IDENTITAS MODUL
| Satuan Pendidikan | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Membaca teks deskriptif-naratif tentang kehidupan anak Suku Bajo di Morowali dengan intonasi jelas. |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Membaca dan Memirsa |
| Model Pembelajaran | : | Reader's Theater (Teater Pembaca) / Membaca Nyaring |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning: Mindful, Meaningful, Joyful Learning) dan Culturally Responsive Teaching (CRT) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Kearifan Lokal: Suku Bajo di Morowali, Sulawesi Tengah & Diferensiasi Kecepatan serta Intonasi Baca |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki gaya belajar yang dominan visual. Mereka lebih cepat menangkap informasi ketika dibantu oleh media gambar, tayangan video, serta penandaan warna pada naskah bacaan. Namun, hasil pemetaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik belum memahami konsep dasar membaca nyaring secara tepat. Peserta didik cenderung membaca dengan intonasi datar, tanpa memperhatikan tanda jeda, serta artikulasi yang kurang teratur.
Di sisi lain, pemahaman peserta didik terhadap keberagaman budaya nusantara, khususnya kehidupan masyarakat pesisir seperti Suku Bajo di Morowali, masih minim. Oleh karena itu, pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui model Reader's Theater yang memadukan tayangan audio-visual untuk memfasilitasi karakter visual peserta didik sekaligus melatih kelancaran, intonasi, dan ekspresi membaca nyaring.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir fase C, peserta didik memiliki kemampuan membaca dengan lancar dan indah serta memahami informasi dari berbagai tipe teks deskriptif dan naratif. Peserta didik mampu membaca nyaring dengan lafal yang jelas, intonasi yang tepat, memperhatikan tanda baca, serta mampu mengekspresikan perasaan dan pesan yang terkandung dalam teks berlatar belakang kearifan lokal nusantara (Suku Bajo di Morowali).
TUJUAN PEMBELAJARAN
Dimensi Mindful Learning (Kesadaran Penuh)
- Peserta didik dapat menganalisis penggunaan tanda jeda (/) dan (//) serta perubahan intonasi pada naskah deskriptif-naratif secara cermat.
- Peserta didik dapat mengontrol artikulasi dan kecepatan membaca nyaring sesuai dengan karakter kalimat dalam teks.
Dimensi Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
- Peserta didik dapat menghubungkan kehidupan anak Suku Bajo di Morowali dengan pentingnya menjaga ekosistem laut dan nilai gotong royong melalui aktivitas membaca nyaring.
- Peserta didik dapat menyimpulkan isi naskah deskriptif-naratif berdasarkan pemahaman intonasi dan penekanan kata yang benar.
Dimensi Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
- Peserta didik dapat menampilkan pertunjukan Reader's Theater secara berkelompok dengan penuh percaya diri, intonasi yang tepat, dan ekspresi yang hidup.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Membaca bukan sekadar mengeja kata, melainkan menyampaikan jiwa dan pesan dari sebuah tulisan kepada pendengar. Dengan menguasai intonasi, jeda, dan artikulasi, kita dapat menghidupkan cerita dan merasakan kehidupan masyarakat lain, seperti anak-anak Suku Bajo di Morowali yang hidup berdampingan secara harmonis dengan lautan.
PERTANYAAN PEMANTIK
- Pernahkah kalian membayangkan bagaimana rasanya tinggal di rumah yang berdiri tepat di atas permukaan laut?
- Bagaimana cara kalian membaca sebuah cerita agar teman yang mendengarkan bisa merasa ikut berpetualang di dalam cerita tersebut?
- Mengapa suara kita harus naik atau turun saat membaca kalimat tanya atau kalimat seru?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Berkebinekaan Global: Mengenal, menghargai, dan menumbuhkan rasa empati terhadap kearifan lokal budaya Suku Bajo di Morowali, Sulawesi Tengah.
- Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok Reader's Theater untuk membagi peran dan melatih intonasi bersama.
- Bernalar Kritis: Menganalisis letak jeda dan penekanan kata yang sesuai agar makna bacaan tersampaikan secara tepat.
Kompetensi Deep Learning
- Character (Karakter): Menunjukkan ketelitian, keberanian tampil di depan umum, dan kepedulian budaya.
- Collaboration (Kolaborasi): Berkomunikasi dan berkoordinasi secara efektif dalam pertunjukan membaca bersama.
- Communication (Komunikasi): Mengoperasikan olah vokal, intonasi, lafal, dan gestur secara harmonis.
MATERI PEMBELAJARAN
Konsep Membaca Nyaring dan Pembacaan Naskah
- Lafal/Artikulasi: Kejelasan pengucapan huruf vokal dan konsonan.
- Intonasi: Tinggi rendahnya nada suara yang disesuaikan dengan jenis kalimat (deklaratif, interogatif, eksklamatif).
- Tempo dan Kecepatan: Pengaturan cepat lambatnya pembacaan naskah agar pendengar dapat menyerap informasi.
- Tanda Jeda:
- Tanda miring satu ( / ) : Berhenti sejenak (setara koma).
- Tanda miring dua ( // ) : Berhenti agak lama (setara titik/akhir kalimat).
Konteks Budaya: Anak Suku Bajo di Morowali
Suku Bajo di Morowali, Sulawesi Tengah, dikenal sebagai penjelajah laut yang tangguh. Anak-anak Suku Bajo sejak kecil sudah bersahabat dengan lautan. Mereka tinggal di rumah panggung di atas laut (ruma laut), pandai berenang tanpa alat bantu, serta memanfaatkan perahu perahu kalotok untuk beraktivitas sehari-hari.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Reader's Theater (Teater Pembaca): Model pembelajaran membaca di mana peserta didik membaca naskah cerita secara dramatis berpasangan atau berkelompok tanpa perlu menghafal teks atau menggunakan kostum rumit, berfokus penuh pada eksplorasi vokal, intonasi, dan ekspresi muka.
Pendekatan Pembelajaran
Deep Learning (Mindful Learning, Meaningful Learning, Joyful Learning) terintegrasi Culturally Responsive Teaching (CRT).
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
- Tes membaca singkat individu untuk memetakan kelancaran dan kecepatan baca peserta didik.
- Pengamatan minat visual peserta didik melalui gambar pendukung.
Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
- Lembar observasi diskusi kelompok saat menandai naskah (jeda dan intonasi).
- Penilaian antar teman saat latihan membaca nyaring.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
- Unjuk kerja penampilan Reader's Theater kelompok menggunakan rubrik penilaian membaca nyaring.
- Tes pemahaman isi teks deskriptif-naratif tertulis.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Kinerja Membaca Nyaring (Reader's Theater)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Intonasi dan Nada Suara | Datar, tidak ada perubahan nada, tidak merespons jenis kalimat. | Perubahan nada mulai terlihat namun sering tidak sesuai dengan jenis kalimat. | Intonasi tepat pada sebagian besar kalimat, menunjukkan dinamika yang baik. | Intonasi sangat tepat, bervariasi, dan dengan sempurna menggambarkan suasana teks. | |
| 2 | Lafal dan Artikulasi | Pengucapan banyak yang tidak jelas, kata-kata sering bergumam. | Pengucapan cukup jelas tetapi terdapat beberapa kesalahan artikulasi kata kunci. | Pengucapan jelas, sebagian besar kata diucapkan dengan artikulasi yang tepat. | Pengucapan sangat jelas, artikulasi setiap kata sempurna dan mudah dipahami. | |
| 3 | Kelancaran dan Kecepatan (Pacing) | Membaca sangat tersendat-sendat, terlalu cepat atau terlalu lambat. | Membaca dengan beberapa kali terhenti di luar tanda baca/jeda. | Membaca lancar, mematuhi sebagian besar tanda jeda (/) dan (//). | Membaca sangat lancar, penghentian jeda (/) dan (//) sangat natural dan pas. | |
| 4 | Ekspresi dan Gestur | Wajah tanpa ekspresi, pandangan tertutup naskah sepenuhnya. | Ekspresi wajah terbatas, sesekali melihat ke arah penonton/pendengar. | Ekspresi sesuai dengan isi teks, kontak mata dengan pendengar cukup baik. | Ekspresi wajah sangat hidup, gestur tubuh mendukung cerita, kontak mata maksimal. |
Rubrik Penilaian Pengetahuan (Isi Teks)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Pemahaman Makna Teks | Tidak dapat menjawab pertanyaan terkait isi teks Suku Bajo. | Menjawab 1-2 pertanyaan pemahaman teks dengan benar. | Menjawab 3-4 pertanyaan pemahaman teks dengan benar. | Menjawab seluruh pertanyaan pemahaman teks dengan sempurna dan mendetail. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
Pembiasaan dan Mindful Preparation (5 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengajak berdoa bersama.
- Guru memeriksa kesiapan belajar dan kerapian kelas.
- Guru mengajak peserta didik melakukan teknik bernapas "Olah Olah Suara dan Napas Pagi" (Mindful Breathing) selama 2 menit: Menarik napas dalam-dalam, menghembuskan perlahan sambil mengalirkan vokal "A-I-U-E-O" untuk mempersiapkan organ artikulasi.
Apersepsi dan Pengondisian Visual (5 Menit)
- Guru menayangkan video dokumenter singkat berdurasi 2 menit melalui Smart TV yang menampilkan keindahan laut Morowali dan aktivitas anak-anak Suku Bajo yang melompat jernih ke dalam air laut dari rumah panggung mereka.
- Guru mengajukan Pertanyaan Pemantik terkait tayangan visual tersebut:
- "Apa yang kalian lihat dari rumah-rumah anak Suku Bajo tersebut?"
- "Bagaimana kira-kira nada suara anak Suku Bajo ketika memanggil temannya dari atas perahu?"
Penyampaian Tujuan dan Motivasi (5 Menit)
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar membaca teks naratif tentang Suku Bajo di Morowali menggunakan intonasi yang jelas melalui teater membaca (Reader's Theater).
- Guru menjelaskan manfaat pembelajaran bahwa dengan membaca berintonasi, cerita menjadi seru dan pendengar dapat merasakan indahnya laut Morowali.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Pemodelan dan Eksplorasi Konsep (Mindful Learning - 15 Menit)
- Guru menampilkan naskah teks "Petualangan Laut Bintang di Morowali" di layar Smart TV.
- Guru memberikan contoh membaca nyaring secara langsung (modeling) dengan dua versi:
- Versi 1: Membaca datar tanpa intonasi dan tanpa menghiraukan jeda.
- Versi 2: Membaca dengan intonasi yang tepat, artikulasi jelas, serta memanfaatkan tanda jeda (/) dan (//).
- Guru meminta peserta didik membandingkan kedua cara membaca tersebut (Bernalar Kritis).
- Guru membimbing peserta didik memahami simbol penanda bacaan:
- Simbol miring satu ( / ) untuk berhenti sejenak mengambil napas pendek.
- Simbol miring dua ( // ) untuk berhenti sempurna di akhir kalimat.
- Warna Kuning pada teks untuk kata yang dibaca dengan penekanan/intonasi tinggi.
Tahap 2: Pengelompokan dan Penandaan Naskah (Meaningful Learning & CRT - 15 Menit)
- Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa. Pengelompokan didasarkan pada variasi tingkat kelancaran membaca (Diferensiasi).
- Setiap kelompok menerima naskah Reader's Theater yang menceritakan kehidupan anak Suku Bajo bernama Bintang di Morowali.
- Secara kolaboratif, peserta didik membaca naskah secara senyap terlebih dahulu, kemudian berdiskusi memberi tanda jeda (/) dan (//) serta menandai kata-kata berintonasi tinggi menggunakan stabilo/pensil warna pada LKPD masing-masing.
- Guru berkeliling memberikan bimbingan intensif pada kelompok yang memerlukan bantuan khusus.
Tahap 3: Latihan Terbimbing dan Olah Vokal Kelompok (20 Menit)
- Masing-masing kelompok membagi peran naskah (Narator, Bintang, Bapak Bintang, dan Amba).
- Peserta didik melakukan latihan membaca nyaring di dalam kelompoknya secara berulang.
- Teman sekelompok memberikan masukan saling silang terkait kejelasan lafal, kecepatan baca, dan variasi intonasi.
- Guru mendatangi setiap kelompok untuk memberikan umpan balik langsung (feedback) serta membenarkan intonasi dan artikulasi yang masih kurang tepat.
Tahap 4: Pertunjukan Reader's Theater (Joyful Learning - 25 Menit)
- Masing-masing kelompok maju ke depan kelas untuk menampilkan Reader's Theater membaca teks deskriptif-naratif Suku Bajo di Morowali tanpa perlu menghafal teks.
- Saat satu kelompok tampil di depan kelas, kelompok lain bertindak sebagai apresiator/penonton yang menyimak dengan saksama dan menilai menggunakan lembar apresiasi sederhana.
- Guru merekam penampilan setiap kelompok menggunakan kamera Smartphone/Laptop yang terhubung ke Smart TV untuk bahan evaluasi bersama.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
Evaluasi dan Konfirmasi (5 Menit)
- Guru bersama peserta didik memutar ulang potongan video penampilan kelompok secara acak dari Smart TV.
- Peserta didik bersama guru mengapresiasi kelebihan dan mendiskusikan area yang perlu ditingkatkan dari penampilan membaca nyaring tersebut.
Refleksi dan Menyimpulkan (5 Menit)
- Peserta didik membimbing kesimpulan pembelajaran tentang pentingnya intonasi, lafal, dan jeda saat membaca nyaring.
- Peserta didik melakukan refleksi singkat tentang nilai-nilai kehidupan anak Suku Bajo Morowali (keberanian, kecintaan pada alam laut).
Tindak Lanjut dan Penutup (5 Menit)
- Guru memberikan apresiasi atas keberanian dan kerja sama seluruh kelompok.
- Guru menyampaikan informasi materi pada pertemuan berikutnya.
- Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan salam penutup.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning
Peserta didik secara sadar melatih organ artikulasi (mulut, lidah, pernapasan) dan menyimak perbedaan intonasi suara secara peka. Mereka belajar mengontrol kapan harus menurunkan nada suara, menaikkan intonasi, serta berhenti mengambil napas.
Meaningful Learning
Peserta didik tidak sekadar membaca teks tanpa arti, melainkan menyelami nilai-nilai kearifan lokal Suku Bajo Morowali. Melalui penekanan kata deskriptif, peserta didik dapat mengimajinasikan kejernihan laut, keahlian menyelam anak Suku Bajo, serta pentingnya menjaga kelestarian laut Indonesia.
Joyful Learning
Suasana pembelajaran dikemas melalui teater membaca (Reader's Theater) yang minim tekanan menghafal, namun kaya eksplorasi ekspresi vokal kelompok. Penggunaan media Smart TV dan rekaman video membuat peserta didik merasa bangga melihat penampilan dirinya dan temannya.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Proses (Kecepatan dan Intonasi Baca)
- Kelompok Awal (Perlu Bimbingan): Diberikan naskah teks yang sudah dilengkapi tanda jeda (/) dan (//) secara eksplisit dari guru. Fokus latihan dititikberatkan pada kejelasan lafal dan pematuhan tanda jeda.
- Kelompok Mahir (Tantangan Lebih): Diberikan naskah polosan tanpa tanda jeda. Kelompok ini ditantang menganalisis dan menentukan sendiri letak jeda, dinamika intonasi, serta menambahkan gestur tubuh yang mendukung saat Reader's Theater.
Diferensiasi Konten
Menyediakan teks bacaan dengan ukuran font yang disesuaikan serta visualisasi warna kata kunci (highlighting) bagi peserta didik dengan gaya belajar visual atau hambatan mata terbatas.
Diferensiasi Produk
Peserta didik dapat memilih pembagian peran naskah Reader's Theater sesuai tingkat kepercayaandirian vokal mereka (misalnya menjadi Tokoh Utama dengan intonasi eksplosif atau Narator dengan kecepatan stabil).
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
- Smart TV: Digunakan untuk menampilkan video autentik kehidupan Suku Bajo di Morowali, menampilkan slide teks naskah berwarna, dan memutar ulang hasil rekaman penampilan siswa.
- Laptop & Internet: Digunakan guru untuk mengunduh media pemantik kearifan lokal Morowali dan mengelola instrumen penilaian digital.
- Smartphone/Kamera: Digunakan untuk merekam penampilan Reader's Theater siswa guna memberikan umpan balik visual secara audio-visual langsung.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
- Video Pembelajaran: Dokumenter Pendek Kehidupan Anak Suku Bajo Morowali, Sulawesi Tengah.
- Media Cetak: Naskah Reader's Theater "Petualangan Laut Bintang di Morowali" bercetak besar dengan penanda warna.
- Alat Penunjang: Stabilo/Spidol warna untuk menandai intonasi dan jeda naskah.
- Sumber Belajar Utama: Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Membaca Nyaring
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Anggota Kelompok | 1. ................................................. 2. ................................................. 3. ................................................. 4. ................................................. |
| Kelas / Fase | V (Lima) / Fase C |
| No. Absen | ................................................. |
| Tanggal | ................................................. |
Petunjuk Kerja LKPD
- Bacalah naskah cerita di bawah ini bersama anggota kelompokmu secara perlahan.
- Diskusikan dan berilah tanda miring satu ( / ) untuk berhenti sejenak dan tanda miring dua ( // ) untuk berhenti di akhir kalimat.
- Berilah lingkaran atau garis bawahi kata-kata yang harus dibaca dengan INTONASI TINGGI/TEGAS.
- Bagilah peran pembaca (Narator, Bintang, Bapak, Amba) di antara anggota kelompokmu!
- Latihlah pembacaan naskah secara berulang sebelum tampil di depan kelas!
Naskah Teks Deskriptif-Naratif:
"Bintang, Anak Laut Morowali"
Di pesisir Morowali Sulawesi Tengah rumah-rumah panggung berdiri megah di atas air laut yang jernih. Di sinilah tinggal Bintang seorang anak Suku Bajo yang sangat lincah. Setiap pagi Bintang menyapa lautan dengan senyuman hangat.
"Bapak, apakah hari ini kita akan melaut bersama?" tanya Bintang dengan suara penuh semangat.
Bapak tersenyum lalu mengelus kepala Bintang. "Tentu Bintang! Laut Morowali sudah menunggu kita. Ingat selalu jaga kelestarian terumbu karang kita ya!"
Bintang melompat ke atas perahu kalotok dengan lincah. Byur! Suara kepakan air terdengar saat Amba sahabat Bintang melompat ke dalam air laut yang bening bagaikan kaca. Mereka adalah anak-anak Suku Bajo yang tangguh pemelihara lautan Indonesia.
Tugas Pemahaman Teks (Jawablah Pertanyaan Di Bawah Ini!)
- Di manakah latar tempat terjadinya cerita di atas?
Jawab: ....................................................................................................
- Mengapa rumah-rumah Suku Bajo di Morowali dibangun di atas air?
Jawab: ....................................................................................................
- Tuliskan dua kata yang harus diucapkan dengan intonasi penuh semangat pada teks di atas!
Jawab: ....................................................................................................
REMEDIAL
Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan kelancaran dan intonasi membaca nyaring:
- Diberikan pendampingan individu (One-on-One) oleh guru.
- Menggunakan media kartu kalimat sederhana yang telah dilengkapi simbol jeda berwarna merah menyala.
- Peserta didik melatih membaca 2-3 kalimat deskriptif pendek secara berulang dengan menirukan ucapan guru secara langsung.
PENGAYAAN
Bagi peserta didik yang telah melampaui kriteria ketuntasan kelancaran dan intonasi membaca nyaring:
- Diberikan tugas mandiri membuat teks naratif pendek baru berlatar belakang tradisi lokal Suku Bajo lainnya (misalnya tradisi menembak ikan atau membuat perahu).
- Peserta didik secara mandiri membubuhi tanda jeda dan intonasi pada teks buatan sendiri, kemudian bertindak sebagai tutor sebaya untuk membantu kelompok lain.
REFLEKSI GURU
| No | Pernyataan Refleksi | Hasil Refleksi / Catatan Guru |
|---|---|---|
| 1 | Apakah penggunaan media video visual Suku Bajo Morowali berhasil meningkatkan ketertarikan peserta didik dalam membaca teks? | Seluruh peserta didik antusias melihat visualisasi rumah panggung dan laut jernih, mempermudah pemahaman konteks cerita. |
| 2 | Apakah penerapan model Reader's Theater efektif meningkatkan intonasi dan kelancaran membaca siswa? | Sangat efektif. Siswa merasa tidak terbebani karena tidak perlu menghafal dan fokus pada eksplorasi vokal secara berpasangan/kelompok. |
| 3 | Bagian mana dari langkah pembelajaran yang membutuhkan alokasi waktu lebih banyak? | Tahap penandaan naskah (jeda dan intonasi) serta latihan olah vokal kelompok membutuhkan pendampingan ekstra. |
| 4 | Apakah diferensiasi proses berdasarkan kelancaran baca berjalan dengan baik? | Berjalan baik. Kelompok awal terbimbing dengan naskah berpenanda, sedangkan kelompok mahir tertantang dengan naskah polos. |
| 5 | Apa rencana perbaikan untuk pembelajaran serupa pada masa mendatang? | Menyediakan microfon kecil untuk pertunjukan Reader's Theater agar vokal siswa lebih terdengar jelas saat dinilai. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
- Bagaimana perasaanmu setelah tampil membaca dalam Reader's Theater bersama kelompokmu hari ini?
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang anak Suku Bajo di Morowali?
- Apakah kamu sudah bisa membedakan kapan harus membaca dengan suara tinggi dan kapan harus berhenti sejenak?
| No | Pernyataan Refleksi Diri Siswa | Ya | Tidak |
|---|---|---|---|
| 1 | Saya tahu fungsi tanda jeda (/) dan (//) saat membaca nyaring. | Ya | Tidak |
| 2 | Saya bisa membaca kalimat tanya dan kalimat seru dengan intonasi yang tepat. | Ya | Tidak |
| 3 | Saya merasa percaya diri saat tampil membaca di depan teman-teman. | Ya | Tidak |
| 4 | Saya bisa bekerja sama dengan baik di dalam kelompok. | Ya | Tidak |
BAHAN BACAAN
Kehidupan dan Kearifan Lokal Suku Bajo di Morowali
Suku Bajo atau sering disebut sebagai "Nomad Laut" merupakan suku bangsa yang memiliki keterikatan sangat erat dengan lautan. Di kawasan Morowali, Sulawesi Tengah, masyarakat Suku Bajo mendirikan pemukiman di atas permukaan laut pesisir. Rumah-rumah mereka berbentuk panggung kayu bermaterial kayu besi atau kayu lokal yang tahan air asin.
Anak-anak Suku Bajo memiliki kemampuan alami bersahabat dengan samudra. Sejak usia amat dini, mereka telah mahir berenang dan menyelam di kedalaman laut tanpa bantuan alat pernapasan modern. Kehidupan mereka sangat bergantung pada kelestarian ekosistem laut. Oleh sebab itu, tradisi Suku Bajo mengajarkan prinsip tidak merusak terumbu karang dan hanya mengambil hasil laut secukupnya. Membaca cerita tentang Suku Bajo membantu kita memahami keanekaragaman budaya nusantara sekaligus pentingnya menjaga laut Indonesia.
GLOSARIUM
- Artikulasi: Kejelasan dalam pengucapan kata dan pelafalan bunyi bahasa.
- Intonasi: Ketepatan tinggi rendahnya nada pada pengucapan kalimat.
- Reader's Theater: Metode pembelajaran membaca nyaring di mana naskah dibacakan secara ekspresif oleh beberapa pembaca seperti sebuah pertunjukan teater tanpa hafalan naskah.
- Suku Bajo: Suku bangsa di Indonesia yang memiliki tradisi hidup di atas laut atau daerah pesisir pantai.
- Morowali: Salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah yang kaya akan keindahan pesisir dan budaya bahari.
- Perahu Kalotok: Perahu kayu tradisional bermesin yang biasa digunakan masyarakat pesisir Sulawesi untuk transportasi laut.
- Tanda Jeda: Penanda visual (berupa garis miring) yang digunakan pada naskah bacaan untuk membantu pembaca mengetahui kapan harus berhenti sejenak atau berhenti lama.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Kurniati, E. (2021). Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring melalui Teknik Reader's Theater pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 112-120.
- Pusat Kurikulum dan Pembelajaran. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek.
- Rahmadani, S. (2020). Etnografi Masyarakat Bahari Suku Bajo Morowali Sulawesi Tengah. Palu: Edukasi Nusantara Press.
LAMPIRAN
Lembar Observasi & Rubrik Penilaian Kinerja Guru/Siswa
Lembar Penilaian Kinerja Membaca Nyaring Individu/Kelompok
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Intonasi dan Kebenaran Nada | Suara flat/datar total, tidak merespons tanda baca tanya atau seru sama sekali. | Nada suara bervariasi tetapi sering tidak tepat tempat pada struktur kalimat. | Intonasi tepat pada mayoritas kalimat narasi dan dialog tokoh. | Intonasi sangat variatif, sangat pas menggambarkan emosi dan karakter tokoh. | |
| 2 | Artikulasi dan Kejelasan Lafal | Pengucapan kata sangat buram, pembacaan sulit dimengerti pendengar. | Artikulasi cukup jelas pada kata pendek, namun buram pada kata panjang. | Artikulasi jelas, pengucapan kata-kata deskriptif dapat dipahami dengan baik. | Artikulasi sangat tajam, pengucapan vokal dan konsonan sempurna dan jelas. | |
| 3 | Penggunaan Tanda Jeda (Pacing) | Membaca tanpa mengindahkan jeda sama sekali atau berhenti di tempat sembarangan. | Mematuhi beberapa tanda jeda tetapi masih sering menerobos tanda titik/koma. | Mematuhi tanda jeda (/) dan (//) dengan konsisten pada naskah. | Pengaturan jeda sangat alami, memberikan tempo bacaan yang enak didengar. | |
| 4 | Keberanian dan Penampilan | Sangat pemalu, suara tidak terdengar, menutupi muka dengan naskah. | Mau membaca di depan kelas namun suara sangat pelan dan ragu-ragu. | Suara terdengar jelas di seluruh ruangan, penuh percaya diri. | Tampil sangat percaya diri, menggunakan ekspresi dan penjiwaan penuh panggung. |
Penilaian Pemahaman Teks Deskriptif (Pengetahuan)
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kelengkapan Jawaban LKPD | Jawaban salah semua atau tidak diisi sama sekali. | Menjawab 1 soal dengan benar dari total 3 soal pemahaman. | Menjawab 2 soal dengan benar dari total 3 soal pemahaman. | Menjawab seluruh 3 soal pemahaman dengan tepat dan mendetail. | |
| 2 | Ketepatan Analisis Tanda Jeda | Tidak membubuhi tanda jeda (/) dan (//) pada naskah LKPD. | Membubuhi tanda jeda pada naskah tetapi kurang dari 50% yang tepat. | Membubuhi tanda jeda pada naskah dengan tingkat ketepatan 50%-80%. | Membubuhi tanda jeda pada naskah dengan sangat tepat di seluruh bagian naskah. |