Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Semester Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Memahami konsep persamaan arti (sinonim) dan lawan arti (antonim) dari daftar kata sifat.
Elemen Capaian Pembelajaran : Membaca dan Memirsa / Mengaitkan kata sifat (seperti rapi, supel, ramah) dengan sinonim dan antonimnya.
Model Pembelajaran : Game-Based Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) & Student-Centered
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi tingkat kesulitan kata dan kekayaan istilah kata sifat bahasa daerah/Indonesia.

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Profil Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara umum memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang sangat dominan. Mereka lebih cepat menyerap informasi melalui ilustrasi gambar, grafik warna-warni, serta tayangan visual interaktif. Selain itu, peserta didik sangat antusias ketika pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan kolaboratif yang melibatkan aktivitas fisik ringan dan media digital.

Kemampuan Awal (Prasyarat)

  1. Peserta didik telah mampu mengenali jenis-jenis kata dasar dalam kalimat sederhana.
  2. Peserta didik dapat menyebutkan deskripsi fisik dan kepribadian teman atau tokoh dalam cerita pendek.
  3. Sebagian besar peserta didik sudah familiar dengan kosakata umum kata sifat seperti "rajin", "pemalas", "ramah", namun belum terbiasa mengelompokkan kata berdasarkan hubungan makna abstrak (sinonim dan antonim) serta kosakata tingkat lanjut seperti "supel", "fleksibel", atau "sopan".

Analisis Kebutuhan Belajar

  1. Kebutuhan Visual: Memerlukan representasi grafis, kartu kata berwarna, dan tayangan media interaktif pada Smart TV untuk memperjelas konsep sinonim dan antonim.
  2. Kebutuhan Kinestetik-Gim: Memerlukan aktivitas berbasis permainan (Game-Based Learning) untuk mempertahankan fokus dan membangun keterlibatan emosional positif (Joyful Learning).
  3. Kebutuhan Keberagaman Kosakata: Membutuhkan jembatan konseptual antara kosakata bahasa sehari-hari/daerah dengan sinonim dan antonim dalam Bahasa Indonesia yang baku.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasikan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari teks informatif dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio. Peserta didik mampu mengaitkan kata sifat (seperti rapi, supel, ramah) dengan sinonim dan antonimnya secara tepat kontekstual untuk memperkaya kosakata dalam berkomunikasi lisan maupun tulisan.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan visual interaktif di Smart TV, peserta didik dapat menjelaskan konsep sinonim (persamaan arti) dan antonim (lawan arti) pada kata sifat dengan benar.
  2. Melalui permainan kelompok "Detektif Kata Sifat", peserta didik dapat mengaitkan minimal 8 kata sifat (seperti rapi, supel, ramah) dengan sinonim dan antonimnya secara tepat.
  3. Melalui diskusi dan pengerjaan LKPD terdiferensiasi, peserta didik dapat menyusun kalimat sederhana menggunakan pasangan kata sifat ber-sinonim dan ber-antonim sesuai tingkat kemampuannya secara mandiri dan bernalar kritis.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Bahasa yang kaya akan variabel kata sifat memungkinkan kita untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan gambaran karakter seseorang secara lebih presisi dan santun. Memahami sinonim dan antonim bukan sekadar menghafal kata, melainkan mengasah ketajaman berpikir logis dalam membandingkan konsep, memperluas wawasan kosa kata untuk berkomunikasi, serta mengapresiasi keragaman bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika temanmu adalah orang yang sangat mudah bergaul dan disukai banyak orang, kata sifat apa yang cocok untuk menggambarkannya selain kata "baik"?
  2. Mengapa kata "rapi" terasa berbeda artinya jika disandingkan dengan kata "berantakan" dibandingkan jika disandingkan dengan kata "bersih"?
  3. Apakah kalian pernah mendengar istilah dalam bahasa daerah kita untuk menyebut orang yang "ramah"? Apa persamaannya dalam Bahasa Indonesia?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

  1. Bernalar Kritis: Memproses informasi, menganalisis hubungan makna antar kata sifat, dan membedakan antara persamaan arti serta lawan arti secara tepat.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama dalam kelompok permainan untuk memecahkan teka-teki kata dan menyelesaikan misi pembelajaran.
  3. Mandiri: Mengembangkan pemahaman diri dan regulasi diri saat menyelesaikan tugas individual sesuai tingkat kemampuannya.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Critical Thinking: Mampu menganalisis konteks penggunaan kata sifat dan menentukan pasangan sinonim/antonim yang paling tepat.
  2. Collaboration: Mampu berdiskusi, merumuskan strategi bersama kelompok, dan saling menghargai pendapat dalam permainan berbasis kata.
  3. Communication: Mampu menyampaikan alasan pemilihan pasangan kata secara lisan dan tertulis dengan percaya diri.

MATERI PEMBELAJARAN

Konsep Dasar Kata Sifat (Adjektiva)

Kata sifat adalah kata yang mengubah noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti), biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik. Kata sifat dapat menggambarkan kuantitas, urutan, kualitas, ukuran, atau penampakan fisik serta karakter seseorang.

Sinonim (Persamaan Arti)

Sinonim adalah dua kata atau lebih yang memiliki makna sama atau sangat mirip dalam bahasa yang sama.

Contoh Kata Sifat dan Sinonimnya:

  1. Ramah = Supel, hangat, manis budi.
  2. Rapi = Bersih, teratur, resik (istilah lokal/daerah yang terserap).
  3. Cerdas = Pintar, pandai, terampil.
  4. Hemat = Irit.
  5. Pemalu = Penyegan, pemalu.

Antonim (Lawan Arti)

Antonim adalah kata yang maknanya berlawanan dengan kata lain.

Contoh Kata Sifat dan Antonimnya:

  1. Ramah >< Angkuh, cetus, sombong.
  2. Rapi >< Berantakan, acak-acakan.
  3. Supel >< Kaku, tertutup, penyendiri.
  4. Hemat >< Boros.
  5. Cerdas >< Dungu, bebal.

Integrasi Kosakata Daerah dan Variasi Konteks

Di daerah Jawa/Wringin Anom, istilah seperti "resik" identik dengan "rapi/bersih", dan "lincah/grapyak" identik dengan "ramah/supel". Pengenalan ini membantu peserta didik menjembatani makna konseptual lokal ke dalam Bahasa Indonesia baku.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran: Game-Based Learning (GBL)

Langkah-langkah GBL yang diterapkan:

  1. Orientasi Permainan (Game Orientation)
  2. Pembentukan Kelompok dan Aturan Main (Team Formation & Rules)
  3. Pelaksanaan Permainan "Detektif Kata Sifat" (Gameplay Execution)
  4. Debriefing dan Refleksi Akademik (Game Debrief & Reflection)

Pendekatan Pembelajaran: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Peserta didik secara sadar mengamati tayangan visual dan memikirkan nuance (perbedaan tipis) arti dari kata-kata sifat.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan kata sifat dengan pengalaman personal mereka saat mendeskripsikan teman atau anggota keluarga.
  3. Joyful Learning: Pembelajaran dilaksanakan melalui kompetisi positif kelompok dengan papan permainan digital di Smart TV yang menyenangkan.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

Bentuk: Kuis visual interaktif singkat menggunakan media gambar karakter pada Smart TV.

Tujuan: Memetakan pemahaman awal peserta didik terkait kata sifat dasar dan gaya belajar peserta didik.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

Bentuk: Unjuk kerja kelompok dalam game "Detektif Kata Sifat" dan pengamatan sikap gotong royong serta bernalar kritis.

Tujuan: Memantau keterlibatan, kemajuan pemahaman, dan kerjasama saat proses pembelajaran berlangsung.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

Bentuk: Pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) mandiri bertingkat (diferensiasi) dan tes esai singkat penyusunan kalimat.

Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran secara individu.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Pengetahuan (Konsep Sinonim dan Antonim)

Kriteria PenilaianSANGAT BAIK (4)BAIK (3)CUKUP (2)PERLU BIMBINGAN (1)
Menganalisis Sinonim Kata SifatMampu menentukan sinonim dari >8 kata sifat dengan tepat tanpa kesalahan.Mampu menentukan sinonim dari 6-7 kata sifat dengan tepat.Mampu menentukan sinonim dari 4-5 kata sifat dengan tepat.Mampu menentukan sinonim dari <4 kata sifat, membutuhkan banyak bantuan.
Menganalisis Antonim Kata SifatMampu menentukan antonim dari >8 kata sifat dengan tepat tanpa kesalahan.Mampu menentukan antonim dari 6-7 kata sifat dengan tepat.Mampu menentukan antonim dari 4-5 kata sifat dengan tepat.Mampu menentukan antonim dari <4 kata sifat, membutuhkan banyak bantuan.
Menyusun Kalimat KontekstualMampu menyusun 3 kalimat berpasangan dengan tata bahasa runtut dan makna tepat.Mampu menyusun 3 kalimat berpasangan dengan sedikit kesalahan tata bahasa.Mampu menyusun 2 kalimat berpasangan dengan makna yang cukup tepat.Belum mampu menyusun kalimat dengan struktur yang benar.

Rubrik Penilaian Keterampilan (Unjuk Kerja Game & Kolaborasi)

Kriteria PenilaianSANGAT BAIK (4)BAIK (3)CUKUP (2)PERLU BIMBINGAN (1)
Kecepatan dan Ketepatan Mencari Pasangan KataSangat cepat dan tepat dalam memasangkan kartu sinonim/antonim dalam game.Cepat dan tepat dalam sebagian besar pemasangan kartu dalam game.Cukup cepat namun terdapat 3-4 kesalahan pasangan kata.Lambat dan mengalami kesulitan mendasar dalam memasangkan kata.
Keaktifan Berkomunikasi dalam KelompokSangat aktif menyampaikan ide, mendengarkan, dan memimpin diskusi kelompok.Aktif berdiskusi dan mendengarkan pendapat anggota kelompok lainnya.Cukup aktif namun lebih dominan sebagai pendengar dalam kelompok.Pasif dan tidak terlibat dalam diskusi kelompok.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Awal (15 Menit)

Pembukaan dan Kondisifasi Pembelajaran (Mindful Moment)

  1. Guru menyapa peserta didik dengan hangat dan ceria, memeriksa kerapian kelas dan kesiapan belajar.
  2. Peserta didik diajak melakukan latihan pernapasan sejenak (Metode STOP: Stop, Take a breath, Observe, Proceed) untuk menghadirkan keheningan dan kesadaran penuh (Mindful Learning).
  3. Salah satu peserta didik memimpin doa bersama.

Apersepsi dan Pemantik (Meaningful Connection)

  1. Guru menampilkan gambar dua buah kamar anak di Smart TV: satu kamar sangat rapi dan satu kamar sangat berantakan.
  2. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Apa perbedaan mencolok dari kedua gambar ini? Kata apa yang paling tepat untuk menggambarkannya?"
  3. Peserta didik memberikan jawaban bervariasi. Guru mengaitkan jawaban tersebut dengan konsep kata sifat, sinonim, dan antonim.

Penyampaian Tujuan dan Aturan Game

  1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengumumkan bahwa hari ini mereka akan berpetualang menjadi "Detektif Kata Sifat" melalui permainan interaktif berbasis Smart TV (Joyful Learning).

Kegiatan Inti (75 Menit)

Tahap 1: Eksplorasi Konsep Visual dan Digital (20 Menit)

  1. Guru menayangkan materi interaktif berbasis visual mengenai kata sifat, sinonim, dan antonim pada Smart TV.
  2. Peserta didik memirsa tayangan berupa grafik berwarna, animasi singkat tokoh berkarakter "rapi", "supel", dan "ramah".
  3. Guru melakukan kuis interaktif singkat menggunakan kuis layar sentuh/remote kontrol di mana peserta didik menunjuk gambar yang mewakili antonim dan sinonim kata sifat tertentu.
  4. Guru memasukkan istilah kosakata lokal daerah Wringin Anom (seperti "grapyak" atau "resik") untuk menguatkan pemahaman makna kata baku "ramah" dan "rapi".

Tahap 2: Game-Based Learning "Detektif Kata Sifat" (30 Menit)

  1. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok heterogen (masing-masing 5-6 orang).
  2. Setiap kelompok menerima papan permainan digital di Smart TV dan seperangkat kartu kata "Kartu Detektif" yang berisikan tingkat kesulitan berbeda (Diferensiasi).
  3. Aturan Permainan:
    • Setiap kelompok harus memecahkan kode rahasia dengan cara memasangkan "Kata Kunci" (misal: SUPEL) dengan "Kartu Sinonim" (LUWES) dan "Kartu Antonim" (KAKU/TERTUTUP).
    • Kelompok menempelkan pasangan kata pada Papan Detektif Visual di depan kelas atau mencocokkannya di aplikasi interaktif Smart TV.
    • Setiap keberhasilan penyesuaian mendapatkan skor. Kelompok dengan poin tertinggi dan penjelasan logika tertepat menjadi pemenang.
  1. Guru berkeliling memfasilitasi, memberikan umpan balik langsung, dan mencatat observasi keterlibatan peserta didik.

Tahap 3: Pendalaman Pembelajaran & Diferensiasi LKPD (25 Menit)

  1. Guru menghentikan permainan dan melakukan debriefing singkat: "Mengapa kata 'supel' lebih cocok ber-sinonim dengan 'luwes' daripada 'baik'?"
  2. Peserta didik diberi kesempatan menanggapi dan berargumen secara kritis.
  3. Guru membagikan LKPD terdiferensiasi berdasarkan tingkat kesiapan belajar:
    • Tingkat Dasar (Tingkat 1): Menjodohkan kata sifat umum dengan sinonim/antonim menggunakan bantuan gambar visual.
    • Tingkat Menengah (Tingkat 2): Mengelompokkan daftar kata sifat abstrak dan melengkapi tabel sinonim/antonim.
    • Tingkat Lanjut (Tingkat 3): Menganalisis kata sifat konteks daerah/kompleks, menemukan sinonim/antonim, dan membuat paragraf deskriptif pendek.
  1. Peserta didik mengerjakan LKPD secara mandiri dengan bimbingan terukur dari guru.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

Refleksi dan Sintesis

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan poin-poin utama pembelajaran tentang sinonim dan antonim kata sifat.
  2. Peserta didik melakukan refleksi diri sederhana terkait pengalaman belajar yang dirasakan (apakah menyenangkan, menantang, atau membingungkan).

Evaluasi dan Umpan Balik

  1. Guru memberikan penguatan positif atas usaha dan kerja sama kelompok selama permainan.
  2. Guru memberikan tindak lanjut berupa tugas pengamatan mandiri di rumah (menemukan 3 kata sifat dari karakter anggota keluarga).
  3. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning)

Peserta didik tidak hanya menghafal pasangan kata sinonim dan antonim dari kamus, melainkan mengaitkan kata-kata tersebut dengan kepribadian diri mereka sendiri, teman sekelas, dan konteks sosial budaya lokal di lingkungan SD Negeri 1 Wringin Anom. Hal ini membuat kata sifat yang dipelajari memiliki nilai guna praktis dalam kehidupan nyata.

Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning)

Melalui latihan pernapasan diawal dan sesi pengamatan visual yang teliti, peserta didik dilatih untuk fokus penuh pada perbedaan makna kata yang sangat tipis (nuansa makna). Peserta didik diajak memikirkan secara mendalam mengapa suatu kata sifat dipilih dan dampak penggunaan kata tersebut terhadap perasaan orang lain saat berkomunikasi.

Pembelajaran Menyenangkan (Joyful Learning)

Penggunaan strategi Game-Based Learning yang didukung oleh media Smart TV menciptakan suasana kelas yang riang, bebas dari rasa takut salah, penuh dengan semangat kompetisi yang sehat, serta memfasilitasi kebutuhan peserta didik visual-kinestetik untuk aktif bergerak dan berinteraksi.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

  1. Tingkat Dasar: Kosakata sifat konkret dan sering ditemui sehari-hari (contoh: rapi, ramah, bersih, rajin).
  2. Tingkat Menengah: Kosakata sifat yang mulai abstrak (contoh: supel, kaku, dermawan, hemat).
  3. Tingkat Lanjut: Kosakata sifat bernuansa tinggi dan serapan/daerah (contoh: fleksibel, bersahaja, lugas, angkuh).

Diferensiasi Proses

  1. Peserta didik visual tingkat dasar dibantu dengan kartu bergambar berwarna penjelas sinonim dan antonim.
  2. Peserta didik tingkat menengah diberikan petunjuk berupa konteks kalimat pendek dalam aplikasi interaktif.
  3. Peserta didik tingkat lanjut ditantang untuk menemukan sinonim/antonim tanpa bantuan visual, serta memberikan alasan gramatikal.

Diferensiasi Produk

  1. Kelompok Dasar: Menyelesaikan Peta Kata (Word Map) visual sinonim dan antonim.
  2. Kelompok Menengah: Menyusun tabel analisis sinonim-antonim beserta contoh kalimatnya.
  3. Kelompok Lanjut: Menyusun narasi deskriptif singkat tentang tokoh impian menggunakan minimal 5 pasangan kata sifat sinonim-antonim yang dipelajari.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan sebagai media utama penayangan materi interaktif visual, papan permainan digital, dan pemutaran animasi karakter kata sifat.
  2. Laptop Guru: Digunakan untuk mengoperasikan perangkat lunak aplikasi kuis interaktif (seperti Wordwall/Quizizz mode game papan) yang terhubung ke Smart TV.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses sumber belajar digital, KBBI Daring, dan pencarian visual ilustrasi kata sifat secara real-time.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Slide Presentasi Visual Interaktif (PowerPoint/Canva Education).
  2. Papan Permainan Digital "Detektif Kata Sifat".
  3. Set Kartu Kata Sifat Berwarna (Kartu Sinonim dan Antonim).
  4. Smart TV layar lebar untuk manipulasi objek visual interaktif.

Sumber Belajar

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V: Bergerak Bersama. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring.
  3. Kamus Sinonim Antonim Bahasa Indonesia.
  4. Lingkungan sosial peserta didik SD Negeri 1 Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik...........................................................
Kelas / FaseV (Lima) / C
No. Absen...........................................................
Tanggal...........................................................

Misi 1: Menjodohkan Kata Sifat (Tingkat Dasar & Menengah)

Tariklah garis lurus untuk menghubungkan kata sifat di Kolom A dengan Sinonimnya di Kolom B dan Antonimnya di Kolom C!

Kolom A (Kata Sifat)Kolom B (Sinonim)Kolom C (Antonim)
1. RamahA. LuwesX. Berantakan
2. RapiB. IritY. Angkuh
3. SupelC. TeraturZ. Kaku
4. HematD. Warm / HangatW. Boros

Misi 2: Analisis Kata dan Pengisian Tabel (Tingkat Menengah)

Lengkapilah tabel di bawah ini dengan menemukan sinonim dan antonim yang tepat berdasarkan daftar kata yang tersedia!

Daftar Pilihan Kata: (Cerdas, Dungu, Dermawan, Pelit, Pemalu, Pemberani, Bersahaja, Sombong)

NoKata SifatSinonim (Persamaan Arti)Antonim (Lawan Arti)
1.Pintar......................................................................................
2.Suka Memberi......................................................................................
3.Penakut......................................................................................
4.Rendah Hati......................................................................................

Misi 3: Misi Detektif Kalimat (Tingkat Lanjut)

Pilihlah 2 pasangan kata (Sinonim dan Antonim) di atas, lalu buatlah 2 kalimat ringkas yang menggambarkan kepribadian teman di kelasmu!

Kalimat 1 (Menggunakan Kata dan Sinonimnya):

...................................................................................................................................................................................................................................................................

Kalimat 2 (Menggunakan Kata dan Antonimnya):

...................................................................................................................................................................................................................................................................

REMEDIAL

Target Peserta Didik

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal dalam mengidentifikasi sinonim dan antonim kata sifat dasar (skor tes sumatif < 60).

Strategi Remedial

  1. Pendampingan Bimbingan Perorangan (One-on-One Tutoring): Guru menjelaskan kembali konsep sinonim (persamaan) dan antonim (lawan) dengan bantuan objek fisik langsung di ruang kelas.
  2. Media Visual Tambahan: Menggunakan kartu gambar pasangan kata bergambar kontras (misal: gambar anak rapi vs gambar anak berantakan).
  3. Latihan Terfokus: Memberikan 5 soal padanan kata sifat paling dasar sampai peserta didik benar-benar memahami konsep dasar sebelum masuk ke kata yang abstrak.

PENGAYAAN

Target Peserta Didik

Peserta didik yang telah melampaui kriteria ketuntasan minimal dengan cepat dan menunjukkan kemampuan bernalar kritis tinggi (skor tes sumatif > 85).

Strategi Pengayaan

  1. Proyek Mini "Kamus Visual Kata Sifat Daerah & Indonesia": Peserta didik diminta menyusun kamus saku mini yang berisi 10 kata sifat Bahasa Indonesia baku beserta sinonim, antonim, dan padanan istilahnya dalam bahasa daerah setempat.
  2. Menjadi Peer Tutor (Tutor Sebaya): Membantu rekan kelompoknya dalam memahami strategi pencarian makna kata sifat dalam diskusi kelompok.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi / Catatan Guru
1.Apakah pengelolaan waktu 3x35 menit sudah berjalan efektif sesuai perencanaan?Pengelolaan waktu berjalan baik, namun alokasi waktu pada tahap game perlu sedikit diperketat agar sesi penyusunan kalimat tidak terburu-buru.
2.Sejauh mana penggunaan Smart TV dan model Game-Based Learning meningkatkan keterlibatan peserta didik visual?Keterlibatan peserta didik mencapai 95%. Tampilan visual berwarna pada Smart TV sangat membantu menarik perhatian peserta didik yang pasif.
3.Apakah diferensiasi materi yang diterapkan sudah memenuhi kebutuhan peserta didik yang beragam?Pembagian tingkat kesulitan kata pada LKPD sangat membantu peserta didik berkemampuan rendah agar tidak berkecil hati.
4.Langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk pertemuan pembelajaran berikutnya?Menambahkan variasi audio efek pada Smart TV saat game berlangsung untuk meningkatkan dinamika dan antusiasme kelas.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Lembar Refleksi Diri Peserta Didik

NoPertanyaan RefleksiTanggapan Saya
1.Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai?Saat bermain game Detektif Kata Sifat di Smart TV bersama kelompok.
2.Apakah kamu sudah bisa membedakan antara sinonim (persamaan arti) dan antonim (lawan arti)?Ya, saya sudah paham sepenuhnya beda sinonim dan antonim.
3.Sebutkan satu kata sifat baru beserta sinonim dan antonimnya yang kamu pelajari hari ini!Kata: Supel. Sinonim: Luwes. Antonim: Kaku.
4.Apa yang akan kamu lakukan agar kosakatamu semakin bertambah kaya?Rajin membaca buku cerita dan bertanya arti kata baru kepada guru atau orang tua.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  1. Pengayaan Konsep Adjektiva dalam Bahasa Indonesia: Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi IV). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. Penerapan Game-Based Learning dalam Pembelajaran Bahasa untuk Meningkatkan Literasi Siswa Sekolah Dasar.
  3. Panduan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Mengembangkan Keterampilan Abad 21 pada Fase C Sekolah Dasar.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V "Bergerak Bersama" Bab 1: Aku yang Unik (Halaman 10-18).
  2. Cerita Pendek Anak: "Sahabatku yang Supel dan Ramah" (Majalah Anak / Bahan Bacaan Digital).
  3. Kamus Bergambar Sinonim dan Antonim Kata Sifat untuk Anak.

GLOSARIUM

  1. Adjektiva: Kata yang digunakan untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, atau tempat (kata sifat).
  2. Sinonim: Bentuk bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk bahasa lain (persamaan arti).
  3. Antonim: Kata yang berlawanan makna dengan kata lain (lawan arti).
  4. Supel: Pandai menyesuaikan diri; luwes dalam pergaulan; mudah berteman.
  5. Ramah: Baik hati dan manis tutur kata maupun sikapnya; menarik budi bahasanya.
  6. Game-Based Learning: Model pembelajaran yang memanfaatkan permainan sebagai media untuk menyampaikan materi dan mencapai tujuan pembelajaran.
  7. Mindful Learning: Pembelajaran yang dilakukan dengan kesadaran penuh terhadap proses berpikir dan emosi yang sedang berlangsung.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2018). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Eviningrum, S. (2022). Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Game Interaktif di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(2), 145-156.
  3. Verawaty, E., & Zulqarnain. (2021). Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek.
  4. Wijaya, H. (2023). Penerapan Deep Learning dan Diferensiasi dalam Kurikulum Merdeka. Yogyakarta: Deepublish.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Sikap dan Keterampilan Peserta Didik

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Bernalar Kritis (Mengidentifikasi Sinonim & Antonim)Skor 4: Sangat tepat membedakan sinonim dan antonim tanpa ragu.
Skor 3: Tepat membedakan sinonim dan antonim dengan 1-2 kesalahan kecil.
Skor 2: Cukup tepat, masih sering tertukar antara sinonim dan antonim.
Skor 1: Tidak mampu membedakan sinonim dan antonim sama sekali.
4
2Gotong Royong (Kerjasama Kelompok Game)Skor 4: Sangat aktif berkolaborasi, menghargai teman, dan berbagi peran.
Skor 3: Aktif bekerjasama dan membantu anggota kelompok.
Skor 4: Cukup bekerjasama tetapi kadang bekerja sendiri.
Skor 1: Tidak mau bekerja sama atau mengganggu kelompok.
4
3Keaktifan Visual-DigitalSkor 4: Sangat responsif dan fokus mengamati serta berinteraksi dengan Smart TV.
Skor 3: Fokus mengamati tayangan Smart TV dari awal hingga akhir.
Skor 2: Cukup fokus, sesekali kehilangan perhatian pada tayangan visual.
Skor 1: Tidak memperhatikan tayangan visual Smart TV.
3
4Komunikasi Lisan (Penjelasan Alasan Makna)Skor 4: Mampu menjelaskan alasan pemilihan kata dengan sangat runtut dan percaya diri.
Skor 3: Mampu menjelaskan alasan pemilihan kata dengan cukup jelas.
Skor 2: Menjelaskan alasan dengan terbata-bata dan kurang jelas.
Skor 1: Belum mampu memberikan penjelasan secara lisan.
3
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130