IDENTITAS MODUL
| Membaca dan Memirsa | : | SD Negeri 1 Wringin Anom |
| Nama Guru | : | Didik Sadi, S.Pd. |
| Mata Pelajaran | : | Bahasa Indonesia |
| Kelas / Fase | : | Kelas V / C |
| Semester / Tahun Pelajaran | : | Ganjil / 2026/2027 |
| Alokasi Waktu | : | 3 x 35 menit (1 Pertemuan) |
| Materi / Topik | : | Berdiskusi kelompok untuk menemukan bukti kalimat/paragraf yang menunjukkan sifat tokoh. |
| Elemen Capaian Pembelajaran | : | Membaca dan Memirsa |
| Model Pembelajaran | : | Small Group Discussion |
| Pendekatan Pembelajaran | : | Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) |
| Integrasi Lokal dan Diferensiasi | : | Diferensiasi Peran Kelompok; Integrasi Nilai Gotong Royong dan Ketahanan Diri |
ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN
Karakteristik dan Kebutuhan Peserta Didik
Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom memiliki kecenderungan gaya belajar visual yang dominan. Mereka lebih mudah memahami konsep, teks narasi, dan petunjuk kerja apabila disajikan dengan dukungan sajian visual interaktif melalui media Smart TV. Dalam hal kemampuan sosial-emosional, peserta didik memiliki potensi kerjasama yang baik, namun membutuhkan pembagian peran yang jelas agar diskusi berjalan efektif dan berkeadilan.
Pengalaman Belajar Awal
Peserta didik telah memiliki kemampuan dasar dalam membaca lancar dan menyebutkan nama-nama tokoh dalam cerita. Namun, sebagian besar peserta didik masih kesulitan dalam melakukan inferensi kognitif tingkat lanjut, yaitu membuktikan sifat/karakter tokoh berdasarkan bukti langsung (sitasi teks) berupa kalimat atau paragraf pendukung.
Tantangan Pembelajaran
Tantangan utama adalah membimbing peserta didik beranjak dari sekadar menebak sifat tokoh secara intuitif menuju proses berpikir kritis dengan menyertakan bukti tekstual (textual evidence) dari teks cerita "Perjuangan Heo". Selain itu, diperlukan pengelolaan dinamika kelompok agar nilai gotong royong dan ketahanan diri tertanam secara nyata.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Pada akhir Fase C, peserta didik memiliki kemampuan menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan mengidentifikasi ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai-nilai dari berbagai jenis teks informatif dan narasi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks tulis, visual, dan audiovisual. Khusus pada elemen Membaca dan Memirsa, peserta didik mampu menemukan bukti tekstual berupa kalimat atau paragraf yang menunjukkan sifat rajin dan pantang menyerah dari tokoh Heo melalui kegiatan membaca dan berdiskusi kelompok secara kritis dan terstruktur.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Tujuan Pembelajaran Domain Kognitif
Melalui penayangan teks visual di Smart TV dan diskusi kelompok, peserta didik mampu mengidentifikasi serta menentukan minimal dua bukti kalimat/paragraf yang menunjukkan sifat rajin dan pantang menyerah dari tokoh Heo secara tepat dan akurat.
Tujuan Pembelajaran Domain Psikomotorik
Melalui model Small Group Discussion dengan diferensiasi peran, peserta didik mampu menyajikan hasil pemetaan bukti tekstual sifat tokoh Heo dalam bentuk lembar kerja kelompok secara sistematis dan komunikatif.
Tujuan Pembelajaran Domain Afektif
Melalui proses kerja kelompok, peserta didik mampu menunjukkan sikap gotong royong dan menghayati nilai ketahanan diri (pantang menyerah) yang terefleksi dalam aktivitas pembelajaran.
PEMAHAMAN BERMAKNA
Membaca bukan sekadar melafalkan kata-kata, melainkan proses menggali kebenaran informasi melalui bukti nyata yang tertulis. Kemampuan menemukan bukti tekstual melatih kita untuk berpikir kritis, berbasis data, dan tidak mudah berasumsi tanpa dasar. Nilai ketahanan diri dan kerajinan yang ditunjukkan oleh tokoh Heo memberikan gambaran bahwa keberhasilan dalam kehidupan nyata dicapai melalui kerja keras, ketekunan, dan sikap tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan.
PERTANYAAN PEMANTIK
Pertanyaan Pemantik Kognitif
Bagaimana kita bisa membuktikan bahwa seorang tokoh cerita memiliki sifat rajin dan pantang menyerah jika kita tidak bertemu langsung dengan tokoh tersebut?
Pertanyaan Pemantik Analitis
Kalimat atau tindakan apa dalam cerita Heo yang secara jelas memperlihatkan bahwa ia tidak langsung menyerah ketika mengalami kegagalan?
Pertanyaan Pemantik Reflektif
Mengapa penting bagi kita untuk selalu menyertakan alasan atau bukti tulisan saat menyampaikan pendapat mengenai karakter seseorang dalam cerita?
PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Profil Pelajar Pancasila
- Bergotong Royong: Ditunjukkan melalui kemampuan bekerjasama, berbagi peran, dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas diskusi kelompok.
- Bernalar Kritis: Ditunjukkan melalui kemampuan menganalisis isi teks, menyaring informasi, dan menemukan bukti kalimat yang relevan dengan karakter tokoh.
- Mandiri: Ditunjukkan melalui kesadaran menjalankan peran individu di dalam kelompok serta ketahanan diri dalam menyelesaikan masalah belajar.
Kompetensi Utama
- Literasi Membaca Kritis: Mampu melakukan inferensi dan analisis bukti tekstual.
- Komunikasi Efektif: Mampu menyampaikan hasil pemikiran kelompok di depan kelas.
- Regulasi Diri: Mampu mengelola emosi dan menunjukkan nilai pantang menyerah dalam berdiskusi.
MATERI PEMBELAJARAN
Penokohan dan Karakter Tokoh
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan watak atau sifat tokoh dalam sebuah cerita. Sifat tokoh dapat diketahui melalui:
- Pilihan kata dan tindakan langsung tokoh.
- Dialog atau ucapan tokoh.
- Narasi atau deskripsi yang dituliskan oleh pengarang.
Bukti Tekstual (Textual Evidence)
Bukti tekstual adalah potongan kalimat, frasa, atau paragraf yang diambil langsung dari cerita untuk membuktikan bahwa analisis kita tentang sifat tokoh adalah benar dan valid.
Analisis Sifat Tokoh Heo
- Sifat Rajin: Ditandai dengan aktivitas Heo yang selalu belajar, bangun pagi, atau latihan secara konsisten tanpa diperintah.
- Sifat Pantang Menyerah (Ketahanan Diri): Ditandai dengan sikap Heo yang tetap mencoba kembali meskipun mengalami kegagalan, tidak menangis meratapi keterbatasan, dan mencari cara baru untuk berhasil.
MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran
Small Group Discussion (Diskusi Kelompok Kecil): Setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik dengan pembagian peran yang jelas untuk membicarakan dan memecahkan permasalahan analisis teks.
Pendekatan Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mengintegrasikan tiga pilar utama:
- Mindful Learning (Pembelajaran Bermakna dan Sadar): Mendorong kesadaran penuh peserta didik saat membaca dan mencermati kata demi kata dalam teks.
- Meaningful Learning (Pembelajaran Relevan): Menghubungkan sifat pantang menyerah Heo dengan kehidupan nyata peserta didik.
- Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Penggunaan media visual interaktif pada Smart TV dan dinamika kelompok yang komunikatif.
ASESMEN
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)
Dilakukan diawal sesi melalui kuis visual interaktif tayangan Smart TV untuk mengukur pemahaman awal peserta didik tentang kata sifat tokoh.
Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran)
- Penilaian proses diskusi kelompok melalui lembar observasi kinerjabukti tekstual.
- Penilaian hasil kerja Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) kelompok.
Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
Tes tertulis singkat individu berupa analisis paragraf pendek baru untuk menentukan sifat tokoh beserta bukti kalimatnya.
RUBRIK PENILAIAN
Rubrik Penilaian Kelompok (LKPD dan Diskusi)
| Kriteria Penilaian | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan Menemukan Bukti Tekstual | Menemukan >2 bukti kalimat/paragraf yang sangat tepat sesuai sifat rajin dan pantang menyerah. | Menemukan 2 bukti kalimat/paragraf yang tepat sesuai sifat tokoh. | Menemukan 1 bukti kalimat/paragraf yang tepat. | Belum mampu menemukan bukti kalimat yang tepat dari teks. |
| Kerjasama dan Gotong Royong | Semua anggota kelompok aktif berpartisipasi sesuai peran dan saling membantu. | Mayoritas anggota aktif berpartisipasi sesuai peran. | Hanya 2 orang anggota yang mendominasi diskusi. | Anggota kelompok bekerja sendiri-sendiri tanpa interaksi. |
| Kerapian dan Kelengkapan LKPD | LKPD diisi sangat lengkap, rapi, dan mudah dibaca secara keseluruhan. | LKPD diisi lengkap dan cukup rapi. | LKPD diisi kurang lengkap (ada bagian terbengkalai). | LKPD tidak diisi dengan tuntas. |
Rubrik Penilaian Sikap (Gotong Royong dan Ketahanan Diri)
| Kriteria Sikap | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|
| Gotong Royong | Selalu membantu teman sekelompok dan membagi tugas dengan adil. | Sering membantu teman dan menjalankan tugas kelompok. | Kadang-kadang membantu teman jika diminta. | Tidak mau bekerja sama dalam kelompok. |
| Ketahanan Diri (Pantang Menyerah) | Tidak putus asa saat menemukan kalimat yang sulit dan terus berusaha mencarinya. | Berusaha menyelesaikan tugas meskipun menghadapi kesulitan. | Mudah menyerah jika mengalami kesulitan awal. | Tidak mau berusaha menyelesaikan tugas. |
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)
- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa peserta didik, dan mengajak berdoa bersama.
- Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar peserta didik.
- Melalui penayangan gambar visual di Smart TV, guru melakukan pemanasan kesadaran diri (Mindful Learning) dengan meminta peserta didik menebak perasaan dan sifat tokoh dalam gambar.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alur kegiatan Small Group Discussion, dan sistem diferensiasi peran yang akan diterapkan.
- Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk memfokuskan perhatian peserta didik pada teks yang akan dibaca.
Kegiatan Inti (75 Menit)
Tahap 1: Orientasi Peserta Didik pada Masalah (15 Menit)
- Guru menayangkan cerita narasi "Perjuangan Heo" pada layar Smart TV dengan tampilan visual yang menarik.
- Peserta didik membaca teks cerita secara bersama-sama dan mencermati alur cerita (Visual & Mindful Learning).
- Guru mengajukan pertanyaan eksploratif: "Sifat apa yang paling menonjol dari tokoh Heo? Di bagian mana kalian menemukannya?"
- Guru menjelaskan pentingnya mencari bukti kalimat langsung (bukan sekadar dugaan) untuk mendukung penilaian karakter tokoh.
Tahap 2: Pengorganisasian Kelompok dan Diferensiasi Peran (10 Menit)
- Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (Small Group Discussion) beranggotakan 4-5 orang.
- Guru menerapkan diferensiasi peran dalam setiap kelompok:
a. Ketua Kelompok: Memimpin jalannya diskusi dan memastikan semua berpartisipasi.
b. Pencatat/Penulis: Mencatat hasil kesepakatan diskusi pada LKPD.
c. Pembaca Teks: Membaca kembali paragraf cerita secara teliti.
d. Peneliti Bukti: Memeriksa ketepatan kalimat yang dipilih sebagai bukti tekstual.
e. Jurubicara/Presenter: Mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
Tahap 3: Bimbingan Diskusi Kelompok (25 Menit)
- Setiap kelompok menerima LKPD yang memuat teks cerita "Perjuangan Heo" dan tabel bukti tekstual.
- Peserta didik berdiskusi aktif menemukan bukti kalimat/paragraf yang menunjukkan sifat "Rajin" dan "Pantang Menyerah" tokoh Heo (Meaningful Learning & Gotong Royong).
- Guru berkeliling memfasilitasi diskusi, memberikan bimbingan bagi kelompok yang mengalami kesulitan, dan memastikan seluruh peran berfungsi dengan baik.
- Peserta didik dilatih untuk tidak mudah menyerah apabila kalimat bukti yang dicari belum tepat pada percobaaan pertama.
Tahap 4: Pengembangan dan Penyajian Hasil (15 Menit)
- Setiap kelompok menyusun hasil temuan bukti tekstual pada LKPD secara rapi.
- Perwakilan kelompok (Presenter) mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas di samping tayangan Smart TV.
- Kelompok lain menyimak dan memberikan tanggapan atau masukan secara santun (Joyful Learning).
Tahap 5: Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah (10 Menit)
- Guru bersama peserta didik mengevaluasi ketepatan kalimat bukti yang telah dipresentasikan.
- Guru memberikan penguatan kognitif mengenai cara mengidentifikasi kata kunci dalam paragraf yang menandakan sifat rajin dan pantang menyerah.
Kegiatan Penutup (15 Menit)
- Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan akhir tentang materi penokohan dan bukti tekstual.
- Peserta didik mengerjakan tes evaluasi individu (asesmen sumatif singkat).
- Guru dan peserta didik melakukan refleksi proses pembelajaran berkaitan dengan nilai gotong royong dan ketahanan diri.
- Guru memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh kelompok dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam.
PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM
Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)
Peserta didik dilatih untuk membaca secara saksama (close reading), memperhatikan tanda baca, kata kerja, dan pilihan kata dalam paragraf cerita "Perjuangan Heo", sehingga mereka menyadari penuh alasan di balik penetapan sifat tokoh.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)
Peserta didik menghubungkan nilai ketahanan diri tokoh Heo dengan pengalaman pribadi mereka, seperti saat belajar naik sepeda, menyelesaikan soal matematika sulit, atau berlatih olahraga. Peserta didik memahami bahwa sifat pantang menyerah membawa hasil yang nyata.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)
Pembelajaran dirancang secara interaktif menggunakan penayangan Smart TV yang kaya warna, dinamika kelompok yang saling melengkapi peran, serta apresiasi positif berupa tepuk tangan dan pujian verbal di setiap sesi presentasi.
STRATEGI DIFERENSIASI
Diferensiasi Peran (Proses)
Setiap peserta didik mendapatkan tanggung jawab spesifik dalam kelompok sesuai dengan kecenderungan bakat dan kenyamanan belajar mereka (Leader, Writer, Reader, Researcher, Presenter). Hal ini memastikan semua peserta didik terlibat tanpa ada yang terisolasi.
Diferensiasi Konten dan Pembimbingan
- Kelompok Mahir: Diberikan tantangan untuk menemukan bukti tekstual tersirat (implisit) dari tindakan tokoh Heo.
- Kelompok Perlu Bimbingan: Diberikan panduan berupa penyorotan (highlight) warna pada paragraf tertentu di Smart TV untuk membantu mereka melokalisasi kalimat bukti (eksplisit).
PEMANFAATAN TEKNOLOGI
Laptop dan Smart TV
Gunakan Laptop yang terhubung ke Smart TV untuk menampilkan visual teks narasi berpola warna interaktif, tayangan slide presentasi cerita "Perjuangan Heo", dan panduan alur diskusi kelompok.
Koneksi Internet
Digunakan untuk mengakses media visual pendukung cerita dan mengunduh instrumen pembelajaran digital yang relevan selama sesi persiapan materi.
MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
Media Pembelajaran
- Slide Presentasi Teks Cerita "Perjuangan Heo" pada Smart TV.
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis tabel bukti tekstual.
- Kartu Peran Kelompok (Badge Peran Diskusi).
Sumber Belajar
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas V Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Teks Narasi Adaptasi "Perjuangan Heo" (Kisah Inspiratif Ketahanan Diri).
- Lingkungan sekitar sekolah dan pengalaman hidup peserta didik.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Label | Isi |
|---|---|
| Nama Anggota Kelompok | 1. ... 2. ... 3. ... 4. ... 5. ... |
| Kelas / Fase | Kelas V / C |
| No. Absen | ... |
| Tanggal | ... |
Judul Teks Cerita: Perjuangan Heo
Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang anak bernama Heo. Setiap hari, sebelum matahari terbit, Heo sudah bangun dan menyapu halaman rumahnya serta merapikan buku-buku pelajarannya tanpa perlu diperintah oleh ibunya. Saat sekolah, Heo selalu mendengarkan penjelasan guru dengan tekun dan mencatat semua hal penting di bukunya. Suatu hari, Heo mengikuti lomba melukis tingkat kabupaten. Pada percobaan pertama, lukisannya tumpah tersiram cat. Namun, Heo tidak menangis atau berhenti. Ia mengambil kertas baru, tersenyum, dan mulai melukis kembali dari awal hingga selesai dengan sangat indah.
Petunjuk Kerja Diskusi Kelompok
- Bacalah kembali teks cerita "Perjuangan Heo" di atas bersama kelompokmu!
- Diskusikan dan temukan bukti kalimat atau paragraf yang membuktikan bahwa Heo memiliki sifat "Rajin" dan "Pantang Menyerah"!
- Tuliskan hasil temuan diskusi kelompokmu pada tabel di bawah ini!
| No | Sifat Tokoh Heo | Bukti Kalimat / Paragraf dalam Teks | Alasan Kelompok |
|---|---|---|---|
| 1 | Rajin | ... | ... |
| 2 | Pantang Menyerah | ... | ... |
REMEDIAL
Program Bimbingan Remedial
Program remedial diperuntukkan bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran dalam menemukan bukti tekstual.
- Bentuk Kegiatan: Pendampingan individu atau dalam kelompok kecil (2-3 anak) oleh guru.
- Metode: Membaca terbimbing (guided reading) dengan menggunakan paragraf yang lebih pendek (2-3 kalimat). Guru membantu memandu penandaan kata kunci (misal: "bangun pagi", "mencoba lagi") sebagai indikator sifat tokoh.
PENGAYAAN
Program Pengayaan
Program pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik yang telah melampaui capaian tujuan pembelajaran secara cepat dan tepat.
- Bentuk Kegiatan: Tugas analisis mandiri/kelompok tingkat tinggi (HOTS).
- Metode: Peserta didik diberikan teks narasi sekunder yang memuat dua tokoh berwatak kontras. Peserta didik diminta menemukan bukti tekstual dari kedua tokoh tersebut serta membandingkan nilai ketahanan diri antartokoh.
REFLEKSI GURU
| No | Pertanyaan Refleksi Guru | Hasil Refleksi / Catatan Evaluasi |
|---|---|---|
| 1 | Apakah penggunaan media Smart TV efektif meningkatkan fokus belajar peserta didik visual? | Penayangan teks visual berwarna berhasil meningkatkan keterlibatan peserta didik visual secara signifikan. |
| 2 | Apakah penerapan diferensiasi peran dalam Small Group Discussion berjalan lancar? | Semua peserta didik menjalankan perannya dengan baik, pembagian tugas mencegah ketergantungan pada satu siswa. |
| 3 | Berapa persen peserta didik yang mampu menemukan bukti tekstual secara tepat? | Sekitar 85% peserta didik berhasil mengidentifikasi bukti kalimat secara akurat pada percobaan pertama. |
| 4 | Kendala utama apa yang dihadapi selama proses pembelajaran berlangsung? | Waktu diskusi agak meleset 5 menit pada saat transisi pembentukan kelompok awal. |
| 5 | Langkah perbaikan apa yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya? | Memberikan penanda batas waktu (timer) visual pada layar Smart TV agar pengelolaan waktu lebih tertib. |
REFLEKSI PESERTA DIDIK
| No | Pertanyaan Refleksi Peserta Didik | Jawabanku |
|---|---|---|
| 1 | Bagian mana dari kegiatan berdiskusi hari ini yang paling kamu sukai? | ... |
| 2 | Sifat tokoh Heo mana yang ingin kamu tiru dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa? | ... |
| 3 | Apakah kamu menemukan kesulitan saat mencari kalimat bukti dalam cerita? Bagaimana caramu mengatasinya? | ... |
| 4 | Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman-teman di kelompokmu? | ... |
BAHAN BACAAN
Bahan Bacaan Guru
- Pengajaran Literasi Kritis di Sekolah Dasar: Mengembangkan Kemampuan Inferensi Tekstual.
- Penerapan Model Small Group Discussion dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Kurikulum Merdeka.
- Konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Membangun Character, Collaboration, dan Critical Thinking pada Siswa SD.
Bahan Bacaan Peserta Didik
- Teks Cerita Narasi "Perjuangan Heo" (Tersedia di LKPD & Smart TV).
- Buku Cerita Anak Tema Ketahanan Diri dan Kerajinan: "Aku Anak Pantang Menyerah".
GLOSARIUM
- Bukti Tekstual: Kutipan kata, kalimat, atau paragraf langsung dari teks tulis yang dijadikan landasan pembenar atas suatu analisis atau pendapat.
- Penokohan: Cara pengarang menampilkan karakter, watak, atau sifat dari tokoh-tokoh dalam cerita narasi.
- Small Group Discussion: Model pembelajaran kelompok kecil (3-5 siswa) untuk memecahkan masalah melalui pertukaran ide dan kerjasama sosial.
- Ketahanan Diri (Resilience): Sifat atau kemampuan mental seseorang untuk tetap bertahan, tidak mudah putus asa, dan bangkit kembali saat menghadapi kesulitan atau kegagalan.
- Gotong Royong: Bekerja bersama-sama untuk mencapai hasil yang diinginkan secara adil dan kolaboratif.
DAFTAR PUSTAKA
- Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Fase C. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Hartati, S. (2021). Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Literasi Kritis di SD. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Bergerak Bersama Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
- Zenten, M., & Bates, J. E. (2016). Child Temperament and Character Development in Primary Education. New York: Guilford Press.
LAMPIRAN
Lembar Observasi Penilaian Sikap dan Keterampilan Diskusi
| No | Aspek yang Dinilai | Kriteria Skor 1 | Kriteria Skor 2 | Kriteria Skor 3 | Kriteria Skor 4 | Skor |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kemampuan Menemukan Bukti Tekstual | Belum mampu menemukan kalimat bukti dari teks cerita. | Menemukan 1 bukti kalimat tetapi kurang relevan dengan sifat tokoh. | Menemukan 2 bukti kalimat yang relevan dengan tepat. | Menemukan >2 bukti kalimat yang sangat tepat beserta alasannya. | ... |
| 2 | Keaktifan Berdiskusi (Gotong Royong) | Pasif dan tidak mau berinteraksi dengan anggota kelompok. | Berinteraksi hanya jika ditegur atau diminta oleh teman. | Aktif berdiskusi dan menjalankan peran kelompok dengan baik. | Sangat aktif, memotivasi teman, dan menjaga keharmonisan kelompok. | ... |
| 3 | Ketahanan Diri dalam Bekerja | Mudah menyerah dan berhenti bekerja jika menemui kesulitan. | Berhenti bekerja saat kesulitan dan menunggu bantuan penuh guru. | Tetap berusaha mencoba menyelesaikan tugas meskipun lambat. | Pantang menyerah, terus mencari jalan keluar hingga tugas selesai sempurna. | ... |
| 4 | Kejelasan Kemampuan Presentasi | Tidak berani berbicara atau suara tidak terdengar sama sekali. | Membaca LPKD dengan suara sangat pelan dan ragu-ragu. | Menyampaikan hasil diskusi dengan lancar dan suara terdengar jelas. | Menyampaikan presentasi sangat lancar, percaya diri, dan komunikatif. | ... |