IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Kaidah Pembentukan Kata Kerja Aktif Transitif/Intransitif Berimbuhan me- (meng-, mem-, meny-, men-) |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Menulis |
| Model Pembelajaran | : | Structural Grammar Practice |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Pembelajaran Visual |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Penggunaan Tata Bahasa Baku Indonesia dan Diferensiasi Tingkat Kesulitan Kata |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Profil Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki modalitas belajar dominan visual. Mereka lebih cepat menyerap informasi melalui tayangan grafis, skema warna, infografis, dan demonstrasi visual interaktif di layar digital.
Pengetahuan Awal (Prasyarat)
Peserta didik telah mampu mengenali kata kerja sederhana dalam kehidupan sehari-hari dan memahami konsep dasar kalimat. Namun, sebagian besar peserta didik masih sering keliru dalam menerapkan hukum peluluhan bunyi pada imbuhan me- ketika bertemu kata dasar berawalan huruf K, S, T, dan P (misalnya menulis "mempotong" alih-alih "memotong", atau "mensapu" alih-alih "menyapu").
Potensi Hambatan
- Kebingungan menentukan kapan huruf awal kata dasar luluh atau tidak luluh.
- Kesulitan membedakan secara fungsional antara kata kerja transitif (membutuhkan objek) dan intransitif (tidak membutuhkan objek).
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menulis teks dengan tata bahasa yang benar, menguasai kaidah pembentukan kata berimbuhan, serta mengubah kata dasar (seperti potong, tulis, sapu) menjadi kata kerja berimbuhan me- (memotong, menulis, menyapu) sesuai dengan kaidah pembentukan kata aktif transitif dan intransitif dalam Bahasa Indonesia baku.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Utama
Melalui model Structural Grammar Practice berbasis visual dan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), peserta didik mampu menganalisis dan mengonstruksi kata dasar menjadi kata kerja aktif berimbuhan me- (meng-, mem-, meny-, men-) serta menerapkannya dalam kalimat transitif dan intransitif secara tepat dan baku.
Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IPTP)
- Peserta didik dapat menganalisis perubahan bentuk imbuhan me- (me-, mem-, men-, meng-, meny-) berdasarkan huruf awal kata dasar dengan akurasi 100%.
- Peserta didik dapat mengubah kata dasar berawalan huruf K, S, T, P menjadi kata berimbuhan me- yang mengalami peluluhan secara benar.
- Peserta didik dapat menyusun kalimat aktif transitif dan intransitif menggunakan kata kerja berimbuhan me- hasil konstruksi mandiri.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Bahasa Indonesia baku adalah alat komunikasi resmi yang keteraturannya diatur oleh kaidah pembentukan kata. Memahami perubahan imbuhan me- membantu kita menyampaikan pesan tertulis secara formal, rinci, dan presisi, sehingga tidak menimbulkan salah tafsir dalam kehidupan bermasyarakat dan literasi akademis.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Mengapa kata dasar 'potong' berubah menjadi 'memotong', tetapi kata 'baca' berubah menjadi 'membaca'? Ke mana hilangnya huruf 'p'?
- Pernahkah kalian membaca kalimat "Ibu mensapu halaman"? Menurut kalian, apakah penulisan kata "mensapu" tersebut sudah benar sesuai tata bahasa kita?
- Apa perbedaan utama antara kalimat "Adik menangis" dan "Adik menulis surat"? Apakah kedua kata kerja tersebut membutuhkan sasaran/objek?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis pola perubahan huruf pada pembentukan kata berimbuhan me-.
- Mandiri: Mengerjakan latihan pebentukan kata secara tepat sesuai tingkat kemampuan diri.
- Gotong Royong: Berdiskusi dalam kelompok untuk memverifikasi kebenaran struktur kalimat baku.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik saat mengamati perubahan bentuk kata huruf demi huruf.
- Meaningful Learning: Menghubungkan aturan tata bahasa dengan penggunaannya dalam komunikasi nyata sehari-hari.
- Joyful Learning: Keterlibatan aktif dalam permainan pola kata visual interaktif di Smart TV.
MATERI PEMBELAJARAN
Kaidah Pembentukan Imbuhan me-
Imbuhan me- dapat berubah bentuk menjadi me-, mem-, men-, meng-, meny-, atau menge- tergantung pada huruf awal kata dasar yang diikutinya.
Aturan Peluluhan Huruf K, S, T, P
Jika kata dasar berawalan huruf K, S, T, atau P dan diikuti oleh vokal, maka huruf pertama tersebut luluh (lebur) saat diberi imbuhan me-:
- me- + potong -> memotong (huruf P luluh menjadi m)
- me- + tulis -> menulis (huruf T luluh menjadi n)
- me- + sapu -> menyapu (huruf S luluh menjadi ny)
- me- + kirim -> mengirim (huruf K luluh menjadi ng)
Pengecualian: Jika kata dasar diawali konsonan rangkap (kluster) seperti 'traktir' atau 'kritik', maka huruf awal tidak luluh (misal: mentraktir, mengkritik).
Variasi Bentuk Imbuhan me-
- Imbuhan mem-: Digunakan jika kata dasar diawali huruf B, F, V, P (luluh). Contoh: me- + baca -> membaca; me- + potong -> memotong.
- Imbuhan men-: Digunakan jika kata dasar diawali huruf D, J, C, Z, T (luluh). Contoh: me- + cari -> mencari; me- + tulis -> menulis.
- Imbuhan meng-: Digunakan jika kata dasar diawali huruf vokal (A, I, U, E, O) dan G, H, K (luluh). Contoh: me- + ambil -> mengambil; me- + gunting -> menggunting.
- Imbuhan meny-: Digunakan jika kata dasar diawali huruf S (luluh). Contoh: me- + sapu -> menyapu; me- + siram -> menyiram.
Kata Kerja Aktif Transitif dan Intransitif
- Kata Kerja Aktif Transitif: Kata kerja yang membutuhkan Objek dalam kalimat.
Struktur: Subjek + Predikat (Kata Kerja Transitif) + Objek + Keterangan.
Contoh: Ibu (S) memotong (P) sayur (O) di dapur (K).
- Kata Kerja Aktif Intransitif: Kata kerja yang tidak membutuhkan Objek.
Struktur: Subjek + Predikat (Kata Kerja Intransitif) + Keterangan.
Contoh: Adik (S) menangis (P) di kamar (K).
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Structural Grammar Practice: Model pembelajaran tata bahasa berstruktur yang berfokus pada tahapan penguasaan pola (Pattern Practice), latihan mekanis (Mechanical Practice), latihan bermakna (Meaningful Practice), dan latihan komunikatif (Communicative Practice).
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berpijak pada tiga pilar:
- Mindful Learning (Pembelajaran Sadar): Mendorong siswa secara sadar memperhatikan detail aturan pembentukan kata.
- Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Memahami fungsi kata kerja dalam konteks kalimat yang utuh.
- Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Penggunaan media visual interaktif pada Smart TV untuk eksplorasi materi.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
- Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: Mengetahui kesiapan belajar dan gaya belajar visual siswa melalui angket cepat.
- Asesmen Diagnostik Kognitif: Tes singkat 3 soal untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang kata berimbuhan me-.
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)
- Lembar Pengamatan Observasi Unjuk Kerja kelompok saat pengelompokan kata.
- Performa Latihan Mekanis dan Latihan Bermakna pada LKPD.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
Tes tertulis objektif dan esai pendek pada akhir sesi untuk mengukur ketercapaian CP (Mengubah kata dasar menjadi kata berimbuhan dan menyusunnya dalam kalimat transitif/intransitif).
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Pengetahuan (Konstruksi Kata Berimbuhan)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Perubahan Bentuk Imbuhan me- | Mampu mengubah seluruh kata dasar menjadi kata berimbuhan me- dengan tepat tanpa kesalahan (100% benar). | Mampu mengubah kata dasar menjadi kata berimbuhan me- dengan 1-2 kesalahan kecil. | Mampu mengubah kata dasar menjadi kata berimbuhan me- dengan 3-4 kesalahan. | Kesalahan lebih dari 4 dalam mengubah kata dasar menjadi kata berimbuhan me-. |
| Penerapan Peluluhan KSTP | Sangat tepat dalam menerapkan hukum peluluhan huruf K, S, T, P pada seluruh kata yang diberikan. | Tepat dalam menerapkan hukum peluluhan, namun terdapat 1 kesalahan pada kata tertentu. | Kurang tepat, masih sering lupa meluluhkan huruf K, S, T, P (2-3 kesalahan). | Tidak memahami konsep peluluhan huruf K, S, T, P sama sekali. |
Rubrik Penilaian Keterampilan (Penyusunan Kalimat Transitif/Intransitif)
| Kriteria | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Struktur Kalimat Transitif | Kalimat memuat S-P-O dengan kata kerja transitif berimbuhan me- secara sempurna dan logis. | Kalimat memuat S-P-O tetapi pilihan kata kurang variatif atau ada sedikit kesalahan ejaan. | Struktur kalimat kurang lengkap (misal: kehilangan Objek pada kata kerja transitif). | Struktur kalimat acak-acakan dan tidak membentuk kalimat transitif yang bermakna. |
| Struktur Kalimat Intransitif | Kalimat memuat S-P(-K) dengan kata kerja intransitif berimbuhan me- secara tepat tanpa Objek. | Kalimat memuat S-P(-K) secara tepat, namun terdapat kesalahan minor pada ejaan. | Menggunakan Objek pada kata kerja yang seharusnya intransitif. | Tidak dapat menyusun kalimat intransitif dengan benar. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (15 Menit)
- Pembukaan Sadar (Mindful Opening): Guru menyapa peserta didik, memeriksa kerapian dan kesiapan belajar, serta memimpin doa bersama.
- Apersepsi Visual: Guru menayangkan visual bergerak di Smart TV yang menampilkan tiga kegiatan: seorang anak memotong kertas, seorang anak menulis buku, dan seorang anak menyapu lantai.
- Orientasi Masalah: Guru memantik perhatian peserta didik dengan bertanya: "Perhatikan aksi di layar Smart TV. Apa kata dasar dari 'memotong'? Mengapa bukan 'mempotong'?"
- Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, skenario kegiatan Structural Grammar Practice, dan fokus penilaian hari ini.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Pattern Presentation / Presentasi Pola (15 Menit) - Deep Learning: Mindful Learning
- Guru menampilkan bagan visual berwarna interaktif di Smart TV yang menjelaskan rumus umum pembentukan imbuhan me- dan hukum peluluhan K, S, T, P.
- Peserta didik diminta mengamati secara cermat perubahan warna huruf pada layar Smart TV (misal: warna merah untuk huruf T yang luluh menjadi 'n' pada kata 'menulis').
- Guru secara sadar (Mindful) membimbing siswa mengeja dan merasakan artikulasi perubahan bunyi saat membaca kata berimbuhan tersebut.
Tahap 2: Mechanical Practice / Latihan Mekanis (20 Menit) - Structural Grammar Practice
- Guru memberikan daftar 10 kata dasar visual di Smart TV.
- Peserta didik secara individu mengonstruksi kata dasar tersebut menjadi kata berimbuhan me- pada lembar latihan cepat.
- Contoh pola latihan mekanis:
- me- + [potong] -> memotong
- me- + [tulis] -> menulis
- me- + [sapu] -> menyapu
- me- + [baca] -> membaca
- me- + [goreng] -> menggoreng
- Guru melakukan konfirmasi langsung secara cepat bersama seluruh kelas melalui tayangan animasi Smart TV.
Tahap 3: Meaningful Practice / Latihan Bermakna (20 Menit) - Deep Learning: Meaningful Learning
- Peserta didik dibagi ke dalam kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok).
- Setiap kelompok diberikan kartu kata berimbuhan me- dan diminta memilah kata kerja tersebut ke dalam dua kategori visual di papan atau lembar kerja kelompok: Kata Kerja Transitif vs Kata Kerja Intransitif.
- Kelompok menyusun hubungan bermakna antara kata kerja transitif dengan objek yang sesuai (Contoh: memotong -> kertas/kue; menyapu -> halaman/lantai).
Tahap 4: Communicative Practice / Latihan Komunikatif (20 Menit) - Deep Learning: Joyful Learning
- Setiap kelompok memilih 3 kata kerja (hasil diferensiasi tingkat kesulitan) dan menyusunnya menjadi kalimat aktif utuh.
- Perwakilan kelompok mempresentasikan kalimat mereka di depan kelas dengan bantuan media visual Smart TV (menghubungkan gambar aksi dengan kalimat baku yang mereka buat).
- Kelompok lain memberikan tanggapan konstruktif berdasarkan kaidah tata bahasa baku.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Evaluasi Mandiri: Peserta didik mengerjakan soal tes evaluasi singkat secara individual untuk mengukur pencapaian indikator.
- Konsolidasi dan Refleksi: Guru bersama peserta didik merangkum rumus kaidah peluluhan K, S, T, P dan perbedaan transitif/intransitif.
- Penutupan Sadar: Pembelajaran diakhiri dengan apresiasi terhadap usaha belajar seluruh siswa dan doa penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)
Peserta didik secara sadar melatih fokus visual dan pendengaran saat menganalisis mengapa suatu huruf awal luluh atau bertahan. Mereka tidak sekadar menghafal rumus, tetapi menyadari proses perubahan fonem (bunyi bahasa) dalam pembentukan kata.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Peserta didik menghubungkan kaidah tata bahasa dengan fungsi kalimat. Mereka memahami bahwa penggunaan kata kerja transitif memerlukan objek agar pesan yang disampaikan logis dan dipahami oleh pembaca/pendengar.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Proses latihan menggunakan media Smart TV yang berwarna-warni, serta interaksi simulasi kartu kata kelompok yang mendorong suasana belajar kolaboratif, aktif, dan tanpa tekanan.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Konten (Tingkat Kesulitan Kata)
- Kelompok Dasar (Perlu Bimbingan): Diberikan kata dasar sederhana 1-2 suku kata berawalan huruf konsonan tajam yang tidak mengalami peluluhan kompleks (contoh: baca, sapu, tulis, potong).
- Kelompok Menengah (Mahir): Diberikan kata dasar bervariasi dengan hukum peluluhan penuh K, S, T, P (contoh: potong, tulis, sapu, kirim, tari, pegang).
- Kelompok Mahir (Sangat Mahir): Diberikan kata dasar berstruktur kompleks, kata berawalan konsonan rangkap/kluster, atau kata dasar dengan imbuhan bertingkat (contoh: kritik, traktir, kendali, pengaruh).
Diferensiasi Proses
- Siswa visual yang memerlukan bantuan lebih banyak mendapatkan kartu padanan gambar dan warna kata.
- Siswa yang cepat memahami materi dijadikan tutor sebaya dalam diskusi kelompok.
Diferensiasi Produk
Siswa diperbolehkan menyajikan kalimat hasil karya mereka dalam bentuk teks paragraf sederhana, peta pikiran visual, atau poster kalimat berilustrasi.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop Guru: Digunakan untuk mengolah media presentasi berbasis animasi interaktif dan menyimpan bank soal tata bahasa.
- Smart TV: Digunakan sebagai media utama penayangan materi visual interaktif, infografis warna-warni aturan imbuhan me-, dan video demonstrasi aksi kata kerja.
- Internet: Digunakan untuk mengakses KBBI Daring (Kamus Besar Bahasa Indonesia) guna memverifikasi kata dasar dan keabsahan kata berimbuhan secara real-time.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Belajar
- Slidely/Slide Presentasi Visual Interaktif Imbuhan me-.
- Kartu Kata Bergambar (Flashcard) kata dasar dan kata berimbuhan.
- Papan Kategori Transitif-Intransitif.
Sumber Belajar
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas V: Bergerak Bersama. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring.
- Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) / Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik | ........................................................... |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| No. Absen | ........................................................... |
| Tanggal | ........................................................... |
Petunjuk Kerja
- Bacalah setiap perintah soal dengan cermat!
- Gunakan kaidah pembentukan imbuhan me- dan hukum peluluhan K, S, T, P yang telah dipelajari!
- Kerjakan bagian Bagian A (Mekanis) terlebih dahulu, kemudian lanjutkan ke Bagian B (Bermakna dan Komunitatif)!
Bagian A: Latihan Mekanis (Ubah Kata Dasar)
Ubah kata dasar di dalam kurung menjadi kata kerja berimbuhan me- yang tepat!
- Ibu sedang (potong) .................................... kue ulang tahun Adik.
- Ayah (tulis) .................................... surat untuk kakek di desa.
- Kakak (sapu) .................................... halaman rumah yang kotor.
- Petani (tanam) .................................... padi di sawah.
- Andi (kirim) .................................... pesan singkat kepada gurunya.
Bagian B: Analisis Peluluhan dan Jenis Kata Kerja
Lengkapilah tabel di bawah ini sesuai dengan kaidah pembentukan kata!
| No | Kata Dasar | Kata Berimbuhan me- | Apakah Huruf Awal Luluh? (Ya / Tidak) | Jenis Kata Kerja (Transitif / Intransitif) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Potong | Memotong | Ya | Transitif |
| 2 | Tulis | .................................... | .................................... | .................................... |
| 3 | Sapu | .................................... | .................................... | .................................... |
| 4 | Tangis | .................................... | .................................... | .................................... |
| 5 | Gunting | .................................... | .................................... | .................................... |
Bagian C: Latihan Komunikatif (Penyusunan Kalimat Baku)
Pilihlah 2 kata berimbuhan me- hasil pekerjaanmu di atas, lalu buatlah 1 kalimat transitif dan 1 kalimat intransitif yang baku!
- Kalimat Aktif Transitif (Menggunakan Objek):
..........................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................................
- Kalimat Aktif Intransitif (Tanpa Objek):
..........................................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................................
REMEDIAL
Sasaran
Peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP) atau memperoleh skor di bawah 70 pada tes akhir.
Bentuk Kegiatan Remedial
- Bimbingan Perorangan: Guru memberikan penjelasan ulang secara individual mengenai konsep peluluhan K, S, T, P dengan menggunakan media bantuan visual kartu kata warna-warni yang memisahkan antara imbuhan dan kata dasar.
- Latihan Terbimbing sederhana: Mengerjakan 5 soal pembentukan kata berimbuhan me- dengan kata dasar berpola sederhana.
Soal Remedial
Bentuklah kata dasar berikut dengan imbuhan me-:
- me- + [sapu] = ....................................
- me- + [tulis] = ....................................
- me- + [potong] = ....................................
PENGAYAAN
Sasaran
Peserta didik yang telah mencapai ketuntasan belajar dengan skor di atas 85.
Bentuk Kegiatan Pengayaan
Peserta didik diberikan tantangan berupa pengayaan tata bahasa tingkat tinggi:
- Menganalisis kata dasar berpola konsonan ganda/kluster (contoh: kritik -> mengkritik, proses -> memproses).
- Menyusun narasi cerita pendek terdiri dari 5 kalimat baku yang memanfaatkan sekurang-kurangnya 4 kata kerja transitif dan intransitif berimbuhan me- secara bervariasi.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Refleksi / Catatan Evaluasi Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah media visual pada Smart TV secara efektif membantu peserta didik memahami peluluhan K, S, T, P? | Penggunaan warna berbeda untuk huruf yang luluh di Smart TV sangat membantu peserta didik visual memvisualisasikan perubahan fonem secara cepat. |
| 2 | Apakah alokasi waktu 3 x 35 menit cukup untuk menjalankan seluruh tahapan Structural Grammar Practice? | Waktu mencukupi, namun tahapan Latihan Komunikatif membutuhkan ketegasan manajemen waktu agar seluruh kelompok bisa presentasi. |
| 3 | Berapa persen peserta didik yang telah menguasai pembentukan kata berimbuhan me- secara tepat? | Sekitar 85% peserta didik sudah tuntas, sisanya 15% masih memerlukan bimbingan khusus pada hukum peluluhan huruf K dan P. |
| 4 | Kendala utama apa yang dihadapi peserta didik dalam menyusun kalimat transitif dan intransitif? | Peserta didik masih sering tertukar antara Pelengkap dan Objek pada susunan kalimat aktif transitif. |
| 5 | Perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya? | Memberikan latihan pemetaan struktur kalimat (S-P-O-K) dengan kotak warna visual yang lebih bergradasi. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Tanggapan Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling kamu sukai? | [ ] Mengamati gambar di Smart TV [ ] Berdiskusi kelompok dengan kartu kata [ ] Menulis kalimat di depan kelas |
| 2 | Apakah kamu sudah bisa menjelaskan mengapa kata 'tulis' berubah menjadi 'menulis' bukan 'mentulis'? | [ ] Sudah paham sekali [ ] Masih agak bingung [ ] Belum paham sama sekali |
| 3 | Apa yang akan kamu lakukan agar tidak lupa aturan pembentukan kata berimbuhan me-? | [ ] Rajin membaca buku karangan baku [ ] Berlatih membuat kalimat sendiri di rumah [ ] Bertanya kepada guru atau teman |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
- Alwi, Hasan, dsb. (2010). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
- Chaer, Abdul. (2008). Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: Rineka Cipta.
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka (2024). Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
Bahan Bacaan Peserta Didik
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V: Bergerak Bersama (Bab 2: Pembentukan Kata Kerja).
- Ensiklopedia Anak: Kaidah Bahasa KITA (Penerbit Jendela Bahasa).
GLOSARIUM
- Imbuhan (Afiks): Bunyi yang ditambahkan pada awal, tengah, akhir, atau gabungan awal-akhir kata dasar untuk membentuk kata baru.
- Prefiks: Imbuhan yang ditambahkan pada awal kata dasar (contoh: me-).
- Peluluhan: Proses hilangnya konsonan awal kata dasar (K, S, T, P) ketika bergabung dengan prefiks me- yang diikuti vokal.
- Kata Kerja Transitif: Kata kerja yang membutuhkan objek dalam kalimat agar memiliki makna yang utuh.
- Kata Kerja Intransitif: Kata kerja yang tidak membutuhkan objek dalam kalimatnya.
- Structural Grammar Practice: Model pembelajaran tata bahasa yang menekankan pada pembentukan kebiasaan berbahasa melalui pola terstruktur secara bertahap.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Sugono, Dendy. (2012). Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
- Verhaar, J.W.M. (2010). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- Widjono, H.S. (2012). Bahasa Indonesia: Mata Kuliah Pengembang Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Keaktifan Pengamatan Visual | Pasif dan tidak memperhatikan tayangan visual di Smart TV. | Kurang fokus memperhatikan tayangan visual di Smart TV. | Fokus memperhatikan tayangan visual namun jarang merespon. | Sangat aktif dan fokus merespon setiap tayangan visual di Smart TV. | 4 |
| 2 | Ketepatan Analisis Peluluhan Kata | Tidak mampu menganalisis peluluhan kata berimbuhan me-. | Mampu menganalisis peluluhan kata tetapi masih banyak kesalahan (>3 kesalahan). | Mampu menganalisis peluluhan kata dengan sedikit kesalahan (1-2 kesalahan). | Mampu menganalisis seluruh peluluhan kata KSTP dengan tepat tanpa kesalahan. | 4 |
| 3 | Kerjasama Kelompok | Tidak mau berpartisipasi dalam diskusi kelompok. | Berpartisipasi jika dipaksa oleh teman kelompok. | Berpartisipasi aktif dalam sebagian besar kegiatan kelompok. | Sangat aktif, memimpin, dan membantu teman dalam diskusi kelompok. | 4 |
| 4 | Kemampuan Menyusun Kalimat | Tidak mampu menyusun kalimat transitif/intransitif secara benar. | Menyusun kalimat tetapi struktur S-P-O tidak teratur dan belum baku. | Menyusun kalimat transitif/intransitif secara benar dengan sedikit kesalahan ejaan. | Menyusun kalimat transitif dan intransitif secara tepat, baku, dan variatif. | 4 |