Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Menganalisis Unsur Fiksi (Tokoh, Watak, Latar, Alur, dan Amanat) dari Cerita Teks "Keluarga Kelinci"
Elemen Capaian Pembelajaran : Membaca dan Memirsa
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi Proses (Membaca Mandiri/Dibantu) dan Nilai Kebersamaan Keluarga

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang dominan. Mereka lebih mudah menyerap pesan dan konsep melalui sajian gambar, warna, bagan, serta sajian audio-visual yang menarik. Peserta didik menyukai aktivitas kelompok yang interaktif namun memerlukan bantuan bertingkat dalam memahami teks bacaan bernarasi panjang.

Kesiapan Belajar (Readiness)

  1. Kelompok Mahir: Peserta didik telah mampu membaca lancar dan memahami unsur intrinsik secara mandiri.
  2. Kelompok Berkembang: Peserta didik mampu membaca lancar tetapi masih membutuhkan panduan dalam menemukan latar tersirat dan alur cerita.
  3. Kelompok Perlu Bimbingan: Peserta didik masih mengalami kendala kelancaran membaca dan memahami watak tokoh secara tersirat, sehingga memerlukan pendampingan langsung oleh guru atau tutor sebaya.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan menganalisis informasi berupa fakta, prosedur, dan narasi dari teks fiksi dan nonfiksi. Pada elemen Membaca dan Memirsa, peserta didik mampu membaca dengan lancar dan indah, menganalisis unsur-unsur fiksi seperti mengidentifikasi tokoh, sifat tokoh (watak), latar tempat dan waktu, alur kejadian, serta pesan/amanat yang terkandung dalam teks cerita fabel "Keluarga Kelinci".

TUJUAN PEMBELAJARAN

Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengidentifikasi tokoh utama, tokoh pendukung, dan sifat/watak tokoh dari teks fabel "Keluarga Kelinci" yang ditampilkan melalui tayangan Smart TV secara akurat.
  2. Menganalisis latar tempat, latar waktu, dan alur peristiwa dalam cerita fabel "Keluarga Kelinci" melalui kegiatan diskusi kelompok dengan sistematis.
  3. Menemukan amanat dan merefleksikan nilai kebersamaan keluarga yang terkandung dalam teks fabel "Keluarga Kelinci" serta mengaitkannya dengan pengalaman hidup sehari-hari secara kritis.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Memahami unsur fiksi dalam cerita tidak hanya bertujuan untuk menyelesaikan tugas akademis, melainkan membantu manusia mengasah empati, memahami sifat keberagaman karakter individu di sekitar, serta memetik nilai moral kehidupan—khususnya pentingnya menjaga kebersamaan dan saling menyayangi dalam keluarga.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membaca atau menonton cerita tentang kehidupan hewan yang bisa berbicara seperti manusia?
  2. Jika kamu menjadi salah satu anggota dalam keluarga kelinci pada cerita tersebut, bagaimana perasaanmu ketika menghadapi masalah bersama-sama?
  3. Mengapa sebuah keluarga harus saling membantu saat salah satu anggotanya mengalami kesulitan?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Memproses informasi, menganalisis watak tokoh, dan menyimpulkan amanat tersirat dalam cerita.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama secara aktif dalam kelompok untuk memecahkan masalah dan mengolah data unsur intrinsik cerita.
  3. Mandiri: Mengemukakan pendapat pribadi dan menyelesaikan refleksi individu dengan penuh tanggung jawab.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning (Kesadaran Penuh): Peserta didik fokus mengamati sajian visual dan mencermati kata-kata kunci dalam cerita.
  2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Peserta didik menghubungkan amanat cerita fabel dengan realitas hubungan dalam keluarga mereka sendiri.
  3. Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Peserta didik menikmati proses penemuan jawaban melalui media interaktif di Smart TV dan diskusi kelompok berbasis kartu visual.

MATERI PEMBELAJARAN

Teks Cerita Fabel

Fabel adalah cerita rekaan yang mengambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh hewan.

Unsur intrinsik fiksi dalam fabel meliputi:

  1. Tokoh: Pelaku dalam cerita (misal: Ayah Kelinci, Ibu Kelinci, Kiki Kelinci, Koko Kelinci).
  2. Watak/Sifat Tokoh: Karakter atau kepribadian tokoh (misal: penyayang, jahil, penakut, penolong, bijaksana). Watak dapat diketahui dari dialog, tindakan, atau narasi pengarang.
  3. Latar (Setting):

Latar Tempat: Lokasi terjadinya peristiwa (misal: Hutan Wringin, Sarang Kelinci, Tepi Sungai).

Latar Waktu: Kapan peristiwa terjadi (misal: Pagi hari, sore hari, musim hujan).

  1. Alur (Plot): Rangkaian jalan cerita dari awal (pengenalan), puncak konflik (permasalahan), hingga penyelesaian.
  2. Amanat: Pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca (misal: Pentingnya mematuhi nasihat orang tua dan menjaga persaudaraan).

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

KomponenPenjelasan
Model PembelajaranDiscovery Learning
Tahapan Model1. Stimulation (Pemberian Rangsangan)
2. Problem Statement (Identifikasi Masalah)
3. Data Collection (Pengumpulan Data)
4. Data Processing (Pengolahan Data)
5. Verification (Pembuktian)
6. Generalization (Penarikan Kesimpulan)
Pendekatan PembelajaranDeep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning)

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

Memetakan pemahaman awal siswa mengenai unsur intrinsik melalui tanya jawab singkat visual gambar hewan/fabel.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  1. Penilaian Sikap: Lembar observasi Profil Pelajar Pancasila (Bernalar Kritis, Gotong Royong, Mandiri).
  2. Penilaian Keterampilan: Unjuk kerja diskusi kelompok dan presentasi analisis unsur intrinsik.
  3. Penilaian Pengetahuan: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

Soal tes tertulis pilihan ganda dan uraian singkat mengenai analisis cerita fiksi fabel.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Sikap

Indikator SikapSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Bernalar KritisMampu menganalisis seluruh watak, latar, dan amanat dengan sangat tepat dan disertai alasan logis.Mampu menganalisis sebagian besar watak, latar, dan amanat dengan tepat.Mampu menganalisis sebagian kecil watak dan latar dengan bantuan guru.Belum mampu menganalisis unsur fiksi meskipun telah dibimbing.
Gotong RoyongSangat aktif berdiskusi, membantu teman kelompok, dan menghargai pendapat orang lain.Aktif berdiskusi dan kooperatif dalam tugas kelompok.Kurang aktif berdiskusi, hanya bekerja jika diperintah.Pasif dan tidak mau berpartisipasi dalam kelompok.
MandiriMenyelesaikan tugas dengan percaya diri tanpa bergantung pada orang lain.Menyelesaikan tugas dengan sedikit dorongan dari guru.Menyelesaikan tugas dengan sering meminta bantuan teman.Tidak menyelesaikan tugas secara mandiri.

Rubrik Penilaian Keterampilan Analisis Fiksi

Aspek KeterampilanSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Kelengkapan Analisis Unsur IntrinsikMenemukan 5 unsur (tokoh, watak, latar tempat/waktu, alur, amanat) secara lengkap dan benar.Menemukan 4 unsur secara lengkap dan benar.Menemukan 2-3 unsur secara benar.Menemukan 1 unsur secara benar.
Kejernihan Presentasi KelompokPenyampaian runtut, suara jelas, percaya diri, dan memukau pendengar.Penyampaian runtut, suara cukup jelas, namun kurang percaya diri.Penyampaian kurang runtut dan suara kurang terdengar jelas.Menyampaikan hasil diskusi hanya dengan membaca tanpa percaya diri.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, mengondisikan kelas, dan berdoa bersama (Mindful Learning).
  2. Guru mengecek kehadiran peserta didik dan melakukan apersepsi dengan menayangkan slide gambar latar hutan dan keluarga kelinci di Smart TV.
  3. Peserta didik merespons pertanyaan pemantik dari guru tentang keluarga dan cerita hewan.
  4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, garis besar kegiatan, dan manfaat memahami amanat cerita fabel bagi kehidupan keluarga (Meaningful Learning).
  5. Es kbreaking singkat sejenak untuk membangkitkan kebahagiaan belajar (Joyful Learning).

Kegiatan Inti (75 Menit)

Fase 1: Stimulation (Pemberian Rangsangan)

  1. Guru menayangkan video animasi bertema teks "Keluarga Kelinci" melalui Smart TV. Peserta didik diminta menyimak secara seksama dengan memusatkan perhatian penuh pada gambar visual dan dialog tokoh (Mindful Learning).
  2. Peserta didik diminta mencatat nama-nama tokoh visual yang terlihat pada tayangan.

Fase 2: Problem Statement (Identifikasi Masalah)

  1. Guru mengajukan masalah utama: Siapakah tokoh yang paling berperan? Bagaimana sifat asli masing-masing tokoh kelinci? Mengapa peristiwa buruk bisa terjadi dalam cerita? Pesan apa yang ingin disampaikan penulis kepada keluarga kita?
  2. Peserta didik secara kritis merumuskan pertanyaan-pertanyaan tersebut ke dalam lembar kerja awal.

Fase 3: Data Collection (Pengumpulan Data)

  1. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok heterogen (4-5 siswa per kelompok).
  2. Guru membagikan teks bacaan "Keluarga Kelinci" disertai kartu bergambar visual tokoh.
  3. Penerapan Diferensiasi Proses:

Kelompok Mahir: Membaca teks secara mandiri dan mengidentifikasi unsur intrinsik tersirat.

Kelompok Berkembang: Membaca teks secara bergantian dalam kelompok dengan panduan pertanyaan pengarah dari guru.

Kelompok Perlu Bimbingan: Membaca bersama guru/tutor sebaya dengan bantuan visual peta konsep warna-warni untuk mencocokkan tokoh dan wataknya.

Fase 4: Data Processing (Pengolahan Data)

  1. Dalam kelompok, peserta didik berdiskusi mengolah data hasil bacaan untuk mengisi peta pikiran (mind map) unsur fiksi pada LKPD.
  2. Peserta didik menganalisis sifat tokoh utama dan tokoh pendukung, latar tempat dan waktu, alur terjadinya masalah, serta pesan moral kebersamaan keluarga.

Fase 5: Verification (Pembuktian)

  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis unsur fiksi cerita "Keluarga Kelinci" di depan kelas menggunakan layar Smart TV sebagai media peraga visual LKPD.
  2. Kelompok lain memberikan tanggapan, apresiasi, dan pertanyaan secara santun (Joyful Learning).
  3. Guru memberikan penguatan atas hasil verifikasi peserta didik.

Fase 6: Generalization (Penarikan Kesimpulan)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan cara menganalisis unsur intrinsik fiksi.
  2. Peserta didik menarik kesimpulan makna kebersamaan keluarga yang terkandung dalam teks "Keluarga Kelinci" (Meaningful Learning).

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik melakukan evaluasi mandiri melalui lembar tes singkat.
  2. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi pembelajaran terkait keseruan dan manfaat materi yang dipelajari.
  3. Guru memberikan apresiasi terhadap kinerja seluruh peserta didik dan menyampaikan tindak lanjut/pengayaan untuk pertemuan selanjutnya.
  4. Kegiatan pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Olah Pikir & Kesadaran Penuh)

Peserta didik secara sadar memusatkan perhatian penuh saat memirsa tayangan video "Keluarga Kelinci" di Smart TV. Mereka mengamati detail ekspresi wajah tokoh, intonasi suara, dan kondisi latar tempat cerita untuk mengidentifikasi karakter tokoh tanpa terdistraksi.

Meaningful Learning (Olah Rasa & Pembelajaran Bermakna)

Peserta didik tidak sekadar mendefinisikan watak atau alur cerita, tetapi mendalami mengapa tokoh kelinci bertindak demikian. Peserta didik meresapi nilai pentingnya patuh pada nasihat orang tua dan indahnya kebersamaan dalam keluarga, kemudian mengaitkannya dengan pentingnya saling membantu dalam kehidupan keluarga mereka sendiri di Wringin Anom.

Joyful Learning (Olah Karsa & Pembelajaran Menyenangkan)

Proses pembelajaran dirancang melalui media visual warna-warni pada Smart TV, penggunaan kartu tokoh interaktif, dan diskusi kelompok yang dinamis. Lingkungan belajar diciptakan aman dan ramah sehingga peserta didik merasa gembira dan percaya diri dalam menyampaikan argumentasi.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan bahan bacaan teks "Keluarga Kelinci" dalam berbagai format: teks narasi utuh bagi pembaca mahir, teks berilustrasi gambar visual bagi kelompok berkembang, dan teks berseri singkat dengan poin visual menonjol untuk kelompok yang memerlukan bimbingan.

Diferensiasi Proses

  1. Kelompok Pembaca Mandiri: Menganalisis unsur fiksi secara independen bersama rekan sekelompok menggunakan lembar analisis kompleks.
  2. Kelompok Pembaca Terbimbing: Diberikan panduan perancah (scaffolding) berupa pertanyaan penuntun bertahap dalam menemukan latar tersirat dan alur konflik cerita.
  3. Kelompok Bimbingan Khusus: Guru mendampingi secara intensif dengan memodelkan cara menemukan watak tokoh melalui petunjuk visual gambar dan teks sederhana.

Diferensiasi Produk

Peserta didik diizinkan menyajikan hasil analisis unsur intrinsik dalam bentuk Peta Pikiran (Mind Map) bergambar, Bagan Alur Grafis, atau Presentasi Lisan langsung di Smart TV sesuai dengan kecenderungan kreativitas kelompok.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Mengembangkan pengalaman belajar visual melalui penayangan animasi fabel interaktif "Keluarga Kelinci" dan pameran karya digital/slide presentasi LKPD kelompok.
  2. Laptop & Internet: Digunakan guru untuk mencari media pembelajaran berbasis audio-visual yang relevan serta mengoperasikan aplikasi bahan ajar interaktif.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Belajar

  1. Video Animasi Fabel "Keluarga Kelinci".
  2. Slide Presentasi Canva/PowerPoint Unsur-Unsur Fiksi.
  3. Kartu Gambar Tokoh dan Watak (Visual Flashcards).
  4. Peta Konsep Lembar Kerja Kelompok.

Sumber Belajar

  1. Buku Panduan Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Teks Cerita Fabel "Keluarga Kelinci".
  3. Lingkungan sosial keluarga dan kearifan lokal kebersamaan masyarakat di sekitar SD Negeri 1 Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik
Kelas / Nomor Absen
Tanggal

Judul Kegiatan

Menganalisis Unsur Intrinsik Cerita Fabel "Keluarga Kelinci"

Petunjuk Kerja

  1. Bacalah kembali teks cerita "Keluarga Kelinci" yang telah dibagikan atau amati tayangan pada Smart TV.
  2. Diskusikan bersama anggota kelompokmu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
  3. Tuliskan jawabanmu dengan rapi pada kotak yang telah disediakan.

Tugas Analisis Unsur Fiksi

  1. Identifikasi Tokoh dan Watak:

Sebutkan nama-nama tokoh dalam cerita "Keluarga Kelinci" beserta sifat/wataknya masing-masing pada tabel berikut!

Nama TokohSifat / Watak TokohBukti Petunjuk dalam Cerita
Tokoh 1: ........................................................................................................................
Tokoh 2: ........................................................................................................................
Tokoh 3: ........................................................................................................................
Tokoh 4: ........................................................................................................................
  1. Analisis Latar (Setting):

Latar Tempat: Di manakah peristiwa dalam cerita fabel tersebut terjadi? Sebutkan bukti tulisannya!

Jawaban: ....................................................................................................................................

Latar Waktu: Kapan peristiwa dalam cerita tersebut berlangsung?

Jawaban: ....................................................................................................................................

  1. Analisis Alur Cerita:

Masalah apa yang dihadapi oleh Keluarga Kelinci dalam cerita tersebut? Bagaimana cara keluarga kelinci menyelesaikan masalah tersebut bersama-sama?

Jawaban: ....................................................................................................................................

  1. Refleksi Amanat & Kehidupan Nyata:

Pesan moral (amanat) apa yang dapat kamu petik dari cerita "Keluarga Kelinci"? Bagaimana cara kamu menerapkan nilai kebersamaan keluarga tersebut dalam kehidupanmu sehari-hari?

Jawaban: ....................................................................................................................................

REMEDIAL

Program remedial ditujukan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dalam menganalisis unsur fiksi fabel:

  1. Pendampingan Individu: Guru membimbing peserta didik membimbing ulang membaca teks pendek "Keluarga Kelinci".
  2. Bantuan Grafis: Menggunakan kartu visual sederhana yang memuat gambar tokoh secara langsung disandingkan dengan kata sifat (misal: gambar Kelinci Koko = Penolong).
  3. Pemahaman Ulang: Peserta didik menjawab 3 pertanyaan sederhana tentang latar dan amanat cerita.

PENGAYAAN

Program pengayaan ditujukan bagi peserta didik yang telah melampaui standar ketercapaian tujuan pembelajaran:

  1. Peserta didik diminta membaca teks cerita fabel fiksi lain yang bernilai kearifan lokal.
  2. Peserta didik menganalisis dan membandingkan watak tokoh serta alur cerita antara fabel "Keluarga Kelinci" dengan fabel baru tersebut.
  3. Peserta didik membuat komik bergambar ringkas tentang nilai kebersamaan keluarga berdasarkan kreasi mandiri.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan Refleksi GuruHasil Evaluasi Guru
1Apakah seluruh peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh, watak, latar, dan amanat cerita dengan baik?Sebagian besar peserta didik (85%) telah mampu menganalisis unsur intrinsik secara tepat melalui bantuan tayangan visual di Smart TV.
2Kendala apa yang dihadapi oleh peserta didik dalam memahami alur dan amanat tersirat?Peserta didik pada kelompok perlu bimbingan masih kesulitan membedakan antara alur konflik utama dan latar waktu tersirat.
3Apakah penggunaan media Smart TV dan Discovery Learning efektif meningkatkan minat belajar visual siswa?Sangat efektif. Tampilan gambar warna-warni dan video animasi di Smart TV secara nyata meningkatkan fokus dan kegembiraan belajar siswa.
4Langkah apa yang perlu ditingkatkan untuk perbaikan pembelajaran pada pertemuan berikutnya?Memberikan pendampingan lebih intensif berupa peta visual bercabang yang lebih sederhana untuk kelompok yang memerlukan bimbingan khusus.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

  1. Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling kamu sukai? Apakah saat menonton video Smart TV, berdiskusi kelompok, atau saat mempresentasikan hasil?
  2. Karakter tokoh mana dalam cerita "Keluarga Kelinci" yang paling kamu sukai? Mengapa kamu menyukai tokoh tersebut?
  3. Apa pelajaran penting tentang keluarga yang kamu dapatkan setelah membaca cerita "Keluarga Kelinci"?
  4. Apakah kamu merasa kesulitan saat mengisi lembar kerja kelompok? Apa yang kamu lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut?

BAHAN BACAAN

Teks Fabel: Keluarga Kelinci di Hutan Wringin

Di sebuah pinggiran Hutan Wringin yang rindang, hiduplah sepasang suami istri kelinci bersama dua anak mereka, Kiki dan Koko. Ayah Kelinci adalah sosok yang bijaksana dan selalu bekerja keras mencari makanan. Ibu Kelinci sangat penyayang dan selalu mengingatkan anak-anaknya untuk berhati-hati saat bermain di luar rumah.

Kiki, anak sulung, memiliki sifat yang kreatif namun sering kali ceroboh dan suka tergesa-gesa. Sementara Koko, si anak bungsu, adalah kelinci yang sangat penurut, tenang, dan suka membantu.

Pada suatu pagi yang cerah, Ayah dan Ibu Kelinci hendak pergi ke tepi ladang untuk mengumpulkan wortel. Ayah berpesan kepada Kiki dan Koko, "Anak-anakku, tetaplah tinggal di dalam rumah atau bermain di dekat sarang saja. Jangan pernah menyeberangi sungai kecil di selatan, karena di sana sering terlihat serigala pemangsa."

Namun, saat siang hari tiba, Kiki merasa bosan. Ia melihat kebun buah yang indah tepat di seberang sungai selatan. Tanpa berpikir panjang dan tanpa mendengarkan larangan adiknya, Kiki berlari menuju sungai. Koko yang khawatir terpaksa menyusul kakaknya dari belakang.

Setibanya di tepi sungai, kaki Kiki tersangkut di antara celah batu yang licin. Kiki merintih kesakitan dan tidak bisa bergerak. Tiba-tiba dari balik semak-semak, terdengar suara semak bergemerisik. Seekor bayangan besar tampak mendekat! Kiki sangat ketakutan dan menyesali perbuatannya yang ceroboh dan tidak mematuhi nasihat orang tua.

Dengan sigap dan tenang, Koko mencari batang kayu yang kuat. Koko mengangkat batu yang menghimpit kaki kakaknya, lalu membopong Kiki dengan sekuat tenaga untuk bersembunyi di dalam lubang kayu tua. Tak lama kemudian, Ayah dan Ibu Kelinci datang mencari mereka karena merasa khawatir. Ayah Kelinci dengan sigap mengusir hewan pengganggu dan menyelamatkan kedua anaknya.

Setelah kembali ke sarang mereka yang hangat, Kiki menangis dan meminta maaf kepada seluruh keluarganya. Ayah dan Ibu Kelinci mengelus kepala Kiki dengan penuh kasih sayang. Ibu Kelinci berkata, "Kami memaafkanmu, Kiki. Yang terpenting kamu selamat, dan ketahuilah bahwa keluarga akan selalu ada untuk melindungi serta saling membantu dalam situasi sulit apa pun." Sejak hari itu, Kiki menjadi anak yang lebih patuh dan selalu menjaga kebersamaan dengan keluarganya.

GLOSARIUM

  1. Fabel: Cerita fiksi rekaan yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku dan bertindak menyerupai manusia.
  2. Unsur Intrinsik: Unsur-unsur yang membangun sebuah karya sastra dari dalam cerita itu sendiri, meliputi tokoh, watak, latar, alur, dan amanat.
  3. Tokoh Utama: Tokoh yang memiliki peranan penting dan paling sering muncul dalam rangkaian cerita.
  4. Watak: Sifat, perwatakan, atau karakter kepribadian yang melekat pada tokoh cerita.
  5. Latar (Setting): Keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
  6. Alur (Plot): Rangkaian kronologis peristiwa yang membentuk jalannya cerita dari awal sampai akhir.
  7. Amanat: Pesan moral atau ajaran kebaikan yang disampaikan pengarang kepada pembaca melalui teks cerita.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) V. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  3. Nurgiyantoro, Burhan. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  4. Suwandi, Sarwiji. (2020). Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Literasi Bahasa Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Penilaian Sikap Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan Keterangan)Skor
1Bernalar KritisSkor 4: Sangat mampu menganalisis watak tokoh, latar, alur, dan amanat dengan sangat tepat disertai bukti logis.
Skor 3: Mampu menganalisis sebagian besar unsur fiksi dengan tepat.
Skor 2: Cukup mampu menganalisis unsur fiksi namun memerlukan bantuan guru.
Skor 1: Belum mampu menganalisis unsur fiksi cerita fabel.
4
2Gotong RoyongSkor 4: Sangat aktif bekerja sama, membantu rekan sekelompok, dan menghargai pendapat anggota lain.
Skor 3: Aktif bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok.
Skor 2: Kurang aktif dan hanya bekerja bila diminta oleh teman kelompok.
Skor 1: Tidak mau bekerja sama dan pasif dalam kelompok.
4
3MandiriSkor 4: Menyelesaikan tugas individu dengan penuh tanggung jawab dan percaya diri tanpa bergantung pada orang lain.
Skor 3: Menyelesaikan tugas individu dengan sedikit arahan dari guru.
Skor 2: Menyelesaikan tugas individu dengan sering bertanya pada teman.
Skor 1: Tidak mampu menyelesaikan tugas secara mandiri.
3

Lembar Observasi Unjuk Kerja Keterampilan Diskusi dan Presentasi

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan Keterangan)Skor
1Kelengkapan Analisis Unsur Intrinsik Teks FabelSkor 4: Menyajikan analisis 5 unsur intrinsik (tokoh, watak, latar tempat/waktu, alur, amanat) secara lengkap dan tepat pada LKPD.
Skor 3: Menyajikan 4 unsur intrinsik secara tepat.
Skor 2: Menyajikan 2-3 unsur intrinsik secara tepat.
Skor 1: Hanya menyajikan 1 unsur intrinsik secara tepat.
4
2Kemampuan Presentasi VisualSkor 4: Menyampaikan hasil diskusi dengan sangat jernih, bahasa runtut, memanfaatkan media TV/visual dengan baik, dan penuh percaya diri.
Skor 3: Menyampaikan hasil diskusi dengan lancar dan percaya diri.
Skor 2: Menyampaikan hasil diskusi dengan kurang runtut dan membaca teks LKPD secara penuh.
Skor 1: Tidak berani berbicara saat presentasi kelompok di depan kelas.
4
3Keakuratan Mengaitkan Amanat dengan Kebersamaan KeluargaSkor 4: Mampu mengaitkan amanat cerita "Keluarga Kelinci" dengan pengalaman konkret kebersamaan keluarga secara mendalam.
Skor 3: Mampu mengaitkan amanat cerita dengan kehidupan keluarga secara umum.
Skor 2: Kurang tepat mengaitkan amanat cerita dengan kehidupan nyata.
Skor 1: Belum mampu menemukan dan mengaitkan amanat cerita.
3
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130