Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 3 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Menggali sifat diri dan teman sebangku lalu merangkai menjadi puisi akrostik nama
Elemen Capaian Pembelajaran : Menulis
Model Pembelajaran : Project-Based Learning (PjBL)
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Student-Centered
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi proses (pendampingan sebaya). Saling menghargai keunikan antar-teman.

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom dominan memiliki gaya belajar visual. Mereka sangat responsif terhadap tayangan grafis, warna-warni, serta media pembelajaran berbasis teknologi visual seperti tayangan Smart TV. Secara sosial, peserta didik menunjukkan interaksi yang hangat dengan teman sebangku, namun memerlukan wadah terstruktur untuk mengungkapkan rasa apresiasi dan empati terhadap keunikan sifat sesama kawan.

Pengetahuan dan Keterampilan Awal

Peserta didik telah memahami konsep dasar kata (kata benda dan kata kerja) serta mengenal beberapa kata sifat dasar seperti rajin, baik, dan pintar. Namun, pemahaman mendalam tentang variasi adjektiva (kata sifat) yang kaya serta keterampilan merangkai kata berawalan huruf tertentu menjadi bait puisi yang bermakna masih memerlukan peningkatkan.

Potensi Hambatan Pembelajaran

  1. Keterbatasan kosa kata sifat (adjektiva) yang dimiliki peserta didik untuk mencocokkan huruf awal nama teman.
  2. Kesulitan peserta didik dalam menyusun kalimat puisi yang runtut dan estetis dari setiap huruf nama (akrostik).

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan menulis teks puisi sederhana secara mandiri dan berpasangan. Dalam topik ini, fokus Capaian Pembelajaran pada Elemen Menulis adalah:

"Peserta didik mampu mengaplikasikan pemahaman kata sifat ke dalam bait puisi akrostik berpasangan dengan memperhatikan pilihan kata (diksi) yang tepat, keselarasan makna, serta menunjukkan sikap saling menghargai keunikan karakter teman sebangku."

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan tayangan visual pada Smart TV dan curah pendapat, peserta didik mampu mengidentifikasi sekurang-kurangnya 5 kata sifat yang relevan dengan karakter diri sendiri dan teman sebangku secara cermat.
  2. Melalui sintaks Project-Based Learning (PjBL), peserta didik secara berpasangan mampu merancang dan menyusun karya puisi akrostik berdasarkan susunan huruf nama teman sebangku dengan memanfaatkan diksi kata sifat yang tepat dan estetis.
  3. Melalui kegiatan apresiasi karya dan presentasi berpasangan, peserta didik mampu mengekspresikan sikap saling menghargai keunikan sifat teman sebangku dengan bahasa yang santun.

PEMAHAMAN BERMAKNA

  1. Setiap manusia diciptakan dengan kombinasi sifat dan karakter unik yang menjadi kekayaan sosial dalam berinteraksi.
  2. Puisi akrostik bukan sekadar permainan huruf, melainkan media ekspresi seni untuk mengenali, menghargai, dan mengabadikan kebaikan serta potensi positif orang lain di sekitar kita.

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Sifat positif apa yang paling kamu sukai dari teman sebangkumu, dan mengapa sifat itu membuatmu nyaman belajar bersamanya?
  2. Bagaimana perasaanmu jika nama lengkapmu diubah menjadi bait-bait puisi indah yang berisi pujian dan doa dari temanmu?
  3. Mengapa kita perlu memilih kata-kata yang baik saat menggambarkan karakter seorang teman?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, Bertakwalah kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menghargai dan merawat hubungan baik dengan kawan sebagai wujud rasa syukur atas keberagaman ciptaan Tuhan.
  2. Gotong Royong: Bekerja sama secara kolaboratif dengan teman sebangku dalam menyelesaikan proyek pembuatan puisi akrostik.
  3. Kreatif: Menghasilkan karya puisi akrostik yang estetis serta menghiasnya secara visual sesuai kreativitas kelompok.
  4. Bernalar Kritis: Menganalisis dan memilih kata sifat yang paling presisi untuk menggambarkan karakter teman.

Kompetensi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

  1. Mindful Learning: Peserta didik secara sadar melakukan introspeksi diri dan pengamatan jujur terhadap sifat-sifat positif teman sebangku.
  2. Meaningful Learning: Peserta didik mengaitkan materi tata bahasa (kata sifat) dengan hubungan interpersonal kehidupan nyata mereka.
  3. Joyful Learning: Peserta didik merasakan kegembiraan dalam merangkai huruf nama teman menjadi puisi visual yang berwarna-warni dan dipresentasikan secara interaktif.

MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian Kata Sifat (Adjektiva)

Kata sifat adalah kata yang digunakan untuk mengubah atau menjelaskan kata benda atau kata ganti, menjadikannya lebih spesifik. Contoh kata sifat yang menggambarkan karakter manusia:

  • Karakter positif: Ramah, Empati, Gigih, Ceria, Tekun, Dermawan, Bijaksana.
  • Karakter pendukung: Tenang, Teliti, Lincah, Humoris, Sederhana.

Pengertian Puisi Akrostik

Puisi akrostik adalah jenis puisi yang huruf-huruf pertama dalam setiap barisnya membentuk sebuah kata, nama, atau pesan jika dibaca secara vertikal dari atas ke bawah.

Contoh puisi akrostik nama "D I D I K":

  • D: Dengan senyum menyapa pagi
  • I: Indah tuturnya menenteramkan hati
  • D: Dalam bekerja selalu teliti
  • I: Impian tinggi terus dikejar tanpa henti
  • K: Kebaikan hati selalu terpancar setiap hari

Teknik Merangkai Puisi Akrostik Berpasangan

  1. Tuliskan nama panggilan atau nama lengkap teman secara vertikal ke bawah.
  2. Daftarkan kata-kata sifat positif yang menggambarkan teman tersebut.
  3. Gunakan kata sifat tersebut sebagai ide utama pada baris yang sesuai dengan huruf awalnya.
  4. Rangkai menjadi kalimat yang utuh, bernada positif, dan memiliki keselarasan makna.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

KomponenKeterangan
Model PembelajaranProject-Based Learning (PjBL)
Pendekatan PembelajaranPembelajaran Mendalam (Deep Learning) - Mindful, Meaningful, Joyful Learning
Metode PembelajaranPengamatan Visual, Curah Pendapat (Brainstorming), Diskusi Berpasangan, Proyek Kreatif, Presentasi

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

  • Teknik: Apersepsi Lisan dan Kuis Visual Interaktif di Smart TV.
  • Instrumen: Pertanyaan singkat tentang identifikasi kata sifat dalam kalimat sehari-hari.

Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)

  • Teknik: Unjuk Kerja Proyek dan Observasi Sikap Kolaborasi.
  • Instrumen: Lembar Observasi Diskusi Pasangan dan Lembar Pemantauan Proyek Puisi Akrostik.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Teknik: Penilaian Produk dan Performa Presentasi.
  • Instrumen: Rubrik Penilaian Produk Puisi Akrostik dan Rubrik Presentasi Berpasangan.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Produk Puisi Akrostik

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Kesesuaian Struktur AkrostikSeluruh huruf nama terpakai tepat membentuk kata vertikal tanpa kesalahan huruf.Sebagian besar huruf nama terpakai tepat membentuk kata vertikal.Separuh huruf nama terpakai tepat, terdapat susunan huruf yang terlewat.Struktur akrostik tidak terbentuk sesuai huruf nama teman.
Ketepatan Pilihan Kata Sifat (Diksi)Menggunakan kata sifat yang sangat kaya, variatif, dan sangat tepat menggambarkan karakter teman.Menggunakan kata sifat yang tepat dan cukup variatif menggambarkan karakter teman.Kata sifat yang digunakan masih terbatas dan cenderung pengulangan.Tidak menggunakan kata sifat yang relevan dalam baris puisi.
Keindahan dan Keselarasan MaknaKalimat antarbaris sangat padu, puitis, dan memiliki kedalaman makna yang positif.Kalimat antarbaris padu dan memiliki makna positif yang jelas.Kalimat antarbaris kurang padu, namun makna masih dapat dipahami.Baris puisi berdiri sendiri-sendiri tanpa keselarasan makna.
Estetika Visual KaryaTampilan visual sangat rapi, bersih, dihias penuh warna, dan sangat menarik.Tampilan visual rapi, bersih, dan diberi hiasan warna menarik.Tampilan visual cukup rapi namun hiasan warna masih minim.Tampilan visual tidak rapi, kotor, dan tidak diberi hiasan.

Rubrik Penilaian Presentasi Karya Berpasangan

Kriteria PenilaianSkor 4 (Sangat Baik)Skor 3 (Baik)Skor 2 (Cukup)Skor 1 (Perlu Bimbingan)
Kejelasan Suara dan ArtikulasiSuara sangat lantang, artikulasi sangat jelas, dan nada membaca penuh kehangatan.Suara cukup lantang, artikulasi jelas, dan nada membaca baik.Suara kurang lantang, beberapa kata artikulasinya kurang jelas.Suara sangat pelan dan tidak terdengar oleh audiens.
Sikap dan ApresiasiMenunjukkan rasa bangga, saling menghormati, dan kontak mata sangat baik dengan pasangan.Menunjukkan sikap saling menghormati dan kontak mata cukup baik.Canggung dalam menyampaikan dan kurang menunjukkan interaksi dengan pasangan.Tidak menunjukkan sikap mengapresiasi teman saat presentasi.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

  1. Guru membuka pembelajaran dengan salam hangat, menanyakan kabar, dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  2. Seorang peserta didik dipimpin untuk memimpin doa bersama secara khidmat.
  3. Guru melakukan pemeriksaan kehadiran peserta didik.
  4. Mindful Warm-up: Guru mengajak peserta didik melakukan latihan napas sejenak (1 menit) untuk memfokuskan pikiran dan menciptakan ketenangan diri.
  5. Guru menampilkan slide gambar visual di Smart TV berupa beberapa gambar ekspresi manusia dengan kata sifat di bawahnya (seperti: ceria, dermawan, gigih, ramah).
  6. Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan pemantik awal: "Sifat positif apa yang paling kamu sukai dari teman sebangkumu, dan mengapa sifat itu membuatmu nyaman belajar bersamanya?"
  7. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, langkah-langkah proyek yang akan dilakukan, dan aspek penilaian yang diterapkan.

Kegiatan Inti (75 Menit)

Langkah 1: Pertanyaan Mendasar (Meaningful Learning)

  1. Guru mengarahkan perhatian peserta didik ke tayangan Smart TV yang memperlihatkan contoh puisi akrostik visual dengan warna-warni menarik.
  2. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang konsep puisi akrostik dan bagaimana kata sifat dapat dirangkai dari susunan huruf nama seseorang.
  3. Guru memantik ide peserta didik: "Bagaimana jika huruf-huruf dari nama teman sebangkumu kita jadikan puisi indah yang berisi kepribadian baiknya?"

Langkah 2: Mendesain Perencanaan Proyek (Joyful Learning & Diferensiasi)

  1. Peserta didik dikelompokkan secara berpasangan dengan teman sebangku.
  2. Guru menerapkan diferensiasi proses melalui pendampingan sebaya (tutor sebaya), di mana peserta didik yang memiliki kemampuan literasi lebih tinggi dipasangkan untuk saling melengkapi dan mendampingi temannya dalam memilih diksi.
  3. Guru membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berupa lembar draf dan lembar kertas gambar tebal untuk produk akhir.
  4. Setiap pasangan mendiskusikan rencana kerja: memilih nama panggilan teman yang akan dijadikan akrostik, mendaftar kata sifat yang cocok, dan menentukan hiasan visual yang akan digambar.

Langkah 3: Menyusun Jadwal Pembuatan Proyek

  1. Guru dan peserta didik menyepakati alokasi waktu penyelesaian proyek:
    • Tahap penggalian kata sifat dan draf akrostik: 15 menit.
    • Tahap penulisan puisi pada lembar kreasi dan pewarnaan visual: 25 menit.
    • Tahap persiapan presentasi dan koreksi akhir: 10 menit.

Langkah 4: Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (Mindful Learning)

  1. Peserta didik mulai menggali sifat diri dan teman sebangku dengan memilah kata sifat dari daftar kata yang disediakan guru maupun kosa kata mandiri.
  2. Peserta didik menyusun draf baris-baris puisi akrostik pada LKPD.
  3. Guru berkeliling melakukan fasilitasi, membimbing kelompok yang mengalami kesulitan menemukan kata sifat berawalan huruf tertentu, serta memastikan interaksi positif terjadi antar-teman sebangku.
  4. Guru memberikan masukan konstruktif terhadap draf puisi peserta didik sebelum dipindahkan ke lembar final.

Langkah 5: Menguji Hasil (Penilaian Produk)

  1. Peserta didik memindahkan draf puisi akrostik yang telah disetujui guru ke lembar kreasi gambar.
  2. Peserta didik menghias lembar puisi akrostik menggunakan alat warna (spidol/pensil warna) sesuai kreativitas visual mereka.
  3. Guru melakukan penilaian produk berdasarkan rubrik yang telah ditetapkan.

Langkah 6: Mengevaluasi Pengalaman (Apresiasi dan Refleksi)

  1. Setiap pasangan maju ke depan kelas secara bergantian untuk membacakan puisi akrostik yang mereka buat untuk teman sebangkunya di hadapan Smart TV yang menampilkan latar visual puisi.
  2. Peserta didik yang namanya dibuatkan puisi memberikan tanggapan lisan berupa ungkapan terima kasih dan kesan atas puisi yang diterimanya.
  3. Teman-teman sekelas memberikan tepuk tangan dan apresiasi positif.
  4. Guru memberikan penguatan serta pujian atas hasil karya seluruh peserta didik.

Kegiatan Penutup (15 Menit)

  1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran tentang kata sifat dan penyusunan puisi akrostik.
  2. Guru membimbing peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran (apa yang paling menyenangkan, apa kesulitan yang dihadapi).
  3. Guru memberikan pemaknaan akhir bahwa setiap teman memiliki keunikan dan kebaikan yang patut kita hargai dan muliakan.
  4. Seluruh karya puisi akrostik dikumpulkan untuk dipajang di Papan Pajangan Kelas (Display Wall).
  5. Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Belajar Bermakna Diri)

Peserta didik diajak untuk sejenak merenung dan merefleksikan kebaikan serta karakter khas teman sebangkunya secara mendalam. Proses ini melatih kesadaran emosional, kepekaan empathy, dan ketelitian dalam menyelaraskan sifat teman dengan diksi bahasa yang bernilai positif.

Meaningful Learning (Belajar Relevan)

Materi kata sifat tidak diajarkan sekadar sebagai hafalan teori tata bahasa, melainkan diterapkan langsung untuk memuliakan orang lain melalui puisi nama. Peserta didik memahami bahwa bahasa memiliki kekuatan untuk membangun hubungan sosial yang harmonis dan menyenangkan.

Joyful Learning (Belajar Menyenangkan)

Suasana belajar dirancang penuh warna dengan memanfaatkan Smart TV, aktivitas menggambar visual, hiasan kreativitas, serta momen saling membacakan puisi di depan kelas yang menciptakan suasana haru, gembira, dan penuh apresiasi antarpeserta didik.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Proses

  1. Pendampingan Sebaya (Tutor Sebaya): Pasangan disusun secara heterogen dalam kemampuan berbahasa. Peserta didik dengan kemampuan membaca dan menulis yang lebih matang mendampingi temannya dalam mengeksplorasi kata sifat dalam KBBI atau daftar kata.
  2. Scaffolding Guru: Guru memberikan kartu bantuan kata sifat berabjad (A-Z) bagi pasangan peserta didik yang mengalami kesulitan menemukan kata sifat berawalan huruf tertentu.

Diferensiasi Produk

  1. Tingkat Kompleksitas Puisi: Peserta didik diberikan kebebasan menentukan jumlah kata per baris puisi akrostik (dapat berupa frasa sederhana atau kalimat puitis yang lengkap) sesuai dengan kemampuan berbahasa mereka.
  2. Ekspresi Visual: Peserta didik bebas memilih gaya hiasan gambar visual pada lembar puisi akrostik (menggunakan teknik mewarnai, menggambar ornamen, atau pola garis estetis).

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

  1. Smart TV: Digunakan untuk menayangkan slide presentasi interaktif tentang kata sifat, video contoh pembacaan puisi akrostik, dan menampilkan bingkai latar visual saat peserta didik melakukan presentasi di depan kelas.
  2. Laptop Guru: Digunakan sebagai pusat kendali media pembelajaran, memutar instrumen musik akustik yang menenangkan saat proses pembuatan proyek berlangsung, serta merekap data asesmen.
  3. Internet: Digunakan untuk mengakses Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring guna mencari variasi kata sifat positif yang jarang terdengar.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Pembelajaran

  1. Slide Presentasi Canva/PowerPoint interaktif kata sifat dan puisi akrostik.
  2. Video inspiratif tentang menghargai keunikan kawan.
  3. Kartu kata sifat berabjad (Alphabet Adjective Cards).
  4. Kertas gambar tebal A4, spidol warna, pensil warna, dan krayon.

Sumber Belajar

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama untuk SD Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021.
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring (kbbi.kemdikbud.go.id).
  3. Lingkungan sosial kelas SD Negeri 1 Wringin Anom.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LabelIsi
Nama Peserta Didik...........................................................
Kelas / No. AbsenV (Lima) / ......
Tanggal...........................................................
Nama Teman Sebangku...........................................................

Judul Proyek: Puisi Akrostik Indah untuk Teman Sebangku

Tujuan Kegiatan

Kamu dan teman sebangkumu akan bekerjasama mengidentifikasi sifat-sifat positif, lalu merangkainya menjadi karya puisi akrostik nama yang indah dan hiaslah dengan kreatif!

Petunjuk Kerja

  1. Tuliskan nama panggilan teman sebangkumu secara vertikal dari atas ke bawah pada kolom draf yang tersedia.
  2. Diskusikan dan pilih kata sifat positif yang sesuai dengan karakter temanmu untuk setiap huruf namanya.
  3. Susun kata sifat tersebut menjadi baris kalimat puisi yang bermakna dan santun.
  4. Mintalah masukan dan persetujuan dari Bapak Guru terhadap draf mu.
  5. Salin puisi akrostik yang telah disetujui ke lembar kreasi final dan hiaslah menggunakan warna-warni yang menarik!

Lembar Draf Penggalian Sifat dan Akrostik

Daftar sifat positif teman sebangku yang ditemukan:

  1. ..........................................................................................................
  2. ..........................................................................................................
  3. ..........................................................................................................
  4. ..........................................................................................................
  5. ..........................................................................................................

Rancangan Draf Puisi Akrostik Nama Teman:

Huruf 1 : (.....) = ........................................................................................................

Huruf 2 : (.....) = ........................................................................................................

Huruf 3 : (.....) = ........................................................................................................

Huruf 4 : (.....) = ........................................................................................................

Huruf 5 : (.....) = ........................................................................................................

Huruf 6 : (.....) = ........................................................................................................

Lembar Karya Final Puisi Akrostik

(Salinlah rancangan puisi akrostik yang telah diperiksa guru ke dalam kotak indah di bawah ini, lalu berikan hiasan gambar dan warna-warni kreatifmu!)

+-----------------------------------------------------------------------------------+

+-----------------------------------------------------------------------------------+

REMEDIAL

Program remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada aspek pemahaman kata sifat dan penyusunan struktur akrostik.

Langkah Pembelajaran Remedial

  1. Bimbingan Perorangan: Guru memberikan bimbingan individual untuk mengenalkan kembali daftar kata sifat sederhana berawalan huruf A sampai Z.
  2. Penyederhanaan Tugas: Peserta didik diminta menyusun puisi akrostik menggunakan nama pendek (3 huruf) dengan pola frasa kata sifat langsung (contoh: A = Aktif, N = Penolong, I = Indah senyumnya).
  3. Pendampingan Khusus: Guru mendampingi secara langsung proses penulisan hingga peserta didik mampu menyelesaikan puisi akrostik sederhana.

PENGAYAAN

Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dengan kecepatan belajar yang tinggi.

Langkah Pembelajaran Pengayaan

  1. Kompleksitas Karya: Peserta didik diminta menyusun puisi akrostik berdasarkan nama lengkap teman sebangku (lebih dari 8 huruf).
  2. Pengayaan Diksi dan Majas: Peserta didik ditantang untuk memasukkan unsur bahasa kiasan sederhana (majas simile atau metafora) serta kata sifat serapan yang lebih kaya ke dalam tiap baris puisi.
  3. Peran Peer-Tutor: Peserta didik dimotivasi untuk menjadi pembimbing bagi pasangan kelompok lain yang membutuhkan bantuan pilihan kata.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiJawaban / Catatan Guru
1Apakah seluruh peserta didik dapat mengidentifikasi kata sifat positif teman sebangkunya dengan tepat?Seluruh peserta didik antusias dan mampu menemukan kata sifat positif teman sebangkunya melalui bantuan daftar kata dan diskusi.
2Bagaimana efektivitas model Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik?Sintaks PjBL sangat efektif, peserta didik aktif berkolaborasi dan fokus menyelesaikan produk puisi akrostik tepat waktu.
3Apakah pemanfaatan Smart TV dan media visual mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik?Tayangan visual Smart TV sangat membantu peserta didik visual dalam memahami contoh karya dan terinspirasi membuat hiasan puisi.
4Hambatan apa yang paling dominan dirasakan guru selama proses pembelajaran berlangsung?Beberapa kelompok membutuhkan waktu agak lama saat mencari kata sifat positif yang cocok dengan huruf awal yang langka (seperti huruf K, Q, atau Z).
5Rencana perbaikan apa yang akan diterapkan pada pertemuan berikutnya?Menyediakan kamus kata sifat berabjad yang lebih lengkap serta menyiapkan alternatif diksi untuk huruf-huruf yang sulit.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

NoPertanyaan RefleksiJawaban Peserta Didik
1Bagaimana perasaanmu setelah membuat dan menerima puisi akrostik dari teman sebangku?Saya merasa sangat senang, bangga, dan terharu karena ternyata teman saya melihat sifat-sifat baik dalam diri saya.
2Bagian mana dari kegiatan pembelajaran hari ini yang paling kamu sukai?Bagian saat menghias lembar puisi dengan warna-warni dan membacakannya di depan kelas di depan Smart TV.
3Sifat baru apa dari temanmu yang kamu ketahui setelah diskusi hari ini?Saya jadi tahu bahwa teman saya ternyata sosok yang sangat sabar dan rendah hati.
4Kesulitan apa yang kamu alami saat merangkai kata-kata menjadi puisi akrostik?Kesulitan saat memilih kata yang tepat agar kalimatnya menyatu indah dan huruf depannya sesuai nama teman.
5Apa yang akan kamu lakukan agar bisa menjadi teman yang lebih baik lagi di kelas?Saya akan lebih sering menyapa ramah, membantu teman yang kesulitan, dan selalu ingat sifat-sifat baik teman saya.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  1. Penggunaan Kata Sifat dalam Pengembangan Keterampilan Menulis Teks Puitis di Sekolah Dasar.
  2. Penerapan Model Project-Based Learning Berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk Meningkatkan Empati Sosial dan Kreativitas Siswa SD.
  3. Ragam Majas dan Diksi Puisi Akrostik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase C.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  1. Mengenal Kata Sifat: Mengenal Karakter Diri dan Teman-Teman di Sekolah.
  2. Mengenal Puisi Akrostik: Cara Mudah dan Menyenangkan Menulis Puisi dari Nama Ciptaan Sendiri.
  3. Indahnya Persahabatan: Saling Menghargai dan Memuji Kebaikan Teman Sebangku.

GLOSARIUM

  1. Akrostik: Puisi yang huruf-huruf awal setiap barisnya jika dibaca secara vertikal membentuk sebuah kata atau nama.
  2. Adjektiva: Kata sifat; kata yang menjelaskan kuantitas, kualitas, maupun penekanan pada kata benda atau kata ganti.
  3. Diksi: Pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu.
  4. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran mendalam yang berfokus pada penguasaan makna, kesadaran penuh (mindful), relevansi (meaningful), dan kegembiraan (joyful).
  5. Mindful Learning: Proses belajar yang dilakukan dengan kesadaran penuh, fokus, dan keterlibatan emosi positif.
  6. Meaningful Learning: Pembelajaran yang menghubungkan informasi baru dengan konsep-konsep relevan yang ada dalam struktur kognitif dan pengalaman nyata siswa.
  7. Joyful Learning: Suasana pembelajaran yang menyenangkan, menginspirasi, dan membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik.
  8. Tutor Sebaya: Metode pembelajaran di mana peserta didik yang lebih mampu membantu mendampingi peserta didik lain dalam belajar.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
  2. Indradi, A. (2021). Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas V (Kurikulum Merdeka). Jakarta: Erlangga.
  3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Bergerak Bersama SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  4. Rachman, A., & Kurniawati, D. (2023). Penerapan Deep Learning dan Pendekatan Visual dalam Pembelajaran Bahasa di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8(2), 112-125.
  5. Suragangga, I. M. (2017). Mendidik Karakter Melalui Pembelajaran Menulis Puisi Akrostik. Jurnal Penjaminan Mutu, 3(2), 190-200.

LAMPIRAN

Lembar Observasi Keterampilan Menulis Puisi dan Sikap Kolaborasi

NoAspek yang DinilaiKriteria Skor (1-4 dengan keterangan tiap skor)Skor
1Kerjasama dan Kolaborasi BerpasanganSkor 4: Sangat aktif bekerjasama, saling mendengarkan, dan berbagi tugas secara seimbang.
Skor 3: Aktif bekerjasama dan berbagi tugas dengan baik.
Skor 2: Cukup bekerjasama namun dominasi salah satu pihak terlihat jelas.
Skor 1: Tidak mau bekerjasama dan bekerja sendiri-sendiri.
4
2Kemampuan Mengidentifikasi Kata SifatSkor 4: Mampu menemukan >5 kata sifat positif yang sangat relevan dan variatif.
Skor 3: Mampu menemukan 4-5 kata sifat positif yang relevan.
Skor 2: Mampu menemukan 2-3 kata sifat positif tetapi kurang variatif.
Skor 1: Hanya menemukan 1 kata sifat atau tidak relevan sama sekali.
4
3Penguasaan Struktur Puisi AkrostikSkor 4: Seluruh huruf nama tersusun vertikal tepat dengan kalimat puitis yang padu.
Skor 3: Seluruh huruf nama tersusun vertikal dengan kalimat sederhana yang bermakna.
Skor 2: Terdapat 1-2 huruf nama yang terlewat atau susunan kurang tepat.
Skor 1: Struktur akrostik tidak terbentuk sama sekali.
3
4Kerapian dan Estetika Visual KaryaSkor 4: Penulisan sangat rapi, bersih, dihias sangat artistik dan penuh warna.
Skor 3: Penulisan rapi, bersih, dan diberi hiasan warna yang cukup.
Skor 2: Penulisan cukup rapi namun hiasan minim dan kurang terawat.
Skor 1: Hasil karya kotor, tidak rapi, dan tidak dihias.
4
5Performa Pembacaan dan Apresiasi KaryaSkor 4: Membaca dengan intonasi sangat baik, ekspresif, dan mengapresiasi teman secara tulus.
Skor 3: Membaca dengan intonasi baik dan menunjukkan apresiasi teman.
Skor 2: Membaca dengan suara pelan dan kurang menunjukkan ekspresi apresiasi.
Skor 1: Membaca tidak terdengar dan tidak mau mengapresiasi teman.
4
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130