IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Mendengarkan rekaman/pembacaan petunjuk langkah-langkah melakukan suatu aktivitas atau permainan. |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Menyimak |
| Model Pembelajaran | : | Listening Comprehension |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Permainan Tradisional Daerah (Gobak Sodor) dan Diferensiasi Gaya Belajar Auditori |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki kecenderungan gaya belajar dominan visual. Mereka lebih cepat menangkap informasi apabila disertai dengan penayangan gambar, grafik, atau video interaktif. Meskipun demikian, keterampilan menyimak auditori murni masih memerlukan pemantapan agar fokus konsentrasi auditory peserta didik terbiasa mengekstrak informasi lisan tanpa bergantung sepenuhnya pada teks visual.
Pengetahuan Kognitif Awal
Peserta didik secara umum telah mengenal jenis-jenis permainan tradisional yang ada di lingkungan sekitar rumah mereka, seperti Gobak Sodor dan Engklek. Namun, kemampuan dalam mengartikulasikan kembali serta mencatat urutan langkah-langkah petunjuk secara teknis, runtut, dan sistematis berdasarkan instruksi audio masih bervariasi.
Tantangan Pembelajaran
Tantangan utama terletak pada melatih kebiasaan menyimak aktif (active listening) peserta didik gaya belajar visual saat mendengarkan rekaman suara, sehingga mereka mampu menangkap penanda urutan (seperti kata: pertama, kedua, selanjutnya, kemudian, terakhir) dan menuangkannya secara tertulis ke dalam 5 langkah utama tanpa ada tahapan penting yang terlewat.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio. Pada fokus pembelajaran ini, peserta didik secara khusus ditargetkan untuk dapat menuliskan kembali 5 langkah utama dari petunjuk lisan yang diperdengarkan guru atau media audio.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Kognitif
Melalui kegiatan mendengarkan rekaman petunjuk lisan yang diputar via media Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi urutan logis serta kata kunci instruksi dalam petunjuk permainan tradisional daerah dengan tepat.
Tujuan Psikomotorik
Melalui kegiatan penyusunan catatan terstruktur, peserta didik mampu menuliskan kembali 5 langkah utama dari petunjuk lisan permainan tradisional daerah secara urut, tepat, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
Tujuan Afektif
Melalui kerja kelompok dan refleksi, peserta didik menunjukkan sikap fokus, menghargai budaya lokal, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas menyimak.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Kemampuan menyimak dan memahami petunjuk lisan merupakan keterampilan dasar yang sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menguasai keterampilan ini, peserta didik tidak hanya mampu mengikuti aturan permainan tradisional secara aman dan jujur, tetapi juga mampu memahami instruksi kerja, petunjuk keselamatan, serta prosedur kompleks dalam kehidupan bermasyarakat secara akurat.
PERTANYAAN PEMANTIK
Pertanyaan 1
Apa yang akan terjadi jika kita memainkan suatu permainan tradisional tanpa mendengarkan aturan dan langkah-langkahnya terlebih dahulu dari pimpinan permainan?
Pertanyaan 2
Bagaimana cara kita mencatat informasi lisan yang kita dengar agar tidak ada urutan langkah penting yang terlewat atau tertukar?
Pertanyaan 3
Kata-kata penanda apa saja yang biasanya diucapkan oleh seseorang saat memberikan petunjuk urutan melakukan suatu kegiatan?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dari petunjuk lisan menjadi urutan langkah yang logis.
- Gotong Royong: Berkolaborasi dengan teman sejawat dalam mendiskusikan kebenaran urutan petunjuk lisan.
- Mandiri: Mengembangkan pemahaman diri dan keterampilan menuliskan kembali hasil simakan secara mandiri tanpa bergantung penuh pada panduan langsung guru.
- Berkebinekaan Global: Menghargai dan melestarikan kearifan lokal berupa permainan tradisional daerah.
Kompetensi Abad 21 (4C)
- Critical Thinking: Menganalisis informasi lisan dan memisahkan antara informasi utama (langkah kunci) dan informasi penjelas.
- Collaboration: Berdiskusi dalam kelompok auditori-visual untuk mencocokkan hasil pendengaran.
- Communication: Menyampaikan kembali langkah-langkah aktivitas secara tertulis dan lisan di depan kelas.
- Creativity: Menyusun kembali catatan langkah petunjuk dengan bagan atau susunan bahasa yang efektif dan menarik.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Menyimak Petunjuk Lisan
Menyimak petunjuk lisan adalah proses mendengarkan tuturan lisan dengan penuh perhatian untuk memahami makna, perintah, atau tahapan melakukan sesuatu. Petunjuk lisan memiliki karakteristik khusus:
- Menggunakan kalimat perintah (imperatif) atau ajakan.
- Menggunakan kata penghubung urutan waktu (seperti: pertama-tama, langkah kedua, selanjutnya, setelah itu, tahap akhir).
- Disampaikan secara sistematis dari awal hingga akhir.
Pengenalan Kearifan Lokal: Permainan Tradisional Gobak Sodor
Gobak Sodor adalah permainan tradisional beregu yang dimainkan di lapangan berbentuk segi empat bergaris. Permainan ini melatih ketangkasan, kerja sama, dan strategi.
5 Langkah Utama Bermain Gobak Sodor (Teks Petunjuk Lisan)
- Langkah Pertama: Membagi pemain menjadi dua tim sama banyak, yaitu tim penjaga dan tim penyerang, serta menentukan batas garis lapangan.
- Langkah Kedua: Tim penjaga menempati garis-garis arena yang telah ditentukan, sedangkan satu orang penjaga kapten bergerak di garis vertikal tengah.
- Langkah Ketiga: Tim penyerang bersiap di luar garis depan dan berusaha menerobos masuk melewati seluruh garis rintangan tanpa tersentuh oleh tim penjaga.
- Langkah Keempat: Anggota tim penyerang yang berhasil melewati garis belakang harus kembali lagi menyeberang menuju garis depan tanpa tersentuh.
- Langkah Kelima: Tim penyerang mendapat poin jika berhasil bolak-balik secara lengkap, dan pergantian posisi terjadi apabila ada anggota penyerang yang tersentuh oleh penjaga.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Listening Comprehension Model (Model Pemahaman Menyimak) yang terdiri dari tiga tahapan utama:
- Tahap Pra-Menyimak (Pre-Listening)
- Tahap Saat-Menyimak (While-Listening)
- Tahap Pasca-Menyimak (Post-Listening)
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui 3 elemen mendasar:
- Mindful Learning (Pembelajaran Sadar/Fokus): Melatih kesadaran penuh saat mendengarkan rekaman audio tanpa distraksi.
- Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Mengaitkan materi petunjuk dengan kearifan lokal permainan tradisional yang dekat dengan keseharian siswa.
- Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Menggunakan media interaktif Smart TV dan simulasi permainan.
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Dilakukan pada awal pembelajaran melalui pemetaan gaya belajar siswa dan tes menyimak singkat 2 instruksi verbal untuk mengukur kebiasaan fokus auditori peserta didik.
Asesmen Proses (Formatif)
- Lembar Pengamatan Sikap Menyimak (Mindful Listening Observational Sheet).
- Diskusi Kelompok pencocokan urutan langkah permainan tradisional.
Asesmen Akhir (Sumatif)
Penilaian Kinerja Tertulis pada LKPD: Peserta didik menuliskan kembali 5 langkah utama permainan Gobak Sodor berdasarkan rekaman audio yang didengar.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Menuliskan Kembali 5 Langkah Utama Petunjuk Lisan
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ketepatan Jumlah Langkah Utama | Peserta didik hanya mampu menuliskan 1-2 langkah utama dari rekaman. | Peserta didik mampu menuliskan 3 langkah utama dari rekaman. | Peserta didik mampu menuliskan 4 langkah utama dari rekaman. | Peserta didik mampu menuliskan tepat 5 langkah utama dari rekaman secara lengkap. | |
| 2 | Keruntutan Urutan Langkah | Urutan langkah yang ditulis acak dan tidak sesuai dengan alur kronologis rekaman. | Sebagian besar urutan langkah tidak berurutan dan membingungkan pembaca. | Langkah-langkah ditulis berurutan namun terdapat 1 kesalahan posisi langkah. | Seluruh 5 langkah dituliskan sangat runtut sesuai kronologi petunjuk lisan. | |
| 3 | Kelengkapan Informasi dan Kata Kunci | Informasi tidak sesuai dengan isi rekaman dan kata kunci petunjuk hilang. | Informasi kurang lengkap dan hanya mencantumkan sedikit kata kunci utama. | Informasi cukup lengkap, kata kunci utama muncul meski ada detail kecil terlewat. | Informasi sangat akurat, memuat seluruh kata kunci utama dari rekaman lisan. | |
| 4 | Penggunaan Bahasa dan Ejaan | Bahasa sulit dipahami, banyak kesalahan ejaan, dan tidak menggunakan kalimat efektif. | Bahasa kurang runtut, terdapat banyak kesalahan ejaan dan tanda baca. | Bahasa mudah dipahami, terdapat sedikit kesalahan ejaan atau tanda baca. | Menggunakan bahasa Indonesia baku, kalimat efektif, ejaan dan tanda baca sangat tepat. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Alokasi Waktu Total
3 x 35 menit (105 menit)
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Orientasi Sadar (Mindfulness): Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta ruang belajar. Guru mengajak peserta didik melakukan latihan pernapasan singkat (metode STOP: Stop, Take a breath, Observe, Proceed) untuk menyiapkan fokus pendengaran.
- Apersepsi Kontekstual: Guru menampilkan gambar permainan tradisional Gobak Sodor melalui Smart TV. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Siapa yang pernah bermain ini? Jika temanmu belum bisa bermain, bagaimana cara kamu memberi tahu aturan mainnya lewat ucapan?"
- Penyampaian Tujuan dan Motivasi: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak rekaman petunjuk lisan dan mampu menuliskan kembali 5 langkah utamanya secara runtut. Guru menekankan pentingnya keterampilan menyimak dalam kehidupan nyata.
Kegiatan Inti (80 Menit)
Tahap 1: Pra-Menyimak / Pre-Listening (15 Menit) - Mindful Learning
- Guru memberikan penjelasan singkat melalui Smart TV mengenai strategi menyimak efektif: mencatat kata kunci (keywords) dan memperhatikan kata penanda urutan (pertama, kedua, selanjutnya, kemudian, terakhir).
- Guru membagikan lembar prapencatatan (Drafting Sheet) kepada seluruh peserta didik.
- Karena peserta didik mayoritas bergaya belajar visual, guru menampilkan kata-kata kunci visual di Smart TV berupa ilustrasi simbol angka 1 sampai 5 untuk membantu menjembatani pemahaman auditori mereka.
Tahap 2: Saat Menyimak / While-Listening (30 Menit) - Meaningful Learning
- Pemutaran Rekaman Tahap 1: Guru memutar rekaman audio/video jernih tentang "Petunjuk Langkah-Langkah Bermain Gobak Sodor" melalui Smart TV tanpa teks (audio-centric). Peserta didik diminta mendengarkan secara saksama tanpa menulis terlebih dahulu.
- Pemutaran Rekaman Tahap 2: Guru memutar kembali rekaman audio dengan jeda singkat pada setiap transisi langkah. Peserta didik diberi waktu mencatat kata kunci utama untuk tiap langkah pada Lembar Prapencatatan.
- Pemutaran Rekaman Tahap 3: Guru memutar rekaman untuk ketiga kalinya secara utuh guna memverifikasi kelengkapan catatan peserta didik.
Tahap 3: Pasca-Menyimak / Post-Listening (35 Menit) - Joyful & Deep Learning
- Pengelompokan Diferensiasi: Peserta didik dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk mendiskusikan hasil catatan lisan mereka.
- Peserta didik saling mencocokkan kata kunci urutan langkah yang telah didengar.
- Guru membagikan LKPD Mandiri.
- Peserta didik secara individual menyusun dan menuliskan kembali 5 langkah utama bermain Gobak Sodor berdasarkan hasil simakan dan diskusi, menggunakan bahasa mereka sendiri secara runtut pada LKPD.
- Perwakilan peserta didik membacakan hasil tulisannya di depan kelas. Guru dan siswa lain memberikan umpan balik konstruktif.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
- Rangkuman: Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi tentang cara mendengarkan petunjuk lisan dan pentingnya kata penanda urutan.
- Refleksi Singkat: Guru menanyakan perasaan peserta didik selama proses menyimak lisan melalui Smart TV.
- Tindak Lanjut dan Penutup: Guru memberikan apresiasi atas fokus dan kerja keras peserta didik, memberikan tugas pengayaan/remedial bagi yang memerlukan, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik dilatih untuk secara sadar memusatkan seluruh perhatian indra pendengarannya pada arus informasi audio dari Smart TV, melepaskan gangguan visual di sekitarnya, serta menyadari pentingnya jeda dan penekanan suara dalam petunjuk lisan.
Meaningful Learning
Materi yang disimak diangkat langsung dari kearifan lokal yaitu permainan tradisional Gobak Sodor. Hal ini membuat informasi yang disimak tidak abstrak, melainkan langsung terhubung dengan pengalaman sosial dan budaya peserta didik di SD Negeri 1 Wringin Anom.
Joyful Learning
Proses belajar dibuat interaktif dengan penggunaan teknologi Smart TV, variasi jeda audio, diskusi kelompok yang komunikatif, serta simulasi gerakan tangan interaktif saat mengidentifikasi 5 langkah utama permainan.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Proses
- Untuk Peserta Didik Auditori: Diberikan akses mendengarkan ulang rekaman audio menggunakan sarana headphone/laptop guru secara mandiri jika memerlukan pengulangan tambahan.
- Untuk Peserta Didik Visual (Mayoritas Kelas): Guru memberikan bantuan berupa sarana visual di Smart TV berupa bagan alur kosong berpola angka 1-5 dan ikon visual sederhana untuk membantu mengorganisasikan informasi auditori yang mereka dengar ke dalam bentuk tulisan.
Diferensiasi Produk
- Tingkat Dasar (Perlu Bimbingan): Menuliskan kembali 5 langkah utama menggunakan bantuan kata kunci yang sudah disediakan sebagian pada template LKPD.
- Tingkat Menengah (Sesuai Standar): Menuliskan kembali 5 langkah utama secara utuh dengan bahasa sendiri yang baku dan runtut.
- Tingkat Lanjut (Pengayaan): Menuliskan kembali 5 langkah utama beserta tambahan rincian aturan pelanggaran dan variasi strategi permainan berdasarkan simakan mendalam.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
Laptop
Digunakan oleh guru untuk mengolah, mengedit, dan memutar file rekaman audio petunjuk lisan berformat MP3/MP4 dengan kualitas suara yang jernih.
Smart TV
Digunakan sebagai media output audio-visual utama di depan kelas untuk memutar rekaman petunjuk lisan, menampilkan garis besar panduan pra-menyimak, dan menayangkan media pembuka pembelajaran.
Internet
Pemanfaatan jaringan internet untuk mengunduh dan mengakses sumber rekaman kearifan lokal permainan tradisional serta instrumen pembelajaran digital yang relevan.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Rekaman Audio/Video Petunjuk Lisan "Langkah-Langkah Bermain Gobak Sodor".
- Smart TV dan perangkat pengeras suara.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
- Kartu Bergambar Urutan Langkah (sebagai alat bantu visual pendukung).
Sumber Belajar
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Modul Lokal Olahraga dan Permainan Tradisional Jawa Timur.
- Lingkungan sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | |
| Kelas / Fase | Kelas V / C |
| Nomor Absen | |
| Tanggal Pelaksanaan |
Judul Kegiatan
Menuliskan Kembali 5 Langkah Utama Petunjuk Lisan Permainan Tradisional Gobak Sodor.
Petunjuk Kerja
- Dengarkanlah rekaman audio petunjuk lisan yang diputar melalui Smart TV dengan cermat dan konsentrasi penuh.
- Catatlah kata-kata kunci dan kata penanda urutan (pertama, kedua, selanjutnya, kemudian, terakhir) pada lembar orat-oretmu.
- Setelah proses menyimak selesai, tuliskan kembali 5 langkah utama bermain Gobak Sodor pada kolom yang telah disediakan di bawah ini menggunakan bahasamu sendiri secara jelas, tepat, dan runtut!
Lembar Isian Langkah Utama
Langkah Utama 1:
____________________________________________________________________________________________
Langkah Utama 2:
____________________________________________________________________________________________
Langkah Utama 3:
____________________________________________________________________________________________
Langkah Utama 4:
____________________________________________________________________________________________
Langkah Utama 5:
____________________________________________________________________________________________
REMEDIAL
Program Remedial
Program remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), yaitu yang hanya mampu menuliskan kurang dari 4 langkah utama atau urutan langkahnya masih acak.
Langkah Kegiatan Remedial
- Peserta didik dipanggil dalam kelompok kecil (1-3 orang).
- Guru memutar kembali rekaman audio petunjuk lisan dengan kecepatan tempo yang lebih lambat (slow speed 0.75x) melalui laptop.
- Guru memberikan bimbingan tersurat (scaffolding) dengan menghentikan audio di setiap akhir kalimat langkah utama, lalu meminta peserta didik langsung menyebutkan dan menuliskan kata kunci langkah tersebut secara bertahap.
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan dengan nilai sangat baik dalam menuliskan 5 langkah utama petunjuk lisan.
Langkah Kegiatan Pengayaan
- Peserta didik diminta menyimak rekaman petunjuk lisan permainan tradisional daerah lain yang tingkat kerumitannya lebih tinggi (misalnya: Permainan Bentengan atau Engklek Wayang).
- Peserta didik bertindak sebagai "Pemberi Petunjuk" dengan merekam suara mereka sendiri menggunakan fitur perekam suara di laptop/HP guru, menyampaikan 5 langkah utama permainan tersebut secara lisan dengan intonasi dan artikulasi yang jelas untuk didengarkan oleh teman-teman lainnya.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi Guru | Evaluasi dan Catatan Guru | Rencana Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|
| 1 | Apakah media audio pada Smart TV berfungsi dengan baik dan terdengar jelas oleh seluruh peserta didik? | Suara audio terdengar sangat jelas di seluruh sudut kelas V, peserta didik fokus mendengarkan. | Mempertahankan kualitas audio dan tata letak tempat duduk siswa untuk pertemuan berikutnya. |
| 2 | Apakah penerapan pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) berhasil meningkatkan fokus menyimak peserta didik yang dominan visual? | Sebagian besar peserta didik visual terbantu oleh adanya simbol alur visual di Smart TV saat proses menyimak lisan. | Menambahkan lebih banyak variasi penguat visual tanpa mengurangi esensi latihan auditori. |
| 3 | Berapa persentase peserta didik yang mampu menuliskan 5 langkah utama petunjuk lisan secara tepat dan runtut? | Sebanyak 85% peserta didik berhasil mencapai kriteria penulisan 5 langkah utama secara runtut dan tepat. | Memberikan pendampingan remedial intensif bagi 15% peserta didik yang belum tuntas. |
| 4 | Kendall utama apa yang dihadapi peserta didik saat mentransformasikan informasi lisan ke dalam tulisan? | Beberapa peserta didik kesulitan menangkap kata kunci jika kalimat dalam rekaman terlalu panjang. | Melatih teknik mencatat ringkas (note-taking) dengan simbol/kata kunci sederhana pada pembelajaran mendatang. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Indikator Refleksi Peserta Didik | Jawaban Peserta Didik | Catatan Perasaan / Kesan |
|---|---|---|---|
| 1 | Apakah saya dapat mendengarkan petunjuk lisan dari Smart TV dengan fokus dan tanpa terdistraksi? | Ya / Cukup / Tidak | Saya merasa tertantang untuk mendengarkan tanpa melihat teks di layar. |
| 2 | Apakah saya berhasil menemukan kata kunci penanda urutan (pertama, kedua, dst.) dari rekaman yang diputar? | Ya / Cukup / Tidak | Kata penanda urutan memudahkan saya menandai batas antar langkah. |
| 3 | Apakah saya dapat menuliskan kembali 5 langkah utama bermain Gobak Sodor secara runtut? | Ya / Cukup / Tidak | Saya bisa menuliskan 5 langkah dengan lengkap menggunakan bahasa saya sendiri. |
| 4 | Bagaimana perasaan saya saat mempelajari petunjuk permainan tradisional daerah hari ini? | Senang / Biasa / Bingung | Sangat senang karena saya jadi lebih paham aturan bermain Gobak Sodor yang benar. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru: Mendidik Keterampilan Menyimak Aktif (Active Listening)
Menyimak merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang reseptif namun membutuhkan pemrosesan kognitif yang aktif. Dalam konteks Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Mendalam, menyimak tidak sekadar mendengar suara (hearing), melainkan memahami (comprehending), mengevaluasi (evaluating), dan merespons (responding). Guru perlu memahami bahwa peserta didik gaya belajar visual membutuhkan "jembatan visual" saat melatih indra auditori mereka. Penggunaan struktur visual seperti angka berurutan atau kata penanda (signposting words) sangat membantu peserta didik mengorganisasikan informasi yang diserap dari media audio.
Bahan Bacaan Peserta Didik: Mengenal Petunjuk Lisan dan Permainan Gobak Sodor
Petunjuk lisan adalah urutan instruksi yang disampaikan melalui ucapan atau suara untuk memberitahu kita cara melakukan sesuatu. Saat mendengarkan petunjuk lisan, perhatikan kata-kata kunci seperti: Pertama, Kedua, Selanjutnya, Setelah itu, dan Terakhir.
Gobak Sodor adalah salah satu permainan tradisional kebanggaan Indonesia. Permainan ini membutuhkan dua tim: Tim Penjaga dan Tim Penyerang. Tugas tim penyerang adalah melewati garis-garis arena yang dijaga ketat oleh tim penjaga. Jika kamu mendengarkan petunjuk bermainnya dengan teliti, kamu dan timmu bisa menyusun strategi hebat untuk menang!
GLOSARIUM
- Auditori: Gaya belajar yang menekankan pada pendengaran sebagai indra utama dalam menyerap informasi.
- Deep Learning: Pendekatan pembelajaran mendalam yang berfokus pada pemahaman bermakna, keterlibatan aktif, dan penerapan dalam kehidupan nyata.
- Imperatif: Kalimat yang bersifat memberi perintah, larangan, atau instruksi.
- Listening Comprehension: Kemampuan untuk memahami, menginterpretasi, dan merespons pesan lisan yang didengar.
- Mindful Learning: Proses belajar yang dilakukan dengan kesadaran penuh, fokus, dan perhatian terpusat pada momen saat ini.
- Permainan Tradisional: Bentuk kegiatan permainan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat daerah tertentu serta mengandungkan nilai-nilai kearifan lokal.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Indrayani, N. (2022). Kearifan Lokal dan Permainan Tradisional Anak Nusantara. Surabaya: Cipta Media Edukasi.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
- Verawaty, E. & Zulkarnain. (2021). Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
LAMPIRAN
Transkrip Teks Petunjuk Lisan (Bahan Audio Guru)
Naskah Audio: "Petunjuk Langkah-Langkah Bermain Permainan Tradisional Gobak Sodor"
"Halo anak-anak hebat kelas lima SD Negeri 1 Wringin Anom! Dengarkan baik-baik lima langkah utama cara bermain Gobak Sodor berikut ini.
- Langkah pertama: Bagi seluruh pemain menjadi dua kelompok sama banyak, yaitu tim penjaga dan tim penyerang, lalu siapkan lapangan bergaris segi empat.
- Langkah kedua: Tim penjaga berdiri di atas garis-garis penyeberangan yang telah dibuat, dan satu orang kapten tim penjaga bergerak bebas di garis lurus bagian tengah.
- Langkah ketiga: Tim penyerang berkumpul di luar garis depan dan mulai bergerak menerobos masuk melewati garis-garis rintangan tanpa boleh tersentuh oleh badan tim penjaga.
- Langkah keempat: Anggota tim penyerang yang berhasil tembus sampai garis paling belakang harus berbalik arah dan kembali menyeberang sampai ke garis depan dengan selamat.
- Langkah kelima: Tim penyerang mendapatkan satu poin jika berhasil kembali ke garis depan, dan posisi tim akan berganti apabila ada penyerang yang tersentuh oleh penjaga.
Nah, itulah lima langkah utama bermain Gobak Sodor. Catat dan tuliskan kembali langkah-langkah tersebut dengan runtut!"
Lembar Observasi Keterampilan Menyimak Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Sikap Fokus dan Ketenangan (Mindfulness) | Peserta didik sering gaduh, tidak mendengarkan audio, dan mengganggu teman. | Peserta didik cukup tenang namun sering kehilangan fokus perhatian pada audio. | Peserta didik mendengarkan audio dengan tenang dan fokus dari awal hingga akhir. | Peserta didik menunjukkan sikap sangat fokus, mencatat aktif, dan tidak terdistraksi sama sekali. | |
| 2 | Kemampuan Menangkap Kata Kunci | Peserta didik tidak mampu mencatat kata kunci penanda urutan sama sekali. | Peserta didik hanya mencatat 1-2 kata kunci penanda urutan langkah. | Peserta didik mencatat 3-4 kata kunci penanda urutan langkah dengan benar. | Peserta didik mampu mencatat seluruh kata kunci penanda urutan (5 langkah) secara tepat. | |
| 3 | Kemandirian dalam Pengerjaan | Selalu meminta bantuan guru/teman dalam setiap kalimat tulisan. | Membutuhkan banyak arahan guru untuk menyelesaikan tulisan langkah. | Mampu menyelesaikan tugas dengan sedikit arahan dari guru. | Sangat mandiri dan percaya diri dalam menyelesaikan seluruh tugas LKPD. | |
| 4 | Ketepatan Waktu Penyelesaian | Tugas tidak selesai dalam alokasi waktu yang disepakati. | Tugas selesai dengan keterlambatan lebih dari 10 menit. | Tugas selesai tepat pada akhir alokasi waktu yang disediakan. | Tugas selesai lebih cepat dari alokasi waktu dengan hasil sangat baik. |