Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Menganalisis ciri teks prosedur (tujuan, bahan/alat, dan langkah-langkah berurutan)
Elemen Capaian Pembelajaran : Membaca dan Memirsa
Model Pembelajaran : Demonstration Model
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning: Mindful, Meaningful, Joyful)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Kerajinan Tradisional Kipas Anyaman Bambu / Diferensiasi Jenis Kreasi Tangan

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kesiapan Belajar

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum telah mengenal teks petunjuk sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pemahaman mendalam mengenai urutan logis, identifikasi komponen alat dan bahan secara rinci, serta identifikasi kata kerja imperatif masih memerlukan bimbingan terstruktur.

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik dominan memiliki gaya belajar visual yang kuat. Mereka lebih cepat memahami konsep abstrak apabila disajikan dalam bentuk tayangan visual resolusi tinggi, ilustrasi langkah demi langkah, dan demonstrasi fisik secara langsung.

Konteks Lokal dan Lingkungan Belajar

Lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom kaya akan potensi kearifan lokal kerajinan tangan tradisional, seperti anyaman bambu dan seni kriya daerah. Pemanfaatan materi lokal ini menjadikan pembelajaran lebih relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan menganalisis informasi berupa tata cara atau prosedur dari berbagai tipe teks (visual dan multimodal). Peserta didik mampu memahami langkah-langkah logis, struktur teks (tujuan, bahan/alat, dan langkah-langkah berurutan), serta kata kerja perintah (imperatif) yang digunakan dalam teks kreasi hobi dan kearifan lokal.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan video dan demonstrasi langsung di kelas, peserta didik dapat mengidentifikasi 3 komponen utama teks prosedur (tujuan, alat/bahan, dan langkah-langkah) dengan tepat dan cermat.
  2. Melalui kegiatan memirsa bagan visual teks kreasi hobi tradisional, peserta didik mampu menganalisis penggunaan kata kerja perintah (imperatif) dan kata hubung urutan waktu dengan benar.
  3. Melalui diskusi kelompok berbasis diferensiasi karya, peserta didik mampu menyusun ulang langkah-langkah acak pembuatan kerajinan tangan tradisional menjadi urutan prosedur yang logis dan runtut.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Teks prosedur merupakan panduan tertulis atau visual yang membantu manusia menyelesaikan suatu pekerjaan secara sistematis, efisien, dan aman. Dengan memahami struktur teks prosedur, peserta didik tidak hanya terampil mengikuti instruksi, tetapi juga mampu mendokumentasikan serta melestarikan tata cara pembuatan kerajinan tradisional khas daerahnya kepada generasi mendatang.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang akan terjadi jika kita merakit atau membuat suatu karya kerajinan tangan tanpa mengikuti urutan langkah yang benar?
  2. Mengapa bagian daftar alat dan bahan harus dituliskan secara jelas sebelum bagian langkah-langkah kerja?
  3. Kata-kata seperti apa yang sering kalian temukan saat membaca petunjuk pembuatan suatu barang?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  • Bernalar Kritis: Menganalisis struktur, urutan logis, dan tata bahasa dalam teks prosedur.
  • Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk mengurutkan dan membedah teks prosedur.
  • Kreatif: Mengembangkan ide pemahaman urutan langkah melalui kriya tradisional.
  • Berkebinekaan Global: Menghargai dan melestarikan kerajinan tradisional lokal Wringin Anom.

Kompetensi Utama

  • Literasi Visual dan Pemirsaan.
  • Analisis Kebahasaan Teks Prosedur (Kata Kerja Imperatif dan Konjungsi Temporal).
  • Kemampuan Berpikir Logis Berurutan (Algoritmik Sederhana).

MATERI PEMBELAJARAN

Teks Prosedur

Teks prosedur adalah teks yang berisi petunjuk, cara, atau langkah-langkah untuk melakukan, membuat, atau mengoperasikan sesuatu agar mencapai hasil yang diinginkan.

Struktur Utama Teks Prosedur

  1. Tujuan: Berisi gambaran umum tentang apa yang akan dibuat atau dilakukan.
  2. Alat dan Bahan: Rincian Benda, alat, dan bahan yang dibutuhkan beserta ukurannya secara akurat.
  3. Langkah-Langkah Berurutan: Tahapan kegiatan yang disusun secara urut dari awal hingga akhir menggunakan nomor atau kata penanda urutan.

Ciri Kebahasaan Teks Prosedur

  • Menggunakan kata kerja imperatif (perintah): guntinglah, rekatkan, potonglah, haluskan, anyamlah.
  • Menggunakan kata hubung urutan (konjungsi temporal): pertama, kedua, kemudian, setelah itu, selanjutnya, terakhir.
  • Menggunakan kata keterangan ukuran atau cara: potong sepanjang 20 cm, lipat secara perlahan.

Integrasi Kearifan Lokal

Penggunaan contoh teks prosedur: "Cara Membuat Kipas Anyaman Bambu Tradisional Wringin Anom".

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Demonstration Model (Model Demonstrasi): Guru dan perwakilan peserta didik memperagakan langkah-langkah pembuatan kerajinan tangan secara fisik di depan kelas, diselaraskan dengan teks prosedur di Smart TV.

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning):

  • Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati detail gerakan dan pilihan kata imperatif.
  • Meaningful Learning: Memahami kebermanfaatan teks prosedur dalam melestarikan budaya lokal.
  • Joyful Learning: Belajar melalui demonstrasi visual interaktif dan eksplorasi taktil bahan kriya.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

  • Kuis visual cepat melalui Smart TV mengenai urutan membuat sesuatu secara acak.
  • Tanya jawab lisan untuk mengukur pengetahuan awal tentang kata kerja perintah.

Asesmen Formatif (Proses)

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kelompok menganalisis struktur dan kalimat imperatif.
  • Observasi unjuk kerja dan partisipasi diskusi kelompok.

Asesmen Sumatif (Akhir)

  • Tes tertulis singkat berisi soal pilihan ganda dan esai menganalisis teks prosedur acak.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Analisis Teks Prosedur (LKPD)

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Identifikasi Struktur TeksMampu mengidentifikasi tujuan, alat/bahan, dan langkah-langkah secara lengkap dan tepat tanpa kesalahan.Mampu mengidentifikasi 3 komponen struktur tetapi terdapat 1 kesalahan kecil.Hanya mampu mengidentifikasi 2 komponen struktur dengan tepat.Hanya mampu mengidentifikasi 1 komponen struktur teks.
Analisis Kata Kerja ImperatifMampu menemukan seluruh kata kerja imperatif (>5 kata) dalam teks dengan tepat.Mampu menemukan 3-4 kata kerja imperatif dalam teks dengan tepat.Mampu menemukan 1-2 kata kerja imperatif dalam teks.Tidak mampu menemukan kata kerja imperatif sama sekali.
Pengurutan Langkah LogisMampu mengurutkan seluruh langkah acak menjadi prosedur yang logis dan runtut sempurna.Mampu mengurutkan langkah acak dengan 1-2 kesalahan urutan minor.Mampu mengurutkan langkah acak tetapi banyak urutan yang tidak logis.Tidak mampu mengurutkan langkah-langkah acak.
Kerjasama KelompokSeluruh anggota aktif, saling membantu, dan menyelesaikan tugas tepat waktu.Sebagian besar anggota aktif dan tugas selesai tepat waktu.Hanya beberapa anggota yang aktif bekerja.Kelompok tidak mampu bekerjasama dengan baik.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, berdoa bersama, dan mengecek kesiapan peserta didik.
  2. Guru menerapkan kegiatan Mindful Warm-Up: Peserta didik diminta memfokuskan pandangan pada layar Smart TV dan mengamati gambar kerajinan tradisional lokal Wringin Anom secara seksama.
  3. Guru mengajukan pertanyaan pemantik terkait gambar tersebut untuk menstimulasi rasa ingin tahu.
  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alokasi waktu, serta manfaat mempelajari teks prosedur bagi kehidupan sehari-hari dan pelestarian kerajinan lokal.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Mindful Observation & Demonstration (20 Menit)

  1. Guru menampilkan materi pembelajaran visual interaktif di Smart TV mengenai struktur dan ciri bahasa teks prosedur.
  2. Guru melakukan demonstrasi fisik langsung di depan kelas mengenai pembuatan kriya sederhana khas lokal (misalnya lipatan/anyaman dasar kipas bambu atau pita kertas).
  3. Saat memperagakan tiap langkah, guru menampilkan kalimat teks prosedur yang sesuai di layar Smart TV, memandu peserta didik untuk menghubungkan antara tindakan nyata dan kata kerja imperatif (contoh: "Peganglah ujung bambu...", "Anyamlah secara berselang-seling...").
  4. Peserta didik mencermati secara visual dan mencatat kata-kata kunci perintah yang digunakan selama demonstrasi.

Tahap 2: Meaningful Exploration in Groups (35 Menit)

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok) berdasarkan hasil asesmen diagnostik dan diferensiasi minat jenis kreasi tangan.
  2. Setiap kelompok menerima LKPD yang memuat teks prosedur kreasi tangan lokal yang langkah-langkahnya diacak secara visual.
  3. Kelompok menganalisis dan mendiskusikan:
    • Komponen struktur (tujuan, alat/bahan, langkah-langkah).
    • Mengurutkan kembali langkah-langkah yang diacak.
    • Melingkari kata kerja imperatif dan kata hubung temporal dalam teks.
  1. Guru berkeliling memberikan bimbingan, khususnya kepada kelompok yang membutuhkan bantuan visual lebih detail.

Tahap 3: Joyful Sharing & Deep Reflection (20 Menit)

  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis dan pengurutan teks prosedur di depan kelas dengan bantuan Smart TV.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan apresiatif dan masukan secara santun.
  3. Guru memberikan klarifikasi, penguatan, dan apresiasi atas kerja keras seluruh kelompok.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin penting materi pembelajaran (struktur teks prosedur dan kata kerja imperatif).
  2. Peserta didik melakukan refleksi singkat mengenai pembelajaran hari ini.
  3. Guru memberikan asesmen sumatif singkat berupa tes pilihan ganda tertulis.
  4. Guru menutup pembelajaran dengan pesan moral pentingnya menjaga tradisi lokal, doa, dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning

Peserta didik secara sadar mengamati setiap gerakan dalam demonstrasi dan mencocokkannya dengan kalimat perintah, sehingga terbangun kesadaran penuh akan pentingnya ketelitian dalam mengikuti instruksi tertulis.

Meaningful Learning

Peserta didik memahami bahwa teks prosedur bukan sekadar materi pelajaran di sekolah, melainkan alat komunikasi nyata untuk mentransfer keterampilan pembuatan kerajinan tradisional daerah Wringin Anom dari satu orang ke orang lain.

Joyful Learning

Peserta didik merasakan kegembiraan belajar melalui kolaborasi kelompok, pengamatan visual berwarna-warni di Smart TV, dan pengalaman langsung memegang bahan kriya tradisional.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten / Produk

Peserta didik diberikan kebebasan memilih jenis teks prosedur kreasi tangan yang dianalisis sesuai dengan minat kelompoknya:

  • Kelompok A: Teks Prosedur Anyaman Kipas Bambu Tradisional.
  • Kelompok B: Teks Prosedur Pembatas Buku Motif Batik Lokal.
  • Kelompok C: Teks Prosedur Mainan Tradisional Janur/Pita Kreasi.

Diferensiasi Proses

  • Kelompok Visual Tinggi: Diberikan stimulus berupa diagram alur gambar infografis tanpa teks penuh, siswa menyusun kalimat imperatifnya.
  • Kelompok yang Membutuhkan Bimbingan: Diberikan petunjuk teks bersimbol visual eksplisit dan pendampingan guru secara berkala.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menampilkan presentasi materi interaktif, video kualitas HD pembuatan kerajinan lokal, dan menampilkan LKPD digital saat presentasi.
  2. Laptop: Digunakan guru untuk mengoperasikan media pembelajaran visual dan mengelola jalannya pembelajaran.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses referensi visual kerajinan tradisional yang relevan dengan kearifan lokal daerah setempat.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  1. Media Pembelajaran:
    • Slide Presentasi Interaktif Canva/PowerPoint Teks Prosedur.
    • Video Demonstrasi Kerajinan Tradisional Wringin Anom.
    • Bahan Nyata Kriya: Bilah bambu/pita kertas, gunting, lem, dan cetakan motif.
  1. Sumber Belajar:
    • Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
    • Modul Kriya Lokal Daerah Wringin Anom.
    • Laman Internet Edukasi Bahasa Indonesia.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok.....................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
No. Absen.....................................................
Tanggal.....................................................

Judul Kegiatan

Menganalisis Ciri Kebahasaan dan Struktur Teks Prosedur Kreasi Tangan Tradisional

Petunjuk Kerja

  1. Bacalah dan amati potongan-potongan bagian teks prosedur yang diberikan oleh guru!
  2. Susunlah bagian-bagian teks tersebut ke dalam tabel struktur yang tepat di bawah ini!
  3. Lingkarilah kata kerja perintah (imperatif) yang kalian temukan pada bagian langkah-langkah!

Tabel Kerja Analisis Teks Prosedur

  1. Judul / Tujuan Teks:

...................................................................................................................................................

  1. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan:
    • .................................................................................................................................................
    • .................................................................................................................................................
    • .................................................................................................................................................
  1. Urutan Langkah-Langkah Kerja Logis:
    • Langkah 1: .............................................................................................................................
    • Langkah 2: .............................................................................................................................
    • Langkah 3: .............................................................................................................................
    • Langkah 4: .............................................................................................................................
  1. Kata Kerja Imperatif (Perintah) yang Ditemukan:

1) ....................................

2) ....................................

3) ....................................

4) ....................................

REMEDIAL

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran diberikan bimbingan perorangan:

  1. Guru memberikan kembali contoh teks prosedur yang sangat sederhana (3-4 langkah) dilengkapi gambar ilustrasi yang sangat jelas.
  2. Peserta didik dibimbing mengidentifikasi kata kerja imperatif dengan bantuan penanda warna (highlighting).
  3. Mengerjakan latihan menyusun 3 langkah acak secara individual.

PENGAYAAN

Peserta didik yang telah melampaui kriteria ketuntasan diberikan tugas pengayaan:

  1. Meminta peserta didik membuat satu draft teks prosedur kreasi hobi pribadi secara mandiri.
  2. Mengubah teks prosedur narasi biasa menjadi bentuk infografis visual yang menarik menggunakan kombinasi gambar dan kalimat imperatif yang ringkas.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan Refleksi GuruJawaban / Catatan Evaluasi
1Apakah seluruh peserta didik mampu memahami struktur teks prosedur melalui model demonstrasi?Seluruh peserta didik antusias mengamati demonstrasi visual dan mayoritas memahami 3 struktur utama dengan baik.
2Kendala apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung?Beberapa kelompok membutuhkan waktu lebih lama saat menganalisis kata kerja imperatif dalam kalimat yang panjang.
3Apakah integrasi kearifan lokal membuat pembelajaran lebih bermakna?Ya, peserta didik merasa lebih dekat dengan materi karena kenal dengan bahan kriya tradisional Wringin Anom.
4Bagaimana efektivitas penggunaan Smart TV dalam gaya belajar visual peserta didik?Sangat efektif, tampilan gambar visual dan video resolusi tinggi terbukti meningkatkan fokus belajar peserta didik.
5Perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya?Memberikan penanda warna khusus pada kata kerja imperatif di slide awal untuk mempercepat pemahaman siswa.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikRespon / Tanggapan Siswa
1Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai?Saat mengamati demonstrasi langsung di depan kelas dan melihat tayangan visual di Smart TV.
2Apakah kamu mengalami kesulitan saat menemukan kata kerja perintah dalam teks?Sedikit kesulitan pada awalnya, tetapi menjadi mudah setelah berdiskusi dengan teman kelompok.
3Apa manfaat yang kamu dapatkan setelah belajar cara membuat teks prosedur kerajinan lokal?Saya menjadi tahu cara menuliskan petunjuk membuat karya dengan urutan yang benar agar orang lain tidak bingung.

BAHAN BACAAN

Ringkasan Materi Teks Prosedur

Teks prosedur adalah jenis teks yang bertujuan menjelaskan atau menunjukkan cara membuat, melakukan, atau menggunakan sesuatu melalui tahapan yang rinci dan berurutan.

Komponen Teks Prosedur:

  1. Tujuan: Menyatakan apa yang hendak dicapai atau dibuat.
  2. Material (Alat & Bahan): Menyebutkan benda, alat, dan bahan yang diperlukan secara spesifik.
  3. Langkah-Langkah: Urutan aksi atau tindakan yang harus dilakukan dari awal sampai akhir tanpa ada yang terlewat.

Ciri Bahasa:

  • Menggunakan kalimat perintah (Imperatif), contoh: potonglah, rekatkanlah, sediakan.
  • Menggunakan kata hubung urutan (Konjungsi Temporal), contoh: setelah itu, kemudian, selanjutnya.
  • Menggunakan kata kerja aktif.

GLOSARIUM

  1. Teks Prosedur: Teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan berurutan untuk menyelesaikan suatu kegiatan.
  2. Imperatif: Bentuk kalimat atau kata kerja yang menyatakan perintah, larangan, atau keharusan melaksanakan tindakan.
  3. Konjungsi Temporal: Kata penghubung yang menyatakan urutan waktu kejadian.
  4. Demonstrasi Model: Metode pembelajaran dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan.
  5. Kearifan Lokal: Nilai-nilai, tradisi, atau hasil budaya lokal setempat yang patut dilestarikan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Performa Diskusi Kelompok

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Kemampuan Menganalisis StrukturSkor 4: Sangat tepat menentukan tujuan, alat/bahan, dan langkah-langkah.
Skor 3: Tepat menentukan struktur dengan 1 kesalahan.
Skor 2: Tepat menentukan 2 komponen struktur.
Skor 1: Kurang tepat menentukan seluruh komponen struktur.
4
2Kemampuan Mengidentifikasi Kata Kerja ImperatifSkor 4: Menemukan >5 kata kerja imperatif dengan tepat.
Skor 3: Menemukan 3-4 kata kerja imperatif dengan tepat.
Skor 2: Menemukan 1-2 kata kerja imperatif dengan tepat.
Skor 1: Tidak mampu menemukan kata kerja imperatif.
4
3Keaktifan dan Kerjasama KelompokSkor 4: Sangat aktif berkontribusi dan membantu teman kelompok.
Skor 3: Cukup aktif dalam diskusi kelompok.
Skor 2: Kurang aktif dan hanya mengikuti teman.
Skor 1: Pasif dan tidak berkontribusi dalam kelompok.
4
4Kerapian dan Ketepatan Menyusun LKPDSkor 4: LKPD diisi sangat rapi, sistematis, dan selesai tepat waktu.
Skor 3: LKPD diisi rapi dan selesai tepat waktu.
Skor 2: LKPD kurang rapi dan terlambat mengumpulkan.
Skor 1: LKPD tidak lengkap dan tidak rapi.
4
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130