IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Menganalisis petunjuk langkah-langkah hobi yang disajikan dalam bentuk infografis/panduan visual. |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Membaca dan Memirsa |
| Model Pembelajaran | : | Visual Literacy Inquiry |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Makanan/minuman tradisional daerah dan Diferensiasi media visual |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang dominan. Mereka lebih cepat memproses informasi yang disajikan melalui gambar, diagram, media warna, dan tayangan digital. Dalam konteks sosial, peserta didik terbiasa berinteraksi dengan lingkungan masyarakat yang dekat dengan pemrosesan kuliner tradisional daerah.
Pengetahuan Awal
Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar membaca teks narasi sederhana dan mengenali urutan kegiatan sehari-hari. Sebagian besar peserta didik telah dapat menyebutkan nama-nama bahan minuman/makanan tradisional, namun belum terbiasa menstrukturkan alur visual menjadi teks prosedur yang sistematis dan mengandung kata kerja imperatif yang tepat.
Potensi Hambatan
Hambatan yang mungkin muncul adalah kesulitan peserta didik dalam memilih kata kerja operasional (imperatif) yang tepat saat menerjemahkan gambar/ikon visual serta menganalisis alur infografis yang memiliki lebih dari satu garis alur pembacaan.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu menganalisis informasi dari petunjuk visual atau infografis, memahami urutan gambar pembuatan makanan/minuman tradisional daerah atau panduan hobi, serta menerjemahkan simbol, gambar, dan alur visual tersebut ke dalam teks prosedur tertulis secara runtut, logis, dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Utama
Melalui model pembelajaran Visual Literacy Inquiry berbasis kearifan lokal, peserta didik mampu menguraikan dan menerjemahkan petunjuk langkah-langkah dalam infografis visual menjadi teks prosedur tertulis yang rinci dan runtut.
Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IPTP)
- Peserta didik dapat mengidentifikasi komponen utama (judul, bahan/alat, dan langkah-langkah) dalam infografis panduan membuat minuman tradisional daerah.
- Peserta didik dapat menganalisis urutan logis dari gambar/simbol visual yang disajikan pada layar Smart TV.
- Peserta didik dapat menerjemahkan simbol dan gambar visual menjadi kalimat petunjuk dengan menggunakan kata kerja imperatif secara tepat.
- Peserta didik dapat menyusun kembali urutan langkah-langkah pembuatan kuliner tradisional ke dalam bentuk teks prosedur tertulis yang runtut secara bergotong royong.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Visual bukan sekadar gambar pajangan, melainkan sebuah media komunikasi padat informasi. Menguasai keterampilan membaca literasi visual dan infografis memungkinkan seseorang untuk memahami instruksi kompleks dalam kehidupan nyata secara cepat, akurat, dan efisien, seperti membaca panduan keselamatan, resep kuliner, petunjuk merakit benda, maupun langkah-langkah mengembangkan hobi positif.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Ketika kalian membeli makanan atau minuman kemasan tradisional, apakah kalian lebih mudah membaca tulisan yang panjang atau melihat gambar petunjuk pembuatannya? Mengapa?
- Apabila gambar petunjuk pada sebuah infografis ditukar urutannya, apa yang akan terjadi pada hasil akhir pembuatan minuman tradisional tersebut?
- Bagaimana cara kita mengubah sebuah gambar visual tanpa kata-kata menjadi kalimat instruksi yang jelas bagi orang lain?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis ketepatan urutan visual dan menerjemahkannya ke dalam bahasa instruksional yang logis.
- Gotong Royong: Berkolaborasi dalam kelompok untuk mendiskusikan makna ikon dan gambar dalam infografis.
- Mandiri: Mengemukakan pendapat pribadi terkait interpretasi visual yang disajikan.
- Kreatif: Menyajikan hasil terjemahan visual ke dalam struktur teks yang rapi dan komunikatif.
Kompetensi Literasi Visual
- Decoding Visual: Membaca arti simbol, warna, panah alur, dan ilustrasi.
- Visual Translation: Mengubah pesan visual menjadi pesan verbal/tulis.
- Critical Viewing: Menilai keruntutan alur informasi visual.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Dasar Infografis Panduan Visual
Infografis adalah media informasi yang menyajikan data, teks, dan gambar secara visual agar lebih mudah dan cepat dipahami oleh pembaca.
Unsur-Unsur Infografis Teks Prosedur
- Judul Utama: Memuat tujuan dari panduan visual.
- Visualisasi Bahan dan Alat: Gambar benda atau bahan yang dibutuhkan beserta ukurannya.
- Langkah Kerja Berurutan: Diwakili oleh nomor, panah penunjuk alur, serta gambar aksi.
- Kata Kerja Imperatif: Kata kerja perintah yang digunakan untuk menerjemahkan aksi gambar (contoh: tuangkan, aduklah, rebuslah, campurkan).
Integrasi Kearifan Lokal
Materi menggunakan contoh panduan visual pembuatan "Wedang Pokak Wringin Anom" (minuman herbal khas daerah yang terbuat dari serai, jahe, kayu manis, dan gula merah).
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Visual Literacy Inquiry (Siklus: Observe -> Inquiry -> Interpret -> Express).
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning):
- Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati detail visual, ikon, dan arah panah pada infografis tanpa tergesa-gesa.
- Meaningful Learning: Hubungan langsung antara materi visual dengan minuman tradisional yang ada di lingkungan sekitar peserta didik.
- Joyful Learning: Pembelajaran berbasis eksplorasi gambar interaktif menggunakan Smart TV yang menyenangkan.
ASESMEN
Asesmen Awal (Diagnostik)
Dilakukan pada awal pembelajaran dengan menampilkan dua gambar instruksi acak di Smart TV untuk mengukur sejauh mana peserta didik mampu membaca alur visual dan menyebutkan kata kerja imperatif.
Asesmen Formatif
- Lembar Observasi Kinerja Diskusi Kelompok (mengukur bernalar kritis dan gotong royong).
- Penilaian Formatif Proses LKPD (mengukur kemampuan menganalisis dan menerjemahkan infografis).
Asesmen Sumatif
Unjuk kerja presentasi kelompok dan tes tulis singkat di akhir pembelajaran mengenai penerjemahan infografis baru ke dalam paragraf prosedur.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| Indikator Sikap | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Bernalar Kritis | Sangat aktif menganalisis alur visual dan kritis mempertanyakan ketidaksesuaian gambar. | Aktif menganalisis alur visual dan mampu menemukan poin utama gambar. | Membutuhkan dorongan untuk menganalisis alur visual infografis. | Belum mampu menganalisis alur visual meskipun sudah dibimbing. |
| Gotong Royong | Bekerja sama sangat baik, mendengarkan pendapat teman, dan aktif membantu kelompok. | Bekerja sama dengan baik dan mau berbagi tugas dalam kelompok. | Kurang aktif dalam kelompok namun tetap menyelesaikan tugasnya. | Tidak mau bekerja sama dan pasif dalam kegiatan kelompok. |
Rubrik Penilaian Pengetahuan (Analisis Infografis)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Identifikasi Unsur Visual | Mampu mengidentifikasi judul, seluruh bahan, alat, dan alur gambar secara lengkap dan tepat. | Mampu mengidentifikasi judul, sebagian besar bahan, alat, dan alur gambar dengan tepat. | Hanya mampu mengidentifikasi judul dan sebagian kecil bahan/alat visual. | Tidak mampu mengidentifikasi unsur-unsur visual pada infografis. |
| Ketepatan Urutan Langkah | Menentukan urutan alur gambar 100% tepat sesuai dengan logika pembuatan. | Menentukan urutan alur gambar dengan 1-2 kesalahan kecil. | Menentukan urutan alur gambar dengan banyak kesalahan alur. | Tidak dapat menentukan urutan alur gambar sama sekali. |
Rubrik Penilaian Keterampilan (Penerjemahan Teks Prosedur Tulis)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Penggunaan Kata Imperatif | Menggunakan kata kerja imperatif yang sangat variatif, tepat, dan sesuai dengan aksi gambar. | Menggunakan kata kerja imperatif yang tepat namun kurang variatif. | Menggunakan kata kerja yang kurang tepat untuk menggambarkan aksi visual. | Tidak menggunakan kata kerja imperatif dalam penulisan teks. |
| Keruntutan Teks Prosedur | Teks susunan sangat runtut, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca. | Teks susunan runtut dan cukup jelas dipahami. | Teks susunan kurang runtut sehingga membingungkan pembaca. | Teks susunan acak-acakan dan tidak membentuk petunjuk prosedur. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pendahuluan (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengecek kehadiran.
- Guru mengajak peserta didik melakukan latihan pernapasan sejenak untuk menciptakan kondisi Mindful Learning.
- Guru melakukan apersepsi dengan menampilkan foto "Wedang Pokak Wringin Anom" pada Smart TV.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk memicu literasi visual dan ketertarikan peserta didik.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alur kegiatan, dan bentuk penilaian yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Visual Observation (Mindful Learning - 15 Menit)
- Guru menampilkan sebuah infografis berwarna yang menarik di Smart TV tentang langkah pembuatan Wedang Pokak.
- Peserta didik secara individu mengamati infografis tersebut secara saksama, memperhatikan penggunaan warna, ikon bahan, bentuk panah, dan gambar aksi.
- Guru membimbing peserta didik fokus pada detail kecil, seperti ukuran bahan yang digambarkan dan arah alur baca (dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah).
Tahap 2: Visual Inquiry & Analysis (Meaningful Learning - 20 Menit)
- Guru mengajukan pertanyaan penelusuran: "Ikon apa yang pertama kali kalian lihat?", "Apa arti tanda panah merah di antara gambar nomor 2 dan 3?", "Kata kerja apa yang paling cocok untuk gambar orang memotong jahe ini?".
- Peserta didik secara interaktif menjawab dan mendiskusikan arti simbol-simbol visual tersebut.
- Guru memberikan penguatan konsep tentang kata kerja imperatif dan struktur teks prosedur visual.
Tahap 3: Group Interpretation & Collaboration (Joyful Learning - 25 Menit)
- Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik).
- Guru membagikan LKPD Visual yang telah disesuaikan dengan tingkat diferensiasi media visual.
- Kelompok menganalisis infografis panduan hobi/kuliner tradisional pada LKPD, mendiskusikan urutan alur, dan menerjemahkan setiap gambar menjadi kalimat prosedur runtut dengan kata kerja imperatif.
- Guru berpartisipasi memfasilitasi diskusi, memberikan bantuan bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan.
Tahap 4: Expression & Presentation (15 Menit)
- Setiap kelompok mengirimkan perwakilan untuk mempresentasikan hasil analisis dan penerjemahan infografis di depan kelas.
- Kelompok lain memberikan tanggapan, koreksi, atau masukan terkait ketepatan kalimat instruksi yang dibacakan.
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan hasil kerja seluruh kelompok.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran mengenai cara membaca dan menerjemahkan infografis visual.
- Peserta didik melakukan refleksi singkat terhadap proses pembelajaran yang telah dijalani.
- Guru memberikan lembar evaluasi sumatif singkat untuk mengukur pemahaman individu.
- Guru menyampaikan gambaran materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama serta salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik dilatih untuk mengamati media visual secara tidak tergesa-gesa. Mereka diajak memperhatikan elemen visual terkecil seperti ekspresi gambar, fungsi ikon, dan perbedaan bentuk panah instruksi pada layar Smart TV untuk melatih fokus dan ketelitian penglihatan.
Meaningful Learning
Materi yang diangkat dikaitkan langsung dengan kekayaan lokal "Wedang Pokak Wringin Anom". Peserta didik memahami bahwa kemampuan membaca infografis secara akurat bermanfaat nyata ketika mereka ingin mencoba resep keluarga, membuat kerajinan tangan, atau memahami petunjuk alat elektronik di rumah.
Joyful Learning
Pembelajaran dirancang secara interaktif menggunakan tayangan visual berwarna beresolusi tinggi di Smart TV, diskusi kelompok yang kooperatif, serta kegiatan presentasi berbasis apresiasi positif yang menyenangkan bagi peserta didik.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten / Media Visual
- Kelompok Visual Dasar: Diberikan media infografis dengan alur linear tunggal yang dilengkapi nomor urut yang jelas dan ikon visual bernavigasi sederhana.
- Kelompok Visual Lanjut: Diberikan media infografis berbentuk diagram alur bercabang tanpa nomor urut, di mana peserta didik harus menentukan sendiri urutan logis berdasarkan gambar aksi.
Diferensiasi Proses
- Kelompok yang membutuhkan bimbingan (pembelajar lambat) mendapatkan skaffolding langsung dari guru dengan memandu penerjemahan gambar demi gambar.
- Kelompok mahir diberikan kebebasan menganalisis infografis yang memiliki tingkat kompleksitas informasi lebih tinggi secara mandiri.
Diferensiasi Produk
- Peserta didik dengan minat menggambar disajikan ruang untuk melengkapi teks prosedur dengan sketsa simbol pendukung.
- Peserta didik dengan minat menulis fokus menyusun kalimat petunjuk yang kaya akan kata sifat dan kata kerja imperatif presisi.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk memproyeksikan infografis digital interaktif dengan kualitas tinggi agar seluruh peserta didik dapat mengamati detail gambar dengan jelas.
- Laptop Guru: Digunakan sebagai sarana pengolahan media presentasi dan penyedia sumber belajar visual digital.
- Koneksi Internet: Digunakan untuk mengakses platform sumber infografis edukatif dan ragam visual kearifan lokal daerah.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Slide tayangan infografis "Cara Membuat Wedang Pokak Wringin Anom" pada Smart TV.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis cetak visual berwarna.
- Kartu Ikon Visual dan Kartu Kata Kerja Imperatif untuk simulasi kelompok.
Sumber Belajar
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021.
- Dokumentasi Kebudayaan dan Kuliner Tradisional Kecamatan Wringin Anom.
- Modul Pembelajaran Literasi Visual Sekolah Dasar.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | ..................................................... |
| Kelas / No. Absen | V (Lima) / ....... |
| Tanggal | ..................................................... |
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Topik / Materi | Analisis Panduan Visual Infografis |
Judul Kegiatan
Menerjemahkan Infografis Pembuatan Kuliner Tradisional Daerah.
Petunjuk Kerja
- Amati gambar infografis pembuatan minuman tradisional yang terdapat di bawah ini dengan cermat.
- Perhatikan urutan nomor, ikon bahan, serta aksi yang ditunjukkan pada setiap gambar.
- Isilah tabel analisis bahan dan langkah-langkah di bawah ini dengan mengubah gambar menjadi kalimat petunjuk yang memuat kata kerja imperatif.
Media Infografis Visual (Deskripsi Gambar untuk Disajikan)
- Gambar A: Menunjukkan jahe, serai, dan kayu manis di atas talenan.
- Gambar B: Menunjukkan pisau memotong jahe menjadi irisan tipis.
- Gambar C: Menunjukkan air mendidih dalam panci di atas kompor.
- Gambar D: Menunjukkan tangan memasukkan irisan jahe dan kayu manis ke panci.
- Gambar E: Menunjukkan sendok mengaduk minuman dan menyaringnya ke dalam gelas.
Tabel Hasil Analisis Infografis
| Nomor Gambar | Ikon / Aksi Visual yang Terlihat | Kalimat Petunjuk (Gunakan Kata Kerja Imperatif) |
|---|---|---|
| 1 | Gambar A (Bahan-bahan) | Siapkan jahe, serai, dan kayu manis yang segar. |
| 2 | Gambar B (Aksi memotong) | .................................................................................................... |
| 3 | Gambar C (Air mendidih) | .................................................................................................... |
| 4 | Gambar D (Aksi memasukkan) | .................................................................................................... |
| 5 | Gambar E (Aksi menyaring) | .................................................................................................... |
Pertanyaan Analisis
- Mengapa urutan pada gambar di atas tidak boleh dibolak-balik? Jelaskan alasanmu!
Jawaban: ................................................................................................................................................
- Tulislah 3 kata kerja imperatif yang kamu gunakan dalam tabel di atas!
Jawaban: ................................................................................................................................................
REMEDIAL
Program Bimbingan Remedial
Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
Langkah Kegiatan Remedial
- Guru memberikan pendampingan individu (one-on-one) dengan menggunakan 3 kartu gambar instruksi sederhana secara terpisah.
- Peserta didik diminta mengurutkan kartu gambar dari awal hingga akhir.
- Guru membimbing peserta didik menyebutkan satu kata kerja imperatif untuk setiap gambar (misalnya: cuci, potong, tuang).
- Peserta didik menuliskan kembali kalimat petunjuk sederhana berdasarkan bimbingan tersebut.
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan nilai sangat baik.
Langkah Kegiatan Pengayaan
- Peserta didik diberikan tugas mandiri untuk membuat rancangan sketsa infografis panduan hobi mereka sendiri (misalnya: hobi merawat tanaman, menggambar, atau membuat mainan kertas).
- Peserta didik harus melengkapi sketsa tersebut dengan alur panah yang jelas dan menuliskan teks petunjuk prosedur terstruktur di samping sketsa visual yang dibuat.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi / Diri Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik aktif mengamati tayangan infografis di Smart TV? | Sebagian besar peserta didik sangat antusias dan aktif mengamati detail gambar yang ditayangkan. |
| 2 | Apakah penerapan model Visual Literacy Inquiry berhasil meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap teks prosedur? | Ya, model ini sangat membantu peserta didik mendecode gambar menjadi kata-kata instruksional secara logis. |
| 3 | Kendala apa yang paling mendasar dalam pembelajaran hari ini? | Beberapa peserta didik masih kesulitan membedakan kata kerja dasar dengan kata kerja imperatif (perintah). |
| 4 | Apakah diferensiasi media visual yang disiapkan sudah efektif sesuai kebutuhan peserta didik? | Efektif, kelompok yang membutuhkan bimbingan menjadi lebih terbantu dengan adanya alur nomor yang jelas. |
| 5 | Perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan pembelajaran selanjutnya? | Memberikan latihan khusus mengenai variasi kata kerja imperatif sebelum masuk ke materi analisis visual. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Tanggapan / Perasaan Saya |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai? | Saat mengamati infografis berwarna di Smart TV dan mendiskusikannya bersama teman kelompok. |
| 2 | Apakah kamu merasa kesulitan saat mengidentifikasi kata kerja perintah dari gambar infografis? | Sedikit kesulitan pada awalnya, namun menjadi mudah setelah mendapat arahan dari guru. |
| 3 | Apakah kamu sekarang bisa membaca dan memahami gambar petunjuk resep makanan/minuman sendiri di rumah? | Ya, saya sekarang bisa memahami alur gambar dan petunjuknya dengan lebih runtut. |
| 4 | Bagaimana perasaanmu selama melakukan diskusi kelompok hari ini? | Sangat senang karena bisa bekerja sama dan saling membantu menerjemahkan gambar. |
BAHAN BACAAN
Teks Prosedur Visual dan Infografis
Teks prosedur adalah teks yang berisi petunjuk untuk melakukan, menggunakan, atau membuat sesuatu melalui langkah-langkah yang sistematis. Dalam perkembangan media modern, teks prosedur sering kali disajikan dalam bentuk infografis. Infografis menggabungkan daya tarik visual (gambar, ikon, warna, tata letak) dengan ketajaman bahasa tulisan.
Untuk memahami infografis dengan baik, pembaca perlu melakukan tiga langkah utama literasi visual:
- Mengidentifikasi Ikon dan Simbol: Memahami makna gambar benda, ukuran, dan tanda panah alur.
- Menentukan Urutan Logis: Membaca alur informasi secara berurutan sesuai arah panah atau nomor instruksi.
- Menggunakan Bahasa Instruksional: Menerjemahkan visual menjadi kalimat perintah yang berakhiran -lah, -kan, atau menggunakan kata kerja operasional seperti tuangkan, campurkan, masukkan, dan saringlah.
Melalui pemahaman ini, peserta didik dapat melestarikan berbagai warisan kuliner tradisional seperti Wedang Pokak dengan mencatat dan menyebarluaskan resepnya dalam bentuk infografis yang menarik.
GLOSARIUM
- Infografis: Informasi yang disajikan dalam bentuk visual berupa grafik, gambar, dan teks yang dirancang untuk menyampaikan informasi kompleks secara cepat dan jelas.
- Literasi Visual: Kemampuan untuk menginterpretasi, menganalisis, menilai, dan menciptakan pesan melalui media gambar atau visual.
- Kata Kerja Imperatif: Kata kerja yang menyatakan perintah, ajakan, atau larangan yang biasanya digunakan dalam teks prosedur (contoh: potonglah, tuangkan).
- Teks Prosedur: Teks yang berisi alur atau langkah-langkah sistematis untuk mencapai tujuan tertentu.
- Visual Literacy Inquiry: Model pembelajaran berbasis penyelidikan media visual untuk membangun pemahaman kritis peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Avgerinou, M. D., & Ericson, J. (1997). A Review of the Concept of Visual Literacy. British Journal of Educational Technology, 28(4), 280-291.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Bernalar Kritis | Belum mampu menganalisis alur visual infografis sama sekali. | Mampu menganalisis alur visual jika terus-menerus dibimbing. | Mampu menganalisis alur visual dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu menganalisis alur visual secara mandiri dan sangat kritis. | |
| 2 | Gotong Royong | Pasif dan tidak mau terlibat dalam kegiatan diskusi kelompok. | Kurang aktif berpartisipasi dan menyelesaikan tugas kelompok. | Aktif berpartisipasi dan bekerja sama dengan baik dalam kelompok. | Sangat aktif, memimpin diskusi, dan membantu teman kelompok. | |
| 3 | Mandiri | Tidak mampu menyelesaikan tugas tanpa bergantung penuh pada teman/guru. | Menyelesaikan tugas dengan bantuan berulang dari guru. | Menyelesaikan tugas dengan bimbingan sesekali dari guru. | Menyelesaikan seluruh tugas secara mandiri dan penuh tanggung jawab. |
Lembar Observasi Penilaian Keterampilan Literasi Visual
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Identifikasi Ikon dan Simbol | Tidak mampu mengidentifikasi ikon dan simbol visual dalam infografis. | Mampu mengidentifikasi 1-2 ikon visual dengan benar. | Mampu mengidentifikasi sebagian besar ikon visual dengan benar. | Mampu mengidentifikasi seluruh ikon dan simbol visual dengan sangat tepat. | |
| 2 | Menerjemahkan Visual ke Teks | Tidak mampu menyusun kalimat petunjuk berdasarkan gambar visual. | Menyusun kalimat petunjuk namun tidak menggunakan kata kerja imperatif. | Menyusun kalimat petunjuk dengan kata kerja imperatif yang cukup tepat. | Menyusun kalimat petunjuk dengan kata kerja imperatif yang sangat variatif dan tepat. | |
| 3 | Keruntutan Alur Prosedur | Teks prosedur yang disusun acak dan tidak logis secara urutan. | Teks prosedur disusun dengan banyak kesalahan urutan alur. | Teks prosedur disusun runtut dengan hanya 1 kesalahan alur. | Teks prosedur disusun secara sempurna dan runtut dari awal hingga akhir. | |
| 4 | Unjuk Kerja Presentasi | Membaca hasil pekerjaan dengan suara sangat pelan dan tidak percaya diri. | Mempresentasikan hasil pekerjaan dengan ragu-ragu dan kurang jelas. | Mempresentasikan hasil pekerjaan dengan jelas dan cukup percaya diri. | Mempresentasikan hasil pekerjaan dengan sangat jelas, lantang, dan percaya diri. |