Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (105 Menit)
Materi / Topik : Mempelajari Tanda Baca Petik Ganda ("...") dan Perubahan Kata Ganti pada Kalimat Langsung/Tidak Langsung
Elemen Capaian Pembelajaran : Menulis
Model Pembelajaran : Explicit Instruction
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Kesantunan Bertutur Kata Lokal dan Diferensiasi Lembar Kerja

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik dan Kebutuhan Peserta Didik

Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara dominan memiliki gaya belajar visual yang kuat. Mereka memproses informasi secara optimal melalui tayangan grafis, skema warna, infografis, dan sajian visual interaktif. Oleh karena itu, penggunaan sarana Smart TV sangat krusial dalam memperjelas struktur kalimat langsung dan tidak langsung secara visual.

Pengetahuan dan Keterampilan Prasyarat

Peserta didik telah memahami susunan kalimat dasar (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan), mengenal jenis-jenis kata ganti orang dasar (saya, kamu, dia, mereka), serta dapat mengoperasikan tanda baca titik dan koma dalam tulisan naratif sederhana.

Potensi Hambatan Pembelajaran

  1. Kebingungan peserta didik dalam mengubah sudut pandang pronomina (kata ganti orang), seperti merubah "aku" menjadi "dia" atau "kami" menjadi "mereka" berdasarkan konteks penutur.
  2. Kecenderungan lupa menghapus tanda petik ganda dan tanda koma dialog saat mengonversi kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
  3. Kebutuhan penyesuaian penggunaan kata sapaan agar tetap menjaga norma kesantunan bertutur kata lokal saat dialog dikonversi ke dalam bentuk tulisan tidak langsung.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menulis teks naratif sederhana dengan merangkai kalimat-kalimat yang bervariasi, menggunakan ejaan dan tanda baca yang tepat. Secara spesifik pada elemen Menulis, peserta didik mampu mengubah dialog tokoh cerita menjadi narasi kalimat tidak langsung sesuai dengan tata bahasa yang benar serta memperhatikan konversi kata ganti orang dan tanda baca secara tepat.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan peta konsep visual pada Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi letak dan fungsi tanda baca petik ganda ("...") pada kalimat langsung dengan tepat.
  2. Melalui pemodelan tata bahasa secara eksplisit, peserta didik dapat menganalisis aturan perubahan kata ganti orang dari kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung dengan benar.
  3. Melalui latihan terstruktur dan terpandu, peserta didik dapat mengubah dialog tokoh cerita menjadi narasi kalimat tidak langsung dengan menerapkan tata bahasa baku dan kesantunan bertutur kata lokal.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Kemampuan mengonversi dialog menjadi kalimat tidak langsung memungkinkan peserta didik untuk menyampaikan kembali pesan, berita, atau cerita orang lain kepada pihak ketiga secara akurat, runtut, santun, dan sesuai kaidah tata bahasa tanpa mengubah makna asli dari tuturan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara kita menceritakan kembali ucapan teman atau guru kepada orang lain tanpa meniru persis ucapan tersebut?
  2. Mengapa sebuah dialog dalam cerita membutuhkan tanda petik ganda, sedangkan tulisan berita di koran sering kali tidak menggunakannya?
  3. Apa yang terjadi jika kata "aku" dalam dialog langsung tidak diganti saat kita menceritakannya ulang kepada orang lain?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Peserta didik menganalisis perubahan struktur tata bahasa, letak tanda baca, dan konversi kata ganti orang dari kalimat langsung ke tidak langsung.
  2. Mandiri: Peserta didik secara sadar mengoreksi penggunaan tanda baca dan ejaan pada tulisan narasi mereka secara bertahap.
  3. Gotong Royong: Peserta didik berkolaborasi dalam diskusi pasangan/kelompok kecil untuk saling memeriksa ketepatan konversi dialog.

Kompetensi Bahasa dan Kesantunan

  1. Keterampilan Menulis Teks Naratif: Menguasai sintaksis kalimat langsung dan tidak langsung.
  2. Kesantunan Bertutur Kata Lokal: Memilih kata ganti dan kata sapaan yang menghormati konteks hubungan antar-tokoh (misal: penggunaan sapaan orang tua atau guru dalam dialog).

MATERI PEMBELAJARAN

Kalimat Langsung dan Tanda Petik Ganda

Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan secara persis apa yang diujarkan oleh penutur. Ciri utama kalimat langsung meliputi:

  1. Menggunakan tanda petik ganda ("...") untuk mengapit petikan ucapan.
  2. Huruf pertama pada petikan langsung menggunakan huruf kapital.
  3. Tanda baca koma (,) digunakan untuk memisahkan pengiring dan petikan dialog.

Contoh: Ibu berkata, "Kamu harus belajar dengan rajin."

Kalimat Tidak Langsung

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang melaporkan kembali isi ucapan orang lain tanpa mengutipnya secara harfiah. Ciri utama kalimat tidak langsung meliputi:

  1. Tidak menggunakan tanda petik ganda ("...").
  2. Berbentuk kalimat berita (narasi).
  3. Menggunakan kata hubung/konjungsi seperti bahwa, agar, untuk, supaya, atau bahwasanya.
  4. Mengalami perubahan kata ganti orang (pronomina).

Contoh: Ibu mengatakan bahwa aku harus belajar dengan rajin.

Aturan Perubahan Kata Ganti Orang (Pronomina)

  1. Orang Pertama menjadi Orang Ketiga:
    • "Aku / Saya" berubah menjadi "Dia / Ia / Beliau" (tergantung tingkat kesantunan/tingkat umur tokoh).
    • "Kami" berubah menjadi "Mereka".
  1. Orang Kedua menjadi Orang Pertama atau Orang Ketiga:
    • "Kamu / Engkau" berubah menjadi "Saya / Aku" atau "Dia".
    • "Kalian" berubah menjadi "Kami" atau "Mereka".
  1. Orang Ketiga (Dia / Mereka):
    • Tetap menjadi "Dia / Mereka".

Kesantunan Bertutur Kata Lokal

Dalam tradisi bertutur kata lokal, saat menceritakan kembali ucapan tokoh yang lebih tua atau dihormati (seperti guru, orang tua, atau kepala desa), kata ganti "dia" disesuaikan menjadi "beliau", serta kata sapaan seperti "Bapak/Ibu" dipertahankan secara santun dalam narasi.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Explicit Instruction (Pengajaran Langsung)

  • Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik.
  • Fase 2: Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan (pemodelan guru).
  • Fase 3: Membimbing pelatihan (guided practice).
  • Fase 4: Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik (check understanding).
  • Fase 5: Memberikan pelatihan mandiri dan perluasan (independent practice).

Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  • Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati tiap detail tanda baca dan perubahan kata ganti, tidak sekadar menghafal rumus.
  • Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan materi konversi kalimat dengan keterampilan menyampaikan pesan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  • Joyful Learning: Pembelajaran dikemas dengan tampilan grafik visual interaktif berwarna pada Smart TV dan permainan kartu konversi kata ganti.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

  • Teknik: Tes Lisan Visual
  • Instrumen: Memilah 4 kalimat yang ditampilkan di Smart TV ke dalam kategori "Kalimat Langsung" atau "Kalimat Tidak Langsung".

Asesmen Formatif (Proses)

  • Teknik: Observasi Kinerja dan Latihan Terbimbing
  • Instrumen: Lembar pengamatan aktivitas pemodelan dan koreksi silang antar-peserta didik selama pengerjaan latihan terbimbing.

Asesmen Sumatif (Akhir)

  • Teknik: Tes Tertulis (LKPD Mandiri Terdiferensiasi)
  • Instrumen: Tugas mengubah 5 dialog cerita menjadi bentuk narasi kalimat tidak langsung dengan ketepatan tanda baca dan tata bahasa.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Keterampilan Menulis Konversi Kalimat

Aspek PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Penggunaan Tanda BacaMengeliminasi tanda petik ganda secara penuh dan menggunakan tanda baca akhir (titik) dengan 100% tepat.Mengeliminasi tanda petik ganda, terdapat 1 kesalahan penggunaan tanda baca lain.Masih menyisakan tanda petik ganda pada sebagian kalimat atau 2-3 kesalahan tanda baca.Tidak menghapus tanda petik ganda dan banyak kesalahan tanda baca dasar.
Ketepatan Perubahan Kata GantiSemua kata ganti orang (pronomina) diubah secara tepat sesuai dengan konteks penutur.Sebagian besar kata ganti diubah dengan tepat (hanya 1 kesalahan konteks).Hanya setengah dari kata ganti yang berhasil diubah secara tepat.Tidak merubah kata ganti orang sama sekali dalam narasi.
Penggunaan Kata Hubung / KonjungsiMenggunakan kata hubung (bahwa, agar, untuk) yang sangat bervariasi dan kontekstual.Menggunakan kata hubung yang tepat namun kurang bervariasi.Penggunaan kata hubung kurang tepat dalam beberapa struktur kalimat.Tidak menggunakan kata hubung narasi sama sekali.
Kesantunan Bertutur KataMengaplikasikan pilihan kata dan sapaan yang sangat santun sesuai norma lokal.Mengaplikasikan pilihan kata yang santun dengan sedikit bimbingan.Pilihan kata kurang santun atau terkesan terlalu kaku/kasar.Pilihan kata tidak memperhatikan kesantunan bertutur.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam santun, menyapa peserta didik, dan memeriksa kerapian serta kesiapan belajar.
  2. Seorang peserta didik memimpin doa bersama.
  3. Guru melakukan apersepsi visual dengan menampilkan dua gambar komik pendek di Smart TV: gambar A memuat balon kata (dialog langsung) dan gambar B memuat teks berita narasi (kalimat tidak langsung).
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik berdasarkan tayangan komik Smart TV.
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, model Explicit Instruction yang akan digunakan, dan manfaat materi dalam kehidupan nyata.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Fase 1: Menyampaikan Tujuan dan Mempersiapkan Peserta Didik (10 Menit)

  1. Guru menjelaskan alur belajar Explicit Instruction dan menekankan pentingnya kecermatan visual dalam membedakan penggunaan tanda petik ganda.
  2. Peserta didik memperhatikan skema alur perubahan kalimat langsung menjadi tidak langsung pada tampilan Smart TV.

Fase 2: Mendemonstrasikan Pengetahuan dan Keterampilan / Pemodelan (20 Menit)

  1. Guru menayangkan dialog langsung di Smart TV:

Pak Budi berkata, "Aku akan membelikan kalian buku gambar baru esok hari."

  1. Guru secara eksplisit membedah unsur-unsur kalimat tersebut di papan tulis/Smart TV:
    • Garis bawah merah pada tanda petik ganda ("...").
    • Garis bawah kuning pada kata ganti "Aku" dan "kalian".
  1. Guru memodelkan proses konversi langkah demi langkah:
    • Langkah 1: Hapus tanda petik ganda dan tanda koma pemisah dialog.
    • Langkah 2: Tambahkan kata hubung narasi bahwa.
    • Langkah 3: Ubah kata ganti "Aku" menjadi "Beliau" (karena Pak Budi adalah sosok yang dihormati) dan "kalian" menjadi "kami".
    • Langkah 4: Sesuaikan tata bahasa secara utuh.
  1. Hasil pemodelan guru:

Pak Budi mengatakan bahwa beliau akan membelikan kami buku gambar baru esok hari.

  1. Guru mengulang pemodelan untuk contoh kalimat kedua dengan menekankan kesantunan bertutur kata lokal.

Fase 3: Membimbing Pelatihan / Guided Practice (20 Menit)

  1. Guru menampilkan 3 kalimat dialog langsung di Smart TV.
  2. Peserta didik bersama teman sebangku berlatih mengubah kalimat tersebut pada papan tulis kecil (mini whiteboard) atau kertas latihan.
  3. Guru berkeliling memberikan petunjuk, mengoreksi kekeliruan konversi kata ganti secara langsung, dan memastikan peserta didik visual mengamati pola perubahannya.
  4. Dua pasang peserta didik maju menuliskan hasil perubahan di depan kelas dan mendiskusikan ketepatannya bersama seluruh kelas.

Fase 4: Mengecek Pemahaman dan Memberikan Umpan Balik (10 Menit)

  1. Guru memberikan 2 soal kuis cepat melalui tayangan Smart TV.
  2. Peserta didik menjawab secara serentak menggunakan kode isyarat tangan (isyarat A, B, atau C).
  3. Guru memberikan pemanduan ulang mendalam bagi peserta didik yang masih keliru memahami perubahan kata ganti.

Fase 5: Pelatihan Mandiri / Independent Practice (15 Menit)

  1. Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang terbagi menjadi tiga tingkat diferensiasi (Tingkat Dasar, Tingkat Menengah, Tingkat Lanjut).
  2. Peserta didik mengerjakan LKPD secara mandiri dan cermat berdasarkan tingkat kemampuannya.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan tiga aturan utama mengonversi kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung (hapus tanda petik, ubah kata ganti, tambahkan konjungsi).
  2. Guru dan peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran (Mindful & Joyful Learning).
  3. Guru memberikan apresiasi atas kerja keras dan kesantunan bertutur kata peserta didik selama pembelajaran.
  4. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)

Peserta didik dilatih untuk secara sadar dan cermat memperhatikan detail-detail kecil tata bahasa, seperti keberadaan tanda koma sebelum petik penutup, perubahan kapitalisasi huruf, serta pergeseran makna ketika kata ganti orang diubah. Peserta didik tidak sekadar menyalin, tetapi menganalisis alasan di balik perubahan setiap kata.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Materi dikaitkan dengan konteks nyata di mana peserta didik sering kali harus menyampaikan pesan guru kepada orang tua di rumah atau menceritakan kembali peristiwa yang mereka saksikan kepada teman tanpa menimbulkan salah paham akibat ketidaktepatan pemilihan kata.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Visualisasi berwarna di Smart TV, penggunaan papan tulis mini untuk latihan pasangan, serta apersepsi berbasis gambar komik menciptakan suasana belajar yang interaktif, tidak menegangkan, dan menarik bagi peserta didik berkebutuhan belajar visual.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  1. LKPD Tingkat Dasar (Perlu Bimbingan Visual):

Disediakan teks dialog langsung beserta panduan kata hubung dan pilihan kata ganti yang sudah disiapkan dalam kotak bantuan. Peserta didik mengisi bagian yang kosong.

  1. LKPD Tingkat Menengah (Standar Sesuai CP):

Disediakan teks dialog narasi pendek (2-3 kalimat langsung). Peserta didik merubahnya menjadi kalimat tidak langsung secara mandiri secara utuh.

  1. LKPD Tingkat Lanjut (Pengayaan / Kompleks):

Disediakan teks percakapan utuh antara tiga tokoh dengan latar belakang budaya dan usia berbeda. Peserta didik mengonversi seluruh dialog menjadi teks narasi paragraf yang padu dengan memperhatikan kesantunan bertutur kata tingkat tinggi.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop Guru: Digunakan untuk mengoperasikan media presentasi interaktif dan penyusun instrumen visual.
  2. Smart TV: Mengembangkan tayangan visual slide presentasi berwarna, skema garis kata ganti, pemutar komik digital, dan media kuis interaktif.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber bacaan kebahasaan digital dan pengunduhan media visual yang relevan dengan topik pembelajaran.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Slide Presentasi Visual Canva/PowerPoint berformat high-contrast untuk mengakomodasi peserta didik visual.
  2. Gambar Komik Digital bertema percakapan sehari-hari.
  3. Papan Tulis Mini (Mini Whiteboard) dan spidol warna untuk latihan kelompok terpadu.

Sumber Belajar

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  3. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) / Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Edisi V secara daring.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Peserta Didik...........................................................
Kelas / Nomor AbsenKelas V / ......
Tanggal...........................................................

LKPD TINGKAT DASAR (PANDUAN TERBIMBING)

Petunjuk: Ubahlah kalimat langsung berikut menjadi kalimat tidak langsung dengan memilih kata ganti dan kata hubung yang tepat di dalam kotak bantuan!

Kotak Bantuan: [ bahwa, beliau, nya, mereka, agar ]

  1. Kalimat Langsung: Pak Guru berkata, "Aku sangat bangga dengan prestasi kalian."

Kalimat Tidak Langsung: Pak Guru mengatakan __________ __________ sangat bangga dengan prestasi __________.

  1. Kalimat Langsung: Anita berkata, "Saya lupa membawa buku tulis."

Kalimat Tidak Langsung: Anita mengatakan __________ dia lupa membawa buku tulis __________.

  1. Kalimat Langsung: Ibu berkata kepada Doni, "Kamu harus mandi sekarang."

Kalimat Tidak Langsung: Ibu memberi tahu Doni __________ dia harus mandi saat itu.

LKPD TINGKAT MENENGAH (STANDAR MANDIRI)

Petunjuk: Ubahlah kalimat-kalimat langsung di bawah ini menjadi kalimat tidak langsung yang runtut dan benar! Perhatikan penghilangan tanda petik ganda dan perubahan kata gantinya!

  1. Rini berkata, "Saya akan pergi ke perpustakaan sekolah esok hari."

Jawab: ....................................................................................................................................................

  1. Pak Ahmad berkata kepada para siswa, "Kalian harus mengumpulkan tugas ini tepat waktu."

Jawab: ....................................................................................................................................................

  1. Dokter berkata, "Kamu harus minum obat ini tiga kali sehari agar cepat sembuh."

Jawab: ....................................................................................................................................................

  1. Bayu berkata, "Aku dan adiku telah membersihkan halaman rumah tadi pagi."

Jawab: ....................................................................................................................................................

  1. Bu Sintia bertanya, "Apakah kalian sudah memahami materi tanda baca ini?"

Jawab: ....................................................................................................................................................

LKPD TINGKAT LANJUT (KOMPLEKS DAN KESANTUNAN BERSAHAJA)

Petunjuk: Bacalah teks dialog di bawah ini. Konversikan seluruh dialog tersebut menjadi sebuah paragraf narasi kalimat tidak langsung yang padu dengan menerapkan tata bahasa baku dan kesantunan bertutur kata!

Teks Dialog:

Di halaman sekolah, Rian menyapa Pak Didik dengan santun.

Rian: "Pak Didik, apakah saya boleh meminjam bola basket di ruang olahraga?"

Pak Didik: "Tentu saja boleh, Rian. Namun, kamu harus mengembalikannya ke tempat semula setelah selesai bermain."

Rian: "Baik Pak, saya berjanji akan menjaga dan mengembalikannya tepat waktu bersama teman-teman."

Hasil Konversi Teks Narasi:

............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

REMEDIAL

Program remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada pencapaian skor minimum 70.

Langkah Pembelajaran Remedial

  1. Pendampingan Individu: Guru menjelaskan kembali secara tatap muka ringkas mengenai fungsi tanda petik ganda dan rumus konversi kata ganti.
  2. Media Kartu Warna: Menggunakan kartu pasang visual (Kartu Kalimat Langsung dideretkan dengan Kartu Kalimat Tidak Langsung) untuk mempermudah pemahaman struktur.
  3. Latihan Ulang: Peserta didik mengerjakan 3 soal konversi kalimat sederhana hingga mencapai tingkat ketepatan yang dipersyaratkan.

PENGAYAAN

Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan nilai di atas 85.

Bentuk Kegiatan Pengayaan

  1. Peran Penulis Berita Junior: Peserta didik diberikan sebuah transkrip rekaman wawancara singkat antara seorang wartawan dan tokoh masyarakat lokal.
  2. Tugas Mandiri: Peserta didik mengubah transkrip wawancara tersebut menjadi sebuah artikel berita padu berbasis narasi kalimat tidak langsung untuk diterbitkan pada papan pajangan kelas.

REFLEKSI GURU

Pertanyaan RefleksiCatatan Evaluasi Guru
Apakah penggunaan media Smart TV efektif meningkatkan pemahaman peserta didik yang bergaya belajar visual?Tampilan visualberwarna dan penandaan garis tebal pada tanda petik ganda sangat membantu fokus peserta didik visual.
Langkah mana dalam model Explicit Instruction yang membutuhkan alokasi waktu lebih banyak?Fase 2 (Pemodelan) dan Fase 3 (Latihan Terbimbing) memerlukan perhatian penuh agar siswa tidak terkecoh konversi kata ganti.
Apakah strategi diferensiasi lembar kerja telah mengakomodasi seluruh tingkat kemampuan peserta didik?Ya, tingkat dasar membantu siswa yang kesulitan tata bahasa, sementara tingkat lanjut memberikan tantangan narasi yang sesuai.
Bagaimana ketercapaian aspek kesantunan bertutur kata dalam hasil tulisan peserta didik?Peserta didik mulai terbiasa menggunakan kata ganti "beliau" untuk orang yang lebih tua dalam narasi tidak langsung.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Pertanyaan RefleksiJawaban / Ungkapan Peserta Didik
Bagian mana dari materi hari ini yang menurutmu paling mudah dipahami?Menghapus tanda petik ganda saat mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
Bagian mana yang paling sulit atau membuatmu bingung?Mengubah kata ganti orang seperti "kalian" menjadi "kami" atau "mereka" tergantung siapa yang berbicara.
Bagaimana perasaanmu saat mengamati tayangan komik dan skema warna di Smart TV?Sangat senang dan jelas karena warna penanda membuat perbedaan kalimat langsung dan tidak langsung mudah dilihat.
Apa yang akan kamu lakukan agar tulisan narasimu menjadi lebih santun dan benar?Lebih teliti memeriksa kata ganti orang tua/guru dan menggunakan kata sapaan yang tepat.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  • Kridalaksana, Harimurti. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD Edisi V). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  • Pusat Bahasa. (2015). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  • Teks Rangkuman Kebahasaan: "Mengenal Kalimat Langsung dan Tidak Langsung".
  • Buku Bacaan Cerita Rakyat Nusantara Kelas V yang memuat dialog-dialog antar-tokoh.

GLOSARIUM

  1. Explicit Instruction: Model pembelajaran pengajaran langsung yang terstruktur, sistemati, dan dipandu tahap demi tahap oleh guru mulai dari pemodelan hingga latihan mandiri.
  2. Kalimat Langsung: Kalimat yang mengutip secara persis ujaan penutur tanpa mengubah kata-kata, diapit oleh tanda petik ganda.
  3. Kalimat Tidak Langsung: Kalimat yang menceritakan kembali isi ucapan penutur dalam bentuk narasi tanpa mengutip persis kata demi kata.
  4. Pronomina: Kata yang digunakan untuk menggantikan kata benda atau orang (kata ganti orang).
  5. Tanda Petik Ganda: Tanda baca ("...") yang digunakan untuk mengapit petikan langsung dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
  6. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, kesadaran sadar (mindful), kebermaknaan (meaningful), dan suasana menyenangkan (joyful).

DAFTAR PUSTAKA

  • Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi V. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  • Verhaar, J. W. M. (2010). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  • Widiamartaya, A. (2004). Dasar-Dasar Menulis Narasi dan Deskripsi. Yogyakarta: Kanisius.
  • Winarni, R. (2021). Buku Latihan Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar. Surakarta: Yuma Pustaka.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4)Skor
1Kecermatan Identifikasi Tanda Baca Petik GandaSkor 4: Sangat cermat menemukan dan menghapus semua tanda petik ganda tanpa ada yang terlewat.
Skor 3: Cermat menemukan tanda petik ganda dengan 1 kekhilafan kecil.
Skor 2: Kurang cermat, masih menyisakan 2-3 tanda petik ganda.
Skor 1: Tidak cermat, mengabaikan tanda petik ganda sama sekali.
4
2Ketepatan Konversi Kata Ganti Orang (Pronomina)Skor 4: Mengubah seluruh kata ganti orang (aku, kamu, kalian, kami) secara tepat sesuai konteks penutur.
Skor 3: Mengubah sebagian besar kata ganti dengan 1 kesalahan konteks.
Skor 2: Mengubah setengah dari kata ganti orang yang ada.
Skor 1: Tidak mengubah kata ganti orang sama sekali dalam narasi.
4
3Kesantunan Bertutur Kata dan Pilihan SapaanSkor 4: Menggunakan kata sapaan dan kata ganti yang sangat santun (misal: "beliau") sesuai norma lokal.
Skor 3: Menggunakan kata sapaan santun dengan sedikit dorongan dari guru.
Skor 2: Pilihan kata kurang memperhatikan kesantunan konteks umur tokoh.
Skor 1: Pilihan kata tidak santun dan cenderung terkasar.
4
4Kemandirian dan Keterlibatan AktifSkor 4: Sangat mandiri mengerjakan tugas, aktif merespons tayangan Smart TV, dan membantu teman.
Skor 3: Mandiri mengerjakan tugas dengan sesekali meminta konfirmasi guru.
Skor 2: Kurang mandiri, membutuhkan dorongan konstan untuk menyelesaikan LKPD.
Skor 1: Tidak menunjukkan kemandirian dan pasif selama pembelajaran.
4
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130