Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Membedakan Karakteristik Buku/Teks Fiksi (Imajinatif) dan Nonfiksi (Faktual/Ilmiah)
Elemen Capaian Pembelajaran : Membaca dan Memirsa
Model Pembelajaran : Classification Inquiry
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi Media (Buku Fisik dan Digital) dan Pengenalan Literasi Perpustakaan Daerah

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Profil dan Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki modalitas belajar dominan visual. Mereka lebih cepat memahami materi ketika disajikan media yang memiliki daya tarik visual tinggi, seperti sajian tayangan digital, infografis warna-warni, sampul buku yang mencolok, dan simulasi media interaktif. Peserta didik menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap aktivitas eksploratif yang melibatkan pengamatan langsung.

Pengetahuan Awal

Peserta didik umumnya telah mengenal cerita dongeng, fabel, serta buku pelajaran harian. Namun, mayoritas peserta didik belum mampu mengklasifikasikan secara konseptual perbedaan mendasar antara teks yang bersifat imajinatif (fiksi) dan teks yang bersifat berdasarkan fakta/data ilmiah (nonfiksi) serta belum terbiasa memanfaatkan sistem pengkategorian buku di perpustakaan daerah.

Potensi Hambatan Pembelajaran

Beberapa peserta didik cenderung menyamakan cerita rekaan yang tampak realistis sebagai fakta nyata. Selain itu, terdapat variasi kecepatan membaca dan pemahaman terhadap istilah-istilah ilmiah dalam teks nonfiksi, sehingga memerlukan diferensiasi bentuk media dan pendampingan bertahap.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir fase C, peserta didik memiliki kemampuan menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio. Pada elemen Membaca dan Memirsa, peserta didik mampu membaca dengan lancar dan indah serta memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi imajinatif, serta teks informatif. Peserta didik secara spesifik mampu menentukan contoh buku fiksi (novel, dongeng) dan nonfiksi (biografi, ensiklopedia) serta membedakan karakteristik keduanya berdasarkan unsur penulisan, kebahasaan, dan sifat isinya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan visual interaktif di Smart TV, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 3 karakteristik utama teks fiksi dan teks nonfiksi secara cermat.
  2. Melalui sintak model Classification Inquiry, peserta didik mampu mengelompokkan berbagai jenis contoh buku (novel, dongeng, biografi, ensiklopedia) ke dalam kategori fiksi atau nonfiksi dengan ketepatan minimal 85%.
  3. Melalui kegiatan analisis komparatif dalam kelompok, peserta didik mampu membandingkan unsur intrinsik fiksi dan struktur faktual nonfiksi secara rinci dan sistematis.
  4. Melalui pengenalan sistem tata kelola literasi Perpustakaan Daerah, peserta didik mampu menjelaskan fungsi pengelompokan buku fiksi dan nonfiksi untuk menunjang pencarian informasi secara efisien dalam kehidupan sehari-hari.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Memahami perbedaan antara teks fiksi dan nonfiksi tidak sekadar membedakan jenis bacaan, melainkan membangun kecakapan berpikir kritis dalam memilah mana informasi yang bersifat imajinatif/hiburan dan mana informasi yang berupa fakta/data sah di dunia nyata. Kecakapan ini menjadi dasar penting bagi peserta didik dalam menyaring informasi dalam era digital serta memanfaatkan perpustakaan daerah sebagai pusat sarana belajar sepanjang hayat.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kalian membaca cerita Kancil dan Buaya dibandingkan membaca buku Sejarah Perjuangan Pahlawan, perbedaan utama apa yang kalian rasakan pada isi ceritanya?
  2. Apakah peristiwa dalam buku ensiklopedia tentang tata surya merupakan hasil rekaan penulisnya atau kenyataan yang benar-benar ada? Bagaimana cara kita membuktikannya?
  3. Saat kita berkunjung ke Perpustakaan Daerah, mengapa buku cerita fabel dan buku biografi tokoh diletakkan di rak yang berbeda?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  • Bernalar Kritis: Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi untuk membedakan karakteristik teks berdasarkan bukti faktual atau imajinatif.
  • Gotong Royong: Bekerja sama secara aktif dalam kelompok inquiry untuk mengklasifikasikan buku dan mendiskusikan kriteria kategorisasinya.
  • Mandiri: Mampu melakukan penilaian diri dan menyelesaikan tugas individual berdasarkan pemahaman yang telah dibangun.

Kompetensi Abad 21 (4C)

  • Critical Thinking: Menganalisis kalimat dan struktur teks untuk menentukan sifat kebenaran isi bacaan.
  • Collaboration: Membagi peran dan berdiskusi dalam menyelesaikan tantangan pengelompokan media buku.
  • Communication: Mempresentasikannya hasil temuan klasifikasi di depan kelas dengan bahasa yang jelas.
  • Creativity: Menyajikan bagan atau peta konsep perbedaan fiksi dan nonfiksi sesuai dengan kreasi kelompok.

MATERI PEMBELAJARAN

Teks/Buku Fiksi

  • Definisi: Karya sastra yang berisi cerita rekaan, imajinasi, atau tidak berdasarkan kejadian nyata secara mutlak.
  • Tujuan: Memberikan hiburan, memperkaya daya imajinasi, dan menyampaikan pesan moral.
  • Karakteristik: Menggunakan bahasa konotatif atau kiasan, memiliki unsur intrinsik (tokoh, alur, latar, amanat), serta kebenarannya bersifat relatif/tidak mutlak.
  • Contoh: Novel, dongeng, fabel, cerpen, komik cerita, mitos.

Teks/Buku Nonfiksi

  • Definisi: Karya tulis yang disusun berdasarkan data, kenyataan, fakta empiris, atau kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Tujuan: Menyajikan informasi, menambah wawasan, memberikan edukasi formal.
  • Karakteristik: Menggunakan bahasa denotatif (makna sebenarnya), lugas, berdasarkan riset/data, dan memiliki kebenaran fakta objektif.
  • Contoh: Biografi, ensiklopedia, buku pelajaran, artikel jurnal, laporan hasil pengamatan, buku sejarah.

Literasi Perpustakaan Daerah

  • Pengenalan Kode Sistem Klasifikasi Buku di Perpustakaan Daerah untuk memisahkan koleksi umum/ilmiah (nonfiksi) dan koleksi sastra/hiburan (fiksi) guna mempermudah pemustaka.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Classification Inquiry (Inkuiri Klasifikasi) dengan tahapan:

  1. Orientasi dan Pengamatan Masalah Visual
  2. Merumuskan Hipotesis Pengelompokan
  3. Eksplorasi Data dan Pengumpulan Bukti Teks
  4. Analisis dan Klasifikasi Data
  5. Penarikan Kesimpulan dan Komunikasi

Pendekatan Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berfokus pada:

  • Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik dalam mengamati ciri-ciri detail kebahasaan dan isi teks.
  • Meaningful Learning: Menghubungkan konsep fiksi/nonfiksi dengan literasi dunia nyata (Perpustakaan Daerah).
  • Joyful Learning: Pembelajaran yang menyenangkan berbasis eksplorasi interaktif melalui Smart TV dan media buku digital.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

  • Teknik: Tes Lisan Visual / Kuis Interaktif
  • Instrumen: Penayangan 4 gambar sampul buku di Smart TV, peserta didik menebak sifat cerita buku tersebut secara langsung.

Asesmen Proses (Formatif)

  • Teknik: Unjuk Kerja Diskusi Kelompok dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
  • Instrumen: Rubrik observasi partisipasi diskusi, ketepatan tabel klasifikasi, dan presentasi kelompok.

Asesmen Akhir (Sumatif)

  • Teknik: Tes Tertulis Individu.
  • Instrumen: Soal pilihan ganda kompleks dan uraian singkat mengenai analisis teks fiksi dan nonfiksi.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Asesmen Formatif (Proses Klasifikasi & Diskusi)

Kriteria / AspekSangat Baik (4)Baik (3)Cukup (2)Perlu Bimbingan (1)
Ketepatan Klasifikasi BukuMampu mengelompokkan seluruh contoh buku (100%) dengan tepat sesuai kategori fiksi dan nonfiksi.Mampu mengelompokkan 75-99% contoh buku dengan tepat.Mampu mengelompokkan 50-74% contoh buku dengan tepat.Mengelompokkan contoh buku kurang dari 50% dengan tepat.
Analisis Karakteristik TeksMampu menjelaskan alasan pengelompokan berdasarkan 3 kriteria (bahasa, isi, tujuan) secara terperinci.Mampu menjelaskan alasan pengelompokan berdasarkan 2 kriteria secara tepat.Mampu menjelaskan alasan pengelompokan hanya berdasarkan 1 kriteria.Belum mampu memberikan alasan pengelompokan teks secara logis.
Kerja Sama KelompokSangat aktif, memimpin/membantu teman, dan menghargai pendapat anggota kelompok.Aktif bekerja sama dan menjalankan peran yang diberikan kelompok.Kurang aktif, hanya bekerja ketika diminta oleh teman kelompok.Pasif dan tidak berkontribusi dalam kerja kelompok.

Rubrik Asesmen Sumatif (Pengetahuan Akhir)

Kriteria SkorKeterangan Indikator Penilaian
Skor 86 - 100Peserta didik mampu membedakan fiksi dan nonfiksi, memberikan contoh yang tepat, serta mampu menganalisis alasan perbedaan bahasa dan isinya secara sempurna.
Skor 71 - 85Peserta didik mampu membedakan fiksi dan nonfiksi serta memberikan contoh dengan tepat, namun alasan analisis kebahasaan masih sederhana.
Skor 60 - 70Peserta didik mampu mengidentifikasi fiksi dan nonfiksi tetapi terdapat kekeliruan dalam memberikan contoh atau menjelaskan alasannya.
Skor < 60Peserta didik belum mampu membedakan kategori teks fiksi dan nonfiksi secara mendasar.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengajak berdoa bersama.
  2. Guru memeriksa kesiapan belajar peserta didik serta mengecek kerapihan diri dan lingkungan sekitar.
  3. Apersepsi Visual: Guru menayangkan dua buah gambar di Smart TV: Sampul Buku Dongeng "Kancil dan Buaya" dan Sampul Buku "Ensiklopedia Hewan Menyusui".
  4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik mendasar untuk memicu ingatan dan daya kritis visual siswa.
  5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, tahapan kegiatan Classification Inquiry, serta pentingnya literasi perpustakaan daerah.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Orientasi dan Pengamatan Masalah Visual (15 Menit)

  1. Guru menayangkan video singkat berdurasi 3 menit tentang suasana Perpustakaan Daerah dan bagaimana buku-buku disusun berdasarkan kategori fiksi dan nonfiksi.
  2. Peserta didik secara mindful mengamati cuplikan kutipan teks dari kedua jenis buku yang ditampilkan pada Smart TV.
  3. Guru memancing rasa ingin tahu peserta didik: "Mengapa teks biografi Bung Karno dikatakan faktual, sementara cerita legenda Telaga Warna disebut imajinatif?"

Tahap 2: Merumuskan Hipotesis Pengelompokan (10 Menit)

  1. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa).
  2. Masing-masing kelompok diminta membuat dugaan sementara (hipotesis) mengenai ciri utama yang membedakan buku fiksi dan nonfiksi.
  3. Guru membagikan lembar kerja awal untuk mencatat dugaan kelompok.

Tahap 3: Eksplorasi Data dan Pengumpulan Bukti Teks (20 Menit)

  1. Guru menyediakan media diferensiasi pada tiap meja kelompok: sudut media buku fisik (novel, dongeng, biografi, ensiklopedia) dan akses perangkat laptop/tablet yang terhubung ke Smart TV/e-book digital Perpustakaan Daerah.
  2. Peserta didik mengamati, membaca sepintas (skimming), dan memeriksa unsur-unsur dalam buku (daftar isi, bahasa, ilustrasi, catatan kaki, serta jenis kertas/cetakan).
  3. Peserta didik mengumpulkan bukti-bukti verbal dan visual dari bahan bacaan fisik dan digital yang disediakan.

Tahap 4: Analisis dan Klasifikasi Data (15 Menit)

  1. Dalam kelompok, peserta didik melakukan Classification Inquiry: memasukkan judul-judul buku dan cuplikan teks ke dalam kartu klasifikasi (Fiksi vs Nonfiksi).
  2. Peserta didik mendiskusikan karakteristik kebahasaan (konotatif vs denotatif) serta kebenaran isinya (imajinasi vs fakta empiris).
  3. Guru berkeliling melakukan pendampingan terstruktur, memberikan bimbingan khusus pada kelompok yang membutuhkan diferensiasi proses.

Tahap 5: Penarikan Kesimpulan dan Komunikasi (15 Menit)

  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil tabel klasifikasi dan peta konsep visualnya di depan kelas.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau masukan kritis.
  3. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan konsep mendalam terhadap hasil analisis seluruh kelompok.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin utama materi pembelajaran tentang fiksi dan nonfiksi.
  2. Peserta didik mengerjakan tes evaluasi individu (Asesmen Sumatif singkat).
  3. Refleksi Pembelajaran: Guru memandu peserta didik melakukan refleksi mengenai pengalaman belajar mendalam yang telah dialami.
  4. Guru memberikan apresiasi terhadap kerja keras seluruh peserta didik.
  5. Pembelajaran ditutup dengan pesan moral pentingnya gemar membaca di perpustakaan daerah, doa bersama, dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Belajar Bermakna dengan Kesadaran Penuh)

Peserta didik secara sadar melatih ketelitian indra penglihatan dan pemikiran kritis saat membedakan kata-kata bermakna denotatif dalam ensiklopedia dan kata-kata figuratif dalam cerita dongeng. Mereka tidak sekadar membaca, melainkan mencermati struktur teks.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik menghubungkan pemahaman teks nonfiksi dengan pencarian data valid di kehidupan nyata. Mereka memahami bahwa keterampilan ini berguna ketika mencari sumber pustaka resmi di Perpustakaan Daerah untuk keperluan tugas sekolah maupun wawasan umum.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Pembelajaran mengintegrasikan aktivitas eksplorasi kartu digital di Smart TV, kompetisi klasifikasi cepat antar kelompok, serta fleksibilitas memilih media bacaan (buku fisik yang kaya warna maupun buku digital yang interaktif).

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten / Media

  • Menyediakan buku-buku fisik bergambar untuk peserta didik dengan preferensi taktil dan visual mendasar.
  • Menyediakan akses buku digital (e-book/e-encyclopedia) dan e-catalog Perpustakaan Daerah via laptop/Smart TV bagi peserta didik yang menyukai eksplorasi teknologi visual interaktif.

Diferensiasi Proses

  • Peserta didik dengan tingkat pemahaman cepat diberikan peran sebagai fasilitator sebaya dalam kelompok untuk menganalisis teks nonfiksi yang lebih kompleks (seperti artikel ilmiah sederhana).
  • Peserta didik yang masih membutuhkan bantuan mendapatkan scaffolding dari guru dengan panduan pertanyaan pengarah sederhana.

Diferensiasi Produk

  • Kelompok diberikan kebebasan menyajikan hasil pengelompokan fiksi dan nonfiksi dalam bentuk: Peta Konsep Gambar/Visual, Tabel Klasifikasi Warna, atau Poster Digital Sederhana.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan apersepsi visual, kuis interaktif, video pengenalan Perpustakaan Daerah, dan presentasi kelompok.
  2. Laptop & Jaringan Internet: Digunakan untuk mengakses platform buku digital (e-pusda/e-book) serta mengunduh contoh-contoh ensiklopedia dan biografi digital secara cepat.
  3. Media Presentasi Interaktif: Memanfaatkan slide visual menarik berbasis grafis untuk mempermudah daya tangkap siswa visual.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  • Smart TV dan Laptop.
  • Buku Fisik Konkret: Dongeng, Novel Anak, Biografi Tokoh Nasional, Ensiklopedia Sains Anak.
  • Kartu Teks Fiksi dan Nonfiksi (Visual Card).
  • Slide Presentasi Interaktif.

Sumber Belajar

  • Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  • Katalog Digital dan Bahan Bacaan Perpustakaan Daerah.
  • Sumber Informasi Digital / E-Book Literasi Dasar.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Identitas Peserta Didik

LabelIsi
Nama Kelompok / Peserta....................................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
No. Absen....................................................................
Tanggal Kegiatan....................................................................

Petunjuk Kerja

  1. Bacalah setiap petunjuk dan cuplikan teks yang tersedia pada lembar LKPD dengan teliti.
  2. Amati media buku fisik dan digital yang telah disediakan di meja kelompokmu.
  3. Diskusikan bersama anggota kelompok untuk mengklasifikasikan jenis teks/buku.
  4. Tuliskan hasil analisis kelompokmu pada tabel yang telah disediakan di bawah ini!

Aktivitas 1: Klasifikasi Jenis Buku dan Teks

Isilah tabel di bawah ini dengan menempatkan judul buku/teks yang sesuai serta memberikan alasan klasifikasinya!

NoJudul Buku / TeksKategori (Fiksi / Nonfiksi)Bukti Alasan Karakteristik (Sifat Isi & Bahasa)
1Biografi B.J. Habibie: Sang Pemimpi Sayap BangsaNonfiksiBerisi fakta kisah hidup nyata tokoh B.J. Habibie, menggunakan bahasa denotatif dan data sejarah.
2Petualangan Kelinci di Hutan AjaibFiksiBerisi cerita imajinasi/rekaan pengarang, tokoh hewan dapat berbicara, bahasa bersifat konotatif.
3Ensiklopedia Antariksa: Mengenal Planet Tata Surya........................................................................................................................
4Legenda Gunung Bromo dan Roro Anteng........................................................................................................................
5Laporan Hasil Pengamatan Ekosistem Sungai........................................................................................................................

Aktivitas 2: Analisis Perbandingan Karakteristik

Jawablah pertanyaan analisis di bawah ini berdasarkan diskusi kelompok!

  1. Berdasarkan pengamatanmu, apa perbedaan mendasar antara isi buku Biografi dan buku Dongeng?

Jawab: ..........................................................................................................................................

  1. Mengapa bahasa yang digunakan dalam buku Ensiklopedia harus bersifat denotatif (makna sebenarnya) dan berdasarkan fakta?

Jawab: ..........................................................................................................................................

  1. Jika kalian berkunjung ke Perpustakaan Daerah untuk mencari informasi tentang cara bercocok tanam jagung, buku jenis apakah yang harus kalian cari? Jelaskan alasanmu!

Jawab: ..........................................................................................................................................

REMEDIAL

Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (skor sumatif < 60):

  • Diberikan pendampingan ulang secara individu atau kelompok kecil oleh guru.
  • Menggunakan media kartu pembanding visual sederhana yang memuat 2 paragraf pendek (1 paragraf cerita fabel dan 1 paragraf berita faktual).
  • Peserta didik dibimbing menggarisbawahi kata-kata kunci yang menandakan imajinasi (fiksi) dan kata-kata yang menandakan data nyata (nonfiksi).

PENGAYAAN

Bagi peserta didik yang telah melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (skor sumatif >= 85):

  • Diberikan tugas penelusuran mandiri menggunakan perangkat laptop/tablet untuk mengakses e-catalog Perpustakaan Daerah.
  • Peserta didik diminta membuat "Daftar Rekomendasi Bacaan Minggu Ini" yang terdiri dari 3 buku fiksi dan 3 buku nonfiksi favorit beserta ringkasan 2 kalimat tentang alasan merekomendasikannya.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi dan Catatan Guru
1Apakah alokasi waktu 3 x 35 menit cukup efektif untuk menjalankan seluruh tahapan sintak Classification Inquiry?Alokasi waktu secara umum mencukupi, namun pada tahap eksplorasi data kelompok memerlukan ketegasan batasan waktu agar tahap presentasi tidak terburu-buru.
2Apakah media visual Smart TV dan buku digital berhasil meningkatkan keterlibatan peserta didik visual?Media visual sangat efektif meningkatkan antusiasme dan mempermudah peserta didik memahami struktur teks fiksi dan nonfiksi secara cepat.
3Berapa persentase peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran secara tuntas?Sekitar 88% peserta didik telah tuntas mencapai tujuan pembelajaran, sedangkan 12% lainnya membutuhkan intervensi remedial ringan.
4Apa kendala utama yang dihadapi siswa saat membedakan teks fiksi dan nonfiksi?Beberapa siswa masih bingung membedakan fiksi sejarah (seperti cerita rakyat yang dipadukan latar nyata) dengan buku sejarah murni (nonfiksi).
5Apa langkah perbaikan yang akan diterapkan pada pertemuan berikutnya?Memberikan penekanan lebih mendalam pada perbedaan penggunaan bahasa konotatif dan denotatif melalui latihan analisis kalimat sederhana.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban / Tanggapan Peserta Didik
1Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu sukai?Saat mengamati tayangan Smart TV dan mengelompokkan buku-buku cerita serta ensiklopedia bersama teman kelompok.
2Apakah kamu sudah bisa membedakan buku cerita imajinasi (fiksi) dan buku ilmu pengetahuan (nonfiksi)?Ya, saya sudah bisa membedakannya dengan melihat isi cerita dan bahasa yang digunakan dalam buku tersebut.
3Menurutmu, apa manfaat memahami perbedaan buku fiksi dan nonfiksi saat kita pergi ke perpustakaan daerah?Memudahkan kita dalam mencari buku yang kita butuhkan di rak perpustakaan tanpa bingung mencari satu per satu.
4Bagian materi mana yang masih terasa sulit untuk kamu pahami?Menjelaskan alasan kebahasaan konotatif dan denotatif pada teks.

BAHAN BACAAN

Memahami Teks Fiksi dan Nonfiksi

Dalam dunia literasi, karya tulis atau buku secara umum dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu karya fiksi dan karya nonfiksi. Memahami perbedaan kedua jenis teks ini sangat penting agar kita dapat membaca secara efektif dan kritis.

  1. Teks Fiksi (Imajinatif)

Teks fiksi adalah karya tulis yang diangkat dari imajinasi, angan-angan, atau rekaan pengarang. Meskipun fiksi dapat terinspirasi dari kejadian nyata, jalan cerita, tokoh, dan dialognya telah diolah kembali sesuai dengan kreativitas penulis.

    • Ciri-ciri Teks Fiksi:
    • Menggunakan bahasa konotatif (makna kiasan/bukan sebenarnya) dan ekspresif.
    • Memiliki unsur intrinsik seperti tema, tokoh, watak, alur (plot), latar (tempat, waktu, suasana), dan amanat.
    • Bersifat subjektif dan bertujuan untuk menghibur serta menyentuh emosi pembaca.
    • Contoh Karya Fiksi: Novel, cerita pendek (cerpen), dongeng, fabel, mite, legenda, dan drama.
  1. Teks Nonfiksi (Faktual dan Ilmiah)

Teks nonfiksi adalah karya tulis yang disusun berdasarkan data ilmiah, fakta, atau kejadian sebenarnya yang benar-benar terjadi di dunia nyata. Penulis teks nonfiksi bertanggung jawab atas kebenaran informasi yang disampaikannya.

    • Ciri-ciri Teks Nonfiksi:
    • Menggunakan bahasa denotatif (makna lugas/apa adanya) agar tidak menimbulkan penafsiran ganda.
    • Disusun secara sistematis dan terstruktur berdasarkan metodologi atau data yang jelas.
    • Bersifat objektif dan bertujuan untuk mengedukasi, memberikan wawasan, serta menyampaikan fakta ilmiah.
    • Contoh Karya Nonfiksi: Buku pelajaran, ensiklopedia, biografi, otobiografi, laporan penelitian, artikel berita, dan jurnal ilmiah.
  1. Hubungan dengan Perpustakaan Daerah

Perpustakaan Daerah menerapkan sistem tata kelola susunan buku berdasarkan pengelompokan klasifikasi ini. Buku nonfiksi biasanya dikelompokkan berdasarkan cabang ilmu pengetahuan (seperti sains, sejarah, teknologi), sedangkan buku fiksi dikelompokkan dalam kategori karya sastra dan hiburan. Memahami perbedaan ini memudahkan pemustaka dalam menemukan informasi faktual secara tepat dan efisien.

GLOSARIUM

  • Biografi: Riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain.
  • Classification Inquiry: Model pembelajaran berbasis penyingkapan/penyelidikan dengan cara mengelompokkan objek atau data ke dalam kategori tertentu berdasarkan kriteria spesifik.
  • Denotatif: Makna kata atau kelompok kata yang didasarkan pada penunjukkan yang lugas pada pembanding di luar bahasa atau makna sebenarnya.
  • Ensiklopedia: Karya rujukan yang berisi keterangan atau uraian tentang berbagai hal dalam bidang ilmu pengetahuan yang disusun menurut abjad atau tema.
  • Fabel: Cerita fiksi yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang.
  • Fiksi: Cerita rekaan atau imajinasi yang tidak berdasarkan kenyataan mutlak.
  • Konotatif: Makna kata yang mempunyai tautan pikiran, perasaan, dan memiliki nilai rasa kiasan/tidak sebenarnya.
  • Mindful Learning: Proses pembelajaran di mana peserta didik secara sadar dan penuh perhatian terlibat aktif dalam proses berpikir.
  • Nonfiksi: Karya tulis yang dibuat berdasarkan fakta, pengalaman objektif, atau realita ilmiah.
  • Perpustakaan Daerah: Perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah untuk melayani kebutuhan literasi masyarakat umum di wilayah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

  • Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V Digital. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: BSKAP Kemendikbudristek.
  • Verawaty, E., & Grace, A. (2021). Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek.
  • Winarni, E. W. (2019). Teori dan Praktik Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap dan Kinerja Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Kemampuan Menganalisis Teks (Bernalar Kritis)Belum mampu mengidentifikasi sifat kebenaran isi teks baik fiksi maupun nonfiksi.Mampu mengidentifikasi sifat teks hanya jika dibimbing secara penuh oleh guru.Mampu mengidentifikasi sifat teks fiksi dan nonfiksi secara mandiri dengan sedikit kekeliruan.Mampu menganalisis dan membedakan sifat kebenaran teks fiksi dan nonfiksi secara mandiri, tepat, dan kritis.
2Keaktifan Kerja Sama (Gotong Royong)Tidak berkontribusi dalam kerja kelompok dan cenderung pasif atau mengganggu.Kurang aktif dalam kelompok dan hanya mengerjakan tugas jika diperintah teman.Aktif bekerja sama dan menjalankan pembagian tugas kelompok dengan baik.Sangat aktif, mengorganisir kerja kelompok, serta membantu teman yang mengalami kesulitan.
3Kemampuan Klasifikasi Buku (Keterampilan Inquiry)Tidak mampu mengelompokkan contoh buku ke dalam kategori fiksi atau nonfiksi.Hanya mampu mengelompokkan sebagian kecil contoh buku (< 50%) dengan tepat.Mampu mengelompokkan sebagian besar contoh buku (50%-84%) dengan tepat.Mampu mengelompokkan seluruh contoh buku (85%-100%) ke dalam kategori yang tepat.
4Keterampilan Presentasi dan KomunikasiBelum mampu menyampaikan hasil diskusi di depan kelas dan menolak berbicara.Menyampaikan hasil diskusi dengan suara pelan, kurang jelas, dan tergantung bacaan teks.Menyampaikan hasil diskusi dengan jelas dan runtut meskipun masih melihat catatan.Menyampaikan hasil diskusi dengan sangat percaya diri, jelas, sistematis, dan merespons pertanyaan dengan baik.

Instrumen Soal Asesmen Sumatif (Tertulis)

A. Pilihan Ganda

  1. Bacalah cuplikan teks berikut!

"Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah seekor Burung Hantu yang bijaksana. Setiap malam, ia memberikan nasihat kepada hewan-hewan lain yang sedang menghadapi masalah."

Teks di atas termasuk ke dalam jenis teks ... karena ...

A. Nonfiksi, karena menceritakan kehidupan hewan di hutan secara ilmiah.

B. Fiksi, karena berisi cerita rekaan tentang hewan yang memiliki sifat seperti manusia.

C. Nonfiksi, karena burung hantu adalah hewan yang benar-benar ada di alam nyata.

D. Fiksi, karena ditulis berdasarkan laporan hasil pengamatan lingkungan.

  1. Buku yang memuat riwayat hidup seorang tokoh penting secara nyata dan disusun berdasarkan fakta-fakta sejarah disebut ...

A. Novel

B. Dongeng

C. Biografi

D. Ensiklopedia

  1. Ciri bahasa yang biasa digunakan dalam buku nonfiksi ilmiah seperti ensiklopedia adalah ...

A. Bahasa konotatif yang penuh dengan kiasan indah.

B. Bahasa denotatif yang lugas, jelas, dan bermakna sebenarnya.

C. Bahasa puitis yang memuat puji-pujian imajinatif.

D. Bahasa gaul yang digunakan dalam percakapan sehari-hari.

B. Uraian Singkat

  1. Mengapa buku legenda suatu daerah dikategorikan sebagai teks fiksi, sedangkan buku laporan hasil percobaan sains dikategorikan sebagai teks nonfiksi? Berikan alasanmu berdasarkan sifat kebenaran isinya!

Jawab: ..........................................................................................................................................

  1. Tuliskan masing-masing 2 contoh judul atau jenis buku yang termasuk ke dalam kelompok fiksi dan kelompok nonfiksi!

Jawab: ..........................................................................................................................................

Kunci Jawaban Asesmen Sumatif

Pilihan Ganda

  1. B
  2. C
  3. B

Uraian

  1. Legenda dikategorikan sebagai fiksi karena isinya berupa karangan/rekaan imajinatif yang belum tentu terjadi secara nyata dan memiliki unsur keajaiban, sedangkan laporan percobaan sains dikategorikan sebagai nonfiksi karena disusun berdasarkan data fakta empiris hasil pengamatan nyata yang objektif.
  2. Contoh Fiksi: Dongeng Kancil dan Buaya, Novel Laskar Pelangi. Contoh Nonfiksi: Biografi Ir. Soekarno, Ensiklopedia Luar Angkasa.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130