Line Spacing
Bullets Library
Number Library
Border Sel:
Shading Sel:
Modul Ajar

IDENTITAS MODUL

Satuan Pendidikan : SD Negeri 1 Wringin Anom
Nama Guru : Didik Sadi, S.Pd.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Kelas / Fase : Kelas V / C
Semester / Tahun Pelajaran : Ganjil / 2026/2027
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit (1 Pertemuan)
Materi / Topik : Memeragakan drama penerapan norma di depan kelas serta melakukan penilaian antarteman.
Elemen Capaian Pembelajaran : Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Model Pembelajaran : Performance-Based Learning
Pendekatan Pembelajaran : Pembelajaran Mendalam (Deep Learning - Mindful, Meaningful, Joyful Learning)
Integrasi Lokal dan Diferensiasi : Diferensiasi penampilan; penggunaan busana/kostum tradisional daerah.

ANALISIS AWAL PEMBELAJARAN

Kesiapan Belajar dan Pemahaman Awal Peserta Didik

Peserta didik kelas V SD Negeri 1 Wringin Anom secara konseptual telah mengenali jenis-jenis norma yang berlaku di masyarakat (norma agama, kesusilaan, kesopanan, dan hukum). Namun, tingkat pemahaman mereka masih berada pada tataran teoretis dan membutuhkan pengalaman langsung untuk menghayati makna norma dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Karakteristik dan Gaya Belajar Peserta Didik

Peserta didik memiliki latar belakang budaya lokal yang kaya dan menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan ekspresif, seni peran, serta kriya tangan. Mereka cenderung belajar secara optimal melalui gaya belajar visual dan kinestetik. Karakteristik peserta didik ditandai dengan kemampuan mengomunikasikan pesan kebaikan norma kepada komunitas sekolah melalui integrasi karya 3D sebagai properti pertunjukan drama.

Aspek Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)

Pembelajaran dirancang untuk menyentuh tiga dimensi Deep Learning:

  • Mindful Learning: Peserta didik menyadari secara penuh emosi, peran, dan dampak moral dari setiap tindakan yang diperagakan.
  • Meaningful Learning: Peserta didik menghubungkan norma dengan kearifan lokal daerah dan kehidupan nyata di lingkungan sekolah dan rumah.
  • Joyful Learning: Pembelajaran dikemas dalam suasana ekspresif, eksploratif, dan kolaboratif melalui seni pertunjukan drama berbusana adat.

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu memahami norma dan aturan yang berlaku di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat; mengidentifikasi hak dan kewajiban sebagai warga negara dan anggota masyarakat; serta menampilkan dan menilai penerapan norma sosial dan aturan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Ranah Kognitif dan Pemahaman

Melalui pengamatan skenario dan analisis peran, peserta didik mampu menganalisis kesesuaian tindakan tokoh dengan norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat secara kritis dan tepat.

Ranah Psikomotorik dan Kinerja

Melalui model Performance-Based Learning, peserta didik mampu memeragakan pertunjukan drama pendek penerapan norma di depan kelas dengan memanfaatkan busana tradisional daerah dan properti karya 3D secara percaya diri dan komunikatif.

Ranah Afektif dan Evaluatif

Melalui kegiatan observasi pertunjukan kelompok lain, peserta didik mampu melakukan penilaian antarteman (peer-assessment) secara jujur, objektif, dan santun berdasarkan instrumen kriteria yang telah disepakati.

PEMAHAMAN BERMAKNA

Norma bukan sekadar aturan tertulis yang dihafalkan, melainkan panduan hidup bertindak yang diwujudkan melalui kesantunan, penghormatan budaya, dan empati sosial. Melalui seni drama berbusana tradisional, kebaikan norma terpancar sebagai warisan budaya luhur bangsa yang menjaga kedamaian dan keharmonisan hidup bermasyarakat.

PERTANYAAN PEMANTIK

Pertanyaan Pemantik Kesadaran (Mindful)

Bagaimana perasaanmu ketika seseorang memperlakukanmu dengan santun dan sesuai aturan saat kamu mengenakan pakaian adat daerahmu?

Pertanyaan Pemantik Makna (Meaningful)

Mengapa norma-norma yang ada di masyarakat perlu kita tunjukkan melalui tindakan nyata, bukan hanya kita bicarakan di dalam kelas?

Pertanyaan Pemantik Penilaian (Critical Thinking)

Bagaimana cara kita memberikan masukan yang baik dan jujur kepada teman saat mereka menampilkan drama penerapan norma di depan kelas?

PROFIL DAN KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN

Dimensi Profil Pelajar Pancasila

  • Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menunjukkan kebiasaan berprilaku sesuai norma agama, kesusilaan, dan kesopanan.
  • Berkebinekaan Global: Mengapresiasi dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara melalui penggunaan busana tradisional daerah dalam pertunjukan.
  • Gotong Royong: Bekerja sama secara aktif dalam kelompok untuk menyiapkan dan memeragakan drama serta properti 3D.
  • Bernalar Kritis: Menganalisis dan menilai penampilan teman berdasarkan kriteria objektif dalam penilaian antarteman.

Kompetensi Abad 21 (4C)

  • Critical Thinking: Mampu mengevaluasi tindakan tokoh dan melakukan peer-assessment.
  • Creativity: Merancang skenario pertunjukan, penataan properti 3D, dan pemanfaatan kearifan lokal.
  • Collaboration: Berbagi peran, menyelaraskan alur pementasan, dan saling mendukung antaranggota tim.
  • Communication: Menyampaikan dialog drama dengan intonasi tepat dan menyampaikan umpan balik secara santun.

MATERI PEMBELAJARAN

Pengertian dan Jenis Norma

  • Norma Agama: Aturan hidup yang bersumber dari wahyu Tuhan Yang Maha Esa.
  • Norma Kesusilaan: Aturan yang berasal dari hati nurani manusia mengenai baik dan buruk.
  • Norma Kesopanan: Aturan pergaulan yang bersumber dari tata krama, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat.
  • Norma Hukum: Aturan resmi yang dibuat oleh otoritas berwenang dan bersifat mengikat serta memaksa.

Penerapan Norma dalam Konsep Drama

  • Penggambaran situasi pelanggaran norma versus pemenuhan norma dalam kehidupan sehari-hari (sekolah, rumah, dan masyarakat).
  • Penggunaan simbol-simbol pesan kebaikan norma melalui dialog, ekspresi, dan penggunaan busana tradisional daerah.

Teknik Kinerja Pertunjukan dan Penilaian Antarteman

  • Teknik penghayatan peran, kelancaran dialog, ekspresi wajah, dan gestur tubuh.
  • Prinsip penilaian antarteman: Objektivitas, empati, kejelasan indikator, dan pemberian apresiasi konstruktif.

MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran

Performance-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Kinerja): Peserta didik memdemonstrasikan pemahaman konsep norma melalui tindakan nyata berupa seni pertunjukan peran yang terstruktur dan bermakna.

Pendekatan Pembelajaran

Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang mencakup tiga pilar:

  • Mindful Learning: Mengajak peserta didik hadir secara utuh, sadar akan peran norma, serta merefleksikan emosi dan tindakan karakter.
  • Meaningful Learning: Mengonstruksi makna norma melalui integrasi kearifan lokal (busana daerah) dan pembuatan produk 3D sebagai penyampai pesan kebaikan.
  • Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang menggembirakan melalui seni peran, eksplorasi kostum, dan saling memberikan apresiasi positif.

ASESMEN

Asesmen Diagnostik (Awal)

  • Teknik: Tanya jawab lisan dan pengamatan kesiapan kostum/skenario.
  • Instrumen: Daftar cek kesiapan kelompok (pengetahuan norma awal dan kesiapan pertunjukan).

Asesmen Formatif (Proses)

  • Teknik: Unjuk kerja (Performance Assessment) dan Penilaian Antarteman (Peer-Assessment).
  • Instrumen: Lembar observasi kinerja pertunjukan drama dan Lembar Penilaian Antarteman pada LKPD.

Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)

  • Teknik: Evaluasi produk kinerja pertunjukan drama kelompok dan rangkuman refleksi norma secara individual.
  • Instrumen: Rubrik penilaian komprehensif drama dan pesan kebaikan.

RUBRIK PENILAIAN

Rubrik Penilaian Kinerja Drama Kelompok

Aspek yang DinilaiSangat Baik (Skor 4)Baik (Skor 3)Cukup (Skor 2)Perlu Bimbingan (Skor 1)
Kesesuaian Pesan NormaSkenario memuat pesan norma (agama/kesusilaan/kesopanan/hukum) secara sangat jelas, tepat, dan mendalam.Skenario memuat pesan norma secara jelas dan tepat.Pesan norma terlihat namun kurang jelas atau bercampur aduk.Pesan norma tidak terlihat dalam adegan drama.
Penghayatan Peran dan EkspresiSeluruh pemeran menghayati peran dengan ekspresi, intonasi, dan gestur yang sangat natural dan kontekstual.Sebagian besar pemeran menghayati peran dengan ekspresi dan intonasi yang baik.Pemeran tampil kurang percaya diri, ekspresi dan intonasi masih kaku.Pemeran hanya membaca teks/dialog tanpa ekspresi dan gestur.
Penggunaan Busana Daerah dan Properti 3DMenggunakan busana tradisional daerah dengan sangat rapi, estetis, serta mengintegrasikan properti 3D secara kreatif.Menggunakan busana tradisional daerah dan properti 3D dengan rapi dan sesuai.Busana tradisional atau properti 3D kurang lengkap/kurang sesuai konteks.Tidak menggunakan busana tradisional maupun properti 3D.
Kerjasama dan KekompakanSeluruh anggota kelompok berperan aktif, saling mendukung, dan alur pementasan berjalan sangat lancar.Kelompok menunjukkan kerja sama yang baik dan alur pementasan lancar.Kerjasama kelompok kurang serasi, terdapat beberapa jeda atau keraguan.Kelompok tidak kompak dan pementasan tidak terstruktur.

Rubrik Penilaian Antarteman (Peer-Assessment)

Aspek yang DinilaiSangat Baik (Skor 4)Baik (Skor 3)Cukup (Skor 2)Perlu Bimbingan (Skor 1)
Objektivitas dan Kejujuran PenilaianMemberikan skor dan catatan umpan balik berdasarkan fakta penampilan secara sangat objektif dan jujur.Memberikan penilaian dan umpan balik yang jujur dan objektif.Penilaian dipengaruhi faktor kesenangan pribadi, catatan kurang sesuai.Penilaian diberikan secara asal-asalan tanpa memperhatikan penampilan.
Kesantunan Umpan BalikMenyampaikan masukan dan pujian menggunakan bahasa yang sangat santun, membangun, dan positif.Menyampaikan masukan menggunakan bahasa yang santun dan positif.Masukan disampaikan secara kurang santun atau agak menyudutkan.Masukan bersifat negatif atau meremehkan penampilan teman.

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Alokasi Waktu Total: 4 x 35 menit (140 menit)

Kegiatan Pendahuluan (20 Menit)

  • Pengondisian Kelas (Mindful Learning): Guru menyapa peserta didik dengan hangat, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran. Guru mengajak peserta didik melakukan latihan pernapasan sejenak (Mindful Breathing) untuk menghadirkan kesadaran utuh sebelum pembelajaran dimulai.
  • Apersepsi dan Orientasi (Meaningful Learning): Guru mengaitkan pembelajaran dengan materi norma yang telah dipelajari sebelumnya. Guru mengamati busana tradisional daerah yang digunakan peserta didik dan memberikan apresiasi awal.
  • Pemantik dan Motivasi (Joyful Learning): Guru menayangkan klip pendek/video penampilan budaya lokal melalui Smart TV (menggunakan Laptop dan Internet). Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Bagaimana perasaan kalian saat memakai pakaian adat ini untuk menyampaikan kebaikan norma?"
  • Penyampaian Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alur kegiatan pertunjukan drama, dan tata cara penilaian antarteman.

Kegiatan Inti (100 Menit)

Tahap 1: Persiapan dan Mentalizing Kinerja (20 Menit - Mindful & Meaningful Learning)

  • Peserta didik berkumpul bersama kelompoknya yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya.
  • Setiap kelompok melakukan check-in internal untuk mengecek kesiapan naskah drama pendek (topik: Norma Agama, Norma Kesusilaan, Norma Kesopanan, atau Norma Hukum), pembagian peran, serta peletakan karya 3D sebagai panggung/properti drama.
  • Guru mendampingi kelompok, memberikan bimbingan khusus pada kelompok yang membutuhkan penyesuaian adegan, dan memastikan busana tradisional daerah yang dikenakan telah dipakai dengan rapi dan sopan.

Tahap 2: Pelaksanaan Pertunjukan Drama (50 Menit - Joyful & Performance-Based Learning)

  • Setiap kelompok secara bergantian tampil di depan kelas memperagakan drama penerapan norma dengan alokasi waktu pertunjukan 7-10 menit per kelompok.
  • Saat Penampilan Drama:
  • Kelompok tampil dengan percaya diri menggunakan dialog yang jelas, ekspresi yang kuat, serta mengenakan busana tradisional daerah yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.
  • Karya 3D dipajang dan dimanfaatkan sebagai latar/properti utama untuk menyampaikan pesan kebaikan norma kepada penonton.
  • Penonton (kelompok yang tidak tampil) menyimak pertunjukan dengan sikap patuh pada norma kesopanan (tidak gaduh, menghargai, dan memperhatikan dengan seksama).

Tahap 3: Penilaian Antarteman dan Diskusi Reflektif (30 Menit - Critical & Meaningful Learning)

  • Selama dan setelah pertunjukan setiap kelompok, kelompok penonton mengisi Lembar Penilaian Antarteman (Peer-Assessment) yang ada pada LKPD.
  • Setelah seluruh kelompok selesai tampil, guru memfasilitasi sesi interaktif di mana perwakilan kelompok memberikan umpan balik positif dan apresiasi secara lisan kepada kelompok lain.
  • Guru mengonfirmasi kebenaran konsep norma yang ditunjukkan dalam adegan drama, mengoreksi miskonsepsi secara persuasif, dan memperkuat nilai moral dari setiap pertunjukan.

Kegiatan Penutup (20 Menit)

  • Rangkuman dan Pemaknaan: Guru bersama peserta didik merangkum poin-poin penting tentang penerapan norma sosial dan pentingnya saling menghargai dalam keberagaman budaya.
  • Refleksi Pembelajaran: Peserta didik mengisi lembar refleksi diri secara jujur mengenai pengalaman memeragakan drama dan melakukan penilaian antarteman.
  • Apresiasi Akhir: Guru memberikan penghargaan kepada seluruh kelompok atas keberanian, kreativitas penggunaan pakaian adat, dan objektivitas dalam penilaian antarteman.
  • Tindak Lanjut dan Doa: Guru menyampaikan rencana tindak lanjut (memajang karya 3D dan dokumentasi drama di pojok literasi/sekolah) dan menutup pembelajaran dengan doa bersama.

PENGALAMAN BELAJAR MENDALAM

Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)

Peserta didik dilatih untuk menyadari secara mendalam emosi dari karakter yang dimainkan dalam drama. Saat berperan sebagai pelanggar norma atau penegak norma, mereka secara sadar merasakan dampak psikologis dan sosial dari tindakan tersebut, sehingga tumbuh dorongan internal untuk selalu berprilaku positif dalam kehidupan nyata.

Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Pembelajaran tidak berhenti pada dialog hafalan, melainkan mengubungkan nilai norma dengan warisan kearifan lokal (busana tradisional) dan ekspresi seni visual (karya 3D). Hal ini membuat peserta didik memahami bahwa menjaga norma adalah bentuk penghormatan terhadap nilai luhur bangsa Indonesia.

Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Proses pementasan drama memberikan ruang ekspresi yang bebas dan menggembirakan. Penggunaan kostum adat, pemeragaan karakter, serta pemberian apresiasi antarteman menciptakan lingkungan kelas yang ramah, inklusif, dan penuh keceriaan tanpa rasa takut dihakimi.

STRATEGI DIFERENSIASI

Diferensiasi Konten

Menyediakan pilihan topik skenario drama berdasarkan jenis norma yang berbeda (Norma Agama, Kesusilaan, Kesopanan, Hukum) yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan ketertarikan kelompok.

Diferensiasi Proses

Memberikan tingkat pendampingan (scaffolding) yang bervariasi. Kelompok yang telah mandiri diberikan kebebasan berimprovisasi pada dialog drama, sedangkan kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan alur adegan yang lebih terstruktur oleh guru.

Diferensiasi Penampilan / Produk

Memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam menampilkan variasi busana tradisional daerah (pakaian adat Jawa, Sumatra, Sulawesi, Papua, Bali, atau variasi daerah lainnya) serta bentuk karya 3D pendukung (miniatur rumah adat, papan himbauan norma 3D, atau diorama) sesuai kreativitas minat kelompok.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI

Hardware

  • Laptop: Digunakan guru untuk mengelola alur pembelajaran, mengoperasikan media instrumen audio, dan mendokumentasikan penampilan drama.
  • Smart TV: Digunakan untuk menampilkan latar panggung digital, petunjuk alur pementasan, serta tayangan timer waktu pertunjukan.

Software dan Internet

  • Koneksi Internet: Digunakan untuk mengakses musik pengiring latar pertunjukan drama (musik tradisional daerah) dan efek suara pendukung suasana adegan melalui platform streaming audio/video.
  • Digital Peer-Form (Opsional): Tampilan instrumen penilaian antarteman yang diproyeksikan ke Smart TV agar peserta didik dapat memahami kriteria penilaian dengan sangat jelas.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

Media Belajar

  • Busana tradisional daerah Nusantara milik peserta didik.
  • Properti pendukung drama dan karya 3D pesan kebaikan norma.
  • Smart TV dan Sound System untuk pemutaran musik latar drama.
  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi skenario dan form penilaian antarteman.

Sumber Belajar

  • Buku Teks Utama: Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V SD, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  • Bahan Ajar Tambahan: Panduan Penerapan Norma dan Aturan dalam Masyarakat.
  • Sumber Lingkungan & Budaya: Kearifan lokal masyarakat setempat dan ragam pakaian adat Indonesia.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila

Materi: Pemeragaan Drama Penerapan Norma & Penilaian Antarteman

LabelIsi
Nama Peserta Didik / Kelompok....................................................................................
Kelas / FaseV (Lima) / Fase C
Nomor Absen....................................................................................
Tanggal Kegiatan....................................................................................

Bagian 1: Identifikasi Drama Kelompok Sendiri

  1. Nama Kelompok: ....................................................................
  2. Jenis Norma yang Diperagakan: Norma ...................................
  3. Busana Tradisional Daerah yang Digunakan: .............................
  4. Pesan Kebaikan Norma yang Disampaikan melalui Drama dan Karya 3D:

....................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Bagian 2: Lembar Penilaian Antarteman (Peer-Assessment)

Berilah skor 1-4 pada kolom yang tersedia untuk kelompok yang tampil, serta tuliskan umpan balik positifmu!

Nama Kelompok yang DinilaiKelancaran & Penghayatan Peran (1-4)Kesesuaian Pesan Norma (1-4)Estetika Busana Adat & Properti 3D (1-4)Kekompakan Tim (1-4)Total SkorCatatan Umpan Balik Santun & Positif
Kelompok 1: ..................
Kelompok 2: ..................
Kelompok 3: ..................
Kelompok 4: ..................

Bagian 3: Refleksi Pengalaman Menilai

Apa pelajaran berharga yang kamu dapatkan setelah melihat pertunjukan teman dan memberikan penilaian kepada mereka?

...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

REMEDIAL

Sasaran

Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (misalnya: belum percaya diri tampil, belum mampu mengidentifikasi jenis norma dalam adegan, atau mengalami kesulitan melakukan peer-assessment).

Bentuk Kegiatan Remedial

  • Bimbingan Individu/Kelompok Kecil: Guru mengajak peserta didik mendiskusikan kembali adegan sederhana mengenai norma kesopanan di sekolah (seperti memberi salam atau meminta izin).
  • Simulasi Terpandu: Peserta didik memperagakan ulang satu adegan pendek ( duration 2 menit) secara langsung di hadapan guru dengan petunjuk arahan dialog yang lebih eksplisit.
  • Latihan Penilaian Sederhana: Peserta didik diminta menilai ulang rekaman video pertunjukan pendek dengan panduan pertanyaan tertulis dari guru.

PENGAYAAN

Sasaran

Peserta didik yang telah melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dengan menunjukkan penguasaan peran, kreativitas busana, dan analisis penilaian antarteman yang sangat tinggi.

Bentuk Kegiatan Pengayaan

  • Peran sebagai Duta Norma Sekolah: Peserta didik diminta menyusun kampanye pesan kebaikan norma dalam bentuk poster 3D atau video singkat berbasis busana adat untuk dipublikasikan di papan informasi sekolah.
  • Analisis Kasus Kompleks: Peserta didik diberikan studi kasus dilema norma di masyarakat (misal: benturan norma adat dan kesopanan modern) untuk dianalisis dan dicari penyelesaian solutifnya secara kritis.

REFLEKSI GURU

NoPertanyaan RefleksiHasil Evaluasi dan Catatan Guru
1Apakah alokasi waktu 4 x 35 menit cukup efektif untuk pelaksanaan pertunjukan drama seluruh kelompok dan penilaian antarteman?Alokasi waktu berjalan dengan sangat efektif. Pengaturan durasi pertunjukan 7-10 menit per kelompok membuat kegiatan tetap disiplin dan tepat waktu.
2Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam menerapkan pilar Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful)?Peserta didik menunjukkan kesadaran penuh (Mindful) saat menghayati peran, merasa bangga (Meaningful) mengenakan busana daerah, dan sangat gembira (Joyful) selama pertunjukan.
3Apakah integrasi busana tradisional daerah dan properti 3D berjalan dengan lancar dan menambah estetika pembelajaran?Integrasi busana daerah sangat sukses meningkatkan semangat kebudayaan peserta didik. Properti 3D memperkuat pesan norma yang disampaikan.
4Bagaimana kualitas penilaian antarteman (peer-assessment) yang dilakukan oleh peserta didik?Peserta didik mampu memberikan penilaian secara jujur dan objektif. Umpan balik yang dituliskan pada LKPD disampaikan menggunakan bahasa yang santun dan membangun.
5Apa hambatan terbesar yang dihadapi selama proses pembelajaran dan bagaimana solusi perbaikannya untuk pertemuan berikutnya?Hambatan kecil berupa keterbatasan ruang panggung kelas. Solusi berikutnya adalah memanfaatkan area pendopo sekolah agar ruang gerak drama lebih luas.

REFLEKSI PESERTA DIDIK

Pertanyaan Refleksi Diri Peserta Didik

NoPertanyaan RefleksiJawaban Saya
1Bagian mana dari pertunjukan drama kelompokmu yang paling kamu sukai? Mengapa?Saya paling menyukai adegan saat memperagakan norma kesopanan dengan pakaian adat Jawa karena terasa sangat seru dan anggun.
2Apakah kamu merasa nyaman dan percaya diri saat tampil di depan kelas mengenakan busana tradisional?Ya, saya sangat bangga dan senang karena teman-teman menyukai pakaian adat dan properti 3D yang kelompok kami buat.
3Bagaimana perasaanmu saat memberikan penilaian dan umpan balik kepada kelompok temanmu?Saya merasa senang karena bisa memberikan pujian yang jujur dan belajar bagaimana cara memberi masukan secara sopan.
4Nilai norma apa yang akan kamu terapkan secara lebih baik dalam kehidupan sehari-hari setelah pembelajaran ini?Saya akan lebih disiplin menerapkan norma kesopanan, seperti selalu menghormati orang tua dan menyapa guru saat bertemu.

BAHAN BACAAN

Bahan Bacaan Guru

  • Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka Fase C: Pengembangan Karakter Pancasila melalui Seni Pertunjukan.
  • Konsep Deep Learning dalam Pendidikan Dasar: Integrasi Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning pada Mata Pelajaran Civics.
  • Kebinekaan dan Kearifan Lokal: Mengenal Busana Adat Nusantara sebagai Sarana Penanaman Etika Kesusilaan dan Kesopanan.

Bahan Bacaan Peserta Didik

  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V: Bab "Norma dalam Kehidupanku".
  • Komik Strip Karakter: "Pentingnya Berperilaku Santun dan Taat Aturan di Sekolah dan Rumah".
  • Lembar Informasi Kebudayaan: "Mengenal Pakaian Adat Nusantara dan Nilai Kebaikan di Baliknya".

GLOSARIUM

Norma

Aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan berterima.

Performance-Based Learning

Model pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilannya dalam bentuk kinerja nyata atau pertunjukan konkret.

Peer-Assessment (Penilaian Antarteman)

Proses penilaian di mana peserta didik mengevaluasi kinerja, hasil karya, atau perilaku teman sejawatnya berdasarkan kriteria kinerjanya yang jelas dan disepakati.

Deep Learning (Pembelajaran Mendalam)

Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman yang utuh, bermakna, kontekstual, dan bertahan lama melalui pengalaman sadar (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).

Busana Tradisional Daerah

Pakaian khas yang mewakili identitas budaya, sejarah, dan nilai-nilai estetika suatu daerah atau suku bangsa di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

  • Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Fase A - Fase F. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Buku Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
  • Ministry of Education. (2021). Performance Assessment in Primary Civics Education. Jakarta: Educational Research Directorate.
  • Widodo, S., & Rahayu, L. (2023). Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Kebudayaan Lokal di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 12(2), 145-158.

LAMPIRAN

LEMBAR OBSERVASI KINERJA PERTUNJUKAN DRAMA (OLEH GURU)

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Kesesuaian Pesan NormaSkor 4: Pesan norma (agama/kesusilaan/kesopanan/hukum) tersampaikan sangat jelas, tepat, dan mendalam dalam seluruh adegan.
Skor 3: Pesan norma tersampaikan secara jelas dan tepat dalam adegan.
Skor 2: Pesan norma tersampaikan namun kurang jelas atau membingungkan penonton.
Skor 1: Pesan norma tidak terlihat sama sekali dalam adegan drama.
2Penghayatan Peran dan EkspresiSkor 4: Ekspresi wajah, intonasi suara, dan gestur tubuh sangat natural, percaya diri, serta sesuai dengan karakter.
Skor 3: Ekspresi wajah, intonasi, dan gestur sudah baik dan cukup natural.
Skor 4: Tampil kurang percaya diri, ekspresi wajah dan intonasi suara masih kaku.
Skor 1: Tampil tanpa ekspresi, hanya membaca/menghafal teks tanpa penghayatan.
3Penggunaan Busana Adat dan Properti 3DSkor 4: Penggunaan busana tradisional daerah sangat rapi, autentik, serta mengintegrasikan properti 3D secara sangat inovatif.
Skor 3: Penggunaan busana tradisional daerah dan properti 3D rapi dan sesuai konteks.
Skor 2: Busana tradisional daerah atau properti 3D kurang lengkap atau kurang sesuai.
Skor 1: Tidak menggunakan busana tradisional daerah maupun properti 3D.
4Kekompakan dan Kerjasama KelompokSkor 4: Pembagian peran sangat merata, alur pementasan sangat lancar, dan anggota saling mendukung penuh.
Skor 3: Pembagian peran merata, alur pementasan lancar dan menunjukkan kerjasama yang baik.
Skor 2: Kerjasama kurang serasi, terdapat beberapa jeda atau keraguan dalam pementasan.
Skor 1: Kelompok tidak kompak dan pementasan tidak terstruktur dengan baik.

LEMBAR OBSERVASI PENILAIAN ANTARTEMAN (PEER-ASSESSMENT ASSESSMENT BY TEACHER)

NoAspek yang DinilaiKriteria SkorSkor
1Kejujuran dan Objektivitas PenilaianSkor 4: Memberikan penilaian antarteman dengan sangat objektif, jujur, dan didukung bukti pengamatan yang jelas.
Skor 3: Memberikan penilaian antarteman secara jujur dan objektif.
Skor 2: Penilaian agak subjektif dan dipengaruhi rasa suka/tidak suka pada teman.
Skor 1: Memberikan penilaian secara asal-asalan tanpa mengamati pertunjukan teman.
2Kesantunan Penyampaian Umpan BalikSkor 4: Menyampaikan umpan balik lisan/tertulis dengan bahasa yang sangat santun, positif, dan memotivasi.
Skor 3: Menyampaikan umpan balik dengan bahasa yang santun dan positif.
Skor 2: Umpan balik disampaikan dengan bahasa yang kurang santun atau agak menyudutkan.
Skor 1: Umpan balik disampaikan secara kasar, negatif, atau meremehkan karya teman.
 
Mengetahui,
Kepala Sekolah,
Sri Anggriyani, S.Pd.
NIP. 198004152008012016
 
Situbondo, ___________2026
Guru Kelas,
Didik Sadi, S.Pd.
NIP. 198406162025211130