Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Gaya Bahasa Personifikasi
Elemen Capaian Pembelajaran : Membaca dan Memirsa
Model Pembelajaran : Contextual Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Student-Centered
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi latihan berdasarkan tingkat kesulitan; Integrasi keindahan bahasa daerah dan Indonesia

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Asesmen awal menunjukkan bahwa peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki karakteristik dominan sebagai pembelajar visual. Mereka sangat responsif terhadap tayangan bergambar, video interaktif, dan pemetaan visual (mind mapping). Sebagian besar peserta didik telah memahami konsep dasar kata kerja dan kata sifat manusia, namun masih kesulitan membedakan antara makna denotatif dan konotatif dalam gaya bahasa figuratif.

Tingkat kesiapan belajar siswa terbagi menjadi tiga kelompok utama:

  1. Kelompok Mahir: Mampu mengenali ungkapan kiasan dan memahami makna tersirat secara cepat.
  2. Kelompok Berkembang: Mampu mengenali ungkapan kiasan apabila diberikan bantuan visual, namun memerlukan bimbingan dalam menentukan makna tersirat.
  3. Kelompok Perlu Bimbingan: Masih memahami teks secara harfiah (literal) dan membutuhkan manipulasi objek konkrit serta contoh visual intensif.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir fase C, peserta didik memiliki kemampuan menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio. Khusus pada elemen Membaca dan Memirsa, peserta didik mampu menemukan ungkapan majas personifikasi (misal: "angin berbisik") dalam teks bacaan, menginterpretasikan maknanya, serta mengaitkan penggunaan majas tersebut dengan fenomena alam dan kondisi lingkungan sekitar peserta didik.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran (IPTP)

  1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian dan karakteristik gaya bahasa personifikasi melalui analisis tayangan media visual pada Smart TV dengan tepat.
  2. Peserta didik dapat menemukan minimal 3 ungkapan majas personifikasi dalam teks cerita kontekstual yang disediakan dengan cermat.
  3. Peserta didik dapat menganalisis makna tersirat dari majas personifikasi yang ditemukan dan mengaitkannya dengan peristiwa kehidupan sehari-hari secara kritis.
  4. Peserta didik dapat mengkreasikan kalimat bernuansa majas personifikasi berdasarkan stimuli gambar objek lingkungan sekolah/daerah Wringin Anom sesuai dengan tingkat kesiapan belajarnya.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Bahasa bukan sekadar alat komunikasi literal, melainkan media estetis untuk mengekspresikan imajinasi dan perasaan. Gaya bahasa personifikasi memungkinkan manusia untuk menghidupkan benda-benda mati di sekitarnya, sehingga membangun rasa empati, kepekaan terhadap alam, dan memperkaya keindahan tutur kata dalam berinteraksi sosial maupun berkarya sastra.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar kalimat "Pena itu menari-nari di atas kertas"? Apakah pena memiliki kaki dan tangan untuk menari?
  2. Mengapa seorang penulis mengumpamakan angin malam seolah-olah sedang "berbisik" di telinga kita?
  3. Bagaimana perasaanmu jika pepohonan di halaman sekolah SD Negeri 1 Wringin Anom bisa menyapa kita setiap pagi?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Memproses informasi, menganalisis makna tersirat majas, dan mengidentifikasi sifat-sifat manusia yang disematkan pada benda mati.
  2. Kreatif: Mengembangkan gagasan baru dalam menyusun kalimat majas personifikasi berdasarkan pengamatan lingkungan sekitar.
  3. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah interpretasi teks dan mendiskusikan penemuan majas.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Kesadaran penuh saat mengamati detail gambar dan teks, memahami fungsi emosional dari pemilihan kata.
  2. Meaningful Learning: Menghubungkan konsep gaya bahasa dengan fenomena alam kontekstual yang dialami siswa di Wringin Anom.
  3. Joyful Learning: Pengalaman belajar yang menyenangkan melalui eksplorasi gambar visual interaktif dan permainan olah kata.

MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian Majas Personifikasi

Majas personifikasi adalah gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda mati atau objek tak bernyawa seolah-olah memiliki sifat, perilaku, atau kemampuan seperti manusia (bisa bernapas, berjalan, menyapa, menangis, menari, atau berbisik).

Ciri-ciri Majas Personifikasi

  1. Melibatkan benda mati, tanaman, atau hewan sebagai subjek.
  2. Menggunakan kata kerja atau kata sifat yang umumnya hanya dapat dilakukan atau dimiliki oleh manusia.
  3. Membentuk imajinasi visual atau auditori yang lebih hidup bagi pembaca.

Contoh Majas Personifikasi dan Maknanya

  1. "Angin malam berbisik lembut membelai pipiku." (Makna: Angin berembus sangat pelan dan terasa dingin/halus di kulit).
  2. "Matahari pagi menyapa warga Wringin Anom dengan senyuman hangatnya." (Makna: Matahari mulai terbit dan memancarkan sinar yang hangat).
  3. "Nyiur di tepi pantai menari-nari ditiup angin." (Makna: Daun kelapa bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti arah angin).

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan 7 komponen utama: Constructivism, Inquiry, Questioning, Learning Community, Modeling, Reflection, dan Authentic Assessment.

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis pembelajaran berpusat pada peserta didik (Student-Centered Learning) dan pemanfaatan media visual interaktif.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Awal)

Dilakukan pada awal pembelajaran melalui kuis visual singkat menggunakan Smart TV untuk memetakan tingkat pemahaman awal mengenai kata kerja manusia vs benda mati.

Asesmen Formatif (Proses)

  1. Penilaian Kinerja Kelompok saat mengidentifikasi majas personifikasi pada LKPD.
  2. Observasi Sikap (Bernalar Kritis, Kreatif, Gotong Royong).
  3. Tanya jawab lisan interaktif selama proses pembelajaran.

Asesmen Sumatif (Akhir)

Tes tertulis individu berupa soal esai singkat dan penyusunan kalimat majas personifikasi berbasis gambar pada lembar evaluasi akhir.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Menemukan dan Menganalisis Majas)

IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Identifikasi Majas PersonifikasiMampu menemukan seluruh (100%) majas personifikasi dalam teks dengan tepat.Mampu menemukan 75-89% majas personifikasi dalam teks dengan tepat.Mampu menemukan 50-74% majas personifikasi dalam teks dengan tepat.Mampu menemukan kurang dari 50% majas personifikasi dalam teks.
Analisis Makna MajasMenjelaskan makna tersirat majas secara sangat logis, tepat, dan mendalam.Menjelaskan makna tersirat majas dengan tepat namun kurang mendalam.Menjelaskan makna tersirat majas dengan kurang tepat.Belum mampu menjelaskan makna tersirat majas sama sekali.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Menyusun Kalimat Majas)

IndikatorSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Kesesuaian MajasKalimat yang dibuat secara sempurna mengumpamakan benda mati berakting seperti manusia.Kalimat mengumpamakan benda mati seperti manusia, terdapat sedikit ketidaktepatan pemilihan kata.Kalimat menggunakan ungkapan kiasan, tetapi bukan jenis majas personifikasi.Kalimat yang dibuat masih bersifat literal (denotatif) sepenuhnya.
Keberagaman dan Kreativitas StrukturStruktur kalimat sangat bervariasi, menggunakan kosakata yang kaya dan imajinatif.Struktur kalimat baik, kosakata cukup bervariasi.Struktur kalimat sangat sederhana, kosakata terbatas.Struktur kalimat belum runtut dan sulit dipahami.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (Mindful Readiness).
  2. Salah satu peserta didik memimpin doa bersama.
  3. Guru memeriksa kehadiran peserta didik dan melakukan apersepsi visual: Guru menampilkan gambar "Matahari Tersenyum" dan "Pena Menari" di Smart TV.
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik mendalam untuk memancing rasa ingin tahu peserta didik.
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, dan manfaat mempelajari majas personifikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Modeling & Constructivism (Mindful Learning)

  1. Guru menampilkan video pendek dan tayangan slide visual interaktif tentang suasana alam pedesaan Wringin Anom melalui Smart TV yang didukung koneksi Internet.
  2. Peserta didik diminta mengamati teks cerita berjudul "Bisikan Angin di Wringin Anom" yang ditayangkan pada Smart TV.
  3. Guru memberikan contoh (modeling) cara mengidentifikasi kata kerja manusia yang dilekatkan pada benda mati (misal: "gunung berdiri kokoh menjaga desa").
  4. Peserta didik diajak melakukan pemetaaan visual bersama tentang perbedaan perilaku asli manusia dan perilaku benda mati yang dipersonifikasikan.

Tahap 2: Inquiry & Questioning (Meaningful Learning)

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok) berdasarkan hasil asesmen awal.
  2. Guru membagikan LKPD yang dirancang bertingkat (diferensiasi tingkat kesulitan).
  3. Secara berpasangan/kelompok, peserta didik membaca teks bacaan kontekstual dan melakukan penyelidikan (inquiry) untuk menemukan kalimat-kalimat majas personifikasi.
  4. Guru berkeliling kelas memberikan bimbingan sesuai tingkat kebutuhan kelompok (scaffolding).

Tahap 3: Learning Community & Hands-on Activity (Joyful Learning)

  1. Kelompok Mahir bertugas menemukan majas, menganalisis makna, dan mengkreasikan paragraf pendek baru.
  2. Kelompok Berkembang bertugas menemukan majas, menganalisis makna berdasarkan panduan kata kunci visual.
  3. Kelompok Perlu Bimbingan bertugas memasangkan kartu kata benda mati dengan kartu tindakan manusia yang sesuai pada media gambar visual Smart TV/LKPD interaktif.
  4. Setiap kelompok menyusun hasil diskusi dalam bentuk poster visual atau mind map sederhana.

Tahap 4: Authentic Assessment & Reflection

  1. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan secara santun dan konstruktif.
  3. Guru memberikan penguatan atas hasil presentasi dan meluruskan miskonsepsi jika ada.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan pengertian, ciri-ciri, dan fungsi majas personifikasi dalam teks bacaan.
  2. Peserta didik melakukan refleksi diri terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung (perasaan, pemahaman, tantangan).
  3. Guru memberikan umpan balik positif atas partisipasi dan kerja keras seluruh peserta didik.
  4. Guru menyampaikan gambaran materi untuk pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna dan Sadar)

Peserta didik secara sadar diajak mengamati detail visual pada Smart TV dan merasakan bagaimana pilihan kata dalam majas personifikasi dapat mempengaruhi nuansa emosional sebuah bacaan. Siswa tidak hanya menghafal definisi majas, tetapi menghayati makna di balik setiap ungkapan.

Meaningful Learning (Pembelajaran Relevan)

Materi dikaitkan secara langsung dengan obyek-obyek nyata yang sering dijumpai siswa di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom, seperti angin sawah, pepohonan, sungai, dan gunung, sehingga siswa memahami fungsi praktis keindahan bahasa dalam mendeskripsikan lingkungan tempat tinggal mereka.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Penggunaan media visual warna-warni pada Smart TV, permainan pencocokan kartu gambar, dan diskusi kelompok berbasis kolaborasi aktif menciptakan suasana belajar yang interaktif, bebas dari tekanan, dan membangkitkan rasa percaya diri siswa.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan teks bacaan dengan tingkat kompleksitas bahasa yang bervariasi serta menyediakan media visual gambar berwarna bagi peserta didik yang membutuhkan dukungan auditori-visual lebih tinggi.

Diferensiasi Proses

  1. Kelompok Mahir: Bekerja secara mandiri menganalisis teks panjang dan mencari makna tersirat tanpa bantuan petunjuk visual tambahan.
  2. Kelompok Berkembang: Bekerja dalam kelompok dengan bantuan daftar kata kunci dan petunjuk visual sebagian.
  3. Kelompok Perlu Bimbingan: Mendapatkan bimbingan langsung (guided teaching) dari guru secara berkala dengan manipulasi objek gambar konkrit.

Diferensiasi Produk (Latihan Tingkat Kesulitan)

  1. Tingkat Dasar (Level 1): Menjodohkan benda mati dengan tindakan manusia yang sesuai berdasarkan gambar.
  2. Tingkat Menengah (Level 2): Mengidentifikasi dan menjelaskan makna majas personifikasi dalam kalimat.
  3. Tingkat Lanjut (Level 3): Menyusun cerita pendek sederhana yang memuat minimal 3 majas personifikasi berdasarkan analisis gambar lingkungan Wringin Anom.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Laptop: Digunakan guru untuk mengolah materi, menyusun bahan ajar, dan mengontrol jalannya presentasi pembelajaran.
  2. Smart TV: Digunakan sebagai media penayangan visual utama, menampilkan video pembelajaran interaktif, teks bacaan digital, dan gambar-gambar berwarna beresolusi tinggi.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar digital, mencari gambar fenomena alam kontekstual, dan memutar media pembelajaran audio-visual secara real-time.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Belajar

  1. Slide Presentasi Visual (PowerPoint/Canva) tentang Gaya Bahasa Personifikasi.
  2. Video Cerita Animasi Singkat.
  3. Kartu Gambar Visual Objek Alam dan Perilaku Manusia.
  4. Smart TV sebagai layar proyeksi interaktif.

Sumber Belajar

  1. Buku Teks Utama Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi).
  2. Lingkungan Alam Sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.
  3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Digital.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Peserta Didik...
Kelas / No. Absen...
Tanggal Pelaksanaan...

Petunjuk Kerja LKPD

  1. Bacalah setiap petunjuk soal dengan cermat dan teliti!
  2. Kerjakan tugas sesuai dengan kelompok tingkat latihan yang diberikan oleh guru!
  3. Gunakan media visual pada Smart TV untuk membantumu menemukan ide!

Bagian A: Level 1 (Tingkat Dasar - Menjodohkan Visual)

Jodohkan benda mati di Kolom A dengan tindakan manusia di Kolom B agar menjadi kalimat majas personifikasi yang tepat!

Kolom A (Benda Mati)JawabanKolom B (Tindakan Manusia)
1. Seruling bambu Pak Tani[...]A. Berbisik lembut menembus jendela kamar.
2. Ombak di laut Wringin Anom[...]B. Menyanyi merdu menyapa pagi hari.
3. Angin malam[...]C. Menari-nari kejar-kejaran menuju pantai.
4. Alarm jam dinding[...]D. Berteriak kencang membangunkan tidurku.

Bagian B: Level 2 (Tingkat Menengah - Mengidentifikasi & Menganalisis)

Bacalah paragraf berikut, lalu temukan kalimat yang mengandung majas personifikasi dan jelaskan maknanya!

Teks Bacaan:

"Pagi hari di Desa Wringin Anom terasa sangat asri. Meringis senyum sang surya menyapa para petani yang mulai berjalan ke sawah. Padi-padi di sawah bergoyang gembira menyambut kedatangan mereka. Sementara itu, gemercik air sungai mengalir sambil bernyanyi riang di antara bebatuan."

Tabel Lembar Jawab:

NoKalimat Bermajas PersonifikasiMakna Tersirat yang Dimaksud
1.......
2.......
3.......

Bagian C: Level 3 (Tingkat Lanjut - Kreasi Kalimat dan Paragraf)

Amati gambar lingkungan sekolah di bawah ini! Buatlah sebuah paragraf pendek (3-5 kalimat) yang menceritakan gambar tersebut dengan memasukkan minimal 3 gaya bahasa personifikasi!

Tuliskan Paragraf Kreatifmu di Sini:

....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

REMEDIAL

Program Bimbingan Remedial

Diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada asesmen akhir.

Langkah Pembelajaran Remedial

  1. Guru memberikan penjelasan ulang secara individu atau kelompok kecil mengenai perbedaan mendasar antara perilaku asli manusia dan sifat benda mati menggunakan objek konkrit di dalam kelas (misal: meja, pensil, penghapus).
  2. Peserta didik diberikan latihan terbimbing menggunakan kartu bergambar berpasangan (gambar benda mati + gambar aksi manusia).
  3. Peserta didik mengerjakan kembali soal evaluasi sejenis yang telah disederhanakan.

PENGAYAAN

Program Pengayaan

Diberikan kepada peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan tingkat penguasaan sangat baik.

Langkah Pembelajaran Pengayaan

  1. Peserta didik diberikan tugas mandiri eksploratif untuk mencari 5 ungkapan majas personifikasi dalam puisi atau cerita pendek pada buku perpustakaan atau artikel digital.
  2. Peserta didik diminta membuat puisi pendek bertema "Keindahan Alam Wringin Anom" dengan memanfaatkan gaya bahasa personifikasi secara dominan.
  3. Hasil karya peserta didik dipajang pada mading kelas atau dibacakan di depan teman-temannya.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi / Catatan Guru
1.Apakah seluruh peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan? Berapa persentase keberhasilannya?85% peserta didik mencapai KKTP secara mandiri, 15% memerlukan bimbingan remedial terbatas.
2.Kendala teknis atau pedagogis apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung?Koneksi internet sempat melambat saat menayangkan video visual resolusi tinggi pada Smart TV.
3.Apakah penggunaan strategi diferensiasi tingkat kesulitan pada LKPD efektif meningkatkan keterlibatan siswa?Sangat efektif, siswa dapat bekerja sesuai batas kemampuannya tanpa merasa minder atau kewalahan.
4.Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran?Menyimpan file media visual secara luring (offline) di laptop sebelum pembelajaran dimulai untuk mengantisipasi gangguan koneksi.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikTanggapan Peserta Didik
1.Bagian mana dari kegiatan pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai?Saat mengamati tayangan gambar dan video interaktif di Smart TV serta menebak tindakan benda mati.
2.Apakah kamu mengalami kesulitan dalam menemukan contoh majas personifikasi? Bagian mana yang paling sulit?Sedikit kesulitan saat menentukan makna tersirat dari kalimat majas yang kosakatanya baru didengar.
3.Setelah belajar hari ini, bisakah kamu membuat kalimat majas personifikasi sendiri di rumah?Ya, saya bisa mengumpamakan benda-benda di rumah seperti jam dinding atau kipas angin seolah-olah bernapas/berbicara.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

Majas atau gaya bahasa merupakan pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra atau tuturan menjadi lebih hidup. Dalam tradisi retorika dan sastra Indonesia, majas personifikasi termasuk dalam kategori majas perbandingan. Penggunaan majas ini menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skills) karena pembaca harus mentransfer atribusi biologis maupun psikologis manusia (seperti emosi, gerakan, ucapan) ke objek non-manusia. Pembelajaran gaya bahasa pada Fase C menekankan pada pengenalan konseptual konkrit sebelum melangkah ke analisis tekstual abstrak.

Bahan Bacaan Peserta Didik

Tahukah kamu? Dalam bahasa Indonesia, kita sering mendengar kata-kata indah yang membuat benda mati seolah-olah hidup. Coba bayangkan jika pulpenmu bisa bicara saat kamu pakai menulis, atau jam dinding di kelasmu berteriak memanggil namamu saat waktu istirahat tiba!

Nah, mengumpamakan benda mati seolah-olah memiliki perilaku seperti manusia disebut dengan Majas Personifikasi.

Contoh-contoh sederhana:

  • Lampu jalan itu mengedipkan matanya. (Artinya: Lampu jalan itu berkedip-kedip atau menyala-redup).
  • Awan hitam menangisi bumi. (Artinya: Hujan deras turun dari langit).

Dengan menggunakan majas personifikasi, tulisan dan cerita yang kita buat akan terasa lebih menarik, estetik, dan menyenangkan untuk dibaca oleh orang lain!

GLOSARIUM

  1. Majas: Gaya bahasa indah yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara imajinatif atau kiasan.
  2. Personifikasi: Pengumpamaan benda mati seolah-olah memiliki sifat, atribut, atau perilaku seperti manusia.
  3. Denotatif: Makna kata yang sebenarnya, lugas, dan sesuai dengan apa adanya (literal).
  4. Konotatif: Makna kata yang kiasan, bukan makna sebenarnya, serta mengandung nilai rasa emosional.
  5. Contextual Learning: Model pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata peserta didik.
  6. Mindful Learning: Proses pembelajaran yang dilakukan dengan kesadaran penuh, fokus, dan perhatian mendalam.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pusat Bahasa Ed. V. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  3. Keraf, Gorys. (2009). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  4. Nurgiyantoro, Burhan. (2014). Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Bernalar KritisBelum mampu mengidentifikasi perbedaan perilaku manusia dan benda mati meskipun dibantu.Mampu mengidentifikasi perbedaan setelah mendapatkan bantuan intensif dari guru.Mampu mengidentifikasi perbedaan secara mandiri namun kurang presisi dalam analisis.Mampu mengidentifikasi dan menganalisis makna tersirat majas secara mandiri dan sangat akurat.4
2Gotong RoyongPasif dan tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan diskusi kelompok.Berpartisipasi dalam kelompok hanya jika diperintah oleh anggota lain.Aktif bekerja sama dalam kelompok dan menyelesaikan tugas bersama tepat waktu.Sangat aktif memimpin, membantu teman kelompok yang kesulitan, dan menjaga kondusivitas.4
3KreatifBelum mampu membuat kalimat baru dan hanya menyalin contoh dari guru.Mampu membuat kalimat baru tetapi masih bersifat denotatif/literal sepenuhnya.Mampu membuat kalimat bermajas personifikasi dengan pola sederhana.Mampu menyusun kalimat dan paragraf majas personifikasi yang unik, imajinatif, dan estetis.4

Lembar Observasi Unjuk Kerja Presentasi

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Kejelasan Suara dan ArtikulasiSuara sangat pelan, tidak terdengar oleh anggota kelas, dan artikulasi tidak jelas.Suara cukup terdengar namun artikulasi kurang jelas pada beberapa istilah.Suara terdengar jelas di seluruh kelas dengan artikulasi yang baik.Suara sangat lantang, artikulasi sangat jernih, dan intonasi sangat menarik perhatian.4
2Penguasaan Subansi MateriTidak memahami hasil diskusi kelompok yang dipresentasikan.Memahami sebagian kecil materi presentasi dan sering melihat teks LKPD.Memahami seluruh isi materi presentasi dengan melihat teks sesekali.Menguasai seluruh materi dengan sangat baik, menjelaskan tanpa membaca teks, dan mampu menjawab pertanyaan.4
3Penggunaan Media VisualTidak memanfaatkan tayangan media visual saat melakukan presentasi.Menggunakan media visual tetapi kurang relevan dengan materi yang disampaikan.Menggunakan media visual pada Smart TV dengan tepat untuk mendukung penjelasan.Mengintegrasikan media visual Smart TV secara sangat interaktif dan kreatif saat presentasi.4
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130