IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Membaca teks nonfiksi naratif tentang tahapan buku dibuat (penulis -> editor -> ilustrator -> percetakan) |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Membaca dan Memirsa |
| Model Pembelajaran | : | Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Student-Centered |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi peran kelompok dan pengenalan profesi industri kreatif lokal |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Kebutuhan dan Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar yang dominan visual. Mereka lebih cepat menyerap informasi melalui tayangan grafis, warna, infografis, dan alur bergambar. Peserta didik sudah terbiasa membaca teks bacaan tingkat sekolah dasar, namun masih membutuhkan panduan terstruktur dalam menganalisis urutan logis (kronologis) pada teks nonfiksi naratif kompleks.
Pengetahuan Awal (Prior Knowledge)
Peserta didik telah mengenal jenis-jenis buku (buku cerita, buku pelajaran, komik) dan mengetahui bahwa buku ditulis oleh seseorang. Namun, sebagian besar belum memahami proses panjang di balik layar pembuatan buku, seperti peran penting editor, ilustrator, serta proses teknis di percetakan.
Konteks Kontekstual dan Lokal
Kabupaten Situbondo/Wringin Anom memiliki potesial industri kreatif lokal (percetakan skala UMKM, penulis cerita lokal, dan perajin kertas). Mengaitkan proses pembuatan buku dengan profesi industri kreatif lokal akan menumbuhkan kesadaran apresiasi terhadap karya literasi dan profesi kreatif di sekitar lingkungan mereka.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik mampu membaca dengan lancar dan indah serta memahami informasi dari teks nonfiksi naratif. Peserta didik mampu menjelaskan, menganalisis, dan mengurutkan langkah-langkah penerbitan buku dari naskah mentah hingga menjadi buku utuh yang siap dibaca berdasarkan teks nonfiksi naratif yang dibaca dan dipirsa secara kritis.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Utuh
- Melalui kegiatan membaca teks nonfiksi naratif pada Smart TV, peserta didik mampu menganalisis 4 peran utama dalam penerbitan buku (penulis, editor, ilustrator, percetakan) dengan tepat.
- Melalui penerapan model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition), peserta didik mampu mengurutkan 5 tahapan proses penerbitan buku dari naskah mentah hingga buku jadi secara sistematis dan kolaboratif.
- Melalui diferensiasi peran dalam kelompok, peserta didik mampu menyusun alur kerja penerbitan buku sesuai simulasi profesi kreatif lokal dengan penuh tanggung jawab.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Sebuah buku yang kita baca tidak lahir secara instan, melainkan hasil kolaborasi harmonis dari berbagai profesi kreatif (penulis, editor, ilustrator, dan pekerja percetakan). Memahami proses ini mengajarkan kita untuk menghargai setiap karya literasi, memahami pentingnya kerja sama tim, serta membuka wawasan tentang peluang karier di industri kreatif lokal.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Pernahkah kalian berpikir, bagaimana cerita yang ada di pikiran seseorang bisa berubah menjadi buku yang tercetak rapi di tangan kalian?
- Siapa saja orang-orang hebat di balik layar yang bekerja membuat buku bacaan kalian setiap hari?
- Apa yang akan terjadi jika sebuah buku langsung dicetak tanpa diperiksa oleh seorang editor terlebih dahulu?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok heterogen untuk menganalisis teks dan menyusun tahapan pembuatan buku.
- Bernalar Kritis: Menganalisis fungsi setiap profesi dan mengurutkan alur penerbitan buku secara logis.
- Kreatif: Menyajikan visualisasi rantai penerbitan buku berdasarkan simulasi peran kelompok.
Kompetensi Pembelajaran Mendalam (6C)
- Critical Thinking: Mampu mengevaluasi akibat dari hilangnya salah satu tahapan penerbitan buku.
- Collaboration: Berbagi peran (Penulis, Editor, Ilustrator, Percetakan) dalam menyelesaikan tugas kelompok.
- Communication: Mengomunikasikan hasil urutan proses penerbitan buku di depan kelas.
MATERI PEMBELAJARAN
Teks Nonfiksi Naratif
Teks nonfiksi naratif adalah teks yang menyajikan fakta atau peristiwa nyata yang disampaikan dengan gaya penceritaan (narasi) yang runtut. Contohnya adalah kisah perjalanan pembuatan sebuah buku.
Tahapan Penerbitan Buku
- Penulis (Author): Mengembangkan ide, meriset bahan, dan menulis naskah mentah (draft).
- Editor (Penyunting): Membaca naskah, mengoreksi kesalahan ejaan, tata bahasa, dan merapikan alur cerita agar mudah dipahami.
- Ilustrator (Penggambar): Membuat gambar, visualisasi, dan desain sampul yang sesuai dengan isi naskah.
- Percetakan (Printer & Publisher): Mengatur tata letak (layout), mencetak naskah ke lembaran kertas, menjilid, dan memperbanyak buku hingga siap didistribusikan.
Konteks Industri Kreatif Lokal
Pengenalan profesi lokal di bidang percetakan dan percetakan digital yang ada di wilayah Wringin Anom dan sekitarnya sebagai bentuk apresiasi terhadap ekonomi kreatif lokal.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
- Orientation (Orientasi)
- Organization (Organisasi Kelompok)
- Guided Reading & Writing (Bimbingan Membaca dan Menganalisis)
- Group Presentation (Penyajian Hasil Kelompok)
- Evaluation & Integration (Evaluasi dan Integrasi)
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful Learning: Kesadaran penuh saat membaca dan memirsa tayangan visual.
- Meaningful Learning: Menghubungkan teks bacaan dengan realitas profesi pembuatan buku di kehidupan nyata.
- Joyful Learning: Belajar melalui simulasi peran interaktif dan infografis berwarna.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
- Asesmen Diagnostik Non-Kognitif: Mengetahui minat dan gaya belajar peserta didik melalui angket visual singkat.
- Asesmen Diagnostik Kognitif: Kuis singkat 3 pertanyaan tentang istilah penulis, gambar, dan cetak.
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)
- Observasi sikap gotong royong dan bernalar kritis saat diskusi kelompok CIRC.
- Penilaian kinerja proses analisis teks dan pengurutan alur penerbitan buku pada LKPD.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
Tes tertulis berupa soal pilihan ganda kompleks dan esai berbasis studi kasus pengurutan alur penerbitan buku.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Kinerja Kelompok (Pengurutan Alur Penerbitan)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan) | Kriteria Skor 2 (Cukup) | Kriteria Skor 3 (Baik) | Kriteria Skor 4 (Sangat Baik) | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Ketepatan Mengurutkan Alur | Hanya mampu mengurutkan 1-2 tahapan dengan tepat. | Mampu mengurutkan 3 tahapan dengan tepat. | Mampu mengurutkan 4 tahapan dengan tepat namun ada kekeliruan kecil. | Mampu mengurutkan seluruh 5 tahapan penerbitan buku secara sempurna dan runtut. | |
| 2 | Pemahaman Peran Profesi | Belum mampu menjelaskan peran penulis, editor, ilustrator, dan percetakan. | Mampu menjelaskan 2 peran profesi dengan benar. | Mampu menjelaskan 3 peran profesi dengan benar. | Mampu menjelaskan seluruh 4 peran profesi beserta fungsinya secara detail. | |
| 3 | Kerjasama Kelompok | Anggota kelompok bekerja secara individual dan tidak terkoordinasi. | Hanya sebagian kecil anggota yang aktif berdiskusi. | Sebagian besar anggota aktif dan berbagi tugas kelompok. | Seluruh anggota aktif, saling mendukung sesuai peran diferensiasi kelompok. | |
| 4 | Presentasi dan Komunikasi | Menyampaikan hasil diskusi dengan nada pelan dan tidak runtut. | Menyampaikan hasil diskusi cukup runtut namun kurang percaya diri. | Menyampaikan hasil diskusi dengan runtut dan jelas. | Menyampaikan hasil diskusi dengan sangat runtut, percaya diri, dan komunikatif. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengajak berdoa bersama.
- Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan fisik kelas agar siap belajar.
- Guru melakukan apersepsi dengan memperlihatkan sebuah buku cerita fisik bergambar yang menarik dan menanyakan: "Siapa yang membuat buku ini menjadi sebagus ini?"
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, langkah kegiatan CIRC, dan jenis asesmen yang akan dilakukan.
- Guru memberikan motivasi awal mengenai pentingnya menghargai karya buku dan profesi kreatif lokal.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Orientasi (Orientation) - 15 Menit
- Guru menayangkan materi visual interaktif dan infografis teks nonfiksi naratif "Jejak Langkah Sebuah Buku" melalui Smart TV.
- Peserta didik mengamati visualisasi alur pembuatan buku dari naskah ide awal hingga dijual di toko buku.
- Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk memicu Mindful Learning: "Apa yang dipikirkan seorang editor saat melihat naskah tulisan yang masih salah ketik?"
Tahap 2: Organisasi Kelompok (Organization) - 10 Menit
- Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok heterogen yang terdiri dari 4-5 siswa.
- Tiap kelompok membagi peran simulasi profesi industri kreatif:
- Anggota 1: Penulis (Fokus pada draf cerita)
- Anggota 2: Editor (Fokus pada pemeriksa teks)
- Anggota 3: Ilustrator (Fokus pada visual gambar)
- Anggota 4: Percetakan/Penerbit (Fokus pada tata letak dan cetak)
Tahap 3: Bimbingan Membaca dan Menganalisis (Guided Reading & Writing) - 25 Menit
- Guru membagikan teks nonfiksi naratif dan LKPD kepada setiap kelompok.
- Peserta didik membaca teks secara bergantian dalam kelompok (CIRC Reading).
- Peserta didik berdiskusi dan menganalisis teks untuk mengurutkan kartu alur proses pembuatan buku:
- Tahap 1: Penulisan Naskah
- Tahap 2: Penyuntingan oleh Editor
- Tahap 3: Pembuatan Ilustrasi
- Tahap 4: Desain Layout & Cetak
- Tahap 5: Distribusi Buku
- Setiap siswa mengisi bagian LKPD sesuai dengan peran profesi yang mereka pegang (Diferensiasi Peran).
- Guru membimbing kelompok yang mengalami kesulitan dan memastikan seluruh siswa terlibat aktif.
Tahap 4: Penyajian Hasil Kelompok (Group Presentation) - 15 Menit
- Setiap kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan "Peta Alur Penerbitan Buku" hasil diskusi mereka.
- Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan terhadap hasil presentasi temannya.
Tahap 5: Evaluasi dan Integrasi (Evaluation & Integration) - 10 Menit
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil presentasi setiap kelompok.
- Guru meluruskan miskonsepsi tentang alur penerbitan buku.
- Peserta didik mengerjakan tes evaluasi individu singkat secara mandiri.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Peserta didik bersama guru menyimpulkan alur proses pembuatan buku dan peran profesi di dalamnya.
- Peserta didik melakukan refleksi pembelajaran (apa yang dipelajari, apa yang paling disukai, dan apa yang masih membingungkan).
- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelompok atas kerja sama yang baik.
- Guru memberikan penugasan pengayaan/remedial dan menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Belajar Sadar Penuh)
Peserta didik diajak secara sadar mengamati detail teks nonfiksi naratif dan menyadari bahwa tulisan di buku yang mereka baca sehari-hari telah melewati proses penyuntingan yang ketat demi menyajikan informasi yang benar.
Meaningful Learning (Belajar Bermakna)
Peserta didik menghubungkan alur teks dengan realitas pekerjaan nyata, memahami bahwa kegagalan di satu tahapan (misalnya editor luput memeriksa) akan berdampak pada kualitas buku akhir. Hal ini menanamkan ketelitian dan tanggung jawab.
Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)
Peserta didik merasakan pengalaman belajar yang seru melalui simulasi peran profesi (menjadi editor yang mencoret kesalahan, menjadi ilustrator yang menggambar, dan menjadi percetakan yang menata kertas) menggunakan media interaktif Smart TV.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Proses dan Peran Kelompok
- Peran Penulis: Bertanggung jawab mengekstrak ide utama dari teks naratif.
- Peran Editor: Bertanggung jawab menyeleksi urutan kalimat agar runtut dan memeriksa tanda baca pada LKPD.
- Peran Ilustrator: Bertanggung jawab menyusun kartu bergambar alur penerbitan buku secara visual.
- Peran Percetakan: Bertanggung jawab menata urutan akhir LKPD dan mengoordinasikan presentasi kelompok.
Diferensiasi Konten (Sesuai Gaya Belajar Visual)
Materi disajikan tidak hanya dalam bentuk teks bacaan panjang, tetapi dilengkapi dengan infografis alur penerbitan penuh warna dan skema grafis pada Smart TV.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop & Smart TV: Digunakan untuk menampilkan tayangan infografis bergerak dan teks nonfiksi naratif secara interaktif.
- Internet: Digunakan guru untuk mengakses sumber bahan ajar digital tentang alur kerja percetakan dan industri penerbitan buku modern.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Infografis Interaktif "Dari Naskah Menjadi Buku".
- Set Kartu Gambar Alur Penerbitan Buku (Penulis, Editor, Ilustrator, Percetakan).
- Contoh fisik naskah cetak mentah, naskah coretan editor, dan buku yang sudah jadi.
- Slide Presentasi pada Smart TV.
Sumber Belajar
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka.
- Teks Nonfiksi Naratif "Perjalanan Lembaran Cerita" karya Tim Fasilitator Literasi.
- Sumber digital lokal tentang profil industri kreatif percetakan di Jawa Timur.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Kelompok | |
| Anggota Kelompok | 1. 2. 3. 4. 5. |
| Kelas / Fase | Kelas V / Fase C |
| Hari / Tanggal |
Judul Aktivitas: Petualangan Menjadi Penerbit Buku Muda
Petunjuk Kerja
- Bacalah teks nonfiksi naratif "Perjalanan Sebuah Buku" yang ditampilkan pada layar Smart TV atau lembar bacaan kelompok kalian!
- Pahami peran masing-masing anggota kelompok (Penulis, Editor, Ilustrator, Percetakan)!
- Gunting dan tempelkan 5 Kartu Alur Penerbitan di bawah ini sesuai dengan urutan kronologis yang benar!
- Jawablah pertanyaan analisis di bagian bawah LKPD berdasarkan hasil diskusi kelompok kalian!
Tugas 1: Urutkan Alur Penerbitan Buku
Tempelkan urutan tahapan (Nomor 1 sampai 5) pada kotak yang tersedia di bawah ini:
- Kotak Tahap 1: [ ........................................................................ ]
- Kotak Tahap 2: [ ........................................................................ ]
- Kotak Tahap 3: [ ........................................................................ ]
- Kotak Tahap 4: [ ........................................................................ ]
- Kotak Tahap 5: [ ........................................................................ ]
Tugas 2: Analisis Peran Profesi
| Nama Profesi | Apa Tugas Utamanya dalam Membuat Buku? | Apa yang Terjadi Jika Profesi Ini Tidak Ada? |
|---|---|---|
| Penulis | ||
| Editor | ||
| Ilustrator | ||
| Percetakan |
REMEDIAL
Program Bimbingan Remedial
Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (belum mampu mengurutkan alur penerbitan buku secara tepat).
Langkah Kegiatan Remedial
- Pendampingan individu atau kelompok kecil oleh guru dengan fokus membaca ulang teks pendek sederhana.
- Menggunakan media kartu alur bergambar konkret (3-4 tahapan sederhana) tanpa istilah teknis yang rumit.
- Pemberian soal latihan ulang fokus pada pengenalan tugas 4 profesi utama penerbitan.
PENGAYAAN
Program Kegiatan Pengayaan
Diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui capaian pembelajaran dengan cepat dan akurat.
Langkah Kegiatan Pengayaan
- Peserta didik diminta membuat draf mini-buku cerita sederhana 4 halaman yang mencakup pembuatan cerita ringkas (Penulis), pemeriksa tata bahasa secara mandiri (Editor), gambar sampul (Ilustrator), dan lipatan kertas siap baca (Percetakan).
- Peserta didik menganalisis dan mendokumentasikan industri percetakan/fotokopi terdekat di sekitar tempat tinggal mereka di Wringin Anom.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi | Hasil Evaluasi Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah seluruh peserta didik mampu memahami alur pembuatan buku melalui penerapan model CIRC dan media visual Smart TV? | Sebagian besar peserta didik (sekitar 85%) sangat antusias dan mampu mengurutkan alur penerbitan dengan tepat karena terbantu oleh visualisasi bergambar. |
| 2 | Kendala apa yang dihadapi selama pelaksanaan diferensiasi peran dalam kelompok? | Beberapa siswa pada awal diskusi masih berebut ingin menjadi Ilustrator karena suka menggambar, sehingga butuh arahan tegas dalam pembagian peran. |
| 3 | Apakah pengalokasian waktu 3 x 35 menit sudah berjalan secara efektif? | Pengalokasian waktu berjalan efektif, namun pada tahap presentasi kelompok perlu dibatasi agar tidak menyita waktu kegiatan penutup. |
| 4 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pembelajaran berikutnya? | Menyiapkan lembar acuan peran yang lebih jelas sejak awal agar pembagian tugas kelompok berjalan lebih cepat dan teratur. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi | Jawaban Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian kegiatan mana yang paling menyenangkan dalam pembelajaran hari ini? | |
| 2 | Profesi apa dalam pembuatan buku yang paling ingin kamu coba jika besar nanti? Mengapa? | |
| 3 | Apakah kamu sekarang sudah tahu bagaimana caranya naskah tulisan bisa menjadi buku cetak? | |
| 4 | Apa kesulitan yang kamu temui saat berdiskusi dan mengurutkan alur bersama kelompokmu? |
BAHAN BACAAN
Teks Nonfiksi Naratif: Perjalanan Sebuah Buku
Pernahkah kamu memegang sebuah buku cerita bergambar yang harum bau kertas barunya? Buku yang ada di tanganmu telah menempuh perjalanan yang sangat panjang sebelum sampai di meja belajarmu.
Kisah perjalanan ini dimulai dari seorang Penulis. Penulis duduk di depan laptopnya, memikirkan ide-ide seru, dan melakukan riset. Penulis lalu mengetik kata demi kata hingga menjadi sebuah draf naskah mentah. Naskah mentah ini seperti adonan kue yang belum dipanggang, masih perlu diolah agar sempurna.
Setelah naskah selesai, Penulis mengirimkannya kepada seorang Editor di lembaga penerbitan. Editor bertugas membaca seluruh isi cerita dengan sangat teliti. Jika ada kata yang salah ketik, tanda baca yang keliru, atau bagian cerita yang membingungkan, Editor akan memperbaikinya. Editor memastikan cerita tersebut aman dan nyaman dibaca oleh anak-anak.
Setelah teks cerita rapi, giliran Ilustrator yang bekerja. Ilustrator membaca naskah tersebut lalu imajinasinya mulai bekerja. Ia menggambar karakter-karakter cerita, memberi warna yang cerah, dan membuat desain sampul buku yang menarik perhatian. Gambar-gambar dari Ilustrator membuat cerita menjadi hidup dan tidak membosankan.
Tahap berikutnya adalah penggabungan teks dan gambar oleh penata letak (layout). Setelah semuanya pas, file digital dikirim ke mesin Percetakan. Di tempat percetakan yang besar, mesin-mesin canggih mencetak ribuan lembar kertas, melipatnya, menjilidnya dengan lem kuat, dan memotong tepinya hingga rapi menjadi sebuah buku utuh.
Buku yang sudah selesai dicetak kemudian dimasukkan ke dalam kardus-kardus besar dan didistribusikan ke toko buku, perpustakaan sekolah, atau langsung dikirimkan ke rumah kalian. Begitulah kisah panjang di balik selembar buku yang kita baca setiap hari!
GLOSARIUM
- Editor (Penyunting): Orang yang bertugas mengedit, mengoreksi, dan merapikan tulisan atau naskah sebelum dicetak.
- Ilustrator: Seniman yang membuat gambar, ilustrasi, atau visualisasi untuk memperjelas isi buku.
- Layout (Tata Letak): Proses pengaturan elemen desain seperti teks dan gambar pada halaman buku agar telihat rapi dan mudah dibaca.
- Naskah Mentah: Draf tulisan awal yang dibuat oleh penulis yang belum melewati proses penyuntingan dan revisi.
- Percetakan: Industri atau tempat memproses pencetakan teks dan gambar ke media kertas dalam jumlah banyak.
- Teks Nonfiksi Naratif: Teks yang menyajikan fakta atau kejadian nyata yang disampaikan menggunakan gaya penceritaan/kronologis.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan.
- Musfiroh, T. (2016). Pengembangan Literasi Anak Sekolah Dasar. Yogyakarta: UNY Press.
- Utama, B. S. (2021). Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap (Profil Pelajar Pancasila)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Gotong Royong | Pasif dan tidak mau terlibat dalam kegiatan kelompok. | Terlibat dalam kelompok hanya jika diminta oleh teman atau guru. | Aktif berdiskusi dan membantu menyelesaikan tugas kelompok secara sukarela. | Sangat aktif, menolong teman yang mengalami kesulitan, dan menjaga keharmonisan kelompok. | |
| 2 | Bernalar Kritis | Memerima informasi tanpa menganalisis dan tidak mengajukan pertanyaan. | Mengajukan pertanyaan sederhana namun belum mampu menganalisis hubungan sebab-akibat. | Mampu menganalisis teks dan mengidentifikasi fungsi tiap tahapan pembuatan buku. | Mampu menganalisis alur penerbitan, mengidentifikasi masalah, dan memberikan argumen logis. | |
| 3 | Kreatif | Hanya meniru contoh tanpa memberikan ide atau gagasan baru. | Menunjukkan gagasan sederhana namun masih sangat terbatas pada contoh guru. | Menunjukkan ide ide visual yang bervariasi dalam menyusun alur LKPD. | Menghasilkan ide penyajian alur visual yang orisinal, rapi, dan bernilai estetis tinggi. |
Lembar Penilaian Keterampilan Membaca dan Menganalisis Teks
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kelancaran Membaca Teks Nonfiksi | Membaca tersendat-sendat dan masih mengeja banyak kata. | Membaca cukup lancar namun sering terhenti pada kata-kata serapan/istilah teknis. | Membaca lancar dengan artikulasi jelas dan intonasi yang memadai. | Membaca sangat lancar, artikulasi sangat jelas, intonasi tepat, dan penuh percaya diri. | |
| 2 | Pemahaman Urutan Kronologis | Mampu mengidentifikasi 1 dari 5 urutan kronologis teks. | Mampu mengidentifikasi 2-3 dari 5 urutan kronologis teks. | Mampu mengidentifikasi 4 dari 5 urutan kronologis teks. | Mampu mengidentifikasi seluruh 5 urutan kronologis teks secara sempurna. | |
| 3 | Ketepatan Mengisi LKPD | Mengisi kurang dari 30% bagian LKPD dengan tepat. | Mengisi 31%-60% bagian LKPD dengan tepat. | Mengisi 61%-85% bagian LKPD dengan tepat. | Mengisi seluruh bagian LKPD (100%) dengan sangat tepat dan rapi. |