Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Menyusun cerita pendek tentang keunikan diri, hobi, atau keluarga yang dilengkapi ilustrasi
Elemen Capaian Pembelajaran : Menulis
Model Pembelajaran : Process Writing Approach
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Student-Centered Approach
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Khasanah budaya keluarga setempat dan diferensiasi media penyampaian (gambar + teks/digital)

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik Kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang kuat. Mereka lebih cepat menyerap informasi, memahami gagasan, dan terdorong untuk berekspresi ketika materi disajikan dengan dukungan gambar, warna, dan tampilan visual interaktif. Selain itu, peserta didik memiliki latar belakang khasanah budaya keluarga yang beragam di lingkungan Wringin Anom, yang menjadi potensi besar sebagai sumber ide penulisan narasi.

Kebutuhan Belajar

  1. Kebutuhan Visual: Membutuhkan rangsangan media visual (gambar, diagram, tayangan Smart TV) untuk mempermudah penggalian ide cerita.
  2. Kebutuhan Ekspresi Diri: Membutuhkan wadah yang aman dan terstruktur untuk menceritakan keunikan identitas diri, hobi, serta tradisi kebiasaan dalam keluarga.
  3. Kebutuhan Struktur Menulis: Membutuhkan alur kerja menulis berbertahap (Process Writing Approach) dari perancangan hingga penyuntingan agar tulisan menjadi runtut.

Pengetahuan Awal Peserta Didik

Peserta didik telah mampu menyusun kalimat tunggal dan majemuk sederhana, memahami unsur dasar cerita (tokoh, latar, alur singkat), serta memiliki kemampuan dasar menggambar atau memilih visual yang relevan.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik mampu menulis naskah narasi pendek yang mengekspresikan jati diri anak, keunikan diri, hobi, atau keluarga dengan memperhatikan kebahasaan yang tepat, alur yang runtut, serta melengkapinya dengan visualisasi atau ilustrasi pendukung yang relevan.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan pengamatan media visual interaktif di Smart TV, peserta didik dapat mengidentifikasi gagasan utama dan alur cerita narasi tentang jati diri serta keunikan keluarga dengan tepat.
  2. Melalui penerapan tahapan Process Writing Approach (pramenulis, draf, revisi, menyunting), peserta didik mampu menyusun satu naskah cerita pendek naratif tentang keunikan diri, hobi, atau tradisi keluarga sebanyak minimal 3 paragraf secara runtut dan sesuai kaidah ejaan.
  3. Melalui pemanfaatan media gambar (manual atau digital), peserta didik dapat merancang dan melengkapi cerita pendek buatan mereka dengan ilustrasi visual yang konsisten dan memperkuat makna cerita.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Setiap individu dan keluarga memiliki keunikan, identitas, serta khasanah nilai budaya yang istimewa. Menulis cerita narasi yang dilengkapi ilustrasi visual bukan sekadar tugas bahasa, melainkan sarana reflektif untuk menghargai jati diri sendiri, mengenalkan akar budaya keluarga, serta menyampaikan gagasan secara kreatif dan komunikatif kepada orang lain.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa hal yang paling unik atau menarik dari dirimu, hobimu, atau kebiasaan di keluargamu yang tidak dimiliki orang lain?
  2. Bagaimana cara kamu menceritakan keunikan tersebut dalam bentuk tulisan agar teman-temanmu merasa tertarik dan ikut membayangkannya?
  3. Mengapa sebuah cerita narasi terasa lebih hidup dan berkesan ketika kita menambahkan gambar atau ilustrasi di dalamnya?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Mandiri: Bertanggung jawab atas proses kreatif menulis dan menyelesaikan draf cerita dari awal hingga akhir.
  2. Kreatif: Menghasilkan gagasan narasi orisinal dan menuangkannya ke dalam bentuk kombinasi teks serta ilustrasi visual.
  3. Berkebinekaan Global: Menghargai dan mengekspresikan identitas serta keragaman budaya keluarga lokal di Wringin Anom.

Kompetensi Deep Learning

  1. Berpikir Kritis (Critical Thinking): Menganalisis alur cerita dan memilih ejaan serta struktur kalimat yang paling tepat saat tahap penyuntingan.
  2. Komunikasi (Communication): Menyampaikan narasi jati diri secara tertulis dan visual secara jelas, santun, dan menarik.
  3. Kreativitas (Creativity): Mengembangkan gagasan visualisasi gambar yang selaras dengan isi teks narasi.

MATERI PEMBELAJARAN

Teks Narasi Ekspresif Jati Diri

Teks narasi adalah teks yang menceritakan urutan peristiwa atau pengalaman. Dalam konteks ekspresi jati diri, cerita berfokus pada:

  1. Keunikan Diri: Ciri fisik positif, bakat istimewa, karakter khusus, atau cita-cita.
  2. Hobi dan Aktivitas Favorit: Pengalaman berkesan saat melakukan hobi.
  3. Tradisi Kebudayaan Keluarga: Kebiasaan unik keluarga, makanan khas keluarga, atau kegiatan bersama di rumah/desa Wringin Anom.

Struktur Teks Narasi

  1. Orientasi (Pengenalan): Memperkenalkan tokoh, waktu, tempat, dan keunikan yang akan diceritakan.
  2. Komplikasi/Rangkaian Peristiwa: Menceritakan urutan kejadian, pengalaman menarik, atau tantangan yang dihadapi.
  3. Reorientasi (Penutup): Kesimpulan, perasaan tokoh, atau pesan moral tentang rasa bangga terhadap diri/keluarga.

Tahapan Process Writing Approach

  1. Pramenulis (Pre-writing): Menentukan topik, membuat peta pikiran (mind map) visual.
  2. Pembuatan Draf (Drafting): Mengembangkan peta pikiran menjadi paragraf utuh tanpa mengkhawatirkan kesalahan ejaan terlebih dahulu.
  3. Perbaikan dan Menyunting (Revising & Editing): Memeriksa kesesuaian alur, tanda baca, dan ejaan bersama teman serawat (peer-editing).
  4. Publikasi dan Visualisasi (Publishing): Menuliskan kembali versi akhir yang rapi dan menambahkan ilustrasi gambar pendukung.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Process Writing Approach (Pendekatan Proses Menulis) yang terdiri dari lima tahap terstruktur: Pre-writing, Drafting, Revising, Editing, dan Publishing.

Pendekatan Pembelajaran

  1. Deep Learning (Pembelajaran Mendalam):
    • Mindful Learning: Peserta didik menyadari penuh identitas dan perasaan mereka saat memilih topik.
    • Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan pembelajaran dengan konteks nyata kehidupan keluarga.
    • Joyful Learning: Peserta didik menikmati proses mengekspresikan tulisan melalui visualisasi gambar yang sesuai minat.
  1. Student-Centered Learning: Peserta didik menjadi pusat eksplorasi, guru berperan sebagai fasilitator dan motivator.

ASESMEN

Asesmen Awal (Diagnostik)

  1. Non-Kognitif: Menanyakan tingkat kenyamanan dan kesukaan peserta didik dalam menggambar dan menulis.
  2. Kognitif: Meminta peserta didik menyebutkan 3 kata sifat yang menggambarkan keunikan diri/keluarganya dalam lembar singkat.

Asesmen Formatif (Proses)

  1. Lembar Observasi Keterlibatan dan Diskusi saat membuat Peta Pikiran.
  2. Penilaian Antarteman (Peer-Editing Checklist) saat memeriksa draf tulisan rekan.

Asesmen Sumatif (Produk)

Penilaian Produk Akhir Cerita Pendek Bergambar tentang Keunikan Diri/Keluarga menggunakan Rubrik Penilaian Analitis.

RUBRIK PENILAIAN

Aspek yang DinilaiSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Isi dan Kedalaman Refleksi Jati DiriCerita sangat detail menceritakan keunikan diri/hobi/keluarga, menunjukkan rasa bangga dan memuat unsur budaya lokal secara jelas.Cerita menceritakan keunikan diri/keluarga dengan jelas, namun unsur budaya lokal kurang tergambar detail.Cerita menceritakan diri/hobi secara umum, kurang menunjukkan sisi keunikan yang mendalam.Cerita sangat singkat, belum menunjukkan keunikan diri atau keluarga secara jelas.
Struktur Teks NarasiMemiliki struktur narasi yang lengkap (orientasi, rangkaian peristiwa, penutup) dengan alur yang sangat runtut.Memiliki struktur narasi lengkap, namun transisi antarparagraf sedikit kurang halus.Hanya memiliki 2 bagian struktur narasi, alur cerita agak melompat-lompat.Struktur cerita tidak berurutan dan sulit memahami alur peristiwa.
Kebahasaan dan Ejaan (PUEBI)Penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan kata hubung sangat tepat tanpa kesalahan ejaan.Terdapat 1-3 kesalahan kecil dalam penggunaan huruf kapital atau tanda baca.Terdapat 4-6 kesalahan ejaan dan tanda baca yang sedikit mengganggu keterbacaan.Terdapat lebih dari 6 kesalahan ejaan dan tanda baca sehingga mengganggu pemahaman teks.
Kualitas dan Kesesuaian IlustrasiGambar sangat rapi, menarik, berwarna, dan sangat sesuai menggambarkan adegan dalam teks cerita.Gambar sesuai dengan cerita, cukup rapi, dan diberi warna sederhana.Gambar kurang sesuai dengan isi cerita atau belum diselesaikan dengan rapi.Gambar tidak sesuai dengan isi cerita atau tidak membuat ilustrasi.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 menit)

  1. Pengkondisian Kelas: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kerapian dan kehadiran, serta memimpin doa bersama.
  2. Apersepsi Visual: Guru menayangkan slide di Smart TV berisi gambar-gambar ilustrasi keunikan budaya lokal Wringin Anom dan berbagai hobi anak-anak.
  3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik mengenai keunikan diri dan keluarga peserta didik.
  4. Penyampaian Tujuan: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, tahapan kegiatan menulis, serta pentingnya mengekspresikan diri secara positif.

Kegiatan Inti (75 menit)

Tahap 1: Pre-writing / Pramenulis (15 menit)

  1. Guru membagikan lembar peta pikiran (mind map) visual kepada setiap peserta didik.
  2. Peserta didik secara mandiri mencatat topik yang dipilih (keunikan diri, hobi, atau tradisi keluarga).
  3. Guru mendampingi peserta didik yang membutuhkan bantuan dalam menentukan ide utama (Diferensiasi Proses).
  4. Peserta didik membuat sketsa kata kunci dan ide gambar visual yang akan mereka gunakan.

Tahap 2: Drafting / Pembuatan Draf (20 menit)

  1. Peserta didik mulai menuliskan draf kasar cerita pendek berdasarkan peta pikiran yang telah dibuat di LKPD.
  2. Guru memotivasi peserta didik untuk fokus membuahkan ide cerita minimum 3 paragraf tanpa perlu cemas terhadap kesalahan ejaan terlebih dahulu (Joyful & Mindful Learning).
  3. Peserta didik memanfaatkan contoh kosakata unik atau istilah lokal keluarga yang difasilitasi guru pada layar Smart TV.

Tahap 3: Revising & Editing / Revisi dan Penyuntingan (15 menit)

  1. Peserta didik berpasangan dengan teman sebangku untuk melakukan penyuntingan antarteman (peer-editing).
  2. Menggunakan daftar periksa (checklist) ejaan, peserta didik saling membaca cerita teman dan memberikan masukan santun terkait huruf kapital, tanda baca, dan kerapian.
  3. Guru berkeliling memberikan masukan konstruktif dan bimbingan khusus pada kelompok yang membutuhkan.

Tahap 4: Publishing & Visualizing / Finalisasi dan Ilustrasi (25 menit)

  1. Peserta didik menuliskan kembali naskah cerita yang telah disunting ke dalam lembar akhir yang rapi.
  2. Peserta didik menggambarkan ilustrasi visual pendukung cerita pada kotak gambar yang disediakan di LKPD (secara manual menggunakan alat warna atau bentuk grafis digital).
  3. Beberapa perwakilan peserta didik maju di depan kelas untuk mengomunikasikan karya cerita pendek bergambarnya di layar Smart TV / depan teman-temannya.

Kegiatan Penutup (15 menit)

  1. Ulasan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik menyimpulkan langkah-langkah menyusun cerita narasi yang baik.
  2. Refleksi Bersama: Peserta didik mengungkapkan perasaan mereka selama proses menulis dan menggambar.
  3. Apresiasi: Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan kreativitas seluruh peserta didik.
  4. Tindak Lanjut dan Doa Penutup: Guru menyampaikan rencana kegiatan pada pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa bersama.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)

Peserta didik diajak untuk mengheningkan cipta sejenak sebelum menulis, menyadari keunikan potensi diri mereka, dan merasakan kebanggaan atas latar belakang keluarga masing-masing tanpa rasa malu.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Tugas menulis bukan sekadar pemenuhan nilai Bahasa Indonesia, melainkan pembuatan dokumen kenangan personal yang menghubungkan kebiasaan rumah di Wringin Anom dengan keterampilan berbahasa tertulis.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Penggabungan aktivitas menulis dengan seni menggambar ilustrasi visual memberikan suasana belajar yang tidak meletihkan, memfasilitasi ekspresi emosi, serta membangun rasa percaya diri peserta didik visual.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten / Media

  1. Peserta didik dengan kemampuan menulis tinggi diberikan referensi kosakata emosi dan istilah budaya lokal yang lebih kaya melalui tampilan Smart TV.
  2. Peserta didik yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat rintisan (sentence starters) untuk membantu memulai paragraf.

Diferensiasi Proses

  1. Kelompok Mandiri: Bekerja secara independen dari draf hingga penyuntingan.
  2. Kelompok Terbimbing: Diberikan instruksi bertahap per paragraf dengan scaffolding langsung dari guru.

Diferensiasi Produk

  1. Peserta didik visual-artistik dapat menekankan kekayaan detail pada ilustrasi gambar pendukung cerita.
  2. Peserta didik yang lebih menyukai tampilan digital diperbolehkan menggunakan media penyusun grafis sederhana jika perangkat laptop/tablet tersedia.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan slide presentasi interaktif, contoh-contoh narasi visual, serta menampilkan karya peserta didik saat sesi berbagi di depan kelas.
  2. Laptop Guru & Koneksi Internet: Digunakan untuk mengakses sumber inspirasi gambar kebudayaan lokal Wringin Anom, memutar instrumen musik latar yang tenang saat sesi menulis, serta menyimpan dokumen hasil karya peserta didik.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Tampilan slide presentasi interaktif di Smart TV.
  2. Lembar kerja Peta Pikiran dan Draf Cerita.
  3. Sampel papan cerita (storyboard) narasi bergambar.
  4. Alat mewarnai (pensil warna, krayon, spidol).

Sumber Belajar

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Lingkungan sosial dan khasanah budaya keluarga di Wringin Anom.
  3. Modul Bahan Ajar Digital Menulis Narasi Sekolah Dasar.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

ParameterKeterangan
Nama Peserta Didik
Kelas / No. AbsenKelas V /
Tanggal

Judul Aktivitas

Menyusun Cerita Pendek Narasi Jati Diri Bergambar

Petunjuk Kerja

  1. Pilihlah satu topik yang paling kamu sukai: Keunikan Diri, Hobi Favorit, atau Kebiasaan Unik Keluarga.
  2. Lengkapilah Peta Pikiran (Mind Map) pada Bagian A untuk mengumpulkan ide.
  3. Tuliskan draf ceritamu pada Bagian B (minimal 3 paragraf).
  4. Tukarkan lembar kerjamu dengan teman sebangku untuk diperiksa ejaannya.
  5. Salin tulisan rapi pada Bagian C dan gambarkan ilustrasi yang sesuai dengan isi ceritamu!

Bagian A: Peta Pikiran Ide Cerita

  • Topik Utama:
  • Tokoh Utama dan Sifatnya:
  • Latar Tempat & Waktu:
  • Peristiwa Penting / Keunikan:
  • Perasaan Akhir / Pesan:

Bagian B: Draf Kasar Cerita Narasi

Paragraf 1 (Pengenalan / Orientasi):

Paragraf 2 (Pengalaman / Keunikan Utama):

Paragraf 3 (Penutup / Reorientasi):

Bagian C: Karya Akhir Cerita Narasi dan Ilustrasi Visual

Judul Cerita:

Kotak Ilustrasi Gambar Visual:

Teks Cerita Akhir:

REMEDIAL

Program Bimbingan Remedial

Diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mampu mencapai indikator ketuntasan menulis 3 paragraf narasi atau mengalami kesulitan struktur kalimat.

Langkah Kegiatan Remedial

  1. Pendampingan Individu: Guru memberikan instruksi ulang dengan teknik pembimbingan intensif satu per satu (one-on-one).
  2. Penggunaan Sentence Starters (Pemicu Kalimat): Peserta didik diberikan lembar bantu berisi awal kalimat yang tinggal dilanjutkan. Contoh: "Namaku adalah..., aku memiliki keunikan yaitu... Setiap hari libur, keluargaku memiliki kebiasaan... Aku merasa sangat bahagia karena..."
  3. Penyederhanaan Target: Peserta didik diminta menuliskan 1-2 paragraf pendek dengan 1 gambar ilustrasi sederhana.

PENGAYAAN

Program Pengayaan

Diperuntukkan bagi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan penulisan dengan sangat cepat dan memiliki kemampuan berbahasa di atas rata-rata.

Langkah Kegiatan Pengayaan

  1. Mengembangkan Karya Menjadi Komik Pendek: Peserta didik mengubah cerita narasi yang telah dibuat menjadi format komik 4 panel berdialog (menggunakan balon kata).
  2. Peran Mentor Sebaya: Peserta didik membantu teman sejawat pada tahap penyuntingan ejaan dan memberikan masukan ide ilustrasi visual secara santun.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi / Catatan Guru
1Apakah seluruh peserta didik mampu mengikuti tahapan Process Writing Approach dengan baik?Seluruh peserta didik mengikuti tahapan dengan antusias, terutama saat membuat peta pikiran dan menggambar.
2Bagaimana efektivitas penggunaan media Smart TV dalam memicu ide visual peserta didik?Tayangan contoh visual di Smart TV sangat membantu peserta didik yang bertipe visual dalam menemukan ide cerita.
3Apakah pembagian alokasi waktu 3 x 35 menit cukup untuk menyelesaikan draf hingga ilustrasi?Waktu cukup, namun sesi menggambar memerlukan batasan waktu yang tegas agar tidak menyita waktu penyuntingan.
4Berapa persen peserta didik yang telah mencapai kriteria sangat baik dalam penulisan ejaan yang tepat?Sekitar 80% peserta didik sudah tepat menggunakan huruf kapital dan tanda titik, 20% masih perlu pendampingan remedial.
5Langkah perbaikan apa yang akan diterapkan pada pertemuan berikutnya untuk meningkatkan kualitas narasi?Memberikan contoh variasi kata hubung yang lebih beragam pada tayangan media visual awal.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Pertanyaan Refleksi Peserta DidikJawabanku (Isi sesuai perasaanmu)
Bagian mana dari kegiatan menulis cerita hari ini yang paling kamu sukai?
Apakah kamu merasa bangga dengan keunikan diri atau keluarga yang kamu tuliskan? Mengapa?
Apa kesulitan terbanyak yang kamu alami saat menyusun kalimat atau menggambar ilustrasi?
Apa yang akan kamu lakukan agar tulisan dan gambarmu menjadi lebih bagus lagi di masa depan?

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  1. Pendekatan Process Writing dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar: Panduan Praktis Guru.
  2. Penerapan Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful) dalam Mengembangkan Literasi Menulis Kreatif Anak.
  3. Penggunaan Media Visual Interaktif untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Narasi Peserta Didik Sekolah Dasar.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  1. Contoh Teks Narasi Pendek: "Aku dan Sepeda Otut Bapakku", "Kebiasaan Unik Keluargaku di Wringin Anom".
  2. Panduan Praktis Penggunaan Tanda Baca dan Huruf Kapital untuk Kelas V.
  3. Buku Cerita Anak Bergambar tentang Keanekaragaman Kebudayaan Nusantara.

GLOSARIUM

  1. Process Writing Approach: Pendekatan pembelajaran menulis yang berfokus pada tahapan proses penyusunan teks (pramenulis, draf, revisi, menyunting, dan publikasi) bukan hanya pada hasil akhir semata.
  2. Narasi Ekspresif: Teks cerita yang bertujuan mengungkapkan perasaan, gagasan, pengalaman pribadi, dan identitas diri penulis.
  3. Mind Map (Peta Pikiran): Diagram visual yang digunakan untuk merepresentasikan kata, ide, atau tugas yang dihubungkan secara teratur di sekitar ide utama.
  4. Peer-Editing: Kegiatan saling memeriksa, mengoreksi, dan memberikan masukan konstruktif atas draf tulisan yang dibuat oleh rekan sejawat.
  5. Ilustrasi Visual: Gambar, lukisan, atau sketsa yang berfungsi memperjelas, memperkuat, dan menghidupkan pesan atau isi cerita tertulis.
  6. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, kesadaran diri (mindful), keterkaitannya dengan kehidupan nyata (meaningful), dan suasana belajar yang menyenangkan (joyful).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2021). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Indriani, R., & Setiawan, A. (2023). Model Process Writing Approach dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Narasi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8(2), 112-124.
  3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembelajaran.
  4. Rahmawati, S. (2024). Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Deep Learning dan Media Visual di Fase C. Surabaya: Pustaka Cendekia.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap dan Keterampilan Menulis

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1 (Perlu Bimbingan)Kriteria Skor 2 (Cukup)Kriteria Skor 3 (Baik)Kriteria Skor 4 (Sangat Baik)Skor
1Kemandirian dan KeaktifanPeserta didik pasif, membutuhkan bantuan penuh dari guru pada setiap tahapan menulis.Peserta didik mencoba bekerja, namun sering berhenti dan menunggu instruksi ulang dari guru.Peserta didik aktif dan mandiri menjalankan tahapan menulis, sesekali bertanya jika ragu.Peserta didik sangat mandiri, aktif berinisiatif menyelesaikan tugas, serta membantu teman.
2Kerjasama dalam Peer-EditingPeserta didik menolak atau tidak mau memeriksa karya teman serta tidak menerima masukan.Peserta didik mau memeriksa karya teman tetapi tidak memberikan masukan ejaan yang berguna.Peserta didik memeriksa karya teman secara santun dan memberikan masukan ejaan yang sesuai.Peserta didik sangat cermat, santun, dan aktif mendiskusikan perbaikan teks bersama temannya.
3Ketepatan Alur NarasiIsi cerita tidak memiliki alur berurutan, tidak dapat dipahami alur peristiwanya.Isi cerita memiliki awal dan akhir tetapi bagian peristiwa di tengah tidak runtut.Isi cerita memiliki awal, peristiwa, dan penutup yang runtut serta mudah dipahami.Isi cerita disusun sangat runtut, transisi antarparagraf halus, dan memuat detail menarik.
4Visualisasi dan KerapianKarya akhir tidak dilengkapi gambar, tulisan tangan tidak rapi dan sulit dibaca.Karya dilengkapi gambar sederhana, tulisan kurang rapi namun masih dapat dibaca.Karya dilengkapi gambar yang sesuai, tulisan rapi dan mudah dibaca secara keseluruhan.Karya dilengkapi gambar yang sangat kreatif, berwarna rapi, serta tulisan sangat bersih dan indah.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130