran khusus dalam kelompok.
2Apakah pembagian diferensiasi konten (globe vs peta digital) membantu pemahaman siswa?Sangat membantu. Kelompok visual digital lebih cepat menemukan koordinat, sedangkan kelompok visual konkret lebih memahami bentuk bumi nyata.
3Kendala apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung?Waktu diskusi kelompok berjalan agak melebihi estimasi karena siswa sangat keasyikan mengeksplorasi fitur peta digital di Smart TV.
4Langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk pertemuan berikutnya?Guru harus memperketat manajemen waktu pada sintaks penyelidikan kelompok dengan memasang pengingat waktu (timer) visual di layar TV.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiJawaban / Respon Peserta Didik
1Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai?Saat menjelajah bumi menggunakan Google Earth di Smart TV dan memutar globe bersama teman-teman.
2Apa hal baru yang kamu pelajari tentang Indonesia dan daerah tempat tinggalmu hari ini?Saya baru tahu angka koordinat pasti Indonesia dan ternyata daerah kita Jawa Timur langsung berbatasan dengan Laut Jawa dan Samudra Hindia.
3Apakah kamu mengalami kesulitan dalam membaca garis koordinat di peta?Awalnya bingung membedakan Lintang Utara dan Lintang Selatan, tetapi setelah ditunjukkan garis khatulistiwa jadi makin paham.
4Bagaimana perasaanmu setelah menyelesaikan tugas kelompok bersama teman-teman?Sangat senang karena tugas dapat selesai dengan cepat dan kelompok kami bisa maju presentasi di depan kelas.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Letak astronomis adalah letak suatu tempat berdasarkan garis khayal bumi, yaitu garis lintang dan garis bujur. Garis lintang membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan, sedangkan garis bujur membagi bumi menjadi bagian barat dan timur. Indonesia terletak pada 6°LU–11°LS dan 95°BT–141°BT. Implikasi dari letak lintang ini menyebabkan Indonesia berada di zona iklim tropis dengan ciri penerimaan sinar matahari sepanjang tahun, kelembapan udara tinggi, serta memiliki dua musim (penghujan dan kemarau). Garis bujur 95°BT–141°BT menyebabkan Indonesia memiliki rentang panjang 46 derajat bujur yang membagi wilayahnya menjadi tiga zona waktu: WIB, WITA, dan WIT.

Letak geografis adalah letak suatu wilayah dilihat dari kenyataannya di permukaan bumi. Indonesia berada pada posisi silang yang sangat strategis (cross position) yaitu di antara Benua Asia dan Benua Australia serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Posisi ini menjadikan Indonesia sebagai jalur perlintasan lalu lintas perdagangan dan pelayaran dunia, memiliki keragaman flora-fauna campuran (Asiatis, Peralihan, Australis), serta memengaruhi pola angin muson yang menentukan musim di Indonesia. Bagi wilayah lokal seperti Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Situbondo, letak geografis ini membentuk karakteristik daerah pesisir yang kaya akan potensi kelautan dan agraris.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu di mana letak rumah besar kita, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia? Jika kita melihat globe atau peta dunia, Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat indah. Indonesia memiliki "alamat ajaib" di bumi yang disebut letak astronomis dan letak geografis.

Alamat astronomis Indonesia adalah 6°LU (Lintang Utara) sampai 11°LS (Lintang Selatan) dan 95°BT (Bujur Timur) sampai 141°BT (Bujur Timur). Karena alamat lintang inilah, negara kita tidak pernah mengalami musim salju dingin yang ekstrem seperti di Eropa. Kita beriklim tropis yang hangat dan disinari matahari sepanjang tahun!

Selain itu, alamat geografis Indonesia sangat keren! Indonesia diapit oleh dua benua besar, yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Indonesia juga dipeluk oleh dua samudra yang sangat luas, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Karena diapit benua dan samudra ini, Indonesia berada di tengah-tengah jalur persimpangan dunia. Banyak kapal pedagang dari luar negeri yang melewati lautan Indonesia. Daerah kita, Jawa Timur dan Situbondo, juga menjadi bagian penting dari keindahan dan kekayaan alam Indonesia ini.

GLOSARIUM

  1. Garis Lintang: Garis khayal mendatar (horizontal) pada peta/globe yang melingkari bumi secara sejajar dengan garis khatulistiwa.
  2. Garis Bujur: Garis khayal tegak (vertikal) pada peta/globe yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi.
  3. Letak Astronomis: Posisi suatu wilayah berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur pada peta atau globe.
  4. Letak Geografis: Posisi keberadaan suatu wilayah atau negara berdasarkan kenyataan wujud fisiknya di permukaan bumi dibandingkan wilayah sekitar.
  5. Posisi Silang: Kedudukan suatu wilayah yang berada di persimpangan antara dua benua dan dua samudra.
  6. Iklim Tropis: Iklim khas daerah sekitar garis khatulistiwa yang ditandai dengan suhu udara hangat sepanjang tahun dan memiliki dua musim.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Amalia, F., dบริ, T. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  2. Badan Informasi Geospasial. (2022). Peta Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia Edisi Terbaru. Cibinong: BIG.
  3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
  4. National Geographic Kids. (2020). World Atlas for Young Explorers. Washington D.C.: National Geographic Society.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Bernalar KritisBelum mampu mengemukakan pendapat atau alasan logis sama sekali.Mengemukakan alasan yang kurang logis dan memerlukan banyak bimbingan.Mengemukakan alasan logis terkait dampak letak geografis secara mandiri.Menganalisis sebab-akibat letak astronomis dan geografis secara sangat mendalam dan kritis.4
2Gotong RoyongTidak mau bekerja sama dan pasif dalam kegiatan kelompok.Bekerja sama hanya jika ditunjuk atau dipaksa oleh teman kelompok.Aktif bekerja sama dan membantu menyelesaikan tugas kelompok.Sangat aktif, membagi tugas fair, dan memotivasi anggota kelompoknya.4
3MandiriBerhenti bekerja jika tidak didampingi oleh guru atau teman secara langsung.Menyelesaikan tugas dengan bantuan petunjuk yang diulang-ulang.Mampu menyelesaikan tugas visual secara mandiri sesuai dengan aturan.Sangat mandiri, tekun, dan menyelesaikan tugas secara presisi sebelum waktu habis.3

Lembar Observasi Kinerja Praktik Penelusuran Peta Visual

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Ketepatan Membaca Lintang BujurSalah menunjukkan garis lintang dan bujur Indonesia pada media.Hanya benar menunjukkan salah satu garis (lintang saja atau bujur saja).Tepat menunjukkan posisi 6°LU–11°LS dan 95°BT–141°BT pada peta/globe.Sangat presisi menunjukkan koordinat dan menjelaskan fungsi garisnya dengan tepat.4
2Identifikasi Benua dan SamudraSalah mengidentifikasi nama benua dan samudra yang mengapit Indonesia.Hanya mampu mengidentifikasi 1 benua dan 1 samudra dengan benar.Mampu menyebutkan 2 benua dan 2 samudra pengapit Indonesia secara benar.Tepat mengidentifikasi 2 benua, 2 samudra, dan menganalisis letak posisi silangnya.3
3Penentuan Batas Wilayah LokalTidak mampu mengidentifikasi letak Provinsi Jawa Timur dan batasnya.Mampu menunjukkan provinsi tetapi salah menyebutkan batas-batas wilayahnya.Mampu menunjukkan posisi provinsi dan menyebutkan batas wilayahnya.Mampu menunjukkan posisi provinsi, kabupaten lokal, serta menganalisis batasnya secara lengkap.4
4Penyampaian PresentasiMembaca catatan secara kaku, suara tidak terdengar, dan tidak percaya diri.Terdengar cukup jelas namun belum runtut dan kurang percaya diri.Menyampaikan hasil diskusi secara lancar, jelas, dan percaya diri.Menyampaikan hasil diskusi sangat komunikatif, terstruktur, dan menguasai penggunaan media visual.4
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130