Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Membaca teks deskriptif-naratif tentang kehidupan anak Suku Bajo di Morowali dengan intonasi jelas.
Elemen Capaian Pembelajaran : Membaca dan Memirsa
Model Pembelajaran : Reader's Theater / Membaca Nyaring
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Culturally Responsive Teaching (CRT)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Kearifan Lokal: Suku Bajo di Morowali, Sulawesi Tengah; Diferensiasi: Intonasi dan Kecepatan Baca

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kesiapan dan Gaya Belajar Peserta Didik

  • Karakteristik Utama: Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki kecenderungan aktif secara visual. Mereka lebih mudah menyerap pesan dan membangun imajinasi jika pembelajaran disertai dengan tayangan visual yang kaya warna, gambar kontekstual, dan simulasi penokohan.
  • Tingkat Keterampilan Membaca: Sebagian peserta didik telah memiliki kelancaran teknis membaca kata demi kata, namun masih mengalami kendala dalam aspek pelafalan dengan intonasi ekspresif, pemenggalan jeda yang pas sesuai tanda baca (koma dan titik), serta variasi nada suara untuk menggambarkan suasana teks deskriptif-naratif.
  • Pemahaman Latar Belakang Budaya: Peserta didik membutuhkan pengenalan yang konkret mengenai keberagaman maritim Indonesia, khususnya kehidupan anak-anak Suku Bajo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang tinggal di perairan laut lepas.

Tantangan Pembelajaran

  • Mengubah kebiasaan membaca datar (monoton) menjadi membaca nyaring yang bernyawa dan berintonasi jelas sesuai penokohan.
  • Memastikan seluruh peserta didik dengan ragam kecepatan baca terfasilitasi tanpa ada yang merasa tertinggal atau merasa tidak tertantang.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan membaca nyaring teks deskriptif-naratif dengan lancar, intonasi yang tepat, artikulasi yang jelas, serta mampu memahami pesan tersurat maupun tersirat yang terkandung dalam teks bertema kearifan lokal Nusantara, khususnya kehidupan kebaharian anak-anak Suku Bajo di Morowali, Sulawesi Tengah.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan pemirsaan media visual Smart TV dan latihan teknik jeda, peserta didik mampu melatih kelancaran membaca nyaring teks deskriptif-naratif tentang kehidupan anak Suku Bajo Morowali dengan artikulasi dan intonasi yang tepat.
  2. Melalui metode Reader's Theater secara berpasangan/kelompok, peserta didik mampu mengekspresikan dinamika karakter dan suasana teks cerita Suku Bajo Morowali sesuai variasi kecepatan baca yang disesuaikan.
  3. Melalui diskusi bernalar kritis, peserta didik mampu menguraikan kembali kebiasaan, keunikan budaya, dan pesan moral dalam teks deskriptif-naratif Suku Bajo Morowali secara mendalam.

PEMAHAMAN BERMAKNA

  • Membaca nyaring bukan sebatas melafalkan abjad, melainkan media menyampaikan jiwanya cerita, ide, emosi, dan identitas kebudayaan kepada pendengar.
  • Mengenali kehidupan unik anak-anak Suku Bajo di Morowali memperluas wawasan kebaharian, memperkuat empati antarsuku, serta menanamkan rasa bangga terhadap keanekaragaman geografi Indonesia.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan jika rumah kalian berdiri tepat di atas permukaan laut biru dan sekolah harus ditempuh menggunakan perahu kayu kecil, bagaimana perasaan kalian?
  2. Mengapa saat kita membacakan cerita tentang laut Morowali yang bergelombang, suara kita tidak boleh terdengar datar?
  3. Bagaimana cara tanda baca koma dan titik membantu pembaca mengatur napas dan intonasi agar cerita terdengar hidup?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  • Berkebinekaan Global: Mengenal, menghargai, dan menaruh empati pada budaya bahari Suku Bajo di Morowali, Sulawesi Tengah.
  • Gotong Royong: Berkolaborasi aktif dalam kelompok Reader's Theater untuk menghasilkan pembacaan naskah yang harmonis.
  • Mandiri: Menunjukkan rasa percaya diri saat membaca nyaring di depan kelas dengan artikulasi dan intonasi yang tepat.

Kompetensi Deep Learning

  • Mindful Learning: Kesadaran penuh peserta didik terhadap tanda baca, ritme pernapasan, dan artikulasi saat membaca.
  • Meaningful Learning: Menghubungkan teks bacaan dengan pemahaman mendalam tentang nilai kebaharian dan perjuangan hidup Suku Bajo.
  • Joyful Learning: Pengalaman membaca yang menyenangkan melalui seni peran suara (Reader's Theater) tanpa tekanan menghafal naskah.

MATERI PEMBELAJARAN

Teks Deskriptif-Naratif

  • Judul: "Anak-Anak Laut Morowali: Kisah Dari Desa Kaleroang"
  • Isi Teks: Mengisahkan kehidupan harian anak Suku Bajo di wilayah pesisir Morowali yang mahir menyelam, mendayung lepa-lepa (perahu kecil), serta menjaga kelestarian terumbu karang.

Unsur Teknis Membaca Nyaring

  • Artikulasi: Kejelasan pengucapan fonem dan kata.
  • Intonasi: Naik turunnya nada suara sesuai suasana cerita (senang, cemas, kagum).
  • Jeda dan Tempo: Penggunaan simbol slash tunggal (/) untuk jeda singkat pada tanda koma dan slash ganda (//) untuk berhenti pada tanda titik.
  • Volume Suara: Penyesuaian jangkauan suara agar terdengar jelas oleh seluruh audiens.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  • Model Pembelajaran: Reader's Theater (Teater Pembaca) terintegrasi Membaca Nyaring.
  • Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT).

ASESMEN

Asesmen Formatif Awal (Diagnostik)

  • Mengamati kecepatan dan kelancaran membaca nyaring peserta didik pada 1 paragraf singkat saat kegiatan awal untuk menentukan pengelompokan peran dan tingkat intervensi.

Asesmen Formatif Proses

  • Lembar observasi keterlibatan dalam kelompok Reader's Theater.
  • Umpan balik sejawat (peer feedback) terkait ketepatan intonasi dan jeda.

Asesmen Sumatif

  • Penilaian kinerja pementasan Reader's Theater (Membaca Nyaring berintonasi).
  • Tes pemahaman isi teks deskriptif-naratif berbasis soal esai reflektif pada LKPD.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Keterampilan Membaca Nyaring (Reader's Theater)

Aspek yang DinilaiSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
Kelancaran dan Kecepatan BacaMembaca terbata-bata, sering berhenti di luar tanda baca, tempo terlalu lambat.Membaca cukup lancar, masih terdapat jeda keliru pada beberapa kata, tempo kurang stabil.Membaca lancar, tempo konsisten, sesuai dengan tingkat kecepatan yang ditargetkan.Membaca sangat lancar, tempo mengalir alami, sangat rapi mengatur kecepatan baca.
Intonasi dan Ekspresi SuaraNada suara sepenuhnya datar, tidak mencerminkan suasana cerita atau karakter.Intonasi mulai bervariasi namun belum konsisten, ekspresi suara masih canggung.Intonasi tepat sesuai suasana teks (senang/tegang), ekspresi suara terdengar jelas.Intonasi sangat kaya, mampu menjiwai emosi karakter Suku Bajo dengan ekspresif.
Artikulasi dan VolumePengucapan kata tidak jelas, volume suara sangat pelan sehingga tidak terdengar.Pengucapan cukup jelas, volume suara sesekali menurun di akhir kalimat.Pengucapan kata jelas, volume suara dapat didengar dengan baik oleh anggota kelompok.Artikulasi sangat jernih, volume memproyeksikan suara secara optimal ke seluruh ruangan.
Ketepatan Pemenggalan JedaMengabaikan semua tanda koma dan titik saat membaca.Memperhatikan tanda titik, namun sering menerobos tanda koma.Memperhatikan tanda koma dan titik dengan membuat jeda secara tepat.Sangat cermat dalam pemenggalan jeda koma (/) dan titik (//), memberikan penekanan makna.

Rubrik Pemahaman Isi Teks Deskriptif-Naratif

Aspek yang DinilaiSkor 1 (Perlu Bimbingan)Skor 2 (Cukup)Skor 3 (Baik)Skor 4 (Sangat Baik)
Pemahaman TersuratTidak mampu menjawab pertanyaan fakta dasar tentang Suku Bajo Morowali.Mampu menjawab sebagian kecil fakta dasar dari teks dengan bimbingan.Mampu menjawab seluruh pertanyaan fakta dasar teks dengan tepat.Mampu menjelaskan seluruh fakta dasar secara mendetail dan akurat.
Analisis Kebudayaan LokalTidak mampu mengenali keunikan budaya Suku Bajo dalam teks.Mampu menyebutkan satu keunikan budaya Suku Bajo Morowali.Mampu menguraikan keunikan budaya dan cara hidup Suku Bajo Morowali.Mampu mengkritisi dan menghubungkan keunikan Suku Bajo dengan kearifan kebaharian.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (15 Menit)

  • Pengondisian Kelas: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kesiapan, dan berdoa bersama.
  • Appersepsi Visual: Guru menayangkan gambar berukuran besar dan video singkat berdurasi 2 menit melalui Smart TV yang menampilkan anak-anak Suku Bajo di Morowali sedang berenang di air laut murni dan mendayung perahu kayu.
  • Apersepsi Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik tentang bagaimana cara membaca cerita visual tersebut agar keindahan laut Morowali terasa nyata bagi pendengar.
  • Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melatih membaca nyaring teks tentang Suku Bajo Morowali menggunakan metode Reader's Theater.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Orientasi Teks dan Visualisasi (Mindful Learning - 15 Menit)

  • Guru menampilkan teks cerita "Anak-Anak Laut Morowali: Kisah Dari Desa Kaleroang" di Smart TV.
  • Teks diberi kode warna dan tanda garis miring: warna biru untuk intonasi naik, warna hijau untuk intonasi lembut, tanda (/) untuk koma, dan tanda (//) untuk titik.
  • Guru memberikan pemodelan (modeling) membaca nyaring paragraf pertama dengan intonasi yang tepat, volume mantap, dan artikulasi jelas.
  • Peserta didik mengamati secara visual perubahan nada dan jeda yang dicontohkan guru.

Tahap 2: Pengelompokan dan Pembagian Peran (Meaningful Learning - 15 Menit)

  • Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok Reader's Theater (masing-masing beranggotakan 4-5 anak) berdasarkan pemetaan tingkat kecepatan baca.
  • Setiap kelompok menerima naskah Reader's Theater yang memuat peran: Narator 1, Narator 2, Tokoh Kadir (anak Suku Bajo Morowali), Tokoh Maya (sahabat Kadir), dan Tokoh Pak Baco (tetua adat).
  • Kelompok mendiskusikan pesan cerita dan membayangkan karakter tokoh yang tinggal di perairan Morowali.

Tahap 3: Latihan Membaca Terbimbing dan Diferensiasi (30 Menit)

  • Peserta didik melakukan latihan membaca nyaring berulang dalam kelompok (repeated reading).
  • Guru melakukan scaffolding berkeliling kelompok:
  • Kelompok Dasar: Diberikan latihan khusus membaca kalimat pendek dengan penekanan ketat pada simbol jeda (/) dan (//).
  • Kelompok Menengah: Dilatih mengatur tempo kecepatan membaca agar tidak terlalu cepat saat mendeskripsikan panorama laut Morowali.
  • Kelompok Mahir: Dilatih menambahkan variasi ekspresi vokal dan emosi tokoh saat berdialog.
  • Peserta didik memanfaatkan visualisasi gambar pendukung di Smart TV untuk menyesuaikan dinamika nada suara dengan suasana visual (misalnya saat badai kecil atau saat memandangi terumbu karang).

Tahap 4: Pementasan Reader's Theater (Joyful Learning - 15 Menit)

  • Setiap kelompok secara bergantian tampil di depan kelas membacakan naskah Reader's Theater di bawah sorotan layar Smart TV yang menampilkan gambar latar perairan Morowali.
  • Peserta didik tidak perlu menghafal, melainkan fokus membaca naskah secara ekspresif dengan intonasi jelas dan memproyeksikan suara ke arah teman-teman kelas.
  • Kelompok penonton memberikan apresiasi dan umpan balik singkat mengenai kejelasan artikulasi serta intonasi membaca.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  • Menyimpulkan Pembelajaran: Guru bersama peserta didik merangkum poin penting mengenai teknik membaca nyaring (artikulasi, intonasi, jeda) serta nilai kehidupan Suku Bajo Morowali.
  • Refleksi Singkat: Peserta didik mengisi lembar refleksi diri visual.
  • Tindak Lanjut dan Penutup: Guru memberikan pesan moral tentang pentingnya menjaga kelestarian laut Indonesia, berdoa, dan menutup pelajaran.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

  • Mindful Learning: Peserta didik secara sadar memperhatikan ritme pernapasan, pemenggalan jeda pada tanda baca, dan kontrol artikulasi bibir serta lidah saat melafalkan setiap kata dalam naskah.
  • Meaningful Learning: Pembelajaran menghubungkan keterampilan membaca nyaring dengan pemahaman nyata tentang kehidupan bahari Suku Bajo di Morowali, sehingga membaca menjadi aktivitas yang bernilai budaya dan menumbuhkan empati sosio-kultural.
  • Joyful Learning: Penerapan metode Reader's Theater menghilangkan rasa takut salah dalam membaca. Format seni membaca berkelompok menciptakan suasana panggung pertunjukan vokal yang menyenangkan dan merayakan keberagaman kemampuan.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Proses

  • Kelompok Kecepatan Rendah (Tingkat Dasar): Guru mendampingi secara langsung, naskah dilengkapi garis pandu jeda warna cerah, tempo membaca diperlambat agar fokus pada artikulasi kata.
  • Kelompok Kecepatan Sedang (Tingkat Menengah): Pembelajaran mandiri terstruktur dengan fokus pada variasi intonasi kalimat deklaratif, interogatif, dan eksklamatif.
  • Kelompok Kecepatan Tinggi (Tingkat Mahir): Ditantang untuk mengatur tempo kecepatan baca secara dinamis (cepat-lambat) guna membangun ketegangan cerita saat pementasan.

Diferensiasi Produk (Keluaran Pembacaan)

  • Peserta didik tingkat dasar ditargetkan menguasai kelancaran pembacaan narasi dengan jeda tepat.
  • Peserta didik tingkat mahir ditargetkan menguasai penokohan karakter penuh emosi dan variasi intonasi yang kompleks.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  • Smart TV: Menayangkan slide teks interaktif berpenanda visual (kode warna intonasi), dokumenter visual Suku Bajo Morowali, dan gambar latar (digital backdrop) saat pementasan.
  • Laptop: Digunakan guru untuk memutar instrumen audio efek suara gelombang laut Morowali guna memperkuat atmosfer pembacaan teks deskriptif-naratif.
  • Internet: Memfasilitasi akses materi visual otentik mengenai lingkungan tempat tinggal floating village di Morowali, Sulawesi Tengah.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

  • Media:
  • Smart TV dan Laptop.
  • Teks Skrip Reader's Theater "Anak-Anak Laut Morowali: Kisah Dari Desa Kaleroang" bertanda baca khusus.
  • Kartu Tanda Jeda (Simbol / dan //).
  • Audio Efek Suara Alam Pesisir Laut Morowali.
  • Sumber Belajar:
  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V: Bergerak Bersama. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  • Dokumentasi Kebudayaan dan Kearifan Lokal Suku Bajo Morowali, Sulawesi Tengah.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik....................................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
No. Absen....................................................................
Tanggal....................................................................

Aktivitas 1: Latihan Tanda Jeda Reader's Theater

Beri tanda slash tunggal (/) untuk berhenti sejenak (koma) dan tanda slash ganda (//) untuk berhenti akhir (titik) pada paragraf naskah di bawah ini!

Kadir melompat dari perahu kayu kecilnya ke dalam air laut Morowali yang jernih bagai kaca. Di bawah sana, terumbu karang warna-warni melambai-lambai disapa ikan-ikan kecil. Kadir tersenyum bahagia karena laut adalah rumah utamanya.

Aktivitas 2: Pemahaman Isi Teks Deskriptif-Naratif

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat berdasarkan teks yang telah dibaca!

  1. Di manakah latar tempat terjadinya cerita dalam teks deskriptif-naratif yang kalian baca?

Jawab: ...................................................................................................................................

  1. Sebutkan dua keahlian khusus anak-anak Suku Bajo di Morowali yang dijelaskan dalam teks!

Jawab: ...................................................................................................................................

  1. Mengapa intonasi membaca kita harus berubah menjadi lebih tinggi atau bersemangat saat membacakan bagian cerita yang menggambarkan ketakjuban tokoh terhadap keindahan laut Morowali?

Jawab: ...................................................................................................................................

  1. Tuliskan pesan moral yang dapat kamu petik dari kehidupan anak Suku Bajo di Morowali!

Jawab: ...................................................................................................................................

REMEDIAL

  • Sasaran: Peserta didik yang belum mencapai kriteria kelancaran membaca dan pemenggalan jeda pada tanda baca.
  • Bentuk Kegiatan:
    1. Bimbingan individu (one-on-one) menggunakan teknik Choral Reading (membaca bersama-sama dengan guru).
    2. Latihan membaca teks pendek Suku Bajo Morowali bertata garis jeda tebal secara berulang sampai artikulasi menjadi jelas.

PENGAYAAN

  • Sasaran: Peserta didik yang telah mencapai ketuntasan membaca nyaring dengan intonasi sangat baik.
  • Bentuk Kegiatan:
    1. Menjadi Director (Sutradara Vokal) yang bertugas membantu memberi umpan balik intonasi teman sebaya.
    2. Menyusun teks deskriptif singkat buatan sendiri tentang keindahan lingkungan pesisir Morowali untuk kemudian dibacakan di depan kelas secara mandiri.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi / Catatan Guru
:--- 1Apakah penggunaan metode Reader's Theater efektif meningkatkan ketepatan intonasi dan kelancaran membaca peserta didik?Seluruh kelompok menunjukkan peningkatan antusiasme dan kejelasan intonasi dibandingkan metode membaca konvensional.
2Bagaimana keterlibatan peserta didik yang aktif secara visual terhadap penayangan media Smart TV dalam proses belajar?Tayangan visual pulau dan rumah terapung Morowali sangat membantu peserta didik membayangkan suasana dan menyesuaikan intonasi baca.
3Apakah diferensiasi kecepatan baca dan intonasi dapat berjalan seimbang di seluruh kelompok?Pembagian peran yang disesuaikan tingkat kemampuan membuat setiap peserta didik percaya diri tanpa merasa terbebani.
4Langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk pembelajaran membaca nyaring pada pertemuan berikutnya?Perlu penambahan waktu latihan teknik pernapasan perut agar kestabilan volume suara peserta didik tetap terjaga dari awal hingga akhir teks.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan Refleksi Peserta DidikJawaban Diri (Sudah Bisa / Masih Belajar)
1Saya sudah dapat membedakan kapan harus berhenti sebentar (koma) dan berhenti lama (titik) saat membaca nyaring.....................................................................
2Saya dapat mengubah nada suara saya menjadi tinggi, rendah, atau bersemangat sesuai suasana cerita Suku Bajo Morowali.....................................................................
3Saya merasa percaya diri saat tampil membacakan naskah Reader's Theater bersama teman kelompok saya.....................................................................
4Saya paham bagaimana cara anak-anak Suku Bajo di Morowali hidup harmonis dengan alam laut Indonesia.....................................................................

BAHAN BACAAN

Teks Cerita untuk Peserta Didik

Anak-Anak Laut Morowali: Kisah Dari Desa Kaleroang

Matahari pagi baru saja terbit di Ujung Pesisir Morowali, Sulawesi Tengah. Sinar keemasannya memantul indah di atas permukaan air laut yang tenang. Dari atas rumah panggung kayu yang berdiri gugur di atas laut, Kadir sudah bersiap-siap. Kadir adalah seorang anak Suku Bajo berusia sepuluh tahun. Bagi Kadir dan teman-temannya, laut bukanlah tempat yang asing. Laut adalah halaman bermain sekaligus rumah bagi mereka.

Kadir melompat ke atas lepa-lepa, sebuah perahu kayu kecil buatan ayahnya. Dengan cekatan, tangannya mendayung menembus air laut murni berwarna biru kehijauan. Dari balik air yang jernih, terlihat gugusan terumbu karang yang sehat dan ikan-ikan kecil berenang bergerombol. "Tunggu aku, Kadir!" teriak Maya dari kejauhan sambil melambaikan tangan dari atas dermaga panggung.

Suku Bajo Morowali memiliki keahlian luar biasa yang diwariskan secara turun-temurun. Sejak kecil, mereka sudah belajar berenang dan menyelam di laut lepas tanpa alat bantu modern. Mereka tahu persis cara menjaga ekosistem laut. Mereka tidak pernah merusak karang atau menangkap ikan secara berlebihan. Bagi masyarakat Suku Bajo, jika kita menjaga laut dengan kasih sayang, maka laut akan memberikan rezeki yang berlimpah bagi seluruh manusia.

Bahan Bacaan Guru

  • Karakteristik Suku Bajo Morowali: Suku Bajo (disebut juga Bajau) di Morowali hidup menyatu dengan wilayah bahari. Kehidupan maritim mereka memengaruhi cara pandang, kosa kata, dan ritme komunikasi mereka. Dalam konteks Culturally Responsive Teaching (CRT), memperkenalkan kehidupan Suku Bajo melatih sensitivitas lintas budaya peserta didik SD.
  • Prinsip Reader's Theater: Reader's Theater menekankan pada penggunaan vokal (intonasi, artikulasi, volume, tempo) dan ekspresi wajah untuk menyampaikan isi bacaan. Tidak ada tuntutan hafalan teks, pembuatan kostum rumit, atau gerakan panggung yang kompleks. Hal ini sangat efektif untuk meningkatkan kelancaran membaca (reading fluency) dan pemahaman teks (reading comprehension).

GLOSARIUM

  • Artikulasi: Kejelasan lafal dalam mengucapkan suku kata dan kata agar mudah dipahami oleh pendengar.
  • Intonasi: Ketepatan tinggi rendahnya nada pada kalimat untuk memberi penekanan pada makna teks.
  • Lepa-lepa: Perahu kayu tradisional berukuran kecil yang digunakan oleh masyarakat Suku Bajo untuk bermobilitas harian di atas perairan.
  • Membaca Nyaring: Aktivitas melafalkan teks tulisan dengan suara lantang, memperhatikan tanda baca, artikulasi, dan intonasi agar pesan tersampaikan secara lisan.
  • Reader's Theater: Model pembelajaran membaca di mana peserta didik membaca nyaring naskah drama/cerita secara berkelompok dengan penuh ekspresi vokal sesuai peran masing-masing.
  • Suku Bajo: Kelompok etnis di Nusantara yang dikenal sebagai "pengelana laut" (sea nomads) yang bermukim di pesisir dan wilayah perairan, salah satunya di Morowali, Sulawesi Tengah.

DAFTAR PUSTAKA

  • Hidayat, R., & Nurhasanah, A. (2022). Meningkatkan Keterampilan Membaca Nyaring melalui Metode Reader’s Theater di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 8(2), 112-124.
  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  • Rahmawati, S. (2020). Kearifan Lokal Bahari Masyarakat Suku Bajo Sulawesi Tengah. Palu: Forum Kebudayaan Nusantara.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Keterampilan Membaca Nyaring (Pementasan Reader's Theater)

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor 1Kriteria Skor 2Kriteria Skor 3Kriteria Skor 4Skor
1Kelancaran dan Kecepatan BacaMembaca sangat terbata-bata dan sering terhenti lama.Membaca cukup lancar tetapi masih banyak jeda yang tidak sesuai.Membaca lancar sesuai dengan tempo kecepatan yang pas.Membaca sangat lancar, mengalir alami, dan tempo sangat stabil......
2Intonasi SuaraNada suara datar, tidak ada penekanan suasana.Intonasi berubah-ubah tetapi belum konsisten sesuai makna.Intonasi tepat menggambarkan penokohan dan suasana.Intonasi sangat hidup, ekspresif, dan sangat menjiwai cerita......
3Kejelasan ArtikulasiPengucapan kata kabur dan sulit dipahami pendengar.Pengucapan sebagian kata cukup jelas, ada beberapa fonem samar.Pengucapan kata jelas dan dapat dipahami dengan baik.Artikulasi sangat jernih, setiap kata diucapkan secara sempurna......
4Ketepatan Pemenggalan JedaTidak berhenti pada koma maupun titik.Berhenti pada titik, tetapi menerobos semua tanda koma.Berhenti tepat pada tanda koma dan titik.Pemenggalan jeda koma dan titik sangat presisi serta bernapas teratur......
5Volume SuaraVolume suara sangat pelan dan tidak terdengar kelas.Volume cukup, tetapi sesekali mengecil di akhir kalimat.Volume jelas dan terdengar oleh seluruh anggota kelompok.Volume lantang, menjangkau seluruh isi ruangan dengan baik......
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130