IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Menyusun kerangka naskah prosedur kreasi hobi pribadi (menentukan judul, alat/bahan, langkah 1-5) |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Menulis |
| Model Pembelajaran | : | Process Writing Approach |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi topik hobi (kerajinan/masakan lokal/seni), kreativitas berbasis minat peserta didik |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Kesiapan Belajar (Readiness)
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum telah mengenal berbagai jenis teks deskripsi dan narasi. Pengetahuan awal terkait kata kerja tindakan sudah dikuasai, namun kemampuan dalam mengurutkan langkah-langkah secara runtut dan sistematis dalam bentuk teks prosedur tertulis masih memerlukan bimbingan. Sebagian peserta didik masih sering tertukar antara urutan persiapan dan urutan eksekusi.
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik di kelas ini memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang sangat dominan (80%). Mereka lebih mudah memahami konsep, alur, dan struktur tulisan apabila disajikan melalui bagan visual, tayangan video interaktif, diagram alir, dan warna-warni grafis. Peserta didik menyukai aktivitas yang terhubung langsung dengan pengalaman pribadi dan hobi keseharian mereka.
Tantangan Pembelajaran
- Membantu peserta didik menyusun gagasan secara urut dan logis tanpa melompati tahap penting.
- Memfasilitasi peserta didik agar mampu memilih kata kerja imperatif dan kata penghubung urutan waktu yang tepat.
- Mengarahkan minat hobi yang beranekaragam menjadi sebuah produk tulisan kerangka naskah prosedur yang terstruktur.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan menganalisis dan menyusun teks prosedur sederhana tentang kreasi hobi pribadi dengan menyusun urutan logis langkah-langkah membuat suatu karya kerajinan atau masakan secara runtut, tepat, sistematis, dan kreatif sesuai kaidah kebahasaan yang benar.
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Melalui pengamatan tayangan media visual pada Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi komponen utama kerangka naskah prosedur (judul, alat dan bahan, serta langkah-langkah) dengan tepat.
- Melalui penerapan Process Writing Approach, peserta didik dapat merancang kerangka naskah prosedur kreasi hobi pribadi yang mencakup judul menarik, daftar alat/bahan yang lengkap, serta urutan langkah 1 sampai 5 secara logis dan runtut.
- Melalui kegiatan curah gagasan dan tinjauan sejawat, peserta didik dapat menyempurnakan kerangka naskah prosedur berdasarkan masukan kritis dan konstruktif secara bertanggung jawab.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Menulis naskah prosedur bukan sekadar menyusun kata-kata, melainkan sebuah proses merefleksikan keahlian dan minat pribadi agar dapat dibagikan kepada orang lain. Petunjuk yang terstruktur, jelas, dan logis memungkinkan orang lain belajar dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat secara mandiri dan sukses.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Hobi atau kreasi apa yang paling kamu sukai dan sering kamu buat di rumah?
- Jika temanmu ingin membuat kreasi hobi yang sama seperti yang kamu buat, bagaimana cara kamu memberitahunya agar tidak salah langkah?
- Apa akibatnya jika langkah-langkah dalam petunjuk pembuatan masakan atau kerajinan disusun secara acak?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Mandiri: Mengembangkan pemikiran dan ide hobi pribadi secara percaya diri dalam bentuk tulisan.
- Bernalar Kritis: Menganalisis ketepatan urutan langkah-langkah agar bernilai logis dan sistematis.
- Kreatif: Menghasilkan gagasan judul yang unik serta variasi kreasi hobi yang inovatif.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning (Belajar Bermakna Kesadaran Penuh): Peserta didik menyadari sepenuhnya setiap tahapan proses berpikir saat menuangkan langkah-langkah kerja secara detail.
- Meaningful Learning (Belajar Relevan): Pembelajaran dikaitkan langsung dengan hobi aktual yang dimiliki peserta didik di kehidupan sehari-hari.
- Joyful Learning (Belajar Menyenangkan): Peserta didik merasakan kegembiraan dalam mengekspresikan minat pribadi melalui papan visual interaktif.
MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian dan Tujuan Teks Prosedur
Teks prosedur adalah teks yang memberikan petunjuk atau panduan langkah demi langkah untuk membuat, melakukan, atau mengoperasikan sesuatu agar mencapai hasil yang diinginkan.
Komponen Utama Kerangka Naskah Prosedur
- Judul: Menggambarkan secara jelas kreasi apa yang akan dibuat (Contoh: "Cara Membuat Tempat Pensil dari Stik Es Krim", "Langkah Membuat Es Jasuke Segar").
- Alat dan Bahan: Rincian benda, perkakas, dan bahan baku yang dibutuhkan beserta ukurannya jika ada.
- Langkah-Langkah (Langkah 1 s.d. 5): Tahapan berurutan secara sistematis dari awal persiapan hingga penyelesaian.
Kaidah Kebahasaan
- Kata Kerja Imperatif (Perintah): Siapkan, potonglah, aduklah, rekatkan, campurkan, hiaslah.
- Konjungsi Urutan Waktu: Pertama, kedua, selanjutnya, kemudian, setelah itu, terakhir.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Process Writing Approach (Pendekatan Proses Menulis) dengan tahapan:
- Pre-writing (Pra-menulis/Menggali Ide)
- Drafting (Buram/Penyusunan Kerangka)
- Revising & Editing (Pemeriksaan dan Perbaikan)
- Publishing (Publikasi/Penyampaian Karya)
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berorientasi pada peningkatkan keterlibatan aktif, olah pikir kritis, dan rasa kepemilikan atas hasil belajar.
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
- Diagnostik Non-Kognitif: Menanyakan jenis hobi favorit peserta didik melalui pemetaan gambar/kartu minat.
- Diagnostik Kognitif: Memberikan tes singkat mengurutkan 3 acakan langkah cara menyeduh teh manis hangat.
Asesmen Formatif (Selama Proses)
- Lembar Observasi Keterlibatan Diskusi dan Proses Menulis Draft.
- Penilaian Antarteman (Peer-Assessment) terhadap kerangka naskah prosedur.
Asesmen Sumatif (Hasil Akhir)
Penilaian Produk: Lembar Kerangka Naskah Prosedur Kreasi Hobi Pribadi yang memuat Judul, Alat/Bahan, dan Langkah 1-5.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Produk Kerangka Naskah Prosedur
| No | Aspek yang Dinilai | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kejelasan Judul | Judul sangat spesifik, menggambarkan karya hobi dengan jelas dan menarik. | Judul jelas dan menggambarkan karya hobi. | Judul kurang spesifik namun masih berkaitan dengan topik. | Judul tidak jelas atau tidak sesuai dengan isi. |
| 2 | Kelengkapan Alat dan Bahan | Alat dan bahan dicantumkan secara lengkap, rinci, dan terorganisir dengan sangat baik. | Alat dan bahan dicantumkan dengan lengkap. | Alat dan bahan dicantumkan tetapi ada yang terlewat. | Alat dan bahan tidak dicantumkan atau sangat tidak lengkap. |
| 3 | Logika Urutan Langkah (Langkah 1-5) | Urutan langkah 1 sampai 5 sangat logis, runtut, dan mudah diikuti tanpa keraguan. | Urutan langkah 1 sampai 5 runtut dan sebagian besar logis. | Ada 1-2 langkah yang tertukar urutannya sehingga kurang runtut. | Langkah-langkah disusun acak dan sulit dipahami. |
| 4 | Penggunaan Kebahasaan (Kata Imperatif & Konjungsi) | Menggunakan kata kerja imperatif dan kata penghubung urutan secara tepat dan bervariasi. | Menggunakan kata kerja imperatif dan kata penghubung urutan dengan benar. | Penggunaan kata kerja imperatif atau kata penghubung masih terbatas. | Tidak menggunakan kata kerja imperatif maupun kata penghubung urutan. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, berdoa bersama, dan mengecek kesiapan peserta didik.
- Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan (Joyful Learning) dengan mengajak peserta didik bermain tebak gerakan hobi secara singkat.
- Guru melakukan apersepsi dengan menayangkan gambar interaktif berbagai hasil kreasi hobi di Smart TV (misalnya: origami, kerajinan barang bekas, makanan tradisional).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pentingnya memiliki keterampilan menyusun petunjuk secara runtut (Meaningful Learning).
- Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk menggugah rasa ingin tahu peserta didik.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Pre-writing / Pra-menulis (Mindful Learning)
- Peserta didik menyimak penayangan video pendek tentang cara menyusun kerangka naskah prosedur melalui Smart TV.
- Guru memandu peserta didik mengamati komponen penting: Judul, Alat/Bahan, dan Alur Langkah 1 hingga 5.
- Peserta didik diajak melakukan refleksi sejenak (Mindful Moment) untuk memikirkan hobi pribadi yang paling ingin mereka angkat menjadi naskah prosedur (misal: membuat pembatas buku visual, membuat jus buah segar, membuat lipatan kertas unik).
- Peserta didik mengelompokkan ide hobinya ke dalam pemetaan topik (Kerajinan Tangan, Masakan/Minuman, Seni Visual).
Tahap 2: Drafting / Penyusunan Kerangka (Process Writing)
- Peserta didik menerima Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Kerangka Naskah Prosedur.
- Peserta didik mulai menentukan Judul kreasi hobi yang spesifik dan menarik.
- Peserta didik menuliskan daftar Alat dan Bahan yang dibutuhkan secara terperinci.
- Peserta didik merancang alur Langkah 1 sampai Langkah 5 dengan memanfaatkan kata kerja imperatif (misal: siapkan, potong, oleskan) dan konjungsi urutan (pertama, kemudian, selanjutnya, setelah itu, terakhir).
- Guru berkeliling memberikan bimbingan individual, terutama bagi peserta didik yang memerlukan bantuan dalam pengurutan logika.
Tahap 3: Revising & Editing / Peninjauan dan Perbaikan
- Peserta didik berpasangan dengan teman sejawat untuk saling membaca kerangka naskah prosedur yang telah dibuat.
- Peserta didik memberikan masukan menggunakan panduan ringkas: "Apakah langkah-langkahnya sudah urut?", "Apakah alat/bahannya ada yang kurang?".
- Peserta didik memperbaiki kerangka tulisannya berdasarkan masukan teman dan konfirmasi guru.
Tahap 4: Publishing / Publikasi Sederhana
- Beberapa perwakilan peserta didik membacakan kerangka naskah prosedur kreasi hobinya di depan kelas secara percaya diri.
- Peserta didik lain memberikan apresiasi dan tanggapan visual positif.
- Kerangka naskah yang telah selesai dipajang pada Papan Display Kreativitas Kelas.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan struktur utama kerangka naskah prosedur.
- Peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran secara lisan dan tertulis.
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap performa peserta didik selama aktivitas berlangsung.
- Guru memberikan informasi kegiatan pada pertemuan selanjutnya, yaitu mengembangkan kerangka menjadi naskah prosedur utuh.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik secara sadar melatih pemikiran kritis saat menentukan mana langkah awal (persiapan) dan langkah lanjutan (proses dan penyelesaian). Mereka diajak fokus pada detail setiap tindakan agar tidak ada langkah penting yang terlewatkan.
Meaningful Learning
Materi menyusun naskah prosedur dihubungkan secara langsung dengan minat dan keahlian hobi nyata peserta didik. Hal ini membuat aktivitas menulis menjadi terasa berharga, personal, serta memiliki kegunaan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Joyful Learning
Suasana belajar dibangun melalui interaksi visual yang menarik, apresiasi antar sesama teman, serta kebebasan memilih topik hobi yang disukai, sehingga proses menulis terasa sebagai media berekspresi yang menyenangkan.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten
Peserta didik dibebaskan memilih topik kreasi hobi sesuai dengan minat masing-masing, seperti kategori kerajinan fisik (kertas/stik/barang bekas), kuliner sederhana (minuman/makanan dingin), atau seni visual (gambar/mewarnai).
Diferensiasi Proses
- Peserta didik dengan pemahaman cepat mandiri menyusun 5 langkah secara detail beserta takaran/keterangan spesifik.
- Peserta didik yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa kata kunci bantu (kata kerja imperatif) pada lembar kerja untuk memudahkan menyusun urutan langkah 1-5.
Diferensiasi Produk
Hasil kerangka naskah prosedur disajikan dalam bentuk lembar kerja visual terstruktur, diagram alir, atau peta pikiran (mind map) sesuai dengan kenyamanan gaya belajar visual peserta didik.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk memutar video instruksional interaktif tentang contoh penulisan naskah prosedur dan menampilkan gambar visual hasil kreasi hobi sebagai pemicu ide.
- Laptop & Internet: Digunakan oleh guru untuk mencari sumber referensi visual pembelajaran yang relevan dan menyajikan media tayang yang menarik.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Video Animasi Teks Prosedur Kreasi Hobi.
- Slide Presentasi Visual tentang Struktur Teks Prosedur.
- Kartu Kata Kebahasaan (Kata Kerja Imperatif dan Konjungsi Urutan).
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Visual.
Sumber Belajar
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- Lingkungan sekitar dan pengalaman hobi peserta didik.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | .................................................... |
| Kelas / No. Absen | V (Lima) / .......................................... |
| Tanggal | .................................................... |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Topik / Materi | Menyusun Kerangka Naskah Prosedur Kreasi Hobi |
Petunjuk Kerja
- Pikirkan satu kreasi hobi yang paling kamu sukai dan sering kamu buat di rumah.
- Tentukan judul naskah prosedur yang menarik.
- Tuliskan seluruh alat dan bahan yang dibutuhkan secara lengkap.
- Susunlah langkah-langkah pembuatannya secara runtut dari Langkah 1 sampai Langkah 5 menggunakan kata kerja imperatif!
Lembar Kerja Kerangka Naskah Prosedur
Judul Naskah Prosedur
.........................................................................................................................................................
Alat dan Bahan
- .....................................................................................................................................................
- .....................................................................................................................................................
- .....................................................................................................................................................
- .....................................................................................................................................................
- .....................................................................................................................................................
Langkah-Langkah Pembuatan
Langkah 1 (Persiapan Awal):
.........................................................................................................................................................
Langkah 2 (Tahap Awal Kerja):
.........................................................................................................................................................
Langkah 3 (Tahap Inti 1):
.........................................................................................................................................................
Langkah 4 (Tahap Inti 2):
.........................................................................................................................................................
Langkah 5 (Penyelesaian / Finishing):
.........................................................................................................................................................
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai kompetensi minimal dalam menyusun urutan logis langkah-langkah:
- Guru memberikan bimbingan secara personal (one-on-one) menggunakan media kartu langkah acak (3-4 langkah sederhana).
- Peserta didik melatih keterampilan mengurutkan gambar visual kegiatan beserta kalimat panduan sederhana sebelum menuangkan ke dalam format kerangka tertulis.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan sangat baik:
- Peserta didik diminta memperkaya kerangka naskah prosedur dengan menambahkan keterangan ukuran spesifik, batas waktu, dan alternatif bahan pengganti.
- Peserta didik merancang sketsa visual atau ilustrasi gambar pendukung pada setiap langkah 1-5 untuk memperjelas tampilan naskah prosedur.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik dapat memahami komponen kerangka naskah prosedur melalui tayangan visual? | Sebagian besar peserta didik (85%) mampu memahami komponen struktur dengan sangat baik melalui tayangan media Smart TV. |
| 2 | Apakah pemilihan topik hobi pribadi berhasil meningkatkan motivasi menulis peserta didik? | Ya, peserta didik terlihat sangat antusias dan aktif karena topik tulisan berasal dari minat pribadi mereka sendiri. |
| 3 | Kendala apa yang paling banyak dihadapi peserta didik dalam menyusun langkah 1 sampai 5? | Beberapa peserta didik masih kesulitan memilih kata kerja imperatif yang bervariasi pada awal kalimat. |
| 4 | Bagaimana efektivitas model Process Writing Approach dalam proses pembelajaran ini? | Model ini sangat efektif memandu peserta didik berpikir secara bertahap sehingga hasil tulisan lebih terstruktur. |
| 5 | Apa perbaikan yang akan dilakukan pada pertemuan pembelajaran berikutnya? | Memberikan lebih banyak variasi bank kata kerja imperatif pada papan tulis atau kartu bimbingan. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Jawaban Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan menyusun kerangka naskah prosedur yang paling kamu sukai? | .................................................... |
| 2 | Apakah kamu merasa mudah menyusun langkah 1 sampai 5 untuk kreasi hobimu? Sebutkan alasannya! | .................................................... |
| 3 | Kesulitan apa yang kamu rasakan saat menentukan alat, bahan, atau langkah pembuatan? | .................................................... |
| 4 | Bantuan apa yang kamu perlukan dari guru atau teman agar tulisanmu menjadi lebih bagus? | .................................................... |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
Teks prosedur merupakan bentuk tulisan ekspositori yang bertujuan untuk memberikan instruksi kerja secara jelas, akurat, dan dapat direplikasi. Dalam membelajarkan teks prosedur pada Fase C (Kelas V), pendekatan proses menulis (Process Writing Approach) sangat disarankan karena membantu peserta didik memecah beban kognitif menulis menjadi tahapan-tahapan kecil yang terukur: pra-menulis, pembuatan draft, perbaikan, dan publikasi. Integrasi prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) memastikan bahwa aktivitas menulis menjadi proses yang bermakna (meaningful), dilakukan dengan kesadaran penuh terhadap struktur logika (mindful), serta memberikan rasa senang dan puas (joyful) ketika peserta didik berhasil membagikan hobinya dalam bentuk karya tulis.
Bahan Bacaan Peserta Didik
Tahukah kamu bahwa saat kamu mengajari temanmu cara membuat sebuah kerajinan atau masakan, kamu sedang menyampaikan sebuah prosedur? Agar orang lain tidak bingung, petunjuk yang kita buat harus disusun secara rapi dan urut.
Kerangka naskah prosedur terdiri atas tiga bagian penting:
- Judul: Memberitahu pembaca karya apa yang akan dibuat.
- Alat dan Bahan: Memberitahu barang-barang yang harus disiapkan sebelum mulai bekerja.
- Langkah-Langkah: Petunjuk tahap demi tahap dari awal sampai akhir. Gunakan kata perintah seperti potonglah, siapkan, campurkan, dan hiaslah agar petunjukmu makin jelas!
GLOSARIUM
- Teks Prosedur: Teks yang berisi urutan langkah-langkah atau tahapan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau membuat suatu karya.
- Kerangka Naskah: Rancangan dasar tulisan yang memuat poin-poin utama sebelum dikembangkan menjadi teks utuh.
- Kata Kerja Imperatif: Kata kerja yang mengandung sifat memberi perintah, komando, atau instruksi (contoh: ambil, tuangkan, rekatkan).
- Konjungsi Urutan: Kata penghubung yang menyatakan urutan waktu atau tahapan peristiwa (contoh: pertama, selanjutnya, kemudian, setelah itu, terakhir).
- Process Writing Approach: Pendekatan pembelajaran menulis yang berfokus pada tahapan proses kreatif penyusunan draft hingga final.
DAFTAR PUSTAKA
- Verawaty, Evy, dan Anindito Aditomo. 2021. Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Tompkins, Gail E. 2018. Teaching Writing: Balancing Process and Product. New York: Pearson.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2024. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Sikap dan Keterampilan Menulis
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kemandirian dalam Bekerja | Membutuhkan dorongan penuh dan bantuan terus-menerus dalam menyelesaikan tugas. | Membutuhkan sesekali dorongan untuk tetap fokus mengerjakan tugas kerangka. | Mampu bekerja mandiri dan sesekali bertanya jika mengalami kesulitan. | Sangat mandiri, fokus penuh, dan mampu menyelesaikan tugas sebelum waktu berakhir. | [ ] |
| 2 | Keterampilan Menyusun Alur Logis | Belum mampu menyusun alur langkah secara teratur (langkah masih teracak). | Mampu menyusun 1-2 langkah awal saja secara runtut, sisanya masih acak. | Mampu menyusun langkah 1-5 secara runtut dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu menyusun alur langkah 1-5 dengan sangat logis, runtut, dan sistematis secara mandiri. | [ ] |
| 3 | Keaktifan dalam Umpan Balik Sejawat | Tidak mau berpartisipasi dalam memberikan masukan kepada teman pasangannya. | Kurang aktif, hanya melihat pekerjaan teman tanpa memberikan masukan. | Aktif memberikan masukan sederhana pada kerangka naskah teman. | Sangat aktif, santun, dan kritis dalam memberikan masukan perbaikan kepada teman. | [ ] |
Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 12) x 100