Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Memahami fungsi pembentukan kata kerja imperatif/perintah dengan akhiran -kan dan -i pada teks prosedur.
Elemen Capaian Pembelajaran : Menulis
Model Pembelajaran : Direct Instruction
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi variasi contoh instruksi berbasis konteks lokal dan kecermatan mengikuti petunjuk.

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar dominan visual. Mereka lebih cepat menyerap informasi, memahami konsep morfemis, serta mengidentifikasi alur kerja melalui stimulasi grafis, infografis, gambar bergerak, dan demonstrasi visual interaktif di layar Smart TV. Peserta didik menunjukkan antusiasme tinggi ketika materi disajikan dengan gambar berwarna cerah dan pemodelan langsung oleh guru.

Pengetahuan dan Keterampilan Awal

Peserta didik telah mampu mengenali kata kerja dasar (misalnya: bersih, tuang, garam, oles) dan memahami struktur umum teks prosedur sederhana. Namun, sebagian besar peserta didik masih sering tertukar dalam menggunakan akhiran -kan dan -i saat mengubah kata dasar menjadi kata kerja imperatif yang tepat sesuai sasaran objek penderita atau lokasinya.

Kebutuhan Belajar

  1. Pemodelan eksplisit mengenai perbedaan makna morfemis akibat imbuhan akhiran -kan (fokus pada objek penderita yang bergerak/berpindah) dan akhiran -i (fokus pada sasaran/lokasi penderita yang terkena tindakan).
  2. Latihan terbimbing visual dengan berbagai variasi tingkat kesulitan contoh instruksi.
  3. Pembiasaan kecermatan dalam mengikuti petunjuk teknis tulisan.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan menulis teks prosedur dengan struktur yang runut, menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat, serta mampu membentuk kata perintah seperti bersihkan, tuangkan, garami, olesi dalam naskah prosedur secara akurat kontekstual.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran Ranah Pengetahuan

  1. Melalui pengamatan bagan visual dan contoh kalimat pada Smart TV, peserta didik dapat menganalisis perbedaan fungsi sufiks -kan dan -i pada kata kerja imperatif dengan benar.
  2. Melalui analisis kalimat acak, peserta didik dapat memprediksi penggunaan akhiran -kan atau -i yang tepat berdasarkan objek sasaran dalam teks prosedur dengan cermat.

Tujuan Pembelajaran Ranah Keterampilan

  1. Melalui pemodelan tata cara pembentukan kata, peserta didik dapat mengubah kata dasar menjadi kata kerja imperatif berakhiran -kan dan -i secara tepat.
  2. Melalui latihan terstruktur, peserta didik dapat menyusun 4-5 kalimat instruksi runut menggunakan kata kerja imperatif berakhiran -kan dan -i dalam naskah prosedur sederhana.

Tujuan Pembelajaran Ranah Sikap

  1. Menunjukkan kecermatan dan ketelitian dalam menerapkan kaidah tata bahasa pada tulisan petunjuk kerja.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Perubahan akhiran pada kata kerja perintah bukan sekadar variasi tulisan, melainkan mengubah arah, makna, dan sasaran dari suatu tindakan. Kecermatan dalam memilih akhiran -kan atau -i memastikan petunjuk atau instruksi dalam kehidupan sehari-hari (seperti membuat makanan lokal, mengoperasikan alat elektronik, atau petunjuk keselamatan) dapat dilaksanakan dengan aman, tepat, dan tanpa menimbulkan kebingungan.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa saat membuat kue kita menyebut "Olesi loyang dengan mentega", tetapi ketika menggunakan cairan kita menyebut "Tuangkan air ke mangkuk"?
  2. Apa yang akan terjadi jika instruksi resep makanan tertukar antara "Garami sup itu" dengan "Garamkan sup itu"? Apakah maknanya sama?
  3. Mengapa sebuah petunjuk penggunaan alat harus ditulis dengan kata perintah yang sangat jelas dan cermat?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Mampu menganalisis perbedaan fungsi kata kerja imperatif berakhiran -kan dan -i berdasarkan fungsi objek penderitanya.
  2. Mandiri: Mampu menyelesaikan lembar kerja pembentukan kata dan penyusunan kalimat instruksi secara cermat tanpa bergantung sepenuhnya pada orang lain.
  3. Gotong Royong: Bekerja sama secara efektif dalam sesi diskusi pasangan untuk saling memeriksa kecermatan instruksi teks prosedur.

Kompetensi Utama

  1. Kemampuan Linguistik Morfologi (membentuk kata berimbuhan imperatif).
  2. Kemampuan Literasi Prosedural (menyusun langkah kerja yang logis dan presisi).
  3. Kecermatan Berbahasa (kejelian dalam penerapan sintaksis dan kaidah ejaan).

MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian Kata Kerja Imperatif

Kata kerja imperatif adalah kata kerja yang digunakan untuk memberikan perintah, instruksi, petunjuk, atau ajakan kepada orang lain untuk melakukan suatu tindakan.

Pembentukan Kata Imperatif Berakhiran -kan

Akhiran -kan digunakan jika tindakan tersebut membuat objek penderita bergerak, berpindah tempat, atau mengalami proses perubahan keadaan.

  1. Kata dasar "tuang" + akhiran -kan -> "tuangkan" (Objek: air/minuman yang dituangkan ke tempat lain).
  2. Kata dasar "bersih" + akhiran -kan -> "bersihkan" (Objek: kotoran yang dihilangkan atau benda yang dibersihkan).
  3. Kata dasar "masuk" + akhiran -kan -> "masukkan" (Objek: benda yang dimasukkan ke dalam wadah).

Pembentukan Kata Imperatif Berakhiran -i

Akhiran -i digunakan jika tindakan tersebut berfokus pada sasaran/tempat/lokasi penderita yang diberi perlakuan, atau tindakan tersebut dilakukan secara berulang-ulang pada tempat tersebut.

  1. Kata dasar "garam" + akhiran -i -> "garami" (Objek sasaran: masakan/sup yang diberi garam).
  2. Kata dasar "oles" + akhiran -i -> "olesi" (Objek sasaran: permukaan roti/loyang yang diolesi).
  3. Kata dasar "siram" + akhiran -i -> "sirami" (Objek sasaran: tanaman/halaman yang disirami air).

Perbandingan Kontekstual

  1. "Tuangkan kecap ke atas tahu!" (Fokus pada kecap yang dipindahkan).
  2. "Bumbuilah tahu itu dengan kecap!" / "Olesi tahu dengan kecap!" (Fokus pada tahu sebagai sasaran perlakuan).

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Direct Instruction (Pengajaran Langsung) meliputi 5 fase baku:

  1. Orientasi dan penyampaian tujuan.
  2. Demonstrasi / Pemodelan oleh guru.
  3. Latihan Terbimbing (Guided Practice).
  4. Umpan balik dan mengecek pemahaman.
  5. Latihan Mandiri (Independent Practice).

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning):

  1. Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati perbedaan mendasar pengubahan morfemis kata dan dampaknya pada struktur kalimat.
  2. Meaningful Learning: Menghubungkan pembentukan kata perintah dengan konteks nyata teks prosedur pembuatan produk lokal atau petunjuk sehari-hari.
  3. Joyful Learning: Memanfaatkan media visual interaktif pada Smart TV untuk aktivitas pengamatan dan tebak kata imperatif.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

Teknik: Tanya jawab lisan berbasis tayangan visual gambar di Smart TV.

Instrumen: Gambar kegiatan memasak/membersihkan, peserta didik melengkapi kalimat perintah yang rumpang.

Asesmen Formatif (Proses)

Teknik: Observasi kinerja dan unjuk kerja pada latihan terbimbing pengubahan kata dasar menjadi kata imperatif.

Instrumen: Lembar observasi partisipasi dan kecermatan latihan terbimbing.

Asesmen Sumatif (Akhir)

Teknik: Tes tertulis dan unjuk kerja pembuatan teks prosedur singkat pada LKPD.

Instrumen: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berisi soal pembentukan kata imperatif dan penyusunan naskah prosedur.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Pengubahan Kata Dasar Menjadi Kata Imperatif (-kan / -i)

NoAspek yang DinilaiSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Ketepatan Pembentukan Akhiran -kanBelum mampu mengubah kata dasar menjadi kata imperatif berakhiran -kan dengan benar (salah > 50%).Mampu mengubah kata dasar berakhiran -kan, namun masih terdapat 3-4 kesalahan bentuk kata.Mampu mengubah kata dasar berakhiran -kan dengan tepat, hanya terdapat 1-2 kesalahan kecil.Mampu mengubah seluruh kata dasar menjadi kata imperatif berakhiran -kan dengan tepat tanpa kesalahan.
2Ketepatan Pembentukan Akhiran -iBelum mampu mengubah kata dasar menjadi kata imperatif berakhiran -i dengan benar (salah > 50%).Mampu mengubah kata dasar berakhiran -i, namun masih terdapat 3-4 kesalahan bentuk kata.Mampu mengubah kata dasar berakhiran -i dengan tepat, hanya terdapat 1-2 kesalahan kecil.Mampu mengubah seluruh kata dasar menjadi kata imperatif berakhiran -i dengan tepat tanpa kesalahan.
3Ketepatan Penggunaan Kata dalam KalimatKeseluruhan kalimat instruksi tidak sesuai konteks objek sasaran.Sebagian kecil kalimat instruksi sesuai konteks objek, sebagian besar masih tertukar penggunaan -kan dan -i.Sebagian besar kalimat instruksi sesuai konteks objek penderita atau lokasi sasaran.Seluruh kalimat instruksi ditulis secara presisi sesuai dengan objek penderita atau sasaran lokasi.
4Kecermatan dan Ejaan (Keterbacaan Tulisan)Penulisan kata tidak cermat, banyak huruf kapital/tanda baca dan ejaan yang salah.Penulisan kata cukup cermat, terdapat beberapa kesalahan ejaan imbuhan.Penulisan cermat, ejaan dan tanda baca tepat pada sebagian besar kalimat.Penulisan sangat cermat, rapi, ejaan imbuhan dan tanda baca sempurna.

Rubrik Penilaian Kinerja Teks Prosedur

NoAspek yang DinilaiSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Kelengkapan Struktur Teks ProsedurHanya memuat 1 bagian struktur (misal: judul saja atau langkah saja).Memuat 2 bagian struktur teks prosedur secara tidak lengkap.Memuat judul, tujuan, dan langkah-langkah secara runtut namun belum detail.Memuat judul, tujuan, bahan/alat, serta langkah-langkah yang terstruktur sangat runtut.
2Variasi Kata Imperatif (-kan dan -i)Hanya menggunakan 1 variasi akhiran atau tidak menggunakan kata imperatif.Menggunakan kata imperatif -kan atau -i tetapi kurang berfokus pada variasi.Menggunakan minimal 2 kata berakhiran -kan dan 2 kata berakhiran -i dengan tepat.Menggunakan lebih dari 3 variasi kata berakhiran -kan dan -i secara seimbang dan sangat tepat.
3Kerapian dan Kejelasan InstruksiInstruksi membingungkan dan sulit diikuti.Instruksi cukup jelas namun terdapat kerancuan alur langkah.Instruksi jelas, alur logis, mudah dipahami oleh pembaca.Instruksi sangat sistematis, presisi, komunikatif, dan sangat mudah dipraktikkan.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Alokasi Waktu: 3 x 35 menit (105 Menit)

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengecek kesiapan belajar serta kerapian kelas.
  2. Salah satu peserta didik memimpin doa bersama.
  3. Guru melakukan presensi kehadiran peserta didik.
  4. Orientasi Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami dan dapat menggunakan pembentukan kata perintah berakhiran -kan dan -i dalam teks prosedur.
  5. Apersepsi Visual: Guru menampilkan dua gambar skenario di layar Smart TV:

Gambar A: Seseorang menumpahkan air sirup ke dalam gelas.

Gambar B: Seseorang mengolesi roti dengan selai.

  1. Guru memberikan pertanyaan pemantik lisan untuk menguji pemahaman awal peserta didik.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Fase 1: Orientasi dan Penyampaian Materi (15 Menit)

  1. Guru menayangkan slide presentasi visual di Smart TV yang memuat bagan aturan pembentukan kata kerja imperatif (-kan vs -i).
  2. Peserta didik mengamati secara cermat visualisasi pengubahan kata dasar:

tuang + -kan = tuangkan

bersih + -kan = bersihkan

garam + -i = garami

oles + -i = olesi

  1. Guru menekankan aspek Mindful Learning dengan meminta peserta didik memperhatikan dampak perubahan makna ketika kata diberikan akhiran -kan (objek bergerak) versus akhiran -i (objek/tempat sasaran diberi perlakuan).

Fase 2: Pemodelan / Demonstrasi oleh Guru (15 Menit)

  1. Guru melakukan demonstrasi menuliskan kalimat instruksi di papan tulis/layar Smart TV.
  2. Guru membedah struktur kalimat:

Contoh 1: "Tuangkan [objek bergerak: sirup] ke dalam wadah!"

Contoh 2: "Olesi [objek sasaran: loyang] dengan minyak goreng!"

  1. Guru memperagakan cara membandingkan kalimat yang salah dan benar. Guru memodelkan proses berpikir kritis saat menentukan pilihan imbuhan yang presisi.

Fase 3: Latihan Terbimbing / Guided Practice (20 Menit)

  1. Guru menampilkan 6 kalimat rumpang pada Smart TV dengan kata dasar dalam kurung.

Contoh: "(Masuk) ... bahan-bahan tersebut ke dalam mangkuk!"

Contoh: "(Garam) ... masakan tersebut secukupnya!"

  1. Peserta didik secara bergantian maju atau merespon secara lisan bersama-sama untuk menentukan bentuk kata imperatif yang tepat.
  2. Guru memberikan bimbingan langsung, meluruskan pemahaman yang keliru, serta memberikan penguatan seketika (immediate feedback).
  3. Peserta didik diminta berlatih secara berpasangan untuk saling menyebutkan 2 kalimat instruksi berakhiran -kan dan -i berdasarkan gambar ilustrasi di layar Smart TV.

Fase 4: Latihan Mandiri / Independent Practice (25 Menit)

  1. Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kepada setiap peserta didik.
  2. Peserta didik mengerjakan LKPD secara mandiri, yang terdiri dari dua tahapan tugas:

Tugas 1: Mengubah kata dasar menjadi kata kerja imperatif (-kan atau -i) pada tabel yang disediakan.

Tugas 2: Menyusun naskah teks prosedur sederhana (misalnya: Petunjuk Membuat Es Teh Manis Lokal / Petunjuk Membersihkan Meja Belajar) dengan mewajibkan penggunaan kata imperatif berakhiran -kan dan -i.

  1. Guru berkeliling ruangan untuk memantau kecermatan peserta didik, memberikan intervensi khusus bagi peserta didik yang membutuhkan bimbingan tambahan.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Evaluasi dan Konfirmasi: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin utama materi pembentukan kata imperatif -kan dan -i.
  2. Refleksi Singkat: Guru menanyakan perasaan peserta didik dan tingkat kesulitan materi yang telah dipelajari.
  3. Guru memberikan apresiasi atas kecermatan dan kerja keras seluruh peserta didik selama proses pembelajaran.
  4. Guru menyampaikan gambaran singkat materi untuk pertemuan berikutnya.
  5. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)

Peserta didik secara aktif dilatih untuk menyadari perbedaan fungsi morfemis dari penggunaan imbuhan -kan dan -i. Peserta didik tidak sekadar menghafal rumus imbuhan, melainkan secara sadar mengidentifikasi objek apa yang dikenai tindakan (apakah objeknya yang berpindah/diubah, ataukah lokasinya yang diberi perlakuan).

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan materi kebahasaan dengan aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah dan rumah, seperti membaca resep masakan lokal Wringin Anom, membaca petunjuk pembuatan minuman segar, atau petunjuk tata tertib kebersihan kelas. Hal ini membangun pemahaman bahwa presisi tata bahasa sangat penting agar pesan instruksional tidak menimbulkan kesalahan tindakan.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran memanfaatkan media visual berwarna interaktif pada Smart TV serta kuis tebak kata visual cepat yang membuat peserta didik merasa senang, terlibat aktif, dan tidak merasa tertekan saat mempelajari kaidah tata bahasa Indonesia.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten dan Variasi Contoh Instruksi

  1. Tingkat Dasar (Perlu Bimbingan): Diberikan contoh kata dasar yang sangat konkrit dan sederhana (seperti: tuang, isi, cuci, oles) disertai bantuan visual gambar petunjuk tindakan secara langsung di Smart TV.
  2. Tingkat Menengah (Mahir): Diberikan contoh kata dasar dengan konteks kalimat yang lebih kompleks dalam struktur teks prosedur utuh.
  3. Tingkat Lanjut (Sangat Mahir): Diberikan latihan menganalisis dan mengoreksi kesalahan penggunaan kata imperatif yang sengaja disalahkan dalam sebuah teks prosedur acak.

Diferensiasi Proses (Kecermatan Petunjuk)

  1. Peserta didik dengan daya tangkap visual tinggi dipandu menggunakan bagan alur berwarna dan infografis di Smart TV.
  2. Peserta didik yang membutuhkan waktu belajar lebih lama mendapatkan bimbingan perorangan (scaffolding) dari guru selama fase latihan mandiri.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan slide tayangan interaktif, infografis morfemis kata, video pendek teks prosedur, dan media kuis visual tebak kata.
  2. Laptop: Digunakan oleh guru untuk mengoperasikan media presentasi dan mengelola bahan ajar digital.
  3. Internet: Digunakan untuk mengunduh dan menyajikan sumber data visual, gambar kontekstual prosedur lokal, dan referensi resep/instruksi yang relevan.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Slide Presentasi Interaktif Morfologi Imperatif (Canva/PPT).
  2. Video animasi singkat prosedur pembuatan minuman tradisional.
  3. Kartu Kata Dasar dan Imbuhan Visual (ditampilkan melalui Smart TV).
  4. Papan tulis dan spidol warna-warni untuk pemodelan sintaksis.

Sumber Belajar

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru & Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V: Bergerak Bersama. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) / Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD V).
  3. Lingkungan sekitar sekolah dan konteks lokal SD Negeri 1 Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik....................................................
Kelas / No. AbsenV (Lima) / .........................................
Tanggal Pelaksanaan....................................................
Mata PelajaranBahasa Indonesia
Topik / MateriPembentukan Kata Imperatif berakhiran -kan dan -i

A. Latihan Pembentukan Kata Imperatif

Petunjuk: Ubahlah kata dasar dalam tabel berikut menjadi kata kerja imperatif berakhiran -kan atau -i sesuai dengan sasaran penggunaan yang tepat!

NoKata DasarAkhiran yang Tepat (-kan / -i)Kata Imperatif yang TerbentukContoh Kalimat Instruksi
1tuang-kantuangkanTuangkan air hangat ke dalam gelas!
2garam........................................................................................................................................
3bersih........................................................................................................................................
4oles........................................................................................................................................
5masuk........................................................................................................................................
6siram........................................................................................................................................
7celup........................................................................................................................................
8tabur........................................................................................................................................

B. Menyusun Teks Prosedur Sederhana

Petunjuk: Lengkapilah petunjuk prosedur "Cara Membuat Minuman Teh Manis Hangat" di bawah ini dengan memasukkan kata kerja imperatif berakhiran -kan dan -i yang telah kamu pelajari secara tepat!

Judul Teks Prosedur: Cara Membuat Teh Manis Hangat

Tujuan: Menyajikan teh manis hangat yang nikmat dan pas manisnya.

Alat dan Bahan:

  1. Gelur, cangkir, dan sendok teh.
  2. Kantong teh celup.
  3. Air panas secukupnya.
  4. Gula pasir secukupnya.

Langkah-langkah Kegiatan:

  1. .................... (masuk) kantong teh celup ke dalam cangkir kosong!
  2. .................... (tuang) air panas mendidih ke dalam cangkir berisi teh tersebut secara perlahan!
  3. .................... (celup) kantong teh beberapa kali hingga warna air berubah menjadi cokelat kemerahan!
  4. .................... (manis) teh tersebut dengan menambahkan dua sendok makan gula pasir!
  5. Aduk hingga gula larut sempurna, lalu .................... (saji) teh manis hangat selagi nikmat!

REMEDIAL

Program remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan dalam memahami fungsi kata imperatif berakhiran -kan dan -i.

Bentuk Kegiatan Remedial:

  1. Pendampingan Individu (Bimbingan Perorangan): Guru menjelaskan ulang konsep dasar pembedaan objek penderita (berpindah/diubah) dan lokasi sasaran dengan menggunakan benda konkret langsung di dalam kelas (misal: memindahkan pensil [masukkan] vs memberikan alas meja [alasi]).
  2. Mengerjakan kembali 5 soal latihan terbimbing pembentukan kata imperatif berakhiran -kan dan -i dengan pola yang disederhanakan.

PENGAYAAN

Program pengayaan diberikan kepada peserta didik yang telah mencapai ketuntasan dengan nilai sangat baik.

Bentuk Kegiatan Pengayaan:

  1. Peserta didik diminta menjadi "Tutor Sebaya" untuk membantu rekannya yang sedang menyelesaikan latihan terbimbing.
  2. Peserta didik membuat sebuah naskah Teks Prosedur Mandiri mengenai petunjuk pembuatan makanan/minuman khas daerah setempat dengan menggunakan minimal 6 kata kerja imperatif yang bervariasi antara akhiran -kan dan -i.

REFLEKSI GURU

NoAspek Refleksi GuruCatatan Evaluasi dan Hasil Pengamatan
1Persentase Keberhasilan Ketercapaian Tujuan PembelajaranSeluruh peserta didik (100%) mengikuti kegiatan, dengan target 85% peserta didik mampu menguasai pengubahan kata imperatif secara presisi.
2Efektivitas Penggunaan Media Smart TVPenggunaan Smart TV sangat efektif menarik minat peserta didik visual, mempermudah pemodelan visual pembentukan kata.
3Kendala dalam Proses PembelajaranBeberapa peserta didik masih membutuhkan waktu lebih lama untuk membedakan konteks penggunaan akhiran -i pada kata seperti "garami" dan "taburi".
4Tingkat Keaktifan dan Kecermatan Peserta DidikPeserta didik sangat aktif saat sesi latihan terbimbing interaktif di Smart TV dan cermat menyelesaikan tabel LKPD.
5Rencana Perbaikan untuk Pertemuan BerikutnyaMemberikan lebih banyak contoh perbandingan langsung pasangan kata (contoh: "oleskan selai" vs "olesi roti") agar perbedaan makna semakin jelas.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban / Tanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling kamu sukai?Saat mengamati tayangan gambar dan kuis tebak kata di Smart TV.
2Apakah kamu sudah bisa membedakan kapan harus menggunakan akhiran -kan dan akhiran -i?Sudah paham, -kan untuk benda yang dipindahkan dan -i untuk tempat/benda yang diberi perlakuan.
3Apa kesulitan yang kamu rasakan saat menyusun kalimat perintah dalam teks prosedur?Menentukan kata dasar yang tepat sebelum diberi akhiran.
4Berapa nilai usaha dan ketelitian yang kamu berikan untuk dirimu sendiri hari ini (Skala 1 - 10)?Nilai usaha saya hari ini adalah 9.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  1. Kridalaksana, Harimurti. (2008). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  2. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar (2024).

Bahan Bacaan Peserta Didik

  1. Buku Bahasa Indonesia Kelas V SD: Bergerak Bersama (Bab 3: Prosedur dan Petunjuk Kerja).
  2. Lembar Ringkasan Materi Visual: "Rahasia Kata Perintah (-kan dan -i)" buatan Guru.

GLOSARIUM

  1. Imperatif: Bentuk kalimat atau kata kerja yang menyatakan perintah, ajakan, larangan, atau instruksi.
  2. Sufiks: Imbuhan yang diikatkan di belakang kata dasar; dikenal juga sebagai akhiran.
  3. Teks Prosedur: Teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan secara sistematis untuk membuat, melakukan, atau mengoperasikan sesuatu.
  4. Objek Penderita: Objek dalam kalimat yang menerima tindakan atau dipindahkan akibat pekerjaan predikat.
  5. Objek Sasaran/Lokatif: Objek atau lokasi yang menjadi sasaran tempat diberikannya suatu tindakan atau perlakuan secara langsung.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Eviningrum, S., & Lestari, R. (2021). Bahasa Indonesia Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  3. Mahsun. (2014). Teks dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: Rajawali Pers.
  4. Ramlan, M. (2012). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: Karyono.

LAMPIRAN

Lampiran 1: Lembar Observasi Keterampilan Berbahasa dan Pembentukan Kata

NoAspek yang DinilaiSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Kecermatan Memilih Akhiran -kan vs -iMengalami kesulitan total membedakan fungsi imbuhan pada kata dasar.Mampu memilih akhiran dengan tepat pada sebagian kecil contoh kata dasar (< 50%).Mampu memilih akhiran dengan tepat pada sebagian besar contoh kata dasar (70-85%).Sangat cermat dan tepat 100% dalam memilih akhiran sesuai fungsi morfologis.
2Ketepatan Mengidentifikasi Objek Penderita / LokasiTidak mampu mengidentifikasi posisi dan fungsi objek dalam kalimat.Mampu mengidentifikasi objek namun masih sering tertukar antara penderita dan lokasi.Mampu mengidentifikasi jenis objek dalam kalimat instruksi dengan bantuan minimal.Sangat mahir mengidentifikasi jenis objek dalam kalimat instruksi secara mandiri.
3Kemandirian Mengerjakan LKPDMembutuhkan bimbingan penuh dari guru dari awal hingga akhir tugas.Sering meminta bantuan guru/teman untuk menyelesaikan tugas dasar.Mengerjakan tugas secara mandiri, sesekali bertanya untuk konfirmasi.Mengerjakan seluruh tugas LKPD secara mandiri, cermat, dan selesai tepat waktu.
4Partisipasi Aktivitas Visual Smart TVPasif dan tidak memperhatikan tayangan visual pada Smart TV.Memperhatikan tayangan visual namun kurang aktif merespon pertanyaan.Aktif memperhatikan dan sesekali merespon pertanyaan interaktif guru.Sangat aktif, responsif, dan antusias dalam setiap sesi interaktif Smart TV.

Lampiran 2: Lembar Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)

NoAspek Sikap (Profil Pelajar Pancasila)Skor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Bernalar KritisBelum mampu menganalisis alasan pemilihan akhiran kata.Mampu menganalisis alasan sederhana dengan bimbingan penuh guru.Mampu menganalisis alasan pemilihan akhiran kata secara logis.Mampu menganalisis dan menjelaskan alasan pemilihan akhiran kata secara kritis dan presisi.
2MandiriTidak dapat menyelesaikan tugas tanpa didampingi terus-menerus.Menyelesaikan tugas dengan bantuan berulang dari teman atau guru.Menyelesaikan tugas mandiri dengan sedikit arahan tambahan.Sangat mandiri dan percaya diri dalam menyelesaikan seluruh rangkaian tugas.
3Gotong Royong / Kerja SamaTidak mau berpartisipasi dalam diskusi pasangan/kelompok.Berpartisipasi dalam diskusi namun pasif atau cenderung mendominasi.Bekerja sama dengan baik dalam diskusi berpasangan saling mengoreksi.Sangat aktif bekerja sama, menghargai pendapat teman, dan saling membantu kecermatan.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130