IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Memahami Perbedaan Majas Metafora (Pembandingan Langsung) dan Hiperbola (Ungkapan Berlebihan) |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Membaca dan Memirsa, Menulis |
| Model Pembelajaran | : | Game-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Permainan) |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Visual dan Interaktif |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi Kecepatan Belajar dan Ungkapan Kiasan Berbasis Tradisi Tutur |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Kebutuhan dan Karakteristik Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik dominan sebagai pembelajar visual dan terbiasa dengan aktivitas yang dinamis. Mereka membutuhkan representasi visual konkret seperti ilustrasi gambar, grafik, dan sajian media digital interaktif melalui Smart TV untuk memahami konsep abstrak gaya bahasa.
Pengetahuan Awal (Prasyarat)
Peserta didik telah mampu membaca kalimat kompleks dan memiliki pemahaman dasar tentang arti ungkapan sehari-hari. Namun, pemahaman mendalam untuk membedakan antara analogi langsung tanpa kata pembanding (metafora) dan pernyataan yang sengaja dibesar-besarkan secara ekstrem (hiperbola) masih memerlukan penguatan eksplisit.
Konteks Lokal dan Budaya
Pengintegrasian tradisi tutur lokal berupa ungkapan kiasan atau kiasan lisan yang sering diucapkan oleh tetua atau masyarakat sekitar Wringin Anom digunakan sebagai jembatan konteks nyata agar peserta didik dapat mengaitkan materi bahasa dengan kehidupan sosial budaya sehari-hari.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan menganalisis penggunaan gaya bahasa/majas metafora (seperti "kutu buku", "buah bibir") dan majas hiperbola (seperti "suaranya menggelegar membelah angkasa") dalam teks tertulis maupun tayangan visual, serta memanfaatkannya secara tepat dalam menyampaikan gagasan lisan maupun tulisan.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Utama
Peserta didik dapat mengidentifikasi, menganalisis, dan membedakan majas metafora dan majas hiperbola dalam kalimat melalui permainan interaktif berbasis visual dengan akurasi minimal 80%.
Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IPTP)
- Peserta didik mampu menjelaskan pengertian majas metafora dan majas hiperbola menggunakan bahasa sendiri secara tepat.
- Peserta didik mampu mengelompokkan kalimat-kalimat yang mengandung majas metafora ("kutu buku", "buah bibir") dan hiperbola ("suaranya menggelegar membelah angkasa") dengan benar.
- Peserta didik mampu menyusun kalimat sederhana yang mengandung majas metafora dan hiperbola berdasarkan konteks visual yang diberikan.
- Peserta didik mampu menganalisis ungkapan kiasan tradisi tutur lokal dan mengategorikannya ke dalam jenis majas yang sesuai.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Bahasa kiasan tidak hanya berfungsi memperindah kalimat, tetapi merupakan sarana ekspresi emosi dan penggambaran imajinasi secara mendalam. Dengan memahami perbedaan metafora dan hiperbola, manusia dapat menyampaikan pesan visual dan emosional yang kuat kepada pendengar atau pembaca, serta lebih peka dalam mengapresiasi karya sastra dan tradisi lisan di lingkungannya.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Apakah mungkin seseorang benar-benar memiliki buku di dalam kepalanya saat dipanggil "kutu buku"?
- Mengapa ada orang yang mengatakan "suaranya menggelegar membelah angkasa" padahal angkasa tidak benar-benar terbelah?
- Gambar apa yang terlintas di dalam pikiranmu ketika mendengar ungkapan tersebut?
- Pernahkah kalian mendengar ungkapan kiasan serupa yang sering diucapkan oleh kakek, nenek, atau orang tua di rumah?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Dimensi Profil Pelajar Pancasila
- Bernalar Kritis: Menganalisis makna tersirat dan menggolongkan struktur kalimat berdasarkan jenis majasnya.
- Gotong Royong: Bekerja sama secara kolaboratif dalam tim saat melakukan tantangan permainan (game quest).
- Kreatif: Menyusun kalimat bermajas berdasarkan gambar stimulus visual dan kearifan tutur lokal.
Kompetensi Utama (Pembelajaran Mendalam)
- Mindful Learning: Kesadaran penuh saat mengamati perbedaan makna eksplisit dan implisit dalam kalimat.
- Meaningful Learning: Mengubungkan penggunaan majas dengan tradisi tutur lisan di lingkungan tempat tinggal.
- Joyful Learning: Pengalaman belajar yang menyenangkan melalui permainan edukatif digital dan kompetisi kelompok yang sehat.
MATERI PEMBELAJARAN
Pengertian Majas
Majas adalah gaya bahasa kiasan yang digunakan untuk menghidupkan kalimat, memberikan efek imajinatif, serta memperkuat emosi bagi pembaca atau pendengar.
Majas Metafora (Pembandingan Langsung)
Majas metafora membandingkan dua hal secara langsung tanpa menggunakan kata pembanding (seperti: bagai, bak, seperti). Kata yang digunakan adalah ungkapan yang mewakili sifat objek tersebut.
- Ciri khas: Memiliki makna konotatif yang langsung menunjuk pada karakteristik objek.
- Contoh Utama:
- "Kutu buku" (Orang yang sangat suka membaca buku).
- "Buah bibir" (Bahan pembicaraan orang banyak).
- "Raja siang" (Matahari).
- "Anak emas" (Anak kesayangan).
Majas Hiperbola (Ungkapan Berlebihan)
Majas hiperbola menggunakan kata-kata yang dilebih-lebihkan dari kenyataan sebenarnya untuk memberikan kesan dramatis atau penekanan yang kuat.
- Ciri khas: Pernyataan tidak masuk akal jika diartikan secara harfiah.
- Contoh Utama:
- "Suaranya menggelegar membelah angkasa" (Suara yang sangat keras).
- "Keringatnya mengalir deras seperti sungai" (Sangat banyak berkeringat).
- "Hatinya hancur berkeping-keping" (Sangat sedih).
- "Tugasnya menumpuk setinggi gunung" (Tugas sangat banyak).
Tabel Perbandingan Metafora dan Hiperbola
| Parameter | Majas Metafora | Majas Hiperbola |
|---|---|---|
| Sifat | Pembandingan langsung (konotatif) | Pengungkapan yang dilebih-lebihkan secara ekstrem |
| Logika Bahasa | Masih masuk akal sebagai simbol kiasan | Di luar logika nyata demi efek dramatis |
| Contoh Kasus | Dia adalah kutu buku di kelas kami | Tangisannya menguras air mata seisi kota |
Integrasi Tradisi Tutur Lokal
Masyarakat Wringin Anom kerap menggunakan kiasan tutur lisan seperti "lambe tipis" (suka berbicara/ramah) atau "mripate sembilat" yang merupakan bentuk ungkapan kiasan lokal berbasis pengamatan visual.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: Game-Based Learning (GBL)
Sintaks Game-Based Learning:
- Stage 1: Game Orientation (Pengenalan aturan dan arena permainan digital).
- Stage 2: Game Play & Quest (Pelaksanaan tantangan perburuan majas dan detektif bahasa).
- Stage 3: Game Debriefing & Reflection (Diskusi, evaluasi poin, dan penarikan kesimpulan).
Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
- Mindful: Mengamati secara cermat visualiasi gambar yang mewakili ungkapan literal vs kiasan.
- Meaningful: Menganalisis manfaat penggunaan majas dalam cerita dan komunikasi sehari-hari.
- Joyful: Pembelajaran dirancang interaktif menggunakan kuis Smart TV dan roda putar digital (Spinning Wheel).
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Pertanyaan kuis cepat visual melalui Smart TV untuk memetakan pemahaman awal siswa mengenai arti kata kiasan "kutu buku" dan "buah bibir".
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)
- Observasi keaktifan dan kolaborasi siswa dalam permainan "Detektif Majas Visual".
- Penilaian performa kelompok saat menyelesaikan tantangan di Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
Kuis singkat individu berisi 5 soal pilihan ganda kompleks dan 2 soal esai analisis majas.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Unjuk Kerja / Diskusi Kelompok
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Menganalisis Majas Metafora dan Hiperbola | Belum mampu mengidentifikasi majas metafora maupun hiperbola dengan benar. | Mampu mengidentifikasi majas tetapi masih sering tertukar antara metafora dan hiperbola. | Mampu menganalisis dan membedakan majas metafora dan hiperbola dengan bantuan minimal. | Mampu menganalisis dan membedakan majas metafora dan hiperbola secara mandiri dan tepat. |
| 2 | Kerjasama dan Kolaborasi Tim | Pasif dan tidak berkontribusi dalam permainan kelompok. | Berkontribusi hanya jika diminta oleh teman kelompok. | Aktif berpartisipasi dan membantu kelompok selama permainan. | Sangat aktif, memimpin kolaborasi, dan menghargai pendapat teman. |
| 3 | Penyelesaian Tantangan Permainan | Mengumpulkan tugas jauh melebihi batas waktu dan banyak salah. | Menyelesaikan tugas tepat waktu tetapi banyak kesalahan jawaban. | Menyelesaikan tugas tepat waktu dengan sedikit kesalahan. | Menyelesaikan seluruh tantangan permainan dengan cepat, tepat, dan rapi. |
Rubrik Penilaian Menulis Kalimat Bermajas
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Keakuratan Konstruktur Majas | Kalimat yang dibuat tidak mengandung unsur metafora atau hiperbola. | Menggunakan kata kiasan tetapi struktur kalimat belum membentuk majas yang tepat. | Kalimat mengandung majas yang sesuai tetapi pemilihan kata kurang variatif. | Kalimat sangat kaya, menggunakan majas metafora/hiperbola secara tepat dan kreatif. |
| 2 | Kesesuaian Stimulus Visual | Kalimat tidak sesuai sama sekali dengan gambar/visual yang diberikan. | Kalimat kurang sesuai dengan gambar stimulus visual. | Kalimat sesuai dengan gambar stimulus visual yang ditampilkan. | Kalimat sangat mendeskripsikan gambar visual secara detail dan imajinatif. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Pengondisian Kelas: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kerapian, dan memimpin doa bersama.
- Apersepsi Visual: Guru menayangkan dua ilustrasi gambar di Smart TV:
- Gambar A: Seseorang yang badannya dipenuhi buku (makna harfiah).
- Gambar B: Anak yang tekun membaca di tengah tumpukan buku (makna kiasan "kutu buku").
- Mendorong Pertanyaan Pemantik: Guru bertanya, "Mana gambar yang paling pas untuk menggambarkan kata 'kutu buku'?"
- Penyampaian Tujuan dan Aturan Game: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aturan main perburuan skor "Detektif Majas" menggunakan Smart TV.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Game Orientation & Mindful Observation (15 Menit)
- Guru menampilkan materi visual interaktif mengenai perbedaan Majas Metafora dan Hiperbola pada Smart TV.
- Peserta didik secara mindful menganalisis kalimat contoh: "kutu buku", "buah bibir" (Metafora) vs "suaranya menggelegar membelah angkasa" (Hiperbola).
- Guru menyajikan ungkapan tradisi tutur lokal dan menanyakan mana yang termasuk pembandingan langsung dan mana yang berlebihan.
Tahap 2: Game Play & Collaborative Quest (45 Menit)
- Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan diferensiasi kecepatan belajar (Kelompok Cepat, Sedang, Bimbingan) agar terjadi pementoran sebaya.
- Permainan Babak 1: "Kartu Detektif Bahasa". Kelompok berlomba mencocokkan kartu kalimat dengan kotak "Metafora" atau "Hiperbola" pada papan permainan interaktif.
- Permainan Babak 2: "Roda Spin Smart TV". Perwakilan kelompok memutar roda interaktif di Smart TV, mendapatkan gambar stimulus visual, dan harus membuat kalimat bermajas secara cepat.
- Pengerjaan LKPD: Kelompok menyelesaikan tugas analisis LKPD berbasis tingkat kecepatan belajar masing-masing.
Tahap 3: Game Debriefing & Deep Analysis (15 Menit)
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis LKPD di depan kelas.
- Kelompok lain memberikan tanggapan balik secara kritis dan santun.
- Guru mengonfirmasi jawaban, menghitung skor game total, dan memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Menyimpulkan Pembelajaran: Guru dan peserta didik merangkum perbedaan mendasar majas metafora dan hiperbola.
- Evaluasi Mandiri: Peserta didik mengerjakan tes formatif/sumatif singkat secara individu.
- Refleksi Bersama: Peserta didik menyampaikan perasaan dan pengalaman belajar yang dirasakan.
- Tindak Lanjut dan Doa: Guru menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Belajar Penuh Kesadaran)
Peserta didik diajak untuk mengamati detail visual dan merasakan dampak emosional dari penggunaan gaya bahasa. Peserta didik disadarkan bahwa pilihan kata dapat mengubah gambaran mental di dalam pikiran orang yang mendengar.
Meaningful Learning (Belajar Bermakna)
Peserta didik mengaitkan majas metafora dan hiperbola dengan kehidupan nyata, seperti saat membaca cerita rakyat, mendengarkan dongeng, atau menyimak kiasan tutur yang digunakan oleh masyarakat lokal di Wringin Anom.
Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)
Pembelajaran dikemas melalui kompetisi edukatif "Detektif Majas" menggunakan media Smart TV, roda putar interaktif, dan sistem perolehan poin yang membangun semangat gotong royong dan kegembiraan.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Kecepatan Belajar (Learning Pace)
- Kelompok Kecepatan Tinggi (Fast Learners): Diberikan tantangan tambahan untuk menganalisis majas metafora dan hiperbola dari teks cerita pendek kompleks serta menciptakan ungkapan baru berbasis kearifan lokal.
- Kelompok Kecepatan Sedang (Average Learners): Menganalisis kalimat bermajas dengan bantuan kartu petunjuk kata kunci dan gambar stimulus.
- Kelompok Kecepatan Lambat / Butuh Bimbingan (Slow Learners): Mendapatkan bimbingan langsung (scaffolding) dari guru dengan bantuan media kartu gambar dua dimensi yang sangat spesifik dan konkret.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Laptop Guru: Digunakan sebagai pusat kendali materi dan aplikasi permainan interaktif.
- Smart TV: Menampilkan presentasi visual definisi majas, animasi ilustrasi, dan aplikasi roda putar (Spinning Wheel) interaktif.
- Akses Internet: Digunakan untuk mengoperasikan platform game interaktif seperti Wordwall/Kahoot atau aplikasi visual pembelajaran interaktif secara langsung.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
- Media Visual: Slide PowerPoint interaktif, gambar ilustrasi ungkapan literal vs kiasan, kartu kalimat bermajas.
- Media Teknologi: Smart TV, Laptop, Internet, Roda Putar Digital.
- Sumber Belajar Utama: Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Sumber Belajar Pendukung: Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kumpulan ungkapan kiasan tradisi tutur lokal Wringin Anom.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Lembar Identitas Peserta Didik
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Peserta Didik / Kelompok | |
| Kelas / Fase | Kelas V / C |
| Nomor Absen | |
| Tanggal Pelaksanaan |
Petunjuk Pengerjaan LKPD
- Bacalah setiap kalimat dengan cermat bersama anggota kelompokmu.
- Amati gambar stimulus visual yang ditampilkan pada Smart TV atau pada lembar LKPD.
- Anamalis apakah kalimat tersebut merupakan Majas Metafora (Pembandingan Langsung) atau Majas Hiperbola (Ungkapan Berlebihan).
- Berikan tanda centang pada kolom yang sesuai dan tuliskan alasan analisismu.
Kegiatan 1: Detektif Majas (Klasifikasi Kalimat)
| No | Kalimat yang Menganalisis Gaya Bahasa | Jenis Majas: Metafora | Jenis Majas: Hiperbola | Alasan Analisis Lengkap |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Budi menjadi kutu buku sejak perpustakaan sekolah diperbarui. | |||
| 2 | Sorak penonton di stadion itu menggelegar membelah angkasa. | |||
| 3 | Berita kebaikan anak itu menjadi buah bibir di seluruh desa Wringin Anom. | |||
| 4 | Ibu membanting tulang demi memenuhi kebutuhan sekolah kami. | |||
| 5 | Air matanya mengalir bagai lautan saat mendengar berita sedih itu. |
Kegiatan 2: Tantangan Kreasi Visual dan Kalimat
Buatlah 1 kalimat majas metafora dan 1 kalimat majas hiperbola berdasarkan situasi visual di bawah ini!
- Situasi Gambar 1: Seseorang yang sangat cepat saat berlari.
- Jenis Majas: Metafora
- Kalimat:
- Situasi Gambar 2: Seseorang yang menangis dengan sangat sedih.
- Jenis Majas: Hiperbola
- Kalimat:
REMEDIAL
Program Bimbingan Remedial
Program remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
- Metode: Pembimbingan individual atau tutor sebaya menggunakan media konkret visual berukuran besar.
- Aktivitas:
- Guru memberikan penjelasan ulang mengenai perbedaan kunci metafora (membandingkan langsung) dan hiperbola (berlebihan secara ekstrem).
- Peserta didik diberikan 3 kartu kalimat sederhana dan diminta memasangkan dengan gambar visual yang selaras.
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui standar ketercapaian tujuan pembelajaran.
- Aktivitas:
- Peserta didik diminta mencari dan mencatat 3 ungkapan kiasan/tradisi tutur lisan dari orang tua/masyarakat lokal di Wringin Anom.
- Peserta didik mengidentifikasi kiasan tersebut dan mengarang sebuah cerita pendek sepanjang 2 paragraf yang menggabungkan majas metafora dan hiperbola secara harmonis.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi Guru | Hasil Evaluasi dan Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah penggunaan model Game-Based Learning dan Smart TV efektif meningkatkan keterlibatan peserta didik visual? | Seluruh peserta didik visual sangat antusias dan aktif mengikuti alur permainan serta tampilan visual di Smart TV. |
| 2 | Apakah pembagian kelompok berdasarkan diferensiasi kecepatan belajar berjalan secara optimal? | Pembagian kelompok berjalan baik, namun butuh pendampingan ekstra pada kelompok butuh bimbingan agar tidak tertinggal. |
| 3 | Berapa persentase peserta didik yang telah mampu membedakan majas metafora dan hiperbola dengan tepat? | Sekitar 85% peserta didik sudah dapat membedakan kedua jenis majas dengan tepat pada tes formatif. |
| 4 | Kendala apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung? | Waktu saat transisi antar babak permainan sedikit melebihi estimasi awal sehingga perlu penyesuaian manajemen waktu. |
| 5 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan untuk pertemuan berikutnya? | Menyiapkan petunjuk permainan secara lebih ringkas pada layar Smart TV sebelum permainan dimulai. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Jawaban Peserta Didik |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai? | Saat memutar roda interaktif di Smart TV dan menebak kalimat majas bersama kelompok. |
| 2 | Apakah kamu sudah bisa membedakan mana kalimat "kutu buku" (metafora) dan "suaranya membelah angkasa" (hiperbola)? | Ya, saya sudah faham. Metafora itu kiasan langsung, kalau hiperbola itu ungkapan yang sangat berlebihan. |
| 3 | Apa kesulitan yang kamu rasakan saat membuat kalimat bermajas sendiri? | Kadang masih tertukar memilih kata yang pas agar terlihat berlebihan tetapi tetap indah dibaca. |
| 4 | Seberapa senang kamu belajar Bahasa Indonesia hari ini dengan permainan interaktif? | Sangat senang karena gambarnya seru dan pembelajarannya tidak membosankan. |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
- Taufik, Ahmad. (2022). Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
- Suyatno. (2019). Gaya Bahasa dan Apresiasi Sastra Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Pengayaan Gaya Bahasa Konotatif.
Bahan Bacaan Peserta Didik
- Buku Bacaan Siswa: Mengenal Majas Melalui Ilustrasi Gambar Menarik. Jakarta: Kemendikbudristek.
- Komik Edukasi Bahasa: Petualangan Detektif Bahasa di Sekolah.
GLOSARIUM
- Majas: Gaya bahasa indah yang digunakan untuk memberikan efek tertentu pada pembaca atau pendengar.
- Metafora: Majas pembandingan langsung antara dua hal yang memiliki sifat sama tanpa kata penghubung pembanding.
- Hiperbola: Majas yang mengungkapkan sesuatu secara berlebihan dibanding kenyataan sebenarnya demi efek dramatis.
- Konotatif: Makna tidak sebenarnya atau makna kiasan dari suatu kata atau kelompok kata.
- Harfiah: Makna kata yang sebenarnya sesuai dengan kamus (eksplisit).
- Game-Based Learning: Model pembelajaran yang mengintegrasikan materi pelajaran ke dalam bentuk perainan terstruktur.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Nurgiyantoro, Burhan. (2018). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- Tarigan, Henry Guntur. (2015). Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.
LAMPIRAN
Lampiran 1: Lembar Observasi Keterampilan dan Sikap Peserta Didik
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor) | Skor |
|---|---|---|---|
| 1 | Keaktifan Pengamatan Visual | Skor 1: Tidak mengamati Smart TV/media visual. Skor 2: Kurang fokus mengamati media visual. Skor 3: Fokus mengamati media visual sebagian besar waktu. Skor 4: Sangat fokus dan cermat mengamati media visual dari awal hingga akhir. | |
| 2 | Kerjasama Kelompok | Skor 1: Tidak mau bekerja sama dalam kelompok. Skor 2: Bekerja sama hanya jika dipaksa teman. Skor 3: Bekerja sama dengan baik bersama anggota kelompok. Skor 4: Sangat aktif membantu dan membimbing teman sekelompok. | |
| 3 | Kemampuan Analisis Majas | Skor 1: Tidak mampu mengidentifikasi jenis majas. Skor 2: Mampu mengidentifikasi majas dengan bantuan penuh guru. Skor 3: Mampu mengidentifikasi majas dengan sedikit bantuan. Skor 4: Mampu mengidentifikasi dan membedakan majas secara mandiri dan akurat. | |
| 4 | Ketepatan Menyusun Kalimat | Skor 1: Tidak mampu menyusun kalimat bermajas. Skor 2: Menyusun kalimat bermajas tetapi masih terdapat kesalahan konsep. Skor 3: Menyusun kalimat bermajas secara tepat sesuai kaidah. Skor 4: Menyusun kalimat bermajas dengan sangat kreatif dan kaya variasi kata. |
Lampiran 2: Instrumen Soal Evaluasi Sumatif Mandiri
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan memberikan jawaban yang tepat!
- Kalimat berikut yang mengandung majas metafora adalah...
a. Belia berlari secepat angin mendahului lawan-lawannya.
b. Pak Budi adalah anak emas di perusahaan tempatnya bekerja.
c. Gedung-gedung pencakar langit itu menggapai awan di langit.
d. Suara petir malam ini meruntuhkan dinding-dinding rumah kami.
- Ungkapan "suaranya menggelegar membelah angkasa" dikategorikan sebagai majas hiperbola karena...
a. Membandingkan dua objek secara langsung tanpa kata pembanding.
b. Menggunakan kata-kata yang dilebih-lebihkan dari kenyataan sebenarnya.
c. Memiliki arti yang sama persis dengan kejadian sehari-hari.
d. Menggunakan kata pembanding seperti bagai dan bak.
- Jelaskan arti konotatif dari ungkapan metafora "buah bibir" dalam sebuah kalimat!
Jawaban: ........................................................................................................
- Ubahlah kalimat biasa berikut menjadi kalimat bermajas hiperbola: "Dia menangis sangat deras karena sedih."
Jawaban: ........................................................................................................